Mataram (Ekbis NTB) – Setiap hari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB mengirim dana remitansi ke kampung halaman melalui beragam instrumen keuangan. Di Januari 2024 saja, dana remitansi yang masuk ke NTB sebesar Rp22,3 miliar.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, data remitansi yang masuk ke NTB diambil dari Bank Indonesia dan PT.Pos. Data dari Bank Indonesia menunjukkan remitansi PMI selama Januari sebesar Rp15,1 miliar, sementara dari PT.Pos sebesar Rp7,1 miliar.
“Di bulan Januari kemarin, dana remitansi NTB sebesar 22,33 miliar rupiah. Tercatat dari sejumlah negara penempatan PMI,” kata Wahyudin akhir pekan kemarin.
Ia mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia dengan dana remitansi sebesar Rp15,1 miliar, asal dana paling banyak dari negara Saudi Arabia sebesar Rp5,9 miliar, kemudian Uni Emirate Arab Rp3,7 miliar, Malaysia Rp852 juta, Qatar Rp353 juta dan puluhan negara lainnya dengan angka yang bervariasi.
Adapun remitansi menurut kabupaten/kota tujuan selama Januari yaitu tujuan Kota Mataram paling jumbo dengan 40 persen lebih, Kabupaten Sumbawa dengan 30 persen lebih, dan Kabupaten Bima 23 persen lebih.
Adapun di tahun 2023 kemarin, dana remitansi PMI asal NTB mencapai Rp524 Miliar. Jumlah tersebut lebih rendah dari realisasi remitansi tahun 2022 sebesar Rp609,8 miliar. Sementara di tahun 2021, remitansi NTB jauh lebih besar lagi yaitu Rp1,02 triliun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan sejak pandemi Covid-19, terjadi pemulangan PMI saat itu. Karena jumlah PMI di luar negeri berkurang sehingga berdampak pada penurunan jumlah remitansi.
Ia menerangkan, jumlah penempatan PMI asal NTB dari Oktober 2022 hingga akhir Desember 2023 sebanyak 36 ribu orang. Mereka yang sudah berada di negara penempatan langsung bekerja sesuai dengan sektor yang dituju.
Namun demikian mereka tak serta merta langsung bisa mengirimkan dana remitansinya ke kampung halaman. Inilah kemudian yang membuat angka remitansi itu turun selama dan panca-pandemi Covid-19.
Remitansi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat NTB. Dana dari luar negeri itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga PMI di kampung halaman, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif.(ris)
Mataram (Ekbis NTB) – Masa jabatan Direksi PT. Gerbang NTB Emas (GNE) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dibidang aneka usaha akan berakhir pada Mei 2024 ini. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma mengatakan, untuk Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Samsul Hadi, nantinya akan diputuskan oleh pemegang saham.
Apakah masa jabatannya akan diperpanjang kembali atau sebaliknya. “Kalau diperpanjang, ya diusulkan di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Kalau umpamanya berganti, ya proses yang baru lagi,” katanya, Selasa, 5 Maret 2024. Sejauh ini menurut mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB ini, kinerja direksi PT. GNE yang saat ini masih berjalan dianggap bagus.
Indikatornya, kinerja direksi saat ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan direksi-direksi sebelumnya. “Indikator bagusnya, dividen bisa disetorkan ke kas daerah. Dan jauh lebih meningkat dari sebelum-sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, apapun keputusannya nanti, akan disepakati melalui RUPS.
Terpisah, Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi menanggapi santai perihal masa kerjanya yang segera berakhir.
Samsul Hadi mengatakan, sebelum berakhirnya masa kepemimpinannya, sejumlah program terus dikebut, diselesaikan sebagaimana target-targetnya. Salah satunya menyelesaikan kewajiban-kewajiban keuangan yang masih menjadi PR yang diterimanya dari pengurus sebelumnya.
Ia juga tengah mengawal kerjasama yang berjalan dengan para pihak. Misalnya dengan PT. Potum dalam hal penyediaan air bersih dalam pelaksanaan program SPAM Regional Lombok. Ada juga kerjasama dengan PT. Kaltimex Energi untuk pengembangan bio energi. Dan kerjasama dengan Perusahaan gas negara untuk mewujudkan pengembangan bio gas yang didanai oleh Pemerintah Denmark.
“Kolaborasi kita dengan para pihak ini sudah jalan. Kita fokus di sini juga,” tambahnya. Selain itu, Samsul Hadi juga menyampaikan, di tengah terbatasnya dana yang dikelola, PT. GNE terus mengembangkan bisnis yang diharapkan akan mendorong peningkatan pendapatan bagi daerah. Ia juga mengharapkan, penyertaan modal yang tertuang dalam Perda sebesar Rp100 miliar secara bertahap dapat dipenuhi oleh pemegang saham. Dalam hal ini Pemprov NTB.
“Semoga penyertaan modal segera dapat direalisasikan. Kita belum setor dividen tahun lalu, masih kita putar terus untuk mendorong kinerja PT. GNE,” demikian Samsul Hadi. (bul)
Pertamina terus memperluas layanan melalui program Satu Desa Satu Pangkalan LPG.(Ekbis NTB/bul)
Mataram (Ekbis NTB) – Pertamina terus memperluas layanan melalui program Satu Desa Satu Pangkalan LPG (elpiji). Program ini bertujuan untuk memperluas ketersediaan, kemudahan akses, dan keterjangkauan elpiji ke masyarakat, terutama di wilayah-wilayah pelosok yang sebelumnya tidak memiliki pangkalan resmi.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Priatna Riadi dihubungi Selasa (5/3) kemarin mengatakan, bahwa melalui program ini, masyarakat dimanapun dapat lebih mudah mengakses elpiji bersubsidi. Pemerintah menurutnya mempertimbangkan masyarakat yang jaraknya jauh untuk mendapatkan elpiji subsidi. Selain itu, harga yang diterima masyarakat untuk penebusan elpiji subsidi juga harus sama dimanapun.
“Dengan program satu desa satu pangkalan ini, masyarakat di wilayah terjauh juga dapat lebih mudah menjangkau pangkalan dan mengurangi ketergantungan pada pengecer. Sebetulnya tidak satu desa satu pangkalan, kalau diperlukan satu desa bisa dua pangkalan,” tambahnya. Program ini merupakan langkah positif dalam memastikan ketersediaan energi yang bersih, hemat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat pedesaan. Program ini menurutnya terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat secara luas.
Untuk menjadi pangkalan LPG, terutama dalam program Satu Desa Satu Pangkalan LPG ini, ada beberapa syarat administratif yang harus dipenuhi. Diantaranya, calon pangkalan harus memiliki badan usaha yang dibuktikan dengan keterangan resmi dari pemerintah desa. “Ada keterangan dari desa, bahwa memang dia memiliki usaha. Bisa juga syaratnya UD (usaha dagang). Yang lain-lain syaratnya seperti biasa,” tambahnya.
Syarat menjadi pangkalan ini diajukan ke agen LPG yang berada di wilayah administratif tempat calon pangkalan dimaksud. “Silakan diajukan syaratnya ke agen elpiji di wilayah masing-masing. Sekarang dipermudah menjadi pangkalan. Ndak mesti harus ada ketentuan modal dan tabung sekian banyak. Ndak mesti. Yang penting sudah menjalankan usaha dagang,” demikian Priatna.
Terpisah, Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Niken Arumdati mengatakan, pada akhir tahun 2023 lalu. Hiswana Migas mengusulkan penyesuaian (Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg, setelah lama belum pernah dilakukan penyesuaian harga. Biasanya, menurut Niken, sampai dengan pangkalan resmi Pertamina, harga yang diterima masih sesuai HET.
“Namun, jika sudah di pengecer terjadi kenaikan HET, karena harus ada marjin /keuntungan. Pengecer ini ada karena masih banyak desa yang belum memiliki jumlah pangkalan yang cukup. Harapannya jika diperbanyak, masyarakat akan mendapatkan LPG 3 Kg sesuai HET, tanpa kenaikan harga akibat margin profit pengecer,” tambahnya.
Sesuai surat keputusan nomor 750/444/2023 terkait dengan (HET) LPG 3 Kg. Untuk daerah yang berada di radius 60 kilometer dari Depot LPG Pertamina atau Stasiun Pengisian dan Bulk Elpiji (SPBE), HET LPG 3 Kg yang harus diterima konsumen sebesar Rp18 ribu. (bul)
Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Rakyat Indoensia (Persero) Tbk atau BRI kembali menerbitkan Green Bond melalui Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2024 sebesar Rp2,5 triliun.
Penerbitan dilakukan dalam 3 seri yaitu Seri A sebesar Rp1,23 triliun dengan jangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi dengan kupon 6,15%, Seri B sebesar Rp879,43 miliar dengan jangka waktu 2 tahun dengan kupon 6,25% dan Seri C sebesar Rp382,9 miliar jangka waktu 3 tahun dengan kupon 6,25%.
Aksi korporasi ini merupakan salah satu upaya BRI dalam merealisasikan green economy dan juga bagian dari strategi pendanaan yang menganut Sustainable Principle setelah sebelumnya BRI sukses menerbikan Green Bond, Sustainable Bond, Sustainable-Linked Loan, MTN Inklusif dan Obligasi Subordinasi Inklusif.
Terkait dengan hal tersebut, SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi mengatakan, Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan untuk kegiatan modal kerja.
“Green Bond merupakan upaya BRI dalam mendukung sustainability ataupun keberlanjutan kehidupan manusia serta mendorong tingkat kemakmuran ataupun prosperity. Masyarakat dapat turut serta bersama BRI dengan menjadi investor green bond untuk mendorong terciptanya pola bisnis berkelanjutan di dalam negeri,,” ujarnya.
Ia meyakini, aksi korporasi ini semakin mengukuhkan posisi BRI sebagai market leader penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di Indonesia yang didorong implementasi ketiga dimensi tersebut dalam aktivitas perbankan untuk mendukung ekonomi nasional melalui perubahan pola bisnis menjadi berkelanjutan.
Di sisi lain aspek risiko dalam obligasi ini pun relatif terjaga, sebagaimana tampak dari peringkat Lembaga Pemeringkat Efek Pefindo yang memberikan pemeringkatan idAAA (Triple A). untuk Obligasi Berwawasan Lingkungan BRI tersebut. Rating tersebut menunjukkan kemampuan kuat perseroan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
Adapun jadwal penerbitan Green Bond atau Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2024 sebagai berikut:
Tanggal Efektif : 12 Juli 2022
Rencana Masa Penawaran Umum : 7 – 8 Maret 2024
Rencana Tanggal Penjatahan : 13 Maret 2024
Rencana Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 15 Maret 2024
RencanaTanggal Distribusi Secara Elektronik : 15 Maret 2024
Rencana Tanggal Pencatatan Pada BEI : 18 Maret 2024. (r/*)
Foto bersama usai kegiatan pelathan UMKM binaan PT PLN (Persero) UP 3 Sumbawa, (Ekbis NTB/ist)
Sumbawa (Ekbis NTB)-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa bersama Rumah BUMN Sumbawa telah memulai rangkaian Program Pelatihan & Pengembangan UMKM Binaan PLN dengan melaksanakan Pelatihan Seri 1, 2 & 3 bertajuk “Pentingnya Legalitas, Sertifikasi dan Standarisasi Produk UMKM serta Pentingnya Pengaturan Keuangan Bisnis & Keuangan Rumah Rumah Tangga bagi Kesuksesan UMKM”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Februari 2024 ini dilangsungkan Hotel Grand Samota, ini diikuti dengan penuh antusias dari para peserta UMKM Binaan yang totalnya berjumlah 96 UMKM.
Pemateri pada pelatihan kali ini, Ibu Yaumi Ramdani, S.E., MM merupakan Konsultan Entrepreneur ACVIC, Micromentor Transfumi dan Fasilitator UKM Indonesia, dalam materinya dijelaskan pentingnya Legalitas, Sertifikasi dan Standarisasi Produk bagi UMKM untuk bersaing di pasar global dengan beberapa poin yang menjadi penekanannya.
Poin pertama adalah legalitas seperti NIB. Saat ini telah menjadi perizinan penting yang memudahkan pelaku usaha mikro karena tidak perlu lagi kelengkapan administrasi lain seperti SIUP dan TDP. Cukup dengan NIB, dapat menjadi ijin persiapan, ijin operasional dan juga sebagai ijin transaksional bagi pelaku usaha mikro dengan kategori usaha risiko rendah.
Selanjutnya, yakni sertifikasi produk pelengkap bagi UMKM dengan katagori olahan makanan dan minuman, memerlukan beberapa sertifikasi seperti PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan halal ijin edar (MD) dan SNI. Semua bentuk sertifikasi ini dapat diakses setelah membuat NIB melalui sistem OSS yang dapat diajukan setelah ijin usaha terdaftar.
Terakhir, Manajemen Keuangan lebih fokus pada pengelolaan sumber pendapatan pelaku usaha agar dapat dioptimalkan melalui perencanaan pengelolaan pengeluaran dan investasi pada aset-aset yang sifatnya potensial bagi peningkatan perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
Lalu Ahmad Taubih, S.AP., M.Sc., CHCM, selaku Ketua Sumbawa Education Entrepreneurship and Development (SEED) Program, yang juga pengelola Rumah BUMN Sumbawa menambahkan bahwa pada tahun 2023 lalu dari 96 UMKM Binaan, telah ada 10 UMKM yang masuk kategori Go Modern, 27 UMKM dengan kategori Go Digital dan 73 UMKM dengan kategori Go Online.
Jumlah ini tentunya akan terus ditingkatkan pada Tahun 2024 ini dengan meluncurkan program-program pelatihan dan strategi pendampingan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM Binaan, mengingat telah dilaksanakannya evaluasi mendalam dari pelaksanaan program di Tahun 2023 lalu sehingga Program Pelatihan & Pengembangan yang dilaksanakan dapat membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan mereka menjadi Go Modern, Go Digital dan Go Online.
Selain itu, Yuli Armawati selaku Owner Bulaku Kuliner mengatakan bahwa sebagai UMKM Binaan baru PLN yang bergabung di akhir tahun 2023 lalu, merasa sangat beruntung bergabung menjadi binaan PLN.
“Ternyata banyak sekali ilmu penting yang diberikan sebagai bekal pengembangan usaha kuliner saya dan seolah saya mendapat suntikan semangat dalam menyambut tahun 2024 ini”, sambungnya.
General Manager PT PLN (Persero) UIW NTB, Sudjarwo menambahkan bahwa sampai dengan bulan Maret 2024, Mitra Binaan Rumah BUMN yang aktif baik yang berada di Kabupaten Lombok Barat maupun Kabupaten Sumbawa telah mencapai 277 Mitra.
“Kemajuan Mitra Binaan sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, oleh karena itu PLN akan selalu mendorong Rumah BUMN untuk terus meningkatkan clusterisasi Mitra Binaan untuk masuk menjadi Go Modern, Go Digital dan Go Online”, tambahnya.
“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini Rumah BUMN PLN di NTB telah mengelola 15 UMKM yang masuk kategori Go Modern, 128 UMKM dengan kategori Go Digital dan 120 UMKM dengan kategori Go Online. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat NTB agar Mitra Binaan Rumah BUMN PLN dapat bersaing di daerah maupun di pasar Nasional”, tutup Sudjarwo.(bul)
Mataram (Ekbis NTB)- Sebagai salah satu rangkaian perayaan Milad ke-60 tahun 2024 ini, Bank NTB Syariah memberikan bantuan fasilitas operasi 250 orang penderita katarak di kabupaten dan kota Bima melalui program sosial Nampak Terang Benderang (NTB).
Operasi katarak digelar selama dua hari, tanggal 7 dan 8 Maret 2024, di Rumah Sakit Umum (RSU) Sondosia, Kabupaten Bima. Operasi katarak dilaksanakan kepada 150 orang penderita katarak di Kabupaten Bima dan 100 orang di Kota Bima.
Program NTB ini merupakan kelanjutan setelah sukses dilaksanakan di Kota Mataram setelah memfasilitas operasi sebanyak 196 orang pasien penderita katarak beberapa waktu lalu.
Operasi katarak di Bima ini dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, Direktur RS Mata NTB dr. Cahya Dessy Rahmawati, Sp.M, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Kantor Cabang Tente Syamsul Hadi, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Bima H. Abidin dan Pejabat Pemkab Bima.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah Daerah Otonom Tingkat 1 dengan jumlah penderita gangguan penglihatan di urutan kedua secara nasional dengan sekitar 3 persen kasus kebutaan. Terdapat 37.533 kasus gangguan penglihatan dan 78 persen penyebab kebutaan paling tinggi adalah katarak.
Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Tente, Syamsul Hadi dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat khususnya di Bima.
“Do’akan kami Bank NTB Syariah dapat terus memberikan kinerja yang terbaik dan mudah-mudahan akan semakin banyak masyarakat yang diberikan pelayanan gratis untuk operasi katarak,” kata Syamsul Hadi.
Bank NTB Syariah berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya mengurangi akibat katarak di Provinsi NTB. Program ini juga merupakan bentuk kepedulian Bank NTB Syariah dalam upaya menekan tingginya angka kebutaan di NTB dan menjadi bentuk kepedulian sosial sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.(bul)
Selong (Ekbis NTB)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Road To GERAK (Gebyar Ramadan Keuangan) Syariah NTB pada hari Jumat, 8 Maret 2024 di Pondok Pesantren Raudhatul Azhar Masbagik Timur.Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Tarhib Ramadan tahun 2024.
GERAK Syariah merupakan kampanye nasional keuangan syariah dalam upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah yang pelaksanaannya berkolaborasi dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJKS) dan Kementerian/Lembaga terkait.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, perwakilan OJK NTB hadir langsung dalam pembukaan di lokasi pondok pesantren bersama 280 orang peserta yang terdiri dari pengajar dan santri pondok pesantren.
Kegiatan tersebut dibuka secara virtual oleh Kepala Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Mohammad Ismail Riyadi, dilanjutkan dengan ceramah tarhib Ramadan oleh Ustadz Hilman Fauzi dan webinar edukasi keuangan syariah oleh financial planner Prita Hapsari Ghozie.
Ditampilkan pula Video Detail Informasi Rangkaian Kegiatan Ramadan OJK dan GERAK Syariah, meliputi rangkaian kegiatan edukasi keuangan syariah dan Kompetisi Keuangan Syariah di bulan Ramadan (KURMA).
Dalam sambutannya, Pengurus Pondok Ustadz Iswadi mengapresiasi langkah OJK NTB untuk mendorong peningkatan indeks literasi keuangan syariah melalui kegiatan Road to GERAK Syariah, dimana pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2022 indeks literasi keuangan syariah sebesar 9,14% dibawah komposit indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan diharapkan mampu mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS), meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan, mengoptimalkan kolaborasi OJK, PUJK Syariah, K/L terkait, dan berbagai pihak dalam rangka dukungan aliansi strategis kegiatan LIKS, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.(bul)
Jakarta (ekbisntb.com)– Konsisten untuk terus membangun komunikasi yang berkualitas menjadi komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Terbaru, pencapaian komunikasi BRI mendapat apresiasi lewat penghargaan BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.
Dalam gelaran yang diselenggarakan di Tennis Indoor, Senayan Jakarta, 8 Maret 2024 tersebut, terdapat 4 penghargaan yang disematkan kepada BRI, diantaranya Direktur Utama BRI sebagai Best CEO of Communication, kemudian tiga penghargaan lainnya, yakni Best Stakeholder Management, Best Social Media and Corporate Campaign, dan Corporate Social Media Ranger Activation. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.
Anugerah BCOMSS Awarding Night 2024 dihadiri oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, Staff Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, jajaran Direksi BUMN, Corporate Secretary BUMN, lebih dari 2.000 milenials BUMN, dan tim dewan juri yang terdiri dari Elvera N. Makki, Tirto Prakoso, Aurelie Moeremans, Cinta Laura Kiehl.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong keterbukaan informasi public di BUMN serta diharapkan lebih siap menghadapi isu-isu ataupun informasi yang positif maupun yang negatif untuk keberlangsungan perusahaan BUMN menjadi lebih baik. “Keterbukaan informasi ini bagian dari tadi yang saya sebut penataan yang coba kita terus dorong untuk bisa berlaku di semua BUMN,” ungkapnya.
Di samping itu, Erick juga mendorong karyawan BUMN untuk turut serta berpartisipasi aktif menyuarakan kinerja dari BUMN sehingga bisa membangun kebanggaan.
Ajang BCOMSS 2024 sendiri merupakan ajang yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi Kementerian BUMN atas kinerja komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) berkelanjutan dari seluruh korporasi BUMN serta perusahaan anak. Perhelatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai campaign media massa maupun media sosial serta update knowledge TJSL berkelanjutan. Hal ini selaras dengan komitmen Kementerian BUMN agar setiap BUMN mampu terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Terkait penghargaan tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Insan Brilian yang telah mengukir prestasi dalam kaitannya membangun komunikasi perseroan yang positif.
“Sebagai salah satu BUMN terbesar tanah air, BRI akan terus membangun pesan yang kuat dalam menyampaikan pesan komunikasi, yang tidak hanya menciptakan economic value namun juga peran BRI dalam membangun social value bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya. (r/*)
Maros (ekbisntb.com) – Perasaan campur aduk, bangga, dan bahagia menyelimuti hati Rita. Sebelumnya, ia tak pernah menyangka bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden Joko Widodo. Tak hanya bertemu, ia pun mendapatkan pujian langsung dari Presiden Jokowi berkat produk usaha rumahannya yang dirintis sejak tahun 2020 lalu.
Ya, produk Kerupuk Rajungan Mama Muda milik Rita dipamerkan dan dibanggakan oleh Presiden Jokowi pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta pada Kamis (08/06/2024).
Jokowi menceritakan dirinya baru saja ke lapangan untuk bertemu dengan nasabah UMKM. Dia menyaksikan banyaknya perbaikan produk UMKM hingga ke packaging kemasan.
Dia pun menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan pedagang keripik rajungan. Dahulu, katanya, kemasan keripik rajungan hanya plastik biasa dan dijual di pasar ataupun kaki lima. Sekarang, kemasannya sudah bagus dan masuk ke toko-toko ritel modern.
“Meskipun belum semuanya, packagingnya seperti ini, tetapi kemasan seperti ini sudah 46% (produk UMKM) seperti ini,” katanya. Bahkan, Presiden Jokowi juga memuji penamaan produk yang kreatif. Kerupuk rajungan ini diberi nama kerupuk rajungan ‘Mama Muda’.
Tak hanya cerita produk usahanya yang dipuji Presiden Jokowi saja yang menarik untuk diulik, kisah perjalanan Rita dalam membangun usaha rumahannya juga sangat inspiratif.
Ia bercerita, pandemi yang terjadi pada tahun 2020 lalu memang memberikan tantangan pada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, yaitu di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Tapi, ternyata pandemi juga membuka peluang baru secara tak terduga.
“Di kampung saya rata-rata semuanya nelayan, dan saat pandemi tidak ada yang beli hasil tangkapan rajungan kita. Kemudian ada tim dari Blue Forest Makassar yang datang ke Kuri Caddi. Dari situ mereka memberi ide supaya ekonomi ibu-ibu di sini bisa berkembang dan menambah penghasilan keluarga. Karena mayoritas hasil tangkapan nelayan di sini rajungan, jadi muncul ide membuat kerupuk rajungan,” ungkapnya.
Rita dan ibu-ibu sekitar menerima dengan baik ide tersebut karena mereka sendiri tidak memiliki kegiatan lain. Dari pendampingan dan pelatihan yang didapatkan, akhirnya Rita berhasil memproduksi keripik rajungannya sendiri.
Produk yang dihasilkan selain kerupuk rajungan ada sambal ikan bete-bete, oseng-oseng ebi, sambal kerang dan teh herbal. Proses produksinya dikerjakan secara berkelompok dengan 2 orang rekan lainnya di rumah. Sementara itu, pemasaran produk Keripik Rajungan ini juga sudah mencapai daerah lain seperti Bogor, Kalimantan, Bone, hingga Jakarta. Meskipun jumlahnya masih sedikit, tapi Rita bersyukur produknya disukai oleh masyarakat.
Menjadi Pelaku UMKM yang Naik Kelas
Rita mengaku awalnya Ia mendapatkan bantuan permodalan dari program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dari PNM dan sudah menjadi nasabah sejak tahun 2016. Pinjaman yang didapatkan bertahap, mulai dari Rp2 juta hingga mencapai Rp8 juta yang menurutnya sangat membantu dalam mengembangkan usaha.
“Pinjaman ini sangat membantu mengembangkan produk dan juga kemasan. Karena kemasan produk juga membutuhkan biaya yang banyak,” ungkapnya.
Atas kerja keras dan kegigihannya, usaha Rita terus berkembang dan menjadi pelaku usaha yang naik kelas. Rita akhirnya kemudian menjadi nasabah BRI dan mendapatkan pendanaan KUR.
“Pinjaman BRI sekarang saya dapat Rp35 juta, jadi sangat membantu sekali. Selain untuk mengembangkan usaha saya, juga membantu usaha suami saya yang seorang Nelayan,” imbuhnya.
Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada PNM Mekaar dan BRI yang sudah memberikan kesempatan modal usaha yang sangat membantunya mengembangkan usaha demi meningkatkan ekonomi keluarga.
“Saya sangat berterima kasih kepada PNM Mekaar dan terutama BRI karena sudah membantu para pelaku UMKM kecil seperti saya memberi pinjaman dengan bunga rendah, sehingga tidak memberatkan kami,” lanjut Rita.
Ke depannya, Rita berharap bahwa produknya bisa lebih dikenal masyarakat luas. Ia pun berharap pemerintah dan lembaga terkait lainnya bisa lebih memperhatikan UMKM kecil seperti yang ia kelola, agar bisa semakin maju dan berkembang meskipun berada di lokasi yang terpencil.
Mama Muda merupakan salah satu contoh pelaku UMKM yang berhasil naik kelas berkat keberadaan Holding Ultra Mikro.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso pun mengungkapkan bahwa Holding Ultra Mikro yang dibentuk pada September 2021 yang lalu telah berhasil menangani 44 juta nasabah kredit UMKM.
“Bahwa untuk pemberdayaan itu ternyata tidak cukup dikasih kredit. Yang paling penting itu dua hal ternyata, dikasih kredit dan didampingi, dan yang kedua mereka juga harus diajari menabung. Dan Alhamdulillah di holding UMi kita sudah punya rekening tabungan 173 juta rekening tabungan,” tambah Sunarso. (r/*)
Mataram (Ekbis NTB) – Di tahun 2024 ini, Artotel Group kembali menghadirkan serangkaian program menarik untuk satu tahun ini. Melalui program Artotel Wanderlust yang merupakan loyalty program Artotel Group, beragam program bertajuk “Rempah Nusantara” dipilih untuk merepresentasikan konsep dari Artotel Wanderlust yang ingin mengajak masyarakat Indonesia menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah tempat jaringan hotel-hotel Artotel Group berada. Mulai dari Aceh hingga Papua, dengan melakukan pemesanan kamar yang sangat mudah hanya melalui satu digital apps, Artotel Wanderlust.
Artotel Wanderlust akan memberikan jaminan harga kamar yang lebih baik (murah) dari platform pemesanan kamar online lainnya, serta mendapatkan keuntungan berupa point 2x yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan kembali dengan berbagai voucher-voucher menginap di jaringan hotel Artotel Group. Selain itu, setiap bulannya Artotel Wanderlust juga memberikan berbagai penawaran menarik lainnya dengan tema tema tertentu, seperti promo khusus pada saat gajian (pay day sales), promo double point, dll.
Pada bulan Maret, Artotel Wanderlust mengusung konsep Iftar (Ramadhan Edition) sebagai bagian kegiatan dimana Artotel Wanderlust akan memberikan penawaran khusus untuk F&B. Artotel Wanderlust mengangkat hidangan lokal khas dengan tema “Rempah Nusantara” yang dapat dinikmati oleh para tamu di semua hotel, seperti yang tersedia di Marc Hotel Gili Trawangan dengan menyajikan spesial menu package “Berbuka Puasa” dengan hanya 215.000,00/orang bisa mendapatkan beberapa menu berikut:
○ Snack
○ Takjil & Jajanan Pasar
○ Maincourse
○ Vegetables
○ Condiment
○ Drink
Director of Marketing Communications Artotel Group, Yulia Maria menjelaskan “sebagai operator manajemen asli lokal Indonesia, kami bangga bisa membawa tema bernuansa Indonesia sebagai tema program di tahun 2024 ini, baik untuk menginap maupun sajian hidangan makanan dan minuman dengan mengangkat cita rasa asli Indonesia. Kami berharap program ini dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang berada di manapun di Indonesia, sesuai dengan tagline Artotel Wanderlust, Anytime Anywhere.”
Artotel Wanderlust merupakan program loyalty program dari Artotel Group yang telah diluncurkan sejak tahun 2022. Berbagai macam keuntungan dapat dinikmati hanya dengan menjadi anggota Artotel Wanderlust. Dengan mengunduh aplikasi Artotel Wanderlust di Google Store (Android) atau Play Store (IOS), para tamu bisa mendaftarkan diri sebagai member Artotel Wanderlust secara gratis. Untuk para member, secara otomatis akan bisa mendapatkan diskon 10% untuk menginap, diskon 5 – 15% untuk F&B, serta Birthday Reward untuk member yang berulang tahun yaitu berupa diskon 50% untuk menginap.
Di samping itu, member yang aktif bertransaksi pun akan dapat terus meningkatkan tier nya mulai dari Silver, Gold, hingga Black yang tentunya akan mendapatkan keuntungan lebih lagi dari tier sebelumnya, seperti gratis room upgrade, gratis late check-out, VIP treatment, dll.
Informasi lebih lanjut hubungi : +62 819 1580 1777 (Diah, Marketing komunikasi Marc Hotel Gili trawangan).
Rempah Nusantara
Tentang Artotel Group
Adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan 4 unit bisnis, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dari hotel ekonomis, butik, kelas menengah hingga hotel mewah untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dari semua target market. Memiliki berbagai pilihan brand, ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC, dan Brand Waralaba KYRIAD dengan jumlah lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di bidang Food & Beverage, Artotel Group menyediakan jasa pengelolaan Restoran, Bar, dan Beach Club. Melalui Event Management, ARTOTEL Play dan Curated Merchandise dengan brand MART, Artotel Group memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda untuk berkarya melalui kolaborasi yang diciptakan berupa kegiatan pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni yang dapat dipakai sehari hari dengan harga terjangkau.
Untuk memberikan penghargaan kepada para tamu, Artotel Group memiliki program loyalti Artotel Wanderlust dengan memberikan keuntungan lebih buat para tamu yang mendaftar sebagai anggota Artotel Wanderlust, antara lain potongan harga kamar maupun F&B hingga 50%, serta mendapatkan reward point. Artotel Wanderlust dioperasikan
elalui aplikasi digital yang dapat diunduh melalui sistem aplikasi IOS dan Android dengan pendaftaran secara cuma-cuma dan mudah.
Brand ARTOTEL: ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Curated, ARTOTEL Portfolio, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Villa, Rooms Inc, Bobotel. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Batam, Bali.
Brand DAFAM: Grand Dafam Signature, Grand Dafam, Hotel Dafam, Dafam Express, dan Dafam Collections. Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Semarang, Jawa Timur, Bali, Lombok, Pekanbaru, Kalimantan Selatan, & Sulawesi Selatan.
Brand MAXONE: MAXONE, NITE & DAY, ZIA, RUMA RUMA, MARC, ONE OF A KIND. Jakarta, Anyer, Ambon, Bali, Batam, Bintan, Balikpapan, Bekasi, Belitung, Bogor, Boyolali, Jayapura, Lombok, Malang, Makassar, Palembang, Sabang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta.
Brand Waralaba KYRIAD: Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua.
F&B Outlets: Double Chin, Lidah Lokal, ROCA, BART, BISTRO de Braga, B10 CAFÉ, Fat Elephant, 11/12 Rooftop MBar, Slide Bar, Terra All Day Dining, Barley & Barrel, Meet n Eat, One Deck Gastropub, La Gazette, Posana All Day Dining, Yin & Yum, Salute Bar dan Tip Tap Toe Day Club. (r)