Friday, April 3, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 742

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

0
Jagung Yang Sedang Disortir Oleh Petani (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi meminta Perum Bulog termasuk semua pihak baik pelaku usaha maupun pemangku kepentingan di bidang pangan jagung agar mengoptimalkan penyerapan produksi dalam negeri sehingga harganya tak anjlok.

“Pada pokoknya itu, bagaimana hasil panen jagung petani dapat terserap secara baik. Pemerintah melalui Perum Bulog telah melaksanakannya dan stakeholder lainnya seperti private sector pelaku usaha pakan dan peternak unggas, juga telah kami kumpulkan dan menghasilkan suatu komitmen bersama dalam penyerapan jagung,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Arief mengaku bahwa secara intensif Bapanas terus melakukan koordinasi langkah-langkah penyerapan jagung bersama pemangku kepentingan terkait. Pihaknya juga telah melakukan kunjungan lapangan secara langsung ke sentra jagung di Bima dan Dompu, NTB.

Dalam kunjungan yang juga dihadiri oleh Perum Bulog, pelaku usaha jagung, dan asosiasi/koperasi peternak tersebut menyepakati komitmen penyerapan bersama dengan harga sesuai ketentuan kebijakan fleksibilitas harga acuan pembelian (HAP) di tingkat produsen dan harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

“Panen raya jagung di Bima dan Dompu ini diperkirakan masih berlangsung sampai Juli mendatang. Untuk mengantisipasi over supply dan harga jatuh, kami bersama stakeholder berkomitmen mempercepat proses distribusi jagung, utamanya ke sentra-sentra peternakan di Jawa,” ujar Maino.

Dia menyebutkan per 14 Mei 2024, total secara keseluruhan jagung dalam negeri yang diserap Perum Bulog telah mencapai 16 ribu ton. Itu terdiri dari serapan pada infrastruktur pascapanen di Gudang Corn Drying Center (CDC) Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total serap 5 ribu ton dan CDC Bolaang Mongondow Sulawesi Utara di angka 5,7 ribu ton. Di samping itu, terdapat pula penyerapan di luar CDC yang totalnya telah mencapai 5,4 ribu ton.

Penyerapan tertinggi di luar CDC ada di Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog NTB dengan capaian 4,9 ribu ton. Lalu Kanwil Sulawesi Utara dan Gorontalo 150 ton dilanjutkan Kanwil Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tercatat telah menyerap 110,57 ton. Kanwil Sulawesi Tenggara di angka 101,2 ton, Kanwil Jawa Tengah 100 ton, dan Kanwil Jawa Timur 9,95 ton.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang meminta agar pemerintah itu dapat berperan sebagai stabilisator harga pangan, mulai dari tingkat produsen sampai konsumen. Apalagi jagung itu krusial karena berkaitan erat dengan komoditas daging ayam dan telur,” kata Arief.

Pada Maret kata Arief, importasi jagung pakan telah dihentikan demi menyambut panen raya. Importasi sempat dilakukan pada akhir tahun lalu, namun terpaksa karena demi membantu para peternak memperoleh pasokan jagung pakan yang baik.

“Nah, sekarang kita dorong para pelaku usaha ternak menyerap sebanyak-banyaknya panen jagung dalam negeri,” tambahnya.

Langkah antisipasi penurunan harga jagung di sentra produsen dilakukan pemerintah dengan mendorong mobilisasi jagung, baik melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) maupun business to business.

Kegiatan berupa mobilisasi pangan dari suatu daerah yang berlebih ke daerah yang defisit ini menjadi program intervensi yang konsisten diimplementasikan pemerintah. Untuk komoditas jagung, realisasi mobilisasi jagung hingga saat ini mencapai 75 ton.

“Intinya Bapanas bersama seluruh stakeholder jagung akan melaksanakan secara kolaborasi agar ekosistem pangan kita terjaga dan tidak ada gejolak yang berlebih. Semua harus dapat seimbang dan wajar di semua lini, baik di produsen, pedagang/pelaku usaha, dan konsumen. Itu perintah Bapak Presiden,” tutur Arief.

Arief menambahkan pemerintah telah memberlakukan kebijakan fleksibilitas HAP di tingkat produsen dan HAP di tingkat konsumen komoditas jagung pipilan kering. Ini dimulai sejak 25 April sampai 31 Mei.

Kebijakan itu berangkat dari usulan para pelaku usaha jagung dan dikarenakan perubahan struktur ongkos usaha tani jagung. Harapannya dengan kebijakan tersebut dapat menjaga kestabilan jagung di semua lini dan memberikan kepastian harga bagi petani dan peternak.

Kualitas kadar air jagung diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022.

Saat ini fleksibilitas HAP di tingkat produsen yang berlaku antara lain jagung kadar air 15 persen di Rp5.000 per kilogram (kg) yang sebelumnya Rp4.200 per kg; jagung kadar air 20 persen di Rp4.725 per kg yang sebelumnya Rp3.970 per kg; jagung kadar air 25 persen di Rp4.450 per kg yang sebelumnya Rp3.750 per kg.

Kemudian jagung kadar air 30 persen di Rp4.200 yang sebelumnya Rp3.540 per kg. Sementara fleksibiltas jagung kadar air 15 persen di tingkat konsumen atau peternak diberlakukan menjadi Rp5.800 per kg dari sebelumnya Rp5.000 per Kg.(Ant)

Maret 2024, Utang Pemerintah Sudah Mencapai Rp8.262,10 Triliun

0
Ilustrasi (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Utang Pemerintah terus menjadi sorotan. Mulai dari warisan utang Presiden petahana ke Presiden mendatang hingga target rasio utang 2025 yang membengkak. Berbagai pihak mempertanyakan kesanggupan Pemerintah dalam mengelola utang.

Presiden Joko Widodo disebut sebagai Kepala Negara RI yang meninggalkan utang terbesar pascareformasi. Berdasarkan data Kementerian Keuangan per Maret 2024, utang Pemerintah tercatat mencapai Rp8.262,10 triliun. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai utang pada awal periode kepemimpinan Jokowi, yang merupakan warisan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni sebesar Rp2.608,78 triliun.

Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga meningkat tajam. Rasio utang pada 2014 berada pada level 24,75 persen, kemudian naik menjadi 38,79 persen pada Maret 2024.

Sebagai perbandingan, Megawati Soekarnoputri mewariskan utang senilai Rp1.299 triliun ke pemerintahan SBY, hanya naik sekitar 2 persen dari awal masa kepemimpinannya yang sebesar Rp1.273 triliun. Sementara rasio utang berhasil ditekan dari 77,32 persen pada 2001 menjadi 56,50 persen pada 2004.

Pada rezim berikutnya, yakni pemerintahan SBY, kenaikan utang tercatat sekitar Rp1.310 triliun. Relatif kecil bila menimbang kenaikan itu terjadi dalam kurun waktu 10 tahun (2004 hingga 2014). Rasio utang juga kembali ditekan hingga ke level 24,75 persen.

Ekonom Utama Departemen Riset Ekonomi dan Kerja Sama Regional Bank Pembangunan Asia (ADB) Arief Ramayandi menyebut pada dasarnya tidak ada standar baku soal rasio utang. Bank Dunia memang mengeluarkan standar rasio utang, yaitu pada level 60 persen. Namun, negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang memiliki rasio utang di atas 100 persen hingga 200 persen terhadap PDB, dan tetap menunjukkan pengelolaan ekonomi yang baik.

Oleh karena itu, ia menekankan bagian penting dari utang pemerintah adalah manajemen pengelolaannya.

Pengelolaan utang
Salah satu faktor utama pemicu melonjaknya utang Pemerintah pada rezim Jokowi adalah pandemi COVID-19. Terjadi lonjakan signifikan pada periode 2019 hingga 2020, di mana utang pemerintah naik sekitar Rp1.300 triliun dan rasio utang naik dari 29,80 persen menjadi 38,68 persen.

Meski rasio utang tetap terjaga di bawah batas aman 60 persen PDB, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, lonjakan yang terjadi tetap perlu menjadi perhatian.

Dalam menyiasati portofolio utang, Pemerintah mengaku mengambil sikap pengelolaan yang cermat, oportunis, dan terukur. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi strategi utama Pemerintah agar sekaligus mendukung pengembangan pasar keuangan domestik. SBN mendominasi komposisi utang Pemerintah sebesar 88,05 persen. Sebagian besar kepemilikan SBN dikuasai pemain lokal, termasuk Bank Indonesia (BI). BI memiliki 21,3 persen SBN domestik yang digunakan sebagai instrumen pengelolaan moneter.

Pemerintah juga berhati-hati dengan jangka waktu pengadaan utang. Saat ini, rata-rata tertimbang jatuh tempo (average time maturity/ATM) utang Pemerintah berkisar 8 tahun.

Di samping pembiayaan utang, Pemerintah juga terus menggenjot penerimaan negara. Pada penutupan buku APBN 2023, kinerja penerimaan negara mampu mendorong keseimbangan primer masuk ke zona positif dengan nilai Rp92,2 triliun, setelah bertahan di zona negatif selama 12 tahun.

Surplus keseimbangan primer mengindikasikan penerimaan negara cukup memadai untuk membiayai belanja negara sekaligus membayar seluruh atau sebagian pokok dan bunga utang. Artinya, Pemerintah tidak perlu menarik utang baru untuk membayar utang.

Itulah yang dimaksud oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto, bahwa utang Pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari sisi outstanding-nya. Meski jumlah utang membesar, PDB dan penerimaan juga makin tinggi.

Pemerintah berupaya mempertahankan kinerja penerimaan negara. Sepanjang triwulan I-2024, APBN secara konsisten mengalami surplus, yang turut menjaga keseimbangan primer tetap surplus.

Meski mengalami surplus, Pemerintah tetap menarik utang. Realisasi penarikan utang per Maret 2024 mencapai Rp104,7 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penarikan utang tetap dilakukan untuk mengantisipasi dinamika pasar hingga akhir tahun. Terlebih, dengan stabilnya kinerja APBN kini, Pemerintah bisa mendapatkan imbal hasil (yield) SBN yang kompetitif.

Langkah inilah yang dimaksud Kementerian Keuangan mengelola utang secara cermat, oportunis, dan terukur.

Strategi Pemerintah mengelola utang diakui oleh sejumlah lembaga pemeringkat, seperti Standard & Poor’s (S&P) Global Rating dan Fitch Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia pada posisi BBB dengan outlook stabil.

Baru-baru ini, Head of Asia-Pacific Sovereigns Fitch Ratings Thomas Rookmaaker menyatakan Indonesia memiliki rekam jejak kredibilitas fiskal yang baik. Kebijakan Pemerintah membatasi defisit fiskal sebesar 3 persen menjadi pagar yang baik untuk mencegah kenaikan rasio utang di luar kendali. Keberhasilan kebijakan tersebut tercermin pada defisit APBN yang ditekan hingga 1,65 persen terhadap PDB pada 2023 setelah sempat melebar hingga 6,14 persen pada 2020 akibat pandemi, menandakan kemampuan negara mencapai konsolidasi fiskal dengan cepat.

Risiko pembengkakan utang
Akan tetapi, perekonomian terus mengalami gejolak. Konflik Timur Tengah masih tereskalasi dan berdampak pada arah kebijakan moneter dunia. Suku bunga The Fed yang sempat diperkirakan bakal melandai pada paruh kedua 2024 diduga akan tetap tinggi hingga akhir tahun (higher for longer).

Tingginya suku bunga The Fed membuat imbal hasil obligasi AS (US Treasury) juga bertahan tinggi. Di tengah melemahnya perekonomian global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, pelaku pasar akan menempatkan dananya pada instrumen yang dianggap aman (safe haven), seperti dolar AS dan komoditas emas.

Mau tak mau, Pemerintah perlu menawarkan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang lebih tinggi demi menarik minat investor. Sementara langkah ini berisiko membuat biaya utang yang ditanggung Pemerintah makin meningkat.

BI telah mengambil langkah pre-emptive dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25 persen pada April 2024, setelah mempertahankan suku bunga di level 6,00 persen sejak Oktober 2023. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat investor mengalihkan dananya dari dolar AS menuju pasar Indonesia sehingga berdampak pada stabilitas sektor keuangan domestik.

Tak hanya dari sisi eksternal, risiko pembengkakan utang juga datang dari internal. Dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan rasio utang maksimal 40,14 persen terhadap PDB, membengkak dari level rasio utang Maret 2024 dan mendekati kondisi puncak saat pandemi.

Target belanja Pemerintah juga lebih tinggi menjadi 16,15 persen hingga 17,80 persen dari 14,56 persen. Defisit fiskal juga ditargetkan melebar dari 2,29 persen pada tahun ini menjadi 2,80 persen pada tahun depan. Target itu mendekati batas aman 3 persen yang diamanatkan UU Keuangan Negara.

Target RKP memang belum final. Berbarengan dengan penyusunan RKP, Kementerian Keuangan juga mendesain rencana anggaran 2025 melalui Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Rencana-rencana anggaran akan didiskusikan dengan DPR, disampaikan saat Nota Keuangan pada Agustus, sebelum disahkan pada Oktober mendatang.

Namun, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki kebijakan populis yang diperkirakan bakal meningkatkan anggaran belanja, seperti program makan siang dan susu gratis. Pembengkakan ini berisiko membuat defisit APBN kian melebar.

Efek domino yang mungkin muncul dari pelebaran defisit adalah rasio utang terhadap PDB yang meningkat dan memburuknya peringkat utang Indonesia, yang pada akhirnya membuat negara sulit mengakses pendanaan internasional dan menarik arus investasi.

Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Riefky mengamini transisi pemerintahan baru umumnya meningkatkan belanja Pemerintah sehingga menambah beban fiskal.

Namun, peningkatan itu perlu dibarengi dengan peningkatan penerimaan. Sementara sejauh ini, ia belum melihat adanya program konkret dari sisi penerimaan perpajakan. Riefky berpendapat aspek ini perlu menjadi fokus pemerintahan, baik petahana maupun penerus.

Sejalan dengan Riefky, Arief juga meyakini penerimaan negara masih bisa didongkrak. Rasio penerimaan pajak berada pada level 10,2 persen pada 2023, artinya masih potensi peningkatan untuk bisa menyentuh standar ideal rasio perpajakan negara berkembang di level 15 persen.

Dengan ditingkatkannya penerimaan negara, diharapkan kebijakan Pemerintah mendatang dapat tetap berjalan tanpa harus membuat utang membengkak dan defisit melebar.

Namun, strategi peningkatan penerimaan pajak pun perlu dilakukan dengan hati-hati, agar tidak berimplikasi buruk terhadap daya beli masyarakat yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menimbang berbagai kondisi yang ada, peran pengambil kebijakan menjadi kian sentral. Otoritas fiskal dan moneter perlu memahami dengan cermat situasi yang ada dan mengambil respons yang bijak, termasuk dari sisi pengelolaan utang.

Kabinet pemerintahan berikutnya diharapkan mampu menerapkan kebijakan secara tepat tanpa terlalu membebani fiskal sehingga stabilitas perekonomian nasional dapat terjaga.(Ant)

Tiga Daerah di Bali Jadi Prioritas Pemasangan Starlink Elon Musk

0
Device Starlink Elon Musk (Ekbis NTB-Ist)

Denpasar (Ekbis NTB) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk akan diprioritaskan untuk puskesmas pembantu di tiga daerah.

Anom di Denpasar, Minggu, mengatakan peluncuran pengembangan layanan internet buatan SpaceX di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod oleh Elon Musk, Minggu sore, hanya percontohan karena masih ada yang lebih memerlukan.

“Kami di Bali yang ada masalah di Kecamatan Nusa Penida, Kintamani, Sukasada, dan Petang, kalau di sini peluncuran saja, ini di puskesmas pembantu yang tidak ada layanan internetnya,” kata dia.

Dari 120 puskesmas dan 509 puskesmas pembantu di Pulau Dewata, Dinkes Bali belum mendata lengkap jumlah yang membutuhkan layanan internet Starlink, proses pendataan akan dilakukan segera setelah peresmian.

“Fokus kami puskesmas pembantu, kami mau data mana yang betul-betul butuh, nanti kami sampaikan data-data puskesmas pembantu atau puskesmas yang memang jaringannya terganggu, karena puskesmas juga ada beberapa yang terganggu,” ujar Anom.

Dinkes Bali bahkan berharap alat pemancar milik Elon Musk itu bisa terpasang di seluruh puskesmas pembantu, sebab jaringan internet yang baik akan membantu petugas kesehatan memuat data yang terhubung ke Kementerian Kesehatan di pusat.

“Kalau untuk kami di kesehatan tujuan utamanya itu, agar tidak ada kendala input data di ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) program Kemenkes itu utama nanti kan bisa dimanfaatkan lagi untuk hal lain,” kata dia.

Selama ini dari catatannya yang menjadi hambatan adalah proses pemuatan data yang lambat dari puskesmas pembantu, data tersebut seperti data stunting, ibu hamil, balita, dan penyakit lainnya.

Jaringan internet yang tidak memadai di Kabupaten Klungkung, Buleleng, Bangli, dan Badung, itu akhirnya menyebabkan data yang diinput tidak masuk dan seolah tidak ada data ketika ASIK dibuka di pusat.(Ant)

Pakar Pangan Kenalkan Pewarna Makanan Dari Ekstraksi Serangga

0
Pakar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Elfi Anis Sa'ati (Ekbis NTB-Ist)

Malang (Ekbis NTB) – Pakar Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Elfi Anis Sa’ati mengenalkan pewarna produk makanan dan minuman dari ekstraksi serangga yang diberi nama karmin.

“Karmin adalah pewarna alami yang digunakan secara luas dalam berbagai produk makanan dan minuman. Pewarna ini diekstraksi dari serangga Cochineal (Dactylopius coccus), yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan,” kata Prof Elfi dalam keterangan di Malang, Jawa Timur, Minggu 19 Mei 2024.

Hanya saja, lanjutnya, karmin ini sempat diperbincangkan terkait halal dan haramnya.

Jika ragu apakah pewarna karmin tersebut halal atau tidak, kata dia, beberapa alternatif pengganti pewarna karmin pada industri makanan dapat dipilih antara lain menggunakan pewarna pigmen antosianin dan sejenisnya yang menyumbangkan warna alami merah, merah muda, hingga keunguan.

Ia mencontohkan ekstrak bunga telang, mawar merah, ungu, atau biru, rosella, ubi ungu, angkak, buah duwet, buah naga dan kulitnya, serta anggur.

“Pigmen lainnya atau karotenoid juga bisa didapat dari sumber alami lain seperti buah tomat, wortel, dan yang lainnya,” ujar Elfi.

Pada kesempatan itu Elfi mengungkapkan pewarna makanan Karmin berdasarkan peraturan BPOM Nomor 10/2019 dinyatakan aman dikonsumsi. Namun dalam penggunaannya tetap berpedoman sesuai batasan yang telah di tetapkan.

Menurut Elfi, pewarna karmin tidak memberikan risiko kesehatan yang berarti dalam penggunaan jangka panjang jika sesuai pada takaran penggunaannya.

“Oleh karena tu perlu melakukan pengecekan, terutama pada proses ekstraksinya. Apakah menggunakan pelarut yang aman atau tidak, karena itu juga berpengaruh,” ujar Elfi.

Elfi memaparkan beberapa kelebihan dari penggunaan pewarna karmin antara lain menjadi pilihan pewarna alami non-sintetis, kemampuan untuk memberikan warna merah cerah dan menarik pada produk makanan, memiliki stabilitas warna yang baik, terutama dalam produk makanan yang mengalami pemanasan atau penyimpanan yang lama.

“Ini memungkinkan produk makanan tetap mempertahankan warna aslinya selama masa simpan. Selain itu pewarna Karmin dapat digunakan dalam berbagai jenis produk makanan dan minuman, termasuk permen, minuman berkarbonasi, yogurt, dan makanan pencuci mulut,” ucapnya.(Ant)

Kemenkes: Persepsi Negatif Soal Imunisasi Jadi Masalah Besar Kesehatan

0
Ilustrasi (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan adanya persepsi negatif terhadap imunisasi rutin yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia merupakan salah satu masalah besar bagi dunia kesehatan.

“Banyak persepsi negatif terhadap imunisasi rutin. Banyak rumor dan informasi yang menimbulkan kekhawatiran tentang manfaat dan keamanan imunisasi,” katanya dalam Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2024 di Jakarta, Minggu 19 Mei 2024.

Kunta menuturkan misinformasi mengenai manfaat dan keamanan imunisasi pada era digital saat ini sudah seperti penyakit menular yang mudah tersebar ke masyarakat.

Hal tersebut sangat merugikan, karena masyarakat menjadi tidak percaya dengan imunisasi, padahal sangat penting untuk dilakukan sejak kecil.

Padahal, lanjut Kunta, di era digitalisasi saat ini kegiatan imunisasi dipermudah, terutama melalui aplikasi Satu Sehat, sehingga sertifikat dan rutinitasnya akan terekam dengan baik.

Keadaan itu berbanding terbalik saat digitalisasi belum masif, yaitu perlu membawa buku setiap masyarakat ingin melakukan imunisasi yang pada akhirnya buku tersebut hilang, sehingga rutinitas imunisasi tidak terekam dengan baik.

Oleh sebab itu, Kunta mendorong agar berbagai pihak, terutama di dunia kesehatan harus terus menerus melakukan komunikasi dan sosialisasi mengenai keamanan dan manfaat imunisasi.

“Sehingga, masyarakat menjadi percaya kembali dan melakukan imunisasi setelah menurun tajam saat COVID-19,” ujarnya.(Ant)

Kemendag Sebut Ada Kemungkinan Peraturan Impor Direvisi Kembali

0
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso menyatakan bahwa mengingat situasi ekonomi dan arus perdagangan yang dinamis, terdapat kemungkinan aturan terkait impor direvisi kembali.

“Jadi (Permendag) justru harus dinamis, kami harus mengikuti perubahan perkembangan dinamika ekonomi yang berjalan, jadi setiap saat (perubahan aturan) bisa dilakukan,” ucap Budi Santoso di Jakarta, Minggu 19 Mei 2024.

Ia menuturkan bahwa pihaknya selalu mengevaluasi setiap peraturan yang dikeluarkan, misalnya Permendag Nomor 36 Tahun 2023 mengenai larangan terbatas terkait barang impor yang mensyaratkan komoditas tertentu memiliki dokumen persetujuan impor serta pertimbangan teknis.

Akan tetapi, peraturan itu justru menyebabkan penumpukan kontainer berisi berbagai bahan baku industri, seperti besi baja, tekstil, produk tekstil, produk kimia, dan produk elektronik, sebanyak 17.304 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan 9.111 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan proses pengurusan perizinan dan pertek yang tidak kunjung selesai.

“Perteknya belum ada jadi kan menumpuk itu,” kata Budi.

Pihaknya pun mengubah aturan dalam Permendag Nomor 36 Tahun 2023 sebanyak tiga kali.

Revisi tersebut tercantum dalam Permendag Nomor 3 Tahun 2024 yang mulai berlaku pada 10 Maret, Permendag Nomor 7 Tahun 2024 yang berlaku pada 6 Mei, serta Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang mulai berlaku pada 17 Mei lalu.

Ia pun mengatakan bahwa kini sudah tidak ada masalah terkait barang impor dengan dihapuskannya persyaratan pertimbangan teknis dalam peraturan terbaru tersebut.

“Sudah tidak ada masalah kan sekarang karena instrumen peraturan sudah ada. Sekarang tinggal dijalankan oleh Bea Cukai,” ujar Budi.(Ant)

UMB Kolaborasi Dengan ZBTII Kembangkan Live Streaming Education

0
Universitas Mercu Buana (UMB) menjalin kolaborasi bersama Zheijang Business Technology Institute (ZBTI) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Universitas Mercu Buana (UMB) menjalin kolaborasi bersama Zheijang Business Technology Institute (ZBTI) dan perusahaan multinasional Ningbo Deli Import and Export Cp., Ltd untuk mengembangkan program bernama “Live Streaming Education”.

“Melainkan juga dalam rekrutmen kerja bagi mahasiswa Universitas Mercu Buana di perusahaan-perusahaan di Tiongkok, pelatihan soft skills, dan peluang kerja praktik di Ningbo Tiongkok serta di perusahaan Ningbo Deli yang berbasis di Indonesia,” kata Rektor UMB Prof. Dr. Andi Adriansyah, M. Eng., dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu 19 Mei 2024.

Dalam kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok pada Selasa 14 Mei 2024 didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMB Dr. Ariani Kusumo Wardhani, M.Ds, Cs., Andi menuturkan telah melakukan pembicaraan dalam upaya untuk memperluas dan memperdalam kerja sama dalam pendidikan berbasis teknologi.

Adapun hal yang didiskusikan berupa penjajakan kerja sama yaitu kesempatan melakukan penyusunan program gelar berganda, kolaborasi antar dosen, kolaborasi riset dan membuat asosiasi bidang ilmu bersama.

Profesor peneliti robot humanoid itu menekankan tidak hanya mencakup pengembangan program live streaming untuk pendidikan, berupa kolaborasi antarmata kuliah dan pelatihan Bahasa Tionghoa.

Nantinya, Ningbo Deli Import and Export Cp., Ltd, juga membuka peluang kerja sama untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMB untuk dapat melakukan kerja praktek maupun perekturan mahasiswa untuk bekerja di Ningbo maupun di perusahaan Deli yang berada di Indonesia melalui prosedur yang ditentukan.

“Kunjungan di Tiongkok tersebut menandai langkah konkret UMB dalam memperkuat jejaring internasionalnya dan menawarkan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi global mereka dalam era digital yang semakin terhubung ini,” ujar dia.

Selain itu, UMB juga melakukan penandatangan kerja sama berupa nota kesepahaman (MOU) dan MOA dilakukan juga dengan Beijing Institute of Technology (BIT), Beijing pada Kamis 16 Mei 2024.(Ant)

BPJPH bahas kerja sama jaminan produk halal dengan delegasi China

0
Foto Bersama Kementrian Agama dan Pemerintah Delegasi China (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama membahas kerja sama pengembangan produk halal dengan delegasi Pemerintah China sebagai upaya penguatan jaminan promosi produk halal baik di dalam maupun luar negeri.

“Hari ini kami menerima delegasi Pemerintah China yang berkunjung ke BPJPH, dalam rangka memperkuat kerja sama kedua negara melalui sektor Jaminan Produk Halal,” kata Sekretaris BPJPH E.A Chuzaemi Abidin dalam keterangan di Jakarta, Minggu 19 Mei 2024.

Chuzaemi menyampaikan bahwa BPJPH Kementerian Agama terus berupaya melakukan penguatan kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH), baik di dalam maupun luar negeri.

“Terbaru, upaya dilakukan BPJPH bersama Two Countries Twin Parks Investment Promotion Center membahas penguatan kerja sama JPH antara Pemerintah Indonesia dan China,” ujar Chuzaemi.

Delegasi China dipimpin oleh Director of Administrative Committee of Yuanhong Funcional Zone Wang Xingang, dan didampingi oleh Deputy Secretary General of Fuzhou Municipal Government Sun Peijun, dan Director of Investment Promotion Department of Administrative Committee of Yuanghong Functional Zone, Yu Linlin.

“Pertemuan ini penting dilakukan guna memastikan agar proses kerja sama ini dapat dipercepat. Sehingga sinergi kedua negara di sektor produk halal ini segera terwujud,” jelas Chuzaemi.

Lebih lanjut, Chuzaemi mengatakan bahwa upaya percepatan tersebut terkait proses penyiapan MoU, sekaligus tindak lanjut permohonan akreditasi lembaga halal luar negeri, sehingga tercapai pemenuhan standar halal bagi produk yang diperdagangkan kedua negara.

“Kita segera percepat koordinasinya, termasuk dengan ‘stakeholder’ terkait, agar sinergitas kedua negara segera terwujud, berjalan sesuai harapan, dan memberikan implikasi positif bagi kedua negara,” ucap Chuzaemi.(Ant)

Kemenag minta jamaah umrah Indonesia pulang sebelum 29 Zulkaidah

0
Juru Bicara Kemenag RI Anna Hasbie (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta kepada seluruh jamaah umrah Indonesia untuk kembali ke Tanah Air sebelum 29 Zulkaidah 1445 Hijriah atau 6 Juni 2024.

Permintaan tersebut diumumkan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang memutuskan bahwa jamaah umrah hanya diperbolehkan untuk masuk ke Arab Saudi sampai 15 Zulkaidah 1445 Hijriah.

“Jamaah yang menggunakan visa umrah agar mematuhi kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Segera kembali ke Indonesia sebelum masa berlaku visa habis,” kata Juru Bicara Kemenag RI Anna Hasbie dalam keterangan di Jakarta, Minggu 19 Mei 2024.

Anna mengungkapkan terdapat sejumlah risiko bagi jamaah umrah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan jamaah umrah bila tinggal melebihi batas waktu yang ditetapkan Arab Saudi.

“Jamaah yang tinggal di Arab Saudi melebihi batas waktu tersebut dapat terkena masalah hukum, denda yang cukup besar, dan dideportasi dari Arab Saudi,” ujarnya

Bila dideportasi, kata Anna, maka jamaah tersebut akan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi dalam waktu 10 tahun ke depan.

“PPIU yang memberangkatkan jamaah dan muassasah di Arab Saudi juga bisa kena denda oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami sebagai pemerintah juga akan memberikan sanksi administratif kepada PPIU sampai dengan pencabutan izin berusaha. Ketentuan tersebut sebagaimana dimuat di dalam PP Nomor 5 Tahun 2021,” tegasnya.

Anna juga mengingatkan visa umrah tidak bisa digunakan untuk berhaji. Pemerintah Arab Saudi, lanjutnya, saat ini juga tengah memperketat peraturan bahwa orang yang berhaji harus menggunakan izin resmi (visa haji).

Kemenag, kata Anna, akan mendata PPIU yang akan memberangkatkan jamaah umrah dan yang masih berada di Arab Saudi.

“Kami sedang mendata PPIU yang masih akan memberangkatkan jamaah umrah di akhir musim dan PPIU yang masih memiliki jamaah di Arab Saudi dan saat ini belum kembali,” ucap Anna.

Diketahui, penyelenggaraan ibadah umrah berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019 dilaksanakan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Dalam Pasal 94, disebutkan berbagai bentuk kewajiban yang harus diberikan oleh PPIU kepada jamaah umrah.

Salah satu kewajiban tersebut berupa memberangkatkan dan memulangkan jamaah umrah sesuai masa berlaku visa umrah di Arab Saudi.(Ant)

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Masih Stabil

0
Supartini, salah seorang pedagang daging sapi di pasar Mandalika saat memotong daging sapinya, Minggu, 19 Mei 2024 di Mataram. (Ekbis NTB/era)

Mataram (EkbisNTB.com) -Harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha, masih stabil. Rendahnya daya beli masyarakat dinilai sangat berpengaruh.

Pedagang daging sapi di Pasar Mandalika, Jas mengatakan, daging sapi miliknya dijual senilai Rp125.000 per kilogram. Harga daging sapi relatif normal sejak beberapa bulan terakhir.
Justru, ia mengeluhkan daya beli masyarakat masih rendah.“Ndak naik harganya, standar. Mungkin beberapa minggu lagi naik karena mau Idul Adha, tapi sekarang masih sepi pembeli,” katanya pada Minggu, 19 Mei 2024.

Hal serupa disampaikan oleh Supartini. Ia membenarkan, daya beli masyarakat untuk membeli daging sapi lokal masih rendah. Hal ini mengakibatkan dirinya tidak bisa menaikkan harga. Saat moment tertentu, ia harus banting harga jika stok daging sapinya masih banyak hingga sore hari. Berbeda halnya apabila tinggi permintaan, maka ia akan menaikan harga.

“Harganya Rp125.000, kalau sorean jadi Rp120.000, turun harganya, ndak ramai, kalau penampahan baru ramai, baru bisa kita dapat untung,” katanya.

Untuk mengurangi stok daging, Supartini tidak berpikir panjang menjual daging sesuai modal. Daging sapi kualitas nomor satu dijual Rp125.000 per kilogram, sedangkan daging sapi kelas dua dijual Rp110.000.

Sementara itu, diluar pasar Mandalika, harga terdapat sedikit perbedaan harga antara pedagang yang berada di dalam pasar dan diluar pasar.

Hal ini disampaikan oleh Salma, pedagang daging lainnya di pasar Mandalika. Ia menjual daging sapi lokal dengan harga Rp130.000/kg, meski berada di pasar yang sama, tetapi posisi duduk berpengaruh terhadap harga daging sapi.

Sama dengan dua pedagang lainnya, Salma mengaku sampai dengan saat ini harga daging sapi masih normal. Kenaikan harga terjadi H-2 lebaran. Hal itu disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat. “Biasanya dua hari sebelum lebaran sampai dengan seminggu setelah lebaran harga daging sapi akan naik mencapai Rp140.000-Rp150.000/kg.

Adapun stok daging sapi lokal di pengepul dikatakannya masih banyak, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga daging sapi masih normal. (era)