HomeBerandaBank Indonesia Resmi Buka FESyar KTI 2026 di Lombok, Targetkan Transaksi Miliaran...

Bank Indonesia Resmi Buka FESyar KTI 2026 di Lombok, Targetkan Transaksi Miliaran Rupiah dan Akselerasi Digitalisasi Syariah

Mataram (Ekbis NTB) – Bank Indonesia resmi membuka gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (10/7). Acara tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi regional, mendorong inovasi, serta memperluas inklusi ekonomi syariah yang berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.

Pembukaan FESyar KTI 2026 ditandai dengan pemukulan instrumen tradisional Kenong. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Khair, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, serta disaksikan oleh 22 pimpinan provinsi sekawasan KTI. Gelaran yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 12 Juli 2026.

Dalam keynote speech-nya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan pentingnya adopsi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

- Advertisement -

“Teknologi membuka peluang, sinergi memperkuat langkah dan menjadi ruang kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) yang berkelanjutan,” ujar Destry.

Destry juga memaparkan posisi strategis Indonesia di kancah global berdasarkan data State of the Global Islamic Economic Report 2025/2026, di mana Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dalam ekosistem ekonomi syariah. Di tingkat sektoral, Indonesia menempati peringkat ke-1 untuk industri modest fashion, peringkat ke-2 untuk pariwisata ramah muslim, dan peringkat ke-3 untuk makanan halal. Kendati demikian, ia menyoroti bahwa sektor keuangan syariah nasional baru berkontribusi sebesar 7% dari total pembiayaan perbankan, yang menjadi tantangan besar untuk terus diakselerasi.

Pada perhelatan tahun ini, Bank Indonesia mematok target kinerja yang konkret. BI membidik realisasi pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar melalui program business matching dan penguatan keuangan sosial syariah. Selain itu, transaksi dari para pelaku usaha dan UMKM syariah ditargetkan mampu menembus angka Rp1,5 miliar. Di sisi edukasi, FESyar KTI 2026 mencatatkan lonjakan antusiasme yang tinggi dengan menjaring 3.223 peserta pada Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional, atau melampaui 124 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa perhelatan ini didukung penuh oleh 22 provinsi se-KTI. FESyar KTI 2026 menghadirkan infrastruktur ekosistem syariah yang lengkap di area pameran, meliputi 19 stan UMKM binaan Kantor Perwakilan BI se-KTI, 111 produk unggulan di Halalmart, 34 stan kuliner khas Indonesia Timur, 11 lembaga pembiayaan perbankan syariah, 6 lembaga wakaf, serta 4 halal center.

“Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, FESyar diharapkan mampu memperkuat halal value chain sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Hario. Ia juga secara khusus mempromosikan produk lokal seperti komoditas kurma asal NTB dan bakeri dari pondok pesantren binaan yang kualitasnya telah diakui mampu bersaing di pasar luas.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menyampaikan sambutan mewakili Gubernur NTB yang sedang mendampingi Presiden RI meresmikan Bendungan Meninting, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Khair, mengajak seluruh elemen untuk merajut sinergi berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap FESyar menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong produk halal daerah agar semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” ungkap Abul Khair. Ia juga mengulas identitas visual utama FESyar tahun ini yang menggunakan kain Tenun Renda Bima bermotif Bunga Kakando (motif rebung berbentuk segitiga). Motif tersebut dinilai merepresentasikan filosofi kesabaran, ketekunan, dan keuletan—karakter esensial yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha syariah untuk membangun ekonomi nasional yang kokoh dan berakar pada budaya lokal.

Guna memperkuat ekosistem komersial dan sosial syariah, FESyar KTI 2026 mengintegrasikan empat program unggulan utama, yakni AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), BAROKAH (Bina Rantai Komunitas Halal untuk Ekspor), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), serta MAHAR (Mobilisasi Aset Halal Menuju Akselerasi Wakaf). Rangkaian acara juga turut diramaikan oleh talkshow inklusi ekonomi, sertifikasi nazhir, gerakan sadar wakaf, hingga peluncuran buku sejarah ekonomi wilayah Nusa Tenggara. (r/fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut