Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 118

KMP Didorong Penuhi Kebutuhan MBG sebagai “Core” Bisnis

0
S. Adi Nusantara(ekbis NTB/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Sumbawa mendorong agar seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KMP) memiliki bisnis inti (core bisnis) di bidang penyiapan kebutuhan SPPG. Hal ini untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Artinya dengan SPPG yang sudah semakin banyak sekitar 80-an nanti maka kebutuhan untuk pasokan bahan bakunya juga akan banyak, baik itu sayur, telur, dan buah-buahan sebagai peluang bisnis pengurus KMP,” kata Kadis KUKMindag, E. S. Adi Nusantara kepada Suara NTB, pekan kemarin.

Adi melanjutkan, sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan SPPG itu masih diambil dari luar daerah, salah satunya pulau Lombok untuk sayur dan telur dari Bali. Tentu jika semua daerah SPPG-nya beroperasi maka kebutuhan untuk dapur MBG juga akan sangat terbatas dan berpotensi menimbulkan inflasi.

“Gak usah mau jadi agen elpiji dan pupuk karena marginnya sangat kecil. Sehingga cukup dengan menjadi penyuplai SPPG yang terdekat sudah memberikan keuntungan lebih,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Adi, sudah ada 10 SPPG yang sudah beroperasi dengan kebutuhan sayur-sayuran mencapai 3 ton per hari. Belum lagi untuk kebutuhan telur dan daging ayam, sehingga pengurus KMP harus melihat peluang bisnis tersebut dengan menghimpun potensi yang ada di masing-masing desa.

“Rencananya akan dibangun 83 SPPG di Sumbawa, tentu hal itu menjadi peluang bisnis bagi pengurus KMP sebagai penyuplai kebutuhan MBG dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Pemerintah pun saat ini mulai melakukan pemetaan terhadap potensi masing-masing desa untuk kebutuhan SPPG dalam mendukung program tersebut. Termasuk juga mulai memetakan jumlah produksi dalam daerah dan kebutuhan dari luar daerah untuk terus dipersiapkan.

“Kami petakan potensi dalam daerah dulu. Sehingga dengan data tersebut, kita bisa lakukan intervensi untuk penyiapan bahan baku didalam daerah,” tambahnya.

Progam MBG, yang merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memastikan anak-anak dan warga mendapatkan makanan bergizi secara gratis. Kordinasi lebih lanjut antar instansi juga terus dilakukan untuk memperlancar aliran pasokan bahan baku yang dibutuhkan SPPG.

“Keberhasilan program ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kami juga terus berupaya memperbaiki sistem distribusi  bahan baku agar tidak ada pihak yang tertinggal,” tukasnya. (ils)

Pemkab Lotim akan Revitalisasi Pasar Kuliner Kelayu

0
Wabup Lotim H. Mohammad Edwin Hadiwjaya mengecek pasar Kuliner Kelayu, Minggu 9 November 2025. (Suara NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menindaklanjuti masukan masyarakat, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara langsung meninjau kondisi Pasar Kuliner Kelayu Jorong pada Ahad 9 November 2025. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret merevitalisasi pasar yang dinilai kurang terawat dan belum optimal pemanfaatannya.

Dalam peninjauannya, Wabup Edwin didampingi oleh Camat dan Lurah Kelayu Selatan. Beliau mendapati meski lokasi tersebut masih berfungsi sebagai pasar kuliner, kondisinya memerlukan perhatian serius. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan penataan.

“Pertama, akan menyelesaikan ini kita akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan sebagai leading sector-nya,” tegas Wakil Bupati, menegaskan bahwa revitalisasi akan dilaksanakan secara bertahap melalui koordinasi lintas sektor.

Langkah awal yang akan segera diambil difokuskan pada pembersihan dan penataan fasilitas dasar. Wabup menginstruksikan untuk melakukan pembersihan total pada seluruh lahan, termasuk bagian atas dan belakang yang sebelumnya kurang termanfaatkan.

Selain itu, sumber air di lokasi pasar akan dihidupkan kembali untuk mendukung kebersihan, sanitasi, serta operasional para pedagang dan kenyamanan pengunjung.

“Setelah bersih, tertata bagus, baru kita akan ke tahap berikutnya. Mungkin itu yang bisa kita kembangkan,” pungkas Wabup Edwin, menandai rencana pengembangan lebih lanjut setelah tahap pembersihan dan penataan dasar selesai.

Kegiatan peninjauan ini diharapkan menjadi momentum awal yang kuat untuk membangkitkan kembali Pasar Kuliner Kelayu Jorong. Dengan komitmen revitalisasi ini, pasar kuliner tersebut diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi rakyat yang representatif, bersih, nyaman, dan berdaya guna bagi masyarakat Lombok Timur.(rus)

Semarak Puncak Honda Bikers Day 2025, Puluhan Ribu Bikers akan Kunjungi Garut

0
Semangat persaudaraan para bikers Honda menggema pada rangkaian gelaran Honda Bikers Day (HBD) 2025(ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Semangat persaudaraan para bikers Honda menggema pada rangkaian gelaran Honda Bikers Day (HBD) 2025 yang telah berlangsung meriah di tiga pulau besar Indonesia. Sebanyak 11.909 bikers dari berbagai komunitas dan penjuru wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi telah berkumpul, menyambut pesta persaudaraan bikers terbesar di Tanah Air, sebelum menuju puncak perayaan HBD  pada 15 November 2025 di Yonif 303 SSM Cibuluh, Garut, Jawa Barat.

Mengusung tema “Brotherhood Festival,” gelaran tahun ini semakin menegaskan posisi HBD sebagai ajang wajib yang selalu dinantikan para bikers di Indonesia setiap tahun. HBD menghadirkan semangat kebersamaan yang melampaui pertemuan komunitas, menjadikannya simbol persaudaraan dan ruang ekspresi bikers lintas generasi dan merek motor di Tanah Air. Rangkaian acara di tiap pulau menghadirkan ragam aktivitas kekinian yang dekat dengan semangat dan gaya hidup generasi muda, seperti parade, aktivitas lapak komunitas kalcer, serta hiburan musik yang semakin mengukuhkan identitas persaudaraan

Rangkaian kegiatan HBD dimulai dari Sumatera, tepatnya di Istana Maimun, Medan pada 11 Oktober 2025, dilanjut ke DOME BSCC Balikpapan, Kalimantan Timur pada 25 Oktober 2025, kemudian berlanjut ke pulau Sulawesi yang diadakan di Lapangan KONI Manado, Sulawesi Utara pada 1 November 2025. Pada setiap lokasi, bikers Honda dari berbagai klub dan komunitas berkumpul, merasakan kebersamaan yang erat dengan semangat solidaritas yang semakin kuat. Aksi kebersamaan ini semakin lengkap dengan adanya kegiatan kontribusi bagi keberlanjutan bangsa Indonesia melalui kehadiran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga aktivitas sosial bagi masyarakat sekitar.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta komunitas sepeda motor Honda di seluruh penjuru Tanah Air.

“Kami bersyukur rangkaian HBD 2025 di tiga pulau besar ini berjalan dengan sangat baik. Honda Bikers Day bukan hanya ajang kumpul komunitas, melainkan wujud nyata persaudaraan dan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar Honda. Kami mengundang para bikers hadir pada perayaan puncak HBD di Garut sebagai perayaan kebersamaan penuh arti dengan sepeda motor Honda,” ujar Andy.

Rangkaian HBD di 3 pulau ini merupakan kerjasama AHM dengan jaringan main dealer Honda yaitu PT Indako Trading Coy, PT Daya Adicipta Wisesa, dan Astra Motor Kalimantan Timur I. Perayaan puncak HBD 2025 yang bekerjasama dengan PT Daya Adicipta Motora, para bikers siap disambut dengan rangkaian kegiatan yang lebih meriah dan berkesan. Final battle Honda Modif Contest, aktivitas komunitas dan generasi muda, hingga hiburan musik spektakuler akan menjadi bagian dari puncak kebersamaan ini.

HBD telah hadir lebih dari satu dekade sebagai ajang tahunan yang mempertemukan puluhan ribu pengguna sepeda motor Honda dari Sabang hingga Merauke. Melalui gelaran ini, AHM berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas Honda dan mendorong budaya berkendara yang aman, solid, dan penuh semangat kebersamaan. (bul)

Angka Pengangguran Kota Mataram Hanya Turun 0,03 Persen

0
H. Miftahurrahman. (ekbis NTB/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram perlu mencari alternatif lain untuk menurunkan angka pengangguran. Pasalnya, tingkat pengangguran terbuka di Ibukota Provinsi NTB, hanya turun 0,03 persen. Lulusan sekolah kejuruan mendominasi pengangguran terbuka.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik NTB, jumlah warga Kota Mataram yang bekerja 224 ribu orang. Pengangguran 11.030. Bukan Angkatan kerja 96 ribu lebih. Secara akumulatif tingkat pengangguran terbuka 4,80 persen.

Angka pengangguran di tahun 2025 mengalami penurunan dari tahun 2024, sebesar 4,83 persen. Artinya, mengalami penurunan hanya 0,03 persen.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Miftahurrahman ditemui di ruang kerja pekan kemarin menerangkan, Pemkot Mataram telah melakukan berbagai langkah program untuk peningkatkan produktifitas pencari kerja. Diantaranya, pelatihan sesuai keahlian dan keterampilan masyarakat. Seperti pelatihan otomotif, pengelasan,menjahit, tata rias, dan tata boga.

Peningkatan keterampilan ini berkontribusi untuk penyerapan tenaga kerja. Meskipun sebagian memilih membuka lapangan pekerjaan sendiri. ‘’Saya belum dapat data sebaran dimana mereka bekerja, tetapi ada juga yang membuka lapangan pekerjaan sendiri,’’ terangnya.

Penurunan angka pengangguran dinilai relatif kecil yakni, 0,03 persen dari sebelumnya 4,83 persen menjadi 4,80 persen. Beberapa faktor penyebabnya yakni, ketidaksesuaian jumlah pencari kerja dengan program peningkatan keterampilan. Jumlah lapangan pekerjaan di sektor formal tidak sebanding dengan lulusan.

Miftah, juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram mengatakan, lapangan pekerjaan di sektor informal sebenarnya cukup banyak tergantung dari calon pekerja. Misalnya, sektor industri kreatif. Terkadang produktifitas pencari pekerja walaupun keahliannya ditingkatkan, tetapi motivasi tidak ada.

‘’Sebenarnya ada tiga hal pegangan para pencari kerja. Salah satunya, pemerintah telah memfasilitasi melalui pelatihan sesuai pasar kerja dan keahlian,’’ ujarnya.

Ia menyadari persaingan antar pekerja sangat tinggi. Pekerja harus bersaing memperebutkan posisi tertentu, sehingga perlu memiliki kompetensi yang bagus untuk mengalahkan kompetitor lainnya.

Rencana pemerintah pusat memagangkan selama setahun lulusan SMK, untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja. Kebijakan ini diharapkan bisa akselaratif untuk penyerapan tenaga. “Sekarang ini pengangguran terbuka lebih banyak dari lulusan SMK,” demikian kata dia. (cem)

Terima Rumah Layak Huni

0
Rony Aprianto (ekbis NTB/pan)

SEBANYAK lima kepala keluarga (KK) di Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, menerima bantuan program renovasi dan pembangunan rumah layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram bekerja sama dengan Bank NTB Syariah.

Lurah Sayang-Sayang, Rony Aprianto  membenarkan, warganya menjadi penerima manfaat dari program tersebut. “Di kelurahan kami yang dapat lima KK, ada yang direnovasi dan ada yang dibangun dari nol,” ujarnya, Minggu 9 November 2025.

Rony menjelaskan, lima penerima bantuan tersebut terdiri dari tiga KK yang mendapatkan pembangunan rumah baru yang berlokasi di Lingkungan Lendang Re dan Lendang Kelor, serta dua KK lainnya menerima bantuan rehabilitasi rumah di Lingkungan Sayang Daya.

Menurut Rony, program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) ini menyasar masyarakat kurang mampu, khususnya mereka yang terdata dalam kategori kemiskinan ekstrem. “Memang warga kami yang dapat ini sesuai dengan data dan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Baznas Kota Mataram bersama Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan untuk 29 unit RTLH dengan total anggaran sekitar Rp700 juta. Bantuan tersebut tersebar di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Babakan di Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, dan Kelurahan Sayang-Sayang di Kecamatan Cakranegara.

Ia berharap, melalui program ini warga penerima bantuan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan keluarga mereka.

Program renovasi RTLH merupakan salah satu program unggulan Baznas Kota Mataram, yang didanai melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

Dukungan Bank NTB Syariah dalam program ini, lanjut Rony, menjadi wujud sinergi antara lembaga keuangan syariah dan lembaga zakat dalam membantu masyarakat kurang mampu di daerah.

Dengan adanya bantuan ini, juga diharapkan semakin banyak warga Mataram yang dapat menikmati hunian layak serta terbebas dari kondisi rumah tidak layak huni. (pan)

Rawan Terdampak Hujan, BPKP Atensi Proyek Akhir Tahun 2025 Senilai Belasan Miliar di Lombok Barat

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Beberapa proyek di Lombok Barat (Lobar) bernilai belasan miliar dikerjakan pada akhir tahun 2025 ini. Pengerjaannya pun mendapatkan perhatian serius lantaran kondisi musim hujan. Mitigasi dampak hujan ini telah dikonsultasikan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pihak BPKP pun mengantensi dengan meminta OPD fokus dan ekstra ketat dalam hal pengawasan pengerjaan proyek ini. Beberapa proyek yang dikerjakan pada APBD Perubahan atau akhir tahun ini disebutkan oleh Kabag Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Lobar Yung Savitri, yang sedang proses tender di antaranya pembangunan jogging track Pantai Senggigi dengan nilai Rp2,1 miliar, Rehablitasi Gedung Kantor Bupati.

Kemudian pembangunan Plaza GMS dengan anggaran Rp2,9 miliar, Rehabilitasi Taman Kota Gerung atau Kolosium Rp2,3 miliar, Sport Center dan lainnya. “Itu (proyek) yang dikerjakan pada perubahan,” kata Yung, belum lama ini.

Pembangunan sejumlah infrastruktur ini dilakukan Bupati Lobar untuk menghidupkan kota Gerung. Selain ada juga proyek jalan Lendang Re-Manjot Sekotong. Proses tender Lendang Re-Manjot senilai Rp6,8 miliar ini pun sudah tuntas, tinggal kontrak dan pengerjaan di lapangan.

Terkait kekhawatiran dampak cuaca pada  pengerjaan sejumlah proyek ini, diakuinya cuaca menjadi risiko proyek akhir tahun. Namun setiap penyedia telah memiliki mitigasi pelaksanaan proyek akhir tahun dari dampak cuaca ini. Mulai dari perencanaan, biasanya sudah diperkirakan oleh konsultan dan PPK proyek, apakah pekerjaan bisa selesai atau tidak.

“Tetap dilakukan mitigasi – mitigasi pekerjaan akhir tahun karena dalam estimasi pengerjaan biasanya tetap kita pertimbangkan cuaca, cuma cuaca sekarang ini ekstrem. Berubah-ubah,”imbuhnya.

Pihaknya pun sudah melakukan konsultasi ke BPKP terkait seperti apa mitigasi yang dilakukan terhadap proyek akhir tahun. Pihak BPKP, lanjut dia, mengarahkan perlu fokus pada pengawasan. Konsultan pengawasan harus kerja ekstra bagaimana proses dan progres pekerjaan itu tetap dikawal. Kemudian untuk perlakuan semua tender dan kontrak diperlakukan seperti kontrak kritis, dalam arti perlakuannya seperti kontrak kritis.

“Jadi laporan mingguan, pertemuan, kontrol, monev dari OPD itu lebih ditingkatkan, jaraknya lebih dipersingkat,” ujarnya.

Dari sisi tenaga kerja, waktu kerja pun ditambah air atau lembur. Hal ini mengantisipasi keterlambatan dampak hujan, terlebih pada pekerjaan di ruang terbuka. “Itu jadi perhatian, kita tetap konsultasi ke BPKP dan pendampingan Inspektorat, dan pendampingan Kejaksaan,”imbuhnya. (her)

Proyek Plaza GMS ini dikerjakan pada akhir tahun 2025 rawan terdampak cuaca, sehingga harus mendapatkan Pengawasan ekstra ketat dari OPD

Dukung Percepatan Program KDKMP, Babinsa Kodim 1620/Lombok Tengah Dapat Bimtek Khusus

0
Babinsa Kodim 1620/Loteng mendapat bimtek khusus terkait pengawalan dan pengawasan program KDKMP di Loteng, Sabtu (8/11/2025)

Lombok (ekbisntb.com) –

Seluruh Babinsa (Bintara Pembina Desa) Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus di Makodim Loteng, Sabtu (8/11/2025). Bimtek diberikan dalam rangka persiapan mendukung percepatan progam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Loteng. Dengan target terdekat saat ini yakni persiapan lahan dan bangunan untuk gerai KDKMP di 154 desa/ kelurahan di Loteng.

TNI secara khusus diinstruksikan oleh pemerintah pusat untuk turut mengawal dan mengawasi pelaksanaan program KDKMP di daerah. Sebagai ujung tombak di lapangan peran TNI akan sangat menetukan sukses tidaknya pelaksanaan program KDKMP di tengah masyarakat.

“Sebagai ujung tombak satuan kewilayahan para Babinsa harus berperan aktif dalam mengawal dan mendukung program pembangunan yang sedang berjalan. Terutama program KDKMP,” tegas Dandim 1620/Loteng Letkol Arm. Karimuddin Rangkuti.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program KDKMP tidak lepas dari sinergi dan tanggung jawab bersama seluruh personel di tingkat desa. Dan, Babinsa harus mampu mengambil peran dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Babinsa terang Letkol Karimmudin, tidak hanya bisa mendukung program fisiknya saja. Tetapi juga harus bisa menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program KDKMP yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Sehingga penting bagi setiap Babinsa untuk bisa memahami konsep dan tujuan pembangunan KDKMP itu sendiri.

Dijelaskannya, KDKMP merupakan satu gerakan koperasi  yang tidak hanya sebagai wadah ekonomi saja. Tetapi juga bentuk nyata kemandirian bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. “Melalui semangat kebersamaan dan kerja nyata, kita yakin dan optimis KDKMP dapat segera terwujud serta memberikan manfaat besar baik bagi masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini fokus utama program KDKMP yakni mempersiapkan lahan dan bangunan sebagai gerai KDKMP di seluruh Loteng. Ia pun mengingatkan kepada seluruh Babinsa agar benar-benar mengawal hal tersebut. Supaya lahan dan bangunan yang dipersyaratkan sebagai gerai KDKMP tersedia di semua desa wilayah binaan masing-masing Babinsa.

“Tahap ini adalah tahap penyiapan lahan hingga pembangunan sampai tiga bulan kedepan. Dan, pada Januari 2025 mendatang seluruh pembangunan gerai KDKMP secara serentak akan diresmikan oleh Presiden RI,” tandasnya. (kir)

Seluruh Babinsa Kodim/1620 Loteng mendapat bimtek khusus terkait pengawalan dan pengawasan program KDKMP di Loteng, Sabtu (8/11/2025)

Triwulan III 2025, Realisasi Investasi di NTB Capai 80,18 Persen dari Target Nasional

0
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB H. Irnadi Kusuma  

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemprov NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB mencatat capaian positif pada realisasi investasi periode Januari hingga September 2025.

Kepala DPMPTSP NTB H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME, menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, nilai realisasi investasi NTB telah mencapai Rp48,98 triliun, atau sekitar 80,18 persen dari target nasional yang ditetapkan oleh BKPM RI sebesar Rp 61,09 triliun.

‘’Apabila dihitung dari Periode Juli-September 2025, nilai investasi yang berhasil direalisasikan di Provinsi NTB mencapai Rp 20,17 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya,’’ ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 16,29 triliun. Posisi kedua ditempati oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,26 triliun, diikuti sektor perindustrian sebesar Rp 955 miliar.

Sementara dari sisi lokasi, realisasi investasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan total Rp 15,65 triliun, disusul oleh Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp 2,36 triliun, dan Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 489 miliar. ‘’Capaian ini menunjukkan bahwa pemerataan investasi terus berkembang di berbagai wilayah NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa,’’ terangnya.

Sementara itu, serapan tenaga kerja dari kegiatan investasi periode Juli hingga September 2025 mencapai 4.686 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai sektor dan kabupaten/kota di NTB. Selain itu, terdapat 230 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di NTB, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan keahlian teknis dan profesional khusus, dengan tetap mengikuti regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di NTB yang semakin kondusif. “Kita terus memperkuat pelayanan perizinan berbasis OSS RBA, mendorong kemudahan berusaha, serta memperluas promosi potensi unggulan daerah. Harapannya, target investasi tahun 2025 sebesar Rp 61,09 triliun dapat tercapai bahkan terlampaui,” ujarnya.

Dalam hal ini, tambahnya, Pemprov NTB optimistis bahwa dengan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, maupun masyarakat, NTB akan terus menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang potensial dan berdaya saing di Indonesia. (ham)

BBWS NT I Matangkan Penetapan Garis Sempadan “Sungai Babak”

0

Lombok (ekbisntb.com) — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Garis Sempadan Sungai Babak Tahun 2025, Jumat, 7 November 2025. Forum ini menjadi tindak lanjut dari rapat Tim Teknis Kajian Penetapan Garis Sempadan Sungai Babak yang telah dilaksanakan pada 23 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Mataram ini difasilitasi oleh Sekretariat Tim Teknis dan dihadiri sekitar 32 peserta dari berbagai instansi lintas sektor di tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran beragam pemangku kepentingan tersebut memperkuat upaya kolaboratif dalam penataan ruang dan pengelolaan kawasan sungai.
FGD ini bertujuan menyusun kesepahaman bersama dalam menentukan garis sempadan Sungai Babak secara tepat, sesuai ketentuan teknis, peraturan perundang-undangan, serta kondisi eksisting di lapangan. Penetapan garis sempadan menjadi bagian penting untuk memastikan ruang sungai tetap aman, fungsional, dan tidak rentan dari aktivitas yang berpotensi merusak.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum mempertegas komitmen antarinstansi dalam menjaga kelestarian fungsi sungai. Penataan kawasan sempadan diharapkan dapat meningkatkan keamanan, ketertiban, serta mencegah konflik pemanfaatan ruang, mengingat Sungai Babak melintasi wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat dengan dinamika penggunaan lahan yang tinggi.
Lebih jauh, penetapan garis sempadan sungai juga diharapkan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah terdampak. Dengan dukungan berbagai unsur pemerintah daerah, teknis, hingga lembaga terkait lainnya, kebijakan sempadan sungai diharapkan semakin solid sebagai dasar perencanaan pembangunan yang ramah lingkungan dan memperhatikan keselamatan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting untuk sinergi antar instansi dalam penetapan garis sempadan Sungai Babak, demi menjaga kelestarian sungai dan pengelolaan air yang berkelanjutan,” jelas Kepala BBWS NT I, Dr. Eka Nugraha Abdi.,ST.,MPPM.(bul)

Astindo NTB Peringatkan, Waspadai Tawaran Paket Murah Wisata Akhir Tahun

0
Sahlan M . Saleh

Lombok (ekbisntb.com)- Menjelang musim libur Panjang tahun 2025 menuju tahun 2026, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih paket wisata akhir tahun.
Tawaran paket murah kerap menjadi celah terjadinya penipuan (scam), sehingga wisatawan diminta memastikan agen perjalanan berasal dari perusahaan resmi yang berada dalam asosiasi.
Ketua Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan penjualan paket wisata akhir tahun oleh anggota Astindo sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun dan hingga saat ini permintaan pasar masih stabil.
“Penjualan paket kita sudah buka dari awal tahun. Tren pemesanan jelang akhir tahun sejauh ini masih stabil, belum ada lonjakan signifikan,” ujarnya.
Menurut Sahlan, penawaran paket wisata di Lombok untuk akhir tahun mayoritas masih bersifat reguler. Paket minimal menginap selama tiga malam masih menjadi standar, dan belum muncul penawaran paket khusus yang menonjol.
Beberapa destinasi tetap menjadi favorit wisatawan, antara lain Sembalun, Gili Trawangan, dan beberapa kawasan wisata pantai lainnya.
“Pada momen pergantian tahun, Gili Trawangan disebut menjadi primadona karena identik dengan perayaan New Year Party,” ujarnya.
Sahlan menyebutkan bahwa harga paket wisata akhir tahun biasanya meningkat sekitar 25–30 persen dibandingkan hari biasa. Kenaikan ini bersifat wajar karena dipengaruhi lonjakan permintaan, sementara kapasitas kamar hotel terbatas.
“Kenaikan ini terjadi setiap tahun, baik untuk pasar domestik maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan tahun ini diprediksi akan lebih banyak berasal dari negara-negara Asia. Promosi yang semakin intens serta status Lombok sebagai destinasi unggulan global menjadi pendorong utama.
Di tengah meningkatnya minat bepergian, Sahlan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran paket murah. Pemesanan melalui agen tidak resmi berisiko besar menimbulkan penipuan.
“Astindo mengimbau agar masyarakat lebih selektif. Agen perjalanan yang tergabung dalam asosiasi sudah diverifikasi dan lebih aman,” tegasnya.
Menurutnya, sejumlah kasus penipuan biasanya terjadi karena harga yang ditawarkan tidak relevan dengan fasilitas yang diberikan.
“Kalau harga terlalu murah dan tidak relevan, besar kemungkinan itu mengandung unsur scam,” katanya.
Untuk menyambut libur akhir tahun, Astindo NTB melakukan koordinasi dengan pihak hotel dan penyelenggara kegiatan agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal.
“Kami mengikuti persiapan di masing-masing destinasi maupun hotel agar kebutuhan paket wisata dan acara malam tahun baru dapat terlayani,” pungkas Sahlan.
Peringatan Astindo NTB ini juga senada dengan peringatan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebelumnya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penjualan tiket dan paket murah menjelang akhir tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa aduan penipuan pembelian tiket murah secara online meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Aduan tersebut diterima melalui Indonesia Anti Scam-Centre (IASC) dan Satgas PASTI.
Menurut OJK, modus penipuan ini banyak memanfaatkan momen liburan seperti Lebaran dan Tahun Baru, ketika permintaan tiket pesawat serta paket wisata meningkat tajam.(bul)