Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 790

Stok Melimpah, Kebutuhan Daging Selama Ramadhan dan Lebaran Terpenuhi

0
(Ekbis NTB/ris) Muhamad Riadi

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB menyebut populasi sapi di NTB sebanyak 1,2 juta ekor di 2023, sehingga stok kebutuhan daging sapi tak ada persoalan. Justru puluhan ribu sapi asal NTB secara rutin dikirim ke luar daerah untuk memenuhi permintaan konsumen.

Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan, meski Provinsi NTB jadi lumbung sapi, namun ada juga daging beku yang masuk dari luar daerah dengan menyasar konsumen hotel dan restoran. Daging beku yang masuk ke NTB dibatasi oleh Pemda dengan jumlah sekitar 10 ton per sekali pengiriman.

Riadi mengakui, harga daging sapi di NTB memang cukup anomali. Sebab meskipun daerah ini sebagai provinsi produsen sapi, namun harga daging terutama di Lombok masih terbilang tinggi yaitu di kisaran harga Rp125 ribu – Rp130 ribu per Kg.

Disnakkeswan pernah berupaya menurunkan harga daging di pasaran dengan memberikan izin masuknya daging beku dalam jumlah yang cukup banyak di NTB untuk penetrasi pasar. Namun harga daging tak kunjung berubah. Hal itu karena para jagal mengurangi pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) di saat pasokan daging beku banyak masuk.

“Sehingga ketersediaan di pasar itu ya segitu-gitu saja, itu pinternya jagal-jagal kita itu,” kata Muhamad Riadi, Selasa 26 Maret 2024 kemarin.

Menurut Riadi, yang dilakukan antisipasi saat ini adalah persiapan suplai hewan kurban menuju wilayah Jabodetabek. Pihaknya telah bersurat kepada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk penyiapan kapal pengangkut ternak.

“Mudah-mudahan bisa segara direalisasikan, kemudian berapa kuotanya baru kita bisa tindaklanjuti dengan bicara dengan kawan-kawan Dinas Perhubungan, bicara dengan teman-teman asosiasi,” ujarnya.

Ia berharap kejadian di tahun 2023 lalu tak terulang Kembali. Dimana banyak pelaku usaha ternak yang mengirim sapinya ke Jabodetabek mengalami kerugian lantaran mengirim sapi kurban dengan jumlah yang melimpah.

“Saat itu peternak kita over estimate, membanjiri sapi ke Jabodetabek, akhirnya banyak yang tak laku. Mudah-mudahan itu menjadi pembelajaran agar nanti lebih realistis, misalnya di angka 24 ribu ekor sapi. Nah kalau tahun kemarin itu sampai 36 ribu, banyak sisa,” katanya.(ris)

Lakukan Penarikan Kendaraan Secara Humanis

0
(Ekbis NTB/dok) Rico Rinaldy

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) NTB meminta kepada perusahaan pembiayaan (finance) untuk melakukan penarikan jaminan kendaraan secara humanis. Hal ini ditekankan kembali Kepala OJK Provinsi NTB, Rico Rinaldy, menanggapi kasus penembakan dan penusukan yang dilakukan oknum anggota Polisi terhadap debt collector di Palembang Sumatera Selatan, lantaran akan melakukan penarikan kendaraan di tempat umum. Kasus inipun menjadi perhatian Mabes Polri.

“Kalau kita mengingatkan, posisi penarikan-penarikan seperti itu ada prosedurnya yang mereka jalankan, tidak sembarang seperti itu. Tentu menjadi debt collector ada syaratnya juga,” kata Rico di Mataram, Selasa 26 Maret 2024. Ia memberikan pandangan dari sudut pandang tidak berpihak pada siapapun. Rico mengatakan, jika perusahaan pembiayaan sudah meminta dilakukan penarikan jaminan, tentu keputusan tersebut karena nasabah sudah dianggap wanprestasi.

“Kadang-kadang agak susah, di satu sisi seakan-akan nasabah menjadi korban. Sementara kita harus pahami juga, mungkin nasabah ini memang sudah diingatkan sebelumnya. Tapi dia tidak melakukan pembayaran atau tidak melakukan kewajibannya. Sehingga diambil langkah itu. Tetapi ketentuan mengambil kendaraannya juga ada,” imbuhnya.

Meski demikian, Rico menegaskan sebagaimana sudah disepakati bersama dalam perjanjian, mestinya tidak ada aksi kekerasan untuk penarikan jaminan. Karena itu, pendekatan humanis oleh petugas di lapangan harus dikedepankan. “Finance juga kalau misalnya menyewa pihak ketiga atau debt colector tentunya harus ada ketentuan yang dipenuhi. Debt collector itu ada sertifikatnya. Supaya di lapangan tau bagaimana melakukan tindakan,” jelasnya.

Rico mengatakan. Sebagai nasabah, juga seyogyanya memahami. Jika kewajibannya tidak dilaksanakan, mestinya memahami posisi perusahaan.

“Nasabah  juga harus diingatkan, supaya membayar kewajibannya. Sudah ada perjanjian sebelumnya yang harus dipatahui. Kalau pun misalnya ada tunggakan, mereka datangi ke finance, bicarakan cari solusi yang terbaik jangan lari karena itu sudah menjadi kewajiban nasabah,” terangnya.

“Kita terbuka kok untuk mediasi, kalau ada hal-hal yang tidak bisa menemui titik temu antara perusahaan pembiayaan dan nasabah. Sejauh ini sih belum ada laporan masuk ke kami kalau di NTB,” demikian Rico. (bul)

Pendapatan Negara dari NTB Tumbuh Signifikan, Pajak dan PNBP Beri Andil Terbesar

0
Ratih Hapsari Kusumawardani (tengah) saat memberikan keterangan kepada media, Selasa 26 Maret 2024 kemarin (Ekbis NTB/ris)

Mataram (EkbisNTB.com) – Sampai dengan akhir Februari 2024, pendapatan negara dari Provinsi NTB terkumpul sebesar Rp1,3 triliun atau 13,67 persen dari target. Kinerja ini tumbuh 100,96 persen. Dari jumlah tersebut pajak menyumbang pendapatan sebesar 86,61 persen, sementara sisanya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB yang menjadi Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan, naiknya target pajak internasional diimbangi dengan tumbuhnya perolehan pajak tersebut sebesar 286 persen, khususnya pajak ekspor yang tumbuh sebesar 322,22 persen yoy. Pertumbuhan tersebut khususnya berasal dari ekspor hasil tambang.

Pajak ekspor hasil tambang memang tumbuh tinggi karena adanya kenaikan tarif bea keluar dalam program relaksasi ekspor konsentrat yang diberikan pemerintah pusat kepada PT. AMNT. Lantaran dinaikkan tarifnya, penerimaan bea keluar negara juga meningkat.

“Sisi belanja di NTB juga menunjukkan kinerja positif. Angkanya tumbuh 17,84 persen, realisasi belanja mencapai Rp3.973,20 miliar yang sebesar 70,57 persen merupakan TKD berupa DBH, DAU, DAK Non Fisik, Dana Desa,” kata Ratih Hapsari Kusumawardani saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa 26 Maret 2024 petang.

Secara umum, terdapat peningkatan target pendapatan negara di Provinsi NTB dari Rp7,564 triliun menjadi Rp9,724 triliun. Angka ini naik sebesar 8,54 persen. Kenaikan tersebut utamanya dari penambahan target bea keluar dari Rp3,161 triliun naik ke angka Rp4,756 triliun atau naik sebesar 50,47 persen.

Sementara itu dari sisi belanja negara, terdapat penurunan alokasi pagu sebesar Rp2,239 triliun atau turun 8,13 persen. Penurunan imbas dari berkurangnya pagu Badan Penerima Pajak (BPP) sebesar 17,55 persen dan Transfer ke Daerah (TKD) yang juga turun sebesar 2,73 persen.

Menurut Ratih Hapsari, penyaluran Dana Desa (DD) bulan Februari 2024 di lingkup Provinsi NTB meningkat pesat dibandingkan bulan Januari, dengan peningkatan sebesar Rp114,92 miliar. DD earmark ditujukan untuk program BLT Desa, program ketahanan pangan dan hewani, serta pencegahan & penurunan stunting skala desa.

“Sedangkan DD non-earmark mendanai program sektor prioritas desa” terangnya.

Adapun penyaluran DAK Nonfisik pada bulan Februari 2024 lingkup Provinsi NTB meningkat sebesar Rp35,02 miliar dibanding bulan Januari. DAK Nonfisik telah mendanai operasional pelayanan Pendidikan. “Dana desa dan DAK Nonfisik ini meningkatkan kualitas SDM di daerah,” tutupnya.(ris)

Tiket Bus ke Bima Diprediksi Habis H-7 Lebaran

0
Plang Terminal Mandalika yang Di Belakangnya Diisi Oleh Beberapa Kumpulan Bus Pada Selasa, 26 Maret 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Mataram (Eksbis NTB.com) – Masyarakat yang hendak mudik ke Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Bima, perlu mengatur jadwal pemberangkatan. Pasalnya, tiket bus diprediksi akan ludes terjual pada H-7 lebaran.

Pegawai UPTD Terminal Tipe A Mandalika, Muhadi menerangkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pengusaha angkutan kendaraan dalam provinsi untuk memastikan ketersediaan tiket bus jurusan Bima dan sekitarnya menjelang mudik lebaran. Sebagian besar memprediksi tiket bus ludes terjual pada H-7 menjelang lebaran idul fitri. ”

“Kami sudah coba tanya para owner-owner bus, yang jurusan Bima – Mataram ini perkiraannya H-7 itu akan ada lonjakan penumpang,” terangnya dikonfirmasi pada, Selasa 26 Maret 2024.

Tiket bus jurusan Mataram – Bima menjadi salah satu tiket yang paling banyak dicari calon penumpang. Lonjakan penumpang diperkirakan mulai pada H-3 lebaran. Pihaknya akan mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, dengan menyiapkan armada tambahan dari berbagai perusahaan angkutan darat.

Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Perum Damri Mataram agar menambah armada agar dapat melayani pemudik.
“Nanti kita akan koordinasi dengan Damri untuk menambah armada,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa seluruh masyarakat yang hendak mudik ke Pulau Sumbawa maupun ke Pulau Jawa, dapat terlayani sehingga mereka bisa berkumpul untuk merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga mereka di kampung halaman.

Selain memastikan ketersediaan armada, pengelola Terminal Mandalika juga akan memastikan kelaikan dari angkutan pemudik. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengelola Angkutan Darat pada UPTD Terminal Tipe A Mandalika, Dedy Wahyudi mengatakan, kondisi angkutan penumpang dalam provinsi dan angkutan penumpang antar provinsi harus dipastikan kondisi kendaraannya. Pengecekan kondisi kendaraan, administrasi, dan kesehatan pengemudi akan dilakukan sebelum mengangkut pemudik ke daerah tujuan.

“Kami akan melakukan pengecekan surat kendaraan, baik layak jalannya semua kendaraan ini,” jelasnya.

Ia mengakui, masih ditemukan pengusaha jasa angkutan nakal yang ingin beroperasi walaupun tidak memiliki izin. Pihaknya akan selektif dan teliti mengecek kondisi kendaraan pengangkut pemudik. Selain itu, pengaturan jadwal keberangkatan segera dilakukan guna menghindari penumpukan kendaraan.(glo)

39 Kapal Akan Layani Mudik dari Lembar

0
(Ekbis NTB/bul) KAPAL - Salah satu kapal lintasan selat Lombok menuju Padang Bai, Bali melayani penumpang

Mataram (Ekbis NTB) – Sebanyak 39 kapal akan melayani mudik lebaran 1445H/2024 ini. Jumlah tersebut terdiri dari kapal lintasan panjang menuju Pulau Jawa, dan lintasan selat Lombok menuju Padang Bai, Bali.

Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) Cabang Lembar, Firman Dandy di Mataram, Selasa 26 Maret 2024 usai melakukan pertemuan dengan seluruh operator, otoritas di Pelabuhan Lembar serta stakeholder terkait merinci kesiapan kapal terdiri dari PT. PELNI 2 kapal, Dharma Lautan Utama 3 kapal, Damai Lautan Nusantara (DLN) 2 kapal, dan PT. ALP 2 kapal.

“Ini kita bicara kapal lintas panjang ke Pulau Jawa. Ada 9 kapal, plus 6 kapal Pelabuhan Lembar – Pelabuhan Jangkar Situbondo untuk semua rute ke Jawa,” ujarnya.

Sedangkan untuk lintas pendek, yaitu penyeberangan dari dan ke Lembar-Padangbai terdapat 24 kapal yang siap melayani penumpang dan pemudik. Beroperasi selama 24 (PP).

“Jadi total kapalnya itu, 24 ditambah 9 kapal dan ditambah 6 kapal untuk kesiapan mudik.,” katanya.

Pada mudik tahun ini, lanjut Firman, diproyeksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang kapal penyeberangan sebesar 5 sampai 10 persen. Untuk rekayasa transportasi dan jalur, serta lainnya menurut Firman akan dibahas kembali dengan seluruh stakeholder perhubungan.

Pada bagian lain, mudik gratis yang disediakan pendaftarannya sudah dibuka sejak 21-22 Maret 2024. Calon pemudik melakukan pendaftaran langsung verifikasi dan diberikan tiket. Kuota mudik gratisnya juga terbatas.

“Kegiatan mudik dilaksanakan 3 April dan 7 April 2024. Di masing-masing tanggal hanya 290 penumpang. Kapal yang memberikan mudik gratis kapal KMP Kirana VII. Tidak ada penambahan kuota mudik gratis sampai saat ini,” jelasnya.(bul)

RUPS Bank NTB Syariah “Deadlock” Soal Direksi

0
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTB Syariah tahun buku 2023 pada Selasa 26 Maret 2024

Mataram (Ekbis NTB.com) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTB Syariah tahun buku 2023 yang berlangsung Selasa 26 Maret 2024 deadlock. Penyebabnya dipicu oleh poin pembahasan tentang salah satu direksi.

Diketahui, masa menjabat Muhamad Usman sebagai Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah sudah berakhir dan menjadi salah satu agenda yang termuat dalam RUPS yang berlangsung di lantai VI kantor pusat Bank NTB Syariah di Jalan Udayana, Kota Mataram.

Suasana RUPS kali ini sangat berbeda dibandingkan RUPS-RUPS sebelumnya. Terlihat ketegangan pada peserta RUPS. RUPS ini dipimpin langsung Penjabat Gubernur NTB, Drs.H. Lalu. Gita Ariadi, M.Si dihadiri oleh seluruh pemegang saham (bupati/walikota) se-NTB. Direksi dan Komisaris Bank NTB Syariah serta notaris.

RUPS berlangsung alot. Dimulai pukul 09.00 WITA, hingga pukul 14.00 WITA. Pembahasan paling menegangkan terutama soal pengisian Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah yang masih lowong.

Tidak ada keputusan RUPS, Muhammad Usman diperpanjang, atau tidak. Pada poin ini, RUPS menyepakati keputusan akan dipertimbangkan oleh Pj. Gubernur, Lalu Gita Ariadi selaku pemegang saham pengendali.

Sebelumnya, santer berhembus kabar RUPS Bank NTB Syariah ingin merombak direksi, diantaranya Direktur Utama, H. Kukuh Rahardjo dan Direktur Pembiayaan, Muhammad Usman. Termasuk berhembusnya wacana penggantian komisaris, yaitu Hj. Putu Selly Andayani, dan Muh. Nur.

Namun hal tersebut tak terjadi. Dalam poin pembahasan RUPS, yang tercantum hanya pembahasan soal pengisian posisi Direktur Pembiayaan. Keputusan akan diambil dalam waktu yang belum ditentukan. Pemegang saham pengendali setuju masa kerja Muhammad Usman diperpanjang dan dievaluasi setiap tahun. Hanya saja hal ini berbenturan dengan AD/ART yang mengatur masa kerja direksi 4/5 tahun.

Pj. Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi yang keluar ruang RUPS dengan raut wajah tidak biasa juga tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan wartawan perihal hasil keputusan RUPS.

Ia menyampaikan isyarat tidak berkomentar dengan menaruh telunjuk dibibir. Lalu berlalu begitu saja dari arena RUPS.

Sementara itu, pemegang saham lainnya, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, H. Musyafirin menyampaikan gambaran hasil RUPS. Bahwa pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban Komosaris dan Direksi untuk tahun buku 2023.

“Pada prinsipnya semua disetuji, usulan, laporan. Hanya saja ada yang terbentur dengan Anggaran Dasar untuk penggantian Direktur Pembiayaan. Ini kita serahkan kepada Pj. Gubernur sebegai pemegang saham pengendali untuk memutuskan dan menyesuaian sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga disini,” katanya.

Menurutnya, kinerja Bank NTB Syariah sudah dinilai baik. Kendati masih ada catatan-catatan untuk diselesaikan.

Hal yang sama dikemukakan Pj. Walikota Bima, H.Moh.Rum. capaian-capaian bank dianggap sudah on the track.

“Ya mudah-mudahanlah KUB (kerjasama) dengan Bank Jatim bisa terlaksanakan dengan baik (untuk memenuhi modal inti Rp3 triliun),” harapnya.

Soal KUB dengan Bank Jatim inipun sudah disepakati dalam RUPS. Hanya keputusan soal pengisian Direktur Pembiayaan saja yang masih dipending. Hingga waktu yang belum ditentukan.(bul)

Lombok Taksi Terus Gulirkan Beasiswa untuk Pendidikan Anak Pengemudi dan Karyawan

0

Mataram (Ekbis NTB) – Lombok Taksi (Blue Bird Group) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak pengemudi dan karyawan melalui program beasiswa yang terdiri dari uang pangkal, uang semester, dan bonus beasiswa.

Program beasiswa untuk anak karyawan dan pengemudi untuk tahun ini sudah digulirkan. Dalam setahun, perusahaan menggulirkan beasiswa ini dua kali (per semester).

General Manager (GM) Blue Bird Area Bali – Lombok, Panca Wiadnyana didampingi Cekas Miharja, Kepala HRGA Lombok Taksi di Mataram, Senin 25 Maret 2024 menyampaikan, untuk semester I tahun 2024 ini, sebanyak 67 anak pengemudi dan karyawan Lombok Taksi sudah menerima biaya pendidikan tersebut langsung ke rekening masing-masing penerima.

Menurutnya, beasiswa yang merupakan salah satu program Bluebird Peduli ini adalah salah satu pilar yang dipertahankan perusahaan. Bahkan, pada saat Pandemi covid-19 tahun 2020 lalu, di tengah industri bisnis secara keseluruhan di Indonesia sedang mengalami tantangan, Lombok Taksi tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan beasiswa kepada anak-anak dari pengemudi dan karyawan.

Beasiswa ini diberikan dalam bentuk uang pangkal, uang semester, dan bonus beasiswa. Dijelaskan Cekas Miharja, uang pangkal diberikan kepada anak-anak karyawan dan pengemudi yang berprestasi di perusahaan. Agar anaknya mendapatkan beasiswa, dalam sebulan pengemudi harus memenuhi minimal kerja 21 hari atau minimal kondite 35. Penghasilan harian memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan.

Sementara beasiswa diberikan kepada anak anak karyawan dan pengemudi yang memiliki prestasi akademik menggembirakan. Misalnya, untuk jenjang pendidikan SMA sederajat, standarnya harus rangking 1 sampai 5. Untuk perguruan tinggi, minimal Indeks Prestasi (IP) 2,5.

“Beasiswa ini berlaku untuk jenjang pendidikan SD masuk SMP, sampai perguruan tinggi,” jelas Cekas. Besaran uang pangkal yang diterima Rp750 ribu/siswa saat masuk SMP sederajat, Rp900 ribu/siswa untuk beasiswa SMA sederajat, dan Rp2 juta untuk uang pangkal saat masuk perguruan tinggi jenjang D3. “Kalau beasiswa pendidikan maksimal Rp3 juta untuk jenjang S1. Diberikan setiap semester,” jelas Cekas.

Menurutnya, uang pangkal dan beasiswa yang diberikan perusahaan secara konsisten ini sangat membantu bagi orang tua, baik pengemudi Lombok Taksi maupun karyawan. Bahkan, beasiswa yang diterima setiap satu semester melebihi biaya pendidikan yang harusnya dikeluarkan.

“Ada yang dapat Rp3 juta per semester kalau prestasi pendidikannya bagus, pengeluarannya hanya Rp1 jutaan. Masih bisa disisihkan untuk kebutuhan lainnya. Ini yang sangat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak pengemudi dan karyawan,” demikian Cekas. (bul)

Lagi, Pertamina Guyur Pulau Sumbawa dengan LPG 3 Kg

0

Mataram (Ekbis NTB) – PT Pertamina Patra Regional Jatimbalinus kembali melakukan penambahan pasokan di pulau Sumbawa yang disalurkan secara bertahap pada 25 – 29 Maret 2024 sebanyak 43.080 tabung.

Total penambahan pasokan bulan Maret di Pulau Sumbawa ini meliputi Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat ini hampir 3 kali lipat jumlahnya dari konsumsi harian normal.

Sebelumnya Pertamina telah menambah pasokan sebesar 33.200 tabung diluar pasokan normal harian untuk Kota/Kab Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Jumlah tersebut sebesar 108% dari konsumsi normal harian di seluruh kota/kabupaten di Pulau Sumbawa.

Andi Haris Nasution, S.IP, M. AP. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bima menyampaikan , pemerintah Kabupaten Bima terus berupaya memaksimalkan penyaluran distribusi LPG 3 Kg dalam mengatasi tingginya permintaan masyarakat terkait kebutuhan LPG 3 Kg dibulan ramadhan ini.

“Pemerintah Kabupaten Bima tetap mengawal penyaluran pendistribusian dan HET agar tepat sasaran, terkait tingginya kebutuhan LPG ini, alhamdulilah telah di respon dengan baik dan ditindaklanjuti oleh pihak Pertamina dengan penambahan alokasi ekstra penyaluran,” terang Andi Haris

Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan beberapa langkah strategis antara lain bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengaktifkan warung Tim Pengendali Inflasi Daerah di setiap kecamatan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta melaksanakan tinjauan lapangan bersama Disperindag kota Bima pada 10 titik lokasi untuk melakukan normalisasi harga sesuai HET serta sidak konsumen yang tidak tepat sasaran.

“Pertamina bersama Pemda juga secara berkala melakukan sidak ke konsumen di beberapa hotel, laundry dan restoran untuk memastikan pelaku usaha tersebut menggunakan LPG non subsidi dan menawarkan program tukar tabung untuk pelaku usaha yang belum menggunakan LPG non subsidi,” jelas Ahad.

“Berbeda dengan LPG non subsidi yang stoknya banyak, LPG 3 kg bersubsidi memiliki jumlah penyaluran didasarkan pada kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bima, hingga 24 Maret kemarin telah tersalur sekitar 849.520 tabung LPG dari kuota sebanyak 796.132 tabung di tahun 2024 atau over 6,71% dari kuota periode Januari hingga Maret,” tambahnya.

Untuk itu Pertamina gencar melakukan sosialiasi pembelian LPG 3kg di pangkalan resmi agar mendapat kepastian jaminan stok dan mendapat harga yang sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan Pemerintah Daerah, serta terus menghimbau kepada masyarakat dengan ekonomi mampu untuk tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.
Selain itu, Ahad juga mengingatkan kepada Lembaga penyalur resmi yaitu agen dan pangkalan LPG untuk tidak melakukan penyelewengan dan menaikkan harga di atas HET (harga eceran tertinggi) di lapangan, apabila ditemukan agen dan pangkalan resmi LPG 3 kg yang tidak menyalurkan sesuai aturan akan diberikan sanksi mulai dari teguran, pencabutan alokasi sampai dengan pemutusan hubungan usaha.

“Kami menghimbau kepada masyarakat serta pelaku usaha yang tergolong mampu untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi agar stok di lapangan tetap terjaga karena hal tersebut menjadi salah satu alasan yang mengakibatkan ketersediaan di lapangan cepat habis. Pertamina memastikan bahwa kuota LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah akan cukup jika penggunaannya disesuaikan dengan aturan yang ada,” pungkas Ahad.

Terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Petrus Ginting menjelaskan bahwa untuk meminimalisir terjadinya kekurangan suplai di pangkalan, secara berkala Pertamina melakukan pemantauan ketersediaan di seluruh pangkalan resmi serta bersinergi bersama Pemda setempat dalam upaya penertiban terhadap konsumen atau pelaku usaha yang tidak berhak menikmati LPG 3 kg subsidi.

Kendati demikian pembeliaan LPG 3 Kg subsidi di pangkalan wajib menggunakan KTP sesuai dengan Penetapan Pemerintah per 1 Januari 2024 lalu.

“Dengan adanya pendataan ini juga mengurangi peluang penyalahgunaan LPG 3 Kg bersubsidi, dimana pelanggan yang melakukan pembelian dalam jumlah yang tidak wajar (melebihi kebutuhan) akan tercatat datanya dan perlu didalami penggunaan nya oleh pihak yang berwenang di bidangnya”terang Irto.

Diharapkan dengan adanya penambahan pasokan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa hingga hari raya Idul Fitri nanti.
Jika membutuhkan informasi atau melaporkan lebih lanjut dapat menghubungi kontak Pertamina 135 dan ESDM 136 atau melalui email pcc135@pertamina.com. (bul)

Ramadhan, Toko Baju Celcius Gelar Promo Sampai 70%

0
PROMO - Pajangan promo pakaian di depan Toko Baju Celcius Mataram, Senin 25 Maret 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Mataram (Ekbis NTB) – Celcius, salah satu toko baju di Cakranegara memberikan diskon besar-besaran kisaran 30% – 70%. Promo ini ditujukan untuk menghabiskan stok produk tahun lalu. Celcius telah melakukan promo kurang lebih selama 4 bulan. Promo ini berhasil menarik antusiasme dari kustomer untuk berbelanja, terutama saat Ramadhan.

Promo-promo pakaian menjadi salah satu incaran masyarakat saat Ramadhan, karena masyarakat bisa mulai membeli pakaian baru saat Lebaran nanti. Untuk produk baju, diskon yang berlaku mencapai 50% dengan hampir seluruh produk. Diskon 70% diberikan untuk produk-produk outdoor, seperti kursi lipat, meja, box camping, dan lain sebagainya.

Walaupun tidak menyediakan promo Ramadhan, Celcius menambah beberapa produk promo saat Ramadhan. Bahkan, salah satu best seller dari toko ini ialah baju koko. Untuk kisaran harga, produk-produk tersebut dijual dari kisaran Rp95.000 – Rp995.000.

Tri Saputra selaku Supervisor Celcius Mataram menjelaskan sejak bulan minggu kedua Ramadhan, toko tersebut mulai dipadati pengunjung. “Meningkat sih, lumayan meningkat. Dari minggu kemarin sudah mulai naik,” jelasnya pada Suara NTB, Senin 25 Maret 2024.

Ia juga menjelaskan pengunjung ramai pada malam hari usai berbuka dan biasanya akan terus ramai sampai menjelang Lebaran Idul Fitri.

Laki-laki yang akrab disapa Uta itu juga menjelaskan bahwa pada bulan Ramadhan produk-produk baru akan ditambahkan di barang promo agar memudahkan kustomer memilih barang sesuai selera mereka. “Nah kebetulan ini juga peak season kita di Bulan Ramadhan, jadi kita bisa pengajuan produk yang baru itu bisa juga kita ajuin buat promo. Jadi biar barang promonya lebih banyak lagi,” pungkasnya.  (glo)

Peremajaan, 25 Armada Lombok Taksi Dijual

0
(Ekbis NTB/bul) DIJUAL - Cekas Miharja menunjukkan unit sedan Lombok Taksi yang dijual

Mataram (Ekbis NTB) – Bluebird melakukan peremajaan besar-besaran terhadap armada yang dioperasikan Lombok Taksi. Saat ini sebanyak 25 unit armada sedan yang sudah dihentikan operasionalnya tengah dijual.

General Manager (GM) Blue Bird Area Bali – Lombok, Panca Wiadnyana didampingi Cekas Miharja, Kepala HRGA Lombok Taksi di Mataram, Senin 25 Maret 2024 menjelaskan 25 unit armada tersebut jenis mobil sedan tahun 2015 yang masa operasinya berakhir di 2023.

“Kami jual sebanyak 25 unit yang sudah berakhir masa operasinya, harganya Rp80 juta per unit. Penjualan ini sebagai langkah peremajaan,” terangnya.

Armada sedan yang dijual ini tidak lagi standar seperti saat dioperasikan. Cat biru armada yang menjadi ciri khas Bluebird sudah diganti menjadi cat warna hitam dan putih.

“Sudah dicat ulang dan mulus. Pelatnya juga putih. Terima beres,” katanya.

Seluruh armada sedan di Mataram telah diperbaharui dengan mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV). Menurut Panca kehadiran mobil MPV dengan kapasitas penumpang lebih banyak sebagai upaya Bluebird menyesuaikan kebutuhan konsumen di Lombok. Saat ini konsumen banyak membutuhkan kendaraan dengan kapasitas penumpang di atas empat orang, terutama konsumen keluarga dan rombongan.

Panca juga menyebut setelah Lombok menjadi destinasi wisata dan kehadiran berbagai event besar seperti MotoGP di Mandalika, mobil MPV semakin dibutuhkan karena bisa mengangkut wisatawan yang berkunjung secara berkelompok seperti rombongan keluarga.

Saat ini, Bluebird mengoperasikan 225 armada di Lombok, semuanya jenis mobil MPV.  Selain itu Bluebird juga mengoperasikan jenis taksi Goldenbird yang merupakan kendaraan yang bisa disewa langsung oleh konsumen. Secara potensi pasar, Panca menyebut Lombok dan Bali masih berpotensi untuk dikembangkan. Walaupun tidak memaparkan pendapatan secara rinci, Lombok saat menjadi salah satu daerah yang memberi kontribusi positif terhadap pendapatan Bluebbird secara nasional.

“Realisasi pendapatan sampai 2023 masih sesuai dengan target perusahaan. Secara nasional pendapatan dan laba kami tumbuh double digit. Lombok salah satu daerah yang memberikan kontribusi pendapatan,” demikian Panca. (bul)