Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 644

Jamkrida NTB Syariah dan LPDB Bekerjasama, Permudah Koperasi Syariah dan UMKM di NTB Mendapat Kredit Lunak

0
Direktur Utama Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati (tengah) saat melakukan pendatanganan kerjasama dengan LPDB-KUMKM di Jakarta (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Jamkrida NTB Syariah, Badan Usaha Milik Daerah Provinsi NTB di sektor penjaminan syariah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM).

Penandatanganan kerjasama tentang Kafalah Pembiayaan kepada Koperasi dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah ini dilakukan oleh Direktur Utama Jamkrida NTB Syariah, Lalu. Taufik Mulyajati dengan Direktur utama LPDB – KUMKM di Jakarta, Kamis, 31 Juli 2024.

Kesepakatan kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat dukungan penjaminan bagi koperasi syariah di wilayah NTB, dan pelaku UMKM. Dengan harapan, dapat meningkatkan akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah ini.

Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati menjelaskan, setelah perjalanan panjang, kerjasama dengan LPDB ini dapat diwujudkan. Sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penjaminan di sektor koperasi syariah dan UMKM.

“Dengan adanya PKS ini, kami berharap Jamkrida NTB Syariah dapat menjadi garansi bagi koperasi syariah di NTB untuk mengakses kredit (pinjaman) lunak di LPDB. Serta memberikan rasa aman bagi LPDB dan Koperasi. Hal ini sekaligus mendukung perkembangan ekosistem syariah yang semakin pesat di NTB,” ujarnya.

Lalu Taufik menambahkan, akses permodalan terkadang menjadi kendala bagi koperasi, maupun UMKM. Apalagi untuk mendapatkan pinjaman lunak. Di LPDB itu marjinnya kecil, empat persen, lebih kecil dari marjin KUR (Kredit Usaha Rakyat),” tambahnya.

“Alhamdulillah LPDB – KUMKM mempercayakan kerjasama dengan Jamkrida NTB Syariah. Ini artinya tidak saja kepada Jamkrida NTB Syariah, tetapi menjadi kabar baik baik koperasi syariah dan UMKM yang membutuhkan modal lunak. Kalau ada kurang-kurang jaminan, nanti Jamkrida NTB Syariah yang menjadi penjamin. Selanjutnya kita akan sosialisasi dan melakukan pendampingan kepada koperasi syariah dan UMKM di NTB,” demikian Lalu Taufik.

LPDB-KUMKM, yang diwakili oleh kepala Devisi Manajemen Risiko Bapak Yoneswiliam, juga menyambut baik kerjasama ini.

“Kolaborasi dengan PT Jamkrida NTB Syariah merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah. Kami percaya bahwa dengan adanya penjaminan yang memadai, koperasi syariah akan lebih mudah dalam mengakses dana dan melanjutkan usaha mereka, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi ekonomi di daerah,” ujarnya.

Dengan adanya perjanjian ini, PT Jamkrida NTB Syariah dan LPDB-KUMKM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menyediakan solusi penjaminan yang efektif dan efisien bagi koperasi syariah. Diharapkan, kerjasama ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi syariah di NTB dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).(bul)

Dua Pengusaha Muda Adu Kuat jadi Ketua HIPMI NTB

0
Ismed Maulana (kiri), Azizah Awaliah (kanan)(ekbisntb,.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dua pengusaha muda akan beradu kuat merebut kursi Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB pada Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2024 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Untuk pertama kalinya sejarah HIPMI NTB akan dilakukan pemilihan dengan lebih dari satu calon. Nama dua pengusaha muda mengerucut menjadi calon Ketua BPD HIPMI NTB. Yaitu, Azizah Awaliah Hadi, dan Ismed Fathurrahman Maulana.

Jika dilihat dari curriculum vitae masing-masing calon, Azizah Awaliah Hadi diketahui lahir di Mataram, 21 Desember 1986. Lulusan Fakultas Manajemen Bisnis, Universitas Internasional (JWC) Bina Nusantara tahun 2008.

Hingga saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT. Eternum Prima Mandiri sejak 2014. Komisaris PT. Teknologi Pariwisata Indonesia sejak 2023. Dan Founder Earth Catalyst.

Pengalaman organisasinya, Ketua Kompartemen BPD HIPMI Jakarta Raya PAW 2014-2017. Departemen Konstruksi BPP HIPMI PAW 2015-2018. Wakil Bendahara Perkumpulan Indonesia Overseas Alumni (IOA)-NGO.

Wakil Sekjen Perkumpulan Praktisi Karbon Indonesia (P2KI) 2024-2027. Ketua Kompartemen Sinergitas BUMD BPP HIPMI 2022-2025.

Sementara itu, Ismed Fathurrahman Maulana lahir di Ampenan, 15 Oktober 1990. Tengah melaksanakan study S2 Magister Ekonomi Syariah di UIN Mataram. Jabatan hingga saat ini, Direktur PT. Maulana Raya Lombok. Komisaris Utama PT. Lio Jaya Mineral.

Ketua Umum HIPMI Lombok Barat. Wakil Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB. Dewan Pembina MOI Lombok Barat. Dewan Penyantun KONI Lobar. Wakil Ketua Umum GP Ansor NTB. Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) NTB.

Azizah Awaliah Hadi mendapat nomor urut 1, mengusung visi “ Menjadikan pengusaha muda NTB naik kelas dan bertaraf internasional dalam kontribusi mewujudkan Indonesia emas 2045”.

Misinya, peningkatan kaderisasi anggota. Peningkaatan kolaborasi bisnis sesame HIPMI NTB. Mengelola dan meningkatkan kualitas organisasi yang semakin profesional. Membuka akses bisnis lintas provinsi hingga lintas negara. Berperan aktif menjadi mitra pemerintah daerah NTB untuk inklusi perdagangan dan industry kreatif.

Ismed Fathurrahman Maulana mendapat nomor urut 2. Mengusung visi “Membentuk HIPMI NTB sebagai organisasi unggulan pengusaha muda yang adaptif, berintegritas, inovatif dan berdaya saing serta berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat”.

Misinya, meningkatkan kualias SDM. Penguatan dan pengembangan jaringan dalam kolaborasi. Mendorong inovasi dan penggunaan teknologi. Pemberdayaan ekonomi lokal. Sustainibilitas dan tanggungjawab sosial. Advokasi dan kebijakan.

Panitia Pengarah (Steering Committee) Musda HIPMI, Budi Wawan di Mataram, Rabu, 31 Juli 2024 mengatakan, kedua calon Ketua BPD HIPMI NTB ini sudah memenuhi syarat sebagai calon. Keduanya juga sama – sama memiliki kapasitas baik di organisasi HIPMI, maupun dunia usaha.

“Keduanya juga mendapatkan jumlah rekom yang hampir sama dari BPC HIPMI se kabupaten/kota di NTB. Keduanya sama-sama potensial dan memiliki kapasitas yang mempuni,” katanya.

Ia mengatakan, saat tengah terus berkoordinasi dengan BPP HIPMI untuk menentukan jadwal pelaksanaan Musda. Budi Wawan juga mengatakan, meski keduanya bersaing, berkompetisi,ia meyakinkan tetap kondusif.

“Karena di HIPMI itu ada adagium yang dipegang, Bertanding untuk Bersanding. Ada juga adagium lainnya, Persaudaraan dan Persahabatan. Jadi, tidak ada yang panas-panas, endingnya akan happy – happy saja,” demikian BW, sapaan akrabnya.(bul)

Jelang MotoGP 2024, Lion Group Siapkan Rute Baru dan Tambahan Penerbangan ke Lombok

0
Pesawat lion (ekbbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang MotoGP Mandalika 2024, maskapai menyiapkan tambahan penerbangan, serta tambahan rute baru menuju Lombok.

Salah satu maskapai, Lion Group sudah menyiapkan tambahan lima penerbangan rute Lombok-Bali dan sebaliknya. Penambahan lima penerbangan rute Bali-Lombok ini menggunakan maskapai Wings Air, namun saat ini, satu penerbangan dibatalkan karena adanya load factor atau muat penumpang yang tidak memadai.

“Sekarang yang settle itu ada untuk Wings lima flight, dan itu kondisinya cancel salah satu karena dari load factor tidak memadai,” ujar Plt Area Manager Batik Air Bali dan Nusa Tenggara Barat, Ni Wayan Karyawati pada Selasa, 30 Juli 2024.

Selain lima tambahan penerbangan yang sudah ada saat ini, Wayan mengatakan jika load factor atau permintaan penumpang dari Bali menuju Lombok tinggi, maka akan ditambah lagi tambahan penerbangan.

“Tambahan rute kita belum tau, kita liat dulu marketnya. Kalau sudah penuh yang lima itu kemungkinan bisa kayak sebelumnya, bisa tiga sampai empat ke Denpasar,” lanjutnya.

Selain Bali, Lion Group berencana untuk menambah maskapai penerbangan menuju Jakarta dan Surabaya. Menurutnya, dari ketiga kawasan tersebut, banyak wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Apalagi menjelang MotoGP bulan September 2024 ini.

Ditanya kemungkinan extra flight atau tambahan penerbangan ini akan tetap dibuka setelah MotoGP, Wayan mengaku pihaknya belum tahu pasti, perlu melihat pasar dulu. Jika pengunjung atau penumpang masih tinggi, dipastikan penambahan penerbangan ini akan tetap tersedia.

“Setelah MotoGP, dari extra flight mau tetap dipertahankan. Selama load factor bagus, dari saya tidak masalah, kalau load factor enggak bagus kan saya engga berani mempertahankan,” terangnya.

Selain tambahan penerbangan, ada juga tambahan rute baru ke empat kota besar yang ada di Indonesia, yaitu Balikpapan-Lombok, Batam-Lombok, Makasar-Lombok, dan Semarang-Lombok, pun sebaliknya.

Wayan menambahkan, proses tambahan rute baru saat ini masih dalam tahap perizinan. Ketika pemerintah telah memberikan izin, dipastikan pesawat dari Lombok menuju daerah tersebut siap untuk terbang.

“Semarang, Balikpapan, rute baru kita masih proses izin. Cuma belum tau pasti kapan. Tergantung ntar yang memberi izin, karena itu kaitannya dengan pemerintahan. Izin sudah di proses, kita terbang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wayan mengatakan bahwa biasanya, setiap event MotoGP, selalu ada penambahan penerbangan. Namun untuk jumlah pasti berapa penambahan penerbangan yang dibutuhkan untuk tahun ini, belum diketahui pasti karena perhelatan motor terbesar di dunia ini sisa dua bulan lagi.

“Untuk kedepannya extra flight MotoGP kita selalu banyak tambahan flight,” tutupnya. (era)

Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp1,412 juta

0
Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu pagi, naik sebesar Rp12.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.412.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.400.000 per gram pada Selasa 30 Juli 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Rabu, yakni sebesar Rp1.264.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Rabu:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp756.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.412.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.764.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.121.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.835.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.615.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.912.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.745.000
  • Harga emas 100 gram: Rp135.412.000
  • Harga emas 250 gram: Rp338.265.000
  • Harga emas 500 gram: Rp676.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.352.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rupiah Merosot di tengah Kondisi Ekonomi AS yang Cukup Kuat

0
Ilustrasi uang(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu merosot di tengah kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cukup kuat.

Pada awal perdagangan Rabu pagi, rupiah tergelincir 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.317 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.300 per dolar AS.

“Hari ini rupiah masih tertekan, lebih karena faktor global, indeks dolar AS lagi cenderung mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi AS yang masih cukup kuat, namun negara-negara lainnya cenderung melambat, terutama Euro,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kondisi ekonomi AS yang cukup kuat ditunjukkan oleh pertumbuhan produk domestik bruto yang tumbuh 2,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2024, dan tingkat pengangguran yang relatif rendah.

Bank Sentral Euro sudah menurunkan lebih dahulu suku bunganya, dan besar ekspektasi Bank Sentral Inggris juga akan menyusul.

Sementara dari dalam negeri masih belum banyak perkembangan positif yang signifikan, yang dapat mendorong penguatan rupiah.

Rully memperkirakan hari ini rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp16.280 per dolar AS sampai dengan Rp16.305 per dolar AS. (ant)

Hidupkan Proyek Pemkab Mangkrak, Pemdes dan Warga Peresak Mulai Kembangkan River Tubing

0
Pengunjung yang menjajal River Tubing Desa Peresak Kecamatan Narmada. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Untuk berupaya menghidupkan proyek penataan kawasan Taman Narmada milik Pemkab Lombok Barat (Lobar) di Kebon Datu Dusun Peresak Utara Desa Peresak yang mangkrak bertahun-tahun, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Peresak bersama warga mencoba mulai menata wisata pendukung di sekitar lokasi.

Dengan memanfaatkan sungai yang ada untuk River Tubing dan berencana membuka Camping Ground serta kolam di areal sekitar kawasan Kebun Datu tersebut. Ditemui di lokasi, seorang penunggu di Kebon Datu Haerun Nasirin mengatakan proyek itu dibangun sejak 2022 lalu oleh Dinas Pariwisata. Namun bangunan itu tidak maksimal dimanfaatkan.

“Saya sebagai penunggu berharap agar bangunan ini diperhatikan (dimanfaatkan), supaya adik-adik para remaja kita di sini bisa mengembangkan untuk memajukan ekonomi warga kami di sini,” kata dia, Selasa 30 Juli 2024.

Ia mengaku baru empat bulan menjadi penunggu. Semenjak warga membuka wahana River Tubing di sungai setempat, ada saja satu atau dua pengunjung yang datang. Meski tidak langsung ke lokasi bangunan tersebut. Menurutnya ke depan, sangat perlu disiapkan wahana di lokasi tersebut untuk menambah daya tarik pengunjung datang, sehingga kalau lokasi itu hidup dan damai maka diharapkan bisa menyerap tenaga kerja.

Senada dengan itu, warga lain Sahrul Hadi mengatakan ia dan warga yang kebanyakan para remaja sudah dua minggu lalu mulai menata dan membersihkan kawasan sepanjang sungai tersebut. Pihaknya berencana membuka kolam dan perkemahan atau camping ground yang diharapkan bisa dibantu oleh Pemdes melalui DD. Karena kebanyakan warga ingin camping ground di pinggir sungai agar menarik. “Tinggal kami tata,”ujarnya.

Sejauh ini yang sudah mulai dibuka wahana River Tubing dengan rute sepanjang 1,5 kilometer. Mulai titik start dari sungai di sekitar Patung Sapi, Tanak Tepong kemudian finish di sungai persis di bawah lokasi Kebon Datu dan juga bisa di Batu Kuta. “Alhamdulillah ada pengunjungnya, pada hari Sabtu Minggu. Bahkan ada bule ada sudah main ke sini, dan dari Jawa,” ujarnya.

Ia menyebut pengunjung dari luar  sebanyak 9 orang. Tarif yang ditarik pun murah Rp50 ribu ditambah makan menjadi Rp100 ribu.

Menurutnya jalur River Tubing ini pun sudah dibersihkan, kemudian dilengkapi pelampung, jaket dan helm. “Kami dibantu desa,”ujarnya.

Diakui kendala yang dihadapi adalah sampah yang dibuang ke sungai. Pihaknya pun rutin turun membersihkan sampah sungai tersebut. Selain itu kendalanya peralatan belum memadai, sehingga nantinya diharapkan bisa dilengkapi dari anggaran DD. Pihaknya pun awalnya akan swadaya mengembangkan kawasan ini, namun untuk penanggung jawab ketika ada hal-hal tak dinginkan terjadi.

Sementara itu, Kepala Dusun Peresak Utara Suseno Hardiantoro sangat bersyukur atas inisiatif warganya mengembangkan sungai.

Selain itu nantinya desa melalui BUMDES akan mengelola kawasan itu dengan membangun sejumlah wahana. Seperti River Tubing, mancing, kolam dan camping ground. Ini kata dia untuk meningkatkan minat pengunjung ke lokasi. Seperti River Tubing kalau ramai maka bisa hidup kawasan ini. (her)

Budidaya Lobster, DKP Lotim Pastikan Ketapang Raya Tak Jadi Penonton

0
Lobster yang diperoleh dari perairan Ketapang Raya. Pemerintah bertekad menjadikan perairan ini sebagai lokasi pengembangan Kampung Lobster di Lotim. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Kawasan budidaya lobster di Teluk Jukung mulai tahun 2023 lalu sudah diperluas. Kini tidak saja di wilayah perairan Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Keruak. Dipastikan ke depan, pembudidaya di Ketapang Raya ini tak lagi jadi penonton.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, Muhammad Zainuddin. Menjawab Suara NTB via ponselnya, Selasa (30/7), Zainuddin menelaskan Pemerintah Kabupaten Lotim telah mengusulkan lama Ketapang Raya ini masuk zona budidaya dan menjadi bagian pengembangan Kampung Lobster.

 Usulan dari  Pemkab Lotim ini sudah diakomodir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. “Perluasannya itu tidak saja perairan Ketapang Raya, tapi juga sampai ke Pantai Pink, Gili Sunut dan lainnya,” imbuhnya.

Perluasan kawasan budidaya lobster ini tertuang dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K). RZWP-3-K ini merupakan salah satu instrumen dalam pengendalian pemanfaatan ruang laut yang berada dalam wewenang pemerintah provinsi. RZWP-3-K sendiri sebagai arahan pembangunan yang dilegalkan ke dalam Peraturan Daerah.

Mengenai bantuan pengembangan kampung lobster di Telong Elong Desa Jerowaru Kabupaten Lotim ini terakhir diberikan pemerintah tahun 2022 lalu. Pembudidaya yang diberikan adalah mereka yang berada pada zona yang telah ditetapkan tersebut. “Kalau kita berikan di luar zona, kita bisa disalahkan tapi ke depan ini sudah diperluas, sehingga Ketapang Raya juga bisa masuk,” paparnya lagi.

Diakui Kadis Kelautan dan Perikanan Lotim ini, Ketapang Raya sudah sejak lama ada yang melakukan budidaya, seperti dilakukan Kepala Desa Ketapang Raya, Sayid Zulkifli yang sebelumya menyampaikan protes karena wilayahnya tidak pernah dapat bantuan pemerintah dalam mengembangkan budidaya lobster. Ketapang Raya terkesan hanya sebagai penonton aktivitas budidaya lobster di kampung lobster.

Desa Ketapang Raya menurut Zulkifli merupakan kawasan yang satu perairan. Sama sama berada di kawasan Teluk Jukung sebagai lokasi sentra budidaya lobster. Kawasan perairan di desa yang berbatasan langsung dengan Dusun Telong Elong ini juga sudah lama menjadi lokasi budidaya. Kades Zulkifli sendiri sejak tahun 2010 lalu melakukan budidaya. “Saya sudah lama melakukan budidaya, mana lobter jantan dan betina saya bisa tahu dengan cukup melihatnya dari jarak jauh. Bahkan saya tahu lobster yang kentut,” ujarnya. (rus) 

Mentan Dukung Pengembangan Pompanisasi Tenaga Surya untuk Pertanian

0
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku siap mendukung pengembangan pompanisasi dengan menggunakan tenaga surya, guna menciptakan efisiensi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dalam menuju swasembada pangan.

Amran menyampaikan hal itu, menanggapi adanya laporan dari salah satu penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang menyampaikan kepada Mentan bahwa di daerah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ada yang mengembangkan pompa air pertanian dengan tenaga surya.

“(Kami akan) panggil itu anak, kalau saya ada waktu ketemu. Kalau tidak, (maka) ketemu Pak Dirjen (Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian/Dirjen PSP Kementerian Pertanian Ali Jamil),” kata Amran dalam keterangan Jakarta, Selasa.

Amran mengaku bahwa Kementerian Pertanian siap mendukung pengembangan pompanisasi dengan tenaga surya sehingga bukan hanya digunakan di daerah Purbalingga, tetapi bisa untuk daerahnya lainnya di Indonesia.

Bahkan Mentan menginstruksikan agar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) untuk melakukan refocusing anggaran.

“Kita (akan) anggarkan biar sampai 10 (unit), kita uji coba sampai 10 (unit). Kan sudah jadi ini (di Purbalingga), tinggal cek di sana (Purbalingga),” ucap Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Ali Jamil mengaku bahwa masih ada kemungkinan untuk dilakukan refocusing anggaran.

“Kami lihat nanti, kemungkinan ada peluang (untuk refocusing anggaran), nanti kami lihat,” ucap Ali.

Sebelumnya, seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) Purbalingga Nanik Istiqomah meminta dukungan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk pengembangan pompanisasi dengan menggunakan tenaga surya.

Nanik melaporkan kepada Mentan bahwa ada putra daerah di Purbalingga yang mengembangkan pompanisasi dengan tenaga surya, sebagai solusi dari adanya permasalahan yang dihadapi petani di daerah tersebut soal mahalnya harga BBM saat menggunakan pompanisasi.

“Jadi, beberapa permasalahan di lahan pertanian untuk terkait pompanisasi adalah BBM, jadi petani beberapa sebagian itu ada yang agak keberatan karena biaya bisa Rp500.000 dalam satu bulan,” ucap Nanik.

Akibatnya dengan biaya tersebut, petani harus mengeluarkan anggaran untuk biaya BBM pompanisasi hingga sekitar Rp43 juta dalam mengolah sawah di lahan seluas 120 hektare.

“Saat ini kami dari Pemerintahan Kabupaten Purbalingga, Bupati kami sangat mendukung untuk terkait dengan pompanisasi tenaga Surya. Kami butuh dukungan (dari Kementerian Pertanian) untuk pengembangan pompa tenaga surya,” ucap Nanik.

Sementara dari sisi pompa air, Nanik mengaku daerah Purbalingga sudah memiliki banyak alat tersebut, hanya saja petani di daerah tempat ia mengabdikan diri membutuhkan pompa air tenaga surya.

Nanik juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dana hibah bupati setempat, saat ini mengembangkan pompa air tenaga surya untuk mendorong produktivitas pertanian di daerah itu dengan menggunakan pompa ukuran saluran 3 inci.

“Saat ini untuk pengembangan tenaga surya dari anak daerah itu (biayanya) sekitar hanya Rp30 juta sampai Rp40 juta saja, dengan enam panel surya,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap Kementan dapat mendukung pengembangan pompanisasi tenaga surya di Purbalingga sehingga ke depannya bisa menggunakan pompa ukuran sampai 6 inci.

“Kalau menggunakan pompa 6 inci, bisa mengalirkan air untuk 10 hektare dalam satu hari, tanpa biaya, nol rupiah,” kata Nanik.(ant)

Menteri Erick Siap Pertemukan CEO TikTok dan YouTube dengan Presiden

0
Erick Thohir (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya siap untuk mempertemukan CEO TikTok Shou Zi Chew dan CEO YouTube Neal Mohan dengan Presiden RI untuk mendiskusikan potensi investasi di bidang ekonomi digital.

“Mereka janji mau ke Indonesia, tapi saya belum dapat black and white-nya (surat resmi) kalau mereka mau datang. Saya tunggu aja. Saya bilang, kalau memang nanti mereka ke Indonesia, saya siap mempertemukan mereka dengan Presiden Jokowi ataupun Prabowo (jika sudah menjabat presiden) ke depan,” kata Erick saat dijumpai di Gedung Nawasena Mandiri Corporate University di Jakarta, Selasa malam.

Erick mendorong diskusi yang sehat bersama TikTok dan YouTube tentang potensi investasi. Dia juga mendorong diskusi mengenai upaya menjaga kultur Indonesia seiring dengan masifnya penggunaan platform media sosial itu di kalangan generasi muda.

“Kultur-kultur yang sudah baik, kultur-kultur Asia, ini juga menjadi bagian supaya mereka (TikTok dan YouTube) jaga. Dan siapa tahu, banyak juga konten-konten yang mendidik yang bisa juga di-sharing ke bangsa lain,” kata dia.

Sebelumnya pada Jumat 26 Juli 2027, Erick mengunggah foto bersama CEO TikTok Shou Zi Chew dan CEO YouTube Neal Mohan di akun Instagram-nya. Pertemuan tersebut berlangsung ketika makan malam di Museum Louvre, Prancis.

Dalam keterangan yang dia tulis, Erick menyebut bahwa dirinya membahas potensi digital ekonomi Indonesia yang akan mencapai Rp4.500 triliun bersama kedua CEO itu.

Mohan dan Chew, tulis Erick, mempercayai potensi ekonomi digital Indonesia dan menyatakan siap untuk mendukung pengembangannya.

Saat dikonfirmasi, Erick menjelaskan bahwa pertemuan itu berlangsung selama acara International Olympic Committee (IOC) di Prancis di mana dirinya diundang sebagai anggota IOC. Saat itu, Erick mendapat kesempatan untuk duduk di dekat Mohan dan Chew.

“Lucu saja ketika ada dua perusahaan besar bersaing duduk di satu meja. Dan di situ kesempatan saya pitching. Pitching dalam arti bahwa ekonomi digital di Indonesia itu potensinya luar biasa, akan mencapai Rp4.500 triliun,” jelas dia.

Erick mengatakan, pihaknya berharap TikTok dan YouTube dapat berinvestasi di Indonesia. Potensi ekonomi digital di Indonesia, kata dia, harus dimaksimalkan secara bersama-sama dan jangan sampai Indonesia hanya dijadikan market saja mengingat negara ini memiliki potensi ekonomi besar di Asia Tenggara.

“Kalau saya, maunya mereka investasi lagi karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu tidak lain salah satunya dari investasi. Dan itu sebagai alat pembukaan lapangan pekerjaan yang bisa lebih dimaksimalkan,” kata Erick. (ant)

RTH Pasar Renteng Dijadikan Lokasi Wisata Kuliner dan Hiburan

0
Bupati lombok tengah, H. Lalu Pathul Bahri (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, memaksimalkan pemanfaatan dan pengelolaan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) Pasar Renteng, Kecamatan Praya untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

“RTH Pasar Renteng dijadikan lokasi wisata kuliner dan wisata hiburan bagi masyarakat,” kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat meresmikan pengelolaan RTH tersebut di Lombok Tengah, Senin.

Pengelolaan RTH Pasar Renteng itu diserahkan kepada pemerintah kelurahan bersama karang taruna, agar bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga diharapkan fasilitas pendukung harus dilengkapi baik dari segi penerangan lampu, air dan fasilitas lainnya.

“Penataan ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendukung produk para UMKM,” katanya.

Bupati berharap kepada masyarakat setempat untuk tetap memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung, sehingga pasar kuliner di RTH ini bisa berjalan dan berkembang sesuai dengan harapan.

“Potensi yang ada ini harus dikelola dengan baik, setelah berjalan baru dikembangkan,” katanya.

Selain memaksimalkan pemanfaatan RTH Pasar Renteng, pemerintah daerah juga sedang melakukan penataan alun-alun Tastura, sehingga bisa meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat.

“Semakin banyak pengunjung yang datang, para UMKM akan tetap tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu Lurah Renteng, Kecamatan Praya Jumanem mengatakan pemanfaatan RTH menjadi pasar kuliner dan hiburan ini dilaksanakan atas usulan dari masyarakat, agar diberikan pengelolaannya.

“Ini untuk merespons aspirasi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Lombok Tengah,” katanya.

Oleh karena itu, beberapa fasilitas pendukung yang belum ada di RTH ini agar pemerintah daerah memberikan dukungan untuk pemasangan lampu penerangan dan fasilitas lainnya. “Semoga ini bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. (ant)