Dompu (EKBIS NTB) – Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu resmi dimulai. Proyek pembangunan dermaga ini diharapkan dapat membuka akses Dompu ke pasar dunia.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran Kantor UPP Kelas III Calabai Dompu, yang telah berupaya maksimal sehingga pembangunan Pelabuhan Laut Kilo akhirnya dapat direalisasikan tahun 2026.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan tersebut melalui proses yang cukup panjang. Pemkab Dompu telah menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Desa Mbuju pada 27 Februari 2020. Namun, pembangunan fisiknya baru dapat direalisasikan tahun ini. “Karena pembangunan ini prosesnya cukup panjang, tapi baru terealisasi pembangunannya tahun 2026 ini,” katanya.
Bambang mengatakan, kehadiran Pelabuhan Kilo sangat penting bagi Dompu. Dengan potensi wilayah dan sumber daya yang dimiliki mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan hingga pariwisata, keberadaan pelabuhan akan membuka akses distribusi yang lebih efisien.
Dompu memiliki potensi bahari yang luar biasa. Namun selama ini distribusi sejumlah komoditas masih harus melalui daerah lain, sehingga berdampak terhadap tingginya biaya transportasi. Menurutnya, Pelabuhan Kilo akan menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut.
Pelabuhan ini diharapkan mampu menghubungkan komoditas dari Dompu langsung dengan daerah lain, bahkan pasar luar daerah dan internasional. Bambang mencontohkan potensi ikan tuna di Kecamatan Kilo.
Selama ini, hasil perikanan tersebut banyak dikirim ke Bali dan kemudian dipasarkan dengan merek daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hotel berbintang. “Kita terhalang akses. Dengan adanya ini akan terbuka. Bahwa kita juga punya potensi kekhasan menjadi branding Dompu,” katanya.
Selain memperlancar distribusi barang, keberadaan pelabuhan dinilai akan membuka lapangan kerja, mulai dari masa konstruksi hingga pelabuhan beroperasi. Aktivitas tersebut juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bambang juga melihat Pelabuhan Kilo akan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Akses laut yang semakin terbuka akan memudahkan orang dari luar daerah untuk datang sekaligus melihat berbagai potensi wisata yang dimiliki Dompu.
Ia menegaskan, Pemda dan masyarakat Dompu harus mengambil peran penting untuk memastikan pembangunan pelabuhan berjalan sukses. Meskipun proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional dan bukan proyek strategis daerah, manfaat dan asetnya nantinya akan menjadi bagian penting bagi daerah.
Bupati juga meminta pembangunan dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Ia berharap pelabuhan yang dibangun tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi memiliki kualitas yang baik dan dapat berkelanjutan.
Bambang juga meyakini pembangunan pelabuhan akan diikuti dengan peningkatan infrastruktur jalan menuju Kilo. Menurutnya, status jalan dan konektivitas menuju kawasan pelabuhan akan menjadi perhatian seiring dengan hadirnya proyek nasional tersebut. “Kita tidak akan seperti ini lagi. Kilo akan menjadi pusat perekonomian baru,” katanya.
Kepala UPP Kelas III Calabai Dompu Prayitno, SH menyampaikan, groundbreaking menjadi tonggak awal dan langkah strategis dalam mewujudkan peningkatan konektivitas transportasi laut sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kilo dan wilayah sekitarnya.
Dikatakan,progres fisik pembangunan Pelabuhan Laut Kilo tercatat 57,736 persen dengan sisa waktu pelaksanaan 116 hari kerja. Keterlambatan ini tidak lepas dari musibah dalam proses pengiriman material dari Surabaya. Tongkang yang mengangkut 342 batang tiang pancang dari Surabaya menuju Kilo tenggelam di Perairan Madura pada 30 Juni 2026 akibat cuaca buruk.
Prayitno menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menjaga proses pembangunan serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik agar pelabuhan tersebut nantinya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. (ula/*)






