Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 153

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Naik pada Oktober

0
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Naik pada Oktober
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Naik pada Oktober

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Shell, bp, dan Vivo terpantau naik pada Oktober 2025, apabila dibandingkan dengan September 2025.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, tercatat harga Pertamina Dex Series di wilayah tersebut mengalami perubahan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp13.700 per liter dari Rp13.600 per liter.

Rincian harga BBM SPBU Pertamina (Jakarta) adalah sebagai berikut:

Pertalite: Rp10.000 per liter;

Solar Subsidi: Rp6.800 per liter;
Pertamax: Rp12.200 per liter;
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter;
Pertamax Green: Rp13.000 per liter;
Dexlite: Rp13.700 per liter; dan
Pertamina Dex: Rp14.000 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell juga turut mengalami peningkatan di tengah-tengah isu kelangkaan sejak pertengahan Agustus, dengan jenis Shell Super dipatok Rp12.890 per liter pada Oktober 2025.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Super: Rp12.890 per liter;
V-Power: Rp13.420 per liter;

V-Power Diesel: Rp14.270; serta
V-Power Nitro+: Rp13.590 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU bp juga mengalami peningkatan pada Oktober apabila dibandingkan dengan September. Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU BP:

BP Ultimate: Rp13.420 per liter;
BP 92: Rp12.890 per liter; dan
BP Ultimate Diesel: Rp14.270 per liter.

Selaras dengan Shell dan bp, harga BBM di SPBU Vivo juga naik apabila dibandingkan dengan September 2025.

Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU Vivo:

Revvo 90: Rp12.810 per liter;

Revvo 92: Rp12.890 per liter;

Revvo 95: Rp13.420 per liter; serta
Diesel Primus Plus: Rp14.270 per liter. (ant)

KKP Perkuat Sektor Industri Budidaya Udang Nasional dari Hulu

0
KKP Perkuat Sektor Industri Budidaya Udang Nasional dari Hulu
KKP Perkuat Sektor Industri Budidaya Udang Nasional dari Hulu

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan penguatan industri budidaya udang nasional dimulai dari sektor hulu, dengan fokus meningkatkan produktivitas sehingga mendorong pertumbuhan ekspor berdaya saing tinggi.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu (Tebe) menyebutkan beberapa strategi di hulu untuk memperkuat sektor industri budidaya udang, pertama, melalui perbaikan atau penyusunan regulasi dengan menyederhanakan aturan perizinan agar lebih efisien.

“Melakukan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih, serta memastikan kebijakan yang diterapkan mendukung investasi sekaligus keberlanjutan lingkungan,” kata Tebe dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.

Upaya kedua, lanjut Tebe, yakni penerapan protokol budidaya atau good aquaculture practice dengan langkah-langkah seperti peningkatan kapasitas pembudidaya melalui pelatihan dan pendampingan, mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan dan biosecurity, serta menjamin kualitas udang sejak awal siklus produksi agar sesuai dengan standar internasional.

Selanjutnya, strategi lain dilakukan melalui dukungan pendanaan, antara lain penyediaan akses kredit lunak atau skema pembiayaan khusus bagi petambak, pemberian insentif bagi pembudidaya yang menerapkan praktek terbaik (best practices), serta menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses modal.

KKP juga berupaya menghasilkan induk udang unggul sehingga tak perlu lagi impor.

“Di momen Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka peringatan HUT ke-26 tahun KKP yang jatuh tiap 26 Oktober, program induk udang unggul kian diperkuat,” ucap Tebe.

Dia menuturkan pihaknya telah mengembangkan induk udang lokal bernama Nusa Dewa melalui Balai di Karangasem, Bali.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa kita mampu menghasilkan produk unggul buatan Indonesia. Sudah saatnya kita bangga dengan karya anak bangsa,” tegas Tebe.

Dia juga mengajak para pembudidaya untuk meninggalkan praktik lama yang tidak sesuai standar, termasuk penggunaan antibiotik. Sebagai alternatif, pemerintah mendorong penggunaan probiotik.

“Inovasi ini harus terus dikaitkan dengan aspek keekonomian agar bisa diadopsi dengan baik oleh pembudidaya di lapangan,” tambah Tebe.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara asosiasi, pelaku usaha swasta, akademisi, serta kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan industri udang Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Tebe menekan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan udang sebagai komoditas unggulan.

“Dengan kondisi eksisting seperti ketersediaan lahan, produksi nasional, dan posisi udang Indonesia di pasar global, kita memiliki peluang besar untuk menjadikan industri udang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Tebe.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan untuk menopang produksi perikanan nasional. Praktik budidaya berkelanjutan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tapi ikut menjaga populasi perikanan di alam. (ant)

Minimnya Realisasi Pajak  MBLB di Lombok Timur Dipertanyakan

0
Maharani

Lombok (ekbisntb.com) –

Peneliti Lombok Research Center (LRC), Dr. Maharani, mempertanyakan capaian realisasi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C di Lombok Timur (Lotim) yang dinilai sangat minim. Padahal, dengan 171 titik galian yang beroperasi, idealnya penerimaan pajak sektor ini dapat mencapai Rp 18 miliar.

Persoalan rendahnya realisasi ini mencuat dalam Diskusi Tematik tentang Perubahan Iklim yang digelar bersama jurnalis Lotim, Sabtu (4/10/2025).

Maharani mengaku heran dengan realisasi yang hanya sekitar Rp 5 miliar, dan mempertanyakan ke mana hilangnya potensi penerimaan yang seharusnya bisa diraih.

“Kalau hanya terealisasi Rp 5 miliar, kemana kemudian sisanya?” ungkap Maharani, seperti dikutip dari pernyataannya dalam diskusi tersebut.

Berdasarkan data yang tercantum dalam Sistem Evaluasi & Monitoring Pendapatan Asli Daerah (Sempad) Kabupaten Lotim, realisasi Pajak MBLB hingga 4 Oktober 2025 memang baru mencapai Rp4,94 miliar atau hanya 21,64% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 22,81 miliar.

Dr. Maharani mengungkapkan dilema yang dihadapi. Di satu sisi, jika tambang galian C dipaksa tutup, belasan miliar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim terancam hilang. Di sisi lain, jika diperbolehkan, kontribusi kepada masyarakat yang terdampak harus jelas. “Bisa saja diperbolehkan tetap ada galian C, tapi dengan syarat,” ujarnya.

Maharani berasumsi bahwa produksi lahan pertanian di Lotim mengalami penurunan akibat aktivitas galian C. LRC berencana meneliti lebih lanjut dampak lingkungan dari galian C pada tahun 2026, termasuk menganalisis unsur hara tanah yang hilang serta perubahan fisik air.

Aktivitas tambang MBLB, yang mayoritas menggunakan sistem terbuka, memang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, seperti erosi tanah, penurunan kualitas air, dan hilangnya habitat . Memulihkan lingkungan yang rusak akibat aktivitas tambang membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu lama .

Bapenda Lotim telah mengakui adanya kendala dalam pencapaian target. Kepala Bapenda Lotim, Muhsin, pada Oktober 2024 menyebut bahwa upaya mencapai target pajak galian C cukup sulit, karena banyak wajib pajak yang mencoba menghindar .

Muhsin menegaskan pajak tetap dipungut karena aktivitas galian C menimbulkan risiko kerusakan lingkungan dan kecelakaan. Pemerintah daerah juga telah membentuk tim bersama dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan OPD untuk menertibkan galian C yang tidak berizin .

Di luar persoalan tambang, Maharani juga mengkritik model kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak komprehensif dalam menangani persoalan lingkungan, termasuk alih fungsi lahan dan program penanaman pohon yang dianggap sekadar seremonial.

Dia menekankan perlunya kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah, LSM, kampus, dan sektor privat untuk mendiskusikan dan mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan dan lingkungan yang dihadapi daerah. (rus)

Investor Jerman Jajaki Potensi Pengolahan Sampah Lombok Barat

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini didampingi Kepala DLH M. Busyairi bersama investor asal Jerman yang siap mengolah sampah di Lobar.

 

Lombok (ekbisntb.com) –

Investor Jerman menjajaki peluang kerja sama dalam hal pengolahan sampah di Lombok Barat (Lobar). Jumat (3/10/2025), pihak investor bertemu dengan Bupati H. Lalu Ahmad Zaini didampingi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan sejumlah kepala OPD terkait.

Pihak investor akan mengolah sampah menggunakan peralatan dan teknologi dari Jerman, sedangkan Pemkab menyiapkan lahan untuk pengolahan sampah tersebut.

Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini mengatakan bahwa investor dari Jerman berencana membangun pengolahan sampah di Lobar. “Kita hanya siapkan lahan, sampah diolah sama dia (investor) dengan mesin dari Jerman yang kapasitasnya 100 ton per hari,” katanya.

Bentuk kerja sama ini,  nantinya Investor ini akan mengolah sampah, kemudian hasil produk olahannya diambil. Hasil pengolahan sampah tersebut nantinya berupa batako, pasir dan kerikil. Produksi olahan sampah ini nantinya tergantung material yang laris di pasaran, apakah pasir atau batako maka itu yang diproduksi.

“Silakan mereka yang jual, asal masalah sampah kita tertangani. Syukur saja kita dibantu,” ujarnya.

Pemkab kata dia tidak akan mempersulit. Dimana awalnya ada wacana bagi hasil ke Pemkab, tapi itu rumit dikhawatirkan menjadi temuan, sehingga pihaknya memutuskan dengan cepat, bahwa Pemkab Lobar menyediakan lahan saja, investor diberikan kewenangan mengolah sampah. Rencananya lokasi aset daerah seluas 9 hektare di Taman Ayu akan diberikan pengelolaan ke investor ini untuk dipergunakan mengolah sampah.  

Investor ini mengaku hanya membutuhkan lahan sekitar 30 are, namun pihaknya memberikan sesuai kebutuhannya. “Yang penting sampah selesai, dan mempekerjakan orang lokal. Itu saja syaratnya, tidak ribet,”imbuhnya.

Pihak investor juga meminta bantuan jika nanti MoU ini terlaksana, kalau butuh surat menyurat dari peralatan investor dari Jerman masuk ke Indonesia. Soal biaya dan pajak masuk alat berat ke Indonesia nantinya pihak investor sanggup menanggung.

Jika kerja sama ini berjalan bagus, sampah diolah maksimal maka bisa saja Pemkab kerja sama dengan Pemkot Mataram mengolah sampahnya. Sampahnya diolah Investor ini, tetapi membuang sampah ini nantinya Pemkot Mataram akan bayar retribusi ke Lobar.

Terkait program Masaro atau sistem dan teknologi pengelolaan sampah yang menghasilkan zero waste, lanjutnya, tetap berjalan di dua kecamatan (Lingsar dan Gunungsari).  Rencananya, Masaro ini akan diperluas ke daerah tengah, Kediri dan Gerung.

Tetapi jika pengolahan sampah dengan investor ini berjalan, kemungkinan Masaro ini ditunda dan fokus pada pengolahan sampah dengan Jerman ini.  (her)

Diwarnai Red Flag, Rueda Kunci Gelar Juara Dunia Moto3

0
Jose Antonio Rueda dari Red Bull KTM Ajo, memastikan sebagai gelar juara dunia Moto3 di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Pembalap asal Spanyol Jose Antonio Rueda meraih sukses ganda di gelaran MotoGP Mandalika 2025. Tidak hanya memenangi balapan kelas Moto3 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025), Rueda sekaligus sukses mengunci gelar juara dunia Moto3 2025.

Berkat kemenangan di Sirkuit Mandalika tersebut, Rueda total telah mengumpulkan 340 poin. Selisih 109 poin dengan persaing terdekatnya Angel Piqueras di klasemen Moto3 yang sejauh ini baru mengumpulkan 231 poin. Dengan sisa empat seri balapan lagi, poin Rueda dipastikan tidak bisa dikejar lagi.

Jalannya balapan Moto3 sendiri berlangsung seru. Rueda memulai balapan dari posisi 9. Sementara pole position diraih pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez. Diwarnai sejumlah insiden crash dari sejumlah pembalap, balapan akhirnya dihentikan begitu memasuki laps 19 dari total 20 laps yang direncanakan.

Red flag tanda balapan dihentikan setelah salah satu pembalap mengalami crash hebat jelas akhir balapan. “Ini (juara dunia) adalah momen impian saya,” sebut Rueda, dalam keterangan pers kepada wartawan di Media Center Sirkuit Mandalika, usai balapan.

Gelar tersebut pun ingin ia persembahkan buat semua yang telah mendukungnya selama ini. Tim, keluarga dan negara hingga bisa mencapai gelar dunia.

Ia mengaku menjadi juara tidak mudah. Setiap hari dirinya terus berusaha dan tetap bertarung di setiap balapan yang diikuti. “Hari ini kami sangat bahagia. Dan, ingin merayakan bersama semua yang telah mendukung,” ujarnya.

Selama musim balap 2025 Pembalap Red bull KTM Ajo ini telah memenangi 9 seri balapan. Termasuk kemenangan di Sirkuit Mandalika, dengan 13 kali naik podium. Rueda awalnya menargetkan bisa mengunci gelar juara dunia Moto3 di GP Jepang. Namun saat itu Rueda harus puas di podium kedua. Baru di balapan MotoGP Mandalika gelar juara dunia Moto3 berhasil dikunci dengan balapan MotoGP 2025 menyisakan empat seri lagi. (kir)

Tiket Gratis Bagi Warga Lingkar Sirkuit Diduga Diperjualbelikan

0
Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka,

Lombok (ekbisntb.com) –

Program pemberian tiket nonton MotoGP Mandalika gratis bagi warga lingkar kawasan The Mandalika oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) diduga disalahgunakan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan memperjualbelikan tiket yang semestinya diterima oleh warga lingkar kawasan The Mandalika tersebut.

Menyikapi hal itu ITDC pun telah menurunkan tim khusus untuk guna melakukan penyelidikan. ITDC juga sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum jika ditemukan pelanggaran hukum. “Kita sudah dapat laporan. Saat ini sedanng kita selidiki dan telusuri,” ungkap Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, Sabtu (4/10/2025).

Dikatakannya, pemberian tiket nonton gratis MotoGP Mandalika bagi warga lingkar kawasan The Mandalika tersebut sudah diatur sedemikian rupa dan tidak dilakukan sembarang. Koordinasi dan diskusi dengan para tokoh masyarakat juga sudah dilakukan. Hal ini untuk memastikan tiket nonton bisa diterima oleh warga.

“Tiket sudah kita berikan dan kita atur penyalurannya dengan baik. Setelah itu, jika ada cara penyaluran yang lainnya (salah) itu bukan menjadi kewenangannya,” sebutnya.

Yang jelas pihaknya sudah berupaya membangun situasi yang baik dengan warga lingkar kawasan The Mandalika dengan menyiapkan tiket nonton gratis. Hal ini sebagai bentuk perhatian bagi warga sekitar kawasan The Mandalika. Jika kemudian ada persoalan dalam proses penyalurannya setelah diserahkan ITDC, nanti biar aparat penegak hukum yang mengambil tindakan.

Di tengah euphoria penyelenggaraan MotoGP ada saja hal yang masih kurang. Dan, itu bisa dimaklumi sebagian bagian dari euphoria tersebut. “Dengan aparat penegak hukum sudah kita koordinasikan persoalan itu. Selanjutnya biar aparat penegak hukum berkerja. Jika memang perlu diambil tindakan hukum, tentu aparat penegak hukum sudah sangat tahu tindakan apa yang perlu dilakukan,” ujar Troy. (kir)

Wakili Indonesia dalam Program AFS Global STEM Academies 2025

0
Yuri Hanif Ramadhana

Lombok (ekbisntb.com) –

YURI Hanif Ramadhana,  seorang pelajar asal NTB. Remaja yang akrab disapa Yuri ini baru saja pulang membawa segudang pengalaman berharga usai menjadi delegasi Indonesia dalam Program AFS Global STEM Academies 2025 di India.

Kisah perjalanannya menjadi sorotan dalam Program SPADA (Suara Pemuda Berkarya), sebuah kolaborasi inspiratif antara RRI Pro 2 Mataram dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Dalam sesi berbagi yang penuh antusiasme itu, Yuri membuka cerita tentang “India-nya” — bukan sekadar perjalanan, tapi pengalaman hidup yang membentuk karakter dan membuka pandangan globalnya.

 “Selama sebulan di India, saya belajar bukan hanya tentang sains dan teknologi, tapi juga tentang nilai-nilai sosial dan bagaimana menjadi manusia yang lebih terbuka terhadap keberagaman,” ujar Yuri penuh semangat dalam keterangan yang diterima, Sabtu (4/10/2025).

Program AFS Global STEM Academies merupakan ajang prestisius yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk belajar tentang energi terbarukan, kepemimpinan, berpikir kritis, dan toleransi. Tahun ini, ada empat negara tujuan: China, India, Brazil, dan Mesir. Yuri menjadi satu dari beberapa pelajar Indonesia yang berhasil lolos ke program di India — setelah melewati seleksi ketat dari ratusan pendaftar.

“Setiap tahap seleksi punya tantangan sendiri, mulai dari berkas, essay, sampai wawancara. Tapi kuncinya adalah bagaimana membuat juri tertarik dengan keunikan diri kita,” tuturnya.

Menurut Yuri, kemampuan berbahasa Inggris, pemikiran kritis, dan keterampilan komunikasi sosial menjadi modal utama. Ia percaya, kombinasi antara prestasi akademik dan non-akademik adalah kunci agar pelajar Indonesia bisa bersaing di tingkat global.

Selama di India, Yuri bersekolah di Emerald Heights International School, sekolah terbaik kedua di negara itu. Ia tinggal bersama keluarga Kanchwala di kota Indore, yang dikenal sebagai kota terbersih di India.

“Teman-teman jangan kecewa, karena aku tinggalnya di India bagian kerennya,” ucap Yuri sambil tertawa.

Hari-harinya dipenuhi dengan kegiatan belajar, diskusi lintas budaya, hingga kunjungan edukatif ke museum, laboratorium, rumah sakit, dan perusahaan teknologi. Namun, momen yang paling membekas bagi Yuri justru bukan di ruang kelas, melainkan saat bernyanyi dan menari bersama pelajar dari Hungaria, Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat di dalam bus sekolah.

“Kami bertukar cerita tentang politik, budaya, dan kehidupan di negara masing-masing. Momen kecil itu sangat berharga,” katanya.

Sebagai bagian dari program, setiap peserta diminta membuat capstone project — proyek sosial berbasis solusi nyata. Yuri memilih isu lingkungan dengan gagasan bertajuk “WasteToGo: Aplikasi Sistem Pengangkutan Sampah Terintegrasi.”

Setibanya di Indonesia, ide itu ia kembangkan dalam Wikithon Partisipasi Publik yang diselenggarakan oleh BasaNTB, hingga lahirlah konsep “Lariq Beleq: Sistem Truk Segregasi Sampah”, yang membawanya menjadi pemenang lomba.  “Saya ingin ide ini benar-benar bisa diterapkan, supaya penanganan sampah di NTB lebih efisien dan berbasis teknologi,” harapnya. (ham)

Penonton MotoGP Mandalika 2025 Catat Rekor Tertinggi

0
Penonton di Sirkuit Mandalika pada MotoGP 2025 mencatat rekor tertinggi

Lombok (ekbisntb.com) —

Pertamina Mandalika International Circuit mencatat sejarah, Minggu, 5 Oktober 2025. Total penonton MotoGP  2025 menembus angka 140.324 orang, menjadikannya rekor tertinggi sejak ajang MotoGP pertama kali digelar di Indonesia.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari dua tahun sebelumnya. Pada 2023, jumlah penonton tercatat 102.929 orang, lalu naik menjadi 121.252 orang pada 2024 dan akhirnya menembus 140.324 penonton pada 2025.

Dengan demikian, dalam kurun tiga tahun terakhir, total penonton MotoGP Mandalika meningkat hingga 37.395 orang, atau setara pertumbuhan 36,3 persen.

Kenaikan paling tajam terjadi pada tahun 2025, di mana jumlah penonton bertambah 19.072 orang dibanding 2024, atau sekitar 15,7 persen. Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada area tribun sirkuit, tetapi juga pada area Paddock dan VIP Village yang mengalami peningkatan 36 persen dalam satu tahun dari 10.955 menjadi 14.887 pengunjung.

 Dari sisi distribusi harian, seluruh hari penyelenggaraan mulai dari sesi latihan Jumat hingga race day Minggu mencatat peningkatan signifikan.

Hari puncak, yakni Minggu (race day), menjadi magnet utama dengan 67.905 penonton, melampaui catatan 2024 sebanyak 60.709 penonton.

Bahkan, kehadiran pada hari Jumat dan Sabtu pun meningkat, menandakan bahwa penggemar kini memilih menikmati seluruh rangkaian akhir pekan MotoGP di Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria,  menilai bahwa tren positif ini mencerminkan kedewasaan Mandalika sebagai tuan rumah ajang balap internasional serta bukti kuat bahwa Indonesia telah menjadi destinasi motorsport dunia.

“Peningkatan penonton dari 102 ribu di 2023, kemudian 121 ribu di 2024 dan kini menjadi lebih dari 140 ribu di 2025 adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika semakin dicintai, bukan hanya oleh penonton dalam negeri, tapi juga oleh penggemar MotoGP mancanegara,” ujar Priandhi.

Lonjakan jumlah penonton juga berdampak langsung pada ekonomi daerah. Tingkat hunian hotel di kawasan Lombok Tengah dan sekitarnya mencapai lebih dari 90 persen selama pekan balapan, sementara sektor UMKM dan transportasi lokal mengalami lonjakan permintaan.

Dengan capaian 140 ribu penonton, Mandalika kini menempatkan diri sejajar dengan sirkuit-sirkuit MotoGP besar lain seperti Sepang, Buriram, dan Phillip Island sekaligus menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar tuan rumah, tetapi pemain utama dalam kalender MotoGP dunia.(bul)

MotoGP Mandalika 2025, Fermin Juara, Marquez Kembali Gagal

0
Pembalap Spanyol Fermin Aldeguer juara 1 MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika, Minggu, 5 Oktober 2025

Praya (ekbisntb.com) –

Balapan MotoGP Mandalika 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025), berlangsung penuh drama. Pembalap Spanyol Fermin Aldeguer sukses menjadi yang tercepat. Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP ini menyelesaikan 27 laps balapan utama dengan catatan waktu tercepat 41 menit 7,651 detik di depan 18 pembalap lainnya.

Fermin tampil konsisten di MotoGP Mandalika kali ini. Setelah pada sesi sprint race menempati posisi kedua dibelakang Marco Bezzechi yang pada balapan utama kali ini justru mengalami nasib sial. Juara sprint race MotoGP Mandalika tersebut harus menyelesaikan balapan lebih awal. Lantaran mengalami crash memasuki setengah laps pertama.

Memulai balapan dari pole position, pembalap Aprilia Racing tersebut kembali menjalani start yang kurang bagus. Sehingga sempat terlempar ke posisi ketujuh selepas start. Saat hendak berusaha menyalip Marc Marquez motor Bezzechi terlihat “menyeruduk” motor Marc Marquez. Akibatnya, Marc Marzuez yang sedang menikung mengalami crash. 

Kedua pembalap tersebut pun harus dilarikan ke medical center Sirkuit Mandalika untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut pasca crash. Di mana sebelumnya Marc Marquez tampak memegangi lengan kanannya. Bagi juara dunia MotoGP 2025 tersebut, insiden crash tersebut kian menambah panjang raihan minornya di Sirkuit Internasional Mandalika.

Pembalap Ducati Marc Marquez terjatuh saat event MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu, 5 Oktober 2025

Selama empat kali gelaran MotoGP Mandalika, pembalap Spanyol itu belum pernah sekalipun memenangi balapan utama. Raihan terbaiknya yakni menjuarai sesi sprint race di MotoGP Mandalika 2024 lalu. Dalam wawancara dengan awak media sebelum balapan utama, Marquez mengaku kalau Sirkuit Mandalika bukanlah sirkuitnya.

Podium Satu Perdana

Bagi Fermin Aldeguer kemenangan yang diraih di balapan utama MotoGP Mandalika terasa begitu spesial. Pasalnya, itu merupakan podium satu pertamanya di kelas para ‘’raja’’. Sebelum bertarung di MotoGP, Fermin merupakan pembalap kelas Moto2. Di sana Fermin sukses menempati posisi ketiga klasemen akhir balapan Moto2 2024.

Pada balapan utama MotoGP Mandalika, Fermin yang start di posisi kedua langsung melejit. Mesti sempat di tempel ketat Pedro Acosta diawal-awal balapan. Fermin perlahan menjauh dan akhirnya sukses menjuarai MotoGP Mandalika untuk yang pertama kalinya. Dengan selisih waktu hingga 6,9 detik di depan pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta.

Sementara itu rekan setim Fermin, Alex Marquez sukses mengamankan podium ketiga yang sempat bertarung ketat dengan Pedro Acosta. Tambah poin dari balapan MotoGP Mandalika membuat Alex kian memantapkan posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2025 dengan mengumpulkan 362 poin. Sedangkan penghuni posisi ketiga Francesco Bagnaia gagal meraih satu poin pun dari balapan MotoGP Mandalika.

Di sesi sprint race pembalap Ducati Lenovo Team tersebut menjadi pembalap paling akhir menyentuh garis finis. Sedangkan di balapan utama “Pecco” Bagnaia mengalami crash. “Pecco” Bagnaia menggenapi lima pembalap yang mengalami crash. Selain Marquez, Bezzechi dan Bagnaia, ada juga Joan Mir serta Enea Bastianini.

“Secara umum penyelenggaran MotoGP hingga balapan utama selesai berlangsung sesuai harapan,’’ ujar Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat, usai balapan.

Di setiap event pasti ada saja kekuranganya. Hal itu bukan jadi masalah justru diharapkan bisa pembelajaran untuk bisa lebih baik lagi ke depan. “Ke depan tetap harus ada evaluasi,” ujar mantan juara dunia bulu tangkis ini. (kir)

Tiga Pembalap Dievakuasi Via Udara Selama MotoGP Mandalika 2025

0
evakuasi pembalap

Lombok (ekbisntb.com)-Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), melalui Kantor SAR Mataram, mencatat keberhasilan signifikan dalam penanganan kedaruratan medis selama perhelatan MotoGP  Mandalika 2025.

Total tiga pembalap dari berbagai kelas telah berhasil dievakuasi menggunakan layanan Evakuasi Medis Udara (EMU) ke rumah sakit rujukan (RSUD Provinsi NTB).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, dalam keterangan resmi menjelaskan bahwa dua evakuasi terakhir terjadi pada hari puncak balapan, Minggu (5/10). Keduanya melibatkan pembalap Moto3 dan MotoGP yang memerlukan penanganan lanjutan setelah mengalami kecelakaan serius.

“Kedua operasi EMU pada hari Minggu (5/10) menggunakan helikopter jenis Dauphin bernomor registrasi HR-3601,” kata Hariyadi.

Helikopter HR-3601 lepas landas dari helipad Medical Centre pukul 13.53 WITA dengan membawa Pembalap Moto3 dan tiba pukul 14.08 WITA di RSUD Provinsi NTB. Sementara pembalap MotoGP dievakuasi Pukul 16.25 WITA dan tiba di rumah sakit rujukan pada Pukul 16.40 WITA.

Menurut Hariyadi, keputusan aktivasi EMU diambil secara cepat berdasarkan rekomendasi tim medis sirkuit, yang menilai kondisi pembalap mendesak untuk ditangani oleh dokter spesialis di RSUD Provinsi NTB. Setelah pendaratan, kedua pembalap segera diserahkan kepada tim dokter rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.

Hariyadi menambahkan, pembalap Moto3 dan MotoGP ini merupakan pasien kedua dan ketiga yang dievakuasi melalui jalur udara.

“Total pembalap yang dievakuasi medis udara selama perhelatan MotoGP Mandalika 2025 adalah tiga orang. Sebelumnya, seorang pembalap Moto2 telah dievakuasi menggunakan helikopter yang berbeda, yaitu HR-3604, pada hari Jumat, 3 Oktober 2025,” tandasnya.

Keberhasilan seluruh operasi EMU ini menunjukkan kesiapan sistem penanganan gawat darurat yang terintegrasi antara Basarnas, tim medis sirkuit, dan RSUD Provinsi NTB. Basarnas menegaskan bahwa seluruh personel dan Alat Utama (Alut) yang disiagakan sejak awal event telah bekerja maksimal, menjamin keselamatan seluruh stakeholder yang terlibat.(bul)