Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 613

Grand Opening Garmin di Lombok Epicentrum Mall, Promo Diskon 50 Persen Langsung Diserbu Pembeli

0
Puluhan konsumen rela antre sejak pagi untuk mendapatkan produk jam tangan Garmin dengan diskon 50 persen.(ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Garmin Brand Shop telah membuka layanan penjualan di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram sejak satu bulan yang lalu, namun kegiatan grand opening dilakukan Jumat 30 Agustus 2024 kemarin yang diikuti oleh jajaran Garmin Indonesia dan manajemen LEM.

Nasional Sales Manager Garmin Indonesia Hartono Bustam mengatakan, Garmin di LEM ini adalah toko Garmin yang yang 27 di Indonesia. Pihaknya membuka toko di sini karena populasi penduduk Provinsi NTB yang cukup tinggi. Selain itu warga NTB juga dinilai gemar berolahraga seperti lari dan bersepeda, sehingga produk-produk jam tangan Garmin tentunya akan melengkapi aktivitas olahraga tersebut.

“Saya lihat NTB cocok dengan market Garmin, terutama di area-area yang baru. Apalagi NTB daerah sport tourism , apalagi Mandalika tentu akan banyak menarik turis juga,” kata Hartono Bustam.

Pada saat grand opening Garmin Brand Shop di LEM, pihak store membuat program yang sangat menarik yaitu diskon produk sebesar 50 persen untuk jam tangan tertentu. Konsumen menyambut sangat positif promosi tersebut, sehingga masyarakat langsung menyerbu toko Garmin yang terletak di dekat atrium ground floor.

“Ini sangat jarang Garmin lakukan dengan kuota maksimal 50 saja untuk dua model yang paling populer yaitu forerunner 55 dan forerunner 165. Jadi masing-masing 25 unit. Jadi benar-benar sangat murah untuk mendapatkan produk Garmin,” katanya.

Ia mengatakan, selain program diskon 50 persen, pihak store juga memiliki sejumlah promo menarik. Misalnya promo kemerdekaan dengan diskon hingga 40 persen sampai dengan tanggal 31 Agustus 2024 untuk model-model tertentu saja.

General Manager LEM Salim Abdad memberikan ucapan selamat kepada Garmin atas grand opening nya. Toko ini akan mendekatkan masyarakat NTB dengan produk-produk yang berkualitas sebagai penunjang olahraga.

Sebagai operator mall kata Salim, pihaknya akan terus berupaya memberikan produk apa yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB. Salah satunya adalah produk yang menunjang aktivitas olahraga masyarakat.

“Selain ada gerai yang menjual ready to wear seperti baju-baju olahraga, kita juga menyediakan jam untuk olahraga. Kebutuhan untuk forerunner,  golf dan lainnya. Yang ingin jalan-jalan santai dengan musik, jamnya sudah connect dengan headset. Jadi cukup lengkap,” katanya.

Hingga akhir tahun 2024 ini, ada sejumlah tenant yang akan buka layanan penjualan di LEM. Misalnya dari Ismaya Group seperti Djournal Coffee, The People’s Café, dan Haraku Ramen. Selanjutnya tenant-tenant dari Sushi Hiro seperti Sushiku dan lainnya.

“Kemudian New Balance juga akan buka, Celcius Men juga mau buka. Mudahan sejumlah brand lain terutama Mini Shopping dan lain-lain,” ujarnya.(ris)

Unram Kembangkan Teknologi Penyimpanan Canggih untuk Komoditas Pertanian

0
Dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (Fatepa Unram), Dr. Kurniawan Yuniarto(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (Fatepa Unram), Dr. Kurniawan Yuniarto memaparkan riset terbaru mereka berfokus pada teknologi penyimpanan canggih untuk komoditas pertanian segar seperti buah dan sayur. Riset ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kehilangan hasil pertanian akibat perlakuan pascapanen yang tidak memadai, dengan laporan FAO menunjukkan angka kehilangan global mencapai 35-40% dan bahkan hingga 60% di negara berkembang.

Riset ini, tim mengembangkan dua teknologi utama: “Augmented Storage” dan “Digital Inventory-Traceability“. Teknologi “Augmented Storage” menggunakan sistem kontrol udara dengan wireless sensor network untuk menjaga kondisi penyimpanan yang ideal dan memperpanjang umur simpan komoditas.

Sementara itu, “Digital Inventory-Traceability” berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dengan mencatat secara digital asal barang, kualitas, dan waktu panen.

Manfaat terbesar dalam riset ini adalah mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan petani dan eksportir. Namun, dukungan dari program Matching Fund dan tim riset yang solid telah memfasilitasi implementasi teknologi ini dengan sukses. Teknologi ini telah diterima dengan baik oleh petani dan eksportir, terbukti dengan ekspor manggis langsung dari Lingsar ke Cina tanpa melewati kota besar lainnya.

‌“Alhamdulillah untuk program Matching Fund yang kami jalani tahun 2023 tidak banyak mengalami kendala baik secara teknis maupun sosial. Kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh pasar atau mitra dan adanya tim solid dalam merealisasikan teknologi membantu dalam keseluruhan tahapan proses difusi teknologi,” papar Kurniawan, Kamis (29/8).

Teknologi augmented storage yang dikembangkan telah membuktikan keberdayaan pelaku usaha lokal dan pemerintah daerah, dari desa hingga provinsi. Kolaborasi tim riset Unram dengan PT Bintang Agro Sentosa berhasil mengirimkan ekspor manggis ke China sebanyak lebih dari 60 ton dari Lingsar selama periode Oktober-Desember 2023. Sebelumnya, ekspor manggis harus melewati kota besar seperti Bali, Surabaya, atau Jakarta.

‌“Para petani manggis yang dibina oleh tim sangat senang dengan kehadiran teknologi ini, karena memungkinkan mereka membangun brand dan meningkatkan eksistensi komoditas mereka di pasar China. Manggis Lingsar bahkan sudah mendapat brand di pasar China,” ungkap Kurniawan.

‌Dukungan pendanaan dari DUDI dan Unram juga berperan penting dalam mewujudkan riset ini. Ke depan, tim riset berencana untuk mengembangkan teknologi ini ke dalam sistem penyimpanan transportasi dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung ketahanan pangan nasional. (ron)

711 Kasus TB Ditemukan di Sumbawa 2024

0
H. Sarif Hidayat(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, mencatat sedikitnya ada sekitar 711 kasus Tuberkulosis (TB) di tahun 2024 dan 695 pasien sudah diobati termasuk juga melakukan screening terhadap sejumlah masyarakat di sekitar lokasi.

“Ada 711 kasus TB yang kita temukan di tahun 2024, ada juga kasus TB baru yang sudah resistensi obat sebanyak 7 kasus,” kata Kadikes Sumbawa, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), H. Sarif Hidayat kepada wartawan, Jumat 30 Agustus 2024.

Dikatakan Haji Sarif, jadi untuk penemuan kasus didalam gedung dan di luar gedung. Khusus untuk penemuan kasus di luar gedung menjadi atensi pihaknya saat ini, karena penemuan kasus awal sebaiknya harus dilakukan di luar gedung.

“Kalau yang didalam gedung biasanya pasien yang sudah sakit, namun penemuan kasus yang paling bagus pada saat orang bergejala TB,” ucapnya.

Terkait dengan penemuan kasus TB di luar gedung, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tanda dan gejala yang dialami. Sehingga jika ditemukan ada gejala yang mengarah ke TB bisa dilakukan penanganan secara intensif.

“Jadi, jika ditemukan satu kasus TB baru di satu lingkungan keluarga, maka harus dilakukan pemeriksaan kontak sebanyak 20 orang untuk menekan penyebaran kasus itu,” jelasnya.

Pemerintah pun memastikan akan terus memberikan atensi khusus terkait penyakit TB ini. Bahkan pemerintah telah mengeluarkan Instruksi untuk mencari sebanyak-banyaknya kasus TB baru, hal ini dilakukan untuk menekan munculnya kasus baru di tahun yang akan datang.

“Kami akan terus mencari kasus TB baru, sehingga dalam penanganan lebih lanjut bisa dilakukan secara maksimal,” tukasnya. (ils)

DPKH Pastikan Vaksinasi HPR Tetap Dilakukan

0
H. Junaidi(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa, memastikan terus melanjutkan program vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) untuk menekan penyebaran kasus rabies.

“Sejak ditetapkannya KLB Rabies melalui SK Bupati, kami sudah mengucurkan anggaran untuk penanggulangan dan pencegahan rabies salah satunya vaksinasi,” kata Kepala DPKH Sumbawa, H. Junaidi, kepada wartawan, Jumat (30/8).

Selain vaksinasi lanjut Jun, dana tersebut juga digunakan untuk kegiatan Koordinasi Informasi dan Edukasi (KIE) terkait bahaya rabies. Termasuk juga untuk melakukan eliminasi HPR yang dicurigai mengidap rabies.

“Pada pagi hari petugas kami melakukan vaksinasi ternak besar. Pada sore harinya, petugas melakukan vaksinasi HPR,” ujarnya.

Dia pun meyakinkan, khusus KIE pihaknya akan terus gencar ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi. Sebab, setelah ditelisik angka gigitan HPR, kebanyakan korbannya anak-anak sehingga perlu dilakukan secara sosialisasi secara intensif.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan Plt. Kepala Dinas Dikbud dan KCD Dikbud untuk diberikan ruang untuk memberikan edukasi bahaya rabies di  sekolah,” tambahnya.

Ia menyebutkan, bahwa vaksin yang tersedia saat ini sebanyak 17 ribu dosis. Sebab, pihaknya mendapatkan bantuan vaksin dari Menteri Pertanian sebanyak lima ribu dosis Februari 2024 lalu dan pengadaan sendiri sebanyak 12 ribu dosis.

“Ketersediaan vaksin ini kita harapkan bisa mencakup hingga 70 persen jumlah keseluruhan HPR sehingga kami berharap dukungan semua pihak, termasuk pemilik HPR,” tukasnya. (ils)

Jelang Maulid, Harga Daging Sapi Perlu Diantisipasi

0
Seorang pedagang daging di Pasar Pade Angen, Mandalika menunggu pembeli pada Jumat 30 Agustus 2024. Dinas Pertanian mengantisipasi lonjakan harga daging sapi saat perayaan maulid. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kebutuhan daging sapi saat perayaan maulid akan meningkat drastis. Hal ini berdampak melonjaknya harga di pasar tradisional. Kenaikan harga perlu diantisipasi agar tidak memicu inflasi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Drs. H. Muhammad Saleh mengakui, kebutuhan daging sapi pada momen tertentu seperti maulid dan hari raya akan meningkat. Kondisi ini berpengaruh terhadap kenaikan harga, sehingga perlu diambil langkah antisipasi. Langkah antisipasi seperti mendatangkan daging beku untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Namun demikian, pihaknya juga perlu mempertimbangkan ekosistem peternakan di Provinsi NTB. “Sudah ada kok arahan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, untuk memasukkan daging impor,” terang Saleh dikonfirmasi pada Jumat 30 Agustus 2024.

Pengajuan memasukkan daging beku ke Kota Mataram, tidak sepenuhnya disetujui. Misalnya sebut Saleh, pengusaha meminta mendatangkan 50 ton maka disetujui setengahnya atau lebih. Rekomendasi yang ditandatangani rata-rata 20 ton untuk satu perusahaan. Kebutuhan ini habis dalam waktu sebulan. “Paling kita setujui 50-60 persen,” sebutnya.

Daging impor memiliki pasar berbeda seperti hotel, restoran, usaha katering, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pemerintah harus tetap mengantisipasi apabila terlalu banyak memberikan izin untuk masuk ke daerah bisa saja dijual ke pasar tradisional. Selama ini, daging sapi lokal diprioritaskan untuk dijual ke pasar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida menambahkan, harga daging sapi dikhawatirkan akan mengalami lonjakan saat bulan maulid. Kebutuhan masyarakat sangat tinggi untuk disajikan saat syukuran. Harga daging sapi Rp125 ribu per kilogram, kemungkinan akan meningkat menjadi Rp140 ribu per kilogram saat memasuki maulid. “Iya, perlu kita khawatirkan harga daging sapi,” ujarnya.

Sedangkan, harga komoditi lainnya seperti cabai rawit, tomat, bawang merah dan beras relatif stabil. Artinya, komoditi itu sudah turun harga dibandingkan dua atau tiga pekan sebelumnya.

Strategi pengendalian harga melalui operasi pasar, gelar pasar murah, dan intervensi lainnya bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Nida berpesan agar warga tidak panik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, supaya tidak terjadi gejolak harga dan mempengaruhi inflasi. (cem)

30 UMKM Diusulkan Terlibat di Penyelenggaraan MotoGP

0
H. Muhammad Ramadhani. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, telah mengusulkan 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat menyemarakkan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 27-29 September. Proses kurasi sedang berlangsung ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, H. M. Ramadhani menyebutkan, sejumlah 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Mataram, diusulkan untuk terlibat dalam mensukseskan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini, pemerintah pusat masih melakukan kurasi terhadap usulan dari masing-masing kabupaten/kota. “Jenis UMKM yang kita usulkan kuliner, kriya, dan fasyen. Kalau kriteria yang menjadi kurasi saya tidak paham karena kewenangan berada di Kementerian,” terang Dhani dikonfirmasi pada Jumat 30 Agustus 2024.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di pusat sebut Dhani, memiliki binaan UMKM melalui BUMN yang berada di daerah. Perusahaan plat merah yang menjadi sponsor pada penyelenggaraan balap motor kelas dunia tersebut, mendapatkan kuota untuk melibatkan UMKM binaan mereka. Oleh karena itu, UMKM di bawah binaan BUMN secara langsung mendapatkan posisi strategis berjualan di Sirkuit Mandalika. “Jadi mereka ada kuota khusus tidak melalui kurasi di OPD teknis,” katanya.

Pelaku UMKM yang menjual produknya saat penyelenggaraan MotoGP disesuaikan dengan grade atau levelnya. Lapak di tempat dekat dengan penonton dan sebagian di dekat parkir kendaraan. Jika lapak UMKM yang berada di radius ring I atau dekat dengan penonton, maka banyak potensi omset diperoleh. Berbeda dengan lapak UMKM yang di tempat di parkiran sepertinya banyak keluhan karena jarang dikunjungi atau dilirik oleh penonton. “Dua tahun terakhir penyelenggaraan MotoGP justru UMKM banyak mengeluh,” ujarnya.

Pemkot Mataram tidak ingin membuat pelaku UMKM kecewa, terutama yang tidak terakomodir. Salah satu solusinya kata Dhani, akan diadakan festival kuliner Mataram di eks Bandara Selaparang sebagai bentuk tindaklanjuti dari kesepakatan kerjasama antara Pemkot Mataram dengan PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok. “Jadi itu gerak cepat kami supaya ada rencana aksi dari MoU ini,” demikian kata Dhani. (cem)

Tata Kelola Objek Wisata Perlu Dibenahi

0
Herman(ekbisntb.com/dok)

SEKRETARIS Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram, Herman, A.Md., mendorong Dispar (Dinas Pariwisata) Kota Mataram, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelola objek wisata di Kota Mataram. Dorongan ini menyusul kondisi fasilitas umum seperti toilet di objek wisata di daerah ini, masih banyak dikeluhkan pengunjung lantaran kondisnya yang dianggap tidak layak.

‘’Ini sangat kita sayangkan, dan kita prihatin terhadap kondisi fasilitas umum yang ada di objek-objek wisata di Kota Mataram. Khususnya yang sekarang disoroti fasilitas umum yang ada di Loang Baloq,’’ kata Herman kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Jumat (30/8). Kondisi fasilitas umum yang kerap dikeluhkan pengunjung, menjadi salah satu indikasi kurang seriusnya pemerintah mengelola objek wisata di Kota Mataram.

Hal ini penting, mengingat ke depan Mataram akan menuju kota pariwisata. Oleh karena itu, lanjut mantan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram ini, objek-objek wisata yang ada, agar dikelola dengan baik. Pasalnya, kondisi fasilitas umum yang dikeluhkan pengunjung, bukan hanya terjadi di Loang Baloq, melainkan di hampir semua objek wisata yang ada di daerah ini.

Herman tidak menampik kalau pembicaraan terkait kondisi fasilitas umum di objek wisata di Kota Mataram ini sudah tersebar ke mana-mana. ‘’Karena, kondisi toilet ini menjadi kesan yang tidak baik,’’ katanya. Sebab, pariwisata itu, sambung anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini, menjual kesan.

‘’Kalau pengunjung itu kesannya baik, pasti akan kembali lagi,’’ imbuhnya. Herman melihat, ada persoalan tata kelola objek wisata yang belum menemukan formula yang tepat. Herman mengatakan, terhadap amburadulnya tata kelola objek wisata ini, kepala Dinas Pariwisata harus berani mengambil tindakan tegas.

‘’Artinya dievaluasi dan berani mengambil satu kebijakan,’’ cetusnya. Herman mencontohkan, kalau memang pengelola objek wisata harus diganti, maka Dispar harus punya keberanian untuk melakukan itu. Kapasitas dan kapabilitas pengelola objek wisata, kata dia, berdampak pada kesan objek-objek wisata yang ada di daerah ini.

Untuk itu, menurut Herman, Dispar Kota Mataram harus berani mengambil langkah-langkah untuk bagaimana mencitrakan bahwa pariwisata di Kota Mataram ini betul-betul memberikan kesan yang baik. Sehingga para pengunjung akan kembali lagi. (fit)

15 TKA China di Tambang Ilegal Sekotong Tak Terdata di Disnakertrans NTB

0
Kadisnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi saat menjelaskan terkait TKA penambang emas ilegal. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kadisnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M. H., mengatakan 15 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok penambang emas ilegal di dusun Lendak Bare, Desa Lenong Batu Montor, dan Desa Persiapan Belongas, Sekotong, Lombok Barat tidak terdata dalam Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB.

Meski sebelumnya Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu mengatakan bahwa TKA tersebut terdata dalam sistem PTSP, namun Gede dengan yakin menyatakan bahwa kedatangan 15 TKA tersebut mengajukan diri sebagai investor, bukan sebagai tenaga kerja.

“Saya lihat di sistem dia mengajukan diri sebagai investor, bukan tenaga kerja. Yang kesini itu izin tinggalnya hanya untuk mengurus izin, bukan sebagai pekerja,” ujarnya.

Kadis PMPTSP juga menyebutkan bahwa TKA tersebut berasal dari tiga perusahaan. Namun, Gede menyangkal hal tersebut, menurutnya, memang di data imigrasi ada lokasi perusahaan 15 TKA penambang emas Sekotong, tapi kantornya nihil.

“Kan lokasi tersebut ada di Lombok Barat, tapi perusahaannya tidak ada,” lanjutnya.

Menurut Gede, karena TKA tersebut belum memiliki perusahaan, mereka tetap dikatakan sebagai penambang emas ilegal. Adapun data yang terdata dalam sistem perizinan PTSP bahwa TKA tersebut memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), padahal, syarat memiliki NIB adalah adanya suatu perusahaan.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada tenaga kerja asing di pertambangan emas Sekotong, karena menurutnya, tenaga kerja asing adalah orang yang diajukan oleh perusahaan, bukan secara individu.

“Perusahaan itu mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB), disini kan belum ada perusahaan. Pengajuan izin tenaga kerja ketika perusahaan sudah ada,” sambungnya.

Ia melanjutkan pada saat rapat, pihaknya meminta transparansi data perusahaan TKA tersebut, namun diketahui tidak ada perusahaan yang katanya berada di Sekotong tersebut.

“Itu belum ada perusahaannya di sana, terus siapa yang memproses izin, tempat, atau OSS Lombok Barat siapa? Kan itu by sistem, harusnya ada rekomendasi teknis, izin tempatnya mana. Di Disnaker belum bisa masuk kalau tidak ada perusahaannya,” jelasnya.

Karena permasalahan TKA ini berada di bawah naungan Imigrasi, Gede dengan tegas mengatakan bahwa imigrasi perlu melakukan sidak terkait dengan permasalahan tersebut. Bahkan, Gede mengatakan bahwa jaksa juga meminta permasalahan ini dibawa ke ruang sidang.

“Ini imigrasi harus melakukan sidak, tapi selama ini setahu saya kenapa sidak selalu bocor? Berarti ada oknum yang bermain. Kan ada Tim Pengawas Orang Asing (Timpora), kenapa tidak diberdayakan itu,” pungkasnya. (era)

Dokter Jack : Berharap Penyebaran Dokter Spesialis Merata Diseluruh RS di NTB

0
Direktur RSUD NTB, H. Lalu Herman Mahaputra. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes., berharap penyebaran dokter spesialis di Provinsi NTB tidak hanya berada di satu rumah sakit saja, tetapi merata di seluruh rumah sakit yang ada di NTB.

“Jangan spesialis ini merujuk ke satu rumah sakit saja, harus menyebar. Kita butuh distribusi ke Bima, Dompu, Sumbawa, KSB, Lotim, KLU. Ndak boleh spesialis di satu tempat” ujarnya.

Saat ini, kondisi Provinsi NTB kekurangan tenaga dokter spesialis. Banyak rumah sakit, khususnya yang berada di kabupaten tidak memiliki dokter yang spesial di bidangnya. Sehingga, permasalahan ini cukup mengganggu pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pun alokasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, formasi kesehatan untuk dokter spesialis dan sub spesialis dikatakan masih sedikit, yang mana hanya ada 11 alokasi untuk dokter sub spesialis dan 22 alokasi untuk dokter spesialis.

Direktur RSUD Provinsi yang kerap dipanggil dr. Jack ini mengharapkan adanya pemerataan dokter spesialis di seluruh rumah sakit NTB. Untuk itu, pihaknya menawarkan insentif bagi para dokter spesialis yang ingin bekerja di RSUD Kabupaten/Kota.

“Kalau dari saya ada insentif, tergantung dokter spesialis mayor dan minor,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan jumlah dokter spesialis di NTB, dr.Jack mengatakan bahwa RSUD Provinsi NTB saat ini menjadi pusat pendidikan dokter spesialis di Provinsi ini. “Tahun ini RSUD sudah bisa menerima mahasiswa untuk masang ring jantung, tapi dengan satu syarat bahwa dia sudah lulus spesialis jantung,” sambungnya.

Kebutuhan NTB terkait dengan mahasiswa atau dokter spesialis jantung pemasang ring jantung saat ini ada tiga mahasiswa. Namun untuk tahap awal, RSUP NTB baru menerima dua orang mahasiswa.

“Nanti Januari baru tambah lagi,” katanya.

Ideal kebutuhan dokter spesialis di RSUP NTB minimal tiga dokter spesialis di setiap bidang, misalnya dokter spesialis jantung tiga, dokter spesialis anak tiga, begitupun bidang kesehatan yang lain. Namun, untuk saat ini, RSUP NTB belum memenuhi batas minimal tersebut.

“Kita belum, ada yang dua, ada yang satu, kebanyakan yang dua,” bebernya.

Jumlah ideal dokter spesialis yang harusnya ada di RSUP NTB sekitar 50 – 60 dokter. Karena RSUP NTB belum memenuhi kebutuhan tersebut, dr. Jack mengatakan saat ini, ada beberapa dokter yang masih sekolah spesialis, dan diperkirakan tahun depan jumlah dokter spesialis yang ada di RSUP NTB akan bertambah. (era)

17 Tahun TVRI NTB, Memberi Makna Untuk Keluarga

0
Ulang tahun TVRI yang ke-17(ekbisntb.com/r)

Lombok (ekbisntb.com) – 29 Agustus 2024 menjadi momentum berharga bagi segenap insan TVRI Stasiun NTB, pada tahun 2024 TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat berusia 17 tahun.

Usia yang beranjak dewasa sekaligus sebagai penanda TVRI Stasiun NTB untuk meningkatkan kualitas layanan media baru melalui medsos di Youtube, TikTok, dan Instagram secara massif sehingga memudahkan untuk diakses serta menjangkau kalangan muda.

“Berbeda dengan manusia yang menilai usia 17 tahun sebagai usia dimana seseorang telah benar-benar dewasa dan siap mengambil tanggungjawab lebih di dalam hidupnya. Usia 17 tahun bagi LPP TVRI NTB merupakan masa-masa transisi dimana TVRI NTB dituntut meningkatkan kualitas pelayanan informasi digitalnya dengan memperluas coverage area sekaligus meningkatkan kualitas siarannya dari waktu ke waktu.” kata Saktiono Wahyujati, S.Sos, Kepala TVRI Stasiun NTB.

Tantangan TVRI Stasiun NTB tidak saja sebagai media pemersatu bangsa, namun lebih jauh dari itu sebagai media untuk mendukung upaya-upaya pembangunan sumber daya manusia melalui reformasi birokrasi tematik yang dilaksanakan berbagai stakeholder di NTB.

Sehingga TVRI Stasiun NTB menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Pada ulang tahunnya yang ke-17 tema yang diambil adalah Memberi Makna Untuk Keluarga, yang memiliki makna bahwa tayangan TVRI Stasiun NTB mempunyai dampak positif bagi keluarga secara mikro dan keluarga secara makro yakni berbangsa dan bernegara.

Salah satunya adalah TVRI Stasiun NTB memberikan porsi yang sangat serius untuk program reformasi birokrasi tematik yang digaungkan Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi seperti penanggulangan kemiskinan, pencegahan dan penanggulangan stunting, peningkatan penggunaan produk dalam negeri utamanya UMKM, peningkatan investasi daerah, upaya peningkatan inovasi daerah serta pengendalian inflasi daerah.

Saktiono Wahyujati menyampaikan, TVRI Stasiun NTB mencoba memotret bagaimana perjuangan para pengambil kebijakan dan partisipasi masyarakat melakukan rencana aksi dan melaksanakannya di masyarakat yang kami tampilkan dalam bentuk berita, wawancara, maupun feature documenter di layar kaca dan media sosial.

Selain itu, edukasi mengenai demokrasi juga kami lakukan dalam berbagai kesempatan dialog dan wawancara, serta berita seputar trending topik politik daerah terutama proses tahapan pilkada serentak 2024.

TVRI Stasiun NTB dalam melakukan pelayanan penyiaran tidak dapat berdiri sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan sejumlah mitra agar tayangan TVRI Stasiun NTB semakin dinamis dan jangkauannya semakin luas, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berupa perluasan areal layanan TVRI Stasiun NTB dengan memberikan hibah untuk pemancar baru di Mantar dan Taliwang menjadi kado terindah pada hari ulang tahun ke-17 TVRI Stasiun NTB sekaligus sebagai penyemangat untuk memberikan layanan penyiaran yang berkualitas kepada masyarakat NTB.

Berbagai kegiatan internal maupun lomba digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-17 TVRI NTB, beberapa diantaranya, lomba presenter, surat cinta untuk ayah yang ditulis dalam bahasa daerah (Sasak, Samawa, Mbojo) dan hari keluarga TVRI Stasiun NTB.

Kegiatan Tasyakuran hari ulang tahun ke-17 TVRI Stasiun NTB dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, Kepala Stasiun TVRI Bali, Kepala Stasiun TVRI Maluku dan Kepala Stasiun TVRI Papua.

Kepala Diskominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamudin Amy menyampaikan apresiasi atas pelayanan insan TVRI Stasiun NTB dalam mendukung Pemerintah di NTB.

Ia berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada TVRI Stasiun NTB dalam bentuk kerja sama dengan melibatkan Dinas Kominfo seluruh Kabupaten dan Kota di NTB untuk mewujudkan siaran yang berkualitas yang berbicara kearifan lokal sebagai cermin untuk mensiarkan berita-berita baik dari NTB melalui siaran TVRI Stasiun NTB.(r)