Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 620

Kemenperin Akselerasi Pemenuhan Sertifikasi Halal bagi Industri Kecil

0
Eko Cahyanto (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan upaya untuk memenuhi target sertifikasi halal bagi industri kecil di Tanah Air, mengingat potensi pengembangan dari industri tersebut cukup besar.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko Cahyanto di Jakarta, Senin mengatakan akselerasi tersebut dilakukan melalui pemberian fasilitas sertifikasi gratis, integrasi pendaftaran melalui Sistem Infomasi Industri Nasional (SIInas), serta memperkuat kelembagaan sertifikasi halal melalui pembentukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

“Hingga saat ini, sudah ada 18 LPH yang sudah terakreditasi di lingkungan Kementerian Perindustrian yang tersebar di seluruh Indonesia. Kedepannya kami berharap dapat menambah jumlah LPH yang dapat melayani masyarakat industri lebih luas lagi,” katanya.

Dirinya menjelaskan, hingga tahun 2023, telah melaksanakan fasilitasi sertifikasi kompetensi untuk 92 orang auditor halal dan peningkatan kompetensi untuk 3.011 orang penyelia halal. Selain itu, Kemenperin turut memberikan bantuan sertifikasi kepada 3.095 industri kecil, serta menargetkan pada tahun ini, proses sertifikasi halal gratis mencapai 4.000 wirausaha.

Lebih lanjut, program kebijakan Kementerian Perindustrian dalam pemberdayaan industri halal dilakukan melalui penyusunan kebijakan, penguatan infrastruktur industri halal, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta pemberian insentif fiskal dan non-fiskal industri halal.

Selanjutnya, kerja sama internasional dalam rangka akses bahan baku halal, perluasan akses pasar, literasi, edukasi, kampanye, sosialisasi, serta promosi peningkatan pemasyarakatan industri halal melalui penghargaan dan fasilitas pameran baik tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, dirinya mengatakan ada tiga sektor yang menjadi penopang pemajuan industri halal di Tanah Air, yakni sektor farmasi dan kosmetik halal, sektor makanan halal, dan sektor fesyen.

“Sektor industri farmasi dan kosmetik halal, Indonesia naik tiga peringkat menjadi peringkat kelima, sektor industri makanan halal, Indonesia menempati peringkat kedua, dan sektor modest fashion, Indonesia menempati peringkat ketiga,” katanya. (ant)

Merawat Wastra Tenun NTB dari Gempuran Zaman

0
Seorang telan memperagakan cara menenun kain. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Nita Setiawati mendongak saat seorang pengunjung bertanya tentang wastra tenun bermotif bengkuang yang sedang ia buat menggunakan gedogan tradisional.

Tepat di belakang punggungnya berjajar enam lembar kain tenun beragam warna yang menggantung pada hanger kayu dan sesekali berayun mengikuti arahan kibasan angin.

“Tenun Bima masih menggunakan cara gedogan seperti ini, sedangkan tenun lain sudah pakai mesin,” kata perempuan berusia 32 tahun itu.

Bagi penduduk Bima, menenun adalah keterampilan yang wajib dimiliki tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki. Nita telah menenun sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar hingga usianya kini menginjak kepala tiga dan dikaruniai dua anak.

Ia menunjukkan ketrampilannya menenun secara langsung dalam gelaran Karya Kreatif NTB yang disandingkan dengan Lombok Sumbawa Tenun Festival di Epicentrum Lombok Mall, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pagelaran itu diinisiasi jajaran Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada 24 sampai 25 Agustus 2024. Kegiatan ini menjadi perayaan yang memperkuat eksistensi tenun dan perajin di tengah gempuran produk mode cepat atau fast fashion yang diproduksi secara massal dengan biaya rendah.

Aktivitas menenun menggunakan gedogan tradisional adalah upaya merawat tradisi. Suara hentakan belida kayu bak irama alat musik mengalun ke berbagai penjuru memadatkan sulaman benang.

Gerakan tangan yang piawai menggunakan suri menjadi penanda ketekunan yang ditempa oleh waktu dan kesabaran.

Bagi masyarakat Bima yang mendiami wilayah timur Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, aktivitas menenun bukan sekadar untuk memenuhi perlengkapan sandang melainkan juga terselip tiga kekuatan utama jiwa manusia berupa cipta, rasa, dan karsa.

Setiap lembar kain tenun menampilkan cerminan jiwa perajin dan kondisi lingkungan. Itulah mengapa motif tenun cenderung lebih banyak menggambarkan tentang bunga, tumbuhan-tumbuhan, dan rumah adat.

Sebuah jurnal tentang perkembangan motif kain tenun Bima dari Jurusan Teknologi Industri Universitas Pendidikan Ganesha mengungkapkan kain tenun yang dibuat oleh para perajin tidak hanya untuk tujuan fungsional maupun aspek adat saja, namun kain tenun juga dibuat berdasarkan aspek sosial, estetika, maupun ekonomi.

Nita yang telah menenun selama dua dekade bercerita bahwa proses pengerjaan selembar kain tenun Bima berukuran lebar 60 sentimeter dan panjang 4 meter membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari.

Harga jual selembar kain tenun dibanderol Rp800 ribu. Bila motif cenderung rumit dan memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, maka harga selembar kain tenun tersebut bisa menembus angka jutaan rupiah.

Kain tenun adalah perwujudan karya seni berbalut unsur budaya yang mengakar kuat. Setiap lembaran kain tenun menceritakan beragam kisah peradaban dan penghidupan.

Dari kapas hingga kain

Menurut Statistik Perkebunan Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian, dari tahun 2018 sampai 2020, data perkebunan dan produksi kapas di Nusa Tenggara Barat mengalami fluktuasi.

Pada tahun 2018, luas tanam perkebunan kapas di Nusa Tenggara Barat tercatat mencapai 945 hektare dengan luas panen 258 hektare yang hanya mampu menghasilkan kapas sebanyak 46 ton.

Setahun kemudian luas tanaman kapas menyusut drastis menjadi 200 hektare dengan luas panen sebanyak 395 hektare. Jumlah produksi kapas saat itu tercatat sebanyak 70 ton.

Pada tahun 2020, angka produksi kapas di Nusa Tenggara Barat turun menjadi 68 ton dari luas areal tanam dan areal panen sebanyak 150 hektare.

Penyempitan lahan pertanian akibat ekspansi pembangunan pemukiman dan berbagai sarana publik maupun perkantoran, serta kalah pamor dengan tanaman pangan membuat budidaya kapas terlihat kurang menjanjikan di mata para petani.

Kapas adalah komponen penting dalam industrialisasi tenun. Pada tahun 2019, kapas-kapas yang diproduksi dari tanah Nusa Tenggara Barat terutama Lombok dijual ke Bali dengan harga murah.

Di Bali, kapas itu dibentuk menjadi benang lalu dibeli dengan harga mahal oleh para perajin tenun di Lombok dan Sumbawa.

Keberadaan rumah kedaulatan sandang di Desa Giri Tembesi yang dikenal sebagai kampung kapas di Kabupaten Lombok Barat berupaya menciptakan kemajuan perkebunan kapas menjadi skala industri bagi Nusa Tenggara Barat.

Kini mulai dari kapas, lalu dipintal menjadi benang, dan dibentuk menjadi tenun sudah bisa di lakukan secara mandiri oleh penduduk lokal setempat.

Bahan baku yang diambil langsung dari petani tentu lebih murah dari segi harga dan lebih rendah jejak karbon ketimbang memakai bahan baku yang didatangkan dari luar daerah, apalagi luar negeri.

Bila industrialisasi tenun terus digaungkan dan diperbesar, namun tidak diimbangi dengan perbaikan sektor hulu—kapas dan benang—berpotensi mengancam misi yang dijalankan akibat produksi bahan baku tidak mencukupi permintaan industri sehingga bahan baku impor perlu didatangkan dari luar.

Langkah kongkret yang kini harus dilakukan adalah memperluas areal tanam dan meningkatkan angka produksi kapas untuk mendukung industrialisasi tenun yang kini sedang berkembang di Nusa Tenggara Barat.

Optimalisasi produk turunan

Ekonom Universitas Mataram Muhammad Firmansyah mengatakan tenun adalah kerajinan turun-temurun warisan para leluhur dan kini publik menganggap tenun sebagai peluang bisnis karena keunikan produk tersebut.

Dari segi keunggulan komparatif, tenun sudah punya keunggulan karena sifatnya yang khusus. Namun, keunggulan kompetitif belum dimiliki oleh tenun lantaran harga yang terbilang mahal.

Agar tenun menjadi produk yang kompetitif, maka biaya produksi berupa tenaga kerja, waktu pengerjaan, dan harga bahan baku harus bisa ditekan seminimal mungkin.

Konten lokal tenun hanya ada pada proses pembuatan, sedangkan bahan baku berupa benang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri seperti China dan India. Fakta itulah yang menyebabkan harga kain tenun per lembar tidak ada yang murah dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan kelas menengah ke atas.

Dalam pohon bisnis, pembagian segmentasi pasar sangat penting agar produk wastra bisa menjangkau semua lapisan konsumen.

Bahkan sebuah merek fesyen terkenal yang menjual jas jutaan rupiah juga memproduksi sapu tangan yang hanya dijual puluhan ribu rupiah. Industri tenun harus belajar bagaimana menciptakan pasar yang luas dengan harga terjangkau oleh semua kalangan.

Keistimewaan nilai budaya yang dimiliki kain tenun tentu tidak cukup sebagai modal untuk bertahan di tengah persaingan industri fesyen yang bervariasi dan dinamis.

Melalui ruang-ruang kreatif para desainer, kain tenun perlahan mulai merambat masuk ke berbagai produk turunan seperti baju, celana, tas, maupun barang suvenir.

Olah bentuk tenun tidak lagi hanya sebatas lembaran kain atau sarung. Tenun bertransformasi ke mode yang lebih sederhana.

Slogan Bangga Buatan Indonesia turut memperkuat aksen para desainer dan penenun dalam menciptakan berbagai mode kreatif yang sarat nilai budaya, namun juga kompetitif dari segi harga.

Kain tenun harus dapat mengambil peluang dalam industri fesyen global. Tren berbusana yang memanfaatkan tenun menjadi magnet tersendiri bagi generasi tua maupun generasi muda.

Selembar kain tenun utuh yang semula dijual jutaan rupiah dan hanya mampu dibeli kalangan tertentu harus bisa juga dinikmati kalangan bawah melalui produk-produk turun yang beragam. Pasar tenun harus diperluas menjadi lebih inklusif seiring dengan perkembangan masif industri mode saat ini. (ant)

Bea Cukai Bakal Periksa Status Penerbangan Erina-Kaesang

0
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono (ekbisntb.com/jawapos)

Jakarta (ekbisntb.com) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan bakal memeriksa status penerbangan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep dan istrinya Erina Gudono yang diduga tidak mengikuti prosedur pemeriksaan bea cukai.

“Terkait status penerbangan di video tersebut masih kami cek,” kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heriyanto saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan Kaesang dan Erina turun dari sebuah jet pribadi. Keduanya membawa sejumlah tas belanja yang seluruhnya langsung dibawa masuk ke mobil.

Video itu diunggah oleh akun X @aqfiazfan pada Minggu 26 Agustus 2024. Merespons video itu, netizen mencurigai Kaesang dan Erina tidak mengikuti prosedur pemeriksaan bea cukai yang seharusnya dilalui warga negara ketika membawa barang dari luar negeri.

Menurut Nirwala, pemeriksaan bea cukai dilakukan untuk penerbangan internasional. Sementara penerbangan domestik tidak perlu melalui pemeriksaan kepabeanan.

“Jika penerbangan tersebut (Erina-Kaesang) adalah penerbangan domestik, maka tidak perlu melalui Bea Cukai. Sementara jika penerbangan tersebut penerbangan internasional, maka akan melalui prosedur-prosedur international airport clearance, termasuk imigrasi dan kepabeanan,” jelas dia.

Erina dan Kaesang mendapat banyak sorotan di media sosial belakangan ini, salah satunya mengenai dugaan keduanya menggunakan jet pribadi ketika melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Isu ini kemudian dilanjuti oleh akun X @aqfiazfan dengan mengunggah video lama Kaesang dan istri yang baru turun dari jet pribadi jenis Gulfstream G650ER dengan nomor N588SE.

Dalam cuitannya, pemilik akun menjelaskan video itu diambil di Surakarta, Jawa Tengah, pada 17 September 2023. Sehari sebelumnya, pesawat melintas dari Amerika Serikat menuju Surakarta dengan sempat singgah di Halim, Jakarta. (ant)

Pemprov Targetkan DBH PT. AMNT Tahun 2023 Ditransfer Akhir September 2024

0
Aktifitas tambang PT. AMMAN Mineral (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Asisten III Setda Provinsi NTB, H. Wirawan Ahmad berharap Dana Bagi Hasil (DBH) pengelola tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tahun 2023 bisa ditransfer sebelum triwulan III tahun 2024 berakhir atau di awal triwulan IV 2024.

“Kita harap sebelum triwulan tiga atau awal triwulan empat tahun ini, akhir September atau awal Oktober sudah bagi hasil (bayar),” ujarnya.

Di tahun 2024 ini, Pemprov NTB targetkan transfer DBH dari PT Amman untuk dua tahun anggaran, yaitu tahun 2022 dan tahun 2023, yang mana untuk DBH 2022 sudah ditransfer pada bulan Mei 2024 . Dan untuk tahun 2023 ditargetkan pada akhir September tahun 2024 ini.

Harapan Pemprov NTB, PT Amman dapat melakukan transfer sesuai dengan waktu yang ditargetkan oleh Pemprov, sehingga dana tersebut telah ditargetkan dalam APBD 2024 yang akan digunakan untuk belanja daerah.

“Memang ditargetkan dua tahun anggaran untuk tahun 2022 dan tahun 2023. Kita betul-betul menunggu pembayaran itu, karena sudah ditargetkan dalam APBD 2024 yang akan kita gunakan untuk membayar semua belanja-belanja,”tambahnya.

Besaran nilai yang akan didapatkan oleh Pemprov NTB dari DBH PT Amman tahun 2023 menurun jika dibandingkan dengan DBH tahun 2022. Dimana tahun 2024 ini, target Pemprov NTB senilai Rp118 miliar.

“Estimisasi kita di angka 118M, tergantung kurs besok untuk besarannya,” sambungnya.

Untuk kabupaten/kota, Wirawan tidak menjelaskan secara rinci, yang jelas sudah ada persenan untuk provinsi, 9 kabupaten/kota, dan kabupaten lokasi pertambangan yang mana berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Pasal 129 ayat 1 menyebutkan Pemegang IUPK, Pemprov NTB mendapat DBH sebesar 1,5%. Selanjutnya, Pemkab Sumbawa Barat sebagai wilayah penghasil mendapat bagian sebesar 2,5% dan pemkab/pemkot lainnya di NTB menerima bagian sebesar 2%.

Untuk menentukan langkah pasti terkait jumlah pendapatan serta skema penagihan kepada PT Amman, Pemprov NTB bersama dengan 10 Kabupaten/Kota serta perwakilan PT Amman akan melaksanakan rapat rekonsiliasi di awal September mendatang.

“Menurut rencana kerja yang kita susun. Kita rencana sudah mulai rekonsiliasi di awal september, dan akan dihadiri oleh kabupaten/kota dan perwakilan PT AMNT, terkait dengan besarnya yang akan kita dapatkan baik provinsi mapun kab/kota. Estimasi kita di angka Rp118 miliar, jelasnya.

Setelah rapat rekonsiliasi, akan dilakukan penagihan secara kolektif oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, yang mana penagihan ini akan dikoordinir okeh Pemprov NTB. (era)

Temu Responden, BI NTB Berkomitmen Memberikan Informasi dan Data Terpercaya pada Sektor Keuangan

0
Kepala Kantor Pewakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap, dan para Deputy menyerahkan hadiah kepada responden dan mitra(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam menjalankan peran utama Bank Indonesia sebagai strategic advisor Pemerintah daerah dan menghasilkan asesmen serta kebijakan yang kredibel, Bank Indonesia membutuhkan berbagai data juga informasi yang akurat dan terpercaya.

Salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk memperoleh data dan informasi dimaksud dengan melakukan survei, sebagaimana tercantum pada bagian kelima pasal 14 ayat 1 dan pasal 8 Undang-Undang No. 4 tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Oleh karena itu, Bank Indonesia ingin memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik kepada responden survei Bank Indonesia atas dukungannya dalam pemenuhan data dan informasi yang dibutuhkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.

Sebagai bentuk apresiasi tersebut, Bank Indonesia menyelenggarakan agenda Jalan Sehat Temu Responden 2024 yang dirangkaikan dengan food tenant, Minggu, 25 Desember 2024, bersamaan dengan puncak kegiatan Karya Kreatif NTB x Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) 2024, bekerjasama dengan Pemprov NTB, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB dan kabupaten/kota di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM di Provinsi NTB, termasuk pengembangan ekonomi syariah khususnya dalam konteks UMKM halal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap mengatakan, ditengah ketidakpastian global yang belum mereda, ekonomi NTB pada triwulan II 2024 mampu tumbuh 11,06%, meningkat cukup signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya ditopang akselerasi kinerja ekspor dan konsumsi RT yang tetap tumbuh baik.

Sejalan dengan itu, tekanan inflasi tahunan NTB hingga Juli 2024 juga tercatat cukup terkendali sebesar 1,91% dan berada dalam rentang sasaran 2,5±1%. Perkembangan positif ekonomi NTB ini tentunya tidak terlepas dari berbagai sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah, serta seluruh stakeholder terkait dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bul)

KK-NTB x LSTF 2024 Sukses : Ajang Melestarikan Seni Budaya, Mendorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Barat

0
Kegiatan Karya Kreatif NTB x Lombok Sumbawa Tenun Festival(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan Karya Kreatif NTB x Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) 2024, bekerjasama dengan Pemprov NTB, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB dan kabupaten/kota.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Pekan QRIS Nasional Wilayah NTB di Taman Budaya, Artweek dan Festival Kopi dari tanggal 18 sampai 23 Agustus 2024. Puncak kegiatannya tanggal 24 dan 25 Agustus 2024 di Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Sejumlah kegiatan diadakan Fashion Show dari Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTB, Dekranasda Award, berbagai Bazaar seperti : Bazaar Kriya, Bazaar Fashion Wastra, dan Kriya, Jalan Sehat, dan Lombok Food Market. Tidak hanya bazaar, ada juga Panggung Edukasi, Talkshow dan Bincang UMKM, Aneka Perlombaan, dan Komunitas Seni. Kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan dari Band Pop-Rock Indonesia, RAN. KK-NTB x LSTF 2024 sekaligus untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 79 tahun 2024 ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap menyampaikan, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB ingin menyediakan wadah khsusus guna mempromosikan kekayaan khazanah tenun serta ragam produk ekonomi kreatif lainnya melalui penyelenggaraan KK-NTB x LSTF Tahun 2024.

Karya Kreatif NTB ini terinspirasi dari Karya Kreatif Indonesia yang memberikan kesempatan bagi UMKM khususnya di bidang wastra dan kriya serta pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk naik level, baik dari sisi akses pasar maupun akses pembiayaan.

Bank Indonesia telah menetapkan pengembangan UMKM sebagai sasaran untuk mendukung kebijakan utama Bank Indonesia dalam mencapai kestabilan nilai rupiah. Bank Indonesia sepenuhnya menyadari bahwa Provinsi NTB memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kreatif, khususnya sektor fesyen.

“Melalui kegiatan ini, kami juga mengajak Bapak/Ibu semua agar dapat terus mendukung UMKM dengan Bela dan Beli Produk Lokal,” ujar Berry.

Pada gelaran opening ceremony KK-NTB x LSTF 2024 ini, turut hadir Bupati KLU, Bupati KSB, Pj Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati Dompu, Perwakilan Walikota Mataram, Perwakilan Kapolres Kota Mataram, Pj Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Lombok Tengah, Ketua Dekranasda Dompu, KPwBI Bali dan KPwBI NTT.

Lebih lanjut, pelaksanaan pagelaran ini merupakan framework pengembangan UMKM Bank Indonesia yang didasari pada tiga pilar, yaitu Korporatisasi, Kapasitas, dan Pemasaran serta Pembiayaan. Dimana sasaran pengembangan UMKM Bank Indonesia melibatkan Kelompok Subsisten, UMKM/Klaster, dan Pondok Pesantren.

Lebih lanjut Berry menyampaikan, UMKM adalah jantung perekonomian yang menyumbang sebagian besar lapangan kerja di Indonesia, menjadi motor penggerak bagi ekonomi daerah dan penyangga ketahanan ekonomi nasional.

Namun dari fenomena beberapa tahun terakhir ini, tantangan bagi UMKM dan produk dalam negeri semakin berat masuknya produk impor dari berbagai platform online menjadikan persaingan di pasar UMKM termasuk tekstil yang semakin ketat.

Oleh sebab itu, komitmen bersama untuk melakukan afirmasi keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus dilakukan, dan pelaksanaan KK-NTB x LSTF ini merupakan momentum untuk memperkuat afirmasi tersebut. Namun mengubah mindset masyarakat untuk bisa cinta dan bangga akan produk Indonesia saja tidak cukup, diperlukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Dari sisi pengambil kebijakan, berbagai langkah seperti kewajiban lembaga pemerintah daerah NTB untuk menggunakan produk lokal termasuk UMKM adalah hal yang konkret. Dari sisi UMKM-nya sendiri berbagai langkah juga harus dilakukan untuk menjaga daya saing.

Adapun beberapa lesson learned dari pelaksanaan KK-NTB x LSTF, yaitu :
1) Kolaborasi : 3K (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) khususnya keberlanjutan melalui ekosistem UMKM
2) Inovasi : melihat trend pasar terkini dan selera konsumen
3) Narasi : sebagai uniqness, home decor kita diminati eropa, amerika jepang dan korea
4) Digitalisasi : akses pasar tanpa batas, 90% jumlah merchant QRIS (32 juta) adalah UMKM
5) Keuangan Inklusi : mengimplementasikan pencatatan keuangan untuk menciptakan akses pembiayaan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya menambahkan, capaian hasil penjualan mulai dari Pekan QRIS Nasional tanggal 18 Agustus 2024 sampai dengan Closing Ceremony KK-NTB x LSTF 2024 tanggal 25 Agustus 2024, tercatat lebih dari Rp280 juta.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dan menjaga semangat serta memupuk kecintaan terhadap produk dan wisata lokal yang telah dibangun untuk menciptakan ekonomi nasional yang tangguh. Alhamdulillah kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tinggi atas lancarnya pelaksanaan kegiatan KK-NTB x LSTF 2024. Seluruh rangkaian acara yang sudah terlaksana merupakan wujud komitmen Bank Indonesia untuk memperkuat ekonomi dan investasi di daerah melalui kegiatan showcasing produk UMKM wastra, kriya dan produk oleh-oleh khas NTB,” ujar Winda.

Pada penutupan KK-NTB x LSTF 2024 ini, turut hadir Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi (Wakil Ketua Dekranasda NTB) Hj. Nuryanti, SE, ME. (Pj. Ketua Harian Dekranasda NTB), Kepala Kanwil Dirjen Pajak NTB, Unsur Forkopimda Provinsi NTB, Pimpinan Perguruan Tinggi, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi NTB, Ketua MES Provinsi NTB, Pimpinan Perbankan, Para Akademisi, Media, Para Pelaku Usaha UMKM Binaan dan Mitra Bank Indonesia.(bul)

UMKM Panen Omzet Selama KK-NTB x LSTF 2024, Pj. Gubernur NTB : Kegiatan Inilah yang Sangat Kita Butuhkan

0
Foto-foto kegiatan UMKM (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Lombok Food Market yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat x Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) Tahun 2024 yang diselenggarakan Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemprov NTB dan Dekranasda NTB menjadi berkah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selama dua hari hari penyelenggaraan kegiatan yang dipusatkan di Lombok Epicentrum Mall (LEM), tanggal 24 dan 25 Agustus 2024, UMKM panen cuan. KK-NTB x LSTF mendapat sambutan sangat antusias dari masyarakat. Didukung rangkaian kegiatan antara lain, Fashion Show dari Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTB, Dekranasda Award, berbagai Bazaar seperti, Bazaar Kriya, Bazaar Fashion Wastra, dan Kriya, Jalan Sehat, dan Lombok Food Market.

Stand-stand UMKM di lapangan parkir timur LEM selama dua hari sangat ramai. Beragam kuliner yang dijajakan puluhan lapak diserbu pengunjung. Para pelaku UMKM hingga kewalahan melayani pesanan.

UMKM nasi ebatan Zhifa Food salah satunya. Pemiliknya, Shuwari Agni Firdausi menyampaikan, ia mendapat pemasukan cukup besar selama melapak di kegiatan ini. Zhifa Food adalah salah satu UMKM yang lolos kurasi Bank Indonesia untuk berjualan di lapak yang sudah disiapkan secara gratis oleh Bank Indonesia lapangan parkir timur LEM.

“Acaranya seru banget. Kebetulan saya ikut melapak dari rangkaian acara yang dilaksanakan di Taman Budaya. Puncaknya dua hari di LEM, tanggal 24 dan 25. Hari pertama di LEM, saya masak nasi hampir 20 Kg, hari kedua, lebih 20 Kg,” katanya.

Selama ini, dalam sehari ia hanya bisa menjual hingga 5 Kg.

“Kita jualan kayak balap-balapan. Saya masih hitung pendapatannya,” katanya.
Agni mengatakan, tidak hanya berjualan, dari kegiatan ini dapat menguatkan branding nasi ebatan yang dibuatnya. Saat melapak di arena KK-NTB x LSTF 2024, makin banyak yang mengetahui produknya.

“Karena banyak juga yang akhirnya tahu, Oh ini nasi ebatan yang di Pagutan? Kata konsumen. Dan akhirnya makin banyak yang tahu. Ini momentum untuk menguatkan branding kami,” tambahnya.

Ia mengharapkan, kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin, karena dampaknya yang sangat besar dirasakan para pelaku ekonomi kerakyatan.

UMKM lainnya, kue Zuppa Zeda juga harus diproduksi berkali kali, untuk memenuhi banyaknya permintaan.

Pemiliknya, Ega Ruly Purnama mengatakan ramainya pengunjung berbelanja membuat omzetnya naik minimal tiga kali lipat dari biasanya.

“Syukur alhamdulillah, ramai yang belanja luar biasa. Saya re stok berkali kali,” katanya.

Tidak saja karena kenaikan omzet berkah dari event KK-NTB x LSTF 2024 yang diselenggarakan Bank Indonesia, lebih besar lagi dampaknya adalah branding dan mengenalkan kuliner baru kepada masyarakat. Selain itu, antara pelaku UMKM bisa saling berinteraksi secara langsung.

“Akhirnya orang menjadi tahu, zuppa itu ternyata enak. Dan akhirnya tanya-tanya dimana tempat jualannya setiap hari. Terimakasih Bank Indonesia. Semoga bisa dilaksanakan secara rutin, usaha kita bisa berkembang, dan jaringan bisa berkembang,” tandasnya.

Pj Gubernur NTB, Hassanudin sendiri menyampaikan, KK-NTB x LSTF sebagai upaya untuk menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui pengembangan UMKM, integrasi ekonomi hijau dan inklusi serta ekonomi dan keuangan digital.

Selain itu, Pj Gubernur NTB menjelaskan, KK-NTB x LSTF 2024 merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian seni budaya yang diwariskan secara turun temurun oleh orang tua terdahulu.

Menurutnya, kekayaan budaya NTB yang tercermin dalam keindahan wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi salah satu aset berharga yang dapat mendukung perekonomian daerah.

“Hal inilah yang sangat-sangat kita butuhkan sekarang ini. Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu cara kita untuk menjaga kelestarian, kekayaan seni dan budaya dan hasil karya daerah yang telah diwariskan secara turun temurun oleh leluhur kita” katanya.

Pengenalan dan penguatan seni budaya lokal di era globalisasi harus dilanjutkan, sebab ini menjadi hal penting untuk mereduksi budaya-budaya global. Jika seni dan budaya lokal tak dijaga dengan baik, justru ini akan mereduksi tradisi budaya daerah yang beragam dan berkembang dalam masyarakat.

“Sehingga tanpa upaya untuk melastarikan tradisi budaya, seni budaya daerah bisa jadi tertinggal dan bisa saja punah jika tidak kita lestarikan. Alhamdulillah, kita sangat bersyukur bahwa daerah kita baik itu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki anugerah potensi yang melimpah, baik potensi budaya alam maupun potensi budaya daerah, salah staunya kain tenun,” harapnya.(bul)

Dengan Aplikasi DIMAS, Pupuk Indonesia Buka Pendaftaran Distributor Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025

0
Gerai yang menjual pupuk subsidi(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali membuka pendaftaran mitra distributor pupuk bersubsidi tahun anggaran 2025. Pendaftaran dibuka pada periode tanggal 1-15 September 2024 secara online menggunakan aplikasi Distributor Management System (DIMAS).

SVP Strategi Penjualan & Pelayanan Pelanggan Pupuk Indonesia, Deni Dwiguna Sulaeman mengatakan bahwa Pupuk Indonesia telah menerapkan pendaftaran calon mitra distributor secara online sejak tahun 2021 atau pasca dilaksanakan sentralisasi fungsi pemasaran di pupuk Indonesia Grup.

“Bagi calon distributor yang ingin mendaftar bisa langsung masuk ke laman dimas.pupuk-indonesia.com dan segera menyiapkan dokumen persyaratan yang diberlakukan,” demikian Deni dalam keterangan resmi Pupuk Indonesia.

Syarat untuk menjadi Distributor pupuk bersubsidi sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 04 tahun 2023 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian khususnya pada pasal 6 ayat (2), di mana syarat-syarat yang tertuang dalam beleid ini antara lain; bergerak dalam bidang usaha perdagangan umum; Memiliki kantor dan pengurus yang aktif menjalankan kegiatan usaha perdagangan di tempat kedudukannya.

Selanjutnya, memenuhi syarat-syarat umum untuk melakukan kegiatan perdagangan yaitu memiliki NIB dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia 46652 (empat enam enam lima dua); memiliki bukti penguasaan gudang yang terdaftar dan alat transportasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan; memiliki surat keterangan dari kepala dinas yang membidangi perdagangan dengan ditembuskan kepada kepala dinas yang membidangi pertanian di wilayah kabupaten/kota setempat sebagai Distributor yang berlaku selama masa penunjukkan Distributor oleh Holding BUMN Pupuk; mempunyai jaringan distribusi yang memadai dari aspek skala ekonomi, sebaran wilayah, dan kesediaan pelaku usaha di setiap kelurahan dan/ atau desa di wilayah tanggung jawabnya; dan kriteria usaha dengan skala kecil dan/ atau skala menengah yang memiliki permodalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tidak sampai di situ, para calon distributor pupuk bersubsidi juga harus memenuhi persyaratan tambahan yang ditetapkan oleh produsen dalam hal ini Pupuk Indonesia. Adapun tambahannya seperti, Surat permohonan menjadi Distributor, Memiliki kantor dan pengurus yang aktif menjalankan kegiatan usaha perdagangan di tempat kedudukannya, Akta Pendirian Perusahaan; Tanda Daftar Gudang (TDG) untuk semua gudang yang dimiliki atau dikuasai; Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Memiliki Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).

Lalu memiliki Surat keterangan tidak sedang bermasalah dengan perbankan dan/atau pihak otoritas jasa keuangan lainnya; Surat Pernyataan tentang kesanggupan melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan/peraturan pemerintah yang berlaku dan kebijakan perusahaan; Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dari Distributor bahwa daftar seluruh pengecer yang ditunjuk oleh Distributor telah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menjadi pengecer pupuk bersubsidi, serta tidak memiliki hutang atau kewajiban kepada PT Pupuk Indonesia sebagai konsekuensi atas selisih penyaluran, stok opname, serta hasil audit negara.

“Selanjutnya para calon distributor akan diverifikasi oleh tim penjualan wilayah baik secara dokumen kelengkapannya maupun fisik bangunan gedung kantor, kapasitas gudang, serta armada yang akan digunakan, dan harus mendapat persetujuan dari GM wilayah terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang selanjutnya berjenjang sampai tingkat Direktur Pemasaran,” tutup Deni.(bul)

“Fashion Show” Tenun Tingkatkan Kreativitas Perajin dan Desainer NTB

0
Pj Gubernur NTB saat menyaksikan Fashion Show tenun di acara KK-NTB dan LSTF 2024 (ekbisntb.com/ist)

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin menyaksikan pagelaran busana tenun dalam Lombok Sumbawa Tenun Festival (LSTF). Gubernur memberikan apresiasi kepada peserta LSTF kabupaten/kota yang mengikuti event tersebut.

Fashion Show ini adalah rangkaian kegiatan yang diadakan pada event KK-NTB dan LSTF 2024. Dalam event ini digelar pula edukasi tenun NTB, Bazar Fashion show, Talk Show Wastra, Lomba Kriya dan Lombok Food Market Sabtu hingga Minggu 24 Agustus 2024 – 25 Agustus 2024 kemarin.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas perajin NTB dan desainer NTB dalam memanfaatkan wastra NTB serta mempromosikan produk ekonomi kreatif NTB. Dekranasda berkerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB mengadakan Karya Kreatif NTB dan LSTF 2024 selama dua hari di Lombok Epicentrum Mall.

 “Data tersebut untuk melakuakan proyeksi ekonomi, dalam hal itu BI melakuakan berbagai macam survey, ada survey ekspektasi konsumen, survey harga, survey kegiatan di desa dan sebagainya,” jelasnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, pihaknya bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB ingin terus menyediakan wadah khusus guna mempromosikan kekayaan khazanah tenun serta ragam produk ekonomi kreatif lainnya melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat x Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) Tahun 2024.

Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat ini terinspirasi dari Karya Kreatif Indonesia yang memberikan kesempatan bagi UMKM khususnya di bidang wastra dan kriya serta pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk naik level, baik dari sisi akses pasar maupun akses pembiayaan.

Berry Arifsyah Harahap menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah menetapkan pengembangan UMKM sebagai sasaran untuk mendukung kebijakan utama Bank Indonesia dalam mencapai kestabilan nilai rupiah. Bank Indonesia sepenuhnya menyadari bahwa Provinsi NTB memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kreatif, khususnya sektor fesyen.

 “Kami mengajak kepada seluruh stakeholder agar dapat saling bahu membahu dalam rangka menyukseskan acara ini. Lebih dari ini, kami juga mengajak Bapak/Ibu semua agar dapat terus mendukung UMKM dengan Bela dan Beli Produk Lokal,” ujar Berry Arifsyah Harahap.(ris)

25 Ribu Siswa SMK Lulus per Tahun

0
H. Aidy Furqan. (ekbisntb.com/era)

KEPALA  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd mengatakan setidaknya terdapat sekitar 20-25 ribu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di NTB yang lulus sekolah per tahunnya.

Siswa SMK ini merupakan siswa yang dirancang agar bisa langsung bekerja setelah lulus sekolah. Hal ini berbeda dengan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang perlu melanjutkan jenjang pendidikan agar dapat tambahan bekal terkait dengan dunia kerja.

Dalam menyiapkan siswa maupun siswi SMK siap kerja, Aidy mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai program yang membantu mendorong kemampuan siswa/siswi untuk bisa bersaing di dunia kerja, yang mana program tersebut mengarah ke bidang usaha dan industri.

“Anak yang siap bekerja itu hanya ada di SMK, tamatan SMK biar bisa langsung bekerja itu dia disandingkan dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Jumat, 16 Agustus 2024.

Adapun jenis-jenis program yang diberikan oleh Dinas Dikbud berupa Teaching Factory, Guru Tamu, SMK BLUD, dan Road Map atau peta jalan pembangunan SMK.

Teaching factory merupakan suatu program pembelajaran berbasis produksi atau jasa sesuai standar industri, suasana pembelajarannya pun diatur layaknya sedang berada dalam industri.

Guru tamu merupakan program pembelajaran yang mana guru atau instruksi merupakan seorang ahli dalam bidang Teknik Permesinan (TPm), Teknik Otomasi Industri (TOI) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang mana intruksi tersebut berasal dari luar sekolah.

Selanjutnya, SMK BLUD merupakan proses belajar yang memberikan pelayanan baik berupa barang maupun jasa kepada masyarakat. Terakhir ada road map atau peta jalan pembangunan SMK yang meminta siswa memahami bagaimana cara membuat panduan atau rencana strategis untuk mencapai tujuan tertentu.

Terkait dengan tingginya jumlah pengangguran di NTB, menurut Aidy memang jumlah kelulusan atau jumlah masyarakat siap kerja tidak seimbang dengan daya tampung lapangan kerja. Menurutnya, yang menjadi permasalahan bukan jumlah lapangan kerja, tetapi daya tampung perusahaan atau pencari kerja itu sendiri.

Misalnya, dalam satu zona terdapat 10 toko membutuhkan 20 tenaga kerja, namun di zona tersebut ada 100 siswa yang lulus, sehingga hal ini menyebabkan ketidak seimbangan antara daya tampung dan jumlah kelulusan.  “Lapangan kerja banyak, tapi daya tampung belum bisa memadai dengan jumlah tamatan,” pungkasnya. (era)