HomeBERANDAJelang MotoGP, Organda NTB Minta Pengelola “Shuttle Bus” Segera Ditetapkan

Jelang MotoGP, Organda NTB Minta Pengelola “Shuttle Bus” Segera Ditetapkan

Mataram (EKBIS NTB) – DPD Organda NTB meminta PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika, termasuk Sirkuit Mandalika untuk segera menetapkan dan mengumumkan pengelola transportasi shuttle bus untuk MotoGP Mandalika 2026.

Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum di Mataram, 7 September 2026 menyampaikan, kebutuhan shuttle bus di dalam kawasan Sirkuit Mandalika diperkirakan mencapai sekitar 130 unit. Karena itu, penetapan pengelola transportasi tidak seharusnya dilakukan menjelang pelaksanaan MotoGP.

“Jangan sampai seperti tahun sebelumnya, H-1 minggu baru diumumkan pemenangnya. Akhirnya teman-teman pengusaha transportasi hanya pasrah dan kendaraan dari luar yang masuk,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut JK, panggilan akrabnya, pelaku usaha transportasi NTB sebenarnya memiliki armada yang cukup untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP. Namun, mereka membutuhkan informasi lebih awal mengenai jumlah armada, jenis kendaraan, rute, hingga skema pembiayaan.

Ia meminta pemerintah maupun pihak penyelenggara memberikan kesempatan lebih besar kepada pengusaha lokal. Jika kebutuhan armada sudah disampaikan sejak awal, pengusaha dapat mengatur kendaraan yang akan dilibatkan tanpa mengganggu pelayanan transportasi reguler.

“Kalau diberitahu lebih cepat, ketika pemerintah provinsi membutuhkan bantuan untuk suksesnya MotoGP, teman-teman bisa mengatur. Misalnya menyediakan dua atau tiga unit dan seterusnya,” katanya.

JK juga mengingatkan agar keterlibatan pengusaha transportasi tidak hanya sebatas diminta membantu. Setiap armada yang digunakan harus mendapatkan pembayaran sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

Ia mencontohkan kebutuhan transportasi dari luar daerah yang berpotensi menambah biaya karena harus menanggung ongkos penyeberangan dan biaya operasional lainnya. Karena itu, menurutnya, armada yang tersedia di NTB perlu diprioritaskan terlebih dahulu.

“Teman-teman anggota kita juga harus dibayar sesuai peraturan. Armada dari luar boleh, tetapi prioritaskan dulu yang dari daerah,” tegasnya.

Ia menyebut persiapan transportasi menjadi semakin penting karena jumlah penonton MotoGP tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 150 ribu orang. Terlebih, terdapat informasi bahwa Presiden Prabowo akan hadir menonton.

JK berharap seluruh pemangku kepentingan tidak hanya fokus pada aspek promosi dan bisnis, tetapi juga memastikan tata kelola transportasi berjalan baik.

Organda NTB, lanjutnya, siap dilibatkan dalam koordinasi transportasi. Organisasi tersebut akan membantu mengarahkan para pengusaha dan pemilik armada setelah penetapan pengelola shuttle bus dilakukan.

Selain itu, Junaidi meminta pemerintah mengantisipasi praktik percaloan atau pemblokiran kendaraan sewaan yang dapat menyebabkan harga transportasi melonjak. Menurutnya, transparansi dalam pengadaan dan penggunaan armada penting agar pelaksanaan MotoGP tidak justru membebani masyarakat dan pemerintah.
“Jangan sampai ada yang memblok kendaraan, kemudian muncul kesan barang sudah habis dan harga naik. Kita tidak ingin ada calo,” tegasnya.

Ia memperkirakan kebutuhan transportasi di luar sirkuit juga cukup besar, termasuk bus besar dan bus medium. Dengan koordinasi lebih awal, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari armada yang tersedia di NTB tanpa mengganggu pelayanan transportasi antardaerah.

Organda NTB ditegaskannya siap mendukung penuh pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026. (bul)
Junaidi Kasum

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut