Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 647

Jelang MotoGP, Dishub NTB akan Perbaiki PJU Bypass Mandalika

0
Kadishub NTB, H. Lalu M Faozal saat menjelaskan perihal pemasangan LPJU, Senin, 29 Juli 2024 di Selong. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah titik penerangan jalan umum (PJU) Bypass Mandalika tidak berfungsi. Akibatnya, jalan menjadi gelap sehingga rawan kecelakaan dan tindak kejahatan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga wisatawan yang ada dikawasan tersebut.

Apalagi dua bulan lagi akan diselenggarakan ajang balap motor terbesar dan terpopuler di dunia, yaitu MotoGP di Sirkuit Mandalika. Sehingga penerangan jalan ini menjadi atensi untuk segera diperbaiki.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H. Lalu M. Faozal, S.Sos, mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki lampu PJU yyang tidak berfungsi di jalan Bypass Mandalika. Perbaikan PJU akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Menjelang MotoGP kita selesaikan,” ujarnya, Senin, 29 Juli 2024.

Faozal mengemukakan alasan pemasangan PJU ini tidak dilakukan dalam waktu ini karena dikhawatirkan PJU yang menyala akan diganggu lagi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Pemasangan lampu PJU direncanakan akan dilakukan pada bulan Agustus, sebulan menjelang MotoGP Mandalika 2024,” katanya.

Faozal melanjutkan bahwa kabel PJU di jalan Bypass Mandalika ini kerap kali dicuri. Tahun 2024 saja, setidaknya sudah dua kali kabel PJU ini dicuri. Sehingga untuk menghindari pencurian kabel PJU, di pemasangan kali ini Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Nanti kita cari cara biar lebih aman, kita minta Tentara dan Polisi untuk kawal” lanjutnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan memastikan menyambut MotoGP yang akan diselenggarakan pada 27 – 29 September 2024 sudah siap dari segala sisi. Mulai dari penerbangan, fasilitas parkir, dan sebagainya. Hanya saja yang masih menjadi PR Dishub adalah lampu jalan yang kerap kali hilang.

“Sudah lengkap ya, fasilitas parkir, kemudian traffic, tinggal mungkin fasilitas yang tadi itu, kita sudah penuhi ternyata masih ada yang ambil,” katanya.

Adapun karena Mandalika menjadi daerah pariwisata super prioritas, tidak adanya penerangan di kawasan ini tentu berdampak buruk bagi wisatawan. Sehingga, Faozal menghimbau bahwa selain pemerintah, masyarakat juga membantu menjaga fasilitas yang ada dikawasan KEK Mandalika. (era)

Literasi Digital dan Tabligh Akbar LWC – Kemenkominfo di Lapangan Kediri Dibanjiri Warga

0
Lapangan Kediri dibanjiri warga yang mengikuti Tabligh Akbar dan Talk Show melek digital(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Lombok Womenpreneur Club (LWC) bekerjasama dengan Kementerian Kominfo menggelar kegiatan literasi digital, dikemas dalam kegiatan tabligh akbar di lapangan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan Minggu malam, 28 Juli 2024 ini disambut sangat antusias masyarakat yang dikenal sebagai kota santri ini. kegiatan talk show melek digital, literasi digital, kajian, dan bazar UMKM.

Menghadirkan narasumber Nurliya Ni`matul Rohmah, M. Kom.I (Jawara Internet Sehat NTB, ICT Watch & Korwil Mafindo NTB). Indah Purwanti.,SE (Founder LWC). R. Ronlad Ommy Yulyantho (Relawan TIK NTB, Asisten Tatakelola Keamanan Siber). Tabligh Akbar ini menghadirkan penceramah nasional, Ust. Alfie Alfandy dan Ummi Pipik.

Dalam kesempatan ini, Menkominfo, Budi Arie Setiadi secara daring menyampaikan pentingnya menjadi pengguna internet yang bijak. Kegiatan ini dibanjiri warga yang tertib mengikuti rangkaian acara hingga usai.

Founder LWC Indah Purwanti mengatakan literasi digital yang digelar LWC bersama Kominfo ini sengaja dikemas dengan Tabligh Akbar, dan mendatangkan penceramah nasional sebagai pengungkit antusias masyarakat.
“Karena yang penting dalam kegiatan ini, bagaimana masyarakat menggunakan media social lebih bijak. Termasuk juga menjauhi judi online,” kata Indah Purwanti.

Indah menyebut kegiatan Literasi Digital digelar tidak di perkotaan, tapi di kabupaten, karena lebih kepada persoalan melek digital ini masih lemah bagi masyarakat di kabupaten. Melalui Literasi Digital ini, masyarakat bisa lebih memahami dalam bermedia social dengan bijak. Tidak hanya bermedia social dengan bijak, tapi juga selalu menjaga toleransi antar agama, sehingga daerah tetap kondusif.

“Literasi Digital ini bagaimana membantu masyarakat melek digital dan ada aturannya dalam bermedia sosial. Toleransi agama, juga menjadi penting dalam melek digital,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Lombok Barat Arief Rachman menyampaikan terima kasih kepada Kemenkominfo dan LWC yang telah menjadikan Lombok Barat di kota santri Kediri, sebagai tempat literasi digital yang dikemas dengan Tabligh Akbar dengan mendatangkan penceramah nasional.

“Dengan adanya literasi digital ini, Masyarakat bisa mengetahui tentang digital dan lebih bijak bermedia social, tidak menyinggung orang lain. Sehingga aman dari persoalan hukum terjerat UU ITE,” katanya.

Ia juga berharap acara literasi digital ini dapat bermanfaat bagi semua dan dapat memberikan pencerahan kepada semua, terlebih generasi muda yang lebih akrab dengan media sosial dunia dgitalisasi.

“Kami berharap setelah mendapatkan literasi digital ini, generasi muda dan masyarakat semakin lebih bijak dalam memanfaat dunia digital,” tandasnya. (bul)

Harga Emas Antam Naik Rp6.000 Jadi Rp1,402 Juta Per gram

0
Ilustrasi Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, naik sebesar Rp6.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.402.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.396.000 per gram pada Sabtu 27 Juli 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, yakni sebesar Rp1.260.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp751.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.402.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.744.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.091.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.785.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.515.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.662.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.245.000
  • Harga emas 100 gram: Rp134.412.000
  • Harga emas 250 gram: Rp335.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp671.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.342.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Kunjungi Desa Kembang Kuning, Pj Gubernur Puji Inovasi Warga

0
Pj Gubernur NTB Hassanudin memuji inovasi warga Desa Kembang Kuning dalam mengelola aset wisata desa saat bersilaturahmi di di Desa Wisata Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Minggu 28 Juli 2024. kemarin. (ekbisntb.com/ist)

SEBAGAI desa wisata prioritas dengan sederet prestasi, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin memuji inovasi warga Desa Kembang Kuning dalam mengelola aset wisata desa.

“Luar biasa. Saya berharap keberlanjutan pengelolaan dan inovasi juga dapat menghadapi perubahan zaman, namun tidak meninggalkan masyarakat”, ujar Pj. Gubernur di salah satu penginapan di Desa Wisata Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Minggu 28 Juli 2024 kemarin.

Ia mengapresiasi capaian Desa Kembang Kuning dalam pengembangan kawasan wisata ini dengan keramahan, kelestarian dan pelibatan masyarakat sekaligus pemanfaatan teknologi dalam pemasaran.

Kepala Desa Kembang Kuning H.L Sujian dalam kesempatan tersebut menjelaskan capaian Desa Kembang Kuning sebagai juara desa wisata nasional, pengembangan dan kearifan lokal dalam menjaga warisan alam.

“Salah satunya angka kriminal dan angka pengangguran nol karena seluruh masyarakat terlibat sebagai pengelola wisata,” katanya.

Dikatakannya, profil desa wisata Kembang Kuning telah merambah nusantara dan mancanegara. Saat kunjungan Pj Gubernur hari Minggu ini saja, rombongan 200 orang wisman dan puluhan wisatawan nusantara hilir mudik dengan tujuannya. Dengan kapasitas 300 kamar, setiap warga berpartisipasi dengan bidangnya masing-masing dalam mendukung wisata karena yang dijual adalah  keindahan alam dan keramahan. Berbagai menu wisata juga dapat ditemui terutama trip wisata pendakian Rinjani.

Namun demikian, warga berharap seiring dengan tingkat kunjungan yang meningkat, akses jalan dapat diperlebar.

Ia menambahkan pula, strategi pengembangan desa wisata yang melibatkan pemodal dari luar dilakukan dalam bentuk kerjasama agar kepemilikan aset tetap menjadi milik warga asli Desa Kembang Kuning.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula mendampingi Pj Gubernur antara lain Pj Bupati Lotim, Kapolres Lotim dan para pejabat Pemprov NTB. (ris/r)

Bapanas Ajak Pemuda Tumbuhkan Perilaku Stop Boros Pangan

0
Ilustrasi makanan(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak pemuda untuk menumbuhkan perilaku stop boros pangan dengan mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak demi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Stop boros pangan harus dijadikan budaya dan itu dimulai semenjak dini, peran millenial sangat penting dalam mendorong dan menumbuhkan kesadaran perilaku stop boros pangan untuk mencegah sisa pangan,” kata Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) melalui kegiatan Stop Boros Pangan dilakukan Bapanas sebagai upaya pencegahan food waste (sisa pangan) serta perubahan perilaku masyarakat.

Bapanas menggencarkan sosialisasi stop boros pangan melalui tulisan, konten video kreasi, hingga inovasi pengolahan pangan berlebih menjadi varian menu baru sebagai upaya menarik anak-anak muda untuk bisa bergerak mendukung upaya itu.

“Kolaborasi dengan berbagai stakeholder adalah kunci utama dalam menyelesaikan masalah pangan dan gizi dan peran generasi muda sangat penting di dalam upaya pencegahan sisa pangan” ucap Nyoto.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang-buang makanan.

“Mari kita membiasakan untuk tidak membuang-buang makanan yang ada di meja makan, kosongkan piring dan habiskan makanan yang ada,” kata Arief.

Arief membeberkan bahwa menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas, Sisa dan Susut Pangan (SSP) terbesar di Indonesia terjadi di sub-sektor tanaman pangan terutama padi, diikuti oleh hortikultura (sayur dan buah-buahan).

Sebelumnya, Bapanas menggelar Festival Pangan Nusantara dalam rangka memperingati 3 tahun Bapanas di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Minggu 28 Juli 2024.

Kegiatan itu sekaligus kampanye stop boros pangan yang juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan pangan di antaranya senam stop boros pangan, pembagian makanan dan buku di food truck, dan pembagian telur matang kepada sejumlah masyarakat yang hadir. (ant)

YP2MI Minta Moratorium Pengiriman PMI ke Timur Tengah Dicabut

0
H. Syarki (ekbisntb.com/ist)

YAYASAN Pemerhati Pekerja Migran Indonesia (YP2MI) mendesak pemerintah untuk mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah.

Ketua YP2MI, H. Syarki mengemukakan sejumlah alasan, mengapa sangat mendesak moratorium pengiriman PMI ke Timur Tengah ini harus segera dicabut.

Pertama, masa pemberlakuan moratorium ini sudah berlangsung cukup lama. Sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini belum dilakukan pencabutan.

“Padahal, namanya moratorium itu sementara. Tapi ini sudah lebih dari satu dekade. Tidak ada pencabutan,” katanya.

Kedua, bekerja ke luar negeri, khususnya ke negara-negara di Timur Tengah bagi banyak orang begitu sangat penting. Sehingga, ketika pemberlakuan moratorium pengiriman PMI ke Timur Tengah, tetap saja banyak yang memilih berangkat secara ilegal dengan berbagai cara.

“Karena ini sudah urusan perut, urusan ekonomi. Urusan kebutuhan utama hajat hidup hidup orang,” katanya.

Ketiga, moratorium penerimaan PMI di Timur Tengah sudah dicabut. Bahkan setiap tahun, menurutnya tidak kurang dari seribu visa yang diterbitkan oleh Duta Besar negara Timur Tengah di Indonesia untuk PMI yang akan bekerja di Arab Saudi. Namun, di Indonesia, moratorium masih tetap diberlakukan.

“Di sana (Timur Tengah) sudah dibuka (moratorium), di sini (di Indonesia) masih ditutup, aneh ini,” ujar H. Syarki di Lombok Barat, Sabtu 27 Juli 2024 kemarin.

Jika tidak, menurutnya tidak dapat dipungkiri pengiriman-pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah dengan cara ilegal tidak dapat dibendung. Meskipun pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi, misalnya dengan sistem penempatan satu kanal yang pengelolaannya diserahkan hanya kepada beberapa perusahaan pengirim PMI di Indonesia.

“Sistem penempatan satu kanal ke Timur Tengah itu hanya boleh dilakukan oleh beberapa perusahaan. Sementara di Indonesia ada ratusan perusahaan pengirim tenaga kerja,” katanya.

H. Syarki menegaskan, karena itu, pemangku kepentingan di Provinsi NTB, maupun pemerintah pusat harus mengupayakan agar kebijakan moratorium pengiriman PMI ke Timur Tengah ini dicabut. Apalagi Provinsi NTB yang notabenenya sebagai salah satu lumbung PMI terbesar di Indonesia.

Bekerja di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi menurutnya tidak saja soal kebutuhan ekonomi. Kepentingan yang lebih besar yang dikejar oleh calon PMI adalah, ingin sekaligus dapat melaksanakan ibadah haji saat bekerja di sana.

“Selain agar dapat berhaji, lapangan pekerjaan juga semakin sulit. Sehingga harus difasilitasi masyarakat berangkat bekerja ke Timur Tengah dengan proses yang mudah dan cepat,” demikian H. Syarki.(bul)

APJATI NTB Deklarasikan Dukungan ke Iqbal-Dinda di Pilgub 2024

0
Deklarasi APJATI NTB mendukung Iqbal – Dinda pada Pilgub NTB 2024 (ekbisntb.com/ist).

ASOSIASI Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi NTB mendekalarasikan dukungannya ke bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal – Indah Dhamayanti Putri atau Iqbal-Dinda di Pilkada 2024 ini.

Deklarasi dilakukan oleh para tokoh di APJATI NTB, dan jaringan terkait lainnya, Sabtu 27 Juli di Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Lalu Muhammad Iqbal.

Ketua APJATI Provinsi NTB, H. Muhammadon menegaskan dukungan APJATI NTB kepada Iqbal-Dinda, salah satunya untuk melaksanakan kepentingan masyarakat di sektor pekerja luar negeri.

“Kami dari DPD APJATI NTB secara terang benderang dan jelas mendukung Lalu Iqbal dan Dinda pada Pilgub 2024 ini,” tegasnya.

Dukungan ini juga sejalan hingga DPC APJATI di kabupaten/kota di NTB, pengurus ranting, semua tanpa terkecuali mendukung Iqbal-Dinda.

Menurutnya, APJATI merasa diayomi oleh Lalu Iqbal saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk negara Turki.

“PMI yang bermasalah di luar negeri selalu dibantu sama Lalu Iqbal. Dan saudara-saudara PMI kita yang bermasalah di luar negeri selalu dibantu dan lolos dari permasalahan, terutama di Timur Tengah. Berapa banyak PMI yang sudah bekerja dan bermasalah, tidak ada lain tempatnya mengadu selain kepada Lalu Iqbal, sebagai putra daerah NTB yang bekerja di Kementerian Luar Negeri,” tambahnya.

Begitu juga pada permasalahan-permasalahan lain, Lalu Iqbal menurutnya turut mengawal langsung permasalahan PMI, hingga melakukan penjemputan langsung PMI bermasalah tersebut sampai kembali ke kampung halamannya.

“Dan satu-satunya harapan kita yang bisa memberikan perhatian kepada calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri sebagai PMI yang berkualitas adalah ahlinya, Lalu Iqbal yang yakin akan memberikan perhatian penuh kepada masyarakat PMI, khususnya di NTB,” tambahnya.

DPD APJATI NTB menurutnya akan bekerja semampunya, bersama sponsor, dan petugas lapangan yang jumlahnya ribuan tersebar di NTB hingga ke dusun-dusun untuk memenangkan Iqbal – Dinda sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun kedepan.(bul/*)

Bima Punya Potensi Besar di Sektor Pertanian

0
 Pj Gubernur Hassanudin saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Jumat (26 Juli 2024). (ekbisntb.com/ist)

PENJABAT (Pj) Gubernur NTB Hassanudin didampingi istri Dessy Hassanudin beserta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bima di Kantor Bupati Bima, Jumat 26 Juli 2024).

Dalam sambutannya, Pj Gubernur NTB Hassanudin mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bima atas sinergitas dan kolaborasinya mendukung berbagai program pembangunan di NTB. Selain itu, dirinya mengakui Kabupaten Bima  memiliki potensi pertanian yang besar.

“Potensi pertanian memiliki dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat Bima. Produksi padi, jagung dan cabai terus meningkat tiap tahunnya,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, Kabupaten Bima memiliki potensi pariwisata yang perlu dicarikan inovasi dan improvisasi yang lebih tepat untuk dikembangkan di masa mendatang. Begitu pula dengan sektor lainnya yang memerlukan sinergitas dan kolaborasi semua pihak dalam membangun Bima yang lebih maju.

Pj Gubernur NTB berharap program-program yang dijalankan senantiasa tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi kemajuan daerah NTB. Melalui sinergitas dan kolaborasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah di NTB yang berkelanjutan.

“Terima kasih kepada para bupati dan walikota se-NTB yang selalu bekerja tak kenal lelah. Melayani dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri mengatatakan Kabupaten Bima memiliki produksi hasil pertanian yang besar terutama produksi jagung. Untuk mengatasi berbagai polemik terkait dengan harga Jagung yang murah setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan MoU untuk menjaga stabilitas harga jagung bagi para petani.

“Kita akan lebih mampu memperhatikan petani Jagung di daerah kita sehingga kita pastikan bahwa mereka tidak hanya lelah dan letih menanam. Petani Jagung bisa menerima sumber penghasilan yang lebih baik bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Umi Dinda sapaan akrabnya, menyatakan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pj Gubernur beserta istri dan seluruh rombongan di Tana Mbojo.

“Alhamdulillah, sejak dilantik sebagai Pj Gubernur NTB, hari ini beliau mengawali kunjungannya ke Pulau Sumbawa. Setelah di Kabupaten Dompu, kemudian Kota Bima dan pada malam hari ini, bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat, dibarengi dengan rangkaian kegiatan Pameran Pembangunan Kabupaten Bima, diikuti stand-stand pameran OPD se-Kabupaten Bima beserta instansi vertikal dan mitra swasta. (r)

Komunitas Akarpohon Gelar Perayaan Buku “Teori Pernikahan Bahagia” Karya Aliurridha

0
Penulis novel Teori Pernikahan Bahagia, Aliurridha (dua dari kiri); pembedah, Jamiluddin Nur (paling kiri); pemandu, Mila Sari (tiga dari kiri); dan penampil, Danang Setiawan berfoto bersama setelah Perayaan Buku yang digelar Komunitas Akarpohon di Segara Space, Mataram, Sabtu 27 Juli malam. (ekbisntb.com/ist).

Komunitas Akarpohon Mataram menggelar Perayaan Buku novel “Teori Pernikahan Bahagia” karya Aliurridha yang diterbikan Falcon Publishing, Juni 2024. Perayaan buku itu digelar di Segara Space, Taman Baru, Kota Mataram, pada Sabtu 27 Juli 2024 malam.

Dalam acara tersebut, hadir Aliurridha selaku penulis, Jamiluddin Nur sebagai pembedah, Mila Sari sebagai pemandu, serta Danang Setiawan selaku penampil. Buku novel Teori Pernikahan Bahagia merupakan buku tunggal pertama Aliurridha.

Diskusi dipandu Mila Sari, Duta Bahasa NTB 2023 yang meraih 1st runner-up Puteri Indonesia NTB 2024. Aliurridha menceritakan, ide awal novel ini berdasarkan cerpennya berjudul Teori Pernikahan Bahagia yang terbit di Koran Tempo pada 27 November 2022. Di cerpen itu, ia mencoba bereksperimen menulis cerpen menggunakan bentuk penulisan karya ilmiah.

Kemudian pada awal tahun 2023, Aliurridha dihubungi pihak Falcon yang tertarik membeli cerpen tersebut untuk diadaptasi menjadi film. Ia ditawarkan untuk membuat cerpen tersebut menjadi novel. Ia mengakui ada perbedaan dari cerpen dan novel yang baru terbit ini.

“Terkait apa perbedaan cerpen dan novel, di novel ada kultur Arab sedangkan di cerpen tidak menceritakan kultur arab. Dari cerpen itu, hanya teori dari salah satu tokoh Hermawan yang saya kembangkan,” ujar dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Mataram (Unram) ini.

Selain menulis novel, Aliurridha juga menulis cerpen, esai, puisi, dan resensi. Karyanya tersebar di berbagai media massa. Cerpennya berjudul Metamorfosa Rosa terpilih dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2021 (Kompas, 2022). Pada tahun 2023 dia diundang sebagai emerging writer untuk menghadiri Makassar International Writers Festival. Di tahun yang sama novelanya berjudul Lisa Menjadi Lumb-Lumba memenangkan sayembara menulis Kisah di Balik 98 dan telah diterbitkan dalam antologi cerita pilihan Dee Lestari (Falcon Publishing, 2024).

Terkait ide-ide cerita dalam karyanya, Aliurridha mengaku mendapatkannya dari cerita-cerita di sekitarnya. “Saya temukan cerita di sekitar saya, yang mendesak saya menuliskannya. Saya menangkap realitas di sekitar saya, kemudian mengolahnya menjadi karya sastra,” ungkap Aliurridha.

Secara singkat, novel ini menceritakan salah satu tokoh bernama Hermawan memiliki sebuah teori seputar pernikahan yang menekankan pada kesesuaian latar belakang keluarga. Teori ini membuatnya meragukan pilihan calon suami putrinya. Raina menganggap alasan ayahnya tidak masuk akal dan bersikeras untuk tetap menikah dengan Zefki. Begitu pula dengan Zefki. Meskipun menghadapi tentangan dari keluarganya, yang menjunjung tradisi dalam balutan busana agama, Zefki memutuskan tetap menikahi Raina, tidak peduli jika itu berarti ia harus meninggalkan keluarganya. Pernikahan mereka kemudian membuka jalan bagi serangkaian konflik.

Seiring berjalannya waktu, pasangan ini diuji dengan berbagai tantangan yang lebih rumit dari sekadar perbedaan latar belakang. Masalah internal dalam hubungan mereka, rasa tidak saling percaya, termasuk ketidaksetiaan pasangan, membuka jalan kehancuran bagi pernikahan mereka. Meski keduanya masih bersama, Hermawan merasa perlu bertanya kepada putrinya untuk mengkonfirmasi teorinya. Raina terjebak; ia tidak tahu apakah harus berkata jujur atau bohong kepada ayahnya.

“Saya mencoba membangun ceritanya itu dengan menceritakan seputar kehidupan orang Arab,” ungkap Aliurridha, yang saat ini tinggal di Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat dan bergiat di Komunitas Akarpohon.

Pembedah novel Teori Pernikahan Bahagia, Jamiluddin Nur mengatakan, sebagai produk budaya, sebuah karya sastra tentu dibangun dari unsur kultural, tidak terkecuali “Teori Pernikahan Bahagia”. Latar belakang para tokoh menggambarkan unsur kultural ini dengan sangat jelas.

“Tokoh Zainal, Zefki, Zahiya tampak didominasi unsur kultural ini dalam proses perwujudan tokohnya. Ini bahkan menurut saya mendominasi cerita mulai dari awal, konflik, hingga klimaks,” jelas dosen Program Studi (Prodi) Komunikasi Unram ini.

Catatan pentingnya setelah membaca novel Teori Pernikahan Bahagia adalah betapa hasrat akan orisinalitas menjadi dasar dibangunnya hampir keseluruhan cerita. “Hasrat akan orisinalitas ini bisa saya jelaskan dengan sederhana, merupakan hasrat yang membuat kita selalu menginginkan, memuja, mengagungkan, memperjuangkan, bahkan menjadikan orisinalitas seperti ‘Tuhan’,” ujar Jamiluddin.

Jamiluddin Nur juga menyoroti karakter yang diciptakan Aliurridha untuk membantu tokoh utama, atau ia mengistilahkan sebagai Non-Playable Character (NPC). NPC merupakan karakter yang dibuat oleh pengembang game untuk membantu karakter utama menyelesaikan misinya.

“Aliurridha, sebagai pengarang, sedang mengambil peran seperti pengembang game. Ia telah mengatur apapun yang seharusnya dilakukan dan diucapkan oleh semua tokoh dalam ‘Teori Pernikahan Bahagia’. Pada akhirnya, karya sastra merupakan simulasi dari kode perintah pikiran pengarang terhadap latar, situasi hingga tokoh/karakter dalam sebuah peristiwa,” jelas Jamiluddin.

Perayaan Buku Teori Pernikahan Bahagia ditutup dengan penampilan Danang Setiawan, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Unram. Saat ini, ia aktif berproses teater di Sanggar Anak Gunung dan Teater Putih FKIP Unram. Danang membacakan potongan novel Teori Pernikahan Bahagia. (ron)

 

Ribuan Hektar Lahan Pertanian Lobar Terancam Tergerus

0
Lahan pertanian di Lobar digerus bangunan perumahan. Pemkab Lobar didesak segera menyelesaikan LSD dan LP2B. (ekbisntb.com/her).

Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mengkritisi lambannya Pemkab Lobar dalam hal ini OPD terkait dalam menetapkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) , hingga menyebabkan Pemkab terkena sanksi dari pusat. Ribuan hektar lahan pertanian di Lobar pun terancam dialihfungsikan.

Ketua Komisi III DPRD Lobar H Jumahir menegaskan, Raperda soal LP2B sudah lama direncanakan Pemda. “Tapi sekarang belum ada progres, kok lamban sekali,” kata dia mempertanyakan.

Di LP2B itu juga menyangkut LSD yang sampai saat ini belum ada penetapan dari Pemkab. Padahal prosesnya juga sudah lama. Dampak belum selesainya LSD dan LP2B ini pun sangat disayangkan, karena merugikan daerah. Di mana DAK Dinas Pertanian diblok atau ditiadakan oleh pusat.

Menurut politisi Golkar itu, seharusnya hal ini tak terjadi kalau saja Pemkab dalam hal ini OPD cepat menyelesaikannya. Kemungkinan tarik Ilir kepentingan menjadi penyebab, sehingga LSD ini lambat diselesaikan. Jika tidak tuntas LSD dan LP2B tahun ini, maka sanksi dari pusat tidak akan dicabut. Sebab aturan penetapan LSD ini menjadi syarat atau kunci. “Makanya harus diselesaikan segera, kalau tidak maka tetap kena sanksi,”tegasnya.

Sebelum selesai LSD dan LP2B, Pemkab sebaiknya lebih selektif bahkan kalau bisa menghentikan sementara penerbitan izin. “Kalau bisa dihentikan dulu sementara,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan luas lahan pertanian saat ini mencapai 14.520 hektar. Dari hasil rapat pembahasan LSD dan LP2B dengan OPD terkait, disepakati mencapai 12.398 hektar. “Yang boleh dibangun itu sekitar dua ribu hektar lebih,”kata Damayanti.

Sebetulnya dari Kementerian ATR, menginginkan agar 13 Ribu hektar lebih masuk LSD. Namun pihak Pemkab beralasan bahwa ketersediaan pangan  dan perumahan harus ada, sehingga setelah pembahasan bersama dengan OPD terkait disepakati di angka 12.398 hektar, sedangkan sisanya untuk pembangunan. Dari 2 ribu hektar lebih yang boleh dibangun itupun sudah banyak terpakai untuk pembangunan sarana prasarana umum dan perumahan.

LSD ini mendesak diselesaikan tahun ini karena kalau tidak, maka bantuan DAK Pertanian dikunci oleh pusat. Tahun ini lanjut dia, Distan tidak mendapatkan DAK. “Makanya ini harus segera, kalau ndak maka DAk tetap dikunci, seharusnya sudah ditandatangani,”ujarnya.

Atas dasar persatuan penetapan LSD dan LP2B berupa Perbup akan diajukan ke pusat untuk memohon membuka DAK untuk distan Lobar, sehingga tahun depan DAK bisa masuk ke Distan. (her)