Home Blog Page 10

Tiru Kawasan The Nusa Dua, Pemkab Loteng akan Bangun Komplek Rumah Ibadah di The Mandalika

0
Tiru Kawasan The Nusa Dua, Pemkab Loteng akan Bangun Komplek Rumah Ibadah di The Mandalika
Lalu Pathul Bahri (EKBIS NTB/kir)

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah merancang rencana pembangunan kompleks rumah ibadah yang terpusat di satu lokasi. Terinspirasi dari kawasan Puja Mandala yang ada di kawasan The Nusa Dua Bali. Rencananya, kompleks rumah ibadah tersebut akan dibangun di kawasan The Mandalika.


Dalam usulannya ada enam rumah ibadah yang akan dibangun. Mulai dari masjid, gereja katolik dan protestan, pura, wihara serta kelenteng. Keberadaan rumah-rumah ibadah tersebut diharapkan bisa menjawab kebutuhan akan fasilitas ibadah di daerah ini, terutama bagi umat non muslim.


“Sedang kita bahas bersama dengan ITDC. Karena rencananya, pembangunannya akan dilakukan di kawasan The Mandalika,” sebut Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., kepada awak media, Kamis (15/10).


Jika terwujud, kompleks rumah ibadah tersebut akan menjadi kompleks rumah ibadah kedua di Indonesia. Di mana dalam satu arena ada beberapa rumah ibadah di dalamnya.


Selain sebagai wujud toleransi antar umat beragama, keberadaan kompleks rumah ibadah tersebut sekaligus juga untuk menjawab kebutuhan akan fasilitas ibadah di daerah ini. Karena dengan kemajuan yang ada, terutama di sektor pariwisata keberadaan umat beragama semakin terasa.


Jadi sekarang tidak hanya umat Muslim saja yang tinggal dan beraktivitas di Loteng. Tetapi umat-umat dari agama lainya juga semakin banyak yang tinggal di daerah ini. Sehingga penting untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang layak di daerah ini. Untuk memastikan umat beragama yang ada di daerah ini juga bisa beribadah dengan tenang.


General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (16/10) membenarkan adanya usulan pembangunan kompleks rumah ibadah di kawasan The Mandalika dari Pemkab Loteng. Dalam hal ini pihaknya tentu sangat menyambut baik rencananya tersebut.


Hanya saja pihaknya belum bisa memberikan jawaban secara resmi apakah usulan tersebut diterima atau tidak. Karena usulan tersebut masih dalam pembahasan di internal. “Sudah ada surat (usulan) dari Pemda dan itu sedang dibahas di internal,” sebutnya.


Ia mengatakan, karena itu berkaitan dengan pengunaan lahan di dalam kawasan The Mandalika tentunya pihaknya harus menyesuaikan dengan rencana pengembangan kawasan The Mandalika sesuai dengan masterplan yang ada. (kir)

Musim Haji 2027Kuota Sementara Loteng Sebanyak 1.150 Jemaah

0
Musim Haji 2027Kuota Sementara Loteng Sebanyak 1.150 Jemaah
H. Lalu Syamsul Hadi (EKBIS NTB/dok)

Praya (Suara NTB)-Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapatkan kuota haji sebanyak 1.150 jemaah untuk musim haji 2027. Kuota tersebut sedikit menurun dari kuota pada musim haji 2026 sebanyak 1.176 jemaah. Meski demikian, jumlah kuota tersebut kemungkinan masih bisa berubah.


Pasalnya, sampai saat ini pemerintah pusat sendiri belum merilis alokasi kuota cadangan. “Yang sudah diberikan baru kuota regular. Sementara untuk kuota cadangan belum dirilis,” sebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), H. Lalu Syamsul Hadi, S.Ag.,M.H., kepada Suara NTB, Kamis (15/10).


Ditemui di kantor Bupati Loteng, ia mengatakan kalau dari jumlah kuota regular yang diberikan pihaknya sudah melakukan verifikasi dan validasi data calon jemaah haji untuk musim haji 2027. Hasilnya, ada sekitar 34 jemaah mengatakan menunda keberangkatan dengan berbagai alasan.


Ada yang karena memang sudah meniggal dunia dan belum ada ahli waris yang ditunjuk sebagai pengganti. Ada juga karena alasan sakit serta faktor usia, lantaran sudah tergolong lanjut usia (lansia).


“Khusus bagi jemaah yang meninggal dunia, masih bisa mengganti dengan ahli waris yang ditunjuk. Sedangkan bagi yang menunda karena sakit atau usia, tidak bisa diganti ahli waris. Posisinya nanti akan diisi oleh jemaah yang sudah masuk daftar tunggu di bawahnya,” sebutnya.


Jemaah yang akan berangkat haji pada musim haji 2027 mendatang tersebut, rata-rata jemaah yang mendaftar pada tahun 2013 lalu. Dengan kata lain, jemaah yang berangkat tahun depan itu sudah masuk daftar tunggu sekitar 14 tahun.


Dengan kata lain perubahan sistem kuota dari sebelumnya menggunakan sistem kuota daerah menjadi kuota nasional secara tidak langsung membawa perubahan dan dampak signifikan terhadap lamanya masa tunggu, khususnya di Loteng. Dari sebelumnya sekitar 24 tahun, sekarang menjadi hanya sekitar 14 tahun.


Hal itu selaras dengan semangat pemerintah pusat untuk bisa memangkas lama masa tunggu haji secara nasional. “Perubahan sistem kuota sangat besar dampaknya terhadap lamanya masa tunggu haji. Tidak kecuali di Loteng,” sebutnya.


Ia menambahkan, kuota regular yang sudah dirilis tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi para calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri. Mulai dari persiapan pelunasan biaya haji hingga pemeriksaan kesehatan. (kir)

UMKM Binaan BI NTB Promosikan Produk Unggulan di ISEF 2026

0
UMKM Binaan BI NTB Promosikan Produk Unggulan di ISEF 2026
ISEF - PUS binaan BI NTB tampil dalam ISEF 2026 di JICC, 14–18 Oktober 2026 (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) –Pelaku usaha syariah (PUS) binaan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 14–18 Oktober 2026. Keikutsertaan ini menjadi peluang bagi UMKM daerah untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan NTB ke tingkat nasional.


Sejumlah UMKM binaan BI NTB yang berpartisipasi di antaranya LAMOPS dengan produk aksesori mutiara, Yuni Kinasih dan Erina Gallery untuk kategori fesyen ready to wear IKRA, Sate Rembiga Goyang Lidah, Ayam Taliwang Beca Bero, serta Nutsafir Cookies yang mengembangkan produk olahan kacang.


Tak hanya mengikuti pameran, Yuni Kinasih dan Erina Gallery juga dijadwalkan tampil dalam peragaan busana In2motionfest 2026 x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Kesempatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan karya fesyen modest asal NTB kepada pasar fesyen muslim nasional.


Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan partisipasi UMKM binaan dalam ISEF merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.
Upaya tersebut sebelumnya dilakukan melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) sebagai rangkaian menuju ISEF.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta mendorong promosi produk UMKM halal melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.


ISEF 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 yang mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital. Festival ini menjadi wadah penguatan rantai nilai halal, pendalaman pasar keuangan syariah, optimalisasi keuangan sosial syariah, serta perluasan inklusi melalui digitalisasi.


Selain pameran produk, ISEF menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari business matching, promosi produk halal dan wastra, forum bisnis pesantren, hingga diskusi nasional dan internasional mengenai industri halal, zakat, wakaf, dan keuangan syariah.


Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI juga meluncurkan tiga program unggulan, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) untuk memperkuat integritas pasar keuangan syariah, pembaruan Zakat Core Principles (ZCP) dengan penambahan dimensi manajemen risiko, serta program beasiswa internasional melalui dana sosial syariah.


Pengembangan ekonomi syariah dinilai memiliki peluang besar seiring pertumbuhan industri halal dan UMKM. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia berada di peringkat keempat dunia. Sementara itu, rantai nilai halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. (bul)


Dirut Bulog: Setelah Soeharto, Indonesia Swasembada Beras di Era Prabowo

0
Dirut Bulog: Setelah Soeharto, Indonesia Swasembada Beras di Era Prabowo
SIDAK - Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sidak gudang beras di Mataram (EKBIS NTB/bul)

Mataram (EKBIS NTB) –Indonesia kembali mencatat swasembada beras setelah era Presiden Soeharto. Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut, awal 2026 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi capaian bersejarah setelah Indonesia tidak lagi mengimpor beras sejak awal 2025.


“Baru dua kali Indonesia mencapai swasembada pangan. Pertama di era Pak Harto, kemudian di era Pak Prabowo,” kata Rizal di Mataram, Jumat, 16 Oktober 2026.


Menurut Rizal, capaian ini bukan semata hasil kerja Kementerian Pertanian atau Bulog, melainkan buah kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, swasta, mitra penggilingan padi, hingga petani di berbagai daerah.


Ia menyebut, pada 2025 Bulog ditargetkan menyerap 3 juta ton beras. Realisasinya mencapai sekitar 3,4 juta ton hingga akhir tahun. Penyerapan tersebut menjadi salah satu penopang ketersediaan beras dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.


Keberhasilan itu, lanjut Rizal, juga ditopang kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pembelian gabah petani minimal Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku. Kepastian harga dan penyerapan dinilai memberi insentif kepada petani untuk meningkatkan produksi karena hasil panen memiliki kepastian pasar.


“Petani sekarang tidak takut lagi menanam karena ada kepastian gabahnya dibeli. Ini mendorong mereka untuk terus berproduksi,” ujarnya.


Rizal menegaskan, tantangan berikutnya bukan sekadar mencapai swasembada, melainkan memastikan kondisi tersebut bertahan dalam jangka panjang. Presiden Prabowo, katanya, telah mengarahkan agar swasembada pangan menjadi capaian berkelanjutan, bukan keberhasilan sesaat.


Upaya mempertahankan swasembada beras terus diperkuat pada 2026. Rizal menyebut, hingga Oktober, realisasi penyerapan beras Bulog telah mencapai sekitar 4,2 juta ton, melampaui target 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah.


Pada periode Januari hingga Oktober 2026, Indonesia juga tidak melakukan impor beras.
“Insya Allah, 99 persen Indonesia pada 2026 dinyatakan swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.


Besarnya produksi dalam negeri turut memperkuat cadangan beras pemerintah. Rizal menyebut stok Bulog sempat mencapai 5,4 juta ton pada September 2026. Pada Oktober, stok berada di kisaran 4,5 juta ton setelah sebagian disalurkan untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).


Menurut dia, stok ini menjadi modal penting untuk menjaga pasokan dan harga beras, terutama menjelang potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menekan produksi pertanian.


Pemerintah, kata Rizal, juga menambah alokasi penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan untuk mengantisipasi risiko tersebut. Bulog mendapat penugasan menyalurkan bantuan pangan pada Oktober, November, dan Desember kepada masyarakat sasaran.
“Kalau kita tidak punya stok beras, apa yang mau diberikan kepada masyarakat? Untung stok kita banyak. Ini penting untuk mengantisipasi El Nino dan musim paceklik,” katanya.


Keberhasilan menjaga pasokan dalam negeri, menurut Rizal, membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar beras ke luar negeri. Ia menyebut Malaysia telah menjalin kontrak untuk memperoleh pasokan beras dari Indonesia, yang tindak lanjutnya masih memerlukan koordinasi dengan Bernas, lembaga pengelola beras Malaysia.


Bulog juga menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara lain. Sebelumnya, Indonesia telah mengirimkan beras sebagai bantuan kemanusiaan untuk Palestina.


Peluang ekspor ini, menurutnya, menjadi penanda perubahan posisi Indonesia dalam perdagangan beras internasional. Jika sebelumnya Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar besar bagi beras impor, kini produksi dalam negeri dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memasok negara lain. (bul)


’’Bale Mentaram’’ Ditargetkan Capai Progres 27 Persen

0
’’Bale Mentaram’’ Ditargetkan Capai Progres 27 Persen
PEMBANGUNAN TAHAP II - Halaman depan Gedung Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Gajah Mada sedang proses pembangunan tahap II, Jumat (16/10/2026).(EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) –Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram atau “Bale Mentaram” di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, terus dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram menargetkan realisasi pembangunan tahap kedua mencapai 27 persen pada akhir 2026.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, optimistis target tersebut dapat tercapai. Ia meyakini penyedia jasa telah menyiapkan strategi percepatan pekerjaan, termasuk menerapkan sistem kerja lembur untuk mengejar target yang ditetapkan.

“Kami optimistis karena mereka berani menawar dan sudah tahu risiko. Itu yang menguatkan kami untuk berkontrak,” ujarnya, Jumat (16/10).

Lale mengatakan, sejumlah material untuk pekerjaan pemancangan mulai berdatangan dan segera dipasang. Menurutnya, kedatangan material tersebut menjadi salah satu indikasi positif bagi kelancaran pembangunan sehingga target realisasi dapat tercapai sesuai rencana.

Untuk mempercepat pekerjaan, kontraktor akan menerapkan sistem kerja tiga sif setiap hari. Sif pertama berlangsung pukul 07.00–15.00 Wita, sif kedua pukul 15.00–22.00 Wita, dan sif ketiga pukul 22.00–07.00 Wita.

Dengan pembagian waktu tersebut, pekerjaan pembangunan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan lebih maksimal. Langkah ini dilakukan untuk menggenjot realisasi pembangunan hingga mencapai 27 persen pada akhir 2026.

Pembangunan gedung kantor Wali Kota Mataram tahap kedua menggunakan skema tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028. Pada 2026, Pemerintah Kota Mataram mengalokasikan anggaran sekitar Rp58 miliar untuk mendukung pelaksanaan konstruksi.

Anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah pekerjaan, meliputi pembangunan struktur utama, pemancangan, pengecoran lantai basemen, pembangunan lantai satu bagian belakang, serta lantai dua pada sayap kiri dan kanan bangunan.

Proyek pembangunan tahap kedua ini kembali dikerjakan oleh PT Damai Indah Utama (DIU) dengan nilai kontrak hasil negosiasi sebesar Rp170,6 miliar. Pendanaan proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram. (pan)


Gas ke Honda Bikers Day 2026: Semangat Bikers Lombok Dukung Gelaran Akbar di Ambarawa

0

Mataram (Ekbis NTB) — Astra Motor NTB bersama Krida Honda Mataram menggelar kegiatan “Gas ke Honda Bikers Day (HBD) 2026” untuk menyambut dan memberikan dukungan penuh terhadap perhelatan akbar pecinta motor Honda yang dipusatkan di Ambarawa, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dipusatkan di diler Krida Honda Mataram ini diikuti oleh puluhan anggota komunitas yang tergabung dalam Honda Asosiasi Lombok (HAL). Acara diawali dengan city rolling keliling kota untuk menggelorakan semangat kebersamaan para bikers di jalan raya, lalu dilanjutkan dengan kopi darat gabungan (kopdargab) sebagai wadah mempererat solidaritas.

Selain memperkuat silaturahmi, acara ini juga diisi dengan sosialisasi seputar agenda HBD 2026. Para peserta mendapatkan paparan informasi penting mengenai rangkaian acara, rute perjalanan, hingga kesiapan keberangkatan menuju lokasi puncak perayaan nasional tersebut.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud apresiasi sekaligus langkah menjaga kedekatan emosional dengan para pecinta motor Honda di Lombok.

“Melalui kegiatan ‘Gas ke Honda Bikers Day 2026’, kami ingin mempererat hubungan dengan Honda Asosiasi Lombok. Komunitas memiliki peran vital dalam membangun persaudaraan serta menyebarkan semangat berkendara yang aman. Kami berharap momentum ini membuat seluruh bikers semakin solid menyambut kemeriahan HBD 2026,” ujar Yehezkiel.

Melalui kegiatan ini, Astra Motor NTB bersama jaringan diler menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aktivitas positif bagi komunitas. Tidak hanya sebagai ruang berkumpul, kegiatan ini juga bertujuan mengampanyekan pentingnya keselamatan berkendara (safety riding) dengan mengusung semangat One Heart (Satu Hati).

Dengan semangat tersebut, komunitas Honda di Lombok diharapkan semakin solid dan siap menjadi bagian dari sejarah perayaan kebersamaan ribuan bikers Honda dari seluruh penjuru Indonesia. (r/fan)

Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan Pertalite untuk Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali

0

Denpasar (Suara NTB)– PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali melalui penguatan pasokan, penambahan jam operasional SPBU, serta peningkatan kesiapan armada dan personel. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean di sejumlah wilayah.

Pada Jumat (16/10), dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali. MT Pangkalan Brandan bersandar di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sedangkan MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan membawa 4 juta liter Pertalite. Dengan demikian, total muatan Pertalite dari kedua kapal tersebut mencapai 20 juta liter.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penguatan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi masyarakat serta permintaan yang belum terpenuhi sebelumnya.

“Rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter yang dipenuhi melalui IT Manggis dan FT Sanggaran. Sementara itu, dalam tiga hari terakhir, yakni 13–15 Oktober, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU telah mencapai sekitar 3 juta liter per hari. Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian ini dilakukan untuk membantu memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU habis,” jelas Ahad.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga menargetkan penambahan stok Pertalite hingga 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut ditargetkan setara dengan sekitar dua minggu ketersediaan dalam kondisi aman, sehingga dapat memperkuat ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari sisi pelayanan, sebanyak 66 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam, terdiri atas 42 SPBU di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Penambahan jam operasional ini diharapkan mendukung pengelolaan antrean di SPBU.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan IT Manggis dan FT Sanggaran selama 24 jam, serta menyiagakan 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki. Kesiapan armada juga diperkuat melalui pengalihan sebagian mobil tangki dari Banyuwangi ke Bali. Selain itu, koordinasi dengan Kodam IX/Udayana dilakukan untuk mendukung kebutuhan personel operasional dan menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Bali juga menyepakati pengaturan pengisian BBM maksimal 20 liter bagi kendaraan roda empat dan maksimal 3 liter bagi kendaraan roda dua. Pengaturan yang telah mendapat persetujuan Gubernur Bali ini merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pelayanan di SPBU.

“Kami terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berterima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat,” tutup Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat dapat mengikuti informasi mengenai layanan SPBU di Bali melalui akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali. Untuk menyampaikan kendala atau memperoleh informasi lebih lanjut seputar layanan energi Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(bul)

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Pertamina Delivery Service, Bantu Urai Antrean BBM di Bali

0

Denpasar (Suara NTB)– PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mengoptimalkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas Pertamina Delivery Service (PDS), yakni layanan penjualan Pertalite secara literan di sejumlah SPBU dengan kepadatan antrean tinggi di Kota Denpasar.
Langkah ini dilakukan bersamaan dengan penguatan pasokan dan optimalisasi operasional penyaluran untuk membantu masyarakat mendapatkan BBM dengan lebih mudah.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur landai.
Pertamina Patra Niaga terus memantau situasi dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi di lapangan.

“Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi kami. Untuk mendukung pemulihan layanan, kami memaksimalkan Pertamina Delivery Service sebagai salah satu alternatif pelayanan bagi pengendara sepeda motor, terutama di titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Lokasi dan kapasitas layanan terus kami evaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ahad.

Melalui layanan PDS, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari di sejumlah SPBU di Kota Denpasar.
Mulai Jumat (16/10), kapasitas layanan ditingkatkan untuk membantu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan antrean pada titik-titik tertentu.

Layanan ini menyasar pengendara sepeda motor dengan batas pembelian maksimal tiga liter per orang dan pembayaran secara tunai. Sejumlah titik layanan PDS berada di SPBU Teras Ayung, Nangka Utara, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, dan Imam Bonjol. Penentuan titik layanan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi antrean dan kebutuhan masyarakat.

Selain mengoptimalkan layanan di SPBU, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pasokan melalui jalur laut. Pada Jumat (16/10), MT Pangkalan Brandan bersandar di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sementara MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan membawa 4 juta liter Pertalite. Total muatan kedua kapal tersebut mencapai 20 juta liter Pertalite untuk mendukung penguatan pasokan di Bali.

Penguatan pasokan tersebut didukung operasional IT Manggis dan FT Sanggaran selama 24 jam serta kesiapan 108 armada mobil tangki dan 465 awak mobil tangki untuk penyaluran.
Pertamina Patra Niaga juga terus memantau ketersediaan stok dan mempercepat penyaluran dari terminal menuju SPBU sesuai kebutuhan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Di sisi pelayanan, sebanyak 66 SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung disiapkan beroperasi selama 24 jam, terdiri atas 42 SPBU di Denpasar dan 24 SPBU di Badung.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran operasional dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami terus mengupayakan pemulihan layanan melalui penguatan pasokan dan optimalisasi berbagai jalur pelayanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Kami berharap masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti informasi dari kanal resmi Pertamina agar upaya pemulihan dapat berjalan dengan baik,” tutup Ahad.

Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan SPBU di Bali melalui akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali. Untuk menyampaikan kendala atau memperoleh informasi lebih lanjut mengenai layanan energi Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(bul)

Program Air Bersih PLN UIP Nusra Jangkau 75 KK di Mataloko, Bantu Atasi Krisis Air di Radabata

0

Kabupaten Ngada (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memantau pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) jaringan air bersih di sekitar wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Program ini ditujukan untuk memperluas akses air bersih sekaligus memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah setempat, jaringan air bersih di Desa Dadawea dan Kelurahan Mataloko telah menjangkau 75 kepala keluarga (KK). Selain itu, bantuan sumur bor di Desa Radabata turut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

Kepala Dusun Radabata, Andreas Lawe, menjelaskan bahwa sebelum adanya bantuan sumur bor, warga mengandalkan tampungan air hujan saat musim penghujan. Ketika kemarau tiba, masyarakat terpaksa membeli air menggunakan tangki dengan biaya sekitar Rp150.000 yang hanya mencukupi kebutuhan satu KK selama kurang lebih dua minggu.

“Sudah puluhan tahun Desa Radabata mengalami kendala air bersih. Kalau musim hujan, kami menampung air hujan, sedangkan saat musim kemarau terpaksa membeli air tangki. Dengan adanya bantuan sumur bor ini, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat desa yang totalnya sekitar 300 KK dapat terpenuhi,” ujar Andreas.

Pengerjaan sumur bor untuk Desa Radabata telah berlangsung selama sekitar tiga minggu. Lokasi sumur yang berada di dataran lebih tinggi juga memungkinkan air dialirkan menuju rumah warga dengan memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memerlukan pompa tambahan untuk distribusi air.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Radabata, Hendrikus Jawa, turut menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero) UIP Nusra atas bantuan sumur bor yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga dan dijaga bersama agar layanan air bersih dapat berjalan optimal.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN UIP Nusra yang sudah memberikan bantuan sumur bor untuk desa kami. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjangkau masyarakat secara luas sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi. Kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga bantuan ini agar pelayanan bisa berjalan maksimal,” ujar Hendrikus.

Sementara itu, di Desa Dadawea, sebanyak 45 KK telah tercatat sebagai penerima manfaat jaringan air bersih. Pengelolaannya telah memiliki dasar kelembagaan melalui surat keputusan (SK) kelompok pengurus air yang diterbitkan sejak 2025. Keberadaan kelompok tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam mengatur operasional dan menjaga keberlanjutan layanan bagi masyarakat.

Adapun jaringan air bersih di Kelurahan Mataloko telah terpasang sepanjang 300 meter dan menjangkau 30 KK. Pengelolaan layanan di wilayah ini masih memerlukan penguatan karena kelompok pengurus belum terbentuk dan mekanisme retribusi belum diberlakukan. Pemerintah kelurahan merencanakan pembentukan Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKel) sebagai salah satu opsi untuk mengelola layanan air bersih secara lebih terstruktur.

Assistant Manager Komunikasi & TJSL PLN UIP Nusra, Riyan Dharma Putra, mengatakan monitoring terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan infrastruktur sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan aspek pengelolaan yang masih perlu diperkuat.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat untuk melihat perkembangan pemanfaatan jaringan, kebutuhan warga, serta kesiapan kelembagaan pengelolanya,” ujar Riyan.

Ia menambahkan, hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola layanan, termasuk pembentukan kelompok pengelola, mekanisme operasional, dan pemeliharaan jaringan. Dengan pengelolaan yang terarah serta partisipasi masyarakat, infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat terus berfungsi dan menjawab kebutuhan air bersih warga.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menegaskan bahwa keberlanjutan program TJSL membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah setempat, dan masyarakat penerima manfaat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta mengelola fasilitas merupakan faktor penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Program TJSL harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Untuk itu, selain memastikan infrastruktur dapat dimanfaatkan, kami juga mendorong penguatan koordinasi dan pengelolaan bersama agar fasilitas air bersih dapat dijaga dan digunakan sesuai kebutuhan warga,” ujar Manurung.

Melalui monitoring dan koordinasi berkelanjutan, PT PLN (Persero) UIP Nusra berharap program air bersih di wilayah Mataloko dan sekitarnya dapat dikelola semakin baik, memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga di sekitar wilayah pengembangan ketenagalistrikan.(bul)

Dirut Bulog Sampaikan, Pemerintah Indonesia Berduka atas Wafatnya Tuan Guru Bagu

0
Dirut Bulog Sampaikan, Pemerintah Indonesia Berduka atas Wafatnya Tuan Guru Bagu
Dirut Bulog, , Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan dua cita pemerintah Indonesia, atas wafatnya Tuan Guru Bagu

Mataram (Suara NTB) — Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ulama kharismatik Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Bagu.

Ungkapan duka cita mendalam pemerintah Indonesia ini, disampaikan langsung Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, saat bertakziah ke rumah duka, Kamis , 15 Oktober 2026 malam.

Rizal Ramadhani hadir mewakili pemerintah setelah menerima kabar wafatnya Tuan Guru Bagu ketika mendampingi sejumlah menteri dalam agenda peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sidoarjo, Jawa Timur.

Rizal mengatakan, dirinya menerima kabar duka sekitar pukul 13.50 WITA, tidak lama setelah Tuan Guru Bagu dikabarkan wafat pada pukul 13.30 WITA. Informasi tersebut langsung disampaikannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, serta jajaran terkait yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Begitu menerima berita duka, saya langsung melaporkan kepada Pak Menko Pangan, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, dan Direktur Agrinas Pangan bahwa Tuan Guru Bagu telah wafat,” ujarnya.

Rizal menuturkan, setelah menerima laporan tersebut, pemerintah memutuskan dirinya mewakili negara untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Meski masih memiliki agenda kunjungan kerja di Jawa Timur, ia berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Lombok dan tiba pada malam hari.

Setibanya di rumah duka, Rizal bertemu dengan keluarga almarhum dan menyampaikan pesan belasungkawa dari sejumlah pejabat negara. Ia juga menitipkan salam hormat serta ucapan duka dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, dan pejabat terkait lainnya.

Selain bertakziah, Rizal turut mengikuti rangkaian doa untuk almarhum dan menyampaikan sambutan kepada masyarakat yang berkumpul di rumah duka.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian Tuan Guru Bagu, terutama dalam membimbing umat serta memperkuat kehidupan keagamaan di NTB.

Menurutnya, Tuan Guru Bagu memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat, khususnya umat Islam di NTB. Peran tersebut dinilai turut mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis serta membantu menyampaikan pemahaman mengenai program-program pemerintah kepada masyarakat.

“Atas peran dan pengabdian beliau, menurut kami, beliau patut mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari negara,” katanya.

Ia menyebut Tuan Guru Bagu sebagai salah satu putra terbaik NTB sekaligus tokoh bangsa yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

“Pemerintah Indonesia turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Tuan Guru Bagu. Beliau merupakan tokoh NTB dan putra terbaik bangsa Indonesia,” tegasnya.

Rizal berharap seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta masyarakat NTB dapat meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan Tuan Guru Bagu.

“Atas nama pemerintah, kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan ditempatkan di surga-Nya,” tutupnya.(bul)