Mataram (ekbisntb.com) – Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M Saleh, menegaskan bahwa BPPD NTB menyambut baik langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB, bil khusus kepada Pak Gubernur Iqbal, yang ikut mengawasi tata kelola anggaran BPPD. Kami terbuka dan menyambut baik bahwa program kami harus selaras dengan target pemerintah provinsi dalam menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata mendunia,” ujarnya.
ia menjelaskan, meskipun nilai anggaran terdengar sebesar Rp1 miliar, namun alokasi tersebut tidak sepenuhnya untuk promosi.
“Perlu dipahami, di dalam anggaran itu juga terdapat biaya operasional kantor, sehingga porsi untuk promosi terbagi. Karena itu, kami harus menyiasati dengan strategi kolaboratif, termasuk melibatkan mitra dari industri pariwisata,” jelasnya.
Sahlan menambahkan, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci untuk tetap mencapai target besar sektor pariwisata NTB.
“Kami tetap optimistis target 3 juta wisatawan dapat tercapai, dengan dampak ekonomi yang diharapkan tidak kurang dari Rp4 triliun per tahun bagi daerah,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan pengawasan, melainkan berharap adanya konsistensi dalam pendekatan kebijakan.
“Bagi kami, pengawasan itu penting. Namun perlu ada keseimbangan agar peran strategis BPPD tetap didukung secara optimal,” tegasnya.
dalam waktu dekat kami melaksanakan kegiatan besar yakni BBTF di bali tanggal 27-30 Mei dan mendatangkan bayer dari Eropa, Amerika, Afrika, Asia dalam kegiatan FAMTRIP LOMBOK SUMBAWA tanggal 31 Mei sampai 2 Juni, kami berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung kegiatan besar ini
Ia pun memastikan bahwa BPPD akan fokus pada kinerja dan hasil yang terukur.
“Target kita sama, yakni meningkatkan daya saing pariwisata NTB. Karena itu, kami siap bersinergi dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata,” pungkasnya. (bul)






