Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 727

Pemerintah Akan Perbaharui Data Penerima Pupuk Bersubsidi Tiap Empat Bulan

0
Petani penerima pupuk subsidi(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Pemerintah membuka ruang untuk update data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) setiap empat bulan sekali. Periode pertama dimulai tanggal 5 hingga 18 Juni 2024. Bagi petani yang belum bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena tidak terdata di RDKK 2024, ruang ini adalah momen untuk mendaftar ke dalam RDKK dengan menghubungi penyuluh di wilayah kecamatannya masing-masing.

Dalam keterangan resmi, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, Kamis 6 Juni 2024 menyampaikan, salah satu poin penting dari perubahan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 menjadi Permentan 01/2024 yaitu data RDKK dapat dievaluasi di tahun berjalan atau setiap caturwulan sekali. Sedangkan di beleid sebelumnya data ini tidak bisa diubah di tahun berjalan.

“Update yang dijadwalkan hingga tanggal 18 Juni mendatang adalah update perdana. Ini merupakan kesempatan bagi petani yang belum masuk RDKK agar bisa ter-input. Untuk itu segera hubungi penyuluh terdekat yang ada di setiap kecamatan,” tandas Tri Wahyudi kembali.

Adapun syarat petani agar bisa terdata di RDKK dan menjadi penerima manfaat pupuk bersubsidi, sesuai Permentan 01/2024 mereka harus menggarap lahan maksimal 2 hektare dan tergabung dengan Kelompok Tani (Poktan).

Petani juga melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan padi, jagung, dan kedelai, serta subsektor tanaman hortikultura cabai, bawang merah, dan bawang putih, dan subsektor perkebunan tebu rakyat, kakao, dan kopi.

Ia menambahkan, update RDKK yang saat ini dilakukan Pemerintah tidak hanya meng-input petani yang sebelumnya tidak terdata di RDKK. Tapi petani juga bisa menambahkan luas lahan dan pupuk pada musim tanam tertentu yang sebelumnya tidak masuk dalam RDKK.

“Untuk dua perubahan ini akan ada verifikasi dan persetujuan berjenjang, sampai dengan kepala dinas pertanian setempat,” ujar Tri Wahyudi.

Update selanjutnya adalah penambahan volume pupuk bagi NIK Eksisting yang telah terdaftar dengan batas maksimal dosis rekomendasi. Update terkahir, untuk pembaruan volume pupuk organik bagi NIK eksisting yang telah terdaftar sesuai dosis rekomendasi wilayah.

“Permentan 01/2024 juga menambah jenis pupuk yang disubsidi, yaitu memasukkan kembali pupuk organik ke dalam skema subsidi. Sebelumnya pupuk yang disubsidi hanyalah Urea, NPK dan NPK formulasi khusus kakao,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri Wahyudi juga menjelaskan jika Pemerintah juga memberikan kemudahan pada proses penebusan pupuk bersubsidi. Petani cukup datang ke kios dan membawa KTP. Apabila petaninya berhalangan datang ke kios untuk bertransaksi, penebusan sudah bisa diwakilkan oleh keluarga atau kelompok tani dengan membawa surat kuasa.

Perubahan kebijakan di Permentan 01/2024 ini memudahkan bagi petani yang mungkin sudah lanjut usia (lansia) atau terkendala transportasi sehingga tidak memungkinkan datang ke kios. Ini juga sekaligus menjadi solusi bagi petani yang alih lahan.

Sementara untuk memudahkan penebusan, Pupuk Indonesia juga melengkapi kios dengan aplikasi iPubers. Aplikasi ini hasil sinergi antara Pupuk Indonesia dengan Kementerian Pertanian.(bul)

Investor Jepang Tandatangani Rencana Investasi PLTS 20 Megawatt di Lombok

0
Foto :Indonesia Investment Forum pada hari Rabu 5 Juni 2024 di kota Tokyo, Jepang. (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Bank Indonesia Perwakilan Tokyo dan Kedutaan Besar Indonesia di Jepang melaksanakan Indonesia Investment Forum pada hari Rabu 5 Juni 2024 di kota Tokyo, Jepang.

Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Nusa Tenggara Barat, Niken Arumdati dari Tokyo menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia juga mengapresiasi positif dukungan kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB terhadap pengembangan energi terbarukan termasuk dalam keikutsertaannya dalam forum ini.

“Sebelumnya pada Indonesia Investment Forum tahun 2023 di Tokyo ada tiga proyek dari Provinsi NTB yang lulus kurasi, yaitu proyek biomassa, PLTS dan PLT Bayu atau pembangkit listrik tenaga angin,” jelas Niken dihubungi dari Mataram, Kamis 6 Juni 2024.

Lebih lanjut ia menjelaskan di tahun 2024 hanya ada satu proyek dari NTB yang lulus kurasi yaitu PLTS 20 megawatt di Pulau Lombok. Selain itu juga ada 5 proyek lain yang lulus kurasi dan dipresentasikan yaitu dari provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung dan Sulawesi Selatan.

“Selain presentasi juga dilakukan pertemuan bisnis dengan 7 calon investor yang tertarik dimana satu di antaranya sudah setuju melakukan penandatanganan perjanjian LOI,” demikian Niken.

Perusahaan dimaksud adalah Matrix of Cyber Smarth City Concortium (MCSCC). Penandatanganan perjanjian LOI ini menurut Niken, akan dikawal terus bersama Bank Indonesia.(bul)

Hasil RUPS-LB, Jamkrida NTB Konversi Penuh ke Syariah

0
RUPS luar biasa yang digelar Kamis 6 Juni 2024, oleh pemegang saham, direksi dan komisaris. Salah satu disepakati adalah konversi menjadi Jamkrida NTB Syariah(ekbisntb,com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Perusahaan penjaminan kredit milik daerah, PT. Jamkrida NTB Bersaing diputuskan konversi penuh ke syariah. Setelah dilakukannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Kamis 6 Juni 2024.

Keputusan seluruh pemegang saham bulat melaksanakan konversi penuh ke syariah, agar ekspansi bisnis bisa dilakukan olej Jamkrida NTB lebih luas. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma selaku Koordinator BUMD NTB menyampaikan, dengan keputusan pemegang saham, maka nama Jamkrida NTB Bersaing juga berubah menjadi PT. Jamkrida NTB Syariah.

“Prosesnya cukup panjang, sudah ditetapkan Perdanya. Pengurusan administasi ke OJK untuk izin operasional Jamkrida NTB Syariah ini sudah keluar persetujuannya.sehingga kita pemegang saham melakukan RUPS. Seluruh perusahaan hadir dan menyetujui konversi ke syariah,” katanya.

Setelah berkonversi dari konvensional ke syariah, captive market Jamkrida NTB Syariah lebih luas. Dan dapat mengkover langsung penjaminan kredit di Bank NTB Syariah sebagai company sister Jamkrida NTB Syariah.

“Sebelum menjadi syariah, Jamkrida NTB ndak bisa masuk ke Bank NTB Syariah. Mengcoverade penjaminan pembiayaan yang dikucurkan Bank NTB Syariah. Apalagi Bank NTB Syariah adalah captive market terbesar di NTB. Selama ini kerjasama Jamkrida hanya di BPR yang bank konvensional lainnya,” katanya.

Semoga kedepan, harapan pemegang saham, kinerja PT. Jamkrida Syariah ini semakin baik. Salah satu indikatornya adalah semakin besar laba yang dihasilkan. Dan tentu dividen kepada para pemegang saham juga meningkat.
Dengan pembiayaan yang dikucurkan Bank NTB Syariah lebih dari Rp7 triliun setahun, tentu tidak bisa sepenuhnya Jamkrida NTB Syariah bisa mengcover penjaminan kredit sebesar itu. Namun, dengan menjadi syariah, diharapkan Bank NTB Syariah akan menjadi pilar utama bagi bisnis Jamkrida NTB Syariah. Setelah itu, menurut Wirajaya, baru Bank NTB Syariah dapat memberikan porsi penjaminan kepada lembaga penjaminan kredit lainnya.

Saat ini modal inti Jamkrida NTB Syariah sebear Rp32,8 miliar. Namun, dengan penyertaan modal berupa asset tanah dan bangunan yang ditempati Jamkrida NTB Syariah saat ini, modal inti Jamkrida NTB Syariah sudah bisa dipenuhi sesuai ketentuan OJK, yaitu sebesar Rp50 miliar.

“Setelat – telatnya, awal Juli Jamkrida NTB Syariah sudah bisa action,” demikian Wirajaya.

Sementara itu, Direktur Utama Jamkrida NTB, Lalu Taufik Mulyajati menyampaikan, produk-produk penjaminan syariah sudah disiapkan. Demikian juga kesiapan kerjasama dengan Bank NTB Syariah sudah disiapkan.

“Sesuai ketentuan OJK. Hampir semua kebutuhan produk penjaminan syariah sudah kita siapkan. Yang produktif, maupun non produktif. Kontra bank garansi, surety bond dan lainnya,” katanya.

Dengan berkonversi ke syariah penuh, kata Lalu Taufik, laba juga diharapkan naik dua kali lipat dari laba tahun sebelumnya. Targetnya sebesar Rp4,7 miliar laba tahun 2024 ini. Tahun 2023 sebesar Rp2,6 miliar.

Pemegang saham Jamkrida NTB Syariah saat ini masih enam. Pemprov NTB sebagai pemegang saham pengendali, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Kota Bima dan Kabupaten Bima. Dengan peluang pasar yang terbuka semakin besar ini. diharapkan kabupaten lainnya yang belum menyertakan modal di Jamkrida NTB Syariah dapat mengalokasikan anggaran daerahnya untuk ikut menjadi pemegang saham.(bul)

Mantan Pembalap MotoGP jadi Instruktur Ducati Riding Experience di Sirkuit Mandalika

0
Danilo Petrucci (ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com)-Mantan pembalap MotoGP Danilo Petrucci menjadi instruktur pada Ducati Riding Experience yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 7-9 Juni 2024.

“Ducati Riding Experience di Sirkuit Mandalika ini dipandu Danilo Petrucci bersama pembalap Ducati lainnya,” kata Chief Executive Officer (CEO) Ducati Indonesia Jimmy Budhijanto , Kamis 6 Juni 2024.

Ia mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan semangat para konsumen Ducati, sehingga mereka bisa lebih maksimal dalam menggunakan motor Ducati.

“Bagaimana pengendara yang tidak bisa menjadi bisa dalam menggunakan motor Ducati secara maksimal atau paling aman,” katanya.

Ia mengatakan Sirkuit Mandalika dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan karena sirkuit tersebut adalah sirkuit baru sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi pencinta motor Ducati.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung promosi pariwisata di Indonesia khususnya Lombok.

Ia mengatakan jumlah peserta kegiatan ini mencapai 280 orang dari sejumlah negara di Asia Pasifik dan jumlah motor yang disiapkan itu sebanyak 36 unit.
“Melalui kegiatan ini, para Ducatista akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari instruktur-instruktur profesional serta mendapatkan pengalaman mengendarai Panigale V4 S di sirkuit,” katanya.

Sementara itu, Danilo Petrucci mengatakan tidak memiliki persiapan khusus untuk menjadi instruktur, namun kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagus untuk bisa beradaptasi dengan Sirkuit Mandalika.

“Sirkuit ini paling saya senangi, hanya panas. Namun, cuaca itu menjadi tantangan bagi para pembalap,” katanya.

Dirinya akan mengajarkan kepada para peserta bagaimana cara menggunakan motor Ducati agar lebih nyaman dan bisa maksimal di lintasan.

“Posisi berkendara itu penting, sehingga motor bisa cepat,” tandasnya. Petrucci akan bernostalgia bersama motor balap Ducati yang pernah membawanya membukukan kemenangannya di Le Mans. Desmosedici GP20 dipakai oleh Ducati Factory Team pada musim 2020.(Ant)

DPRD NTB Atensi Keluhan Warga Terkait Susahnya Sinyal Di Bima

0
Ketua Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat Syirajuddin(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Ketua Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat Syirajuddin berjanji mengatensi keluhan warga terkait ketiadaan jaringan informasi dan teknologi atau blank spot yang terjadi di Kecamatan Langgudu di Kabupaten Bima.

“Kita berharap, beberapa titik blank spot ini mesti bisa disikapi pemerintah untuk menyamaratakan pemanfaatan jaringan telekomunikasi,” ujarnya di Mataram, Rabu 5 Juni 2024.

Atensi ini, kata Syirajuddin, untuk menyikapi keluhan warga Langgudu yang disampaikan melalui forum mahasiswa setempat saat melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD NTB, Senin 3 Juni 2024.

Menurut dia, sebagai wakil rakyat tentu apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan disampaikan ke pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan, sehingga bisa mendapatkan solusi dari persoalan tersebut.

Namun, demikian untuk menyamakan data antara pemerintah dengan data versi masyarakat, DPRD mengagendakan akan turun lapangan secara langsung dan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah.

“Kita sepakat sama-sama turun lapangan untuk mengkroscek, mana data yang benar sesuai realitas di bawah. Kita berharap, beberapa titik blank spot mesti disikapi pemerintah,” katanya.

Syirajuddin tidak menampik, bahwa di NTB masih ada daerah-daerah yang belum memiliki sinyal telekomunikasi atau blank spot tersebut.

Mengingat, untuk membangun sebuah jaringan telekomunikasi ini tidak mudah karena membutuhkan biaya cukup besar, sehingga peran pemerintah dan swasta sangat diperlukan untuk berkolaborasi mengurangi atau menghilangkan blank spot tersebut.

Ketua Forum Mahasiswa Langgudu (Formal) Bima-Mataram, Imam Hayadi mengakui dari 15 desa di Kecamatan Langgudu, delapan desa dan dua dusun di antaranya kesulitan sinyal.

“Kita berharap, ini diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Imam menyebut delapan desa dengan blankspot itu adalah Desa Kangga, Dumu, Sambane, Karampi, Waduruka, Sarae Ruma, Kawuwu, dan desa Kalodu. Sementara dua dusun tersebut yaitu Dusun Taasera di Desa Doro O’o dan Dusun Nadi di Desa Laju.

“Memang ada perbedaan data. Cuma, kami masyarakat yang merasakan dan tahu langsung kondisi kami di lapangan. Yang benar, ada delapan desa dan dua dusun belum ada internet yang memadai,” katanya.

Kepala Diskominfotik Provinsi NTB Najamuddin Amy mengakui ada 103 titik atau lokasi di NTB yang masih blank spot dan lemah sinyal. Dengan rincian 34 lokasi yang masih blank spot di lima kabupaten dan 69 lokasi masih mengalami lemah sinyal di tujuh kabupaten di NTB.

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB terus memperkuat sinkronisasi data area blank spot dan lemah sinyal di NTB. Sinkronisasi data-data tersebut dilakukan bersama Dinas Kominfotik kabupaten/kota se-NTB dan sinergi dengan BAKTI Kementerian Kominfo serta penyedia jasa internet di wilayah NTB.

“Mudah-mudahan sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal ini bisa menjadi atensi Kementerian Kominfo melalui Bakti, Balmon dan provider seperti Telkomsel, XL dan lainnya,” katanya.(Ant)

Petani di Lombok Mulai Tanam Tembakau

0
Lahan yang akan digunakan menanam tembakau(ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com)-Para petani di Lombok mulai menanam tembakau pada musim tanam 2024 ini.

“Musim kemarau telah mulai, sehingga sebagian petani saat ini mulai menanam tembakau,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Kamrin di Praya, Rabu 5 Juni 2024

Ia mengatakan luas tanaman tembakau terus mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu dampak dari hasil produksi dan harga tembakau cukup baik.

“Luas tanam tembakau pada 2022 mencapai 9.000 ribu hektare dan 2023 sekitar 14 ribu hektare,” katanya.

Ia mengatakan melihat dari kondisi cuaca pada musim kemarau saat ini, sudah waktunya para petani tembakau melakukan penanaman. Sementara untuk area tanaman tembakau itu tersebar di Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat dan Praya.

“Luas sawah yang telah ditanami tembakau itu baru mencapai 500 hektare,” katanya.

Ia mengatakan petani tembakau tidak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi sesuai dengan keputusan pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah telah memberikan bantuan pupuk untuk para petani dengan luas 10 ribu hektare.
“Petani tembakau tidak mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.(Ant)

BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Kekeringan di Lombok Tengah

0
Ridwan Maruf(ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau di Lombok Tengah.

“Itu hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan bersama dengan BPBD Provinsi NTB dan BNPB di Mataram,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Maruf di Praya, Rabu 5 Juni 2024.

Ia mengatakan program hujan buatan tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap tanaman padi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan hujan buatan itu, tanaman padi petani yang terdampak kekeringan bisa diselamatkan,” katanya.

Ia mengatakan waktu dan lokasi pelaksanaan hujan buatan dengan TMC tersebut masih menunggu informasi dari BNPB, namun program tersebut dipastikan dilaksanakan di Lombok Tengah.

“Untuk sistem program hujan buatan itu kita tidak tahu, apakah hujan langsung turun di sawah petani atau ditampung di Bendungan,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah mencatat ratusan hektar sawah mulai mengalami kekeringan kategori sedang sebagai dampak perubahan cuaca pada musim tanam kedua di 2024.

“Memasuki musim kemarau saat ini, ratusan hektar tanaman padi di Lombok Tengah mulai mengalami kekeringan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarpras pada Dinas Pertanian Lombok Tengah, Yusup Adi.

Ia mengatakan dari data Dinas Pertanian Lombok Tengah sebanyak 232 hektar lahan tanaman padi di Kecamatan Praya Barat dan Praya Barat Daya mengalami kekeringan dengan kategori sedang.

“Namun kondisi tersebut masih bisa diselamatkan dengan mendistribusikan air melalui saluran irigasi,” katanya.

Selain itu sebanyak 425 hektar lahan tanaman padi di Kecamatan Praya Tengah, Praya Barat, Praya Barat Daya, Janapria, Batukliang Utara (BKU) dan Pringgarata masuk dalam kategori terancam kekeringan.

Kekeringan yang melanda ratusan hektar lahan pertanian ini disebabkan tidak adanya curah hujan.

“Perubahan cuaca ini mengakibatkan debit air dari saluran irigasi semakin berkurang dan berdampak terhadap tanaman padi petani,” katanya.(Ant)

Distribusikan 95.029 SPPT, Denda Penunggak Pajak akan Dihapus

0
Ahmad Amrin. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, akan mengusulkan pembebasan denda pajak untuk meningkatkan pembayaran. Sejumlah 95.029 surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) telah didistribusikan kepada wajib pajak. Target pajak bumi dan bangunan mencapai Rp30 miliar diharapkan bisa terealisasi.

Kepala Bidang Pelayanan,Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menerangkan, secara keseluruhan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) telah didistribusikan kepada 95.029 wajib pajak. Pendistribusian dilakukan secara berjenjang mulai dari kecamatan, kelurahan, sampai ke kepala lingkungan. Saat ini, masyarakat sudah mulai ramai membayar. “Terakhir kita sudah distribusikan SPPT di Kecamatan Cakranegara,” terang Amrin dikonfirmasi pada, Kamis 6 Juni 2024.

Target pajak bumi dan bangunan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024 senilai Rp30 miliar. Amrin tidak menyebutkan secara detail capaian sumber pendapatan asli daerah karena belum merekap secara keseluruhan. “Belum kita rekap keseluruhan ini, nanti di atas tanggal 11 Juni baru kita rekap sekaligus pajak yang lainnya,” dalihnya.

Pihaknya ada wacana untuk mengusulkan pembebasan denda pembayaran piutang pajak agar progres pembayaran bisa bagus. Hal ini akan dikomunikasikan dengan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri. Kebijakan pembebasan denda menjadi kewenangan dari keputusan kepala daerah.

Pasca pendistribusian SPPT lanjutnya, pihaknya melakukan pemantauan progres capaian sampai jatuh tempo 31 Agustus. Menjelang jatuh tempo akan terjadi penumpukan pembayaran dari masyarakat, sehingga diusahakan akan menambah sistem pembayaran PBB menggunakan mobil keliling.

Selain itu, BKD merencanakan perluasan pembayaran digital difokuskan di seluruh gerai e-commerce. Pembayaran melalui qris dinamis juga akan disebar linknya ke kelurahan agar mudah discan barcode oleh masyarakat. “Qris dinamis tahapan finishing dengan Bank NTB,” ujarnya. Pembayaran PBB menggunakan qris bisa dimulai dari aparatur sipil negara sebagai syarat untuk pencairan tambahan penghasilan pegawai di bulan tersebut. Amrin menargetkan, realisasi pembayaran PBB bisa mencapai 100 persen. Jika tidak mencapai target dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan belanja pemerintah dalam postur anggaran. “Apapun yang terjadi kita berusaha untuk mencapai target yang sudah ditargetkan,” demikian kata dia. (cem)

Lebaran Haji dan Momentum Kebahagiaan Peternak

0
Herianto, S. Pt (ekbisntb.com/*)

Oleh : Herianto, S. Pt (Humas KAMMI NTB)
Susasana lebaran haji telah dirasakan oleh masyarakat NTB, bagi masyarakat yang mendapat giliran berangkat ke mekah, akan menggelar doa dan syukuran sebelum keberangkatannya, dengan harapan bisa menjalankan ibadah dengan khusyu, dan bisa mendapatkan haji yang “mabrur”, serta bisa pulang kembali dengan sehat wal afiat.

Keberangkatan calon jemaah diantar dengan riang gembira oleh keluarga dan kerabat terdekatnya sampai di asrama haji NTTB di Jalan Lingkar Selatan, hanya untuk memperlihatkan rasa bangganya melihat ada yang berangkat haji.
Dan selain keluarga, kerabat calon jemaah yang berangkat haji, ada juga yang senang dengan momentum ini yaitu peternak.

Lebaran haji dan peternak tidak dapat dipisahakn, keduanya ibarat logam dan magnet yang selalu saling tarik menarik. Jika sudah waktunya lebaran haji, maka ada juga yang berkurban dan membutuhkan ternak. Sehingga lebaran haji dan peternak merupakan satu kesatuan yang selalu berbarengan.

Di kota mataram memasuki lima belas hari menuju lebaran haji, para peternak sudah membangun kandang se-adanya, bermodal bambu sebagai tiang dan atapnya menggunakan tarpal, agar ternak merasa nyaman dari cahaya matahari dan hujan.

Sebagian besar kandang dibangun di jalan utama kota mataram, seperti jalan Majapahit, Ampenan, Gajah Mada. dan masih banyak lagi, keberadaan kandang di pinggir jalan memudahkan masyarakat yang ingin membeli ternak untuk dijadikan hewan kurban.

Lebaran haji momentum kebahagiaan bagi peternak, mengingat pendapatan ekonomi peternak akan mengalami kenaikan yang signifikan. Tentu hal ini, selalu yang diinginkan oleh peternak. Harga ternak kambing atau sapi akan mengalami kenaikan daripada hari biasanya, harga yang signifikan yang didapat oleh peternak di masa lebaran haji merupakan ”reward” dari usaha dan kerja keras yang mereka lakukan selama ini. Sehingga, memotivasi generasi muda untuk mengembani profesi sebagai peternak.

Kota Mataram menjadi epicentrum roda pemerintahan yang ada di Nusa Tenggara Barat, selain itu Mataram juga terkenal dengan “Mataram Harum” yang dicetuskan langsung walikota dan wakilnya pada pemerintahan saat ini. Berbagai macam aktifitas terjadi, seperti barter antara barang dengan barang, transaksi jual beli barang, bahkan ada juga yang menyediakan jasa,sampai jual beli ternak pun ada.

Beternak di perkotaan tidaklah mudah, selain banyaknya pemukiman warga, juga banyak usaha lain, sedangkan peternakan identik dengan bau dan kotor. minimnya lahan yang bisa dijadikan sebagai tempat pembuatan kandang, dan tempat penanaman pakan untuk kebutuhan ternak menjadi tantangan tersendiri bagi peternak di perkotaan.

Naluri masyarakat untuk bertahan hidup membuat beberapa orang mengambil pekerjaan tambahan menjadi peternak, hal ini mengingat banyak keperluan dan kebtuhan dalam kehidupan, seperti masyarakat yang ada di Ampenan selatan memilih beternak, dengan modal tanah pinggir sungai sebagai tempat kandang.

Keterbatasan lahan yang dijadikan tempat pakan membuat peternak harus mencari pakan dengan waktu yang tidak sedikit, bahkan bisa menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam untuk mendapatkan rumput satu karung, tidak mudah mendapatkan pakan untuk beternak di perkotaan. Akan tetapi, capek dan jauh akan kalah ketika sudah berbicara tentang modal hidup dan jaminan hidup yang layak untuk anak-anak, itulah prinsip yang di pegang teguh oleh peternak.(*)

Kembangkan Agrowisata Melon, Pemdes Kebon Ayu Bakal Buka Wisata Sepeda Sambil Petik Jamur

0
Foto : WISATA: Wisata kuliner dan agrowisata melon Kebon Ayu ini akan dikembangkan Pemdes setempat. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemdes Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) bersama warga masyarakat berupaya mengembangkan wisata agrowisata melon dan kuliner yang saat ini tengah lagi naik daun. Pihak desa berencana membuka satu destinasi wisata lagi yang terintegrasi dengan wisata melon tersebut.

Di lokasi wisata ini akan dikembangkan beberapa potensi, seperti sungai untuk wisata air dan pemancingan, kebun bambu dan jamur tiram. Rencananya, akan disiapkan juga wisata bersepeda sambil memetik jamur tiram. Jalur sepeda sepanjang 2 kilometer menuju lokasi wisata sungai dan kebun bambu juga segera dipersiapkan pihak desa bersama warga setempat.

Kades Kebon Ayu, Jumarsa mengatakan, wisata kuliner dan agrowisata melon yang sempat sedikit menurun saat ini kembali ramai dikunjungi, lebih-lebih tiap akhir pekan (Sabtu-Minggu red). Tiap hari Sabtu dan Minggu, pihaknya menyiapkan live musik dan atraksi lainnya. Melihat, ramainya pengunjung ini ia tak mau wisata melon dan kuliner ini mononton dan hanya fokus pada yang sudah ada. Namun pihaknya sudah pada tahap bagaimana mengembangkannya.

Dan setelah beberapa kali diskusi dengan Karang Taruna (selaku pengelola), Kadus, tokoh pemuda, BPD dan warga, target dalam waktu dekat pengembangan nanti di Dusun Karang Kesuma. “Di sana ada potensi sungai untuk wisata air, kebon bambu dan sejak lama ada sentra kebun jamur tiram,’’ katanya. Untuk pengembangan kawasan ini, pihaknya menekankan kepada semua pihak tersebut agar memastikan partisipasi masyarakat harus sepenuhnya mendukung.

Sebab kalau pihak desa atau karang taruna saja yang punya keinginan, butuh waktu lama. Berbeda kalau masyarakat mau terlibat dalam pengembangan, target bisa lebih cepat dicapai. Tentu peran Pemda dan OPD juga penting. “Cuma Kita harus memulai dari desa dengan warga, kalau sudah ada embrio sudah jalan, baru kita minta Pemda mensuport,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Kades Taman Ayu, pihaknya lebih menekankan bagiamana partispasi mMasyarakat terlibat dalam pengembangan wisata.

Mengingat efek dari wisata ini sudah diketahui dan dirasakan warga, terutama dampak dari sisi ekonomi. Setelah masyarakat tahu itu, warga pun merespons baik rencana Pemdes untuk pengembangan wisata tersebut. Ia pun akan mensosialisasikan rencana pengembangan wisata ini ke masyarakat agar mereka paham, baik dari sisi manfaat atau efek positif dari keberadaan wisata ini kedepan.

Menurutnya antara wisata melon dengan lokasi baru yang akan dikembangkan terintergrasi. Karena pihak desa sudah membuka akses jalan usaha tani ke lokasi. Sehingga jalan yang tadinya buntu, tersambung ke lokasi. Bahkan tamu yang bersepeda pun sudah ada yang lewati jalur tersebut. Atas masukan dari para tamu pun, pihaknya berencana membuka wisata sepeda atau gowes.

Nantinya para pengunjung yang bersepeda (gowes) yang biasanya hanya mampir di wisata melon dan Kuliner bisa diarahkan lolos ke lokasi tersebut. “Tapi di lokasi harus kita siapkan, sampai disana apa yang bisa buat mereka tertarik, apa yang bisa dinikmati disana,”ujarnya. Di lokasi ini sendiri rencananya menata sungai untuk wisata air, kebun bambu dan salah satunya spot pemancingan yang belum dikelola maksimal. Ditambah lagi ada sentra jamur tiram yang memang sudah dikenal di Lobar.

Pihaknya juga berencana membuka wisata bersepeda sambil petik Melon, atau bisa juga wisata pemancingan dan kebun bambu. Warga nantinya bisa menjual kuliner, kopi atau sejenisnya bagi pengunjung. Potensi inilah yang nanti dikembangkan menjadi hal baru bisa menarik pengunjung. Menurutnya, upaya ini juga sebagai bagian dari upaya Pemdes menyiapkan lokasi wisata ini menyambut kapal pesiar. (her)

Artikel lainnya….

Pembelian Hewan Kurban di Mataram Belum Signifikan

Motor Listrik Polytron Cukup Laku di Mataram

Kemenperin dan Disperin NTB Berkolaborasi, Tingkatkan Kemampuan “Digital Marketing”