Mataram (EKBIS NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino 2026 akan mulai aktif pada pertengahan tahun ini dan berpotensi bertahan hingga awal 2027.Kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena fenomena iklim global itu berisiko menekan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia serta memicu musim kemarau yang lebih kering dibanding biasanya.
Lantas bagaimana kesiapan cadangan pangan di Provinsi NTB? Menjawab ini, Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar mengemukakan, cadangan pangan di daerah dalam kondisi sangat aman.
Dengan stok beras mencapai 268.564 ton setara beras dan serapan gabah petani yang melampaui target, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meski ada potensi gangguan produksi akibat musim kemarau.Kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena fenomena iklim global itu berisiko menekan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia serta memicu musim kemarau yang lebih kering dibanding biasanya.
Lantas bagaimana kesiapan cadangan pangan di Provinsi NTB? Menjawab ini, Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar mengemukakan, cadangan pangan di daerah dalam kondisi sangat aman.
Dengan stok beras mencapai 268.564 ton setara beras dan serapan gabah petani yang melampaui target, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meski ada potensi gangguan produksi akibat musim kemarau.Regar menjelaskan lagi, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai 268.564 ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTB sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan selama musim kemarau.
“Kalau untuk posisi stok kita per hari ini masih di angka 268.564 ton setara beras. Jadi cukup aman, bahkan bertahan sampai tahun depan,” ujar Regar di kantornya, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Mara, tingginya cadangan pangan tersebut didukung oleh capaian pengadaan beras yang berhasil melampaui target. Selain itu, produktivitas petani di NTB juga masih cukup baik sehingga proses penyerapan gabah terus berjalan






