Selong (ekbisntb.com) – Seekor sapi jenis simental milik Suherman warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dipilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sapi berpostur eksotis tersebut dibeli dengan harga Rp80 juta, jauh di atas harga pasar. Adapun bobotnya mendekati 1 ton, yakni 952 kilogram (kg).
Menjawab Suara NTB, Senin (11/5/2026), Suherman mengaku sangat bersyukur karena sapinya yang dipelihara selama kurang lebih 2,5 tahun itu akan disembelih pada Hari Raya Kurban atas nama Presiden RI.
“Saya dihubungi langsung oleh Sekretariat Negara beberapa hari yang lalu. Setelah itu, sapi langsung ditimbang di Pasar Ternak Masbagik dan dikirim sampel darahnya untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban,” ujarnya.
Menurutnya, harga yang dibayarkan pihak Sekretariat Presiden tergolong istimewa. Di Pasar Ternak Masbagik, sapi simental sebesar ini paling tinggi laku Rp55 juta. “Biasanya segitu, tapi ini dibeli hingga Rp80 juta. Saya sangat bersyukur,” tambahnya.
Ia menuturkan, memelihara sapi eksotis berbeda dengan sapi ras Bali. Selain hijauan, sapi simental membutuhkan pakan tambahan berupa dedak. “Untuk kebutuhan dedak saja, sehari minimal Rp90.000. Harga dedak juga terus naik karena banyak yang membutuhkan,” jelasnya.
Saat ini, di kandang sapinya terdapat tujuh ekor sapi eksotis, dan yang terberat adalah sapi yang dipilih Sekretariat Negara tersebut. Rencananya, hewan kurban presiden akan disembelih di Masjid Pringgabaya, sesuai instruksi pemerintah.
Besarnya keuntungan dari penjualan ini membuat dirinya berharap agar sapinya kembali laku terjual pada tahun Hari Raya Iduladha 2027 mendatang. “Tumben tahun ini langsung dihubungi oleh Sekretariat Negara di Jakarta. Semoga tahun depan bisa lagi,” haraonya.
Amaq Idil menyebut modal awal sapi yang dipeliharanya itu sebesar Rp 20 juta. Karena jenis eksotik, butuh waktu yang lama untuk dipelihara sehingga benar-benar terlihat besar dan gemuk. Dari kalkulasi harga jual dengan modal diakui cukup besar keuntungan yang diperoleh peternak. Harapannya tahun 2027 mendatang kembali lagi. Saat ini masih tersedia enam ekor lagi sapi besar yang diyakini tahun depan bisa dengan bobot 1 ton lebih.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur, drh. Zulfan Asri, menjelaskan bahwa penunjukan sapi kurban presiden tahun ini langsung dilakukan oleh Sekretariat Negara. “Pihak Sekretariat Negara menghubungi langsung peternak yang memiliki bobot sapi terberat di kabupaten ini. Lokasi pemotongan juga diserahkan di kabupaten asal sapi, yakni di Masjid Pringgabaya,” ujar Zulfan. (rus)






