Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 147

Enam Penerbangan Kargo Angkut Logistik Kepulangan MotoGP Mandalika 2025

0
proses pemeriksaan dan dokumentasi sesuai standar keamanan penerbangan internasional

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah berakhirnya ajang balap dunia MotoGP Mandalika pada 3–5 Oktober 2025, aktivitas Bandara Lombok kembali dipadati dengan arus kepulangan logistik para tim balap internasional. Sejak Senin 6 Oktober 2025 hingga Rabu 8 Oktober 2025, enam penerbangan kargo secara bertahap mengangkut berbagai perlengkapan dan peralatan yang digunakan selama perhelatan MotoGP.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, menjelaskan bahwa enam penerbangan kargo tersebut terdiri dari lima pesawat Qatar Airways Cargo tipe Boeing 777 dengan rute Lombok (LOP)–Avalon, Australia (AVV), serta satu pesawat Malaysia Airlines Cargo tipe Airbus A-330 dengan rute Lombok (LOP)–Kuala Lumpur, Malaysia (KUL).

“Seluruh penerbangan membawa logistik utama milik tim balap MotoGP, seperti motor, suku cadang, perangkat elektronik, peralatan pendukung, hingga tiga unit safety car yang digunakan selama ajang berlangsung di Sirkuit Mandalika,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 9 Oktober 2025.

Aidhil menambahkan, penerbangan kargo terakhir dengan nomor QR8357/QR8830 milik Qatar Airways Cargo tiba di Bandara Lombok pada Rabu 8 Oktober 2205 pukul 20.05 WITA dan lepas landas menuju Avalon pada pukul 23.50 WITA. “Dengan penerbangan terakhir itu, seluruh proses kepulangan logistik MotoGP 2025 resmi selesai,” tambahnya.

Secara keseluruhan, total 385 ton kargo outbound berhasil diterbangkan melalui enam penerbangan tersebut. Proses pemuatan dan pengangkutan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Keberhasilan ini tercapai berkat koordinasi erat antara InJourney Airports, InJourney Aviation Services (IAS), Bea Cukai, serta berbagai instansi pendukung yang terlibat dalam penanganan logistik internasional.

“Penanganan logistik MotoGP membutuhkan ketelitian tinggi, karena setiap item harus melewati proses pemeriksaan dan dokumentasi sesuai standar keamanan penerbangan internasional. Sinergi antarinstansi menjadi kunci kelancaran seluruh tahapan,” jelas Aidhil.

Bandara Lombok kembali membuktikan kemampuannya sebagai pintu gerbang utama kegiatan internasional di Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan pengelolaan arus kargo MotoGP ini sekaligus menunjukkan kesiapan Bandara Lombok dalam menangani kegiatan berskala global di masa mendatang.

“Dengan pengalaman ini, kami semakin siap melayani event-event internasional berikutnya yang akan digelar di Mandalika maupun wilayah lainnya di NTB,” tutupnya.(bul)

Meski Jadi Lumbung Padi, Warga Bima Tetap Antusias Beli Beras Bulog

0
Mawardin(Ekbisntb.com/hir)

Bima (Ekbisntb.com) – Menjadi salah satu daerah penghasil padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata tak membuat warga Bima berhenti memburu beras Bulog. Di tengah melimpahnya panen padi, beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) justru menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.

NTB Satu Data tahun 2024 mencatat, Kabupaten Bima memproduksi padi sebanyak 204.686 ton, dengan luas panen 42.202 hektare dan produktivitas 48,50 kuintal per hektare. Sedangkan Kota Bima memproduksi 12.602 ton, dengan luas panen 2.339 hektare dan produktivitas 53,88 kuintal per hektare.

Angka itu menegaskan posisi Bima sebagai salah satu lumbung padi NTB. Namun, tingginya produksi tidak serta-merta menekan permintaan terhadap beras Bulog.

Asisten Manajer Bisnis Perum Bulog Cabang Bima, Mawardin, mengakui bahwa antusias warga terhadap beras SPHP tetap tinggi. “Alhamdulillah, respons masyarakat terhadap beras SPHP bagus sekali. Hari ini saja kami ada operasi pasar di dua titik, Pasar Sila dan Pasar Woha. Besok juga ada pasar murah Pemkot Bima di Kelurahan Sambi Nae. Kegiatan seperti ini rutin setiap pekan,” katanya kepada Suara NTB, Rabu 8 Oktober 2025.

Dalam setiap kegiatan pasar murah, Bulog Cabang Bima menyalurkan antara dua hingga dua setengah ton beras SPHP. Di Kota Bima, stok itu hampir selalu habis. “Antusias masyarakat di kota memang tinggi. Kalau di kabupaten agak berbeda, karena banyak warga yang memproduksi beras sendiri,” jelas Mawardin.

Fenomena ini menunjukkan bahwa daya beli terhadap beras Bulog bukan semata karena ketersediaan, tetapi juga karena faktor harga dan kepercayaan. Dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, SPHP menjadi alternatif stabil di tengah fluktuasi harga beras lokal.

Bulog Cabang Bima, yang membawahi wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu, juga membuka outlet stabilitas pasokan dan harga pangan di depan kantor cabang Bima yang beroperasi setiap hari. Selain itu, distribusi diperluas melalui mitra resmi seperti Rumah Pangan Kita (RPK) agar akses masyarakat terhadap beras SPHP tetap terjaga.

“Setiap hari outlet kami buka karena permintaan tinggi. Beras SPHP tetap diminati, bahkan di daerah yang sebenarnya penghasil padi seperti Bima,” tutup ujar Mawardin. (hir)

Warga Talonang Baru Minta Jalan Rusak Provinsi Diperbaiki

0
Penampakan ruas jalan provinsi menuju Desa Talonang Baru dan sekitarnya yang mengalami kerusakan.

Taliwang (Ekbsintb.com) – Warga Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang dan sekitarnya saat ini mengeluhkan kondisi jalan menuju wilayah mereka. Ruas jalan di bawah tanggung jawab pemerintah Provinsi NTB itu mengalami kerusakan sehingga diharapkan warga agar segera dilakukan perbaikan.

Keluhan warga Desa Talonang Baru terhadap kondisi jalan menuju desanya itu memang cukup beralasan. Pantauan media ini di lokasi, setidaknya ada dua hingga tiga titik badan jalan yang mengalami amblas atau longsor. Akibatnya ruas jalan mengecil sehingga berbahaya untuk dilalui kendaraan roda empat.

Tidak saja longsor, kerusakan permukaan jalan juga berupa lubang. Pada beberapa titik, material aspalnya bahkan terangkat dan menyisakan lubang besar tepat di tengah badan jalan.

Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo mengatakan, longsor pada jalan menuju desanya itu sudah terjadi beberapa waktu lalu. Namun belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. “Ya sudah cukup lama ya. Tapi kalau kami ditanya, ya maunya segera diperbiki saja,” katanya, Rabu 8 Oktober 2025.

Jalan yang rusak itu menurut Budi, sangat vital bagi warganya dan desa-desa sekitarnya. Sebab menjadi satu-satunya akses menuju wilayah kota kabupaten. “Kalau longsor semuanya otomatis jalan kami ke kabupaten terputus sama sekali. Masak kami harus lewat Lunyuk (Sumbawa) kalau mau ke Taliwang,” paparnya.

Suara serupa juga disampaikan Rizal, warga Talonang Baru lalinnya. Menurut dia, perbaikan menjadi hal mendesak yang dibutuhkan jalan provinsi yang menghibungkan desanya tersebut.

“Jalan itu bukan sekadar kita untuk sampai ke Taliwang. Itu juga jadi akses pereknomian warga. Kita lewat situ mengangkut hasil pertanian kami. Jadi harapannya kalau bisa tahun ini diperbaiki,” tukasnya.

Ruas jalan provinsi NTB yang melalui Desa Talonang Baru bukan sekadar jalur penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Jalan itu pula menghubungkan KSB dengan Kabupaten Sumbawa di wilayah bagian selatan. Dan keberadaan jalan itu sangat vital sebagai jalur transportasi ekonomi masyarakat yang umumnya sebagai petani jagung dalam mengangkut hasil panennya. (bug)

Belum Ada SPPG di Sumbawa Kantongi SLHS

0
Sarif Hidayat(Ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (Ekbisntb.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa memastikan hingga saat ini belum ada satu pun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini baru sebatas pengajuan dari masing-masing SPPG untuk penertiban sertifikat tersebut.

“Dari 10 SPPG itu belum ada sertifikasinya, karena sedang berproses untuk pemenuhan persyaratan SLHS-nya. Mereka sudah memasukkan data sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” kata Kepala Dikes Sumbawa, H. Sarif Hidayat kepada Suara NTB, Rabu 8 Oktober 2025.

Ia melanjutkan, untuk penertiban SLHS tersebut SPPG harus mengajukan dulu surat permohonan ke Dinas Kesehatan. Saat ini, 10 SPPG tersebut sudah mengajukan dan sedang berjalan bahkan dari beberapa SPPG sudah mulai memenuhi syarat tersebut.

“Jadi empat standar tersebut yakni untuk pengelolanya harus memiliki sertifikat pengolahan makanan termasuk penjamahnya. Makanan, alat yang digunakan maupun air harus melalui uji laboratorium,” ujarnya.

Saat ini lanjut Sarif, sudah ada beberapa SPPG yang sudah diambil sampelnya, baik air maupun makanannya untuk dikirim ke Laboratorium. Bahkan laboratorium yang digunakan untuk pengujian tersebut berada di Kota Bima dan saat ini masih terus berproses.

“Proses pengujian airnya masih berproses dan saat ini tim dari kami (Dikes) juga mulai melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di masing-masing SPPG sebagai syarat dan ditargetkan tuntas tanggal 31 Oktober,” ucapnya.

Disinggung terkait keberlanjutan SPPG Bunga Eja di Kecamatan Empang dan Lempeh, Sarif memastikan untuk sementara ini masih dihentikan operasionalnya sementara. Hal itu dilakukan untuk proses penyelidikan terhadap dugaan keracunan terhadap siswa yang dilayani oleh SPPG tersebut.

“Masih kita hentikan untuk sementara ini, kami juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dari mana sumber makanan yang mengakibatkan siswa keracunan,” jelasnya.

Ia menyebutkan berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Empang dan Kelurahan Lempeh ditemukan adanya bakteri E- Coli dan Staphylococcus Aureus. Bakteri tersebut berada di bahan makanan seperti tomat, wortel, dan ayam suwir.

“Dua bakteri tersebut diduga menjadi faktor utama terjadinya keracunan terhadap ratusan siswa di kedua wilayah tersebut. Sehingga kami akan memberikan atensi khusus,” tukasnya. (ils)

Bandara Ngurah Rai Mencatat Dua Jet Pribadi Terbang ke Lombok Saat Momentum MotoGP Mandalika 2025

0
Bandara Ngurah Rai saat ini terkoneksi dengan lebih dari 50 kota-kota besar di dunia dan Indonesia.

Lombok (ekbisntb.com)-Ajang balap internasional MotoGP Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 telah berhasil digelar. Dari kesuksesan gelaran tahunan itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatatkan adanya peningkatan penumpang dari dan menuju Lombok.

Selama periode 1-5 Oktober 2025, tercatat 3.442 penumpang melakukan perjalanan rute Lombok, yang terbagi atas 1.712 penumpang datang dan 1.730 penumpang berangkat. Dalam 5 hari pantauan manajemen bandara, rata-rata terdapat 688 penumpang, dengan puncak trafik tertinggi terjadi pada tanggal 2 Oktober 2025, yakni sebanyak 820 penumpang.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengungkapkan gelaran MotoGP Mandalika memberikan dampak positif juga bagi Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Kami melihat trafik dari dan ke Lombok dalam 5 hari terakhir menunjukkan catatan positif. Total ada 3.442 penumpang. Dibandingkan dengan periode yang sama pada minggu sebelumnya, 26-30 September 2025 tercatat 3.210 penumpang. Terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni lebih dari 7 persen,” terangnya dalam keterangan resmi.

Dijelaskan lagi, peningkatan penumpang ini dapat diantisipasi karena sebelumnya telah menerima pengajuan penerbangan tambahan dari Wings Air rute Denpasar-Lombok-Denpasar untuk periode terbang 2 dan 7 Oktober 2025.

“Sebelum gelaran MotoGP hari Minggu 5 Oktober 2025, kami juga mencatat ada dua penerbangan privat dari Bali ke Lombok. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung ajang balap sepeda motor paling bergengsi dunia. Sisi positif lainnya fenomena ini menjadi peluang pertumbuhan sektor pariwisata daerah dan nasional,” tambah Syaugi.

Sebagai bentuk sinergi antarbandara di bawah pengelolaan Injourney Airports, Bandara I Gusti Ngurah Rai menurutnya berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran dan keberhasilan gelaran MotoGP Mandalika.

“Bandara Ngurah Rai saat ini terkoneksi dengan lebih dari 50 kota-kota besar di dunia dan Indonesia. Sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia dan dengan adanya event-event skala internasional kami ingin terus menghubungkan dunia dengan kota-kota di Indonesia, salah satunya Lombok, Nusa Tenggara Barat melalui ajang tahunan MotoGP di Mandalika,” pungkasnya.(bul)

Dapat Alokasi 500 Hektare Bongkar Raton, Optimis Bisa Tambah untuk Perluasan Tebu Rakyat

0
Abdul Khair(Ekbisntb.com/ula)

Dompu (Ekbisntb.com) – Kabupaten Dompu bakal mendapat alokasi 500 hektare program Bongkar Raton untuk tebu rakyat tahun 2026. Alokasi ini diyakini masih akan bertambah untuk perluasan tebu rakyat dalam rangka memenuhi target swasembada gula nasional.

Itu disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Abdul Khair, S.Hut., di ruang kerjanya, Rabu 8 Oktober 2025 siang. “Kita optimis masih akan ada tambahan untuk program perluasan tebu rakyat. Usulan kita melalui e-proposal seluas 1.500 hektare, tapi saat ini belum ada penetapan untuk program perluasan. Yang ada baru program bongkar ratoon,” kata Abdul Kahir.

Bongkar ratoon ini diperuntukan bagi tebu rakyat yang berusia di atas 6 tahun. Tebu-tebu yang sudah tidak produktif dan tumbuhnya tidak rata, jadi prioritas penerima program. Di area tebu ini diolah kembali untuk proses penanaman ulang agar lebih produktif. “Program ini untuk meningkatkan produksi tebu rakyat yang sudah tidak produktif,” ungkapnya.

Penyuluh pertanian di lapangan yang langsung melakukan identifikasi calon penerima program berdasarkan kriteria yang ditentukan. Harapannya, pada musim hujan ini bisa dijalankan untuk penanaman kembali tebu rakyat.

Hanya saja, kebun penangkar bibit tebu tidak bisa lagi menggunakan koperasi seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tapi harus dalam bentuk Perusahaan untuk diajukan LKPP, sehingga bisa dibuatkan kontrak elektronik berdasarkan e-katalog. “Ini yang masih jadi kendala dan sedang diupayakan pengusaha tani tebu di Dompu,” ungkap Abdul Khair.

Abdul Khair juga mengungkapkan rencana pengembangan tebu rakyat di Dompu masih fokus untuk wilayah Pekat. Selain areanya memungkinkan untuk budi daya tebu, juga petaninya sudah mulai terbiasa dengan komoditi tebu. “Tinggal ke depan kita mendorong untuk mekanisasi Perkebunan tebu. Mulai dari sistem bajak lahan hingga proses panen tebu yang selama ini masih jadi kendala di Tingkat petani,” katanya. (ula)

Tiga Kepala Daerah Dukung Pembukaan Rute Bima–Mataram oleh Sriwijaya Air

0
Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy (paling kiri), Bupati Bima, Ady Mahyudi (kedua dari kiri), Direktur Komersial Sriwijaya Air, Yuwan Eunike (ketiga dari kiri), Presiden Direktur Sriwijaya Air, Jefferson I. Jauwena (ketiga dari kanan), Wali Kota Bima H. A. Rahman (kedua dari kanan) dan Bupati Dompu Bambang Firdaus (ujung kanan) berfoto bersama pada Rabu 8 Oktober 2025.(Ekbisntb.com/ist)

Bima (Ekbisntb.com) –Kebutuhan transportasi udara di wilayah timur Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal segera mendapat jawaban. Tiga kepala daerah, yakni Bupati Bima Ady Mahyudi, Wali Kota Bima H. A. Rahman, dan Bupati Dompu Bambang Firdaus, sepakat mendorong pembukaan rute baru Bima-Mataram yang akan dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air.

Pertemuan ketiganya dengan Presiden Direktur Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwena dan Direktur Komersial Sriwijaya Air Yuwan Eunike digelar di Mataram, Rabu (8/10/2025). Agenda ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama untuk menghadirkan alternatif penerbangan baru bagi masyarakat Pulau Sumbawa.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin, membenarkan pertemuan tersebut. Ia menuturkan, pembukaan rute baru oleh Sriwijaya Air diharapkan mampu menjawab kebutuhan penumpang yang selama ini bergantung pada satu maskapai yang melayani jalur Bima-Mataram.

“Antusiasme masyarakat untuk terbang dari dan ke Bima sangat tinggi. Saat ini hanya ada satu penerbangan aktif, sehingga kapasitasnya terbatas. Sriwijaya Air hadir sebagai solusi untuk memperkuat konektivitas dan memperlancar arus orang maupun barang,” jelasnya, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, pemerintah daerah menyambut positif langkah Sriwijaya Air yang menunjukkan minat kuat membuka rute tersebut. Kolaborasi tiga kepala daerah, kata dia, menjadi sinyal kuat bahwa pembukaan rute ini tidak hanya penting bagi Bima, tetapi juga bagi wilayah Dompu dan Kota Bima yang memiliki keterikatan ekonomi dan sosial yang erat.

“Kerja sama lintas daerah ini memperlihatkan keseriusan para kepala daerah untuk mendorong tumbuhnya konektivitas udara. Bima, Dompu, dan Kota Bima adalah satu kawasan ekonomi yang saling menopang. Dengan tambahan maskapai, mobilitas dan pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat,” ujarnya.

Melalui Suryadin, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan pentingnya kehadiran maskapai baru sebagai penunjang pembangunan daerah. “Transportasi udara adalah urat nadi bagi percepatan ekonomi dan pariwisata. Sriwijaya Air kami harapkan bisa segera membuka layanan reguler ke Bima,” ujarnya menyampaikan pernyataan Bupati.

Ia menambahkan, langkah ini akan membuka peluang baru bagi dunia usaha, pelaku pariwisata, dan masyarakat umum yang membutuhkan akses cepat antarwilayah. “Bupati Bima menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar Sriwijaya Air dapat segera beroperasi di rute Bima-Mataram,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum sinergi antarpemerintah daerah dengan pihak swasta dalam memperkuat infrastruktur konektivitas di NTB bagian timur. Dengan rute baru ini, Bima diharapkan tidak lagi menjadi “wilayah ujung” dalam jangkauan transportasi udara, tetapi menjadi simpul penting dalam jaringan penerbangan domestik di kawasan timur Indonesia.

“Sriwijaya Air akan membawa harapan baru bagi konektivitas udara di Pulau Sumbawa,” tutup Suryadin. (hir)

GPM di Desa Bilabante, Warga Antusias Serbu Komoditas Pangan Murah

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Desa Bilabante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Sejak Kamis , 9 Oktober 2025 pagi, warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran segar menjadi incaran masyarakat. Antrean warga sudah mulai terlihat sejak sebelum kegiatan dibuka, menandakan tingginya kebutuhan dan perhatian masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan GPM ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta mendekatkan akses pangan yang berkualitas dan terjangkau kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kita ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang akhir tahun di mana biasanya terjadi peningkatan permintaan dan tekanan harga di pasar,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bulog Divre NTB, pelaku usaha pangan lokal, dan UMKM binaan, yang turut menyediakan produk-produk pangan segar dan olahan dengan harga kompetitif.

Selain penjualan bahan pangan, GPM kali ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan – Stop Boros Pangan, yang bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan, sekaligus mendukung upaya penurunan angka kerawanan pangan di daerah.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang stabil, sementara pemerintah terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. (r/ham)

Wabup Lobar Minta Bantuan DPR RI Suarakan Pemangkasan Dana Transfer Daerah

0
 Hj Nurul Adha (Ekbisntb.com/her)

Lombok (Ekbisntb.com) Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat pusing dengan kebijakan Pemerintah Pusat memangkas Dana Transfer Daerah sebesar Rp305 miliar. Untuk itu, pihak Pemkab minta bantuan kepada anggota DPR RI  Dapil NTB II (Pulau Lombok) Hj. Sari Yuliati, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI untuk menyuarakan ke Pemerintah Pusat.

Pemkab berharap agar dana transfer tidak dipangkas terlalu besar oleh pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lobar Hj Nurul Adha dihadapan Anggota DPR RI Hj Sari Yuliati ketika menghadiri Musda ke XI Golkar Lobar di Sekotong, Rabu 8 Oktober 2025.

UNA sapaan akrab dari Wabup Lobar ini menerangkan, secara nasional dilakukan pemotongan TKD atau dana transfer ke daerah. Lobar kata dia terkena pemangkasan sebesar Rp305 miliar. “Lobar juga dapat potongan yang cukup besar sebesar Rp305 miliar,”sebut UNA.

Oleh karena pemangkasan dana transfer yang besar ini, tentu akan berdampak pada pembangunan dan kontribusi dalam membangun basis-basis sosial. Seperti halnya DPRD, yang seharusnya kontribusi DPRD dalam program pembangunan mungkin bisa berkurang dampak dari pemangkasan ini.

“Jadi saya berharap Ibu Sari Yuliati, sebagai wakil kita di DPR RI bisa menyuarakan, kami titip disuarakan agar TKD ini tidak terjadi pemotongan yang sangat besar, tetapi dikembalikan,”harap UNA.

Wabup yakin dengan komunikasi yang baik maka persoalan-persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan bersama. Ia juga merasa yakin dengan keaktifan dari DPR RI Hj Sari Yuliati, sebagai pimpinan DPP Golkar dan Wakil Ketua Komisi III bisa mengkombinasikan ke pusat sehingga TKD Lobar ini tidak signifikan dipangkas. Selain meminta menyuarakan TKD, UNA juga berharap agar program dari DPR RI bisa membantu pembangunan di Lobar.

Dihadapan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD Golkar NTB yang kebetulan hadir pada kesempatan itu, UNA juga menyampaikan apa yang dialami Pemkab Lobar, kemungkinan sama dengan Pemkot Mataram. Sehingga pikirannya sama bahwa pemangkasan ini menjadi tantangan berat bagi kepala daerah.

“Sama-sama pusing kita ya Pak Wali,”ujarnya sedikit bercanda. Namun ia yakin dengan kerjasama, kolaborasi semua pihak Pemkab akan bisa keluar dari ujian sementara yang dihadapi ini. (her)

Data Acuan Miskin Ekstrem Masih Rancu, Pemdes di Lobar Tolak Bantuan Rumah Kumuh Dialihkan

0
 Lalu Najamudin (Ekbisntb.com/her)

Lombok (Ekbisntb.com) – Bantuan rumah kumuh yang dilaksanakan Pemkab Lombok Barat (Lobar) di sejumlah tempat sedang berjalan. Namun pada pelaksanaannya, menuai sorotan lantaran salah satu persyaratannya calon penerima bantuan ini bersedia berswadaya. Bagi warga yang tak bersedia berswadaya pun terancam dialihkan bantuannya ke warga lainnya. Hal ini membuat pihak desa keberatan.

Kepala Desa (Kades) Ombe Baru, Muslihudin menyebutkan 54 KK atau rumah kumuh yang masuk usulan ke Pemkab melalui kecamatan. 54 rumah ini setelah proses verifikasi pihak desa yang turun mengecek kondisi rumah warga tersebut. Kemudian syarat dilengkapi berupa KTP, KK dan dokumen foto rumah. “54 unit rumah kumuh yang masuk usulan kami ke kecamatan,” katanya, kemarin.

54 orang ini,  dari hasil verifikasi lapangan dari desa dinilai layak. Dan mereka pun masuk dalam miskin ekstrem. Dari usulan itu, lanjut dia, ada lima rumah yang diberikan bantuan rumah kumuh. Namun dari lima rumah ini, baru satu di Dusun Ombe Dese yang dieksekusi. Sedangkan sisanya yang sudah turun namanya belum dikerjakan, karena masih proses. Apalagi salah satu syarat yang belum disanggupi yakni calon penerima bantuan bersedia berswadaya.

Dari hasil pengecekan lapangan oleh tim Dinas Perkim, sejumlah calon penerima manfaat ini tidak mampu berswadaya, karena mereka tidak ada biaya. Sehingga bantuan ini pun masih ditunda. Pihak desa pun komplain ke tim OPD tersebut, lantaran jika yang keluar namanya atau menerima bantuan ini tidak sanggup berswadaya akan dipindahkan bantuan ke orang lain.

Sementara itu, Lurah Dasan Geres Umar Syarapudin mengatakan, di kelurahan mendapatkan 13 bantuan rumah kumuh bersumber dari pusat atau BSPS. “Kita dapat 13 unit, pelaksanaannya belum, tapi Tim sudah turun dari BSPS,” ujarnya.

13 unit rumah kumuh ini diarahkan di dua lingkungan, yakni Dasan Geres Barat dan Dasan Geres Selatan. Alokasi rumah kumuh ini awalnya sebanyak 5 unit, itu berdasarkan hasil survei awal. Namun ada penambahan lagi menjadi 13 unit. Pihaknya pun mencari rumah warga yang akan ditangani tersebut, sesuai dengan standar.

Sedangkan untuk bantuan rumah kumuh dari Pemkab dalam hal ini Disperkim, semua lingkungan di kelurahan mendapatkan jatah tujuh unit. Namun setelah diverifikasi lapangan, tidak ada satu pun yang lolos memenuhi standar, sehingga pihaknya tidak bisa mendapatkan bantuan rumah kumuh dari Disperkim tersebut.

Kriteria bantuan dari Dinas Perkim, lanjut dia, bangunan tidak boleh berstruktur beton. Kalau atapnya layak, maka tidak bisa masuk kriteria. Kalau atapnya bocor, tapi bangunan kerangka beton, maka tidak bisa juga masuk kriteria. “Tapi kalau pusat kalaupun dia berkerangka beton, tapi atapnya bocor (50 persen rusak), bisa dia masuk kriteria,” sambungnya.

Muslihudin (Ekbisntb.com/her)

Pihaknya tidak tahu jumlah warga miskin ekstrem, sebab hasil pendataan BPS tidak ada tembusan ke kelurahan. Padahal pada saat pendataan semua dilibatkan, kepala lingkungan, RT mengecek  data manual. Jika mengacu penerima bansos beras di kelurahan sebanyak 900 KK. Jumlah ini berkurang saat ini menjadi 600 KK. “Itu dah jadi acuan penduduk miskin ekstrem kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Lobar Lalu Najamudin mengatakan saat ini pihaknya sedang turun sosialisasi di lapangan. Sosialisasi pada Rabu (8/10) diadakan di Lembar, dan Jumat (10/10) direncanakan di Sekotong. “Sekarang sedang dalam proses sosialisasi di lapangan,” terangnya.

Terkait syarat program rumah kumuh, bahwa warga calon penerima bantuan berswadaya, menurutnya hal ini menjadi bagian yang dijelaskan oleh tim di lapangan. Terkait syarat tersebut, menurutnya hal ini yang diberikan sosialisasi pemahaman pada masyarakat. “Ini yang diasosiasikan di lapangan,” ujarnya. (her)