Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Mataram menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) untuk membantu kelompok nelayan dan pembudidaya ikan di wilayah setempat.
Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung produktivitas usaha perikanan masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Mataram, H. Bachtiar Yulianto, mengatakan bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa barang kebutuhan usaha yang dinilai lebih efektif untuk menunjang aktivitas para nelayan maupun pembudidaya ikan.
“Untuk program bantuan alat, bantuan pakan, sama bantuan peralatan untuk nelayan itu tetap berjalan,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurut Bachtiar, bantuan yang disiapkan meliputi alat tangkap ikan seperti jaring, bantuan pakan ikan, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan kelompok usaha perikanan. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada kelompok nelayan pesisir maupun kelompok pembudidaya perikanan darat.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan tahapan verifikasi dan inventarisasi calon penerima bantuan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang aktif dan membutuhkan dukungan pemerintah.
“Kita ingin bantuan ini tepat sasaran, sehingga kelompok yang menerima memang masih aktif berproduksi dan benar-benar membutuhkan,” katanya.
Bachtiar menyebutkan, terdapat sekitar 30 kelompok sasaran penerima bantuan pada tahun ini. Jumlah anggota dalam setiap kelompok bervariasi, mulai dari enam orang hingga lebih dari sepuluh orang.
Kelompok penerima tidak hanya berasal dari nelayan tangkap di kawasan pesisir, tetapi juga mencakup pembudidaya ikan air tawar yang mengembangkan komoditas seperti nila, patin, dan lele. Menurutnya, sektor perikanan darat juga menjadi perhatian pemerintah karena memiliki potensi ekonomi cukup besar dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat.
Di sisi lain, Bachtiar mengakui alokasi anggaran bantuan tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 total anggaran bantuan mendekati Rp2 miliar, maka pada tahun ini hanya tersedia sekitar Rp900 juta.
Penurunan tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada terbatasnya jumlah bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat.
“Memang ada penurunan anggaran dibanding tahun lalu, sehingga jumlah kelompok penerima juga ikut berkurang. Tetapi program bantuan tetap kami prioritaskan agar pelaku usaha perikanan tetap mendapat dukungan,” jelasnya.
Meski anggaran menyusut, pihaknya memastikan program pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan tetap berjalan.
Selain membantu meningkatkan hasil produksi, bantuan sarana dan prasarana tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu kendala utama pelaku usaha perikanan.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Mataram menargetkan realisasi bantuan fisik dapat dilakukan pada Juli hingga Agustus 2026 setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi penerima selesai dilaksanakan.
“Insyaallah realisasinya sekitar Juli atau Agustus setelah selesai verifikasi sasaran penerimanya,” kata Bachtiar. (pan)






