HomeBerandaAnimo Cetak Sawah Baru di KLU Tinggi, Program Pusat Nihil

Animo Cetak Sawah Baru di KLU Tinggi, Program Pusat Nihil

Tanjung (EKBIS NTB) – Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sangat antusias terhadap program Cetak Sawah Baru yang digaungkan pemerintah. Mereka berharap, program tersebut dapat masuk ke wilayah NTB khususnya Lombok Utara.


Salah satu Poktan yang berharap program tersebut, adalah Poktan Pelita, Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Petani lahan kering di kawasan ini dikenal menghasilkan berbagai komoditas. Mulai dari singkong, kacang tanah, semangka dengan fokus produksi berupa biji. Terbaru, Poktan Pelita sukses ketika dipercaya sebagai percontohan budidaya Padi Gogo. Dari uji coba perdana musim tanam (MT 1) – awal 2026, areal lahan kering petani menghasilkan produksi gabah 6 ton per hektare.

Kepala Dusun Lempenge, Desa Rempek, Fahrur Rozy, S.Sos., Rabu (8/7/2026), mengakui Kelompok Pelita sangat berharap adanya program Cetak Sawah Baru. Hal itu didasari calon lahan sawah milik kelompok sudah diolah dengan budidaya berbagai jenis tanaman.“Petani di dusun kami sangat berharap adanya program cetak sawah baru. Lahan kering yang sekarang ini kami kelola sudah berproduksi,” ungkapnya.

- Advertisement -

Areal lahan yang digarap kelompok tani saat ini masih berupa lahan tadah hujan. Kendati terdapat sumur bor pendukung, tetapi prasarana pendukung berupa jaringan irigasi, perpipaan, maupun tegalan sawah, belum tersedia. Lahan petani masih berupa areal kosong. Untuk membuat tegalan dan petak-petak sawah, Poktan Pelita membutuhkan dukungan terutama anggaran.

Rozy optimis, dengan adanya petak sawah dapat memudahkan Poktan untuk mengatur irigasi sumur bor secara bergiliran. Pengairan lahan juga dapat diterapkan lebih efektif dengan adanya saluran irigasi dari program pemerintah.Rozy menegaskan, Poktan Pelita Lempenge antusias mendukung program Ketahanan Pangan pemerintah. Sebelum padi Gogo, Poktan Pelita juga berhasil saat dipercaya menjadi demplot penanaman Bawang Merah program Pengendalian Inflasi tahun 2025 lalu.

Antusiasme petani juga ditunjukkan dengan menambah target budidaya Padi Gogo pada tahun 2027. Kadus bersama Poktan setempat menargetkan areal tanam minimal 10 hektare, atau lebih luas tergantung alokasi bantuan bibit.

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut