Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 674

Harga Lobster di Lotim Anjlok

0
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim M. Zaenudin memperlihatkan lobster yang dipanen di atas Keramba Jaring Apung tempat budidaya lobster di kampung Lobster Teluk Jukung Telong Elong Desa Jerowaru. Harga lobster sekarang ini anjlok. (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Harga lobster di Lombok Timur (Lotim) beberapa bulan terakhir anjlok. Kondisi ini memaksa pembudidaya di Kampung Lobster Telong Elong Kecamatan Jerowaru melakukan tunda jual.

“Harga udang (lobster-red) ini merosot sekali sekarang,” sebut Amaq Zen, salah satu pembudidaya kepada ekbisntb.com, Senin, 15 Juli 2024.

Ia mengatakan ia memiliki 15 lubang Keramba Jaring Apung (KJA). Belasan lubang KJA itu ditaruh bibit lobster pasir dan mutiara sebanyak 1.000 ekor. Saat ini, sudah waktunya panen.

Akan tetapi, ia belum berani menjual dengan kondisi harga sekarang. Jenis pasir Rp 200 ribu per kilogram. Sedangkan mutiara Rp 350 ribu per kilogram. Sementara jauh sebelumnya, harga pasir ini Rp 350-450 ribu per kilogram. Sedangkan untuk mutiara Rp 500-700 ribu per kilogram.

Menurut Amaq Zen, kalau dijual dengan harga sekarang pembudidaya pasti merugi. Modalnya saja Rp 50 juta memulai persiapan budidaya. Mulai dari bibit paling kecil Rp 15 ribu. Paling besar pasir Rp 25 ribu per ekor dan mutiara Rp 40-59 ribu per ekor. Belum lagi harga pakan yang terus juga makin mahal.

Hadirnya bantuan pemerintah untuk pembudidaya lobster ini sangat disyukuri. Utamanya bantuan keramba jaring apung. Harapannya, tidak saja diintervensi soal budidaya tapi juga harganya saat ini diharapkan bisa menyenangkan pembudidaya. “Mudahan kita dibantu harga mahal oleh pemerintah supaya dapat untung,” pinta Amaq Zen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim, Muhammad Zainuddin yang diwawancarai di tempat yang sama turut prihatin dengan masalah yang dihadapi pembudidaya saat ini. Khususnya lobster mutiara yang menjadi primadona. Harga biasa tembus Rp 800 ribu per kilogram kini merosot menjadi Rp 300 ribu per kilogram.

Kadis Kelautan dan Perikanan Lotim ini turut mempersoalkan apa penyebab merosotnya harga komoditi ekspor ini. Pemerintah pusat diharapkan bisa membantu atasi masalah pasar global. Mungkin ada potensi pasar ekspor ke Timur Tengah atau Eropa yang lebih menjanjikan dibandingkan negara lain.

Lobster yang dihasilkan dari Kampung Lobster Lotim ini katanya merupakan kualitas premium. Lobster mutiara sebagai lobster termahal diharapkan bisa kembali normal harganya agar pembudidaya tetap semangat membudidayakan.

Masalah pakan dan juga masih menjadi keluhan pembudidaya. Benih sejauh ini dibeli dari alam. Belum ada penangkar khusus. “Beli dari yang menangkap secara alami,” imbuhnya.

Budidaya lobster di Kabupaten Lombok Timur mulai marak dilakukan sejak 2000, yakni mulai dari proyek Co-fish 1998-2004. Melihat tren perkembangan lobster di Lotim cukup besar membuat pemerintah tertarik menjadikan wilayah Lotim sebagai sentra produksi. Saat ini, dengan menjadi kampung Lobster, perairan di Lotim ini menjadi tempat budidaya lobster terbesar di Indonesia.

Jumlah lubang KJA di Kampung Lobster yang ada di Teluk Jukung dan pengembangan di teluk Ekas saat ini sudah mencapai 8.400 lubang. Sebanyak 1.800 pembudidaya terlibat dalam program. Jumlah lubang KJA di seluruh Indonesia, 10 ribu unit. Artinya, 84 persen di antaranya ada di Lotim. Karena itu, Lotim menjadi tempat budidaya terbesar nasional.

Dari Kampung Lobster di Lotim saat ini telah mampu produksi 120 ton per tahun. Jumlah ini diprediksi terus akan meningkat seiring dengan perluasan kawasan tempat budidaya.

Setelah ditetapkannya kampung lobster sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 64 2021, kampung lobster menjadi terus berkembang. Sejauh ini sudah digelontorkan dana dari KKP RI Rp 52 miliar. Terhitung sejak 2021 sampai dengan 2023. “Alhamdulillah, eks dermaga perhubungan provinsi yang telah diberikan ke KKP dan telah dilakukan perbaikan untuk instalasi,” demikian paparnya. (rus)

Empat UMKM Wakili Lombok Timur di Ajang TTG 2024

0
Kepala Bidang PSDA dan TTG Dinas Pemberdayaan Mayarakat Desa, Kabupaten Lombok Timur, Assairul Kabir. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Pelaksanaan Teknologi Tepat Guna (TTG) ke- 25 yang diselenggarakan di Mataram turut melibatkan pelaku usaha UMKM yang ada Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Mayarakat Desa, Kabupaten Lombok Timur, Assairul Kabir menyampaikan bahwa, UMKM yang bersentuhan dengan teknologi tepat guna yang melakukan inovasi dalam pengolahan sumber daya alam dan inovasi kerajinan produk turut serta dalam kegiatan TTG ini.

Jumlah yang dihadirkan sebanyak empat pelaku UMKM dari Desa Sembalun dan Kecamatan Masbagik. Pelaku UMKM yang hadir adalah mereka yang mengolah hasil sumber daya alam di sektor pertanian Desa Sembalun, dan pelaku UMKM dari Masbagik yang membawa kreasi kerajinan untuk perhiasan, maupun pengolahan gerabah dari tanah liat dan sebagainya.

“Sebenarnya banyak sekali UMKM kita yang ingin diikutsertakan, tapi waktu kita sangat terbatas dan lokasi yang tidak memungkinkan untuk mendatangkan mereka semua,” katanya.

Turut juga dihadirkan kelompok binaan Dinas PMD dalam bentuk pos pelayanan teknologi yang menghasilkan produk berupa pupuk. Binaan ini diharapakan menjadi UMKM mandiri yang mampu menunjang perekonomian masyarakat desa.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan pengembangan UMKM tersebut, dan seluruh pelaku UMKM yang ada di Lombok Timur, didukung penuh oleh keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Bumdes yang dibentuk pemerintah desa menjadi salah satu upaya keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung usaha masyarakat di masing-masing desa yang ada di Lombok Timur.

“Inilah yang kita dorong terus dan mudah-mudahan bentuk pembinaan ini akan mampu meningkatkan ekonomi atau pendapatan UMKM itu,” harapnya.

Sebanyak 60 desa di Kabupaten Lombok Timur yang terlibat dalam UMKM, kegiatannya difasilitasi oleh Dinas PMD yang dibantu oleh anggaran dana desa. Selain itu, Dinas PMD dibantu oleh OPD dan pihak terkait untuk menghubungkan UMKM. Serta bekerja sama dengan kementerian tenaga kerja untuk memfasilitasi pemuda atau pun masyarakat dalam pengelolaan potensi sumber daya alam.

“Kerja sama kami dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Kementerian Ketenagakerjaan sudah diwujudkan dalam MOU, dan ini sudah berlanjut terus. Kita usahakan semua desa mendapatkan kesempatan yang sama. Baik dukungan berupa pemberian alat-alat maupun biaya dalam mengembangakn kemampuan mereka,” ungkapnya. (ulf)

UMKM Desa Sembalun Mengolah Hasil Pertanian Menjadi Produk Berkhasiat, Tembus Pasar Internasional

0
Produk Black Garlic hasil olahan bawang putih khas Desa Sembalun, Lombok Timur. Dalam acara Teknologi Tepat Guna (TTG) di Mataram, pada Senin, 15 Juli 2024. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan pelaksanaan acara Teknologi Tepat Guna (TTG) di Mataram, yaitu UMKM UD. Malsye dari Desa Sembalun Lumbung.

UMKM ini terfokus pada pengolahan hasil-hasil pertanian berupa bawang putih, kopi, buncis, kentang dan beras merah hasil pertanian di Desa Sembalun. Yang sudah berproduksi sejak tahun 2015 lalu.

Sekretaris UD. Malsye, Unsya menjelaskan bahwa, produk unggulan UMKM mereka adalah black garlic, berbahan dasar bawang putih yang diolah menjadi produk berkhasiat.

Khasiatnya mengobati penyakit kronis, menurunkan kadar kolesterol, pengobatan kanker, dan lainnya.

“Ini yang menjadi primadona kalau di produk kami, hasil olahan bawang putih,” ungkapnya.

Pengolahan bawang putih menjadi produk berkhasiat dilatarbelakangi oleh harga bawang yang tidak menentu di Desa Sembalun.

“Harga bawang di Sembalun kadang naik, kadang turun. Jadi, kami berinovasi untuk menstabilkan harga pasar untuk kita olah menjadi sesuatu yang lebih bernilai jual tinggi,” jelas Unsya.

Omzet yang didapatkan dari produk hasil olahan bawang putih tersebut pernah mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta perbulan.

Produk tersebut bahkan pernah tembus pasar internasional, seperti China pada tahun 2023 dan Thailand pada 2021 lalu. Namun, permintaan ke China tidak dapat dipenuhi secara keseluruhan mengingat stok bawang putih yang menipis.

“Permintaan mereka sebanyak 2 ton, karena terbatas di bawang putih jadi kami tidak mampu memenuhi permintaan mereka. Karena kami memakai bawang putih sembalun bukan bawang putih yang lain,” jelas Unsya.

Selain pernah ekspor ke luar negeri, produk unggulan mereka pernah beberapa kali terlibat pameran di Bali, hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan New Zealand, yang diwakili oleh pemerintah.

Respon dan dukungan yang didapatkan dari pemerintah pun sangat baik. Baik berupa bantuan dalam acara pameran, izin produksi ke luar negeri serta mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian dalam bentuk fisik, yaitu berupa alat produksi. (ulf)

Kementan Siapkan Anggaran Tambahan untuk Mencetak Sawah Baru di NTB

0
Muhammad Taufieq Hidayat (Ekbis NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Sebagai salah satu daerah Lumbung Pangan Nasional, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk provinsi NTB yang akan digunakan untuk mencetak 17.000 lahan sawah baru di provinsi ini.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pekebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Ir. Muhammad Taufieq Hidayat.

“Ada slot dari pemerintah pusat sekitar 17.000 hektar untuk cetak sawah baru, sekarang tinggal kemampuan kabupaten/kota, berapa bisa menangkap kuota lahan sebanyak 17 ribu itu, belum tentu bisa terserap semuanya,” ujarnya pada Senin, 15 Juli 2024.

Ia menjelaskan bahwa anggaran tambahan untuk mencetak 17.000 hektar sawah baru ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi padi nasional.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah kabupaten/kota dikatakan sudah mulai melakukan pengajuan proposal secara online terkait berapa lahan NTB yang berpotensi menjadi lahan sawah baru.

Dalam proposal tersebut perlu dilampirkan data lahan kering yang ada di kawasan yang akan dijadikan sawah baru, serta berbagai informasi spasial lain yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan cetak sawah, di antaranya kesesuaian lahan untuk komoditas padi, data Lahan Baku Sawah (LBS), jarak ke lokasi bendungan, dan lain-lain.

“Nah, baru nanti setelah ada persetujuan pusat, kita dari provinsi menerbitkan Calon Petani Calon Lokasinya (CPCL),” lanjutnya.

Ia menambahkan, setelah pemerintah pusat melakukan perekapan e-proposal tersebut, barulah kemudian dialokasikan ke Pemprov.

“Setelah sudah fix dari pusat, baru kita tekan SK,” tambahnya.

Adapun untuk anggarannya, ia belum mengetahui secara pasti jumlah yang akan dialokasikan ke NTB. Yang pasti, jumlah anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan dan permintaan kabupaten/kota. (era)

Dengan Pompanisasi, Pemprov Maksimalkan NTB Sebagai Lumbung Pangan

0
Kadistanbun NTB, Muhammad Taufieq Hidayat, Jum’at, 12 Juli 2024. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB tetap maksimalkan NTB sebagai lumbung pangan.

Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menghimbau untuk menghemat air di musim kemarau ini, tapi, Kadistanbun NTB, Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan akan maksimalkan pompanisasi yang diberikan oleh Kementrian Pertanian.

“Sekarang pompanisasi on progres, kita juga ada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari kementrian, irigasi perpompaan juga dikasih tambahan, sekarang sedang diinput oleh masing-masing kabupaten/kota jumlah kebutuhan mereka,” ujarnya pada Jum’at, 12 Juli 2024.

Saat ini, pemprov NTB sedang mendistribusikan pompa untuk petani, dan untuk mengantisipasi kekurangan pompa memasuki musim tanam ketiga Taufieq juga mengatakan sedang dialokasikan tambahan pompa untuk petani.

“Pompanisasi sedang didistribusikan ini, sedang jalan. Untuk mengurangi kekurangan di musim tanam ketiga, sedang ada alokasi tambahan, dan sedang diinput untuk kabupaten/kota untuk tambahan tersebut,” lanjutnya.

Adapun tambahan yang diminta tidak terbatas, tergantung jumlah yang dibutuhkan oleh kabupaten/kota.

Menurut Taufieq, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, NTB harus bisa memaksimalkan penanaman padi di musim kemarau ini.

“Untuk menghadapi kekeringan ini harus betul-betul kita full power,” tambahnya.

Pada musim kemarau ini stok air irigasi, jika air permukaan/dangkal sudah habis. Perairan padi bisa dimaksimalkan dengan sumur bor yang juga menjadi bantuan pemerintah pusat.

Selain itu, untuk memaksimalkan fungsinya sebagai lumbung pangan, Pemprov NTB kini sedang berupaya untuk mencetak sawah baru.

“Sedang diajukan permohonan cetak sawah baru, sumur bor/dalam, maupun sumur dangkal. Jadi itu untuk mengatasi kekeringan di musim ketiga,” katanya.

Terkait dengan himbauan BPBD yang meminta untuk menjaga stok air di musim kering ini, Taufieq mengatakan adanya upaya penambahan sawah baru serta ABT ini akibat dari adanya himbauan dari BPBD serta BMKG.

“Jadi kita persiapan pompanisasi, pengaturan jadwal tanam, persiapan penambahan unit-unit pompa, dan sumur-sumur dalam,” paparnya.

Karena adanya ancaman kekeringan ini, hasil produksi padi di NTB dikatakan akan menurun. Tapi, menurut Taufieq target pangan 2024 NTB akan tercapai, hal ini karena produksi gabah kering giling NTB sampai dengan Mei sudah mencapai 8.999 ton. (era)

Ikan dan Udang Mendominasi Ekspor NTB Bulan Juni 2024

0
Ilustrasi Tuna Ekspor (ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com)-Nilai ekspor Provinsi NTB berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Bulan Juni 2024 sebesar US$ 1.816.471, mengalami penurunan sebesar 99,64 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Mei 2024 sebesar US$ 503.018.888.

Nilai ekspor NTB pada bulan Juni jika dibandingkan nilai ekspor pada Juni 2023, juga mengalami penurunan sebesar 33,17 persen. Dimana, nilai ekspor NTB saat itu sebesar sebesar US$ 2.718.119.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, Senin 15 Juli 2024 menyampaikan, nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Juni 2024 menurut negara tujuan menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu US$ 1.114.162 atau sekitar 61,34 persen.

Negara kedua adalah Hongkong dengan nilai US$ 308.902 atau sekitar 17,01 persen kemudian disusul Cina yaitu sebesar US$ 193.948 atau sekitar 10,68 persen. Dan keempat ke Jepang dengan nilai US$ 82.009 atau sekitar 4,51 persen dan kelima ditujukan ke Korea Selatan dengan nilai US$ 29.134 atau sekitar 1,60 persen. dan nilai ekspor Provinsi NTB ke negara lain hanya mencapai 4,86 persen dari total ekspor.

Sementara itu, kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Juni 2024 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 1.046.852 (57,63 persen), Perhiasan / Permata sebesar US$ 469.743 (25,86 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 179.197 (9,87 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 83.512 (4,60 persen), Mesin / Peralatan Listik US$ 28.125 (1,55 persen), serta Biji-bijian berminyak sebesar US$ 8.682 (0,48 persen).

Negara tujuan ekspor kelompok komoditas Ikan dan Udang pada Bulan Juni 2024 adalah Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Taiwan. Untuk ekspor kelompok komoditas Perhiasan / Permata ditujukan Hongkong, Jepang, Cina dan lainnya. Ekspor Kelompok Garam, Belerang, Kapur ditujukan ke Cina, Korea Selatan, Thailand dan lainnya. Sedangkan kelompok komoditas Daging dan Ikan Olahan ditujukan ke Amerika Serikat.(bul)

Disperin NTB Latih IKM Furniture dan Anyaman Menggunakan Pengawet Asap Cair

0
Disperin NTB Latih IKM Furniture dan Anyaman Menggunakan Pengawet Asap Cair(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisnbt.com) – Dinas Perindustrian NTB memfasilitasi pelatihan penggunaan asap cair sebagai pengawet furnitur dan anyaman kepada puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Pelatihan diselenggarakan selama tiga hari, 15-18 Juli 2024 di Mataram.

Ketua Panitia, Plt Kabid PSDI, Arifin, MH menyampaikan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk furnitur dan anyaman di NTB. Diharapkan para peserta nantinya dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE.,ME diwakili H. Agus Supriyanto, Apt, menekankan pentingnya inovasi dalam industri pengolahan kayu dan anyaman guna meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para peserta dan mendorong penggunaan teknologi asap cair dalam proses produksi furnitur dan anyaman, sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih tahan lama dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sebagaimana diketahui, asap cair adalah cairan hasil kondensasi dari asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu atau bahan organik lainnya pada suhu tinggi. Cairan ini mengandung berbagai senyawa kimia, seperti fenol, asam organik, dan karbonil, yang memberikan aroma khas asap serta memiliki sifat antiseptik dan pengawet alami.

Penggunaan asap cair dalam dunia kerajinan, khususnya untuk pengetan, menawarkan beberapa keuntungan. Diantaranya, sebagai Pengawet Alami, dimana senyawa-senyawa dalam asap cair dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan serangga pada hasil kerajinan, sehingga memperpanjang umur pakai.

Sebagai Pewarna Alami, asap cair memberikan warna cokelat keemasan atau kehitaman yang khas pada bahan kayu, rotan, atau bambu, sehingga meningkatkan estetika hasil kerajinan.

Memberikan Aroma Khas dapat memberikan nilai tambah pada produk kerajinan, terutama yang terbuat dari bahan alami.

Proses yang Lebih Mudah dibandingkan dengan proses pengasapan tradisional, penggunaan asap cair lebih praktis dan mudah karena dapat diaplikasikan secara langsung pada permukaan bahan.

Cara penggunaan asap cair sangatlah mudah. Hanya perlu mengencerkan asap cair dengan air sesuai dengan perbandingan yang disarankan pada kemasan produk, lalu mengoleskannya secara merata pada permukaan hasil kerajinan. Setelah kering, ulangi proses pengolesan jika diperlukan.

Asap cair yang umum digunakan untuk pengetan hasil kerajinan biasanya berasal dari kayu keras seperti kayu jati, kayu mahoni, atau kayu ulin. Setiap jenis kayu akan menghasilkan aroma dan warna yang berbeda pada hasil akhir.(bul)

Mendes Serahkan Santunan BPJamsostek Sebesar Rp311,6 Juta Untuk Dua Ahli Waris

0
Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd menyerahkan santunan sebesar Rp311.657.490 kepada dua ahli waris perangkat desa yang meninggal dunia dan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek.(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd menyerahkan santunan sebesar Rp311.657.490 kepada dua ahli waris perangkat desa yang meninggal dunia dan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek.

Penyerahan santunan didampingi Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Hendra Nopriansyah, disaksikan Pj. Gubernur NTB, Hassanudin dan Forkopimda, serta kepala daerah Wilayah Indonesia Timur pada pembukaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara XXV di Mataram, Senin 15 Juli 2024.

Masing – masing ahli waris penerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini diantaranya, ahli waris Alm. Asmawi Efendi, aparat desa Landah, Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Menerima manfaat sebesar Rp200.559.910.

Dengan rincian, santunan Jaminan Kematian (JKM) Rp42 juta. Santunan Jaminan Hari Tua (JHT) Rp6.595.910. Santunan Jaminan Pensiun (JP) Rp4.722.000. dan Beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp152 juta.

Penerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan lainnya adalah ahli waris Alm. Zaedon Mustapa, perangkat Desa Mesangkok. Menerima santunan JKM sebesar Rp42 juta, santunan JHT sebesar Rp3.061.580, dan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp66 juta.

Ahli waris penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terimakasih, mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Ditengah kehilangan tulang punggung keluarga mereka, masih ada manfaat yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu melanjutkan ekonomi dan pendidikan keluarga.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTB, Boby Foriawan menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa keluarga para penerima manfaat. Menurutnya, santunan yang diberikan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat, khususnya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Santunan yang diberikan ini bukan berarti dapat mengganti nyawa dengan uang. Kita tidak pernah mengharapkan musibah itu terjadi. Namun disini kami memberikan perlindungan kepada para pekerja jika terjadi risiko-risiko sosial” terang Boby.

Bagi pemerintah daerah, program BPJS Ketenagakerjaan dapat juga dijadikan program strategis mencegah terjadi potensi kemiskinan baru yang mana jika terjadi resiko kehilangan kepala keluarga sebagai tulang punggung keluarga, ada perlindungan berupa santunan yang diberikan kepada ahli waris yang ditinggalkan.

Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan upaya dan mendorong bagi para tenaga kerja non-ASN yang bekerja baik disektor pendidikan, sektor kesehatan maupun sektor lain dijajaran pemerintah daerah untuk segera mendaftarkan diri para pekerjanya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan. Bukan hanya untuk para tenaga kerja non-ASN, Program BPJS Ketenagakerjaan juga wajib diikuti oleh para pemilik badan usaha yang memiliki karyawan agar segera mendaftarkan badan usaha dan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Selain segmen pekerja formal, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa diikut oleh masyarakat yang bekerja secara mandiri seperti Petani, Pedagang, Nelayan, Tukang Ojek, dll. Para pekerja mandiri tersebut berhak mendapatkan perlindungan yang sama pada saat bekerja dengan mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan premi yang sangat murah.(bul)

Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp1,399 Juta Pergram

0
Mas Antam (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, turun tipis sebesar Rp1.000 menjadi Rp1.399.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.400.000 per gram pada Sabtu 13 Juli 2024.

Harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, yakni sebesar Rp1.264.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp749.500
– Harga emas 1 gram: Rp1.399.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.738.000
– Harga emas 3 gram: Rp4.082.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.770.000
– Harga emas 10 gram: Rp13.485.000
– Harga emas 25 gram: Rp33.587.000
– Harga emas 50 gram: Rp67.095.000
– Harga emas 100 gram: Rp134.112.000
– Harga emas 250 gram: Rp335.015.000
– Harga emas 500 gram: Rp669.820.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.339.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Penumpang Selama Libur Sekolah di Bandara Lombok Naik 21 Persen

0
ANTRE - Penumpang di BIZAM saat antre di tempat check in keberangkatan. (Ekbis NTB/kir)

Mataram (ekbisntb.com)-PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat rata-rata jumlah pergerakan penumpang selama liburan sekolah semester pertama 2024 naik 21 persen bila dibandingkan dengan rata-rata penumpang sebelumnya.

“Rata-rata 7.339 penumpang per hari pada libur sekolah 14 Juni hingga 14 Juli 2024 atau meningkat 21 persen bila dibandingkan dengan rata-rata penumpang sebelumnya yang mencapai 6.026 penumpang,” kata Humas Bandara Lombok Arif Haryanto di Lombok Tengah, NTB, Senin.

Ia mengatakan total penumpang baik yang datang maupun yang berangkat pada periode libur sekolah mulai 14 Juni hingga 14 Juni 2024 mencapai 227.504 penumpang.

“Total penumpang di Bandara Lombok pada libur sekolah ini mencapai 227.504 penumpang,” katanya.

“Rincian, penumpang rute domestik berjumlah 203.741 orang atau 90 persen, sedangkan penumpang internasional sebanyak 23.763 orang atau 10 persen,” katanya.

Berdasarkan data pergerakan penumpang di Bandara Lombok sejak Januari hingga Juni 2024 tercatat berjumlah 1.097.972 penumpang.

Jumlah penumpang pada Januari 2024 mencapai 163.742 penumpang, Februari jumlah penumpang mencapai 159.243 penumpang dan Maret mencapai 164.614 penumpang. “Jumlah penumpang pada pada triwulan pertama itu mencapai 487.598 penumpang atau rata-rata 5.361 penumpang per hari,” katanya.

Kemudian untuk pergerakan penumpang di April 2024 mencapai 206.115 penumpang, Mei mencapai 205.252 penumpang dan Juni mencapai 199.007 penumpang.

Pergerakan penumpang ada di angka 610.444 orang atau rata-rata 6.700 penumpang per hari di triwulan dua ini.

“Namun Jika dibandingkan dengan periode Januari hingga Juni 2023 lalu yang ada di angka 1.103.215 penumpang, maka pergerakan penumpang semester pertama 2024 di Bandara Lombok ini turun tipis 0,48 persen,” katanya. (ant)