Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 650

Antisipasi Kasus Keracunan Makanan, Kapasitas Kader di Lombok Tengah Ditingkatkan

0
Pelatihan BBPOM di Mataram dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Keracunan makanan akibat kurangnya pemahaman tentang Keamanan Pangan masih menjadi masalah serius setiap tahunnya.

Merespon kejadian ini, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara – Kabupaten Lombok Tengah berkolaborasi dengan BBPOM di Mataram dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, berkomitmen untuk mengubah situasi tersebut melalui peningkatan kapasitas Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD).

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pengawalan Desa Pangan Aman, pelatihan intensif dilakukan selama tiga hari untuk memberdayakan para KKPD.

Pelatihan ini diikuti oleh 34 orang yang terdiri dari 21 KKPD yang telah terbentuk dan 13 kader baru dari berbagai dusun di Desa Setiling.

Para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai berbagai aspek keamanan pangan, mulai dari produksi hingga distribusi, serta cara mengenali dan mengatasi potensi bahaya kontaminasi pada pangan.

“Berbagai penyakit dan kasus keracunan pada pangan terjadi karena kurangnya pemahaman Keamanan Pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan sampai dengan penyajian. Makanan yang tidak aman menyebabkan lingkaran setan antara penyakit dan kekurangan gizi, khususnya yang menyerang bayi, anak kecil, orang tua, dan orang sakit. Hal ini dapat menghambat pembangunan sosial ekonomi dengan tingginya biaya perawatan kesehatan, dan merusak ekonomi nasional, pariwisata, dan perdagangan” ungkap Yosef Dwi Irwan Kepala BBPOM di Mataram

Melalui kegiatan pelatihan ini, para kader diharapkan dapat merefresh kembali ilmu dan pemahamannya terkait Keamanan Pangan, serta menjadi penggerak praktek baik (best practices) keamanan pangan di tingkat keluarga dan masyarakat.

“Para Kader Keamanan Pangan Desa Setiling diharapkan bisa menjadi contoh dan memotivasi Kader Posyandu di desa-desa lain dalam hal penerapan keamanan pangan. Sehingga replikasi program Desa Pangan Aman dapat terjaga dan berkelanjutan. Tentunya ini juga bisa mendukung target penurunan angka stunting di NTB, mewujudkan generasi emas, sehat dan berdaya saing” sambung Yosef

Program pengawalan Desa Pangan Aman ini mencakup pemantauan rutin dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelatihan yang dilakukan.

Komitmen Desa Setiling dalam mendukung program nasional terkait ketahanan pangan terlihat nyata melalui kegiatan ini. Melalui pelatihan dan upaya kolaborasi berkelanjutan, Desa Setiling bertekad menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi warganya, serta menjadi model bagi desa-desa lain di Lombok Tengah.(bul)

Sasar Gen-Z, Nalani Menggelar Fashion Talk Pertama di NTB

0
Acara Fashion Talk yang diselenggarakan oleh Nalani, Jumat, 26 Juli 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Nalani menggelar Fashion Talk dalam upaya membantu Generasi Z untuk menemukan tipe style mereka. Menghadirkan setidaknya 243 peserta ini akan dilaksanakan di lantai VI Kantor Bank NTB Syariah, Jum’at, 26 Juli 2024.

Fashion Designer sekaligus CEO Nalani, Cindy Lavina mengatakan kegiatan Fashion Talk ini dilakukan dalam upaya untuk menggerakkan industri fashion di provinsi NTB. Dengan sosialisasi ini, diharap mampu mendorong para designer untuk mengembangkan usahanya.

“Nalani sebagai UMKM yang bergerak di bidang fashion di NTB, bagaimana wujud nyata kami dalam kepedulian untuk meningkatkan industri fashion di Nusa Tenggara Barat. Dengan cara kita memberikan edukasi kepada masyarakat umum itu pasti mampu membantu para pelaku fashion industri mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Menurutnya, apabila masyarakat awam memiliki pengetahuan di dunia fashion, penggerak busana juga akan lebih mudah memasarkan produknya.

Fashion Talk oleh Nalani ini merupakan acara fashion talk pertama yang diselenggarakan di NTB. Menurut Cindy, cara berbusana dapat menunjukkan sejauh mana tingkat kemajuan suatu daerah.

Antusiasme masyarakat dengan acara ini juga membludak, yang mana panitia sampai membatasi jumlah peserta akibat kelebihan pendaftaran.

Untuk terus mengedukasi masyarakat perihal cara berpakaian, Cindy mengatakan pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan serupa namun menyasar generasi yang berbeda. Contohnya, hari ini menyasar Gen-Z, bulan depan Milenials, dan seterusnya.

Salah satu Founder Nalani sekaligus Direktus ACSB NTB, Hj Niken Zulkiefliemansyah mengatakan hal serupa, ia mengatakan penentuan berbusana sangat penting dan dibutuhkan masyarakat, apalagi oleh Gen-Z yang memasuki usia remaja.

“Fashion Talk untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana kita memiliki personal style kita dalam berpakaian, dan ini perlu dilakukan karena memang pengetahuan mengenai personal style ini belum banyak diketahui oleh masyarakat kita,” jelasnya.

Ia mengatakan dari cara berpakaian bisa menunjukkan karakter seseorang, segingga mengetahui personal style sangat membantu masyarakat untuk unjuk diri dan lebih percaya diri.

Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membantu UKM NTB yang bergerak dibidang fashion. NTB memiliki produk tenun unggulan, sehingga perlu adanya sosialisasi terkait fashion supaya masyarakat lebih tertarik dengan dunia busana.

“Ini juga berhubungan dengan peningkatan dari usaha-usaha yang terkait dengan fashion, mulai tenun, penjahit, kerajinan, itu ketika masyarakat semakin baik dalam berbusana maka akan menggerakkan UKM ini dan ekonomi kita akan bergerak,” lanjutnya. (era)

ASDP Siap Operasikan 23 Kapal 24 Jam Dukung ARRC Mandalika

0
Aktifitas kapal ferry di Pelabuhan Lembar(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan sebanyak 23 kapal siap dioperasikan dalam waktu 24 jam untuk lintas Pelabuhan Lembar dan Padangbai guna mendukung kesuksesan Asian Road Racing Championship (ARRC) yang diselenggarakan di Mandalika 26-28 Juli 2024.

General Manager ASDP Cabang Lembar Agus Djoko dalam keterangan di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa 23 kapal tersebut disiapkan jika terjadi kepadatan dan penumpukan penumpang di lintas penyeberangan tersebut.

“Jika kondisi sangat padat, maka akan menggunakan skenario pengoperasian seluruh kapal yang standby operasi sebanyak 23 unit kapal sesuai pengaturan BPTD, dengan total 23 trip pp (pergi-pulang) yang akan mengangkut seluruh penumpang dan kendaraan,” kata Agus.

Namun, jika hanya mengalami lonjakan yang tidak menimbulkan kepadatan maka ASDP menyiapkan skenario yang sesuai dengan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), jumlah kapal yang beroperasi akan ditingkatkan menjadi 18 unit per jam, dengan total 18 trip.

Meski begitu, dia menyampaikan bahwa untuk kondisi normal, lintasan Lembar-Padangbai dilayani oleh 13 kapal per 24 jam dengan 13 trip pp (pergi-pulang) per hari.

Agus mengatakan bahwa pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) setempat dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung kelancaran layanan angkutan penyeberangan dalam ajang tersebut.

Selain memastikan operasional pelabuhan, ASDP juga menghadirkan layanan customer service (CS) di Pelabuhan Lembar dalam rangka meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa.

Layanan ini bertujuan untuk merespons keluhan pelanggan terkait layanan di area pelabuhan dan kapal secara langsung.

“Dengan menyediakan layanan customer service ini, kami berharap keluhan atau masukan penumpang yang berkaitan dengan layanan pelabuhan maupun penyeberangan dapat disampaikan secara langsung, sehingga mampu diselesaikan lebih cepat,” tutur Agus.

Sebagai langkah awal, lanjut Agus, CS Pelabuhan Lembar akan melayani penumpang hingga pukul 22.00 WITA. Ke depan, layanan CS akan dibuka selama 24 jam penuh dengan petugas jaga secara bergantian.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan pihaknya berkomitmen dalam menjamin kelancaran transportasi dan kenyamanan pengguna jasa sebagai wujud komitmen ASDP untuk memastikan kepentingan umum terlayani dengan baik utamanya selama ajang ARRC 2024 di Mandalika berlangsung.

“Di lintasan Lembar-Padangbai terdapat 23 unit kapal yang siap beroperasi sesuai dengan penjadwalan oleh BPTD. Adapun armada milik ASDP yang beroperasi di lintas ini adalah KMP Rodhita dan KMP Portlink II,” kata Shelvy.

Dia menuturkan bahwa ASDP telah mempersiapkan aspek operasional dan pelayanan di pelabuhan. ASDP berkoordinasi aktif baik dengan BPTD selaku regulator dalam penentuan jadwal kapal, dan juga dengan pihak kepolisian terkait dengan pengaturan lalu lintas jalur dari dan ke pelabuhan.

“Demi menjaga kelancaran, keamanan dan ketertiban selama perhelatan ARRC 2024 berlangsung,” ujar Shelvy.

Ia mengungkapkan, dengan persiapan yang telah dilakukan sejak menjelang perhelatan ARRC.

ASDP memperkirakan peningkatan trafik sebesar 10 persen bila dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, hal itu dipicu antusiasme masyarakat untuk menyaksikan ajang ARRC 2024, sehingga mendorong pergerakan masyarakat dari dan ke Mandalika, termasuk mobilisasi pengangkutan logistik alat dan material untuk mendukung kegiatan tersebut.

Shelvy menambahkan bahwa seluruh pengguna jasa diharapkan untuk memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan memastikan bahwa data diri yang dimasukkan ke dalam aplikasi telah sesuai dengan data identitas diri yang berlaku.

“Akselerasi digitalisasi pembelian tiket feri di Pelabuhan Lembar telah dilaksanakan sejak Agustus 2023 dengan menggunakan domain berbasis website trip.ferizy.com,” jelas Shelvy.

ASDP berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang dan mendukung kelancaran pelaksanaan Asian Road Racing Championship 2024 di Mandalika, Lombok-Nusa Tenggara Barat. (ant)

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Asuransi Menuju Transformasi Ekonomi

0
Airlangga Hartarto(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Pemerintah tengah menyiapkan digitalisasi pada sektor asuransi guna mewujudkan transformasi ekonomi.

Menurut dia, masifnya perkembangan teknologi digital saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor asuransi.

“Kondisi tersebut mendorong industri asuransi untuk mengembangkan bisnis ke arah digitalisasi proses bisnis,” kata Airlangga saat menyampaikan sambutan secara virtual dalam acara Indonesia Re International Conference (IIC) 2024, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Transformasi digital dalam asuransi yang didukung oleh kecerdasan buatan, machine learning, analisis prediktif, layanan seluler, hingga live chat memungkinkan perusahaan asuransi mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Menurut dia, secara keseluruhan meskipun tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan masalah keamanan siber masih ada, industri asuransi di Indonesia tetap siap menghadapi transformasi digital yang signifikan.

“Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepuasan nasabah di tahun-tahun mendatang, dan juga berpotensi meningkatkan kontribusi industri asuransi terhadap PDB Indonesia,” jelasnya.

Airlangga menilai sektor asuransi yang telah menjadi salah satu penyumbang utama produk domestik bruto (PDB) serta memiliki potensi yang optimal.

Hal tersebut ditunjukkan dengan kinerja industri asuransi yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional.

Dengan memobilisasi tabungan dalam negeri, asuransi memungkinkan mengurangi kerugian, meningkatkan stabilitas keuangan, dan mendorong kegiatan perdagangan, sehingga asuransi berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Adapun dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, transformasi ekonomi menjadi salah satu langkah esensial yang perlu dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbekal bonus demografi dan kepercayaan dunia internasional, peluang dalam mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045 tersebut kian meningkat dan perlu untuk dioptimalkan oleh pemerintah. (ant)

Stok Tipis, Penyebab Harga Cabai Melonjak

0
Cabai di pasar Mandalika(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Harga cabai kembali mengalami kenaikan. Sebelumnya, harganya Rp28.000 per Kg, saat ini naik dua kali lipat hingga Rp55.000 per Kg hingga Rp63.000 per Kg.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si, Kenaikan harga cabai selama dua minggu berturut-turut ini disebabkan karena petani belum melakukan panen cabai. Sehingga stok di pasaran menipis mengakibatkan harga cabai menjadi tak terkendali.

“Daerah pemasoknya, Lombok Timur sama Lombok Barat belum panen,” ujarnya.

Meski NTB sudah melakukan perluasan area lahan tanam komoditas cabai, namun tetap tak bisa membendung kenaikan harga ini. Karena menurut Nelly, faktor utama tingginya harga bahan pangan adalah tidak tersedianya bahan pangan tersebut di masyarakat.

Ia melanjutkan bahwa kemungkinan besar harga cabai akan normal ketika petani mulai panen, yaitu sekitar bulan Agustus, September, Oktober.

Meski harga cabai membengkak sejak dua minggu lalu, Nelly mengatakan pihaknya belum mengeluarkan kebijakan akibat permintaan cabai di masyarakat belum tinggi, artinya belum ada pemicu yang mengharuskan masyarakat untuk membeli cabai secara masif.

“Kita belum melakukan intervensi karena belum ada pemicu yang akan membuat masyarakat tinggi membeli cabai,” lanjutnya.

Walaupun saat ini stok cabai Lombok sedikit, Nelly melihat kondisi ini masih aman karena permintaan cabai juga belum banyak.

“Stok sedikit, harga mahal, pembeli sedikit,” tambahnya.

Adapun cabai sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi di NTB, dua bulan terakhir tingkat inflasi di provinsi NTB lebih rendah dari nasional. Jika kenaikan harga cabai tidak segera teratasi, apalagi bulan September nanti akan ada perayaan Maulid yang mana kebutuhan masyarakat terhadap cabai akan meningkat, sehingga perlu adanya penekanan harga cabai sebelum permintaan masyarakat terhadap cabai meningkat.

Menyikapi hal tersebut, Nelly mengatakan kenaikan harga cabai ini bisa saja meningkatkan inflasi daerah, namun, ia berharap karena permintaan masyarakat belum begitu tinggi sehingga kenaikan ini tidak mempengaruhi laju pertumbuhan inflasi di NTB.

“Meningkatkan inflasi ya kita sedikit khawatir, wajar. Tapi mudah-mudahan tidak,” harapnya. (era)

Batik Air Malaysia Layani Rute Kuala Lumpur – Lombok Mulai 1 Agustus

0
Jamaluddin Malady (ekbisntb.com/ift)

Mataram (ekbisntb.com) –  Maspakai Batik Air Malaysia akan melayani penerbangan langsung rute Kuala Lumpur – Lombok mulai tanggal 1 Agustus 2024. Dinas Pariwisata NTB sendiri menyambut baik hadirnya penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok oleh Batik Air.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin Malady mengaku optimis akan semakin banyak wisatawan asal Asia Tenggara, terutama dari Malaysia yang berwisata di NTB. Terlebih potensi wisata NTB sangat tinggi, mulai dari wisata bahari, pegunungan, kultur hingga event-event internasional.

“Kami mendukung kegiatan ini, kami nanti akan menyambut penerbangan perdana tanggal 1 Agustus di BIZAM bersama pemerintah, Dispar dan stakeholder lainnya. Mudah-mudahan BPPD juga akan hadir untuk menyambut penerbangan perdana direct flight dari Kuala Lumpur menuju BIZAM,” kata Jamaluddin Malady kepada wartawan, Kamis 25 Juli 2024 kemarin.

Ia mengatakan, pasar wisata Malaysia selama ini sangat bagus. Tentu hal ini didukung oleh adanya penerbangan yang lebih dulu melayani seperti Air Asia. Sebagai negara jiran yang masih satu rumpun dengan Indonesia, wisatawan asal Malaysia memang banyak yang berwisata ke tanah air, termasuk ke NTB.

“Budaya kita sama yaitu Melayu dan mayoritas di sana muslim dan di NTB juga mayoritas muslim. Jadi ketika orang Malaysia datang berwisata ke sini, makanan dan minuman agak cocok juga jadinya. Terlebih kita juga sudah memiliki halal tourism ya,” katanya.

Saat menghadiri MATTA Fair di Malaysia beberapa waktu lalu kata Jamaluddin, warga Malaysia banyak yang belum pernah berwisata ke Indonesia, termasuk ke NTB. Karena itulah, hadirnya penerbangan langsung ini akan meningkatkan grafik angka kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB.

Ia berharap tingkat keterisian pesawat yang melayani rute Lombok – Kuala Lumpur sesuai dengan ekspektasi perusahaan airline, sebab pasar penerbangan ini dinilai cukup menjanjikan. Selain melayani arus wisatawan, penerbangan ini juga melayani transportasi untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang banyak berasal dari NTB.

“Perjalanan umrah juga bisa lewat Malaysia, itu bisa lebih murah. Kan tiap bulan warga NTB paling banyak yang umrah. Dari Lombok – Malaysia – Jeddah. Bersamaan dengan jemaah umrah dari Malaysia,” katanya.

Saat ini, Bandara Lombok melayani delapan rute penerbangan domestik reguler. Yaitu rute Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Bima, Sumbawa Besar, Makassar, dan Balikpapan yang dilayani maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, saat ini ada dua rute, yaitu tujuan Kuala Lumpur dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia dan AirAsia Berhad. Kemudian tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Raden Wisnu Sindhutrisno dalam suratnya tertanggal 22 Juli 2024 kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB menyatakan dalam rangka meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara khususnya dari Malaysia, Kemenparekraf akan mendukung penerbangan perdana Batik Air dan Super Air Jet dari Kuala Lumpur ke lima kota di Indonesia.

Lima kota yang menjadi tujuan penerbangan perdana dari Kuala Lumpur tersebut yaitu Surabaya dan Lombok pada 1 Agustus 2024, Banda Aceh pada tanggal 3 Agustus 2024 serta Padang dan Pekan Baru 10 Agustus 2024.

“Sehubungan dengan hal tersebut, dengan hormat kami sampaikan permohonan dukungan berupa kehadiran pejabat untuk memberikan kalungan bunga untuk 5 -10 orang penumpang VIP serta penampilan tarian selamat datang,” bunyi surat tersebut.(ris)

Harga Pangan Beras-Bawang hingga Telur Naik Tipis

0
Sejumlah warga membeli bawang merah di gelar pangan murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram pada, Selasa 23 Juli 2024. Sejumlah pangan mulai beras, bawang, daging sapi, hingga telur ayam mengalami kenaikan harga yang tipis di tingkat pedagang eceran. (ekbisntb.com)

Jakarta (ekbisntb.com) Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat sejumlah pangan mulai beras, bawang, daging sapi, hingga telur ayam mengalami kenaikan harga yang tipis di tingkat pedagang eceran di seluruh wilayah Indonesia per 26 Juli 2024.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas yang dilansir Jumat, pukul 09.00 WIB, rata-rata harga beras premium di tingkat pedagang eceran naik sebesar 1,54 persen atau Rp240 menjadi Rp15.810 per kilogram (kg).

Kemudian beras medium naik 0,88 persen atau Rp120 menjadi Rp13.710 per kg, dan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga naik 0,79 persen atau Rp100 menjadi Rp12.690.

Sama halnya pada harga komoditas bawang merah naik 1,61 persen atau Rp470 menjadi Rp29.750 per kg; begitu pun bawang putih bonggol naik 1,44 persen atau Rp580 menjadi Rp40.770 per kg.

Selain itu, harga cabai merah keriting juga terpantau naik 3,28 persen atau Rp1.450 menjadi Rp45.670 per kg; sedangkan cabai rawit merah turun tipis 0,16 persen atau Rp110 menjadi Rp67.440 per kg.

Kemudian harga daging sapi murni juga naik tipis 0,08 persen atau Rp110 di level Rp135.460 per kg; sementara daging ayam ras turun 0,34 persen atau Rp120 menjadi Rp35.280 per kg; lalu telur ayam ras naik 1,68 persen atau Rp490 menjadi Rp29.730 per kg.

Lalu kedelai biji kering (impor) naik 1,83 persen atau Rp220 di level Rp12.210 per kg; gula konsumsi naik 0,67 persen atau Rp120 menjadi 18.150 per kg.

Selanjutnya, minyak goreng kemasan sederhana naik 1 persen atau Rp180 menjadi Rp18.260 per kg; sementara itu minyak goreng curah turun 0,63 persen atau Rp100 menjadi Rp15.890 per kg.

Berikutnya tepung terigu curah terpantau turun tipis 0,68 persen atau Rp70 di level Rp10.190 per kg; sedangkan tepung terigu kemasan naik 0,90 persen atau Rp120 menjadi Rp13.470 per kg; jagung di tingkat peternak naik 1,75 persen atau Rp100 menjadi Rp5.810 per kg; sementara garam halus beryodium turun 1,29 persen atau Rp150 menjadi Rp11.470 per kg.

Sementara itu, harga beberapa jenis ikan kompak naik, yakni ikan kembung naik 2,96 persen atau Rp1.100 menjadi Rp38.260 per kg; ikan tongkol naik 0,25 persen atau Rp80 menjadi Rp31.590 per kg; sedangkan ikan bandeng turun tipis 0,73 persen atau Rp240 menjadi Rp32.860 per kg. (ant)

Antisipasi Musim Tanam Bawang, Pertamina Patra Niaga Tambah 30 Ribu Tabung LPG 3 Kg Se Pulau Sumbawa

0
LPG 3 KG(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Sejumlah petani bawang merah di beberapa wilayah NTB, mulai beralih dari mesin air ke LPG. Memasuki musim tanam bawang, Pertamina Patra Niaga menggelontorkan tambahan fakultatif tabung LPG 3 Kg di beberapa wilayah NTB.

Selain mendukung konversi petani bawang merah, penambahan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG 3 Kg dari aktivasi masyarakat lainnya.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menerangkan, penambahan fakultatif merupakan upaya untuk mengamankan ketahanan stok dengan melihat situasi perkembangan kebutuhan di lapangan.“Apabila terdapat kebutuhan tambahan maka akan diberikan, namun jika kondisinya masih aman akan dijadikan stok, selain dilakukan guna menambah rasa aman dan nyaman masyarakat”, tambah Ahad.

Tambahan pasokan tersebut terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat total sebanyak 5.920 tabung, Kabupaten Sumbawa 24.040 tabung, Kabupaten Dompu 11.760 tabung, Kota Bima 7.640 tabung dan Kabupaten Bima 14.520 tabung. Besaran tambahan ini sendiri sekitar 175-200% dari alokasi harian per wilayah.

Meski demikian ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebih dan membeli di Pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan Harga Eceran Tertinggi Rp 18.000.“Tak bosan-bosannya kami mengingatkan kepada masyarakat agar membeli LPG 3kg di Pangkalan Resmi. Gubernur menetapkan subsidi harga LPG, agar masyarakat yang berhak dapat membeli dengan harga terjangkau, tapi hal ini dimanfaatkan untuk meraup keuntungan oleh pengecer. Kami juga merasa sangat disayangkan menambah tabung apabila masih dinikmati oleh pengecer,” tambahnya

Sebagaimana kita ketahui bersama, penggunaan LPG 3kg telah diatur oleh pemerintah, yakni konsumen rumah tangga dan usaha mikro.

“Sektor pertanian bawang merah di beberapa wilayah NTB sebagai bagian dari usaha mikro juga dilakukan upaya penebalan stok LPG 3kg, terlebih salah satunya dengan kondisi petani saat ini yang sudah mulai konversi mesin air ke LPG. Untuk mengetahui pangkalan resmi terdekat silakan telepon Call Center Pertamina 135,” pungkas Ahad.

erpisah Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan Pertamina Patra Niaga selalu berkomitmen dalam menjaga kehandalan pasokan LPG khususnya LPG 3 Kg bersubsidi untuk masyarakat.

“Pada dasarnya kebutuhan masyarakat kita jamin selalu terpenuhi, tentunya kami pun selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat,” terangnya.

Heppy menambahkan secara nasional, terhitung dari Januari hingga Juni 2024, realisasi penyaluran LPG 3 kg telah mencapai sekitar 4 juta MT (Metrik Ton) dari kuota yang ditetapkan lebih kurang 8 juta MT, berarti sudah sekitar 50%, penyaluran LPG 3 kg tersalurkan dengan baik kepada masyarakat apabila dibandingkan dengan kuota yang disiapkan pemerintah.

“Masyarakat kita harapkan dapat melakukan pembelian LPG 3 Kg secara wajar. Kami pun menghimbau agar masyarakat dapat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi secara langsung agar mendapatkan jaminan harga dan kepastian stok,” pungkas Heppy.(bul)

Sail to Indonesia, Penataan Pantai Gelora Terus Dilakukan

0
Dedy Heriwibowo, (ekbisntb.com/ift)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa, terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan sail to Indonesia yang akan diikuti sekitar 30 negara pada bulan September mendatang salah satunya titik labuh yang berada di pantai Gelora.

“Event sail to Indonesia tahun 2024 sudah kita tetapkan, untuk titik labuh berada Teluk Dalam, pantai Gelora dan segala persiapan juga terus kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Kamis 25 Juli 2024.

Dia pun meyakinkan, penetapan pantai Gelora sebagai lokasi titik labuh untuk tahun 2024 sebagai bentuk pemerataan. Sebab di pelaksanaan tahun sebelumnya di wilayah timur dan kota sudah disinggahi para peserta Sail to Indonesia, Sumbawa.

“Untuk wilayah timur sudah diwakili Labuhan Jambu, di kota Labuhan Badas, sehingga kita tetapkan titik labuh di wilayah Barat (pantai Gelora) untuk tahun ini,” terangnya.

Selain penataan lokasi, pihaknya juga melakukan konsultasi dan kordinasi ke Kemenko Marves dan KSAL. Hal tersebut dilakukan agar dalam pelaksanaan nanti tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kordinasi ke Kemenko Marves dan KSAL sudah kita lakukan dan responnya sangat baik, sehingga kami optimis sail to Indonesia di Sumbawa bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain destinasi wisata baru (pantai Gelora), pihaknya juga menyiapkan destinasi wisata lainnya. Bahkan ada dua ikon Sumbawa yang diminati peserta Sail rally tahun lalu yakni wisata hiu paus dan karapan kerbau.

“Di destinasi wisata hiu paus juga masih terus ditata salah satunya dengan pembangunan dermaga apung untuk memudahkan akses para wisatawan,” ujarnya.

Bahkan dari 22 destinasi yang akan dikunjungi peserta sail, Sumbawa mendapatkan tempat land off paling banyak. Jika di daerah lain yang dikunjungi sekitar empat hari itu sudah maksimal, sementara di Sumbawa sampai enam hari.

“Kita paling banyak land off nya, sehinhga kita berharap bisa memberikan dampak ke perekonomian masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan,” tukasnya. (ils)

Bulog Kembali Salurkan Bapang CBP Tahap Ketiga 

0
Zuhri Hanafi, (ekbisntb.com/ift)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com)– Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), akan kembali menyalurkan Bantuan Pangan (Bapang) cadangan beras Pemerintah (CBP) untuk tahap ketiga di bulan Agustus mendatang.

“Tahap pertama dan kedua sudah selesai, untuk tahap ketiga rencananya akan mulai kita salurkan pada bulan Agustus dengan jumlah penerima 49.581 penerima,” kata pimpinan cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada Suara NTB, Kamis 25 Juli 2024.

Penyaluran Bapang tersebut dikhususkan bagi masyarakat miskin dan yang mengalami rawan pangan dan gizi yang tersebar di seluruh kecamatan. Penyaluran Bapang itu meliputi 24 Kecamatan dan 165 Desa/ Kelurahan.

“Total ada 49.581 penerima bantuan pangan (PBP) di Sumbawa yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI,” ucapnya.

Dia melanjutkan, menurut data realisasi penyaluran beras di program Bapang CBP Tahun 2024 Bulog sudah dilakukan, sebanyak 3.806.400 kilogram telah disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tahap pertama dan kedua.

“Penyaluran Bapang dari bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, dan Juli sudah tuntas semua tinggal kita lakukan penyaluran untuk tahap ketiga,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada kendala selama penyaluran di lakukan. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan penyaluran tahun berikutnya yang akan disalurkan pada bulan Agustus mendatang. “Tidak ada kendala dalam penyaluran. Sekarang sedang dipersiapkan penyaluran di Agustus,” pungkasnya. (ils)