Home Blog Page 1029

KSB Pertimbangkan Saham AMMAN dan Tambah Modal di Bank NTB

0
KSB Pertimbangkan Saham AMMAN dan Tambah Modal di Bank NTB (Ekbis NTB/bug)

Taliwang (Ekbis NTB) – Pada tahun 2024 ini ada dua lini investasi yang sedang dibidik pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Pertama membeli saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan kedua menambah penyertaan modal di Bank NTB Syariah.

“Ini sedang kita kaji keduanya ya. Yang mana paling bagus untuk kegiatan investasi kita,” terang Asisten Perekonomian dan Pembangunan KSB, Suhadi.

Diakui Suhadi, kedua bentuk investasi itu di atas kertas menjanjikan. Saham PT AMNT menurut dia, sejak dijual di pasar saham, nilainya terus mengalami kenaikan positif. Sementara penyertaan modal di Bank NTB Syariah, Pemda KSB memiliki target untuk menggenapinya hingga angka Rp100 miliar.

Suhadi menyebut, peluang Pemda KSB menggenapi penyetaan modal di Bank NTB Syariah sampai Rp100 miliar di tahun ini memungkinkan. Kondisi fiskal daerah yang terus menguat membuat pemerintah bisa menyediakan anggaran untuk bank milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTB itu. “(Penyertaan) modal kita di Bank NTB sekarang Rp30 miliar lebih. Jadi sekitar Rp60 miliar lagi tambahannya bisa Rp100 miliar kan,” sebutnya.

Selanjutnya mengenai pembelian saham AMMAN. Disebutkan Suhadi hal itu juga sangat terbuka dilakukan Pemda KSB. Namun demikian, pemerintah tentunya harus mempertimbangkan secara matang dalam banyak aspek.

“Yang jelas kita akan kaji keduanya mana yang paling bagus untuk kemudian kita pilih. Atau mungkin justru bisa keduanya kita jalankan,” tandas mantan kepala Dinas Pertanian KSB ini.

Sebelumnya wacana Pemda KSB berminat membeli saham PT AMMAN sempat diungkapkan bupati KSB, H. W. Musyafirin dalam pidatonya saat hari raya Idul Fitri baru-baru ini.

Sementara itu untuk penyertaan modal di Bank NTB Syariah, Pemda KSB memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Kepada PT Bank NTB Syariah. Dalam regulasi ini Pemda KSB memiliki komitmen untuk menambah modalnya di Bank NTB Syariah hingga senilai Rp100 miliar. (bug)

Luuca, Gerai Es Krim Berkualitas Kini Hadir di LEM

0
General Manager LEM Salim Abdad memberi sertifikat dan bunga kepada manajemen Luuca pada saat gerai es krim menggelar opening Sabtu 27 April 2024 kemarin.(Ekbis NTB/ris)

LUUCA, gerai es krim dengan kualitas tinggi kini hadir di lantai GF Lombok Epicentrum Mall (LEM). Pembukaan gerai Luuca berlangsung Sabtu 27 April 2024 kemarin yang dihadiri langsung oleh General Manager LEM Salim Abdad dan manajemen Luuca.

PIC Luuca Lombok Epicentrum Mall Margareta Venti Setyawati mengatakan, promo menarik di moment grand opening Luuca LEM yaitu free 100 cone untuk 100 pembeli pertama dengan minimal pembelian Rp35 ribu. Pelanggan sudah mendapat satu es krim Romeo yaitu es krim coklet dengan cone.

 “Penawaran ini berlaku dari tanggal 27  – 30 April ini,” katanya.

Menurutnya, Luuca adalah soft serve ice cream dengan tampilan mewah dan rasa premium, namun harganya ramah di kantong. Untuk varian cone, es krim Luuca dibeli mulai harga Rp8000. Ada beberapa jenis lain yang bisa dipilih oleh konsumen seperti varian rasa coklat, matcha, yogurt dan strawberry.

 “Yang paling best seller itu coklat dan yogurt,” ujarnya.

Es krim ini memiliki varian topping yang menarik, mulai dari pop corn, kacang, papero, almond, cornflakes, granola, ceres, nata de coco, hingga buah. Selain itu, es krim juga dibaluri dengan saus cokelat.

Bahan-bahan yang digunakan oleh Luuca merupakan bahan premium seperti dark chocolate. Luuca juga mengejar sisi sehatnya, untuk itu rasa cokelat di sini cenderung tidak terlalu manis karena mengurangi gula dan memperbanyak dark chocolate.

Ia mengatakan, alasan Luuca buka di Lombok Epicentrum Mall lantaran pasar es krim di Lombok sangat bagus, terlebih di mall, produk es krim akan tetap diburu oleh konsumen sambil berbelanja. Apalagi es krim relatif disukai oleh semua kalangan usia, dari anak-anak, remaja hingga orang tua.

 “Kita juga pertama kali ada di Lombok, mungkin orang-orang excited dengan Luuca. Kita buka di Epicentrum karena ini mall yang terus ramai,” katanya.

Sementara itu General Manager Lombok Epicentrum Mall Salim Abdad mengatakan, varian es krim tetap dibutuhkan di mall, sebab pengunjung tak hanya membutuhkan makanan-makanan berat. Es krim tetap memiliki pasar tersendiri, apalagi produk ini disukai oleh semua kalangan.

 “Kadang orang lebih suka dengan diferensiasi, tak suka campur dengan makanan berat, maka gerai khusus camilan sangat diperlukan. Hadirnya Luuca menambah gerai F&B di Epicentrum” katanya. (ris)

Latih Ratusan Pelaku Usaha, Menparekraf Dorong Lobar Jadi Kabupaten Kreatif Indonesi

0
HADIR - Menparekraf H Sandiaga Salahuddin Uno bersama Pj Bupati Lobar H. Ilham, Kepala Dispar NTB Jamaluddin dan Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan menghadiri Workshop di Narmada akhir pekan kemarin. (Ekbis NTB/ist)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap agar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dapat ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia dalam program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia. Program KaTa Kreatif ini berfokus pada peningkatan inovasi dan kewirausahaan pelaku ekonomi kreatif di daerah.

DALAM mendukung Lobar sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia, pihak kementerian pun melaksanakan Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia untuk para pelaku ekraf di Lobar, Jumat 26 April 2024. ‘’Harapannya Lombok Barat ini bisa mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif pelaku UMKM untuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja. Kalau kita lihat tadi produk-produknya sangat beragam, mulai dari kuliner, fashion, kriya, dan juga videografi,” katanya saat menghadiri workshop tersebut.

 Dalam kegiatan Workshop tersebut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Oneng Setya Harini, Pj Bupati Lobar H. Ilham, Kepala Dispar NTB Jamaluddin dan Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan.

Kegiatan Workshop KaTa Kreatif sendiri merupakan salah satu bentuk upaya Kemenparekraf untuk memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dan pengusaha UMKM untuk mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga memiliki nilai tambah dan memperkuat branding dari produk-produknya.

Ia mengungkapkan kegiatan Workshop KaTa Kreatif Indonesia terbukti mampu memperkuat ekosistem ekraf di berbagai daerah di Indonesia.

Menparekraf Sandiaga Uno kemudian mendorong agar Lobar dapat segera melakukan uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif) sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf). Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi ekosistem ekonomi kreatif pada kabupaten/kota secara bottom-up melalui mekanisme pengisian barang dan uji petik.

Terkait program Senggigi Reborn, Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan akan mendukung pemerintah untuk meramaikan Senggigi dengan berbagai event.“Ada beberapa festival yang nanti kita arahkan untuk menghidupkan kembali Senggigi, termasuk juga Senggigi Sunset Jazz. Kemudian kegiatan olahraga, lalu kegiatan fashiom di Pasar Seni, maupun juga kita inginkan ada event-event berskala internasional seperti IronMan karena itu mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

 Sementara itu, Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan menyatakan pihaknya siap mendukung para pelaku usaha ekonomi kreatif di Lobar dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki, sehingga semakin berdaya saing dan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitarnya.

Agus berharap setelah kegiatan ini berlangsung, Kabupaten Lobar bisa bersama-sama menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di Lobar sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Lobar ini punya banyak produk ekraf yang berkualitas. Kita harapkan Lombok Barat bisa masuk sebagai Kabupaten Kreatif. Kita mulai dari workshop ini untuk kemudian bisa mengikuti PMK3I itu. Sesuai arahan Direktur Infrastruktur Ekraf tadi, setelah Workshop ini akan diadakan kunjungan pembinaan ke masing-masing pelaku Ekraf di Lobar untuk memenuhi  syarat PMK3I,” tambah Agus. (her)

Realisasi Pajak Hiburan dan Sarang Burung Walet di Lobar Terendah

0
H. Muhammad Adnan (Ekbis NTB/her)

REALISASI Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) baru 20 persen lebih, hingga memasuki triwulan II ini (April red). Untuk memaksimalkan PAD khusus sektor PBB, pihak Bapenda butuh tambahan alat cetak SPPT yang sejauh ini masih terbatas. Realisasi PBB sejauh ini baru 4 persen dan hiburan 2 persen.

Dari data Bapenda per tanggal 24 April, dari target PAD Rp139,9 miliar terealisasi 28,7 miliar atau 20,5 persen. Kalau dibedah, sumber PAD Bapenda di antaranya hasil pajak daerah, yang paling tinggi realisasinya pajak tenaga listrik mencapai 32 persen lebih atau Rp11,3 miliar lebih dari target Rp35 miliar. Pajak makanan minuman atau restoran Rp4,8 miliar lebih atau 24 persen lebih dari target Rp20,1 miliar lebih. Pajak jasa perhotelan Rp5,3 miliar lebih atau 23 persen lebih dari target Rp22,8 miliar.

Sedangkan yang paling rendah adalah pajak jasa kesenian dan hiburan, baru mencapai Rp139 juta lebih atau Rp2,9 miliar dari target Rp4,8 miliar lebih. Kemudian pajak jasa parkir sebesar 15 persen lebih atau 43 juta lebih dari target 283 juta.

Pada pajak BJT, terdiri dari pajak reklame baru terealisasi Rp304,8 juta atau 43,9 persen dari target Rp694 juta lebih. Pajak air tanah terealisasi Rp1,1 miliar lebih atau 36,4 persen dari target Rp3 miliar lebih. Pajak Mineral bukan logam dan batuan, baru 52 persen lebih atau Rp13 juta lebih dari target Rp25 juta.

Kemudian BPHTB dari target Rp23 miliar lebih baru terealisasi Rp4,1 miliar lebih atau 18 persen lebih. PBB P2, dari target Rp30 miliar harus direalisasikan Rp1,4 miliar atau 4 persen lebih. Dan pajak sarang burung walet, dari target Rp58,5 juta terealisasi Rp186 ribu lebih.

Kepala Bapenda Lobar H Muhammad Adnan mengatakan, bahwa realisasi PAD terus digenjot pihaknya. “Kami terus genjot,”ujarnya.

Untuk PBB, pihaknya sedang melakukan pencetakan SPPT. Kemudian SPPT ini disebar ke masing-masing kecamatan. Terdapat perubahan model tarif PBB, sehingga harus diubah diaplikasi. (her)

Hingga Maret 2024, Kredit Program di NTB Telah Sentuh 26 Ribu Debitur

0
TUNGGU-Seorang pedagang eceran di Pasar Kebon Roek Kota Mataram sedang menunggu pembeli. Sebanyak 14.906 debitur Perdagangan Besar dan Eceran di NTB telah menerima kredit sebesar Rp562,4 miliar  dari Januari hingga April 2024 (Ekbis NTB/ris)

PADA bulan Maret 2024, kredit program di Provinsi NTB telah menyentuh sebanyak 26.326 debitur. Rincian penerima kredit program tersebut antara lain 1.544 debitur skema Kecil, 15.821 debitur skema Mikro, 3.747 debitur skema Super Mikro, dan 5.214 debitur skema Ultra Mikro.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaraan  Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan kredit program mendukung perekonomian masyarakat dan menyentuh hampir seluruh lapangan usaha.

Sebanyak 14.906 debitur bergerak pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran dan telah menerima total kredit sebesar Rp562,4 miliar. Kemudian, sebanyak 8,289 debitur pada sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan telah menerima total kredit sebesar Rp270,45 miliar.

Adapun rincian debitur kredit program per lapangan usaha lain yaitu sektor Industri Pengolahan dengan 1.096 debitur dan total kredit sebesar Rp59,28 miliar. Kemudian sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan, dan Perorangan Lainnya dengan 1.289 debitur dan total kredit sebesar Rp58,49 miliar.

“Sektor Jasa Kesehatan dan kegiatan Sosial dengan 13 debitur dan total kredit sebesar Rp1,56 miliar, sektor Konstruksi dengan 6 debitur dan total kredit sebesar Rp530 juta,” kata Ratih Hapsari Kusumawardani akhir pekan kemarin.

Selanjutnya debitur kredit program per lapangan usaha di sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dengan 219 debitur dan total kredit sebesar Rp25,9 miliar. Kemudian sektor Perikanan dengan 312 debitur dan total kredit sebesar Rp13,57 miliar.

Adapun sektor Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan dengan 59 debitur dan total kredit sebesar Rp5,99 miliar, dan sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi dengan 134 debitur dan total kredit sebesar Rp14,61 miliar.

Ia mengatakan, klasterisasi debitur kredit program per kabupaten/kota di Provinsi NTB didapatkan hasil sebagai berikut: Kabupaten Bima dengan 3.314 debitur, Kabupaten Dompu dengan 1.992 debitur, Kabupaten Lombok Barat dengan 3.322 debitur.

Kabupaten Lombok Tengah dengan 4.744 debitur, Kabupaten Lombok Timur dengan 5.043 debitur, Kabupaten Lombok Utara dengan 822 debitur, Kabupaten Sumbawa dengan 3.866 debitur, Kabupaten Sumbawa Barat dengan 887 debitur, Kota Bima dengan 231 debitur, dan Kota Mataram dengan 2.105 debitur.

Rincian realisasi penyaluran kredit program per lembaga penyalur sampai dengan 31 Maret 2024 sebagai berikut: Bank Mandiri sejumlah Rp169,87 miliar, Bank Negara Indonesia (BNI) sejumlah Rp100,75 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejumlah Rp562,14 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) sejumlah Rp67,29 miliar, Bank Tabungan Negara (BTN) sejumlah Rp1,22 miliar, BPD Bali sejumlah Rp7,01 miliar, PT Pegadaian Syariah sejumlah Rp73,62 miliar, dan SIKP UMi sejumlah Rp29,26 miliar.(ris)

Peternak Unggas Lebih Senang Harga Jagung Turun

0
Sopian (Ekbis NTB/era)

SEMPAT anjloknya harga jagung beberapa waktu lalu cukup membuat peternak unggas di daerah ini senang. Bagaimana tidak, rendahnya harga jagung membuat unggas peliharaan, seperti ayam petelur, ayam potong bisa ditingkatkan kualitas dan produksinya. Apalagi sebelumnya, beberapa bulan lalu banyak peternak mengeluh akibat kenaikan harga jagung yang sangat tinggi.

Salah satu anggota Asosiasi Peternak Ayam Petelur Al-Kautsar Lombok Timur, Sopian bersyukur, harga jagung yang rendah ini. Ia mengaku turunnya harga jagung membantu meningkatkan kualitas telur pun dapat meningkatkan keuntungan yang didapat.

“Ya kita sangat bersyukur dengan turunnya harga jagung, tapi mudah-mudahan produksi telur bisa bertahan dan harga pakan ikut turun sehingga kami dari peternak ayam petelur itu sangat berbangga dengan penghasilan yang lumayan,” katanya pada Sabtu, 27 April 2024.

DAMPAK – Peternak unggas di Lotim yang berdampak dengan naiknya harga pakan. (EKbis NTB/era)

Ia melanjutkan bahwa sampai dengan saat ini, harga telur di pasaran masih cukup tinggi, berkisar di antara Rp48.000-Rp52.000 per trai, dengan harga jagung yang turun sampai dengan Rp4.000 ini, ia mengatakan penghasilannya lumayan bertambah.  “Ya standar lah harga jagung saat ini, Rp4.500/kg, belum kita olah, termasuk standar lah,” lanjutnya.

Sopian mengolah pakan ayam petelur sendiri, sehingga ketika harga jagung melonjak tinggi kemarin, ia mengganti pakan olahan dengan pakan jadi, sehingga kualitas telur tidak sebaik saat menggunakan pakan olahan.

Adapun ia mengaku bahwa ia sempat akan gulung tikar karena mahalnya harga jagung. “Lumayan rugi kemarin, hampir kita mau jual ayamnya, banyak yang gulung tikar gara-gara harga jagung tinggi, produksi telur turun gara-gara pakan jadi yang dari pabrik,” ujarnya.

Lebih lanjut terkait dengan penambahan Harga Acuan Pembelian (HAP) jagung menjadi Rp5.000/kg, Sopian mengaku pasti pihaknya akan terkena imbas kenaikan HPP jagung ini, mengingat bahwa jagung menjadi pakan pokok untuk ternak unggas. Sehingga ia mengatakan bahwa harga standar jagung paling tidak Rp4.000/kg dari petani, sehingga saat sampai ke peternak harganya tidak lebih dari Rp5.000.

“Kalau memang harga jagung dinaikkan, kami kena imbas juga, sehingga kami sama-sama turun ke jalan juga,” tandasnya. (era)

Petani dan Dilema Harga Jagung yang Selalu Berubah

0
Perkebunan jagung (Ekbis NTB/ils)

HARGA jagung di musim panen tahun ini sempat anjlok, di bawah harga Rp4.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga jagung meroket hingga hampir menyentuh Rp10 ribu per kilogram. Anjloknya harga jagung ini mengundang reaksi, khususnya di sentra produksi jagung di Pulau Sumbawa. Kini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan Harga Acuan Pembelian (HAP) baru untuk pembelian jagung di tingkat petani. Apakah dengan HAP ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani? Seperti apa pula dampaknya pada pengusaha unggas?

Turunnya harga jagung yang merupakan bahan dasar pakan unggas menjadi keuntungan sendiri bagi pengusaha unggas. Namun, bagi petani jagung, turunnya harga jagung membuat mereka rugi, karena tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Bagi petani jagung, khususnya di Pulau Sumbawa, saat harga jagung ini turun, mereka mengalami kerugian yang tidak sedikit. Jagung-jagung yang ditanam di atas pegunungan membutuhkan biaya untuk mengangkutnya hingga sampai lokasi pengumpulan. Setelah itu dilakukan pengolahan yang membutuhkan biaya pula. Sementara, harga pembelian jagung oleh tengkulak dihargai di bawah Rp4.000, jauh di bawah HAP, sebesar Rp4.200 per kilogramnya.

Sapia (50) petani asal Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, terpaksa menjual jagung basah dengan kadar air 20-25 persen kepada pengepul dengan harga Rp2.900 per kilogramnya, Ia memilih jalan cepat ini, karena tidak memiliki sarana penunjang.

“Saya terpaksa jual dengan harga Rp 2.900 per kilogram jagung basah dengan kadar air 25-20 persen sehabis panen. Karena kami tak punya lahan untuk keringkan jagung,” katanya kepada Ekbis NTB, pekan kemarin.

Diakuinya, dengan harga demikian maka tidak akan bisa menutupi jumlah modal yang dikeluarkan. Di mana untuk pengolahan lahan, bibit, pupuk, dan perawatan lainnya membutuhkan biaya hingga Rp10-15 juta. “Dari panen saat ini hasilnya 6 ton jagung. Harga per kilogram Rp2.900, maka kami dapat lebih kurang Rp 16 juta,” ujarnya.

Sebelumnya untuk komoditas jagung, dihargai sebesar Rp5.000 per kilogram menjadi Rp3.000 hingga Rp2.900 per kilogram. Ironisnya, kondisi itu terjadi saat musim panen raya tiba, sehingga membuat petani merugi. “Harga jagung ini turun drastis. Tapi mau bagaimana lagi. Kita terpaksa jual murah karena harus bayar utang,” ucapnya.

Meski merugi, pihaknya bersyukur bisa panen dan bayar utang, karena ada juga jagung yang diserang hama dan puso jadi gagal panen.

Ia menyebutkan, bahwa harga yang berlaku tahun ini sangat jauh dari harapan. Panen tahun lalu, meski jagung basah tetap dihargai Rp5.000 per kilogram. Sehingga Sapia bisa mendapatkan keuntungan saat panen tahun 2023 mencapai Rp20 juta lebih. “Tahun ini benar-benar di luar prediksi, karena harganya sangat jauh, sehingga kami merugi,” tambahnya.

Kondisi anjloknya harga diperparah dengan mahalnya biaya perawatan mulai dari bibit pupuk dan  pengolahan lahan. Namun karena tidak memiliki usaha lain, terpaksa dirinya menjadi petani jagung meski harganya tidak sesuai harapan. “Pupuk sekarang mahal, bibit jagung juga mahal, belum lagi biaya perawatan,” ujarnya.

Tunggu Harga Jual Bagus 

Petani lainnya Wawan (36) mengaku harga jagung dengan kadar air tinggi yang berlaku saat ini sangat jauh dari harapan meski sejak sudah diprediksi harganya akan anjlok.

“Harga jual jagung sejak awal diprediksi anjlok saat panen raya. Sehingga saya memilih menyimpan dulu ketimbang menjualnya,” katanya.

Dia mengungkapkan, harga jagung yang berlaku saat ini terjun bebas, kisaran Rp2.800 per kilogram hingga Rp3.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang masih masih berkisar di angka Rp5.000-Rp4.000 per kilogram. “Karena harganya anjlok, saya lebih pilih tahan jagung saja dari pada jual rugi,” ujarnya.

Ia memilih tak menjual jagung dulu karena akan merugi. Wawan dan keluarga mencoba bertahan dulu. Ia juga memiliki tempat penyimpanan yang cukup luas di halaman rumahnya. “Saya keringkan dulu jagung ini, agar harga jualnya tinggi nanti,” tutupnya. (ils)

HAP Baru Jagung Harus Dikawal

0
Abdul Rauf (Ekbis NTB/ris)

KOMISI II DPRD NTB mengapresiasi naiknya Harga Acuan Pembelian (HAP) yang baru sesuai dengan SK Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertanggal 25 April 2024 tentang fleksibilitas di tingkat produsen dan harga acuan penjualan tingkat konsumen untuk komoditas jagung. Dalam SK tersebut, jagung akan dibeli Rp5.000 per kg dengan kadar air 15 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf, S.T., M.M., mengatakan, terbitnya HAP itu memang sesuai dengan keinginan masyarakat, terutama para petani jagung di NTB. Sebab HAP sebelumnya yaitu Rp4.200 per kg dengan kadar air 15 persen dinilai tak memberikan keuntungan bagi petani.

“Ya masyarakat menginginkan jagung kadar air 15 persen itu di 50 ribu. Sejauh ini respons di daerah sudah cukup maksimal. Tinggal realisasinya sekarang, apakah angka (HAP) ini benar-benar menajdi acuan,” kata Abdul Rauf kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, jika ada pengepul atau gudang yang membeli di bawah Rp5.000 per Kg untuk kadar air 15 persen, maka petani bisa komplain dan melaporkan ke pemerintah daerah.

Naiknya HAP jagung ini kata Abdul Rauf sebagai jawaban atas tuntutan petani selama ini. Sebab biaya produksi memang cukup tinggi, terutama harga pupuk. Terlebih pupuk subsidi terbilang minim saat musim tanam kemarin, sehingga petani harus membeli pupuk non subsidi dengan harga yang tinggi. “Itulah mengapa petani ingin menaikkan HAP ini. Tuntutan mereka rasional,” terang politisi Partai Demokrat tersebut.

Ia berharap tak ada permainan harga di tingkat tengkulak, karena harga langsung dengan harga di tingkat gudang itu sering menjadi alasan. Sehingga ia menyarankan agar petani langsung menjual jagungnya ke gudang atau perusahaan tanpa melewati tengkulak sebagai perantara.

“Yang perlu dikawal juga adalah alat penguji kadar air yang sering diklaim oleh masyarakat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain.  Ini harus diseragamkan. Jangan sampai alat pengukur kadar air ini dipakai untuk menekan masyarakat. Alatnya harus dicek,” ujar Politisi Partai Demokrat ini.(ris)

Bapanas Terbitkan HAP Baru Jagung, Harga Telur dan Daging Unggas Diprediksi Naik

0
Baiq Nelly Yuniarti (Ekbis NTB/ham), Abdul Aziz (Ekbis NTB/bul)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan harga acuan baru untuk pembelian jagung di tingkat petani. Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat petani, sebagaimana ditetapkan oleh Kepala Bapanas RI, Arief Prasetyo Adi pada tanggal 25 April 2024.

Jagung pipilan kering tingkat  produsen dengan kadar air 15 %, dari Rp4.200/Kg naik menjadi Rp5.000/Kg. Kadar air 20 %, dari Rp3.970/Kg naik menjadi Rp4.725/Kg. Kadar air 25 % dari harga Rp3.750/Kg, naik menjadi Rp4.450/Kg.

Kadar air 30% dari Rp3.540/Kg, naik menjadi Rp4.200/Kg. sementara jagung pipilan kering ditingkat konsumen/peternak dengan kadar air 15%, dari sebelumnya Rp5.000/Kg, naik menjadi Rp5.800/Kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Azis, S.H., M.H., di Mataram, Jumat (26/4/2024) menyampaikan, sebelumnya, Pemprov NTB  pada tanggal 22 April 2024 ditandatangani Pj. Gubernur NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M. Si., mengajukan permohonan resmi ke Bapanas agar dibijaksanai untuk penyesuaian harga pembelian pemerintah terhadap komoditi jagung.

Dasar dari surat kepala daerah ini adalah perjalanan Safari Syawal Pj. Gubernur NTB beserta tim rumpun hijau dalam koordinasi asisten perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima.

Dalam rangkaian acara ini diakhiri dengan adanya aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi dari petani jagung kepala daerah  karena anjloknya harga jagung Rp3.800/Kg. Massa aksi menuntut dan meminta kepada pemerintah daerah, baik kabupaten dan provinsi terkait stabilisasi harga jagung dengan mendesak akan hal-hal sebagai berikut.

Meminta BUMN dalam hal ini Bulog untuk melakukan penyerapan jagung petani dengan harga yang wajar. Memfasilitasi distribusi jagung dari daerah sentra jagung kepada off taker di daerah konsumen. Meninjau kembali Peraturan Badan Pangan Nasional nomor 5 tahun 2022 dapat disesuaikan dengan harga wajar yang diusulkan sebesar Rp5.000/Kg.

“Nah, Alhamdulillah, sekarang kan sudah terpenuhi permintaan penyesuaian harga pembelian jagung. Standar harga pembelian ini berlaku langsung setelah ditetapkan,” terang mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini.

Adanya acuan harga pembelian yang baru ini diharapkan menjadi kabar yang menggembirakan bagi para petani. Harga ini sudah dihitung melibatkan multistakeholders, sehingga diyakini tidak merugikan bagi pihak lain, dan menguntungkan bagi pihak lainnya.

“Ini sudah win-win solution. Penerapan pembelian dengan harga ini juga akan kita pantau terus di lapangan, bersama aparat dan yang terkait lainnya,” demikian Abdul Azis.

Diprediksi Harga Telur dan Daging Naik

Sementara Naiknya HAP jagung dari Rp4.200 menjadi Rp5.000 diprediksi akan berdampak pada kenaikan sejumlah komoditi pokok, seperti harga telur dan daging ayam. Bagaimana tidak, peternak unggas harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli pakan, karena bahan untuk membuat pakan, yakni jagung sudah naik.

Dari sisi perdagangan, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, menginginkan agar HAP jagung tetap, karena pengaruhnya pada harga telur dan daging ayam di pasaran naik.

‘’Kalau pakan naik, maka otomatis harga telur, daging ayam naik. Dan dampaknya ke konsumen atau masyarakat. Inflasi terjadi lagi,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Diakuinya, HAP jagung Rp4.200 per kilogram sudah pas. Berdasarkan kalkulasi yang dilakukan pihaknya, HAP itu sudah memberikan keuntungan bagi petani dengan rata-rata biaya produksi per hektar di angka Rp15 juta dan panen 6,5 ton untuk 3 bulan.

Menurutnya, petani akan memperoleh hasil penjualan sebesar Rp20 juta. Artinya, ada keuntungan yang diraih, meski belum terlalu besar. Namun, jika sudah menanam  dua kali, maka petani pasti mengalami keuntungan dari sisi penjualan.

‘’Yang prihatin adalah yang menanam 1 kali. Dan itu di atas gunung, karena betul-betul curah hujan. Harus ada alternatif oleh petani, sehingga tidak tergantung pada satu komoditi,’’ jelasnya.

Menurutnya, dasar pengusulan naiknya HAP, karena ada persoalan yang dihadapi petani jagung di Bima dan Dompu. Sementara harga jagung sudah sesuai dengan harga pasar.

‘’Kalau kemarin kenapa ada yang menuntut HAP sebenarnya tidak semua. Karena HAP untuk Pulau Lombok dan Sumbawa tidak masalah. Dan di Bima itu sudah kita cek. Untuk yang lahan tanamnya di atas gunung, HAP sudah masuk. Jadi kemarin kami sudah hitung dengan DKP dan sebagainya itu masih masuk. Asal kondisinya dalam kondisi normal,’’ jelasnya.

Sementara permasalahan yang dihadapi petani muncul saat panen menjelang hari raya atau panen saat libur. Perusahaan yang menampung dan mengambil sudah libur semua, begitu juga dengan Bulog saat itu sudah tutup, sehingga mau tidak mau petani menjual ke tengkulak dan dibayar di bawah harga.

‘’Karena tengkulak juga harus proses, sewa truk untuk turun gunung dan menjemur. Karena mereka juga membeli dalam kondisi basah. Pasti harganya jatuh. Tapi kalau petani melakukan pengolahan sedikit pascapanen, harganya akan bagus. Makanya begitu masuk kemarin, Bulog menyerap semua, termasuk teman-teman pelaku industri jagung dan Bima, harga jagung tidak ada masalah,’’ terangnya.

Di Bima dan Dompu sudah banyak yang memiliki mesin-mesin pengering, sehingga setelah aktivitas kantor normal, jagung yang sebelumnya belum diserap di lapangan sudah terserap.  (bul/ham)

Distan Sarankan Petani Tidak Jual ke Pengepul

0
Ni Wayan Rusmawati (Ekbis NTB/dok)

DINAS Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, menyarankan agar petani tidak menjual jagungnya ke pengepul, karena pasti harganya akan anjlok melainkan harus dijual ke pengusaha yang memiliki gudang.

“Memang yang penting petani itu jual ke gudangnya. Kalau jual di lahan, namanya tengkulak kan banyak pasti cari untung dan harganya pasti anjlok,” kata Kepala Distan Sumbawa Ni Wayan Rusmawati kepada Ekbis NTB, pecan kemarin.

Selain masalah tersebut, kualitas jagung juga menjadi acuan, sehingga harganya juga anjlok. Jika kadar airnya masih sangat tinggi di angka 25-30 persen, maka harganya pasti akan rendah.

“Kita mau harga jagung tinggi tapi baru panen. Jadi kalau mau harganya tinggi, harus diperhatikan kualitas kadar airnya,” ucapnya.

Wayan melanjutkan, karena kondisi saat ini sedang panen raya yang terjadi bulan April dan Mei, sehingga harganya juga anjlok. Hukum ekonomi juga menyatakan, ketika terjadi panen raya maka harganya juga anjlok.

“Anjlok-anjloknya harga yang terjadi saat ini masih di angka Rp4.100-Rp4.400 per kilogram untuk kadar air bagus, kalau untuk kadar air rendah memang harga pasarnya sangat rendah,” tambahnya.

Disinggung terkait dengan keluhan petani yang kekurangan masalah mesin pengering, diakuinya memang keberadaan mesin tersebut sangat terbatas. Bahkan di Kabupaten Sumbawa baru ada 6 unit pengering (dryer) yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Sarana penunjang kita masih sangat terbatas, tetapi kami tetap akan upayakan bisa terpenuhi untuk membantu para petani,” tukasnya. (ils)