HomePARIWISATAMasjid Komplek Rumah Adat Sade Dibangun Kembali dengan Konsep Pertama Kali

Masjid Komplek Rumah Adat Sade Dibangun Kembali dengan Konsep Pertama Kali

Praya (Suara NTB) – Masjid di kompleks Rumah Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang terbakar beberapa waktu lalu akan dibangun kembali. Pembangunan dilakukan LAZ Metro Insan Mulia (MIM) Foundation dengan mengembalikan konsep arsitektur masjid seperti desain awal saat pertama kali dibangun.

Ketua LAZ MIM Foundation, Romi Saefudin, mengatakan rencana pembangunan masjid telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta masyarakat adat Sade.

“Sejak awal kejadian bencana, kami sudah melaporkan kepada Bapak Gubernur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah terkait rencana MIM Foundation untuk membangun kembali masjid ini,” kata Romi, usai menyerahkan secara simbolis dukungan untuk revitalisasi Dusun Adat Sade kepada Bupati Lombok Tengah, H. Lalu. Fathul Bahri. Disaksikan juga oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal bersamaan dengan kegiatan “Nyemulak” atau pemasangan pedana tiang pancang rumah adat Sade yang terbakar untuk di rekonstruksi kembali, Kamis, 3 September 2026.

- Advertisement -

Menurut Romi, masjid akan dibangun dengan ukuran sekitar 15 x 15 meter. Dalam proses perencanaan, MIM Foundation menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Universitas Mataram (Unram), khususnya dalam penyusunan desain arsitektur.

Desain  kemudian dimusyawarahkan kembali bersama masyarakat adat Sade. Hasil pembahasan telah disepakati dan dituangkan dalam berita acara.

Romi menegaskan, pembangunan masjid tidak hanya dikerjakan oleh pihak yayasan. Masyarakat Sade akan dilibatkan secara langsung, terutama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan karakter dan konsep bangunan adat setempat.

“Setelah desain difinalisasi, kami musyawarahkan kembali dengan masyarakat adat. Alhamdulillah sudah ada kesepakatan dan berita acaranya sudah ditandatangani,” ujarnya.

Kembalikan Desain Awal

Hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan kembali masjid adalah upaya mengembalikan bentuk bangunan pada konsep awal. Sebab, menurut Romi, masjid yang terbakar sebelumnya sudah beberapa kali mengalami perubahan desain akibat renovasi.

Bangunan baru nantinya dibuat lebih terbuka dengan tiang-tiang utama berukuran besar. Atapnya menggunakan konsep tiga susun atau tiga berundak, menyerupai bentuk awal masjid di kawasan tersebut.

“Yang penting kami kembalikan ke desain awal. Informasi dari warga, masjid ini pernah direnovasi dan desainnya berubah. Jadi sekarang kami kembalikan lagi seperti konsep pertama kali,” jelasnya.

Konsep bangunan juga dibuat lebih terbuka agar sirkulasi udara di dalam masjid tetap baik. Untuk menjaga pembatas antara ruang laki-laki dan perempuan, nantinya akan digunakan elemen seperti anyaman atau rajutan yang tetap menyesuaikan karakter arsitektur Sade. Batu alam juga akan digunakan sebagai salah satu elemen pendukung.

Romi mengatakan desain tersebut bukan dibuat berdasarkan perkiraan semata. Tim mendapatkan rujukan dari hasil penelitian mengenai arsitektur tradisional Desa Sade yang dilakukan salah seorang akademisi Unram.

“Yang kita libatkan adalah salah satu peneliti yang meneliti arsitektur Desa Sade. Set plan dan ukuran-ukurannya sudah ada, termasuk gambar-gambar hasil penelitian sebelumnya. Jadi kami tinggal mengembalikan dan melanjutkan apa yang sudah diteliti,” katanya.

Dengan demikian, pembangunan masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tetap menyatu dengan karakter kawasan adat Sade dan mempertahankan nilai arsitektur tradisionalnya.

Ditargetkan Rampung Tiga Bulan

MIM Foundation menargetkan pembangunan masjid tersebut dapat diselesaikan sekitar tiga bulan.

Ia menambahkan, pembangunan dilakukan melalui kolaborasi MIM Foundation dengan sejumlah pihak dan dukungan para pemangku kepentingan. Masyarakat setempat juga mendapat porsi dalam proses pembangunan, termasuk bagian atap yang akan dikerjakan warga Desa Sade.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut