HomeBerandaPembangunan SPAM Ai NgelarPemkab Sumbawa Butuh Anggaran Rp249 Miliar

Pembangunan SPAM Ai NgelarPemkab Sumbawa Butuh Anggaran Rp249 Miliar


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa membutuhkan anggaran sekitar Rp249 miliar, untuk bisa merealisasikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ai Ngelar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan unit air baku dan unit produksi dan jaringan distribusi utama.


“Pembangunan unit air baku kita butuh anggaran Rp100 miliar lebih, sementara pembangunan unit produksi dan jaringan distribusi utama membutuhkan Rp149 miliari,” kata Kabid Air Minum dan Sanitasi (Amsan), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa,Abdul Azis dikonfirmasi pekan kemarin.


Ace sapaan akrabnya melanjutkan, kebutuhan anggaran itu sebenarnya sudah mulai disuarakan ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB dengan harapan bisa segera direalisasikan. Hanya saja BPPW, meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengubah detail enginnering desain (DED) kebutuhan air baku tersebut.

- Advertisement -


“Di perencanaan awal di tahun 2025, kita membutuhkan debit air 100 liter per detik. Tetapi seiring perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk kebutuhan air itu dianggap tidak cukup, sehingga DED perlu kita review ulang,” ucapnya.


Menurutnya, perubahan kebutuhan air baku itu dianggap penting dilakukan, mengingat pertumbuhan penduduk sangat tinggi dalam dua tahun terakhir.

Pihaknya mengusulkan adanya penambahan kuota sebesar 165 liter per detik dari DED saluran pembawa sebelumnya 100 liter per detik
Berdasarkan hasil pembahasan awal mega proyek itu, direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027 dengan skema tahun jamak.

Tetapi dengan catatan review adanya perubahan DED terutama saluran pembawa harus tuntas paling telat bulan September mendatang.


“Kita sedang maraton pembahasannya ini, karena target awal kita di bulan ini (Juli, red) sudah tuntas, tetapi karena adanya perubahan paling telat bulan September mendatang sudah harus tuntas,” harapnya.


Jika review tersebut tuntas di bulan September, maka di bulan Januari tahun 2027 sudah mulai dilakukan lelang pekerjaan fisiknya. Baik itu untuk pembangunan unit air baku, unit produksi, dan jaringan distribusi utama termasuk pembangunan reservoar di Samota serta penambahan jaringan baru.


Pihaknya juga akan kembali melakukan pembebasan terhadap lahan masyarakat, karena adanya perubahan debit air baku yang akan berpengaruh terhadap jaringan saluran utama, termasuk penyesuaian dokumen lainnya.

“Pasti ada lahan yang akan kita bebaskan dari adanya perubahan tersebut. Kami juga masih membahas secara detail bagimana pola yang akan dilakukan nanti,” ujarnya. (ils)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut