Home Blog Page 1030

Developer di NTB Berinvestasi Mencapai Rp1 Triliunan Setahun

0
Properti perumahan yang sedang dalam proses pembangunan(Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Sektor property di Provinsi NTB memberikan andil investasi mencapai Rp1 triliunan setiap tahun. Semestinya, sektor ini mendapatkan kemudahan-kemudahan khusus dari pemerintah di daerah.

Ketua Real Etstate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto merinci, dalam setahun, pengembang di Provinsi NTB membangun rumah subsidi 5.000 unit, hingga 6.000 unit. Jika dihitung komponen – komponen rumah subsidi, totalnya sebesar Rp140 jutaan, nilainya sudah mencapai Rp840 miliar. Belum termasuk rumah-rumah subsidi yang dibangun dengan harga ratusan juta per unit.

“Setiap tahun investasi pengembang itu sebesar Rp1 triliunan lho untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” kata Heri Susanto.

Belum dihitung ekonomi ikutannya jika dibangun komplek perumahan. Menghidupkan kawasan sekitar perumahan. Membuka lapangan pekerjaan baru selama pembangunan konstruksi.

“Membanguun rumah itu murni menggunakan tenaga manusia. Tidak pakai mesin-mesin. Sehingga efek ekonominya langsung diterima masyarakat,” ujarnya.

Belum termasuk penciptaan lapangan pekerja untuk kebutuhan tenaga asisten rumah tangga, petugas penataan kawasan, petugas kebersihan, laundry, lahan baru bagi usaha keliling seperti pedagang sayur. Mendorong pembangunan ikutan seperti sekolah, dan fasilitas pendukung lainnya.

Heri Susanto menambahkan, membangun kawasan perumahan juga dapat mendorong pendapatan daerah. misalnya dari penerimaan pajak. jika dalam satu hektar dulunya bayar pajak hanya 1,5 juta, dengan membangun rumah sekitar 100 unit dalam satu hektar, nilai PBBnya akan naik menjadi berlipat-lipat.

“Itu karakter investasi perumahan. Kami tanpa diundang lho, investasinya sudah sebesar itu. Dan itu sepertinya ndak pernah dihitung, ndak dimasukkan dalam realisasi investasi,” katanya.

Padahal, disisi lain, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran tidak kecil untuk mendorong investasi masuk. Anggaran promosi, biaya perjalanan dinas pejabat, dan lobi-lobi di dalam negeri, hingga luar negeri.

“Kami, tanpa diundangpun sudah berinvestasi sebesar itu. Coba dah, bandingkan, Pj. Gubernur (Lalu Gita Ariadi) adalah mantan kepala dinas penanaman modal dan investasi NTB, enam bulan ini menjabat sudah berapa banyak investasi masuk dan realisasi,” katanya.

Karena itu, sewajarnyalah para pengembang mendapatkan kemudahan melaksanakan usahanya di daerah. izin-izin agar tidak dipermudah. Mendapat jaminan kondusifitas berinvestasi. Diberikan kebijakan yang tidak abu-abu untuk membangun kawasan.

“Kalau ada pertemuan membahas RT RW, mestinya kami juga diundang. Jangan kami diberikan peta jadi, tapi kadang-kadang peta itu abu abu. Sehingga pas pengembang membangun, terjadi ribut-ribut dan bahkan penolakan. Padahal izin sudah ada. Itu kita harapkan,” jelas Heri Susanto.

Selain itu, pengembang juga berharap ada insentif dari pemerintah untuk BPHTB. Sehingga komponen nilai yang diterima masyarakat / konsumen perumahan juga tidak besar. sehingga sektor property tetap bertumbuh.(bul)

Bulog Langsung Beli Jagung Petani Sesuai HAP

0
Jagung yang telah di panen dan telah melalui tahap pengeringan (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Perum Bulog Wilayah NTB sudah melakukan pembelian jagung dalam beberapa waktu terakhir untuk mengamankan harga tidak anjlok.

Harga pembelian juga disesuaikan dengan standar harga terbaru yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Dengan terbitnya Surat Badan Pangan Nasional No 136. Bulog langsung membeli harga jagung sesuai fleksibilitas sebesar Rp5.000 perkilo,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma.

Ditegaskannya kembali, sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) terbaru, Bulog membeli dengan harga hingga Rp5.000/Kg. Dengan ketentuan kadar air maksimal 15 persen. Sampai saat ini, Perum Bulog Wilayah NTB sudah menyerap sebanyak 4.000 ton jagung hasil panen petani, khususnya di Pulau Sumbawa.

Manager Komersil Bulog NTB, Sawaludin Susanto menambahkan, harga pembelian Bulog ini sudah lebih tinggi dibanding harga pembelian swasta. Bedasarkan fakta lapangan, swasta melakukan pembelian jagung petani dengan harga Rp4.300/Kg, per tanggal 22 April 2024.

Karena itu, dengan harga acuan pembelian pemerintah yang digunakan sebagai standar harga oleh Perum Bulog, diharapkan swasta juga membeli dengan harga minimal sama dengan harga beli Bulog.

Menurut Susanto, sebetulnya harga yang diterima petani sudah cukup ideal. Jika dihituung-hitung, harga pembelian dengan harga pembelian Rp4.200/Kg, jika produksi dalam satu hektar sebesar delapan ton, nilai produksinya menjadi sebesar Rp29 juta.

Jika dikurangi dengan biaya produksi sebesar Rp16 juta perhektar, masih ada selisih keuntungan sebesar Rp13 juta.

“Petani sebenarnya masih untung,” imbuhnya.

Kendati demikian, Bulog sebagai salah satu instumen pemerintah untuk menjaga kondusifitas harga, menurut Susanto, Bulog akan tetap melakukan pembelian sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.(bul)

Program NTB “Belondong”, UMKM: Belum Ada Pesanan, Tidak Ada Perubahan Volume Penjualan Kain Tenun

0
Foto : Pj. Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi beserta jajaran Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok barat saat peluncuran program Jumat Salam dan Jumat Belondong bertempat di Wisata Melon Desa Kebun Ayu, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 27 Oktober 2023 lalu. (foto : Biro Adpim NTB)

Mataram (Ekbis NTB) – Sudah lebih dari satu semester program “belondong” diluncurkan oleh Pj. Gubernur NTB, Drs. Lalu. Gita Ariadi, M. Si pasca dilantik mengisi kekosongan kepemimpinan di NTB selama masa transisi hingga adanya gubernur definitive.

Program ini diakui pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum dirasakan. Meskipun, niat program belondong adalah untuk mendorong eksistensi UMKM penenun, dan menjaga kearifan lokal.

Sebagaimana diketahui, Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melaunching program Jumat Salam (Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat) dan Jumat Belondong bertempat di Wisata Melon Desa Kebun Ayu, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 27 Oktober 2023 lalu.

Jumat Belondong merupakan program untuk memberdayakan UMKM lokal dan Penenun Lokal yang tersebar disemua wilayah NTB. Melalui program ini, semua pejabat dan ASN lingkup Pemprov NTB setiap juumat menggunakan kain tenun saat menjumpai masyarakat di desa-desa.

Melalui Program Jumat Salam dan Jumat Belondong, diharapkan dapat menggerakkan ekonomi desa. Jumat Belondong atau yang bermakna Bersarung, diharapkan akan semakin banyak penenun atau pengrajin yang bisa memproduksi sarung tenun NTB.

Maliki, pemilik Sentosa Sasak Tenun Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, salah satu UMKM tenun besar di NTB mengatakan, program belondong pernah didengar. Ditindaklanjuti oleh OPD terkait di lingkup Pemprov NTB dengan mengumpulkan seluruh UMKM tenun. Saat itu, UMKM tenun sangat berharap ada pesanan borongan sebagai tindak lanjut program belondong.

“Syaratnya ketat, kita harus masuk e-katalog. UMKM harus punya NIB, komponen dalam negerinya harus sesuai standar. Masuk ke OSS. Dan harga yang diharapkan juga belum sebanding dengan harga produksi kain tenun Pringgasela,” kata Maliki, Minggu 28 April 2024.

Selain itu, harga yang diminta juga tidak sebanding dengan harga produksi kain londong Pringgasela yang ukurannya lebih panjang, dan lebih lebar. Untuk masuk ke OSS, harga maksimal satu lembar kain londong Rp350.000.

Sementara, harga penjualan kain londong Pringgasela maksimal Rp450 ribu untuk pewarna tekstil dan Rp750 ribu untuk kain pewarna alam.

Menurut Maliki, sejak program belondong diluncurkan. Tidak ada pesanan dalam jumlah besar, khususnya dari Pemprov NTB.

“Ada yang belanja-belanja dari Pemprov NTB dan Lombok Timur. Untuk penggunaan harian. Tapi tidak banyak. Kemarin yang banyak pesanan saat puasa dan jelang lebaran,” ujarnya.

“Menurut teman teman UMKM juga belum ada pesanan borongan. Untuk masuk e-katalog juga belum bisa. Mudah-mudahan sih besok atau lusa ada pesanan dalam jumlah banyak. Tapi kami dari UMKM tetap produksi seperti biasa untuk penjualan seperti biasanya,” demikian Maliki.

Terpisah, Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani.,M.Si menegaskan, program belondong tetap jalan yang disandingkan dengan Jumat Salam.

“Tradisi jumatan masyarakat kita yang mayoritas belondong jika menjalankan sholat jumat.Kain atau londong yang kita kenakan menggunakan kain londong yang dihasilkan para perajin tenun khas Lombok, Sumbawa, Bima dan Dompu. Sehingga diharapkan gerakan Bela Beli produk lokal lebih masif sebagai gerakan nyata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.(bul)

Penyesuaian HPP Jagung Jadi Rp5 Ribu, Kemungkinan Berat Disetujui

0
Baiq Nelly Yuniarti (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Provinsi NTB menyebut usulan penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditi jagung dari Rp4.200 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram dengan kadar air 15 persen yang dilayangkan Pemerintah Kabupaten Bima dan Dompu kepada pemerintah pusat kemungkinan berat disetujui.

“Tuntutan itu berat kayak-nya, karena kita lihat jagung ini bahan baku sehingga perlu kita lihat komoditi lainnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nelly Yuniarti di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, alasan kenapa permintaan menaikkan HPP jagung dari yang sekarang Rp4.200 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram kemungkinan sulit terwujud untuk saat ini. Satu di antaranya, jagung merupakan bahan baku utama untuk pakan ternak.

“Untuk menaikkan HPP ini harus hati-hati karena dampaknya ke produk yang lain. HPP naik otomatis pakan naik, kalau pakan naik telur naik, daging juga ikut naik sehingga kita harus menjaga ini. Makanya perlu ada solusi atau alternatif lain untuk petani kita yang ada di Bima dan Dompu,” ujarnya.

Nelly menyatakan, pihaknya sudah membuat simulasi terkait HPP jagung dengan harga Rp4.200 per kilogram dan kadar air 15 persen. Dari beberapa hasil simulasi yang dilakukan, ternyata dengan HPP Rp4.200 per kilogram dan kadar air 15 persen, petani sebetulnya masih dapat untung.

“Kami sudah mensimulasikan, misalkan dalam 1 hektar menghasilkan 7 ton jagung dengan biaya operasional atau biaya produksi sekitar Rp15 juta yang dikeluarkan petani. Jadi kita hitung-hitung, itu bisa masuk Rp25 juta bersih yang didapat petani,” ujar Nelly menyikapi anjlok-nya harga jagung di Kabupaten Bima dan Dompu.

Ia mengakui sudah turun ke lapangan pada saat HUT Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu. Disana pihaknya bertemu dengan petani dan pelaku usaha jagung. Terungkap anjlok-nya harga jagung di Bima dan Dompu, disebabkan para petani disana menjual hasil jagungnya kepada tengkulak dengan harga jauh di bawah HPP.

“Jadi kenapa ini bisa terjadi, karena pada saat petani memanen bertepatan dengan libur. Di mana ketika itu bertepatan libur Lebaran 10 hari, pabrik-pabrik penampung libur (tutup). Tanaman jagung ini berada di gunung-gunung otomatis barang turun dan langsung ke pabrik-pabrik. Tapi pabrik tutup, sehingga mau tidak mau petani kita menjual jagung ke tengkulak. Kenapa tengkulak mengambil harga jauh di bawah HPP karena mereka juga memperhitungkan lagi transportasi untuk mengangkut jagung,” ucapnya.

“Lain lagi kasusnya dengan petani di Pulau Lombok. Tanaman jagung banyak di tanaman di daerah yang datar. Kalau di Dompu dan Bima rata-rata semua jagungnya di tanam di gunung. Ini yang membuat kasusnya agak sedikit berbeda, sehingga kenapa yang selalu meminta menaikkan HPP petani di Dompu dan Bima. Sedangkan Sumbawa dan Lombok karena biayanya tidak terlalu besar, maka HPP Rp4.200 itu masih masuk hitungan mereka,” kata Nelly menambahkan.

Oleh karena itu, lanjut dia, untuk mengatasi persoalan ini perlu ada solusi atau alternatif lain untuk petani di Bima dan Dompu, terutama yang menanam jagung di gunung-gunung tersebut bisa tetap bertahan setelah tiga bulan panen. Salah satu solusinya para petani setempat bisa menanam komoditi lain selain jagung. Karena mereka yang menanam di atas gunung-gunung ini tergantung sekali dengan cuaca.

“Bayangkan kalau sekali panen dipakai hidup 1 tahun, tapi itu tidak mungkin. Sementara petani yang di daratan bisa menanam komoditi lain. Ini yang perlu dirembukkan bersama pemerintah khususnya Dinas Pertanian dan pihak terkait bagaimana petani kita yang menanam di atas gunung bisa menanam komoditi lain,” ucap Nelly.

Namun demikian terlepas dari persoalan tersebut, pemerintah melalui Bulog saat ini sudah bergerak membeli jagung petani di Bima dan Dompu sesuai HPP Rp4.200 per kilogram, bahkan harganya pun dibeli melebihi HPP.

“Jadi pemerintah sudah turun ya, melalui Bulog dan pelaku industri untuk membeli jagung petani sesuai HPP dan kadar air 15 persen. Bahkan kadar air 17 persen pun di ambil oleh Bulog. Jadi pada intinya jangan kita saling menyalahkan. Karena pemerintah sudah berusaha dengan membeli jagung petani,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bima dan Dompu, mengusulkan penyesuaian HPP untuk komoditi jagung sebesar Rp5.000 per kilogram kepada pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Kami mengusulkan kepada Bapanas yang diwakili Direktur Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan, agar segera melakukan penyesuaian harga jagung menjadi Rp 5.000 per kilogram,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Suwandi.

Ia mengatakan usulan penyesuaian harga jagung ini sesuai surat Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri per 16 April 2024 tentang Permohonan Penanganan Harga dan Serapan Jagung di Kabupaten Bima.

“Selain itu, meminta agar Bulog Bima menyerap jagung petani di Kabupaten Bima. Bahkan Pemkab Bima menurunkan tim untuk mengawasi penyerapan dan kadar air jagung petani menyusul anjlok-nya harga jagung,” katanya. (ant)

Butuh Belasan Miliar untuk Tangani Sampah di Sumbawa

0
Abdul Malik (EkbisNTB/ils)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Sumbawa, membutuhkan anggaran sekitar Rp15 Miliar untuk menangani permasalahan sampah yang hingga saat ini belum optimal terutama kaitannya dengan ketersediaan armada.

“Jadi,  anggaran tersebut kita butuhkan untuk peremajaan sarana untuk penanganan sampah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” kata Kadis LH kepada Suara NTB, melalui Kabid Pengolahan Sampah dan limbah B3, Abdul Malik, Jumat 26 April 2024.

Kebutuhan anggaran itu dianggap sangat penting dilakukan, terutama untuk pengadaan alat pengangkut sampah. Sebab yang beroperasi saat ini hanya 11 unit truk dan empat ambrol sementara sisanya dalam kondisi rusak.

“Jadi, kalau segi ketersediaan armada kita sangat kurang, kita juga sudah mengusulkan penambahan armada baru dan baru terealisasi satu unit di tahun 2023,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk kebutuhan dalam kota dibutuhkan sekitar 45 unit truk. Apalagi penanganan khusus dalam kota melayani beberapa kecamatan yakni Utan, Rhee, Sumbawa, Plampang serta sampah yang berada di pasar.

“Tentu dengan armada yang kita miliki, kami sangat terbatas sehingga penanganan yang dilakukan belum maksimal,” ucapnya.

Tentu dalam memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya sudah mengusulkan anggaran ke Pemerintah, sejumlah perusahaan dan pemerintah pusat. Namun hingga saat ini belum sepenuhnya terealisasi karena anggaran yang dimiliki juga terbatas.

“Jadi, untuk pengusulan tambahan armada sudah sering kita lakukan ke Pemerintah, namun untuk realisasinya belum maksimal,” ucapnya.

Bahkan untuk tahun 2024, pihaknya hanya menerima dua unit saja, yakni satu unit truk dan satu unit ambrol. Kendati demikian, pihaknya sangat bersyukur karena bisa mengurangi beban armada yang dimiliki saat ini.

“Tahun ini kita diberikan dua unit kendaraan untuk penanganan sampah, kami juga terus berupaya untuk melobi perusahaan agar bisa menambah kebutuhan armada itu,” tambahnya.

Sebenarnya anggaran untuk peremajaan armada sampah ini sudah sering diusulkan. Karena jumlah yang dimiliki saat ini masih minim, apalagi kondisi armada pengangkut sampah sangat memprihatinkan.

“Kita sangat berharap supaya armada ini bisa diremajakan, karena kondisinya sangat tidak layak dan juga sudah sering mengalami gangguan mesin,” tandasnya. (ils)

Bulog Baru Serap 6000 Ton Beras dari Petani di Awal Musim Panen

0
Zuhri Hanafi (EkbisNTB/dok)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sumbawa, baru melakukan penyerapan beras sebesar 6000 ton dari target tahun 2024 sebesar 18.000 ton.

“Memang serapan kita masih cukup rendah target, tetapi kami tetap optimis untuk mencapai target tersebut hingga akhir tahun,” kata pimpinan cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kenapa wartawan, Jumat 26 April 2024.

Penyerapan beras sebesar 18.000 ton tersebut nantinya akan dijadikan sebagai beras cadangan pangan pemerintah. Beras Pemerintah nantinya bisa dikeluarkan ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan salah satunya bencana alam.

“Penyerapan gabah setara beras itu dilakukan untuk kebutuhan cadangan pangan pemerintah dalam rentan waktu satu tahun,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk harga beras yang diterima digudang Bulog senilai Rp11.000 perkilo gramnya. Sementara untuk gabah dihargai sebesar Rp7.500 perkilo gramnya dengan kadar air 17 persen supaya rusak saat disimpan di gudang nantinya.

“Harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah termasuk kualitasnya, karena diperuntukkan untuk beras cadangan pemerintah,” sebutnya.

Dia pun menyakinkan target serapan tersebut pasti bisa tercapai karena capaian 6000 ton itu merupakan realisasi dalam rentan waktu satu bulan. Nanti di bulan Mei baru akan dilakukan penyerapan secara full, bahkan tim juga akan intens turun ke petani.

“Panen kan baru mulai dan kami optimis target tersebut bisa tercapai. Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk penyerapan juga masih sangat panjang, sehingga target tersebut pasti bisa tercapai,” tandasnya. (ils)

Antisipasi Event MotoGP, Pemerintah akan Subsidi Harga Tiket dan Tambah ‘’Flight’’ ke Lombok

0
Foto : Sandiaga Salahuddin Uno (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Mahalnya harga tiket pesawat menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Pasalnya, dinilai harga tiket ini membebani masyarakat terutama pengguna jasa. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat wacanakan subsidi harga tiket penerbangan ke Bandara Lombok. Selain itu, pemerintah akan menambah jumlah penerbangan.

Dengan penambahan rute penerbangan tersebut, harga tiket pesawat akan jauh lebih terjangkau untuk masyarakat. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pemasaran terpadu menjelang event MotoGP.”Saya baru dari Jakarta kesini (Lombok red), semua mengeluhkan harga tiket pesawat yang sangat membebani masyarakat,”kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) H. Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung ke Lobar, Jumat 26 April 2024.

Dikatakan, pemerintah juga mengupayakan bagiamana menambah jumlah penerbangan dari dan ke Lombok atau dalam negeri. Sehingga ketersediaan kursi akan semakin banyak jelang MotoGP. “Pesawat harus ditambah dan jumlah penerbangan. Tapi ini sedang dalam proses tahun ini,” katanya.

Disamping itu,  pihaknya melakukan kegiatan pemasaran terpadu MotoGP.  Sehingga harga tiket pesawat jauh lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia yang akan menyaksikan perhelatan balapan Dunia tersebut di Sirkuit Internasional Mandalika. Rencananya MotoGP akan diadakan bulan Oktober mendatang. “Ini nanti bisa dirasakan dampaknya langsung bagi masyarakat yang akan menonton langsung MotoGP Oktober 2024,” katanya.

Sandi menuturkan keberadaan Sirkuit Mandalika yang beberapa kali menyelenggarakan event besar dunia harus diberikan perhatian khusus. Maka Kemenparekraf mau tidak mau harus menambah rute penerbangan.”Dan konsepnya dengan kolaborasi. Tiket pesawat ini menjadi keluhan. Maka kami memang harus subsidi hingga event (di Mandalika) tersebut dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.(her)

Pengiriman Sapi ke Luar Daerah, Disnakeswan Minta Pelaku Usaha Patuhi Jadwal

0
Muhammad Riadi (Ekbis NTB/ham)

Mataram (Ekbis NTB) – Hari Raya Idul Adha sebentar lagi tiba. Permintaan hewan kurban khususnya sapi dari NTB ke beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi. Tingginya permintaan hewan kurban ini dibarengi dengan banyaknya pengiriman yang tentunya membutuhkan pengaturan, sehingga tidak terjadi permasalahan di Pelabuhan Gili Mas, seperti tahun lalu.

Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) mengundang jajaran pemerintah kabupaten/kota dan juga pengusaha membahas mengenai mekanisme pengiriman ternak ke luar daerah.

*Tahun kemarin itu dijadikan pelajaran. Makanya kita kumpulkan stakeholder di sini, supaya tidak terulang tahun 2023. Tapi kita mulai dahulu dari hulunya, terutama yang paling besar mengirim ternak sapi ke luar daerah itu adalah dari Kabupaten Bima. Kabupaten Bima sudah mengeluarkan jadwal dan kami minta pihak asosiasi mematuhi jadwal pengiriman ternak, sehingga tidak menumpuk di pelabuhan seperti tahun kemarin,” ungkap Kepala Disnakeswan Provinsi NTB Mohammad Riadi usai rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait pengiriman ternak ke luar NTB di Kantor Gubernur NTB, Jumat 26 April 2024.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini menyebut, jika kapasitas angkut kapal dan pelabuhan terbatas. Apalagi Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, merupakan pelabuhan wisata dan bukan pelabuhan ternak. Atas kondisi ini, pihaknya meminta agar asosiasi pengusaha yang mengirim ternak ke luar daerah mematuhi jadwal yang sudah ditentukan.

*Seperti yang saya sampaikan untuk tahun depan, pihak asosiasi disuruh menyewa kapal untuk pengangkutannya. Dan untuk sewa kapal dari Kabupaten Bima nanti langsung ke Jabodetabek. Kalau pengusaha sapi di Pulau lombok ini sudah menyewa kapal untuk dibawa ke beberapa daerah ke pemesan di Kalimantan dan Sulawesi,” terangnya.

Diakuinya, sekarang ini pengusaha dari  Kabupaten Bima lebih nyaman menggunakan tronton dalam membawa sapi yang akan dikirim ke luar daerah. Pengiriman menggunakan tronton ini tentu saja membutuhkan koordinasi lintas sektoral, seperti dari pengusaha kapal, karantina, polisi pelabuhan, Dinas Perhubungan dan lainnya dalam membawa sapi ini, sehingga sampai tujuan.

Sementara jika melakukan sewa kapal dengan membawa langsung dari Kabupaten Bima menuju daerah tujuan di Pulau Jawa, maka akan lebih efisien dan biaya perjalanan bisa ditanggung bersama.

“Ini perlu kita dudukkan bersama para pelaku usaha. Misal kapasitas angkut kapal 500 ekor, sewanya berapa, dan bisa dikeroyok bersama dan tidak lagi bicara seperti ini. Sudah selesai. Tinggal itu kita fasilitasi nanti. Kita pertemukan sama ownershipnya dengan asosiasi,” tambahnya.

Mengenai kuota pengiriman sapi ke luar daerah cukup besar. Sebagai contoh dari Kabupaten Bima sekitar 16.000. Namun, sekarang ini sudah keluar sekitar 10.000 ekor dan tersisa 5 ribu ekor lebih. Sejak Idul Fitri sudah banyak yang diberangkatkanke Jabodetabek, sehingga sekarang ini tidak lagi terjadi penumpukan di Pelabuhan Gili Mas.

“Makanya penumpukan kecil kemungkinan terjadi kalau disiplin pelaku usaha mengirim ternak ke luar daerah sesuai jadwal,” terangnya.

Riadi menyebut, Pemprov NTB menetapkan kuota hewan kurban sebanyak 54.900 ekor yang dikirim ke luar daerah pada 2024. Dalam hal ini, pihaknya menegaskan tidak ada tambahan kuota lagi, meskipun ada permintaan dari pengusaha yang akan mengirim sapi potong untuk kebutuhan hewan kurban ke luar NTB.

“Tidak ada tambahan kuota hewan kurban. Karena kuota yang kita terbitkan itu adalah kuota maksimal. Makanya kita nggak bisa lagi memberikan tambahan kuota lagi,” tegasnya. (ham)

Kemenparekraf Dukung Pemulihan Pariwisata Lobar

0
KETERANGAN: Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Pj. Bupati Lombok Barat Ilham (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendukung pemulihan pariwisata di Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja di Mataram, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya mendukung pemulihan pariwisata di Lombok Barat melalui kegiatan berskala nasional hingga internasional.

“Beberapa festival kami arahkan agar dihidupkan kembali, seperti Senggigi Reborn, Sunset Jazz, ajang olahraga ‘An Ironman Triathlon’. Mungkin nanti juga ada festival fesyen di pasar seni, itu semua kami hidupkan agar menarik geliat pariwisata di Lombok Barat,” kata Sandiaga.

Dia mengakui bahwa aktivitas pariwisata di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Lombok Barat sempat mengalami penurunan dampak pandemi Covid-19.

“Kini kita semua sedang bangkit dan kita sama-sama hidupkan kembali dengan semangat untuk saling mendukung,” ujarnya.

Sandiaga melirik salah satu peluang kegiatan yang dapat mendukung hidupnya dunia pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, yakni Festival Senggigi Reborn. “Saya dukung Senggigi Reborn ini. Semoga punya semangat untuk sama-sama mendukung,” ucap dia.

Dia mengatakan bahwa kawasan wisata Senggigi di Kabupaten Lombok Barat punya nama yang mampu menjual di sektor pariwisata. Sandiaga tidak memungkiri nama Senggigi sudah dikenal oleh sebagian besar wisatawan mancanegara.

“Jadi, tidak hanya Mandalika saja yang hidup, Senggigi melalui Senggigi Reborn, Senggigi Jazz kami coba untuk bisa menarik kunjungan wisatawan,” katanya.

Dia juga memberikan saran adanya penjualan paket wisata, melihat jarak Senggigi dengan wisata lainnya di Kabupaten Lombok Barat seperti Loang Baloq yang ada di Kota Mataram bisa dipadukan.

“Bisa mengangkat kearifan lokalnya, adat istiadat desa wisata juga dari Senggigi dan yang ada di Mataram. Nanti mungkin bisa dibuat paket wisata dengan nama Cari Jodoh,” ucap Sandiaga.

Sandiaga dalam kunjungan kerja ke NTB juga mendorong semua pihak agar mengembangkan ekonomi kreatif dari para pelaku UMKM melalui beragam inovasi dan kreasi. Sandiaga mendukung Kabupaten Lombok Barat untuk kembali masuk dalam nominasi sebagai kabupaten kreatif yang ada dalam program Kemenparekraf.

Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif sejalan dengan upaya membangkitkan kembali dunia pariwisata di Kabupaten Lombok Barat.

“Dengan mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif UMKM, tentu dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja. Karena kalau dilihat, produk yang ada sangat beragam. Mulai dari dari kuliner, fesyen dan seni pertunjukan,” ujarnya. (ant)

PLN Sambut Kehadiran Peserta EV Journey Experience

0
PESERTA - Peserta EV Journey Experience mengikuti acara Mandalika EV Experience Chapter II (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Sebanyak 27 peserta EV Journey Experience melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Mandalika, Lombok, NTB untuk mengikuti acara Mandalika EV Experience Chapter II 24 April 2024. Pada perjalanan ini, para peserta mengendarai mobil listrik dari 6 merek berbeda.

Dalam perjalanannya, para peserta melewati 7 checkpoint dan 75 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di sepanjang rute perjalanan yang merupakan kolaborasi dari enam ATPM Mobil EV, yaitu Neta, Chery, Wuling, Hyundai, MG, dan BYD, yang menunjukkan besarnya komitmen bersama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang andal di Indonesia.

Salah satu peserta, Haidar Ahmad menyampaikan kesan positifnya terhadap penggunaan kendaraan listrik dalam perjalanan ini. Menurutnya, kehadiran banyak SPKLU yang disediakan oleh PLN membuatnya merasa tenang dan nyaman karena bisa mengisi daya di mana saja sepanjang perjalanan. Kemudahan dirasakan dengan adanya fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile, yang memungkinkan peserta untuk mengecek lokasi SPKLU terdekat sepanjang rute perjalanan.

“Penggunaan mobil listrik Jakarta ke Mandalika itu sangat menyenangkan, tenaganya enak, kemudian nyaman digunakan dan juga penggunaan SPKLU juga sangat mudah dimana sudah disupport dari PLN mobile karena ada fitur Trip Planner.” kata Haidar. “Tadi juga sudah ngetes track disini di Mandalika menggunakan EV, enak banget di track ini. Sangat stabil dan tidak ada kekhawatiran untuk menggunakan EV kedepannya. Sekarang kami sudah membuktikan bahwa berkendara menggunakan kendaraan listrik itu aman dan nyaman.” tambah Haidar.

Pada destinasi akhir perjalanan, Mandalika, Lombok, NTB, menjadi panggung bagi acara Mandalika EV Experience Chapter II yang digagas oleh PLN UIW NTB. GM PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan komitmen PLN NTB untuk terus menyediakan infrastruktur yang mendukung penyediaan energi bersih dan mobilitas ramah lingkungan.

Sudjarwo, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya, PLN sangat bangga atas kesuksesan Mandalika EV Experience Chapter II ini. Acara ini bukan hanya membawa pengalaman berharga bagi peserta untuk menjajal Sirkuit Mandalika, tetapi juga menunjukkan komitmen PLN NTB dalam mendukung transformasi energi menuju masa depan yang lebih bersih dan hijau bagi Indonesia.” kata Sudjarwo.

Pembangunan SPKLU di tahun 2024 ini akan ditambah sebanyak 15 unit dari 10 unit yang sudah tersedia saat ini. Jadi kepada para pengguna kendaraan listrik. Event Mandalika EV Experience Chapter II menjadi bukti langkah konkrit PLN NTB dalam mewujudkan transformasi energi menuju masa depan yang lebih bersih dan hijau bagi Indonesia.(bul)