Home Blog Page 748

CORE TAX dan PENINGKATAN TAX RASIO

0
Nurul Aeni(ekbisntb.com/bul)

Oleh: Nurul Aeni

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB, Universitas Mataram

Dalam acara debat calon presiden yang diselenggarakan KPU beberapa waktu lalu, salah satu topik yang dibahas adalah terkait tax ratio. Salah satu kontenstan mengajukan proposal peningkatan tax ratio. Tentu terjadi pro dan kontra dalam debat itu, apa mampu negara meningkatkan rasio pajak saat ini.
Tax rasio adalah rasio antara pendapatan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bila dilihat dari data, di tahun 2023 tax rasio kita sebesar 9,11 persen 2022, 10 persen di 2023. Terakhir, berdasar nota keuangan RAPBN 2024 yang dibacakan Presiden RI, tax rasio ditarget 10,1 persen di tahun berjalan, 2024.
Seperti dipahami, pajak menjadi sumber pemasukan terbesar pemerintah untuk membiayai pembangunan. Realisasi pajak dalam APBN 2022 tercatat Rp1716.8 triliun atau 115 persen, mengalami peningkatan di tahun 2023 yaitu sebesar Rp1869.23 triliun, tumbuh 8,9 persen (pajak.com). Hal ini menandakan sektor pajak masih memberi kontribusi terbesar terhadap APBN dibanding sektor lain.
Pemeritah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pemasukan pajak. Salah satu gebrakannya adalah menyediakan pelayanan terbaru berbasis CoreTax Administration System (CTAS). Sistem administrasi terbaru ini bertujuan untuk mempermudah wajib pajak melakukan pemenuhan kewajiban perpajakan dan pelaksanaan hak terbaru berbasis CoreTax.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2018, core tax merupakan teknologi informasi yang akan mendukung pelaksanaan tugas DJP dalam automasi proses bisnis, mulai dari pemrosesan Surat Pemberitahuan (SPT) dokumen perpajakan, pembayaran pajak, hingga penagihan (pajak.com). Berlakunya CoreTax menjadi peluang guna meningkatkan Tax Ratio. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana CoreTax dapat meningkatkan Tax Ratio.
Dimulai 2025
Implementasi CTAS akan diawali tahun 2025. Dengan CTAS diharapkan mempermudah sistem administrasi dalam melakukan transaksi pembayaran pajak bagi warga negara sehingga pelayanan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak. Tentunya dengan diberlakukannya CTAS menjadi salah satu jalan pemerintah untuk meningkatkan Tax Ratio atau pendapatan negara melalui pajak.
Dari sisi wajib pajak, teknologi dan informasi dalam hal ini CoreTax yang digunakan oleh Pemerintah (DJP) dapat berguna bukan hanya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan namun juga membantu wajib pajak dalam administrasi hak perpajakannya (Tofan, 2023). Berdasarkan pemberlakuan coretax ini dilihat dapat meningkatkan Tax Ratio sehingga pendapatan yang diperoleh negara dari dana pungutan pajak konsisten dan terus meningkat. Tax ratio Indonesia hampir pasti meningkat jika pemerintah memperbaiki transparansi dalam pembuatan kebijakan.
Saat ini, pemerintah terus melakukan pembaruan sistem administrasi yang dimulai dari organisasi, sumber daya manusia, peraturan perundang-undangan, proses bisnis serta teknologi informasi dan berbasis data. CTAS merupakan salah satu proyek reformasi perpajakan dalam proses bisnis dengan sistem informasi komersial siap pakai. CoreTax System termasuk dalam sistem teknologi informasi yang menyediakan dukungan terpadu bagi pelaksanaan tugas Ditjen Pajak.
Core tax mempersempit celah bagi wajib pajak dan petugas pajak untuk melakukan penyelewengan pajak. Semakin suatu sistem terintegrasi secara digital, akan semakin sempit celah penyimpangan karena akuntabilitas sistem informasi lebih baik dari manual. Karena keengganan membayar pajak juga disebabkan banyaknya penyimpangan tata kelola pajak sehingga wajib pajak merasa tidak rela pajak yang mereka bayar diselewengkan.
Sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan pemasukan pajak dengan memperbaiki pelayanan, Core tax system tentu saja memberi peluang untuk semakin tingginya tax rasio negara. Hanya saja kepatuhan wajib juga ditentukan oleh perencanaan pembangunan pemerintah yang efektif dan memberi dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat, tidak sekedar perbaikan sistem pelayanan.(*)

IWAPI NTB Berterimakasih, MXGP Bisa Dilaksanakan

0
Baiq Diah Ratu Ganefi (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB menyambut baik diselenggarakannya event-event internasional di daerah ini, terutama event balap motorcross bergengsi dunia MXGP kedua kalinya yang diselenggarakan di bekas bandara Selaparang, Rembiga Kota Mataram, 29 Juni hingga 7 Juli 2024.

MXGP yang diselenggarakan di Lombok, menurut Ketua IWAPI Provinsi NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi, SH perlu disambut syukur dan bersenang hati, juga perlu berterimkasih kepada penyelenggara yang sudah menghadirkan event internasional ini di NTB.

“Dalam situasi yang agak sulit ini, event (MXGP) bisa dilaksanakan. Dan memang harus tetap dilaksanakan. Karena ini juga sudah jadi branding NTB,” katanya.

Penyelenggaraan MXGP tahun berlangsung lama, 29 Juni hingga 7 Juli 2024, masih banyak waktu untuk melakukan evaluasi dan koordinasi terus menerus kepada para pelaku UMKM untuk menyiapkan kebutuhan penonton MXGP. Baik kebutuhan kulinernya, hingga marchandisenya.

“Bahwa UMKM ini harus dipersiapkan secara matang, apa sih yang dibutuhkan penonton, tidak hanya pada kuliner dan minuman. Tapi harus ada merchandise yang harus disiapkan oleh UMKM. inilah peran penyelenggara juga dan pemerintah daerah,” tambahnya.

Event ini menurutnya bisa menjadi media promosi Nusa Tenggara Barat, baik promosi secara nasional, maupun internasional. Maka , kata Ratu Ganefi, harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah dengan penyelenggara untuk mensukseskan MXGP.

“Harus kerjasama yang kuat, penyelenggara dengan pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya. UMKM merchandise harus diperbanyak. Karena itu yang paling banyak dicari sekaligus jadi promosi NTB,” tambahnya.

Penataan UMKM menurut Ratu Ganefi harus dilakukan dengan baik. Untuk spot-spot tertentu, UMKM yang dilibatkan tidak boleh sembarangan. Kebersihan dan higienitas UMKM harus menjadi indicator UMKM tersebut ditempatkan di posisi – posisi strategis.

“Jangan juga, karena hajatannya UMKM, lalu kemudian UMKM yang pakai sepeda, yang pakai gerobak, yang pakai asongan bebas sekali berjualan hingga ke lokasi VIP. Ini harus diperhatikan juga karena menyangkut tamu-tamu asing,” kata Ratu Ganefi.

Ratu Ganefi kembali memberikan penilaian, ditengah keterbatasan, secara keseluruhan, MXGP tahun kedua ini bisa terlaksana. Harapannya terlaksana dengan baik. Karena dampak ekonominya pasti akan sangat dirasakan oleh UMKM, terutama UMKM di Kota Mataram.
“Kita harus sampaikan terimakasih kepada penyelenggara,” demikian Ratu Ganefi.(bul)

Komunitas Gelisah Manfaatkan Limbah Kulit Buah Menjadi Ekoenzim

0
Produk sabun cuci piring dan bahan baku hasil fermentasi sampah organik kulit jeruk yang diproduksi Komunitas Gelisah, Jum'at, 28 Juni 2024 di Mataram.(ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Komunitas Gelisah (Gerakan Lingkungan Sampah Nihil), selain mendaur ulang sampah anorganik, juga memanfaatkan sampah organik sebagai ekoenzim. Pendiri Komunitas Gelisah, Lailatul Ulfah menjelaskan bahwa, sampah organik yang ia manfaatkan yaitu sampah kulit buah.

Ia memilih kulit buah jeruk dan kulit buah pedagang rujak untuk difermentasi sebagai ekoenzim karena keresahannya di depan mata tentang pembuangan sampah yang dapat merusak lingkungan sekitar.

“Saya berpikir keras bagaimana cara mengolah limbah kulit buah tersebut menjadi produk yang bermanfaat, karena kalau diolah menajdi pupuk sudah terlalu jenuh,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil riset yang ia lakukan melalui berbagai macam media, seperti youtube dan buku, mengenai pengolahan limbah kulit buah, ia memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai Ekoenzim, dan dijadikan sabun cuci piring ramah lingkungan.

Perjalanannya belajar mengolah sampah menjadi Ekoenzim berlangsung selama satu tahun, sehingga pendiri Komunitas Gelisah tersebut mampu menghasilkan produk yang dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Jadi, setiap sore saya mengambil sampah di pedagang es jeruk peras di sekitar Mataram untuk pengolahan ekonzim. Pas awal percobaan tidak langsung berhasil, karena membuat ekoenzim tidak semudah yang dipikirkan. Saya heran sama orang yang gampang buat ekoenzim. Tapi gitu, baunya seperti TPA,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa, ekoenzim itu punya rumus tersendiri. Ekoenzim dikatakan tidak berhasil ketika sampah yang difermentasi itu tidak mengeluarkan gas, dan sebaliknya. Untuk mendapatkan hasil fermentasi yang ramah lingkungan, harus menggunakan standar SOP fermentasi. Seperti, sampahnya diseleksi dan dibersihkan, menggunakan sarung tangan, dan langsung difermentasi ketika kondisinya masih baru.

“Jadi, ekoenzim yang saya punya itu pure sampah bersih dan segar, karena dibuat menggunakan SOP. Sehingga wanginya segar, bukan bau TPA yang pengolahan sampahnya asal-asalan,” ujarnya.

Ia menyebutkan manfaat dari ekoenzim yang ia fermentasi yaitu sebagai sabun cuci piring, pembersih lantai, dan hand sanitizer. Namun, saat ini ia lebih memfokuskan untuk membuat sabun cuci piring. Adapun bahan baku hasil fermentasinya juga dipasarkan, dan mereka terbuka untuk pengolahan bahan mentah tersebut.

Untuk pemasarannya produknya sudah berjalan sejak tiga bulan lalu. Perbulan mereka memproduksi sekitar 100 botol dan dijual dengan harga ekonomis, yaitu Rp. 10 ribu per botol dengan ukuran 450 ml. (ulf)

 

KOSTI NTB Support Sepeda Ontel untuk Para Pembalap MXGP

0
Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) NTB dalam acara parade welcoming ceremony pembalap MXGP. Jum’at, 28 Juni 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/ulf).

Mataram (ekbisntb.com) – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) NTB memberikan support acara welcoming ceremony, parade budaya untuk MXGP 2024 yang diselenggarakan di Pulau Lombok. Acara tersebut dimulai dari Islamic Centre hingga Teras Udayana Kota Mataram.

H. Agus Cahyono, Ketua KOSTI NTB menjelaskan bahwa, support dari mereka memang diminta oleh pihak panitia MXGP sendiri, melalui Samota Enduro Gemilang yang bersurat resmi kepada pihak KOSTI untuk menyiapkan 30 unit sepeda bagi para pembalap. Dan support yang diberikan KOSTI kepada para pembalap berlangsung untuk satu hari pada acara tersebut.

“Dan kebetulan animo dari teman-teman ontelis NTB juga luar biasa dalam mensupport acara ini,” ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri KOSTI dari berbagai daerah di NTB. Mulai dari Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram, bahkan dari Kecamatan Alas, Sumbawa.  Hampir kurang lebih 80 orang peserta dari komunitas ditambah 30 sepeda yang dipakai oleh para riders. Hingga totalnya menjadi 120 unit sepeda ontel yang dihadirkan.

“Yang dari sumbawa kami pinjami sepeda disini. Namun mereka adalah anggota ontelis NTB, Komunitas NTB,” jelasnya.

Ia menerangkan, ciri khas pakaian yang dikenakan dalam parade ini menggunakan baju adat, baju pejuang, hingga baju petani untuk menggambarkan keunikan dari komunitas sepeda tua. “Jadi mereka bebas mengenakan baju apa saja, apalagi kalau membawa nama daerah NKRI dan sebagainya,” katanya.

Agus menyampaikan tentang komunitas tersebut bahwa, jumlah personelnya kurang lebih sekitar 500 orang di daerah NTB dan terus bertambah. Meskipun mulai terbentuk di NTB sejak tahun 2022 lalu, perkembangannya cukup luar biasa. Yang semula jumlahnya hanya 12 komunitas, saat ini sudah lebih dari 20 komunitas. (ulf)

Mulai 2025, Sirkuit Mandalika Gelar Fanatec GT World Challenge Asia

0
 Sirkuit Mandalika. (ekbisntb.com/dok. MotoGP)

Praya (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit masuk sebagai salah satu tuan rumah gelaran balap mobil dunia Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS zona Asia Pasific mulai musim balap tahun 2025 mendatang. Ini bakal menjadi seri balapan mobil dunia pertama yang digelar sirkuit Mandalika. Dari kalender balapan sementara yang dirilis di CrowdStrike 24 Hours Spa., Jumat, 28 Juni 2024, sirkuit Mandalika bakal menggelar seri kedua Fanatec GT World Challenge Asia pada bulan Mei 2025 mendatang.

Adapun seri perdana bakal dihelat di sirkuit Sepang Malaysia. Dengan lebih dari 30 supercar GT3 direncanakan bakal berkompetisi untuk menjadi yang terbaik pada ajang balapan itu nantinya.  Penandatangan kesepakatan penyelenggaraan multi year ajang balap mobil tersebut telah dilakukan antara Founder dan CEO SRO Motorsports Group, Stephane Ratel, dengan perwakilan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Fuji Speedway akhir pekan lalu.

Selain Indonesia dan Malaysia Fanatec GT World Challenge Asia juga akan berlangsung di Chang International Circuit, Thailand pada bulan Juni. Lanjut kemudian pada bulan Juli dan Agustus digelar di Jepang. Dengan seri terakhir atau seri keenam di gelar di China. Namun untuk balapan di Jepang dan China, lokasi balapan belum ditentukan.

Indonesia sendiri menjadi negara keenam yang menyelenggarakan Fanatec GT Asia sejak pertama kali digelar pada tahun 2017. Selain Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok yang menjadi tuan rumah saat ini, Seri belapan juga hadir sempat hadir di Korea Selatan pada tahun 2019. “GT racing di Pertamina Mandalika International Circuit akan sangat spektakuler,” ujar Benjamin Franassovici, Championship Director SRO Motorsports, dalam keterangan, Jumat kemarin.

Dirinya mengaku sudah beberapa kali mengunjungi sirkuit Mandalika dan sangat terpesona oleh keindahan serta kualitas dan fasilitasnya. Mengingat, tidak ada sirkuit secantik sirkuit Mandalika di Asia. Sehingga pihaknya yakni dengan masuknya Pertamina Mandalika International Circuit ke dalam kalender balapan musim depan, akan menjadi seri yang sangat populer.

“Pengumuman ini merupakan hasil dari kerja keras selama beberapa tahun. Sungguh luar biasa bisa menetapkan posisi Indonesia dalam kalender Fanatec GT Asia,” tegasnya.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menambahkan, masuknya sirkuit Mandalika sebagai lokasi gelaran Fanatec GT World Challenge Asia menjadi momen bersejarah bagi sirkuit Mandalika sendiri. Karena akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil GT3 multi-brand yang populer di Asia. Pencapaian tersebut tidak hanya mengukuhkan posisi kami sebagai sirkuit berkelas internasional, tetapi juga menambah prestasi sirkuit Mandalika dalam menyelenggarakan ajang balap internasional yang bergengsi.

Bahwa dengan menjadi tuan rumah Fanatec GT World Challenge Asia menunjukkan kesiapan sirkuit Mandalika sebagai untuk penyelenggarakan ajang balap internasional. Selain balapan yang sudah ada seperti MotoGP. Dan, pastinya akan semakin memperkuat posisi sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit terindah di dunia. “Menjadi tuan rumah event international membuktikan komitmen MGPA terhadap kemajuan motorsport di Indonesia dan sebagai sirkuit kelas dunia,” terang Priandhi.

Lebih lanjut Direktur Utama ITDC Ari Respati menegaskan, kolaborasi tersebut menandai langkah penting The Mandalika sebagai ‘The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination’ di Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah event 2025 Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS Calendar, The Mandalika akan meningkatkan citranya internasional sebagai pusat sport and entertainment. Sekaligus akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal.

Secara keseluruhan, kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kedudukan global The Mandalika sambil memastikan dampak ekonomi positif jangka panjang bagi komunitas sekitarnya. “Dan, ITDC sepenuhnya mendukung kolaborasi MGPA dengan GT Fanatec, mengakui perannya yang penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini dan meningkatkan daya tarik The Mandalika,” tandasnya. (kir)

Perhotelan Harap Tak Berulang, Layanan Air Bersih di Gili Trawangan Kembali Normal

0
Wisatawan menikmati indahnya Gili Trawangan menggunakan sepeda. (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Upaya Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk meyakinkan perusahaan mitra (PT. TCN) membuka kembali pasokan distribusi air bersih kepada pelanggan di Gili Trawangan membuahkan hasil positif. Sejak Kamis malam lalu, air bersih sudah mengalir ke kran-kran pelanggan baik perhotelan maupun rumah tangga.

Hal itu pun mendapat tanggapan positif dari publik, tak terkecuali Asosiasi Hotel Gili. Ketua Gili Hotel’s Association (GHA), Lalu Kusnawan, kepada wartawan mengatakan krisis air bersih selama 5 hari (22-27 Juni) merupakan sebuah masalah krusial bagi pelanggan khususnya perhotelan. Pasalnya, air merupakan kebutuhan vital yang menentukan buka atau tutupnya usaha pariwisata.

“Alhamdulillah, air sudah dibuka sejak jam 04:30 sore (16:30 WITA) kemarin (Kamis sore). Harapan kita, pelayanan ini terus terjaga untuk keberlangsungan pariwisata,” ungkap Kusnawan.

GHA sendiri tidak tinggal diam melihat realita putusnya pasokan air bersih. Pengurus dan Anggota GHA di Gili Trawangan dan Gili Meno, mendatangi Kantor DPRD Lombok Utara menyampaikan aspirasi. Pertemuan dengan DPRD ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan eksekutif melibatkan instansi vertikal, PDAM, dan perusahaan.

Sebagai pelanggan, kata Kusnawan, pasokan air bersih harus dijamin oleh pemerintah melalui PDAM, baik dalam kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Terlebih lagi lokus pelanggan PDAM berada di kawasan pulau yang menjadi magnet masuknya wisatawan asing, maka ketiadaan air bersih akan sangat berdampak bagi hajat hidup masyarakat maupun usaha investasi.

Ia menekankan bahwa air bersih sangat penting, tidak hanya untuk pengusaha tetapi juga untuk masyarakat Gili Trawangan yang ada di 7 RT di Dusun Gili Trawangan, sangat membutuhkan air.

“Kita bukan hanya berbicara soal wirausaha tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Warga tersebar di 7 RT, tentu menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkan sarana air yang layak,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kejadian putusnya air bersih kepada pelanggan perhotelan dan warga ini, adalah yang pertama dan terakhir selama kerjasama berlangsung. Sebab, ketiadaan air yang berlaku 5 hari memberi dampak terhadap penurunan kunjungan pariwisata. Tidak sedikit WNA maupun domestik yang akan berlibur ke Trawangan, menunda atau mengalihkan perjalanan ke daerah lain. “Dengan normalnya pelayanan air ini, kami optimis. Tamu akan layani dengan baik,” tandasnya. (ari)

IKM NTB Dilatih Manfaatkan Limbah Batu Bara PLTU Jadi Batako

0
Foto bersama usai Bimtek produksi batako berbasis FABA. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat (Disperin NTB) dan PLN NTB memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) produksi dan kewirausahaan batako berbasis limbah batu bara pembangkit listrik atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

Bimtek dilaksanakan  di Mataram bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), Jumat, 28 Juni 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju acara puncak Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang akan digelar di NTB pada bulan Desember mendatang. BBI adalah program tahunan Kemenperin yang bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap hasil karya anak bangsa.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin, Yedi Sabaryadi menyatakan, pemanfaatan FABA dalam produksi batako adalah langkah strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami berharap Bimtek ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian, serta mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah di NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Kepala Disperin NTB Lalu Luthfi, M.Si menyampaikan kerjasama ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong pengembangan industri ramah lingkungan di NTB. “Dukungan dari PLN NTB sangat penting untuk memanfaatkan potensi FABA secara optimal, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mempersiapkan NTB sebagai tuan rumah BBI yang sukses,” ungkapnya.

Manager PT. PLN Unit Induk NTB Sigit Suharjono, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program-program berfokus pada pemanfaatan limbah industri. “Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk pengelolaan limbah FABA,” katanya.

Para peserta Bimtek juga menyambut baik kegiatan ini. Rival, salah satu peserta mengatakan, Bimtek ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengembangkan keterampilan baru dan membuka peluang usaha di bidang produksi batako berbasis FABA.

Dengan diselenggarakannya Bimtek ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mengembangkan industri ramah lingkungan dan berkelanjutan di NTB. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam menyukseskan acara puncak BBI, yang diharapkan dapat mengangkat potensi lokal dan meningkatkan kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia. (bul)

Aktivitas Pedagang di Taman Udaya Dibatasi

0
H. Lalu Martawang. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram membatasi aktivitas pedagang di Taman Udayana, menyusul kericuhan yang terjadi sebelumnya. Aparat gabungan disiagakan mengawasi aktivitas pedagang dan pengunjung. Jika melanggar aturan akan dikenakan sanksi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang ditemu di ruang kerjanya pada Jumat, 28 Juni 2024 menerangkan, permasalahan keributan yang terjadi di Taman Udayana telah dibahas bersama Polresta Mataram dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Kota Mataram, sehingga disepakati mengatur atau membatasi operasional lapak pedagang di Taman Udayana. Pedagang hanya dibatasi berjualan sampai pukul 22.30 WITA. “Jadi ada waktu untuk prepare sampai jam 11 malam (23.00 WITA) harus aktivitas sudah bersih,” terang Martawang.

Dinas Perdagangan Kota Mataram, juga diminta pengaturan berdasarkan zona serta koordinator di masing-masing bertanggungjawab terhadap kesepakatan bersama Pemkot Mataram, Polresta Mataram dan Kodim 1606 Mataram. Kesepatan itu sebut Martawang, pedagang dilarang menjual minuman beralkohol, mengatur kebersihan dan tata kelola serta operasional pedagang untuk menjamin agar tertib dan bersih supaya tidak terkesan kumuh.

Ia menegaskan, kawasan di Teras Udayana tidak boleh ada PKL serta parkir kendaraan diatur dan dipastikan tidak boleh kendaraan parkir di sepanjang Jalan Udayana, karena berkontribusi terjadinya kemacetan. Pengendara yang melanggar akan digembok kendaraan miliknya. “Nanti akan dipasang spanduk berisi kesepakatan-kesepakatan sehingga bagian untuk sosialisasi bukan saja pedagang juga pengunjung di Taman Udayana,” jelasnya.

Pemantauan aktivitas pedagang dan pengunjung akan diaktifkan kembali posko presisi terpadu dengan pelibatan TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram. Petugas gabungan secara bergilir bertugas mulai pagi sampai malam. Martawang mengakui, adanya indikasi keributan antar pemuda disebabkan karena warga dari luar Kota Mataram mengkonsumi minuman keras kemudian masuk ke Kawasan Udayana. “Nanti tim itulah yang memantau supaya tidak terjadi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan,” ulasnya.

Kesepakatan bersama akan menjadi aturan yang harus disepakati oleh semua pihak. Jika kesepakatan tertulis tidak diindahkan maka akan dikenakan sanksi berupa proses hukum oleh aparat kepolisian. (cem)

Meriah, Parade Pembalap MXGP di Jalan Udayana

0
Para pembalap MXGP yang akan beradu cepat Sabtu (29/6) hari ini di Sirkuit Selaparang mengikuti parade bertajuk ‘’Welcoming Ceremony’’ Jumat, 28 Juni 2024. (ekbsintb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Sehari sebelum MXGP digelar, panitia bekerja sama dengan Pemkot Mataram Jumat, 28 Juni 2024 menggelar parade yang melibatkan seluruh pembalap MXGP. Parade bertajuk ‘’Welcoming Ceremony’’, mengambil start  Islamic Center sampai dengan Teras Udayana, berlangsung meriah.

Parade dimulai pukul 16.10 Wita. Terlihat para pembalap menaiki sepeda ontel dan  menumpang cidomo dari Islamic Center menuju Taman Teras Udayana. Parade diawali dengan kesenian Lombok, gendang beleq. Kemudian, pawai kostum karnaval di belakang. Diikuti, rangkaian parade para pembalap.

Warga Kota Mataram tampak antusias menyaksikan parade. Mereka rela berdiri di pinggir trotoar menunggu pembalap kebanggannya lewat.

Di Teras Udayana, diadakan pertunjukan gendang belek dan tarian. Ada juga mini drama putri Mandalika. Pembalap yang akan berlaga di MXGP Sabtu, 29 Juni 2024 hari ini, mengaku bahwa dirinya sangat puas dengan acara parade yang disiapkan oleh panitia MXGP Lombok.

“Very nice, I see many nice people, seems to be a happy country, (sangat bagus, saya melihat banyak orang baik, terlihat seperti kota bahagia)” ungkap salah satu pembalap Kawasaki, Jeremy Seewer.

Ia melanjutkan bahwa pertunjukan yang disuguhkan oleh MXGP Lombok sangat berbeda dengan negara lainnya. “If we compare to Europe, it’s like an opposite, crazy to see how people are happy and do the best, yes, it’s very warm welcome, (Ini sangat berbeda dengan Eropa, luar biasa melihat bagaimana orang-orang bahagia dan melakukan yang terbaik, sambutan yang hangat,’’ lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa dari semua pertunjukkan yang disuguhkan oleh panitia, ia paling menyukai tarian putri Mandalika dan iringan lagu gendang belek.  “I like the dance and the music, (saya suka tarian dan musiknya),” ujarnya.

Kemudian, terkait dengan sirkuit Selaparang, ia mengaku bahwa sempat ke sirkuit dan menurutnya, Sirkuit Selaparang cukup bagus layaknya sirkuit MXGP yang ada di Eropa.

Senada dengan itu, Direktur Proyek Samota Enduro Gemilang, Diaz Rahmah Irhani mengatakan bahwa para pembalap sangat antusias dengan parade disiapkan pihak panitia.

Ia menambahkan bahwa laga di Indonesia menjadi salah satu laga yang paling ditunggu-tunggu oleh pembalap. “Mereka senang banget karena race Indonesia adalah salah satu race yang paling ditunggu-tunggu di seluruh dunia, karena race Indonesia satu-satunya yang ada di Asia,” ujarnya.

Antusiasme pembalap ini bukan karena laganya, akan tetapi lebih kepada apa yang disiapkan oleh panitia saat menyambut kedatangan para pembalap ini.

“Di Indonesia itu mereka excited bukan untuk racenya justru, tapi lebih kepada apa yang disiapkan oleh panitia terkait welcoming mereka dan segala macemnya,” tutupnya. (era)

Tumbuh Kuat, Transaksi Digital di NTB Semakin Diminati

0
Berry Arifsyah Harahap (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) NTB mencatat, jumlah transaksi dan volume pembayaran digital di Provinsi NTB terus meningkat. Misalnya penggunaan jumlah kartu Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) sebanyak 4,99 juta atau meningkat sebesar 12,28 persen secara tahunan (yoy). APMK adalah alat pembayaran yang berupa kartu kredit, kartu automated teller machine (ATM), dan kartu debet.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, selain penggunaan APMK, penggunaan uang elektronik di NTB juga terus meningkat dengan pertumbuhan sebesar 13,32 persen secara tahunan (yoy). Adapun QRIS telah mencatatkan total 456 ribu pengguna dengan volume transaksi pada Mei mencapai 2,28 ribu transaksi.

“Jadi semakin diminati transaksi digital dan elektronik di NTB. Ini sangat membantu. Misalnya pengguna QRIS sebanyak 456,53 ribu orang,” kata Berry Arifsyah Harahap dalam kegiatan Alco Regional Provinsi NTB yang berlangsung kemarin.

Adapun aliran kas pada triwulan II sampai tanggal 26 Juni 2024 mencatatkan net-outflow sebesar Rp1,63 triliun. Hal ini sejalan dengan pola historikal pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN)Idulfitri dan adanya panen padi dan jagung, serta libur sekolah tengah tahun. Kondisi ini  mendorong adanya peningkatan kebutuhan uang kartal.

“Di sisi lain, penetrasi transaksi digital di Provinsi NTB terus berlanjut. Transaksi RTGS dan SKNBI masing-masing tercatat tumbuh 8,87 persen dan -5,18 persen (yoy), lebih baik dari pertumbuhan triwulan sebelumnya,” katanya.

Gambaran secara nasional volume transaksi digital banking di bulan Mei 2024 tumbuh 29,1 persen secara tahunan (YoY). Adapun uang elektronik server base tumbuh sebesar 44 persen yang didorong oleh meningkatnya transaski transfer.

Uang elektronik server base adalah uang elektronik yang disimpan melalui media penyimpan berbasis server yang digunakan dalam transaksi secara online melalui aplikasi pada smartphone seperti e-wallet atau dompet digital.

“Kemudian volume transaksi QRIS tumbuh akseleratif sebesar 233 persen YoY yang didukung oleh penggun asebanyak 49,8 juta secara nasional dengan merchant sebanyak 32,2 juta,” ujarnya.(ris)