HomeBERANDAPemda KSB Bahas Skema Investasi Agribisnis Unggas dengan Investor

Pemda KSB Bahas Skema Investasi Agribisnis Unggas dengan Investor


Taliwang (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar pertemuan bersama ASPM Group, PT AS Putra Perkasa Makmur dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk mematangkan rencana investasi agribisnis unggas.


Pertemuan kedua yang digelar secara daring itu berlangsung, Senin (7/9) di Ruang Rapat II Bappeda KSB. Sejumlah agenda dibahas mulai dari tahapan investasi, model bisnis, pola kemitraan hingga pembagian peran masing-masing pihak.


Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah hadir langsung mengawal pertemuan tersebut. Ia didampingi Kepala Bappeda Suhadi, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan H. Wahidin serta sejumlah kepala dinas terkait. Sementara, PT AMNT hadir Vice President Social Impact, Policy Permitting, Priyo Pramono. Sementara, ASPM Group diwakili EVP Poultry Operations & Co-Founder ASPM, Nabia Nurhamdani hadir secara daring.

- Advertisement -


Dalam pertemuan tersebut, rencana investasi dibahas dalam tiga tahapan. Tahap awal mencakup penyiapan model bisnis, pola kerja sama serta pemetaan pihak yang akan terlibat. Sementara tahap berikutnya, diarahkan pada pengembangan ayam petelur. Pemerintah KSB menyampaikan kesiapannya menyediakan lahan untuk mendukung rencana tersebut. Sedangkan, tahap ketiga mencakup pengembangan plasma ayam pedaging hingga pembangunan rumah potong unggas.


Pembahasan juga menyoroti besarnya potensi pasar lokal telur ayam yang dibuktikan tingginya konsumsi masyarakat KSB mencapai 50 ton per minggu. Sekitar 99,75 persen kebutuhan telur tersebut, masih dipasok dari luar pulau terutama Jawa dan Bali.


Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi pengembangan produksi unggas di dalam daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.


Selain aspek produksi, Pemda KSB dalam pertemuan itu juga membahas peluang pelibatan BUMD dalam skema kerja sama sektor pangan dan peternakan. Pola kemitraan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat investasi bagi daerah dan masyarakat.


Pemda KSB juga memastikan rencana pengembangan klaster peternakan memiliki dukungan kebijakan daerah, termasuk melalui Perbup KSB Nomor 10 Tahun 2026 tentang Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa serta Perda KSB Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.


Pertemuan lanjutan dijadwalkan kembali pada pekan berikutnya dengan melibatkan lebih banyak pihak. Pembahasan akan difokuskan pada pendalaman model bisnis, pola kemitraan, kesiapan investasi, pembagian peran, dan aspek teknis menuju tahap implementasi.(bug)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut