Beranda blog Halaman 119

Dibuka Lowongan 2.500 Volunteer MotoGP 2026

0
Dibuka Lowongan 2.500 Volunteer MotoGP 2026

Praya (Suara NTB) – Gelaran balap MotoGP 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika kembali membuka kesempatan bagi masyarakat NTB untuk terlibat langsung.
Sebanyak 2.500 volunteer dibutuhkan untuk mendukung berbagai fungsi operasional penyelenggaraan, mulai dari marshal, crowd control, security, waste management, cleaning service, media center, ticketing, hospitality, hingga administrasi.

Kesempatan tersebut dibuka melalui Open Recruitment Volunteer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di NTB, tanpa batasan usia khusus.
Proses rekrutmen dilakukan melalui walk-in interview pada 24–31 Agustus 2026, pukul 08.00–15.00 WITA, di Dining Hall, Sirkuit Mandalika. Masyarakat yang berminat dapat datang langsung ke lokasi untuk mengikuti wawancara tanpa perlu membawa dokumen khusus pada tahap pendaftaran awal.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan, ribuan volunteer akan menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan yang mendukung berbagai aspek operasional selama event berlangsung.

Volunteer yang terpilih akan memperoleh honor perbantuan harian, konsumsi, sertifikat, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama periode penugasan.

“Keterlibatan 2.500 volunteer ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal. Pengalaman bekerja dalam ekosistem event internasional diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang dapat mereka bawa dan manfaatkan setelah penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” tandasnya.(bul)

PLN UIP Nusra Peringati HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebangsaan

0

Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra, Senin, 17 Agustus 2026.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan diikuti jajaran manajemen dan seluruh pegawai PT PLN (Persero) UIP Nusra dengan mengenakan wastra Nusantara sebagai bentuk kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat, tertib, dan lancar. Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Penggunaan wastra Nusantara turut memberikan nuansa khas dalam peringatan kemerdekaan di lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra. Balutan busana tradisional yang dikenakan peserta merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi simbol persatuan dalam keberagaman.

RDW. Manurung mengatakan momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk meneruskan semangat perjuangan melalui kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.

“Di PLN, semangat kemerdekaan kami wujudkan melalui kerja keras, integritas, kolaborasi, dan komitmen menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Manurung.

Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan juga relevan dalam pelaksanaan tugas PLN, khususnya dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara yang melibatkan berbagai pihak.

“Dengan bekerja sebagai satu tim dan memberikan kinerja terbaik, kita dapat ikut mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia dan menghadirkan masa depan energi yang lebih baik,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi insan PT PLN (Persero) UIP Nusra untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Melalui semangat kemerdekaan, seluruh insan PT PLN (Persero) UIP Nusra berkomitmen untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kinerja terbaik dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan kemajuan Indonesia.(bul)

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

0
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Depok (Suara NTB)– PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bersama jajaran Direksi PLN turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai lokasi Indonesia.

Dalam konferensi pers yang dilakukan dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, yang juga terhubung secara online dengan jajaran Direksi PLN di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam (15/8), Darmawan mengatakan bahwa PLN melaksanakan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” tutur Darmawan.

Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Menurutnya, dukungan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kelistrikan nasional.

“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.

Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya yang mencukupi sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.

“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.

Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik. Untuk mempercepat penanganan di lokasi, PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.

“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset,” tambahnya.

Darmawan menegaskan, kesiapsiagaan PLN tidak hanya difokuskan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mencakup respons cepat terhadap kondisi kelistrikan di berbagai wilayah. Salah satunya, sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit, kini telah pulih bertahap.

“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan.

Di sisi lain, PLN juga bergerak cepat melakukan pemulihan pascagempa yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Begitu gempa terjadi, petugas PLN langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap infrastruktur kelistrikan yang terdampak.

“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” ujar Darmawan.

Dalam proses pemulihan tersebut, PLN berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa, namun PLN mengupayakan pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami. PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” pungkas Darmawan.(bul)

Tiga Desa Mulai Cairkan Dana Program Desa Budaya

0
Tiga Desa Mulai Cairkan Dana Program Desa Budaya
(EKBIS NTB/ils) Hendra Irawan


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)– Tiga desa dari total 31 desa/kelurahan yang mendapatkan program desa berdaya mulai mencairkan anggaran sebesar Rp300 juta. Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk melaksanakan program sesuai proposal yang diajukan.


“Tiga desa tersebut yakni Desa Stowe Brang, Desa Luar dan Buin Baru. Mereka sangat bersyukur sehingga program yang telah disusun berdasarkan proposal yang diusulkan bisa berjalan,” kata Kabid Administrasi Pemerintahan Desa, Dinas PMD Kabupaten Sumbawa, Hendra Irawan kepada Suara NTB, Jumat (14/8).


Beberapa desa yang sudah mulai mencairkan anggaran tersebut, pihaknya meminta kepada desa lainnya untuk bisa segera menyerahkan proposal agar program pemberdayaan di desa bisa segera berjalan.


Hendra menjelaskan, program desa berdaya difokuskan pada program desa wisata,ketahanan pangan dan lingkungan bersih. Akan tetapi, pemerintah desa juga bisa melaksanakan program lainnya selama anggaran tersedia serta berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan ekstrem.


“Secara keseluruhan untuk pelaksanaan program tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,3 miliar dengan masing-masing desa mendapatkan anggaran Rp300 juta,” terangnya.


Penyaluran bantuan tersebut nantinya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing desa untuk kegiatan produktif sesuai prioritas program.


Ia menegaskan, pihaknya akan melaksanakan pengawasan secara khusus terhadap penggunaan dana tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan termasuk penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukan.


“Kami akan tetap melakukan pendampingan terhadap penggunaan anggaran tersebut supaya tepat sasaran. Sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” ujarnya. (ils)

Lulusan SMK Ditargetkan Mendunia

0
Lulusan SMK Ditargetkan Mendunia
(EKBIS NTB/dok) Hasbi


Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mematangkan persiapan program SMK Mendunia. Langkah ini diambil untuk memastikan pendidikan kejuruan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.


Kepala Bidang SMK-PK Dikpora NTB, Hasbi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyusun rancangan kurikulum sebagai pedoman utama pelaksanaan program tersebut di sekolah. “Rancangan kurikulum ini sudah 80 persen. Ini berkaitan dengan bagaimana kita mempersiapkan kompetensi anak-anak yang kita coba targetkan ke luar negeri,” ujarnya, belum lama ini.


Untuk menjalankan program ini, terdapat dua skema yang dapat dijadikan rujukan. Pertama, adalah pola 3+1 seperti pada pola SMK Go Global.

Artinya, siswa mendapatkan pelatihan intensif tambahan selama satu tahun setelah lulus. Namun, Pemprov NTB memilih menerapkan skema 3+0, yaitu mengintegrasikan pelatihan kompetensi dan bahasa asing secara langsung ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.


“Kalau kita rencanakan itu sebisa mungkin diselipkan dengan menggunakan 3+0. Jadi jam ekstra itu mungkin berapa kali seminggu mereka ada pertemuan untuk Bahasa Jepang dan budaya lain-lainnya,” terangnya.


Berbagai pilihan bidang pekerjaan yang disiapkan untuk para siswa antara lain pengelasan (welding), perhotelan, house keeping hingga barista.


Secara keseluruhan, Provinsi NTB mendapatkan kuota sebanyak 2.000 lulusan untuk mengisi lowongan pekerjaan di luar negeri. Kuota tersebut akan dibagi antara lulusan SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK).


Pada tahap awal, Dikpora NTB menyiapkan sekitar 400 siswa untuk dilatih kompetensi serta kemampuan bahasa sebelum ditempatkan. Hasbi menegaskan pihaknya terus mempercepat persiapan agar target yang realistis dapat terpenuhi.
“Jadi kita siapkan seberapa yang kita mampu. Target kita mungkin di angka realistis 600–700 itu kita ikhtiarkan,” pungkasnya. (sib)

Dijadwalkan di Bulan September Disos akan Pasang Stiker di Rumah Penerima Bansos

0
Dijadwalkan di Bulan September Disos akan Pasang Stiker di Rumah Penerima Bansos
(EKBIS NTB/ils) Syarifah


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)– Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, memastikan pemasangan stiker di rumah masyarakat penerima bantuan sosial (Bansos) dilakukan pada bulan September mendatang.


“Bulan September sudah mulai kita pasang stiker, di tahap awal kita sudah siapkan 20.000 stiker dan akan kita sebar di masing-masing kecamatan dan desa,” kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Disos Kabupaten Sumbawa, Syarifah, kepada Suara NTB, Jumat (14/8).


Direncanakan, pemasangan stiker tersebut di seluruh desa dan kecamatan yang memiliki data penerima bansos. Tetapi karena anggaran yang dimiliki sangat terbatas, sehingga untuk pemasangan dilakukan secara bertahap.


“Sebenarnya kita mau semua kecamatan untuk gerakan pemasangan sticker tersebut tetapi karena anggaran yang kita miliki terbatas sehingga tidak semua bisa tercover,” jelasnya.

Pemasangan stiker ini bertujuan untuk mendapatkan data pasti para penerima bantuan tersebut layak atau tidaknya. Karena hasil laporan yang diterima, banyak penerima bansos yang dianggap tidak layak.

Sementara, warga semestinya layak mendapatkan bantuan justru tidak tercatat sebagai penerima program pemerintah.

Menurutnya,opsi pemasangan sticker itu dilakukan setelah banyak menerima laporan dari kepala desa. Sebab hasil laporan dari beberapa kades tersebut,banyak data-data para penerima bantuan sosial yang dianggap tidak layak dan berhak dalam desil 1 sampai 4 kemiskinan ekstrem.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menganggap pemerintah kejam dengan memasang stiker itu, tetapi sebagai bentuk penyadaran bagi penerima yang tidak layak menerima bantuan.

Selain itu, bantuan yang selama ini diberikan oleh pemerintah bisa tepat sasaran dan masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem bisa terbantu.

“Kita juga akan membawa berita acara saat turun melakukan pemasangan sticker tersebut. Ketika ada yang keberatan kita bisa buat berita acara bahwa dia mundur sebagai penerima bantuan,” demikian kata dia. (ils)

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Gubernur Miq Iqbal Tegaskan APBD Harus Realistis dan Berdampak

0
KUA-PPAS 2027 Disepakati, Gubernur Miq Iqbal Tegaskan APBD Harus Realistis dan Berdampak
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda menandatangani nota kesepakatan KUA/PPAS 2027 disaksikan Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekda NTB Abul Chair dan unsur pimpinan DPRD NTB, Jumat (14/8). (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama DPRD Provinsi NTB menyepakati KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dengan menempatkan pengelolaan fiskal yang realistis, sehat, dan berorientasi pada hasil sebagai pijakan pembangunan daerah.

Kesepakatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mengarahkan anggaran pada agenda transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Jumat (14/8).


Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyusunan APBD 2027 berlangsung di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, sehingga pemerintah tidak boleh membangun perencanaan berdasarkan asumsi yang terlalu optimistis.

Menurutnya, kekuatan fiskal daerah justru harus dibangun dari kemampuan membaca kondisi dan mengelola sumber daya secara tepat.


“Kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan ketepatan pengelolaan anggaran,” ujar Iqbal.


Gubernur menegaskan, pemerintah daerah harus memiliki kemampuan menghadapi berbagai tekanan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dirancang dengan asumsi bahwa satu persoalan akan segera selesai, karena tantangan baru akan selalu muncul.


“Kita tidak lagi berharap bahwa krisis akan cepat selesai. Pada saat satu krisis selesai, krisis lain akan datang. Karena itu tugas kita adalah bagaimana menyelesaikan krisis tanpa menciptakan krisis yang baru,” tegasnya.


Dalam kerangka tersebut, Miq Iqbal menilai APBD harus diperlakukan sebagai instrumen untuk menghasilkan perubahan, bukan sekadar dokumen administratif tahunan.


“APBD harus kita lihat sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan. Karena itu, setiap rupiah yang kita belanjakan harus jelas manfaatnya, jelas sasarannya, dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat,” katanya.


KUA-PPAS 2027 disusun berdasarkan RKPD 2027 dengan fokus pada transformasi struktural, penuntasan kemiskinan, ketahanan pangan, pengembangan ekosistem industri agro-maritim, serta pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.


Menurut Miq Iqbal, arah tersebut merupakan pilihan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi NTB agar tidak bergantung pada satu sektor.


“Kita ingin mendorong transformasi struktural, menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, memperkuat ketahanan pangan dan maritim daerah, serta menumbuhkan ekosistem industri agro-maritim sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” jelasnya.


Di sektor pariwisata, pemerintah juga mengarahkan pembangunan pada quality tourism, dengan tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja wisatawan, kualitas destinasi, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.


Dari sisi fiskal, pendapatan daerah dalam KUA-PPAS 2027 direncanakan mencapai Rp6,22 triliun, meningkat sekitar 10,69 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp5,62 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas PAD sekitar Rp3,128 triliun, pendapatan transfer sekitar Rp2,98 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp114,24 miliar.


Belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,09 triliun, meningkat sekitar 5,70 persen dibandingkan APBD murni 2026. Dengan struktur tersebut, terdapat surplus anggaran sekitar Rp192,7 miliar yang diarahkan untuk kebutuhan pembiayaan daerah, termasuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo dan penyertaan modal.


Gubernur menegaskan, salah satu capaian penting yang harus dijaga adalah membaiknya kondisi fiskal daerah setelah seluruh kewajiban utang pemerintah daerah yang menjadi beban telah diselesaikan.


“Alhamdulillah, pada tahun 2025 untuk terakhir kalinya Provinsi NTB menyelesaikan kewajiban pembayaran utang yang menjadi beban pemerintah daerah. Tahun 2026 menjadi tahun pertama kita memasuki tahun anggaran tanpa membawa utang,” ungkapnya.
Menurut Miq Iqbal, kondisi tersebut harus menjadi pijakan untuk membangun APBD yang lebih sehat pada tahun-tahun berikutnya.


“Jangan sampai kita membangun hari ini dengan membebani masa depan. Kita ingin memastikan setiap tahun anggaran berikutnya tetap memiliki ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan masyarakat dan pembangunan,” tegasnya.


Ia mengapresiasi DPRD NTB yang dinilai memberikan dukungan konstruktif dalam proses penyusunan anggaran. Menurutnya, tantangan fiskal tidak dapat dihadapi sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif.


“Beban ini akan terasa ringan kalau kita pikul bersama-sama. Alhamdulillah, saya merasakan DPRD Provinsi NTB selalu memberikan dukungan yang sangat konstruktif,” katanya.


Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengatakan kesepakatan KUA-PPAS merupakan hasil pembahasan bersama yang mengedepankan musyawarah dan menjadi landasan bagi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2027.


“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk kesepakatan bersama dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.


Di akhir sambutannya, Gubernur Miq Iqbal juga menyampaikan perkembangan penanganan kecelakaan KMP Putri Yasmin. Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan, sekaligus menekankan pentingnya evaluasi keselamatan pelayaran, termasuk akurasi data manifest penumpang.


“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tim SAR, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta seluruh instansi dan pihak terkait yang telah bekerja sama dalam proses pencarian dan penyelamatan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak serta berharap proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan terus dilakukan secara optimal.


Penandatanganan KUA-PPAS 2027 menjadi pijakan awal bagi penyusunan APBD 2027. Bagi Pemprov NTB, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan anggaran selesai tepat waktu, tetapi memastikan APBD benar-benar bekerja: menjaga kesehatan fiskal, membiayai prioritas pembangunan, memperkuat fondasi ekonomi, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. (r/ham)


Gerakan Tanam 10 Ribu Pohon Dimulai dari Sirkuit Mandalika

0
Gerakan Tanam 10 Ribu Pohon Dimulai dari Sirkuit Mandalika
(EKBIS NTB/kir) MENANAM - Kapolda NTB Kalingga Rendra Raharja bersama jajaran menanam pohon di area bukit 360 Kawasan Sirkuit Internasional Mandalika sebagai tanda dimulainya Gerakan menanam 10 ribu pohon di seluruh wilayah NTB, Jumat (14/8).


Praya (EKBIS NTB) – Polda NTB memulai gerakan menanam 10 ribu pohon di seluruh wilayah NTB, Jumat (14/8). Ditandai dengan penanaman pohon di area bukit 360 kawasan Sirkuit Internasional Mandalika dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen. Polda.

Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. Gerakan tersebut sebagai salah satu wujud dukungan Polda NTB dalam rangka mewujudkan program Indonesia Asri yang telah dicanangkan Presiden Prabowo.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho dan sejumlah pejabat Utama Polda NTB lainnya. Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., bersama anggoa Forkompinda Loteng serta pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya juga turut hadir menanam berbagai jenis pohon pelindung di area yang masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut. Mulai dari pohon beringin, asem hingga trembesi. Termasuk pohon bakau khusus di kawasan area pinggir pantai.


Kapolda NTB mengatakan gerakan menanam pohon tersebut merupakan gerakan serentak diseluruh wilayah NTB. Dengan fokus penanaman di area-area yang memang membutuhkan penghijauan. Termasuk area yang mengalami degrasi lahan. Harapanya, area-area tersebut bisa kembali hijau dan asri.


“Total pohon yang kita tanaman sekitar 10 ribu pohon. Dengan pohon yang paling banyak berupa pohon pelindung, pohon bakau serta pohon buah-buahan,” sebutnya.


Ia mengatakan isu lingkungan menjadi salah satu perhatian serius Polda NTB saat ini. Sehingga gerakan menanam pohon secara kontinu akan terus dilakukan. Paling tidak dua bulan sekali ada kegiatan menanam pohon oleh Polda NTB dan jajaran. Supaya lahan-lahan yang sudah gundul dan kritis bisa kembali hijau serta asri.


Terlebih saat ini ancaman perubahan iklim global sudah mulai nampak. Dengan terjadinya banjir dan kekeringan serta kritis air bersih disejumlah wilayah. Sehingga diperlukan upaya yang lebih masif serta intens untuk mencegah kian buruhnya dampak perubahan iklim tersebut. Dalam hal ini Polda NTB berharap bisa turut mengambil peran. Dengan menanam pohon di area-area yang membutuhkan untuk dihijaukan di daerah ini.


Terlebih Pulau Lombok pada khususnya dan NTB pada umumnya merupakan daerah pariwisata yang juga tidak bisa lepas dari persoalan lingkungan.

“Dari Kawasan The Mandalika kita mulai gerakan menanam pohon. Untuk mendukung terwujudkan Indonesia yang asri,” tandasnya seraya menambahkan, dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini juga sangat dibutuhkan.


Menurutnya menjaga dan melestarikan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Masyarakat juga punya andil dan tanggung jawab yang sama untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan asri. Kalau lingkungan asri, maka yang merasakan manfaatnya tentu masyarakat itu juga.


Di tempat yang sama Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, menyambut baik Langkah Polda NTB tersebut. Sebagai bagian dari NTB, Pemkab Loteng juga berkomitmen mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan di daerah ini.

“Ke depan, pola-pola yang sama juga akan coba kita laksanakan. Agar Gerakan penanam pohon yang digagas Polda NTB ini bisa semakin luas cakupannya,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)

Masih Ada yang Beli Eceran, Nelayan di Lobar Diimbau Urus “Barcode” Pembelian BBM

0
Masih Ada yang Beli Eceran, Nelayan di Lobar Diimbau Urus “Barcode” Pembelian BBM
NELAYAN - Nelayan di Desa Taman Ayu, Lombok Barat sedang memperbaiki alat tangkap seperti jaring. Dinas DKP dan Ketapang Lobar mempermudah nelayan dalam membeli BBM untuk keperluan melaut (EKBIS NTB/her)

Giri Menang (EKBIS NTB) – Nelayan di Lombok Barat (Lobar) diimbau untuk mengurus kode batang atau Barcode untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya masih banyak nelaayn yang belum memiliki barcode. Padahal barcode ini memudahkan para nelayan mendapatkan bahan bakar sehingga tidak membeli BBM eceran yang harganya sedikit lebih mahal.


Dalam mengurus dan mendapatkan barcode BBM ini, para nelayan harus memenuhi beberapa persyaratan. Kepala Dinas DKP dan Ketapang Lobar, H. Afgan Kusuma Negara mengatakan pihaknya mempermudah nelayan dalam membeli BBM untuk keperluan melaut. “Kami berikan surat yang ada isi barcode di sana untuk pengisian BBM bagi para nelayan yang memiliki sampan dan mesin,” kata Afgan, Kamis (13/8).


Alokasi BBM yang bisa dibeli nelayan tergantung jenis mesin perahunya. Seperti mesin tempel bisa membeli BBM 30 liter per hari, sehingga dalam sebulan sekitar 900 liter BBM.

Sedangkan untuk nelayan yang menggunakan mesin Ketinting dijatah 10 liter per harinya, sehingga dalam sebulan sekitar 300 liter BBM. Jumlah alokasi BBM ini ditentukan berdasarkan hasil dengar pendapatan pihaknya dengan para nelayan.


Para kelompok nelayan dikumpulkan membahas kebutuhan BBM rata-rata dalam sehari untuk melaut. Dari masukan-masukan nelayan, diperoleh angka (kebutuhan) 30 liter per hari untuk mesin tempel dan 10 liter per hari untuk mesin Ketinting.

Para nelayan, kata Afgan, bisa membeli BBM menggunakan surat rekomendasi dari DKP. Dan surat rekomendasi pembelian BBM dari DKP tersebut berlaku selama tiga bulan, selanjutnya bisa diperpanjang.


Dalam mengurus surat rekomendasi barcode ini, nelayan bisa datang ke kantor DKP dengan membawa beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Beberapa persyaratan tersebut, di antaranya KTP, surat rekomendasi dari desa yang menyatakan bahwa benar bersangkutan adalah nelayan, dan surat pernyataan dari desa yang membenarkan nelayan memiliki perahu dan mesin.


“Selanjutnya ada namanya kartu Kusuka, nanti kartu ini dibuatkan oleh penyuluh. Yang penting persyaratan lengkap, dibuatkan di sini. Insyaallah sehari jadi,” ujarnya.


Kartu Kusuka ini yang diunggah di sistem, setelah itu barulah keluar rekomendasi berisi barcode pembelian BBM tersebut. Untuk SPBU tempat pembelian BBM ini, nelayan bisa memilih sendiri sepanjang di wilayah Lobar.


“Biasanya mereka cari yang terdekat, kalau nelayan di Gerung di SPBU Gerung, Batulayar di sekitar Meninting atau mangsit dipilih (SPBU),” imbuhnya.


Dengan barcode ini, nelayan lebih mudah mendapatkan bahan bakar untuk melaut. Untuk itu pihaknya pun mengimbau semua nelayan terutama bagi yang memenuhi syarat untuk mengusulkan barcode ini. Karena masih banyak nelayan yang belum memiliki barcode. Sebab dari 5.000-an orang nelayan itu, terdapat 2.000 lebih nelayan memiliki perahu dan mesinnya. (her)

Pengangguran di Lotim Capai 31 Ribu Jiwa

0
Pengangguran di Lotim Capai 31 Ribu Jiwa
(Suara NTB/rus) Muhammad Irham Jayadi

Selong (EKBIS NTB) -Angka pengangguran di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih mencapai sekitar 31 ribu jiwa. Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka tersebut dengan memperluas akses pelatihan kerja dan mendorong masyarakat menjadi pelaku usaha mandiri.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, M. Irham Jayadi, mengatakan jumlah pengangguran tersebut berada di kisaran 2,8 persen dari total angkatan kerja. Meski demikian, angka tersebut disebut masih berada di bawah rata-rata pengangguran di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


“Kalau dijelaskan jumlahnya sekitar 31 ribu jiwa, sekitar 2,8 persen dari angkatan kerja. Tapi upaya kita dari pemerintah daerah terus-menerus dilakukan,” kata Irham.
Menurutnya, persoalan pengangguran menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan banyaknya lulusan SMA dan SMK yang setiap tahun masuk ke dalam kelompok angkatan kerja.

Kondisi tersebut menjadi potensi sekaligus tantangan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan keterampilan yang memadai.
Karena itu, Disnakertrans Lotim kini memperkuat program pelatihan berbasis kebutuhan dan minat masyarakat.

Dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pihaknya mendapatkan program sebanyak 43 paket atau kelas pelatihan.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang keterampilan, seperti menjahit, komputer hingga keterampilan bengkel. Peserta tidak ditentukan hanya berdasarkan penunjukan, melainkan mendaftar secara daring sesuai minat dan bakat masing-masing.


“Sekarang kami mendapatkan program 43 jenis pelatihan. Ada menjahit, komputer dan lainnya, sesuai kebutuhan dan minat masyarakat. Mereka mendaftar secara online, kemudian memilih pelatihan sesuai minat dan bakatnya,” jelasnya.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan pemerintah pusat, dengan batas usia minimal 17 tahun.

Pelatihan dilaksanakan melalui lembaga pelatihan kerja yang ditunjuk, dengan durasi pelatihan sekitar 25 hari.
Dari 43 paket pelatihan tersebut, masing-masing kelas diikuti sekitar 16 orang. Dengan demikian, lebih dari 680 orang berpotensi mendapatkan pelatihan keterampilan melalui program tersebut.


Irham mengatakan tahap pertama pelatihan dijadwalkan mulai dibuka pada 26 Agustus 2026, dengan sekitar 13 kelas yang terdiri dari sejumlah keahlian, di antaranya menjahit, komputer dan bengkel.


Selain mengandalkan program APBN, Pemkab Lotim juga memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mendukung penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.


Bedanya, program yang bersumber dari DBHCHT tidak berhenti pada pemberian pelatihan. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan juga akan mendapatkan dukungan peralatan untuk menunjang usaha mereka.
“Tidak sekadar melatih. Setelah pelatihan, kita berikan peralatan supaya kemandiriannya ada. Contohnya pelatihan menjahit, kita berikan mesin jahit dan mesin obras,” ujarnya.


Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah wirausaha baru di Lombok Timur. Pemerintah tidak ingin masyarakat hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang disediakan perusahaan, mengingat ketersediaan pekerjaan formal di dalam negeri masih terbatas.


“Harapannya entrepreneur kita meningkat. Jadi tidak hanya mengandalkan sektor perusahaan, tapi bagaimana mereka bisa berusaha dengan dukungan pemerintah dari sisi sarana dan peralatan,” katanya.
Irham menegaskan, pelatihan kerja tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengubah masyarakat dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Dengan keterampilan yang sesuai minat, peserta diharapkan mampu membuka usaha sendiri setelah mengikuti pelatihan.
“Karena lapangan pekerjaan kita di dalam negeri terbatas, jangan sampai sedikit peluangnya. Bagaimana kita melatih mereka menjadi entrepreneur dengan program yang sesuai dengan seleranya.

Apa yang mereka mau, tinggal mendaftar,” demikian katanya. (rus)