Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 117

Jaga Ekosistem Lingkungan, PKK Lombok Utara Rehabilitasi Terumbu Karang

0
Ketua TP PKK KLU Hj. Rohani bersama stakeholder melakukan rehabilitasi terumbu karang sebagai semangat kepedulian menjaga alam, Senin (10/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

PKK Kabupaten Lombok Utara melakukan rehabilitasi terumbu karang pada momentum Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025). Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi PKK KLU dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut khususnya habitat terumbu karang.

Aksi penanaman terumbu karang dilaksanakan di kawasan pantai Impos, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Rehabilitasi dipimpin langsung Ketua TP PKK KLU, sekaligus Anggota DPRD NTB, Hj. Rohani, diikuti unsur Forkopimda dan masyarakat pesisir Desa Medana.

Di sela-sela kegiatan, Rohani mengungkapkan, penanaman terumbu karang merupakan upaya PKK untuk terlibat merehabilitasi lingkungan. Diharapkan, langkah kecil ini berdampak besar dengan terpeliharanya ekosistem lingkungan di wilayah Pesisir.

“Penanaman terumbu karang ini adalah inovasi dari PKK Kabupaten Lombok Utara. Kami sebagai perempuan ingin ikut serta melestarikan ekosistem lingkungan, mulai dari hal kecil seperti penanaman terumbu karang. Mudah-mudahan ini menjadi warisan yang ditiru oleh generasi mendatang,” kata Rohani.

Dikatakan, inovasi merupakan sebuah keharusan bagi pelaksanaan program baik asosiasi maupun di tingkat pemerintah. Langkah yang dilakukan PKK, diharapkan memotivasi kalangan masyarakat maupun pelaku usaha untuk melakukan aksi serupa.

Menurut dia, penanaman terumbu karang merupakan media yang tidak hanya melestarikan lingkungan. Tetapi dampak lanjutan yang diharapkan adalah, dampak ikutan dimana kalangan perempuan pesisir Pantai sekitar Terumbu Karang ikut berdaya dengan eksistensi habitat ini.

Lebih lanjut, Rohani menilai kelompok perempuan harus sering-sering diedukasi untuk mencintai alam dan lingkungan. Kecintaan tersebut tidak hanya diwujudkan dengan menjaga ekosistem laut, tetapi juga tindakan nyata lain seperti menjaga lingkungan dari sampah.

‎“Ke depan, kami ingin ini membuka ruang pekerjaan baru bagi anak-anak di pinggiran pantai agar mereka bisa menjadi owner di tempatnya sendiri, bukan sekadar karyawan,” lanjutnya.

‎‎ia menambahkan, sektor kelautan khususnya pesisir harus senantiasa dipelihara. Pasalnya, kawasan ini diharapkan menjadi objek wisata yang dapat menumbuhkan iklim investasi dan UMKM dimana kaum perempuan dapat terlibat di dalamnya.

‘’Kalau wisata tumbuh subur, maka UMKM juga akan tumbuh subur. Ujungnya nanti akan berpengaruh pada eekonomi, kesehatan keluarga dan bisa membantu menurunkan angka stunting,” tandasnya.

‎Untuk diketahui, pada program rehabilitasi terumbu karang ini, PKK berkolaborasi dengan Universitas 45 Mataram, Lembaga Musyawarah Nelayan, dan  Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Medana. Pasca penanaman terumbu karang, para pihak melakukan pemetaan dan monitoring mingguan untuk memastikan bahwa terumbu karang yang ditanam dapat hidup dan menjadi rumah bagi habitat laut. (ari)

Prof. Muhamad Ali Resmi Daftar Calon Rektor Unram: Siap Mewujudkan Visi Unram Unggul dan Berdaya Saing Global

0
Prof. Muhamad Ali, Ph.D, calon potensian Rektor Unram

Mataram (ekbisntb.com)- Guru Besar Fakultas Peternakan sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram), Prof. Muhamad Ali, Ph.D, resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Rektor Universitas Mataram pada Senin (10/11/2025). Ia telah memantapkan kesiapannya memimpin perguruan tinggi paling bergengsi di Nusa Tenggara Barat ini yang baru saja menyetujui visi baru sebagai Perguruan Tinggi unggul dan berdaya saing global.

“Saya sudah mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor yang ketiga.  Dan sepakat mengusung visi Unram yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof. Ali, usai pendaftaran.

Prof. Ali menilai, semua civitas akademika Unram sudah sepakat menetapkan visi unggul dan berdaya saing global di Deklarasi Mandalika tahun 2025, sehingga siapapun yang jadi Rektor ke depan harus mewujudkannya. Transformasi Perguruan Tinggi menuju daya saing global merupakan keniscayaan agar melahirkan pergaulan global yang setara, bermitra tanpa batas administrative-politik di muka bumi, “beyond national interests” saling mempercayai, saling bahu membahu, saling mengisi melalui kolaborasi produktif dengan perguruan lain di dunia. Ia menyebut berbagai capaian internasional yang telah diraih Unram melalui riset dan inovasi.

“Unram sudah banyak berprestasi di bidang riset dan inovasi. Saat ini kita berada di peringkat 19 nasional PTN BLU versi QS ranking dan peringkat 28 versi Times Higher Education Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan posisi daya saing global tersebut, Unram membutuhkan pemimpin yang visioner dan memahami dinamika pendidikan internasional.

“Alhamdulillah, saya pernah menempuh pendidikan S3 di Nagoya dan postdoc di luar negeri. Itu bekal untuk memahami arah pendidikan global,” tegasnya.

Prof. Ali menjelaskan rekam jejaknya dalam mengelola universitas. Ia dipercaya Rektor memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) selama dua periode, menjabat Dekan, dan Ketua Indikator Kinerja Utama (IKU) Unram.

“Saat saya mulai, pada 2022 Indikator Kinerja Utama Unram berada di peringkat 27 nasional PTN BLU. Kami bekerja kerasdengan semua pihak di unram sehingga berhasil naik ke peringkat 5 nasional untuk PTN BLU pada 2023,” jelasnya.

Atas capaian itu, Kementerian langsung menambah anggaran kinerja (BOPTN) dari Rp17 miliar menjadi Rp57 miliar, serta bonus IKU sekitar Rp7 miliar.

“Alhamdulillah, 2024 kita berhasil membawa Unram ke peringkat 3 nasional PTN BLU,” tambahnya.

Prestasi tersebut berlanjut ke tingkat internasional. Ia dikirim ke Singapura untuk mempelajari sistem pemeringkatan Times Higher Education dan QS.

“Sekarang kita sudah berada di radar QS dan THE. Ini memotivasi saya mengabdi lebih luas,” ujarnya.

Ditanya arah Unram ke depan, Prof. Ali menegaskan peran perguruan tinggi harus melampui tugas tridharma dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, episentrum inovasi, serta motor penggerak transformasi sosial maupun ekonomi.  Tugasnya mendidik SDM kreatif dan produktif dan melaksanakan riset guna menghasilkan inovasi untuk memecahkan permasalahan lokal, nasional,dan global.  Visi Unram yang unggul dan berdaya saing global ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB saat ini, yaitu “Makmur Mendunia”.

“Unram juga harus mengawal visi NTB Makmur Mendunia. Kita akan melakukan riset prioritas di bidang pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata agar menghasilkan dampak bagi masyarakat, bukan hanya publikasi global,” katanya.

Fokus internal Unram menurutnya adalah memastikan kampus memberi dampak langsung kepada sivitas akademika. Lulusan harus cepat terserap kerja, lanjut studi S2/S3, atau menjadi wirausaha.

“Kampus harus bekerja keras mencetak alumni kreatif, kompetitif, dan memiliki skillsets abad 21” tegasnya.

Unram juga disebut unik karena berada di provinsi kepulauan dengan 403 pulau-pulau kecil, sehingga tidak mudah diakses oleh anak bangsa yang tinggal di pulau-pulau.

Karena itu, Prof. Ali mengusulkan transformasi digital dan kampus satelit.

“Kami akan bangun kampus satelit di Lombok Utara dan Sumbawa. Mahasiswa bisa kuliah sampai semester tiga di Mataram, lalu PKL dan belajar on farm di daerah,” katanya.

Pembelajaran akan menggunakan sistem blended learning dengan memanfaatkan university farm, agar mahasiswa belajar teori dan praktik langsung.

“UNESCO menuntut universitas tidak hanya mengajarkan how to know tetapi how to do,” ujarnya.

Lanjut Prof. Ali, untuk mendukung potensi daerah, Prof. Ali merencanakan pembukaan fakultas dan program studi baru yang sesuai dengan potensi dan permasalahan daerah.

 “Kita punya tambang. Harus lahir tenaga terampil untuk mengelola potensi itu.”

Kedua, sektor kelautan. NTB adalah provinsi kepulauan. Pemprov sudah menetapkan agromaritim sebagai fokus. Karena itu fakultas kelautan dan perikanan menurutnya sangat penting.

Ketiga, manajemen sumber daya air dan desain bangunan air.

“Kita menghadapi dua sisi: deforestasi membuat sumber air hilang, tapi di Mataram hujan sedikit langsung banjir. Kita butuh prodi yang mempelajari manajemen air dan desain bangunan air untuk menunjang pariwisata dan mitigasi bencana banjir,” tuturnya.

Prof. Ali juga menjawab soal pengembangan infrastruktur kampus, menurutnya, lahan Unram hanya 47 hektare saat ini, sehingga perlu strategi ruang.

“Lahan kampus sempit, sehingga fakultas yang butuh praktik on farm seperti pertanian dan peternakan harus dikembangkan di luar melalui kampus satelit dan University farm,” jelasnya.

Sementara kampus pusat akan menjadi “science techno park” yang dilengkapi Unram Square yang menampilkan produk-produk inovasi unggulan daerah seperti, lamtoro beef, lebah madu, mutiara, lobster, udang, rumput laut, aneka alat deteksi cepat penyakit, dan lainnya.

“Industri udang, mutiara, lobster, hingga madu akan berkembang. Unram harus mengambil peran utama,” katanya.

Selain itu, akan dibuka layanan konsultasi bisnis, konsultasi infrastruktur, pelayanan kesehatan.

Ia juga mengusulkan parkir dipinggiran kampus dan penyediaan sepeda listrik di dalam kampus untuk menghadirkan kampus yang benar-benar nyaman, dan ramah lingkungan.

“Karena kampus kita luasnya terbatas. Maka, kendaraan yang lalu lalang terdengar langsung suaranya sampai ke dalam ruang kuliah. Kedepan, kita bisa hadirkan lokasi parkir yang khusus di tempat khusus, selanjutnya ada sepeda listrik yang bisa dimanfaatkan sebagai transportasi di dalam kampus,” tambahnya.

Prof. Ali menyatakan memiliki jaringan kuat di dalam dan luar negeri.

“Saya menjalani S3 di Nagoya, postdoc di Jepang dan telah melakukan kerjasama global dengagn berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Jaringan internasional kita sudah terbentuk lama,” katanya.

Dan selama menjabat, ia telah mengirim mahasiswa ke berbagai negara seperti Italia, Yunani, Turki, Jepang, Australia, Malaysia, Philipina, dan beberapa Negara lain.

“Sekitar 10 mahasiswa setiap tahun magang di Jepang, mulai dari sapi perah di Hokaido sampai ungags di Okinawa,” jelasnya.

Ia juga tiga kali mengikuti pelatihan kepemimpinan universitas global. Prof. Ali menegaskan kemampuan jejaring ini untuk mendukung industrialisasi berbasis potensi lokal.

Dengan pengalaman akademik, rekam jejak manajerial, capaian nasional–internasional, serta jejaring global, Prof. Ali menyatakan siap mengabdi untuk Unram.

“Jika ingin mewujudkan visi Unram berdaya saing global, kita harus bersinergi denggan jejaring global untuk institusi yang kita cintai ini. Letak geografis Unram sangat strategis sebagai Southeast Gateway Indonesia terhadap beberapa perguruan tinggi berdayaa saing global Southern Hemisphere (Australia, New Zealand, dan the southern Pacific region) sehingga menjadi mitra startegis untuk mencapai visi tersebut dan institusi ini harus ada sebagai bagian dari sinergi pemerintah daerah dalam berbagai aspek pembangunan,” tegasnya.(bul)

NTB Bisa Keluar dari “Kemelut” Tambang

0
 Dr. Ihsan Rois

Lombok  (ekbisntb.com) — Pertumbuhan ekonomi NTB selama ini sangat bergantung pada sektor tambang. Ketika ekspor mineral mentah melonjak, ekonomi daerah ikut terbang. Namun, ketika ekspor terhenti, pertumbuhan terjun bebas. Ketergantungan ini dianggap menjadi “jebakan” yang membuat daerah sulit berkembang secara berkelanjutan.

Meski tambang menyumbang hingga 90 persen lebih pembentukan nilai pertumbuhan ekonomi NTB, sektor non-tambang sejatinya memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan benar.

Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Mataram, Dr. Ihsan Rois, mengemukakan, tambang memang dominan, tapi sejatinya bukan satu-satunya sumber kekuatan NTB.

“Kita punya pertanian, kelautan, industri, pariwisata, dan sektor lainnya. Jika dikelola baik, NTB bisa keluar dari kemelut tambang,” jelas Dr. Ihsan Rois.

Menurutnya, NTB tergolong daerah yang memiliki kekayaan alam luar biasa dari Lombok hingga Sumbawa. Namun kondisi ini juga menimbulkan risiko resource curse atau kutukan sumber daya daerah kaya sumber daya alam justru terjebak kemiskinan karena gagal memanfaatkan nilai tambahnya.

“Yang membuat kita miskin bukan karena tidak punya kekayaan alam, tapi karena lalai pada kekuatan yang lain, sumber daya manusia,” ujarnya.

Ketimpangan pertumbuhan tambang dan non-tambang membuat ekonomi NTB bergejolak. Namun kondisi ini bukan tanpa jalan keluar.

“Banyak daerah maju tanpa bergantung pada tambang. Bahkan jika dibandingkan daerah sesama penghasil tambang pun, kita tertinggal,” kata Ihsan.

Ia mencontohkan Maluku Utara yang bertumpu pada nikel, tetapi mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Bahkan Bangka Belitung dan Bali juga lebih unggul dibanding NTB yang punya emas—komoditas bernilai lebih tinggi.

“Mana lebih mahal emas atau nikel, ya pasti emaslah, dan kita penghasilnya. Tapi kenapa pertumbuhan ekonomi kita rendah?,” katanya

Menurutnya, yang salah bukan kekayaannya, tetapi tata kelola.

“Berarti ada yang keliru pada tata kelola kita,” tegasnya.

Tambang berada di bawah kewenangan pusat. Karena itu daerah tidak bisa menjadikan komoditas yang tak dapat dikendalikan sebagai prioritas utama.

“Jika pusat hentikan ekspor, selesai. Kenapa kita bergantung pada sesuatu yang tidak bisa kita pegang? Harusnya fokus ke sektor yang kita kuasai,” ujarnya.

Dr. Ihsan menyebut sejumlah sektor yang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi NTB ke depan Kelautan — rumput laut, ikan kerapu, lobster, mutiara. Pertanian dan peternakan.Pariwisata. Industri pengolahan

“Rumput laut, ikan kerapu, mutiara, dan potensi pantai kita tidak dimiliki daerah lain. Ini luar biasa,” katanya.

Demikian juga sektor pariwisata, ia menilai, jika pariwisata di kawasan besar seperti Senggigi dikelola serius, dampaknya sangat masif.

Kemampuan NTB, lanjutnya keluar dari jebakan tambang sangat ditentukan kualitas SDM.

Kampus di NTB sudah cukup banyak, bahkan Unram dan UIN sudah berstatus unggul. Namun, akses masyarakat ke perguruan tinggi masih rendah karena faktor ekonomi, lingkungan, dan kesadaran.

Indeks pembangunan manusia (IPM) NTB saat ini sudah berada di papan tengah nasional, setelah bergerak dari papan bawah. Kondisi ini menurutnya dipengaruhi tiga faktor utama pendapatan, pendidikan, dan kesehatan.

“PR kita besar di sektor pendidikan. Masih banyak masyarakat hanya tamat SD atau SMP. Ini hambatan besar. Pemerintah harus hadir, membantu akses pendidikan. Kampus juga harus jemput bola untuk memperkuat IPM NTB agar dapat mengelola sumber daya yang kaya raya ini dengan baik,” ujar Dr. Ihsan.

Dan pemerintah daerah daerah perlu memprioritaskan tiga agenda besar. Pengentasan kemiskinan. Ketahanan pangan Pariwisata berkelanjutan, jika benar – benar ingin keluar dari ketergantungan pada sektor tambang. Semua pihak harus berjalan serempak agar transformasi ekonomi dapat benar-benar terwujud.(bul)

BRI-MI Terbitkan EBA Syariah Rp1,95 Triliun Dukung Biaya Infrastruktur

0
BRI-MI Terbitkan EBA Syariah Rp1,95 Triliun Dukung Biaya Infrastruktur

Jakarta (ekbisntb.com) – PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menerbitkan produk bernama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (KIK EBA Syariah BRI-MI BJLB1) senilai Rp1,95 triliun, sebagai upaya mendukung pembiayaan strategis bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Direktur Utama BRI-MI Tina Meilina mengatakan produk ini merepresentasikan minat pelaku pasar terhadap inovasi produk investasi alternatif berbasis prinsip syariah, sekaligus menjadi tonggak penting pengembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia.

Pencatatan ini merupakan milestone yang memperkuat posisi BRI-MI sebagai pionir dalam pengembangan investasi syariah yang berintegritas dan berkelanjutan, ujarnya, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

“Pencatatan KIK EBA Syariah BRI-MI JLB di bursa hari ini membuktikan bahwa prinsip syariah, transparansi, dan nilai ekonomi dapat berjalan beriringan dalam satu instrumen investasi yang kredibel,” ujar Tina.

Ia mengatakan, pencatatan KIK EBA Syariah BRI-MI JLB menjadi momentum penting bagi akselerasi pertumbuhan instrumen keuangan syariah di Indonesia yang saat ini masih memiliki ruang ekspansi besar, yang mana produk BRI-MI ini mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo.

“Melalui pencatatan ini, BRI-MI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem investasi Syariah nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembiayaan berkelanjutan yang inklusif dan etis,” ujar Tina.

Dia melanjutkan, pencatatan ini mengukuhkan produk BJLB1 yang dikelola oleh BRI-MI ini sebagai produk KIK EBA Syariah pertama di sektor infrastruktur yang tercatat di BEI.

Dalam peluncuran, turut dihadiri mitra strategis perseroan, diantaranya PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) selaku Originator, Maybank Indonesia sebagai Bank Kustodian, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Agen Penampungan (escrow agent) serta BCA Sekuritas sebagai Penata Laksana. (ant)

Emas Antam Naik Rp8.000 Menjadi Rp2,307 Juta/gram

0
Emas Antam Naik Rp8.000 Menjadi Rp2,307 Juta/gram

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (10/11) mengalami kenaikan Rp8.000 dari semula Rp2.299.000 menjadi Rp2.307.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) juga naik ke angka Rp2.172.000 dari awalnya Rp2.161.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.203.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.307.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.554.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp6.806.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp11.310.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp22.565.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp56.287.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp112.495.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp224.912.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp562.015.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.123.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.247.600.000

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Toyota Siap Investasi Rp1,6 Triliun Pacu Industri Timah-Tembaga

0
Toyota Siap Investasi Rp1,6 Triliun Pacu Industri Timah-Tembaga

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan Toyota Tsusho Corporation (TTC) siap menanamkan modal 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp1,6 triliun di Indonesia untuk mendukung hilirisasi timah dan tembaga domestik.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam pernyataan di Jakarta, Senin, menyampaikan Toyota Tsusho merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global asal Jepang yang merupakan bagian dari Toyota Group.

Selama ini perusahaan itu telah menjadi mitra dagang PT Timah Tbk untuk produk turunan timah secara global, serta berencana untuk membangun fasilitas produksi solder paste di Indonesia. Proyek ini masih pada tahap awal pembahasan dan harapannya dapat dikembangkan bersama PT Timah sebagai mitra lokal.

“Indonesia berkontribusi sekitar 18 persen terhadap pasokan timah dunia, menjadikannya salah satu pemain utama dalam rantai pasok global. Dengan posisi strategis ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat industri komponen produk elektronik dan otomotif. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berkomitmen mendukung penuh setiap upaya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Wamen Todotua Pasaribu.

Secara global, lebih dari 50 persen konsumsi timah digunakan untuk pembuatan solder, terutama solder paste yang menjadi komponen penting di industri komponen elektronik, otomotif, hingga energi surya. Permintaan global solder paste diperkirakan tumbuh dari 5.170 ton pada 2024 menjadi 6.300 ton pada 2029.

Selain timah, Toyota Tsusho juga berminat berinvestasi di bidang hilirisasi tembaga. Tujuan investasi ini adalah dalam rangka mengamankan bahan baku kabel berupa copper rods yang juga meningkat permintaannya seiring perkembangan otomotif di global.

“Pemerintah siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari fasilitasi perizinan, kemudahan berusaha, hingga tahap operasional ” ujar dia.

Adapun pada Jumat 7 November 2025 dirinya melakukan pertemuan dengan jajaran TTC di Tokyo, Jepang guna membahas rencana investasi di sektor hilirisasi mineral timah dan tembaga, khususnya pengembangan industri solder paste dan industri copper rod sebagai bahan baku kabel.

Dari sisi investasi, Jepang menempati posisi keempat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai 18,89 miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir, serta pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12,4 persen.

Angka ini mencerminkan semakin kuatnya hubungan ekonomi dan komitmen kedua negara dalam mendorong kerja sama investasi yang berorientasi pada hilirisasi, teknologi hijau, dan pertumbuhan berkelanjutan. (ant)

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo stabil di Hari Pahlawan

0
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo stabil di Hari Pahlawan

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Shell, British Petroleum (BP), dan Vivo terpantau stabil pada pekan kedua November 2025, tepatnya pada Hari Pahlawan, setelah penyesuaian harga BBM yang berlangsung pada pekan pertama November.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, tercatat harga Pertamax Series dan Pertamina Dex Series tak mengalami perubahan sejak awal November 2025.

Berikut adalah rincian harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta:

Harga pertalite Rp10.000 per liter;

Solar subsidi Rp6.800 per liter;

Pertamax Rp12.200 per liter;

Pertamax turbo Rp13.100 per liter;

Pertamax green Rp13.000 per liter;

Dexlite Rp13.900 per liter; dan

Pertamina dex Rp14.200 per liter.

Lebih lanjut, BBM di SPBU Shell juga tak menunjukkan perubahan harga sejak BBM jenis bensin seperti Shell Super turun pada 1 November.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Shell Super Rp12.680 per liter;

V-Power Rp13.260 per liter;

V-Power Diesel Rp14.410; serta

V-Power Nitro+ Rp13.480 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU BP juga berlaku hal yang serupa dengan SPBU Shell, yakni tidak adanya perubahan harga sejak awal November.

Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU BP:

BP Ultimate Rp13.260 per liter;

BP 92 Rp12.680 per liter; dan

BP Ultimate Diesel Rp14.410 per liter.

Berbeda dengan SPBU lainnya, Vivo hanya memperbaharui harga BBM jenis solar. Hal tersebut dikarenakan sejak 15 Oktober 2025, SPBU Vivo telah kehabisan stok BBM jenis bensin.

Harga Diesel Primus Plus stabil di angka Rp14.410 per liter sejak awal November. (ant)

PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Musim Hujan

0
PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Musim Hujan

Makassar (ekbisnbt.com) – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat, dalam hal ini seluruh pelanggan setia PLN untuk tetap waspada menghadapi musim hujan, khususnya terhadap potensi banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya yang mungkin melanda.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Edyansyah PLN telah menginstruksikan seluruh unit untuk bersiaga penuh guna pemulihan maupun memastikan keamanan jaringan kelistrikan masyarakat.

“Cuaca tersebut harus kita waspadai, petugas PLN terus bersiaga untuk memantau kondisi kelistrikan di setiap wilayah untuk keselamatan masyarakat,” kata Edyansyah, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV-Makassar memprediksi cuaca hujan sedang-lebat yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan berlangsung hingga 12 November mendatang.

Dia menyebut PLN telah menyiagakan 71 posko siaga kelistrikan dan 2.278 personel guna menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal apabila terjadi cuaca ekstrem.

Edyansyah menyampaikan beberapa tips menggunakan listrik agar aman dan nyaman jika terjadi cuaca ekstrem.

Menurut dia, apabila terjadi banjir dan air memasuki area rumah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh Meter.

Kedua, matikan aliran listrik yang tidak terpakai dengan mencabut peralatan elektronik dari setop kontak. Selanjutnya pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang aman dan tidak terjangkau air.

“Selain itu, apabila terlihat potensi gangguan atau ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya, masyarakat dapat melaporkan serta meminta penghentian pasokan tenaga listrik sementara,” kata Edyansyah pula.

Guna mencegah potensi bahaya atau gangguan kelistrikan yang lebih luas, masyarakat dapat segera melapor ke PLN melalui berbagai kanal yang telah disediakan.

“Segera lakukan langkah tersebut agar terhindar dari potensi bahaya listrik. Sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir karena air merupakan konduktor yang kuat,” ujar Edyansyah. (ant)

NTB akan Kembangkan Pinang, Incar Pasar Timur Indonesia

0
NTB akan Kembangkan Pinang

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mendorong pengembangan budidaya pinang sebagai komoditas unggulan baru. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pasar besar sekaligus meningkatkan produktivitas lahan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhammad Riadi, di Mataram, Senin, 10 November 2025 mengatakan selama ini pinang di NTB belum dibudidayakan secara serius.

“Selama ini pinang di NTB itu hanya ditebang untuk diambil batangnya, tapi budidayanya tidak pernah dilakukan,” ujarnya.

Riadi mengungkapkan, inisiatif pengembangan pinang ini berawal dari hasil Pertemuan Gubernur NTB (Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal), Gubernur NTT (Melki Laka Lena ), dan Gubernur Bali (Wayan Koster) baru-baru ini.

Ia menyebut, kebutuhan pinang di kawasan Indonesia Timur sangat besar, dan sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.

“Setiap tahun, NTT mendatangkan pinang dari luar daerah dengan nilai mencapai Rp700 miliar. Ini pasar yang luar biasa besar,” jelasnya.

Menurutnya, jika NTB mampu memenuhi sebagian kebutuhan tersebut, dampaknya akan sangat positif bagi perekonomian daerah.

“Kalau kita bisa suplai setengahnya saja dari NTB, itu sudah sangat besar nilainya. Apalagi kalau bisa penuhi semua,” katanya optimistis.

Terkait lokasi pengembangan, Riadi menjelaskan bahwa hampir semua kabupaten di NTB memiliki potensi untuk tanaman pinang. Namun, sejauh ini populasi terbanyak ada di Kabupaten Bima.

 “Dulu pinang banyak di Lombok Tengah dan Lombok Timur, tapi karena ditebang terus, jumlahnya berkurang. Sekarang kita dorong perbanyakan kembali,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta dalam APBD 2026 untuk kegiatan pembibitan pinang.

“Dana ini digunakan untuk perbanyakan bibit. Setelah bibit siap, akan kami bagikan kepada masyarakat yang berminat menanam secara gratis,” jelas Riadi.

Ia juga menyampaikan ide kreatif memanfaatkan lahan sepanjang jalan dengan menanam pohon pinang.

“Daripada hanya tanaman hias, lebih baik ditanami pinang. Selain indah, juga produktif karena menghasilkan buah,” tambahnya.

Program pengembangan pinang ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.

“NTT selama ini datangkan dari lampung, Bengkulu atau Sumatera, kita mau ambil pasar itu. Cuma tidak bisa jangka pendek manfaatnya, 3,5 tahun berbuah baru bisa dapat hasil. Tapi pokoknya tanam pinang aja dulu,” ujarnya.

“Ada pengusaha kita yang ngirim ke NTT, dari Sukamulya dan Masbagek, dia beli dari Lampung kemudian kirim ke NTT. Makanya kita kembangkan. Kita akan kasih bibit gratis kepada masyarakat. Yang penting tanam saja. Semua daerah cocok, yang penting ada air,” tambah Riadi.

untuk diketahui, pengembangan budidaya pinang telah terbukti menjanjikan di berbagai daerah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Jambi. Indonesia merupakan salah satu produsen pinang terbesar dunia, terutama varietas pinang kampung dan pinang betara.

Kementerian Pertanian RI telah memasukkan pinang sebagai komoditas strategis ekspor, terutama ke India, Pakistan, Bangladesh, Singapura, dan Timur Tengah. Pinang dapat ditanam di berbagai tipe lahan, termasuk dataran rendah–menengah, dan mulai berbuah pada usia 3–4 tahun. Harga pinang kering relatif stabil dan memiliki pasar global berkelanjutan, sehingga cocok sebagai komoditas unggulan daerah.(bul)

Mengenal Prof. Muhamad Ali, Ph.D. “Kuda Hitam” Calon Rektor Unram

0
Prof. Muhamad Ali, Ph.D

Mataram (ekbisntb.com) — Prof. Muhamad Ali, Ph.D., adalah salah satu sosok akademisi terkemuka NTB. Ia adalah salah satu calon potensial Rektor Universitas Mataram (Unram). Prof. Ali yang sudah menjadi pendaftar ketiga calon Rektor Unram, Senin, 10 November 2025 ini dikenal sebagai ilmuwan bioteknologi yang produktif, pemimpin akademik visioner, serta tokoh yang aktif dalam pengembangan riset dan kolaborasi internasional.

Latar Belakang dan Pendidikan

Lahir di Tanjah-Anjah, Lombok Timur, pada 27 Juli 1972, Prof. Ali menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan Universitas Mataram (1991–1996). Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Institut Pertanian Bogor (1996–1998).
Karier akademiknya berlanjut ke Jepang, tempat ia meraih gelar doktor di Nagoya University pada 2002–2006 dan menjalani dua post-doctoral fellowship di Toyama University (2011–2012) dan Nagoya University (2014–2015).

Bidang risetnya mencakup bioteknologi molekuler, rekayasa antibodi, probiotik, hingga pengembangan pakan ternak.

Karier Akademik & Kepemimpinan di Unram

Prof. Ali adalah Guru Besar Fakultas Peternakan sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (2022–sekarang).

Sebelumnya, ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain:

  • Ketua LPPM Unram (2017–2022)
  • Ketua Tim Merdeka Belajar–Kampus Merdeka – Indikator Kinerja Utama (2022–sekarang)
  • Ketua Laboratorium Mikrobiologi Fapet (2008–2010)
  • Ketua Tim Penyusun Renstra Fapet (2011)
  • Sekretaris Tim Perencanaan SP4 Unram (2010–2012)

Selain itu, Prof. Ali aktif dalam Dewan Riset Daerah (DRD) NTB sebagai sekretaris (2011–2015) dan wakil sekretaris (2007–2011).

Riset & Publikasi

Sebagai peneliti, Prof. Ali sangat produktif. Ia telah memimpin lebih dari 15 penelitian strategis, termasuk pengembangan probiotik unggas, produksi antibodi untuk diagnostik, hingga riset bioteknologi protein sel tunggal sebagai pakan ternak.

Dalam lima tahun terakhir, ia membukukan puluhan publikasi nasional dan internasional pada berbagai jurnal bereputasi, mencakup bidang bioteknologi, mikrobiologi, nutrisi ternak, dan akuakultur.

Jejaring Kolaborasi Internasional

Prof. Ali memiliki jaringan riset global yang luas, antara lain bersama institusi di:

  • Jepang (Nagoya University, Toyama University)
  • Italia (Universita di Pisa)
  • Turki (Ege University)
  • Yunani (National Technical University of Athens)
  • Australia (Charles Darwin University, University of Queensland)
  • Filipina

Kolaborasi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset global di bidang teknologi kulit ramah lingkungan, pengembangan probiotik, dan riset peternakan berkelanjutan.

Kontribusi Kebijakan Publik

Selain aktif meneliti, Prof. Ali juga terlibat dalam merancang berbagai kebijakan strategis daerah, termasuk:

  • Tim Penyusun RPJP Unram 2026–2050
  • Master Plan Pengembangan Peternakan NTB
  • JAKSTRADA IPTEK NTB
  • Roadmap Penelitian Unram
  • Master Plan Meat Business Center NTB
  • Perdes pengelolaan wilayah pesisir Sumbawa

Karya kebijakannya menjadi rujukan strategis untuk pengembangan kelembagaan, riset, hingga pembangunan sektor peternakan.

Kiprah Pengabdian kepada Masyarakat

Lebih dari 15 program pengabdian masyarakat telah diinisiasinya, mulai dari peningkatan kualitas pakan, teknologi probiotik, produksi biogas, hingga peningkatan produktivitas peternak lokal.
Baru-baru ini, ia memimpin program transformasi industri penyamakan kulit berbasis teknologi ramah lingkungan.

Penghargaan & Rekognisi

Komitmen riset dan kontribusinya mengantarkan Prof. Ali meraih berbagai penghargaan prestisius, di antaranya:

  • Young Researcher Award – Japan Society of Bioscience and Bioengineering (2005)
  • The Best Indonesia Young Scientist – Kemenristek & Kalbe Farma (2010)
  • 2nd Prize IJ Biotech Award – UGM (2009)
  • Dosen Berprestasi I Universitas Mataram (2009)
  • Satya Lencana XX — Presiden RI (2019)

Jaringan Organisasi

Prof. Ali juga aktif dalam organisasi profesional, di antaranya:

  • ISPI NTB – Dewan Pengawas
  • Perkumpulan Akademisi & Saintis Indonesia NTB – Dewan Penasihat
  • HKTI NTB – Ketua Dewan Pakar
  • ICMI NTB – Wakil Ketua
  • ELEGTEC ERASMUS Consortium – Anggota

Visi Kepemimpinan

Dengan rekam jejak internasional, kemampuan manajerial, dan jaringan riset yang luas, Prof. Ali dipandang sebagai figur yang mampu membawa Universitas Mataram menuju universitas kelas dunia berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi global.

Riwayat akademik dan kepemimpinan Prof. Muhamad Ali, Ph.D, menunjukkan kematangan dan kapasitasnya sebagai calon pemimpin universitas. Dengan perpaduan kompetensi ilmiah, jejaring luas, dan kontribusi berkelanjutan di wilayah NTB, ia menjadi salah satu figur kuat dalam kontestasi Rektor Unram periode mendatang.(bul)