Beranda blog Halaman 118

Tingkatkan Kekompakan Ayah dan Anak, 1.960 Bikers Honda PCX Gelar Konvoi Kemerdekaan HUT KE-81 RI

0

Mataram (Ekbis NTB) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sebanyak 1.960 pecinta sepeda motor Honda PCX dari 28 Main Dealer di seluruh Indonesia menggelar konvoi simpatik bertajuk Convoy Merdeka 2026.

Mengusung tema #Meng45palKemerdekaan, kegiatan ini menghadirkan konsep unik yang melibatkan pasangan ayah dan anak. Para peserta dari 17 klub menempuh rute sejauh 45 kilometer dengan menyambangi delapan titik destinasi bersejarah di wilayah masing-masing.

Selain turing, acara ini diisi permainan khas kemerdekaan untuk merekatkan komunikasi dan kerja sama antaranggota keluarga. Momentum ini dirancang agar generasi muda dapat meneladani nilai kepemimpinan dan tanggung jawab dari sosok ayah.

Di Surabaya, Jawa Timur, para bikers mengunjungi ikon sejarah seperti Museum 10 Nopember, Hotel Majapahit, dan Monumen Bambu Runcing. Sementara di Samarinda, aksi berlanjut dengan kegiatan sosial, penaburan bunga di Taman Makam Pahlawan, dan silaturahmi ke kediaman veteran.

Rute bertema kebudayaan dan sejarah juga melintasi landmark kota besar lainnya, mulai dari Monumen Yesus Memberkati di Sulawesi Utara, Monumen Kerta Gosa di Bali, hingga Tugu Digulis di Kalimantan Barat.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyatakan bahwa Convoy Merdeka menjadi sarana bagi komunitas Honda untuk merayakan kemerdekaan secara bermakna.

“Kami ingin mengajak para bikers Honda dan keluarga merayakan kemerdekaan dengan cara yang berdampak, sekaligus mempererat hubungan serta menumbuhkan nilai-nilai positif lintas generasi,” ujar Andy.

Kenyamanan perjalanan peserta juga didukung teknologi fitur navigasi turn-by-turn pada Honda PCX160 RoadSync yang mempermudah konektivitas sepanjang rute konvoi. Melalui agenda rutin ini, komunitas Honda berkomitmen terus menghadirkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (r/fan)

Agribisnis Sapi KSB Capai Progres Fisik 62,32 Persen

0
Agribisnis Sapi KSB Capai Progres Fisik 62,32 Persen
(Suara NTB/ist) KANDANG - Proses pembangunan kandang pada salah satu kelompok pelaksana program agribisnis sapi KSB.


Taliwang (EKBIS NTB) –Penyiapan Program Agribisnis Peternakan Sapi milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus dikebut. Pelaksanaan tahun anggaran 2026 ini, realisasi fisik kegiatan Program KSB Maju Luar Biasa klaster perternakan ini telah mencapai 62,32 persen.


“Fisiknya sudah di atas 60 persen persiapannya. Sedangkan realisasi keuangannya sekitar 18,89 persen,” klaim Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun pada, Senin (17/8).


Untuk realisasi fisik, Jamilatun mengatakan progres tersebut mencakup pembangunan kandang, penyediaan sumber air, pengembangan lahan pakan hijauan serta fasilitas pengolahan limbah.


Pembangunan kandang di sejumlah kelompok ternak telah memasuki tahap pemasangan rangka dan atap. Diantaranya, di kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Batu Dulang, Kelompok Tani Ternak (KTT) Budisari, KTT Mako Aji dan KTT Burely Farm. Sementara,KTT Liang Nadolle masih dalam proses pemasangan kerangka atap.


Menurut Jamilatun, penyediaan sumber air juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan peternakan. Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sementara beberapa lokasi masih dalam penyelesaian rumah mesin dan instalasi pendukung.


Di sisi pakan lanjutnya, pertumbuhan rumput di sejumlah lokasi menunjukkan hasil positif. Jamilatun menyebut, persentase hidup rumput tercatat 95 persen di KTT Mako Aji, 95,56 persen di KTT Liang Nadolle, dan 84,86 persen di KTT Budisari. Dinas Pertanian juga menyalurkan pupuk urea untuk mendukung pertumbuhan hijauan pakan.


“Kita tidak hanya berbicara tentang kandang dan ternaknya, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan pakan yang cukup dan berkelanjutan,” ujar Jamilatun.


Pengembangan fasilitas pengolahan limbah juga mulai berjalan di sejumlah lokasi, dengan pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, pengecoran tiang hingga pemasangan kerangka atap.


Pihaknya akan terus memonitor seluruh lokasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Program tersebut diarahkan membangun sistem peternakan yang terintegrasi mulai dari kandang, air, pakan hingga pengelolaan limbah.


“Dengan begitu, agribisnis peternakan sapi ini bisa berkembang secara berkelanjutan dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (bug)

Simpan Terumbu Karang Indah, Ampenan Miliki Destinasi Wisata Bawah Laut

0
Simpan Terumbu Karang Indah, Ampenan Miliki Destinasi Wisata Bawah Laut
(Suara NTB/sib) TERUMBU KARANG - Penampakan terumbu karang bawah laut wilayah Ampenan yang begitu indah dan eksotik. Beberapa penyelam tengah menyelam untuk keperluan observasi, Senin (17/7).


Mataram (EKBIS NTB) –Di samping memiliki keanekaragaman wisata pesisir pantainya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram ternyata menyimpan ekosistem bawah laut yang mempesona. Terumbu karang dengan ukuran yang masif serta elok tumbuh tak jauh dari bibir pantai Ampenan.


Kekayaan alam di wilayah ibu kota NTB ini, mencuat setelah tim dari Balai Penataan Makassar Wilayah NTB, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa kali melakukan observasi langsung.

Pada Senin (17/7), di samping mengibarkan bendera merah putih dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, tim dari KKP juga kembali melakukan survei ke sejumlah titik.


Koordinator Balai Penataan Makassar Wilayah NTB, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Barmawi mengatakan, lokasi terumbu karang berada sekitar 1 kilometer dari bibir pantai.


“Kota Ampenan yang sekarang ini kurang bagus kondisi pesisirnya, tetapi di bawah laut menyimpan terumbu karang yang sangat indah,” ujarnya, Senin (17/7).


Kekayaan alam tersebut dapat menambah daya tarik tersendiri bagi daerah dengan sebutan Kota Tua itu. Selama ini, Ampenan lebih dikenal dengan destinasi wisata budaya dan sejarahnya. Namun, adanya penemuan ekosistem bawah laut yang indah, ragam destinasi wisata yang ditawarkan akan bertambah. Seperti diving dan juga snorkeling.


“Karena baru kita ketemu terumbu karangnya. Saya saja yang sudah sering menyelam di Raja Ampat pernah nyelam, di Wakatobi pernah nyelam, di Komodo pernah snorkeling di Ampenan ada,” jelasnya.


Untuk pengelolaan destinasi wisata bawah laut nantinya, KKP telah membentuk Kelompok Wisata Bahari (Pokwisri) dan bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Penyerahan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk pemanfaatan ruang laut seluas 1 hektar.


Pembentukan Pokwisri Ampenan ini menjadi yang pertama di NTB. Barmawi menjelaskan, Pokwisri berada di bawah naungan KKP. Pokwisri juga akan bertugas mengelola, memandu, menawarkan wisata kepada wisatawan, serta melibatkan masyarakat untuk menjadi guide atau pemandu wisata. Turut mempromosikan makanan khas UMKM, tradisional dan sebagainya.


Selain itu, kelompok ini nantinya akan membina masyarakat yang bergerak di bidang usaha wisata. “Ampenan selama ini sudah dikenal sebagai Kota Tua, tetapi kita tambahkan atraksi wisatanya tidak hanya Kota Tua Ampenan, tetapi juga menyelam,” terangnya.


Dengan adanya temuan terumbu karang yang indah di laut Ampenan, turut mempertegas kekayaan ekosistem laut yang ada di NTB secara keseluruhan. (sib)

Percepat Pembangunan Dermaga Pelabuhan Kilo

0
Percepat Pembangunan Dermaga Pelabuhan Kilo
(Suara NTB/ist) TIANG PANCANG - Kapal yang mengangkut tiang pancang tiba di Pelabuhan Kilo pada, Senin (17/8). Pengerjaan dermaga pelabuhan ini akan dipercepat sebelum kontrak berakhir 30 Desember 2026.


Dompu (EKBIS NTB).Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo, Kabupaten Dompu, terus dipercepat untuk mengejar target penyelesaian sesuai kontrak pada 30 Desember 2026. Sebanyak 617 tiang pancang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dermaga laut.


Kepala UPP Kelas III Calabai Dompu, Prayitno, SH., Senin (17/8) mengatakan material tiang pancang tersebut tiba di Pelabuhan Kilo menggunakan kapal TB Bening I BG Lautan 1801 dari Surabaya.
“Kapal TB Bening I BG Lautan 1801 dari Surabaya tiba di Kilo tanggal 17 Agustus 2026 pukul 05.00 WITA dengan muatan tiang pancang sebanyak 617 batang dengan berat 1.576 ton,” jelasnya.


Menurut Prayitno, kedatangan tiang pancang tersebut menjadi langkah penting untuk melanjutkan pembangunan fasilitas laut. Pihaknya masih menunggu arahan Bupati Dompu terkait pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan dermaga.
Dikatakan, kontraktor sebelumnya sempat menghadapi kendala terkait ketersediaan bahan konstruksi. Tiang pancang yang dikirim dari Surabaya dilaporkan tenggelam di Perairan Madura.

Kondisi tersebut sempat memengaruhi tahapan pekerjaan fasilitas laut.
Kendati demikian, Prayitno memastikan pembangunan Pelabuhan Laut Kilo tetap ditargetkan tuntas sesuai kontrak. Untuk mengejar target tersebut, pelaksana akan menambah tenaga kerja sekaligus jam kerja.


“Betul akan ditambah tenaga kerja dan jam kerja. Fasilitas darat sudah 44,62 persen,” katanya.
Proyek pembangunan Pelabuhan Laut Kilo memiliki nilai sekitar Rp85,1 miliar dan dikerjakan PT Wijaya Inti Nusa Sentosa asal Surabaya. Pekerjaan ditargetkan rampung 100 persen pada 30 Desember 2026.


Untuk fasilitas laut, pekerjaan meliputi pembangunan dermaga segmen 1 berukuran 40 meter x 8 meter dan dermaga segmen 2 berukuran 40 meter x 8 meter. Selain itu, dibangun trestle 1 berukuran 46 meter x 6 meter, trestle 2 berukuran 40,1 meter x 6 meter, serta causeway ELV +3,30 mLWS berukuran 150 meter x 8 meter.


Sementara, pembangunan fasilitas darat yang dibangun meliputi pos jaga, ruang genset, gapura pintu masuk, pagar BRC, signpost pelabuhan, lapangan penumpukan, lapangan parkir penumpang, jalan lingkungan pelabuhan, jalan penghubung pelabuhan, bak sampah, gedung pelabuhan, terminal penumpang, kantor pelabuhan dan musala.


Dikatakan, tibanya seluruh material tiang pancang, pembangunan fasilitas laut diharapkan segera dimulai dan dipacu, sehingga keseluruhan proyek dapat diselesaikan sesuai target kontrak. (ula)

Tiga RPH Jadi Pilot Project Percepatan Sertifikasi Halal

0
Tiga RPH Jadi Pilot Project Percepatan Sertifikasi Halal
(Suara NTB/ist) PILOT PROJECT - Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot saat menghadiri kegiatan kick-off pilot project percepatan sertifikasi halal rumah pemotongan hewan pada, Senin (17/8)


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)
-Tiga Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Sumbawa menjadi pilot project percepatan sertifikasi halal dan juru sembelih halal (Juleha). Hal itu sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat pondasi ekonomi daerah.


“Percepatan sertifikasi halal dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan masyarakat. Kami juga memastikan apa yang dikonsumsi masyarakat memiliki lebel halal,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Senin (17/8).
Haji Jarot menyebutkan, tiga RPH yang menjadi pilot project yakni RPH Alas, RPH Utan, RPH Plampang.

Tiga RPH di Kabupaten Sumbawa menjadi langkah penting dalam memperkuat penerapan standar halal di fasilitas pemotongan hewan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
“Peternak menjaga ternaknya, penyembelih menjaga sembelihannya dan kita menjaga kepercayaan. Kalau semua terpenuhi, insyaallah ekonomi halal akan terpenuhi,” ucapnya.


Jarot menegaskan, program ini memiliki arti strategis karena bisa memperkuat mata rantai sektor peternakan mulai dari pemeliharaan ternak, proses penyembelihan hingga produk yang diterima masyarakat.


Ia menambahkan, penguatan sektor halal sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas ekonomi melalui kolaborasi, inovasi dan pemanfaatan ekosistem halal,sehingga bisa meningkatkan nilai tambah, memperluas peluang pasar, memperkuat daya saing produk lokal dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap pilot project ini bisa diimplementasikan secara maksimal di lapangan, sehingga apa yang menjadi komitmen bersama bisa terealisasi,” tukasnya. (ils)

Pekan Kesenian Senggigi Semarakkan HUT Ke-81 RI, Turis Asing Antusias Ikut Lomba Makan Kerupuk

0
Pekan Kesenian Senggigi Semarakkan HUT Ke-81 RI, Turis Asing Antusias Ikut Lomba Makan Kerupuk
Wisatawan asing ikut lomba makan kerupuk menambah kemeriahan Pekan Kesenian Senggigi yang digelar tiap akhir pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, pada Sabtu, (15/8/2026). (Suara NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) – Kemeriahan Pekan Kesenian Senggigi kembali menyedot perhatian pengunjung yang digelar tiap akhir pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, pada Sabtu, (15/8/2026). Sejak sore pukul 16.00 hingga 22.00 Wita, gelaran ini terpantau ramai dan dipadati pengunjung seperti pekan-pekan sebelumnya.

Acara mingguan dalam rangkaian Festival Senggigi: The Soul of Lombok ini terbukti semakin diminati dan menjadi daya tarik utama, baik bagi masyarakat lokal Lombok Barat maupun para turis mancanegara yang sedang menginap di berbagai hotel kawasan Senggigi. Ada yang unik dan spesial pada edisi kali ini. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81Kemerdekaan Republik Indonesia, panitia menggelar perlombaan khas agustusan, yakni Lomba Makan Kerupuk.

Suasana semakin heboh dan penuh gelak tawa saat anak-anak dan para wisatawan asing turut serta secara antusias dalam lomba. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah menyaksikan aksi menggemaskan para turis yang berjuang menghabiskan kerupuk yang digantung. Keseruan ini memberikan pengalaman budaya Indonesia yang otentik dan tak terlupakan bagi para wisatawan.

Kepala Desa Senggigi Mastur mengaku sangat antusias menyaksikan keseruan Pekan Kesenian Senggigi malam tadi.
“Kami antusias dan sangat mengapresiasi acara seperti ini. Tadi kita lihat banyak tamu yang tertarik dengan kegiatan ini dan banyak yang ikut di perlombaan-perlombaan yang ada di Pekan Kesenian Senggigi ini,” ujarnya.

Mastur juga berharap kegiatan ini dapat terus terselenggara setiap pekannya. Bahkan pihaknya selaku tuan rumah tempat terselenggaranya kegiatan ini siap mendukung Dinas Pariwisata menghidupkan dan meramaikan Senggigi.

“Saya harapkan selaku tuan rumah sangat baik untuk mendukung atraksi-atraksi dan mendukung kegiatan-kegiatan dan mendukung destinasi kita yang ada di Lombok Barat. Saya kira selamanya, setiap malam minggu kita adakan kegiatan di sini. Sekali lagi saya apresiasi kegiatan ini dan saya harapkan terus berlanjut,” tegasnya.

Selain kemeriahan lomba agustusan, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai penampilan seni budaya istimewa dari Kecamatan Gerung, di antaranya Cilokak Sasak & Bekayat Sasak yakni alunan musik dan sastra tutur khas Sasak yang syarat akan nilai tradisi. Kemudian ada juga berbagai tarian tradisional.

Apresiasi juga disampaikan Camat Gerung Fitriati Wahyuni. Menurutnya, kegiatan ini mampu memberikan semangat lebih bagi para seniman untuk tampil. Ia mengaku masih banyak para pegiat seni yang memintanya untuk dapat diberikan kesempatan tampil dalam event semacam ini.

“Terima kasih kepada Pemkab Lombok Barat, khususnya kepada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan kesempatan kepada talent-talent atau pelaku budaya yang ada di Kecamatan Gerung khususnya. Kami berharap kegiatan ini masih bisa berlanjut, sehingga bisa memberikan ruang, memberikan wadah untuk melestarikan budaya terutama untuk generasi muda di kecamatan Gerung,” ungkapnya.

“Harapan kami kegiatan ini bisa konsisten sehingga memberikan dampak signifikan kepada pariwisata di Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya menambahkan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan turis mancanegara, Pekan Kesenian Senggigi terus membuktikan diri sebagai wadah efektif untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Barat. (her)

Bupati KLU Apresiasi Festival Malaka, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bahari

0
Bupati KLU Apresiasi Festival Malaka, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bahari
Pemda Lombok Utara apresiasi Festival Malaka sebagai bagian dari pelestarian budaya bahari. (Suara NTB/ist)

Tanjung (EKBIS NTB) – Bupati Lombok Utara mengapresiasi gelaran Festival Malaka ke-4 yang diadakan masyarakat Desa Malaka di Pantai Pandanan, Sabtu (15/8/2026). Festival tersebut merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya bahari di Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menyampaikan kegiatan Festival Malaka merupakan wujud pelestarian budaya bahari sekaligus strategi cerdas mengintegrasikan event budaya dengan destinasi wisata.

“Desa Malaka bukan sekadar penunjang pariwisata Gili, tetapi adalah desa wisata itu sendiri, saya menyaksikan bagaimana aktivitas sehari-hari masyarakatnya berada di tepi pantai, Ini adalah contoh kreativitas yang perlu ditiru oleh desa-desa lain,” ujarnya.

Dikatakan Najmul, OPD Pemda Lombok Utara diminta untuk menggelar kegiatan pemerintah di lokasi-lokasi pariwisata. Langkah tersebut dipandang strategis, selain sebagai sarana promosi, juga mempertajam pemberdayaan ekonomi lokal.

“Ini agenda penting yang dilakukan sehingga kita semua bisa berkumpul di tempat wisata sekaligus merayakan tradisi,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Malaka yang telah menggelar festival ini selama empat tahun berturut-turut. Ia berharap agenda ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

“Saya mengajak seluruh Kepala Desa dan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) yang hadir untuk menjadikan Festival Malaka sebagai benchmark pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Apa yang dilakukan Malaka hari ini adalah contoh program yang sangat baik,” tandasnya.

Sementara, Kades Malaka, H. Akmaludin Ikhwan menegaskan bahwa Festival Lomba Perahu Layar yang kini memasuki tahun keempat merupakan agenda tahunan strategis untuk melestarikan budaya bahari sekaligus mempromosikan Desa Malaka sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara.

“Tujuan kami adalah bagaimana bisa bersama-sama, terutama warga Desa Malaka, melestarikan budaya bahari dan memperkenalkan wilayah kami yang notabene bagian dari tujuan pariwisata Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat menyukseskan acara ini, mulai dari pemerintah daerah, stakeholder pariwisata, hingga komunitas pemuda lokal.

Festival Malaka tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga simbol ketahanan budaya masyarakat pesisir Malaka.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan kolaborasi lintas sektor, event ini diharapkan terus berkelanjutan sebagai ikon pariwisata bahari yang mengangkat kearifan lokal sekaligus menyemarakkan hari jadi daerah dan kemerdekaan Republik Indonesia,” tandasnya.

Ketua Panitia Festival Malaka Muhammad Abid Al-Jabiri Adnan melaporkan festival yang dilaksanakan memasuki tahun keempat menjadi wadah bagi pemuda Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Generasi muda Malaka harus tetap berakar pada tanah kelahiran meski telah menimba ilmu di luar, Kami kembali setelah bersekolah untuk membangun Malaka dan Lombok Utara agar SDM kita bergerak maju,” ujarnya

Abid juga memanfaatkan momentum ini untuk mengusulkan pemekaran Desa Malaka kepada Bupati Lombok Utara, dengan populasi lebih dari 10.000 jiwa dirinya menilai desa ini sudah memenuhi syarat administratif dan demografis untuk dimekarkan.

“Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah aksesibilitas yang terhambat oleh kontur bukit, sehingga pemekaran dinilai strategis untuk meningkatkan mobilitas dan pelayanan publik,” imbuhnya. (ari)

Perayaan HUT RI, ITDC Hadirkan Nuansa Nusantara di Sirkuit Mandalika

0
Perayaan HUT RI, ITDC Hadirkan Nuansa Nusantara di Sirkuit Mandalika
Pengibaran bendera oleh anak-anak sepatu roda Loteng jadi salah satu antraksi para perayaan HUT RI yang diselenggarakan ITDC di Sirkuit Mandalika, Senin (17/8/2026).

Praya (EKBIS NTB) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) yang dipusatkan di Sirkuit Internasional Mandalika. Berbagai macam acara dan lomba-lomba bernuansakan nusantara digelar dengan melibatkan sekitar 1.500 orang. Pada perayaan HUT RI kali ini ITDC sengaja mengundang berbagai elemen masyarakat di daerah untuk merayakan hari kemerdekaan langsung di Sirkuit Internasional Mandalika.

“Dengan cara ini kita ingin menunjukkan bahwa Sirkuit Mandalika adalah milik bersama. Terbuka bagi semua orang dan tidak eksklusif. Jadi semua orang bisa mengunjungi Sirkuit Mandalika,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, kepada awak media, Senin (17/8/2026).

Perayaan HUT RI di Sirkuit Internasional Mandalika dimulai dengan kegiatan mengheningkan cipta bersama sebagai bentuk keprihatinan bersama terhadap musibah gempa bumi yang melanda NTT. Sembari mendoakan keselamatan bagi masyarakat yang terdampak gempa tersebut.

Setelah itu dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendara langsung di lintasan Sirkuit Mandalika. Usai upacara warga yang hadir di ajang berkeliling Sirkuit Mandalika. Disaat yang hamper bersamaan juga ada karnaval kemerdekaan yang diikuti berbagai elemen masyarakat.

Tidak cukup sampai di situ saja, ITDC juga menghadirkan berbagai atraksi kesenian dan budaya. Baik itu atraksi kesenian local maupun nusantara. Mulai dari presean hingga seni bela diri pencak silat. Ditambah berbagai jenis lomba-lomba yang membuat perayaan HUT RI di Sirkuit Mandalika kian semarak.

“Melalui momentum hari kemerdekaan ini, kita tidak ingin hanya sekedar mengenang para pahlawan bangsa. Tapi sekaligus menjadi momen untuk mengatukan semangat untuk guyup bersama membangun bangsa,” sebutnya.

Kedepan lanjut Fajar, dari Sirkuit Mandalika bisa lahir pahlawan-pahlawan baru di dunia olahraga yang bisa memberikan kebanggaan bagi bangsa. Khususnya olahraga balap. Dan, saat ini Indonesia sendiri punya banyak pembalap potensial yang diharapkan bisa memberikan prestasi membanggakan bagi Indonesia di kancah internasional.

“Ada Mario Aji dan Veda Pratama yang saat ini sedang bertarung di ajang MotoGP. Tugas kita bersama untuk memberikan dukungan terbaik bagi para pahlawan olahraga tersebut,” ujarnya. (kir)

KUA PPAS 2027 Disepakati, Target PAD Dipatok Rp395 Miliar

0
KUA PPAS 2027 Disepakati, Target PAD Dipatok Rp395 Miliar
(Suara NTB/ist) SEPAKATI - DPRD Lombok Utara menyepakati KUA PPAS 2027 untuk dibahas lebih lanjut dalam RAPBD 2027.

Tanjung (EKBIS NTB) -Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Bupati Lombok Utara, menyepakati KUA PPAS tahun 2027 dalam sidang paripurna, Jumat (14/8/2026).

Dalam laporan Banggar, diketahui total pendapatan pada RAPBD 2027 mencapai Rp1,34 triliun lebih, total belanja daerah Rp1,335 triliun lebih, serta pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp5,75 miliar.


Juru Bicara Banggar DPRD KLU, Zakaria Abdillah, memaparkan pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 90 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

Setelah rancangan KUA dan rancangan PPAS disampaikan oleh Kepala Daerah, maka DPRD melalui Badan Anggaran melakukan pembahasan untuk mendapatkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan.


Dalam proses pembahasan, Badan Anggaran DPRD KLU telah melakukan sejumlah agenda pembahasan mulai dari Rapat Internal Badan Anggaran DPRD, Rapat Konsultasi Banggar bersama Komisi-komisi DPRD hingga Rapat Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) KLU.


Ia menegaskan, Kebijakan Umum pada KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dijabarkan ke dalam lima arah kebijakan ekonomi KLU Tahun 2027 yaitu; engetasan kemiskinan dan ketertinggalan secara terpadu; akselerasi hilirisasi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan; pengembangan pariwisata yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan; peningkatan iklim investasi dan daya saing daerah; serta penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan UMKM.


Terhadap lima kebijakan tersebut, Banggar DPRD KLU mendorong agar keberpihakan anggaran selaras dengan arah kebijakan tersebut, serta mengacu kepada arah kebijakan Keuangan Daerah, yang meliputi: peningkatan pendapatan daerah dan penguatan kapasitas fiskal;

peningkatan kualitas belanja daerah yang efektif, efisien dan berorientasi hasil; dan pengelolaan pembiayaan daerah yang prudent dan berkelanjutan.
Dalam pembahasan KUA PPAS, Banggar dan Bupati menyepakati sejumlah poin penting.

Di antaranya, prioritaskan pembangunan Rumah Layak Huni sejumlah 509 unit kepada korban gempa yang belum tertangani oleh pemerintah.

Sasaran program akan beririsan dengan DTSEN, serta dibangun secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah yang di dahului dengan proses verifikasi. (ari)

Pemprov NTB Hanya Terima Rp60,36 Miliar dari Hasil Tambang AMNT

0
Pemprov NTB Hanya Terima Rp60,36 Miliar dari Hasil Tambang AMNT
(Suara NTB/ist) AKTIVITAS - Aktivitas tambang AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat. Pemprov NTB baru menerima Rp60,36 niliar dari hasil tambang AMNT

Mataram (EKBIS NTB) –Penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari aktivitas pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ke Provinsi NTB kembali tertekan. Hingga 2026, Pemprov NTB baru menerima sekitar Rp60,36 miliar, jauh di bawah penerimaan pada sejumlah tahun sebelumnya.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan rendahnya penerimaan tersebut tidak terlepas dari naik-turunnya aktivitas produksi dan ekspor hasil tambang AMNT.

Menurutnya, penerimaan DBH dari sektor pertambangan sangat bergantung pada nilai keuntungan bersih hasil penjualan tambang yang menjadi dasar pembagian DBH. Ketika ekspor konsentrat tersendat, penerimaan yang masuk ke daerah ikut turun.

“Kalau proses ekspor teman-teman tambang rutin dan lancar, penerimaan kita bisa lebih besar. Tetapi ketika ekspornya tersendat, otomatis DBH yang kita terima juga turun,” kata Nelly yang juga Kepala Bappeda NTB ini.

Data Bapenda NTB menunjukkan penerimaan DBH dari AMNT memang berfluktuasi cukup tajam. Pada tahun buku 2020 dan 2021, NTB menerima sekitar Rp107,1 miliar. Angka tersebut melonjak menjadi Rp268,9 miliar pada 2022, kemudian turun menjadi Rp114,9 miliar pada 2023.

Pada 2024, penerimaan kembali meningkat menjadi sekitar Rp208 miliar, sebelum turun menjadi Rp111,9 miliar pada 2025. Sementara pada 2026, hingga saat ini penerimaan yang diterima Pemprov NTB baru sekitar Rp60,36 miliar.

Nelly mengatakan, kondisi tersebut ikut memengaruhi kemampuan fiskal daerah. Terlebih, Pemprov NTB juga menghadapi penurunan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp1,2 triliun serta DBH yang belum memberikan kepastian.
Di tengah tekanan ini, Pemprov NTB juga melakukan penyesuaian terhadap target pendapatan daerah. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB pada 2026 dipatok sekitar Rp3,025 triliun. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp1,592 triliun atau 52,62 persen.

Sumber terbesar PAD masih berasal dari pajak daerah. Dari target sekitar Rp1,837 triliun, realisasi hingga Juli mencapai Rp1,042 triliun.

Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penopang utama. Realisasinya telah mencapai sekitar 53 persen dari target. Selain itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah mencapai 68,48 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 55,05 persen.

Namun, sejumlah pos pajak masih jauh dari target. Salah satunya Pajak Air Permukaan (PAP) yang baru terealisasi 8,78 persen dan pajak alat berat sekitar 12,6 persen.

Bapenda, kata Nelly, tengah mengevaluasi sejumlah target tersebut agar lebih realistis dengan kondisi penerimaan di lapangan. Khusus PAP, pemerintah daerah juga mendorong adanya instrumen pengukuran pemanfaatan air permukaan agar potensi pajak dapat dihitung lebih akurat.

“Kami membutuhkan alat untuk mengukur berapa banyak air permukaan yang digunakan wajib pajak. Ini masih kami bahas dengan Kemendagri,” ujarnya.

Selain PAD, pendapatan daerah NTB juga terdampak berkurangnya sejumlah sumber transfer. Salah satunya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang sebelumnya turut menopang pendapatan daerah.

Karena itu, Pemprov NTB akan melakukan penyesuaian dalam APBD Perubahan 2026. Sejumlah target pendapatan akan dikoreksi, sementara sektor yang masih memiliki ruang peningkatan akan digenjot.

“Kondisinya memang membuat kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian kembali pendapatan di perubahan. Pesimis, tetapi tetap membangun. Itu poinnya,” kata Nelly. (bul)