Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 783

Beratnya Tantangan Mendongkrak Ekspor Non Tambang NTB

0
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Berry A Harahap, meninjau vanili organik, salah satu komoditas ekspor non tambang yang terus digenjot (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Provinsi NTB bersama stakeholder cukup kencang mendorong ekspor komoditas non tambang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan mimpi mengimbangi dominasi ekspor hasil tambang.

Berkaca pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, melihat perkembangan nilai ekspor non tambang NTB selama tahun 2023, hingga 2024 cukup fluktuatif. Pada Januari 2023, nilai ekspor komoditas non tambang NTB sebesar US$ 7.045.749 (Rp105,6 miliar). Februari US$ 1.698.194 (Rp25 miliar), Maret US$ 2.924.992 (Rp44 miliar). April US$ 6.654.851 (Rp100 miliar). Mei US$ 3.911.131 (Rp59 miliar). Juni US$ 2.718.119 (Rp40 miliar).

Juli US$ 2.718.034 (Rp40 miliar). Agustus US$ 7.692.867 (Rp115 miliar). September US$ 4.682.205 (Rp70 miliar). Oktober US$ 4.074.895 (Rp61 miliar). November US$ 5.133.647 (Rp77 miliar). Desember US$ 4.130.494 (Rp62 miliar). atau total selama tahun 2023 nilainya US$ 53.385.176 (Rp800 miliar).(Nilai Kurs Rp15.000 per Dolar AS).

Sementara pada Januari 2024, nilai ekspor non tambang NTB US$ 2.899.964 (Rp43 miliar). dan Februari turun drastis menjadi US$ 813.827 (Rp12 miliar). sementata itu, data Dinas Perdagangan Provinsi NTB selama tahun 2023, nilai ekspor komoditas non tambang NTB sebesar US$18.020.585,80 (Rp270 miliar). Komoditasnya antara lain, mutiara, batu apung, manggis, kerajinan buah kering, rumput laut, vanili, wooden pellets, makanan ringan/snack, jahe, dan komoditi lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (PLN), Baiq. Denny Evita Darmiyana di ruang kerjanya, Selasa 2 April 2024 mengemukakan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mendorong ekspor non tambang.

Tantangan atau elemen penting ekspor diantaranya, Produksi : dari hulu, produksi masih belum kontinyu (berkesinambungan). Misalnya, saat produksi kopi sangat tinggi saat ini, ketersediaannya justru terbatas. Disini peran bersama OPD dengan stakeholder terkait.

Jaminan Mutu : sering tidak konsistennya kualitas contoh produk yang dikirimkan ke buyer dengan kualitas produk saat dilihat langsung. Disinilah perlunya kualitas SDM atau pelaku ekspor.

Modal Besar : untuk melakukan ekspor, pelaku usahanya membutuhan modal yang tidak kecil. Mengingat, untuk kegiatan ekspor harus terpenuhi volume produk dalam jumlah besar. disisi lain, pembayaran tidak serta merta dilakukan oleh buyer, kecuali setelah barang sampai dan dipastikan kualitas dan kuantitasnya sesuai pesanan.

“Buyer hanya memberikan DP (uang muka). Petani atau pemilik produk disini ndak mau kalau dihutangin, apalagi berbulan-bulan. Harus cash,” katanya.

Selanjutnya, soal Pemasanan yang Masih Lemah : promosi-promosi produk ke berbabagai daerah, apalagi ke berbagai negara di dunia sangat – sangat terbatas. Karena dukungan anggaran berpromosi yang sangat terbatas. Baik dari APBD, maupun APBN.

Lalu, soal Logistik : persoalan logistik ini diantaranya infrastruktur pendukung yang masih terbatas. Atau masih tingginya biaya yang harus dikeluarkan pengusaha untuk melakukan ekspor langsung dari NTB. Sehingga, pilihannya adalah melakukan ekspor dari daerah yang infrastrukturnya mendukung dan biayanya lebih rendah.

Terakhir adalah Regulasi : kebijakan ekspor selalu berubah-ubah. Beda barang, biasanya kebijakannya berbeda-beda. Hal ini yang mengakibatkan keengganan para pengusaha. Dan lebih memilih menjual barangnya antar daerah. kendati nantinya, barang tersebut dipoles lagi di daerah lain, kemudian diekspor.

Meski demikian, Baiq. Nelly mengatakan, upaya-upaya untuk mendorong ekspor tak henti dilakukan. diantaranya, mengedukasi terus menerus pelaku usaha. Bahkan menggandeng LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), membuat desa devisa di Kabupaten Lombok Utara, menyusul akan ditambah desa devisa lain di NTB. Mendorong UMKM naik kelas. Menyalurkan insentif untuk pengiriman sampel produk ke luar negeri.

Memanfaatkan diaspora sebagai jaringan pemasaran di luar negeri, salah satunya bekerjasama dengan diaspora di Newzeland. Memanfaatkan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang tersebar di puluhan negara di dunia.

Pentingnya mendorong ekspor ini, dikemukakan dampaknya terhadap catatan neraca perdagangan luar negeri. Semakin tinggi neraca ekspor, semakin besar devisa negara, maka semakin besar insentif (dana transfer) pusat ke daerah.

“Bisa jadi karena komoditas ekspor dari daerah kita tinggi, pemerintah pusat makin tertarik membangun infrstruktur pendukung di daerah,” demikian Nelly.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A. Harahap mengemukakan pentingnya mendorong ekspor, khususnya non tambang. Bank Indonesia melihat sumber pertumbuhan ekonomi tidak hanya berasal dari domestik, tetapi juga dari ekspor.

Indonesia sebagai negara berkembang , kata Berry, membutuhkan valas sehingga ekspor harus terus didorong. Valas yang masuk ke Indonesia akan mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

“Jadi agenda kita mendorong ekspor, menjaga stabilitas inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” demikian Berry.(bul)

Harga Kopi Tembus Rp60.000 Sekilo, Eksportir Gigit Jari

0
Foto : petani kopi di Desa Sajang, Sembalun Lombok Timur, tengah memanen kopi (EkbisNTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Harga kopi robusta di NTB belakangan melejit, tembus Rp60.000 perkilo, dipicu tingginya permintaan dari dalam dan luar negeri. Kenaikan harga kopi ini justru membuat para eksportir gigit jari.

Kenaikan harga kopi di NTB dipicu promosi kopi NTB pada kegiatan pameran kopi terbesar di dunia, Coffex Istanbul yang diselenggarakan di Istanbul, Ibukota Negara Turki pada September 2021. Sebanyak 20 negara berpartisipasi, didominasi negara-negara Eropa saat itu. NTB bahkan menerima pesanan fantastis 1.450 ton.

Lalu Thoriq, salah satu eksportir kopi di NTB, menyembut, mata dunia tengah tertuju kepada NTB sebagai penghasil kopi. Ibaratnya, setelah jendela NTB dibuka di mata dunia, perhatian buyer tertuju kepada NTB.

“Sejak pameran itu, akhirnya semua buyer dari berbagai negara di dunia, nyari kopinya di NTB. Karena ditau kita sebagai daerah penghasil. Tidak saja dari luar negeri, permintaan dari dalam negeri juga sangat tinggi. Tidak sesuai suplay dan demand,” kata pemilik UD. Berkah Alam ini, Selasa 2 April 2024.

Karena tingginya permintaan kopi ini, Lalu Thoriq yang biasanya mengekspor ke Korea Selatan, kini tidak lagi dapat memenuhi pesanan dari luar negeri.

“Sekarang saya hanya bisa memasok 5 ton ke Korea. Angkat tangan saya, karena harga kopi di sini tinggi sekali. Sementara harga pembelian di luar negeri tidak naik,” ujarnya.

Diketahui, harga kopi green bean (biji kopi mentah) ditingkat petani saat ini Rp55.000 perkilo saat ini, di pasaran tembus Rp60.000 perkilo. Sementara itu, pembelian di luar negeri di kisaran 2,5 US Dolar. Jika nilai dolar AS dikonversi dengan nilai tukar Rp15.000 per Dolar AS, maka 1 Kg kopi di luar negeri harganya Rp37.500, atau jika harganya biasanya hingga Rp50-an ribu perkilo, itupun eksportir tetap tak mendapatkan keuntungan apa-apa.

“Harga pembelian di luar negeri tetap stabil. Disini naik harga dari petaninya. Mau dapat apa. Kalaupun di luar negeri harga kopi Rp60.000, belum berani kita ekspor. Makanya saya stop pengiriman ke luar negeri,” imbuhnya.

Lalu Thoriq menambahkan, kenaikan harga kopi ditingkat bawah ini harus menjadi catatan. Menurutnya, kenaikan harga ini tidak serta merta dinikmati petani. Justru yang menikmatinya adalah pengepul-pengepul kopi. Hanya sedikit petani kopi yang mendapatkan dampaknya, itupun yang punya stok kopi. Karena tidak menjual seluruh hasil kopinya langsung.

“Petani kebanyakan sudah jual dari awal ke pengepul. Dengan sistim ijon. Malah jualnya dibawah harga Rp20.000 perkilo. Jadi yang kaya raya sekarang pengepul kopi,” demikian Lalu Thoriq.(bul)

Kementerian ESDM Tetapkan 60 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di NTB

0
Foto : kegiatan penambangan rakyat terbuka di Sumbawa (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 60 blok wilayah pertambangan rakyat (WPR) di Provinsi NTB. Penetapan WPR ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No 89 Tahun 2022.

60 blok WPR ini tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi NTB. Diantaranya, 32 blok di Kabupaten Lombok Barat. 3 blok di Kabupaten Sumbawa Barat. 11 blok di Kabupaten Sumbawa, 13 blok di Kabupaten Dompu, dan 1 blok di Kabupaten Bima.

“Ini usulan lama. Sekitar tahun 2019-2020,” kata Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Provinsi NTB, Iwan Setiawan di ruang kerjanya, Selasa 2 April 2024.

Sebagaimana ketentuan dalam Undang-undang Minerba Nomor 4 tahun 2009, 1 blok luasannya 25 hektar. Dengan demikian, 60 blok yang ditetapkan di NTB adalah seluas 1.469,84 hektar.

Selanjutnya, pemerintah daerah di NTB mengusulkan tambahan WPR 8 blok. Terdiri dari 6 blok di Kabupaten Sumbawa, dan 2 blok di Kabupaten Lombok Barat.

Iwan menjelaskan, 60 WPR yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM ini adalam tambang-tambang rakyat yang statusnya illegal. Rata rata adalah tambang mineral yang isinya antara lain emas, tembaga, dan pasir besi. Dengan penetapan WPR ini, diharapkan menjadi solusi tengah untuk penambangan rakyat.

Setelah ditetapkan, lanjut Iwan, Kementerian ESDM akan membuat dokumen pengelolaan WPR, bersama dengan pemerintah provinsi. Jika dokumen ini rampung, harapannya tahun ini, maka kelompok masyarakat dapat mengajukan perizinan penambangan.

“Bisa individu, bisa kelompok. Tapi sebaiknya pengajian izin dalam bentuk koperasi. Sehingga lebih mudah terkoordinir dan terkontrol,” ujarnya.

Pengajuan izin, dilakukan secara online melalui OSS (Online Single Submission), setelah memenuhi syarat-syarat penambangan seperti pada umumnya. Dengan penetapan WPR ini, tambang-tambang rakyat yang selama ini dilakukan secara tertutup (underground) yang risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)nya sangat tinggi, maka kedepan penambangannya akan dilakukan secara terbuka (open pit).

“Kalau sebelumnya penambangan rakyat ini dilakukan dengan risiko tinggi, lubang tambangnya hanya seukuran badan masuk, kalau terjadi longsor dan apa apa di dalam tambang, tidak ada yang bisa bertanggung jawab,” katanya. Sehingga dengan dilegalkan, dan penambangan dilakukan secara terbuka, ketentuan menambangnya akan diatur. Demikian juga teknis penambangannya harus dilakukan sesuai ketentuan. Begitu juga dengan pengelolaan lokasi pemurnian dan limbahnya, harus dilakukan pada lokasi-lokasi tertentu yang diusulkan dan tidak mengganggu lingkungan menuju GMP (Good Mining Praktise).

Iwan menambahkan, setelah WPR diitetapkan dan penambangannya nanti dilaksanakan secara legal, daerah juga akan mendapatkan dampak, yaitu PAD dalam bentuk retribusi-retribusi.

“Setelah WPR ditetapkan dan proses membuat dokumen pengelolaan WPR sedang berjalan, kalau di lapangan masih ada yang menambang-menambang, itu sudah ranahnya aparat,” demikian Iwan.(bul)

ASDP Cabang Lembar Siapkan 26 Kapal untuk Angkutan Lebaran 2024

0
Pelabuhan lembar (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – ASDP Cabang Lembar telah menyiapkan dua pelabuhan, yaitu Lembar dan Padang Bai, untuk mendukung kelancaran angkutan lebaran tahun 2024. General Manager ASDP Cabang Lembar Agus Djoko Trianto di Mataram, Senin 1 April 2024 menjelaskan, untuk mudik tahun 1445H/2024 ini, diprediksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang hingga 100 persen dibanding keadaan mudik tahun lalu.

“Di hari H-3, mungkin ada sekitar 10 ribu penumpang dalam satu hari yang akan diangkut,” terangnya usai melakukan koordinasi perhubungan di Polda NTB. ASDP telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sebanyak 26 kapal untuk mengangkut pengguna jasa atau masyarakat untuk mudik dan arus balik.

Pada kondisi normal, 13 kapal akan dioperasikan. Saat padat, 18 kapal akan disiagakan, dan saat sangat padat, 24 kapal akan siap beroperasi. “Jadi, ada 13 kapal untuk regular biasa, kemudian ada peningkatan saat padat sekitar 46 trip, dan saat sangat padat ada 54 trip,” jelas Agus. “Ada penambahan trip,” katanya. Dengan persiapan yang matang, ASDP Cabang Lembar optimis dapat melayani angkutan lebaran tahun 2024 dengan lancar dan aman. (bul)

Puncak Arus Mudik di BIZAM, Tiga Maskapai Ajukan “Extra Flight”

0
ANTRE - Penumpang di BIZAM saat antre di tempat check in keberangkatan. (Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) selaku pengelola Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai bersiap menghadapi lonjakan pergerakan penumpang pesawat udara pada arus mudik libur lebaran kali ini. Dengan puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 6 April 2024 mendatang, empat hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Semua fasilitas penunjang di bandara pun kini telah dipersiapkan. Untuk memastikan seluruh layanan kebandaraudaraan bisa berjalan lancar.

Stakholder Relation Manager PT.AP I LIA Arif Hariyanto kepada Ekbis NTB, Senin, 1 April 2024 , mengatakan, pada arus mudik lebaran tahun ini pihaknya memprediksi akan ada kenaikan pergerakan penumpang pesawat udara sebesar 11 persen. Dari total 121 ribu penumpang pada tahun 2023 lalu menjadi 135 ribu penumpang.

Peningkatan pergerakan penumpang di BIZAM tersebut diprediksi juga akan mendorong peningkatan pergerakan pesawat udara. Dari 1.150 pergerakan pada tahun lalu menjadi 1.265 pergerakan pesawat pada tahun ini. Meningkat sekitar 10 persen.

ini kapasitas terminal penumpang di BIZAM mencapai 7 juta penumpang per tahun. Atau sekitar 19 ribu penumpang per hari. Jauh diatas rata-rata jumlah penumpang harian saat ini yang baru mencapai sekitar 6 ribu penumpang.

“Itu artinya dari sisi kemampuan daya tampung serta kapasitas terminal bandara sudah sangat mumpuni. Begitu juga dengan kapasitas sisi udara seperti apron dan runway. Semua sudah sangat siap. Dari sisi bandara, kita tidak masalah sampai sejuah ini,” terangnya.

Apakah ada extra flight? Arif mengaku sudah ada tiga maskapai yang mengajukan untuk periode lebaran. Di tiga rute penerbangan yang berbeda. Masing-masing Super Air Jet, dua extra flight khusus untuk rute Lombok-Jakarta. Kemudian untuk rute Lombok-Surabaya, maskapai Lion Air mengajukan dua extra flights.

“Terakhir maskapai Wings Air yang mengajukan juga dua extra flight khusus rute Lombok-Bima dan sebaliknya”, terang Arif seraya menambahkan, jumlah extra flight kemungkinan masih bisa bertambah. Tergantung kebutuhan dari pihak maskapai. (kir)

Bulog Beberkan Alasan Mengapa NTB Harus Terima Beras dari Vietnam

0
Foto : Raden Guna Dharma (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Perum Kanwil NTB dalam dalam mengantisipasi dampak elnino yang berakibat terhadap kenaikan komoditi beras telah mendatangkan beras dari Luar NTB sejak bulan Januari 2024 untuk kebutuhan stabilisasi harga beras di pasaran dan bantuan pangan.

Kebutuhan Bulog NTB setiap bulan kurang lebih 8.500 ton itu di gelontorkan untuk Bantuan Pangan sejumlah 6.430 ton/bulan untuk 643.000 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 2.000 ton per bulan.

Menurut Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma di Mataram, Senin (1/4/2024), hal ini tentunya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat agar tidak terjadi kerawanan pangan akibat elnino.

Dampaknya, kata Awang, panggilan akrabnya, sejak Januari 2024 bantuan pangan di gelontorkan dan SPHP dimasifkan harga beras bisa terkendali dan berangsur turun sejak Bulan Maret 2024.

Menurutnya, kebutuhan Perum Bulog NTB untuk bantuan Pangan saja selama 6 bulan, atau sampai dengan Juni 2024 sejumlah 38.580 ton dan SPHP selama 1 tahun sejumlah 24.000 ton dengan total kebutuhan sekitar 62.580 ton.

“Karena dampak kekurangan stok sejak awal tahun akibat elnino maka di datangkan beras dari luar NTB sejak Januari 2024 sejumlah 35.000 ton,” bebernya.

Awang menambahkan, jumlah sekitar 35.000 ton ini hanya untuk kebutuhan bantuan pangan dan SPHP sampai dengan bulan April 2024 atau sebatas sebelum memasuki masa panen raya di NTB.

Dari kuota 35.000 sudah datang di NTB sejak Bulan Januari 2024 sejumlah 20.000 ton dari dari Jawa Timur dan sisanya 2.000 ton masih dalam tahap pengiriman. Selanjutnya sisanya sejumlah 13.000 ton langsung datang dari vietnam.

“Sekarang sedang pelaksanaan bongkar sejumlah 3.750 ton dan sisanya pada april 2024,” terangnya.

Beras yang datang ini sudah disalurkan sejak Januari 2024 untuk kebutuhan pangan dan SPHP untuk stabilisasi Pasar sampai dengan maret sejumlah 22.500 ton. Selanjutnya beras yang datang dari vietnam ini akan habis disalurkan pada Bulan April dan sebagian di mei untuk kebutuhan bantuan pangan dan SPHP.

Perum Bulog NTB berharap untuk kebutuhan beras mulai dari bulan Mei sampai dengan Desember 2024 kita bisa menggunakan beras panen Lokal NTB. Hal ini tentunya tidak terlepas dari keberhasilan panen kita tahun ini dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) cocok di petani.

“Kebutuhan kita selama mei sampai dengan desember 2024 Kurang lebih 60.000 ton beras. Harapannya ini seluruhnya dari produksi petani Lokal di NTB. Maka tentunya Perum Bulog sangat berharap para penggilingan maupun petani menjual Gabah/beras ke Bulog untuk memenuhi cadangan beras pemerintah minimal untuk wilayah NTB,” ujarnya.

Selanjutnya, sejak awal tahun Bulog sudah membuka untuk pembelian beras dalam negeri (lokal), namun harga ditingkat petani masih tinggi.

“Kita berharap panen raya di April ini cocok harga dengan Bulog,” demikian Awang.

Selain itu, masuknya beras Vietnam ini akan habis pada April – Mei 2024 untuk bantuan pangan. Dan dipastikan beras impor ini tak mengganggu kondisi panen petani. Dan Bulog NTB komitmen menjaga harga gabah/berars dengan instrumen standar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) minimal dengan harga 5000/Kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan 6.300/Kg untuk Gabah Kering Giling (GKG).(bul)

Pecah Rekor, Harga Emas Hari Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

0

Mataram (Ekbis NTB) – Harga emas akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya investor. Pasalnya, harga emas terus mengalami kenaikan. Senin, 1 April 2024, harga emas dibuka di angka $2.261 per troy ounce atau sekitar Rp 1.126.271 per gram. Harga yang sangat fantastis. Kemarin, harga emas mencapai angka tertingginya di $2.231 per troy ounce, namun Senin, 1 April 2024 dibuka dengan harga yang lebih tinggi lagi.

Gold/Oil Market Analysist PT. Victory International Futures Cabang NTB Dzia Istiqlal menyebut harga emas ini merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah. “Gold new All Time High (ATH) lagi. Open di harga $2.261 per troy ounce, kemarin rekor di $2.231 per troy ounce,” tuturnya pada Ekbis NTB Senin, 1 April 2024.

Harga Emas Periode Harian Senin, 1 April 2024. (Suara NTB/ist)

Pihaknya memperkirakan harga emas akan terus naik sampai ke harga $2.300 per troy ounce. Harga yang terus melonjak diperkirakan, karena faktor serangan ke Rusia, sehingga terjadi permasalahan perang nuklir yang semakin kencang. “Sekarang (harga emas) continue ke $2.300 per troy ounce. Serangan ke Rusia jadi faktor dan permasalahan isu perang nuklir makin kencang. Langkah NATO sangat berperan ke depannya,” sambungnya.

Untuk tetap menahan investasi emas bagi yang membeli di angka $2.000 per troy ounce, karena harga emas belum ada terlihat akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh panasnya geo politik Rusia. “Saya rekomendasi buat dihold sajalah, ditahan kalau udah beli di $2.000 sampai $2.100 per troy ounce,” tuturnya.

Diakuinya, banyak nasabahnya di Lombok yang membeli di angka $2.000 per troy ounce, sehingga ia menyarankan untuk tetap ditahan dan dijual jika harga emas sudah tembus di angka $2300 per troy ounce. “Kemarin tuh pas harganya $2.000 per troy ounce itu kan banyak yang beli. Kita bisa hold kalau harganya udah $2.300 apalagi $2.400 kalau dijual udah enak lah bahasanya,” jelasnya.

Ia menyarankan untuk para investor yang telah membeli di harga $2.000-an per troy ounce untuk menahan untuk menjual, karena harga emas masih diperkirakan terus tinggi. Selain itu, untuk masyarakat yang ingin membeli bisa membeli di harga $2.100 per troy ounce. (glo)

Muncul Fenomena PMI Bermasalah di Luar Negeri Curhat di Medsos, Ada Apa?

0
Pekerja Migran Indonesia (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Sejumlah kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri akhir-akhir ini kerap menyeruak ke publik. PMI bermasalah ini lebih memilih menggunakan jalur media sosial agar persoalan cepat direspon, dan ditangani.

Terbaru adalah curhat Nurul Ahdah (36), PMI asal Kabupaten Dompu yang diduga disiksa majikannya di Oman. Video curhat tentang penyiksaan dari anak majikannya viral di media soaial baru-baru ini. Video itupun langsung mendapat respon pemerintah.

Judha Nugraha, Direktur Pelindungan WNI Kemlu kepada media ini, Senin 1 April 2024 menyampaikan, pada tanggal 30 Maret 2023, Kemenlu mendapatkan informasi mengenai seorang PMI yang mengalami kekerasan fisik dari majikannya. Nurul Ahdah ini diketahui bekerja di Saadah, Salalah, Oman sejak tahun 2015.

Kemenlu segera berkoordinasi dengan KBRI Muscat dan selanjutnya KBRI Muscat berkoordinasi dengan Direktur Pelindungan Kemnaker Oman yang berada di Salalah. Pada tanggal 31 Maret 2024, Tim Pelindungan WNI KBRI Muscat terbang menuju kota Salalah yang terletak 1.000 km dari Ibukota Muscat. Berkat koordinasi erat dengan Kepolisian Saadah, Salalah, NHA dapat diselamatkan. Hak-hak finansial NHA juga dapat dipenuhi.

Tim KBRI selanjutnya melakukan proses administrasi terkait kepulangan NHA termasuk pengurusan exit permit. Sebagaimana rencananya, Nurul akan dipulangkan ke Indonesia pada Awal April 2024 ini.

Mengapa mulai muncul fenomena PMI bermasalah curhat melalui Medsos akhir-akhir ini? Apakah pemerintah tidak memiliki saluran pengaduan? Atau PMI merasa Masdos adalah pilihan terakhir mengadu?

Judha menjelaskan, ada beberapa hal yang kemungkinan PMI lebih memilih mengadu melalui medos. Pertama, karena banyak PMI yang berangkat tidak sesuai prosedur sehigga tidak mendapatkan informasi mengenai Perwakilan RI saat persiapan keberangkatan. Kedua, merasa bahwa kalau mengadu via medsos akan lebih cepat ditanggapi.

Untuk alasan kedua, kata Judha, yang sebenarnya terjadi di lapangan justru akan semakin memperlambat proses penanganan oleh Perwakilan RI, karena data-data kronologis, data paspor, data majikan dan lainnya yang sangat diperlukan untuk tindak lanjut, tidak didapatkan lengkap.

“Jika melapor melalui kanal resmi, maka semua data akan tercatat lengkap dan pihak pengadu dapat memonitor langsung langkah langkah tindak lanjut di Portal Peduli WNI,” ungkapnya.

Sebagai perbandingan kasus, pada tahun 2023, Kemlu dan Perwakilan RI menangani dan menyelesaikan total 50.349 kasus WNI di luar negeri. Sangat sedikit dari total kasus tsb yang viral dan tetap ditangani dan diselesaikan Kemlu dan Perwakilan RI.

Judha menegaskan, Kemlu dan Perwakilan RI memastikan bahwa negara harus hadir dalam setiap permasalahan yang dihadapi WNI di luar negeri.

“Namun kami sangat mengimbau bahwa setiap PMI juga mengambil langkah-langkah pelindungan diri sendiri. Petama, berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang benar, dan tidak melalui calo/sponsor. Kedua, segera lakukan lapor diri ke Perwakilan RI ketika tiba di negara tujuan. Selama ini mayoritas PMI baru lapor ketika ada masalah. Ketiga, pahami aturan hukum negara setempat dan catat dengan baik kanal-kanal pengaduan yg sdh disiapkan Kemlu dan Perwakilan RI,” demikian Judha.(bul)

Beras Impor dari Vietnam Masuk NTB Secara Bertahap

0
Foto : beras dari Vietnam tengah bongkar di pelabuhan Lembar (Ekbis NTB/bul)

Beras dari Vietnam Masuk

NTB Secara Bertahap

Mataram (Ekbis NTB) – Untuk memenuhi kebutuhan beras di dalam daerah, terutama untuk beras bantuan pangan dan SPHP Perum Bulog Wilayah NTB telah mengajukan ke pusat untuk mendatangkan beras dari luar. Sembari menunggu petani panen serentak.

Perum Bulog NTB mengusulkan sebanyak 35.000 ton beras dari luar untuk dimasukkan ke NTB. Beras dari luar ini bisa saja dari luar negeri, langsung dimasukkan ke NTB. Atau bisa juga beras dari daerah lain yang stoknya tinggi.
Sebagaimana pentunjuk pusat, Perum Bulog Wilayah NTB sudah mendapatkan persetujuan memasukkan sebanyak 11.000 ton, dari total 35.000 ton yang diusulkan. Dengan asumsi, Perum Bulog NTB membutuhkan ketahanan stok 8.500 ton setiap bulan. Untuk kebutuhan bantuan pangan 6.450 ton, dan SPHP 2000 ton. Sehingga total kebutuhan Januari hingga April 2024 sebanyak 35.000 ton.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma, dihubungi di Mataram, Senin 1 April 2024 Januari hingga akhir Maret 2024 ini, sebanyak 20.000 ton beras dari Jawa Timur sudah masuk ke NTB. Sementara itu, sebanyak 13.000 ton beras dari Vietnam juga masuk bertahap. Sudah masuk di Pelabuhan Lembar sebanyak 3.750 ton, dan tengah bongkar.

Beras yang masuk dari luar ini, langsung habis untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan dan SPHP. Sembari dilakukan serapan beras dan gabah petani lokal saat memasuki musim panen ini.

“Sisanya yang akan masuk selesai lebaran,” tambahnya.

Raden Guna Dharma menjelaskan lagi, upaya mendatangkan beras dari luar ini untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah NTB. Terutama untuk bantuan pangan (bapang) yang diberikan setiap bulan sebanyak 10 Kg kepada satu penerima selama enam bulan (Januari-Juni 2024).

Total sebanyak 643.000 penerima di NTB, atau setara dengan 6000 ton lebih dalam sebulan.

“Beras yang didatangkan dari luar ini artinya sebagai cadangan kita untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan. Karena sementara panen di NTB ini belum massif,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Raden Guna Dharma, jika panen padi di panen tahun 2024 ini berhasil dan pengadaannya cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah, maka NTB tidak lagi meminta pasokan beras dari luar daerah maupun luar negeri. Sementara kondisi saat ini, tidak dapat dipungkiri NTB membutuhkan impor beras dari luar.

“Karena takutnya kalau panen ini gagal atau penyerapan pengadaan kita kurang, berpengaruh nanti ke stok untuk bantuan pangan kepada masyarakat nggak bisa jalan,” demikian Raden Guna Dharma.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Abdul Aziz mengatakan, beras dari luar NTB saat ini diperlukan. Karena ada kekhawatiran, bahwa stok pangan di NTB itu akan terjadi defisit, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, maka didatangkan beras dari luar.

“kita berharap dengan masuknya beras itu untuk stabilisasi harga beras. Karens stok beras cukup tersedia,” demikian Azis.(bul)

Mengapa Masih Ditemukan Pangan Tidak Aman Dijual di Pasaran, Ini Penjelasan BPOM

0
Foto : Kepala Balai POM di Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa S, S.Si, Apt dan tim, saat melakukan sidak produk pangan di pasar di Lombok Timur (Ekbis NTB/buk)

Mataram (Ekbis NTB) – Pangan tidak aman masih ditemukan beredar di pasar-pasar, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram pada momentum puasa ramadhan 1445H/2024 ini.


Kategori pangan tidak aman ini salah satunya, pangan yang dicampur dengan bahan-bahan pengawet yang dilarang. Karena sangat berisiko terhadap Kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.


Temuan BPOM, pada sidak di salah satu pasar di Kabupaten Lombok Timur, dilakukan sampling dan uji cepat (parameter uji Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Metanyl Yellow) terhadap 45 sampel pangan, antara lain, tahu, bakso, cilok, pencok, kerupuk, terasi, bubur mutiara, ikan asin, udang, kolang kaling, cendol, kikil, cincau, dan lainnya.Dengan hasil, 4 sampel positif mengandung bahan berbahaya boraks, yaitu 2 sampel kerupuk, 1 cilok dan 1 pencok.


Pada kegiatan yang sama sebelumnya di di Kota Mataram, sebanyak 82 sampel jajan takjil (pempek, cilok, bakso, gula kapas, kerupuk, terasi, siomay, kurma, es campur, cantik manis, tahu, dan lainnya) telah dilakukan uji cepat terhadap Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow. Dengan hasil, 79 sampel Memenuhi Syarat dan 3 sampel kerupuk Tidak Memenuhi Syarat mengandung Boraks.


Sebagaimana diketahui, Boraks atau bleng adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa.


Lantas mengapa masih ada yang menggunakan zat kimia ini menjadi campuran panganan? Kepala Balai POM di Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa S, S.Si, Apt menjelaskan, masih ditemukannya bahan berbahaya dalam pangan ini tentunya perlu menjadi kewaspadaan dan perhatian bersama. Hal ini salah satunya dipengaruhi masih tingginya demand / permintaan sehingga supply akan tetap ada.


“Untuk temuan yang masih cukup banyak ditemukan adalah kerupuk nasi / puli / tempe yang mengadung Boraks. Meskipun saat ini sudah cukup banyak produsen kerupuk yang tak mengunakan bleng / pijer (mengandung boraks),” ujarnya.


Selain itu, dampak yang tidak dirasakan secra langsung oleh konsumen yang mengkonsumsi menyebabkan konsumen tetap membeli dan mengkonsumsinya. Padahal dalam jangka panjang menurut Yosef, bisa berdampak pada gangguan kesehatan fungsi hati, ginjal dan mengakibatkan kanker.


Menurutnya, ada alternatif bahan tambahan pangan yang diizinkan yaitu, Sodium Tri Poly Phospat (STPP), dan dpt dibeli toko kue atau bahan makanan.


Lanjut Yosef, dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting Keamanan Pangan serta mengeradikasi penyalahgunaan bahan berbahaya, Badan POM juga telah menginisiasi 3 Program Keamanan Pangan berbasis komunitas, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas dan Intevensi Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.


Program ini selain melakukan pmberdaayan Kader keamanan Pangan Desa, Pasar dan Sekolah, juga kami berikan alat rapid test utk mampu menguji secara mandiri pangan yg terindikasi mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow.


“Hanya sj kami belum mampu mengintervensi seluruh Desa, Pasar dan Sekolah yang di NTB, masih kecil jumlahnya. Harapan kami, Pemda dapat mereplikasi progran Keamanan Pangan ini dalam upaya memperbesar impact / dampaknya,” ujarnya.


Jumlah desa, pasar dan sekolah yang diintevensi masih relatif sedikit. Hingga 2024 ini, baru 208 desa dari 1.137 desa/kelurahan di NTB ( 18,29%). Baru 1.513 sekolah, dari 7.107 sekolah di NTB (21,29%), dan baru 22 pasar dari 211 pasar di NTB (10.43%).


“Hal ini keterbatasan anggaran yang tersedia di BPOM, harapannya bisa disinergikan dengan anggaran-anggaran yang bersumber dari APBD, Dana Desa atau DAK lainnya untuk perluasan cakupan intervensi,” tambahnya.


Dalam mengawal keamanan pangan BPOM, kata Yosef, tidak bisa bekerja sendiri (single player) perlu kolaborasi yang melibatkan Pemprov/ Kabupaten / Kota, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan media.


“Masalah keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama sebagai suatu bangsa. Pangan yang aman, bermutu dan bergizi harus dibangun sejak awal hingga nanti dikonsumsi oleh masyarakat (from farm to table, dari hulu sampai ke hilir),” demikian Yosef.(bul)