Mataram (ekbisntb.com) – Kondisi jemaah haji asal NTB yang saat ini berada di Tanah Suci dilaporkan dalam keadaan baik dan sehat menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, H. L. Muhamad Amin, di Praya, Minggu, 17 Mei 2026 mengatakan, laporan dari petugas pendamping di Arab Saudi menunjukkan seluruh jemaah dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam kondisi stabil.
“Alhamdulillah dari laporan petugas yang mendampingi jamaah kita dari kloter 1 sampai kloter 15, seluruh ketua kloter terus memberikan informasi bahwa kondisi jamaah kita dalam keadaan baik. Secara keseluruhan sehat dan seluruh jamaah juga telah melaksanakan ibadah umrah,” ujarnya.
Saat ini, kata Amin, petugas tengah fokus melakukan berbagai persiapan menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, fase ini menjadi perhatian khusus karena membutuhkan kesiapan fisik yang prima dari seluruh jemaah.
“Sekarang sedang dilakukan koordinasi dalam rangka persiapan Armuzna. Ini menjadi perhatian khusus karena merupakan puncak ibadah haji,” katanya.
Ia mengimbau seluruh jemaah asal NTB agar menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah secara berlebihan sebelum puncak haji berlangsung.
Jemaah diminta tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunnah maupun aktivitas ibadah lain yang berpotensi menguras stamina.
“Diharapkan jamaah tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunnah atau umrah terlalu sering agar kesehatannya tetap terjaga sebelum puncak haji,” tegasnya.
Terkait kondisi kesehatan jemaah, Amin menyebut hingga saat ini belum ada laporan kasus serius. Beberapa jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu dan batuk setelah tiba di hotel usai melaksanakan umrah. Namun kondisi tersebut langsung ditangani oleh tim kesehatan.
“Kalau ada yang mengalami flu atau pilek langsung ditangani oleh tim kesehatan dan terus dipantau secara intensif oleh petugas,” jelasnya.
Sementara itu, dari total kuota jemaah haji NTB sebanyak 5.864 orang, sebanyak 5.863 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Satu jemaah tersisa dijadwalkan berangkat pada Senin, 18 Mei 2026 melalui Jakarta sebelum bergabung dengan rombongan di Arab Saudi.
Amin menjelaskan hanya terdapat satu calon jemaah yang akhirnya tidak dapat diberangkatkan karena proses penggantian dilakukan setelah batas pengurusan visa ditutup.
“Secara keseluruhan hanya satu orang yang tidak bisa diberangkatkan karena proses penggantian dilakukan saat pengurusan visa sudah ditutup,” katanya.
Dengan seluruh tahapan keberangkatan yang hampir rampung, diharapkan seluruh jemaah haji asal NTB dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat. (bul)






