Thursday, May 7, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaSebulan, Holiday Resort Lombok Olah 1,4 Ton Sampah Jadi Kompos dan Daur...

Sebulan, Holiday Resort Lombok Olah 1,4 Ton Sampah Jadi Kompos dan Daur Ulang

Giri Menang (ekbisntb.com) — Holiday Resort Lombok mencatat pengelolaan sampah sebanyak 1.449,90 kilogram (1,4 ton) sepanjang April 2026.

Pengelolaan sampah tersebut dilakukan melalui sistem operasional internal resor, mulai dari pemilahan, pengolahan, pengomposan, hingga penyaluran material daur ulang kepada mitra resmi di Lombok.

Sampah organik dari area dapur dan kebun diolah menjadi kompos, kemudian dikembalikan ke Eco Farm sebagai penyubur tanah alami. Sementara itu, sampah kering yang masih dapat dimanfaatkan dipilah dan diarahkan ke jalur daur ulang.

Dalam menjalankan program keberlanjutan, ungkap General Manager Holiday Resort Lombok Ketut Murtajaya, menggunakan kerangka kerja 6R, yaitu Refine, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Retrieve Energy.

Prinsip ini menjadi dasar dalam pengambilan keputusan operasional, termasuk dalam penyediaan bahan makanan, pengelolaan limbah, pelatihan staf, serta pemilihan pemasok.

Selain pengelolaan sampah, laporan April 2026 juga mencatat hasil signifikan dari Eco Farm milik resor. Sepanjang bulan tersebut, kebun resor menghasilkan lebih dari 20 jenis sayuran, buah, rempah, dan tanaman herbal. Hasil panen ini digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional resor, termasuk penyajian makanan di Kayangan Restaurant.

Beberapa hasil panen terbesar antara lain kelapa sebanyak 705 butir, selada sebanyak 145,75 kilogram, kedondong 59,35 kilogram, serta alpukat 23,40 kilogram. Eco Farm juga menghasilkan berbagai komoditas lain seperti jahe, kunyit, kangkung, okra, lengkuas, serai, basil, rosemary, thyme, dan mint.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak hanya berhenti pada kampanye lingkungan, tetapi juga diterapkan langsung dalam kegiatan harian resor.

“Bahan-bahan yang ditanam di area resor dapat digunakan untuk pengalaman tamu, mulai dari hidangan sarapan, minuman penyambutan, hingga kebutuhan spa,” ujarnya.

Holiday Resort Lombok juga membuka ruang partisipasi bagi tamu melalui kegiatan seperti tur kebun pada pagi dan sore hari. Melalui kegiatan tersebut, tamu dapat melihat langsung proses penanaman, mengenal hasil kebun, dan memahami bagaimana praktik keberlanjutan diterapkan dalam operasional resor.

Bagi industri perhotelan di Lombok, langkah ini menjadi contoh bahwa pengalaman wisata yang nyaman dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas lokal.(bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut