Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 612

Sampah di Daerah Wisata dan Solusi Permanen dari Pemerintah

0
H. Djohan Sjamsu (ekbisntb.com/dok)

Objek wisata tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan daerah tujuan wisata di Indonesia. Sebagai objek wisata yang menjadi tujuan wisatawan, banyak permasalahan yang terjadi. Selain masalah air bersih, sampah juga adalah satu persoalan yang membutuhkan perhatian khusus dan serius. Dalam mengatasi sampah, Pemerintah KLU mengaku kesulitan. Kenapa?

PERMASALAHAN pengelolaan sampah di Gili Trawangan masih menjadi persoalan serius yang belum usai. Hal itu ditemukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah V ketika melakukan tinjauan lapangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan, KLU tanggal 18 Agustus 2024 lalu.

Tim KPK saat turun memantau lokasi pengolahan sampah di Gili Trawangan beberapa waktu lalu. (ekbisntb.com/ist)

Dikutip dari siaran resmi di kanal kpk.go.id, hulu permasalahan diketahui berkaitan dengan penumpukan sampah, yang bahkan mencapai tinggi 9,5 meter, dan tidak bisa lagi didaur ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gili Trawangan.

Kepala Satuan Tugas Direktorat Korsup KPK, Dian Patria, menegaskan penumpukan sampah di kawasan wisata ini bukan hanya masalah lingkungan. Tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola yang berpotensi merugikan daerah secara ekonomi dan layanan publik yang diberikan.

“Di Gili Trawangan, saat high season volume sampah yang dihasilkan mencapai 18 ton dan low season 15 ton per hari, namun kapasitas pengolahan hanya sekitar 2 hingga 3 ton saja per hari. Artinya, hanya 16 persen yang bisa diproses setiap harinya. Ada selisih besar yang menyebabkan penumpukan sampah secara signifikan. Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah ini akan terus meningkat dan menjadi masalah yang semakin sulit diatasi,” ucap Dian usai meninjau langsung TPA dan TPST di Gili Trawangan seperti dikutip dari KPK.go.id.

Dalam tinjauan di lapangan, terlihat botol-botol plastik masih disortir manual oleh petugas. Sementara sampah recycling, botol kaca, dan organik, dipilah menggunakan dua mesin conveyor. Lantas, untuk sisa residu yang tidak dapat didaur ulang, langsung dibuang ke TPA. Di bibir pantai juga ditemukan adanya sampah yang belum diangkut, yang hanya ditutup plastik.

“Ini kan tidak elok, ya. Sampah belum diangkut, hanya ditutup plastik saja. Bisa saja, lho, sampah itu terbawa ke laut padahal di sana banyak wisatawan. Bagaimana kalau wisatawan kapok karena pantainya kotor?” tanyanya.

Temuan Tim Satgas Korsup KPK Wilayah V terkait pengelolaan sampah di Gili Trawangan cukup disayangkan. Pasalnya, skor Monitoring Center for Prevention (MCP) KLU tahun 2023 berada di angka 85 persen, yang masuk dalam kategori terjaga. Dengan kata lain, dalam implementasinya masih ada persoalan perihal tata kelola keberlangsungan pemerintahan oleh Pemerintah KLU.

Pengurus TPST Gili Trawangan Cahyo Kurniawan di kesempatan yang sama, menjelaskan TPA Gili Trawangan masih bersebelahan dengan TPST. Sisa sampah ditumpuk di sana hingga menjadi gunungan sampah yang tak elok di pandang. Sedangkan, untuk sampah yang bisa didaur ulang, setiap 30 hari sekali akan diangkut secara manual ke darat, tepatnya ke Teluk Dalam, KLU untuk diproses lebih lanjut.

TPST Gili Trawangan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)—dikenal sebagai Front Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL). Selama ini, Cahyo menuturkan, peran DLHK sebagai pemberi izin atas pengelolaan sampah serta sosialisasi terkait dalam pengelolaannya. Namun, terkait solusi penanganan sisa sampah di Gili Trawangan, masih belum ada.

“Harapan besar kami, sisa residu bisa dibawa keluar pulau Gili Trawangan. Kami juga berharap KPK bisa mendorong pemerintah daerah lebih fokus dan peduli tentang penanganan sampah yang lebih optimal, karena sekarang tempat pembuangan sampah yang ada di sebelah TPST itu sudah overload bahkan sering terjadi kebakaran besar. Kalau dibiarkan, Gili Trawangan bisa terancam,” jelas Cahyo.

Cahyo menjelaskan bahwa pengolahan sampah di TPST dilakukan setiap hari tanpa henti, dengan tenaga kerja sekitar 28 orang yang bekerja selama 8 jam sehari. Namun, hal itu masih belum efektif karena untuk sampah 18 ton per hari, butuh waktu pemilahan selama 9 hari. Sedangkan, sampah baru setiap harinya terus bertambah.

Pada tahun 2023, pendapatan daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) berada di angka Rp958,7 miliar dengan 16,13% berasal dari PAD; 8,9% berasal dari pajak; dan 1,2% dari retribusi. Angka ini menjadi angka terkecil di antara Kabupaten Lombok lainnya, seperti Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp1,87 triliun, Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp2,3 triliun, dan Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp2,8 triliun.

“Jangan sampai disisipkan politik anggaran juga untuk pengelolaan sampah ini. Pemda harus memberikan perhatian khusus pada infrastruktur dan pengelolaan sampah di kawasan wisata seperti Gili Trawangan. Sampah yang menumpuk ini bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga dapat merusak citra pariwisata yang menjadi sumber pendapatan utama daerah,” ujar Dian.

KPK mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perbaikan fasilitas dan alat pengolahan sampah. KPK juga mengajak masyarakat dan pengusaha di Gili Trawangan untuk lebih aktif dalam mengelola sampah, baik melalui pengurangan sampah sejak dari sumbernya, maupun mendukung upaya daur ulang.

Dian juga memberikan rekomendasi pada Pemda KLU agar bisa mengeluarkan kebijakan terkait permasalahan sampah, misalnya, wisatawan diwajibkan untuk membawa kembali sampah-sampah yang dibawa ke pulau.

Lebih lanjut, KPK akan terus memantau perkembangan penanganan masalah sampah ini dan siap memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola lingkungan di Gili Trawangan.

“Kami berharap langkah-langkah ini dapat segera diimplementasikan demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan pariwisata di Gili Trawangan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Bupati KLU, H. Djohan Samsu, S.H. Diakuinya, permasalahan sampah di Gili Trawangan, Meno, dan Air  membutuhkan penanganan serius. Khusus di Gili Trawangan, volume sampah belasan ton sampah setiap harinya, sehingga kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di lokasi tersebut tidak bisa menampung seluruh sampah yang dihasilkan dan berdampak pada penumpukan sampah hingga 9 meter.

“Produksi sampah di tiga gili sangat besar. Apalagi di Gili Trawangan, sudah menumpuk hingga 9 meter, sangat banyak produksi. Satu hari berapa belas ton,” keluhnya.

Karena Gili Trawangan termasuk dalam destinasi wisata unggulan NTB, mantan Kepala Biro Umum Setda NTB ini meminta Pemprov NTB untuk memperhatikan permasalahan sampah di lokasi ini. “Justru saya ingin dari provinsi ada perhatian khusus karena ketiga gili itu adalah daerah tujuan wisata utama di NTB, jadi perlu ada perhatian dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,” lanjutnya.

Saat ini, untuk mengatasi penumpukan sampah di lokasi wisata tersebut, Pemda KLU mengangkut sampah dari Gili menuju daratan Lombok untuk sementara waktu.

Menurutnya, jumlah tenaga kebersihan yang dimiliki oleh Pemda KLU belum mencukupi untuk menangani permasalahan sampah yang ada di Gili Trawangan Meno dan Air, begitupun dengan alokasi anggaran untuk mengatasi permasalahan sampah ini dinilai cukup tinggi.

Sehingga untuk jangka panjangnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk mengatasi sampah yang semakin menumpuk.

“Kita berikhtiar saat ini untuk bagaimana kita menangani sampah ini dan InsyaAllah kita kerja sama dengan pihak ketiga supaya bersih daerah itu. Memang tugas DLHK, tapi kan enggak memungkinkan dengan jumlah tenaga yang ada, jadi kita kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Saat ini, sudah ada pihak ketiga yang ingin bekerja sama dengan Pemda KLU dalam upaya mengatasi sampah yang ada di tiga Gili tersebut. Pihak ketiga ini dikatakan akan membangun tempat pengolahan sampah di sekitar lokasi Tramena.

“Ada yang tertarik tapi belum, nanti ada fasilitas yang dibangun di situ untuk kepentingan olahan sampah,” katanya.

Menurutnya, dengan PemerIntah KLU bekerja sama dengan pihak ketiga, Pemda tidak terlalu ngos-ngosan memikirkan anggaran, karena sudah ada bantuan dari pihak ketiga tersebut. Oleh karenanya, pihaknya sangat mengupayakan kerja sama ini, pun dibutuhkan juga atensi dari Pemerintah Provinsi mengingat kawasan ini juga menyumbang PAD bagi provinsi. ‘’Kita ingin kalau ada pihak ketiga yang bisa mengelola itu bagus, jadi nanti ada sharing anggaran,” harapnya. (ris/era/r)

Dishub NTB Pastikan Seluruh Jalur Transportasi Tersedia Bagi Penikmat MotoGP

0
Kadishub NTB, Lalu M. Faozal. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kurang dari sebulan menjelang perhelatan MotoGP, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, Lalu M. Faozal, memastikan seluruh jalur transportasi menuju Lombok dan Mandalika tersedia bagi pencinta MotoGP. Mulai dari jalur udara, laut, hingga darat dipastikan aman dan cukup untuk membawa penonton MotoGP menuju epicentrum perhelatan MotoGP, yaitu sirkuit Mandalika.

Untuk jalur udara, Dishub NTB mengatakan terbbuka dua rute penerbangan baru yaitu dari Semarang – Lombok yang akan dibuka pada tanggal 8 September nanti, ada juga dari Lombok – Batam yang akan dibuka pada tanggal 13 September 2024. Ada juga tambahan empat penerbangan dari Jakarta – Lombok oleh Garuda, dan delapan penerbangan rute yang sama seminggu menjelang event.

Untuk jalur laut dan darat, Dishub NTB siapkan lima gate atau pintu kedatangan untuk penonton MotoGP. Gate pertama ada dari Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZAM) diperkirakan 25 persen penonton MotoGP masuk ke Mandalika lewat jalur ini.

“Gate satu Bizam, 25 persen estimasi kita bahwa kira-kira pergerakan penonton kita di MotoGP tahun ini dari sini,” ujarnya.

Gate dua dari Kota Mataram, Faozal memperkirakan sekitar 45 persen penonton MotoGP lewat Kota Mataram untuk menuju Sirkuit Mandalika.

“45 persen kita asumsikan melalui gate dua Mataram, karena berdasarkan penjualan tiket ITDC, terbesar masih ada di Mataram,” lanjutnya.

Kemudian Gate tiga dari Pelabuhan Gili Emas dan Pelabuhan Lembar, diperkirakan 30 persen penonton MotoGP melewati jalur ini. Telah disiapkan 20 kapal rute Lembar – Padangbai untuk membawa penonton menuju pulau Lombok.
Di Gili Emas juga sudah tersedia kapal jalur Gili Emas – Surabaya bagi penonton yang dari Pulau Jawa. Selain itu, disiapkan pula tol laut sehingga dipastikan persiapan konektifitas jalur laut cukup untuk membawa penumpang.

Gate empat ada di Pelabuhan Bangsal, yang mana menurut mantan Kadispar NTB ini bahwa akan banyak penonton MotoGP yang akan stay atau menginap di Gili Tramena, sehingga beberapa penonton MotoGP akan melewati jalur ini untuk menuju Mandalika.

“Gate empat ada Pelanuhan Bangsal bahwa tiga gili kita dipakai oleh penonton MotoGP untuk stay. Kemudian gate tiga ada Lembar dengan asumsi pergerakan penonton akan menggunakan fasilitas kapal, sekarang sudah tersedia 20 kapal dari Lembar ke Padangbai, dan juga dari lembar menuju Jangkar yang ada di Situbondo, pengganti dari lembar ke ketapang,” jelasnya.

Gate lima ada di pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Diperkirakan penonton yang berasal dari pulau Sumbawa akan melalui jalur ini untuk menonton MotoGP. (era)

Kemenparekraf dan Atourin Tingkatkan Wisnus ke Desa Wisata

0
Salah satu destinasi desa wisata yang ada di Lobar, Gunung Jae. (ekbisntb.com/era)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan PT Atourin Teknologi Nusantara (Atourin), perusahaan teknologi sektor pariwisata, bekerja sama untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), khususnya ke desa wisata.

Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf Dwi Marhen Yono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa kerja sama itu merupakan bentuk dukungan kepada program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dengan target sebanyak 1,25-1,5 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2024.

Adapun, kerja sama itu dalam rangka meningkatkan penjualan paket wisata desa wisata dan optimalisasi pemasaran desa wisata secara digital.

Kolaborasi itu, juga untuk mendukung program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi) untuk meningkatkan pemasaran desa wisata secara digital, sehingga dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan penjualan paket wisata desa wisata.

Chief Executive Officer (CEO) Atourin Benarivo Triadi Putra mengungkapkan program itu bertujuan untuk mengajak wisatawan bepergian ke desa wisata dan dapat menopang perekonomian desa.

Dengan kerja sama tersebut, produk wisata desa wisata telah dipasarkan melalui platform Atourin untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan mendapatkan dukungan pendampingan dari tim khusus Atourin dalam mengelola dashboard untuk optimalisasi pemasaran berbagai produk yang dimiliki tiap desa wisata.

Diharapkan melalui kerja sama itu dapat meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata ke destinasi wisata di Indonesia, khususnya ke desa wisata serta berkontribusi pada peningkatan perekonomian nasional dari sektor pariwisata dan ekonom kreatif.

Dalam kerja sama itu, Kemenparekraf/Baparekraf dan Atourin melakukan beberapa kegiatan aktivitas pemasaran, di antaranya melalui kegiatan perjalanan wisata pengenalan (famtrip) di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur dan promosi paket wisata desa melalui program “Ayo ke Desa”.

Kegiatan famtrip telah dilakukan di kawasan DPSP Borobudur pada 27-29 Agustus 2024. Kegiatan tersebut diikuti peserta yang terdiri atas content creator, media, tour operator, dan travel agent.

Dalam kegiatan itu, peserta melakukan aktivitas wisata di desa wisata di sekitar kawasan Borobudur, yang merupakan bagian dari Borobudur Trail of Civilization (BToC).

Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemasaran DPSP Borobudur.

Kolaborasi Kemenparekraf/Baparekraf dan Atourin juga dilakukan melalui program promosi “Ayo ke Desa” dengan memberikan diskon hingga 100 persen atau potongan harga hingga Rp100.000 bagi wisatawan yang melakukan pembelian paket wisata melalui aplikasi dan laman resmi Atourin di www.atourin.com. (ant)

Kemenperin Sebut Tiga Strategi Ciptakan Peluang Industri Tekstil

0
Industri Tekstil(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan tiga strategi untuk memulihkan ekosistem dan menciptakan peluang baru bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri, yakni penguatan sumber daya manusia, memastikan ketersediaan bahan baku dan keseimbangan hulu-hilir, serta menghidupkan kembali sektor permesinan nasional.

“Menghidupkan kembali industri permesinan tekstil dalam negeri yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi industri TPT nasional untuk menghadapi persaingan pasar global,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Reni Yanita, di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, strategi tersebut telah diupayakan oleh pemerintah dengan pemberantasan impor ilegal dan impor pakaian bekas, pengawasan penjualan produk di marketplace dan media sosial, implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), aktif mengenakan hambatan perdagangan, serta menerapkan restrukturisasi mesin.

Lebih lanjut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Industri (BSKJI) Kemenperin turut melakukan upaya untuk memperbesar peluang Industri TPT dengan melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan sertifikasi.

Kepala BSKJI Kemenperin Andi Rizaldi mengatakan, melalui kegiatan itu diharapkan para pelaku industri bisa memanfaatkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang pada tahun 2024 memiliki nilai peluang mencapai Rp1.223,37 triliun.

Andi mengatakan, pihaknya juga aktif merumuskan standar industri hijau untuk menjamin mutu produk, mengingat industri hijau merupakan peluang besar bagi pengembangan sektor TPT dalam negeri.

“Pelaku industri perlu mengetahui standar-standar industri yang harus dipenuhi untuk syarat ekspor khususnya yang berhubungan dengan isu ekonomi sirkular. Diversifikasi produk industri dari rantai ekonomi sirkular ini akan menjadi potensi bisnis yang luar biasa,” katanya.

Kemenperin mencatat, pada triwulan I-2024, industri tekstil mulai menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan. Hal ini terlihat dari produk domestik bruto (PDB) mengalami pertumbuhan sebesar 2.64 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Ekspor sektor TPT juga mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen atau senilai 2,95 miliar dolar AS pada triwulan I-2024, padahal di periode itu situasi pasar global masih tak menentu oleh ketidakpastian geopolitik. (ant)

Himpunan Pertashop Apresiasi Pertamina Turunkan Harga Pertamax

0
Pegawai SPBU melayani pembeli bahan bakar non subsidi pada pengendara sepeda motor.(ekbisntb/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia mengapresiasi Pertamina yang mulai menurunkan harga bahan bakar minyak non-subsidi Pertamax Series dan Dex Series mulai 1 September 2024.

“Para pemilik Pertashop sangat bersyukur dengan adanya penurunan harga ini, semoga omset penjualan Pertamax di Pertashop akan kembali meningkat,” kata Ketua Umum HPMPI Steven lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Minggu.

Menurut Steven dengan kebijakan penurunan harga Pertamax tersebut Pertashop dapat menjual BBM non-subsidi lebih bersaing, apalagi dengan para penjual eceran Pertalite yang marak di daerah-daerah.

“Kami bersyukur ada perhatian lebih dari Pertamina menyangkut penentuan harga Pertamax ini. Ada perbedaan harga Pertamax dan Dexlite antara SPBU dan Pertashop. Dan sekarang disparitas harga Pertamax dengan Pertalite semakin mengecil,” kata dia.

Disparitas harga yang semakin menyempit itu tentunya dapat mengalihkan perhatian konsumen dalam mendapatkan BBM. Konsumen akan lebih mempertimbangkan BBM kualitas RON lebih baik dengan harga terjangkau, daripada harus membeli BBM subsidi yang dijual pengecer ilegal namun harga tak jauh berbeda dibanding Pertamax yang dijual di Pertashop sebagai penyalur resmi.

Harg Pertalite yang dijual pengecer ilegal biasanya, berkisar pada Rp12.000-13.000 per liter. Dan saat ini, menurut Steven per 1 September 2024 Pertamax mengalami penurunan harga, di SPBU turun Rp750 per liter, yang semula 14.300, menjadi 13.550 yang tentunya harga tersebut tidak jauh berbeda dari BBM yang dijual pengecer ilegal.

Sedangkan di Pertashop lanjut dia, malah BBM jenis Pertamax bisa didapat murah lagi karena turun harga Rp850 per liter, dari semula Rp14.100, menjadi Rp13.250 per liter. “Di pertashop lebih murah Rp300 per liter (selisih harga antara SPBU dan Pertashop per 10 Agustus 2024 lalu hanya 200 per liter, sekarang menjadi selisih lebih murah Rp300), ini agar bisa bersaing dengan eceran-eceran yang marak di wilayah pelosok,” ujarnya.

Dengan semakin sempitnya disparitas harga Pertamax dengan Pertalite, hal itu juga menjadi langkah efektif menekan atau menutup celah penjualan BBM oleh pengecer-pengecer ilegal. BBM yang dijual eceran ilegal tentunya tidak bisa terjamin kualitas kemurnian dan ketepatan jumlah takarannya, dan hal tersebut dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen. (ant)

MIM Foundation Bersama Korem 162/WB Didukung Bank Dinar Gelar Charity untuk 182 Veteran Kemerdekaan

0
Kegiatan acara Charity 182 veteran kemerdekaan Republik Indonesia(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79 tahun, MIM Foundation bersama KOREM 162 Wira Bhakti yang didukung Oleh Bank Dinar menggelar charity untuk 182 veteran kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Sabtu 31 Agustus 2024 di Pantai Sire, Kabupaten Lombok Utara.

Dalam agenda charity untuk 182 veteran kemerdekaan, MIM Foundation bersama Korem 162 /WB memberikan santunan kepada perwakilan dari veteran kemerdekaan.

Santunan diserahkan oleh Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Bapak Agus Bhakti, WakaPolda NTB Bapak Brigjen Pol. Drs. Ruslan Aspan, Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen didampingi oleh Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin, Santunan kepada veteran kemerdekaan merupakan bentuk apresiasi MIM Foundation yang berkolaborasi dengan Korem 162/WB kepada para pejuang kemerdekaan.

“MIM Foundation yang merupakan lembaga sosial hadir untuk bermanfaat kepada masyarakat, tentu dalam pelaksanaan program MIM Foundation tidak bisa sendiri, kami membangun kolaborasi stakeholder dalam beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan bersama di berbagai pilar program MIM Foundation. Salah satunya pada hari ini kami dari MIM Foundation berkolaborasi dengan KOREM 162 Wira Bhakti yang didukung oleh Bank Dinar memberikan santunan kepada 182 veteran kemerdekaan sebagai bentuk apresiasi perjuangan. Kedepannya semoga akan terus ada kolaborasi yang berhubungan dengan cinta tanah air dan nasionalisme kepada bangsa dan negara,” kata Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin.(bul)

28 UMKM NTB Dipromosikan Melalui Mayo Kuliner

0
Astra Motor NTB mempromosikan UMKM binaan melalui program Mayo Kuliner(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Astra Motor NTB telah membuktikan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui program Mayo Honda. Program ini bukan hanya sekadar promosi, tetapi menjadi jembatan emas bagi UMKM untuk berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.

Pada tahun 2024 ini, sebanyak 28 UMKM yang masuk dalam program Mayo Kuliner diantaranya, 22 UMKM tersebar di Kabupaten Lombok Barat, yaitu, Ikan Bakar Asyfa, Ikan Bakar NN, Warung Hatemah.

Warung Inaq Muhibbah. Pawon Sasak Ibu Mariyani. Warung Ragi Telu. Warung Ibu Mis Kayu Putih. Warung Ikan Bakar Humaira. Warung Inaq Muhibbah. Warung Nurhayati. Warung Srimurni. Warung Sate Bulayak Andika Akbar.

Warung Sate Bulayak Bu Dwi. Warung Sate Bulayak Ibu Ayu. Warung Sate Bulayak Ibu Rahma Ningsih. Warung Sate Bulayak Ibu Rukaiyah. Warung Sate Bulayak Ibu Rusmin. Warung Sate Bulayak Inaq Marini. Warung Sate Bulayak Inaq Renah. Warung Sate Bulayak Inaq Rusniati. Warung Sate Bulayak Pak Uki. Warung Sate Bulayak Tapriwati.

Sementara di Kota Mataram ada Warung Inaq Budi. Soto Kwali. Warung Cak Sal. Warung Babi Riki. Dan di Lombok Timur ada Lesehan Mae Cenggo dan Lesehan Purnama.

Secara umum, Mayo Honda bekerja dengan cara menggandeng UMKM lokal, terutama yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan tangan. Dengan kolaborasi ini, produk-produk UMKM tersebut mendapatkan eksposur yang lebih luas melalui jaringan dealer Honda di NTB.

Beberapa bentuk dukungan yang diberikan Mayo Honda kepada UMKM antara lain, Promosi Bersama : dimana produk UMKM dipromosikan bersamaan dengan produk Honda, sehingga mendapatkan perhatian dari konsumen yang lebih luas.

Branding: Mayo Honda membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas branding dan kemasan produk sehingga lebih menarik di pasaran.

Pelatihan: UMKM diberikan pelatihan mengenai manajemen bisnis, pemasaran, dan pengembangan produk untuk meningkatkan daya saing.

Networking: Mayo Honda memfasilitasi jaringan antara UMKM dengan berbagai pihak, seperti distributor, pemasok, dan konsumen potensial.

Manfaat Mayo Honda bagi UMKM. Peningkatan penjualan didukung dengan jangkauan yang lebih luas, UMKM dapat meningkatkan penjualan produknya. Peningkatan kualitas produk melalui pelatihan dan dukungan yang diberikan, UMKM terdorong untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Peningkatan brand awareness: Brand UMKM menjadi lebih dikenal masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kemitraan Jangka Panjang: Mayo Honda membangun kemitraan jangka panjang dengan UMKM, sehingga memberikan kepastian usaha bagi para pelaku UMKM.

Dampak Positif Mayo Honda bagi masyarakat adalah peningkatan ekonomi lokal, dengan berkembangnya UMKM, perekonomian lokal semakin bergeliat dan membuka lapangan kerja baru. UMKM yang sukses akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Pelestarian Budaya: Mayo Honda turut berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal melalui promosi produk-produk kerajinan tangan khas NTB.

Chrystian David, Marketing Manager Astra Motor NTB menegaskan, korporasi turut mendukung UMKM yang ada di Provinsi NTB khususnya yang ada di Pulau Lombok.

“Kuliner yang menjadi ciri khas lokal, yang rasanya enak dan nikmat akan kami branding dengan label Mayokuliner. bentuk kerjasamanya berupa branding dan sharing/ join promo. Kami memberikan branding berupa matprom pada meja, buku menu dan plang untuk toko/ UMKM tersebut,” katanya.

Sedangkan benefit yang didapat UMKM Mayo Kuliner mendapat promosi bahkan seluruh relasi Astra Motor NTB bisa melakukan pemesanan.

“Apalagi di Lombok ada sirkuit Mandalika, pastinya NTB kerap dikunjungi tamu dari luar pulau. dan biasanya mereka pasti tanya untuk makanan rekomen yang ada disini apa saja, nah UMKM/tenant kuliner yang sudah di cap branding Mayo Kuliner akan menjadi opsi pertama untuk menjamu tamu atau relasi Honda,” tandasnya.(bul)

Pertamax dan Dex Series Turun Harga, Berikut Harga Terbaru di NTB

0
Loket pengisian BBM Pertamina(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian berkala untuk harga BBM Non-subsidi. Pada bulan September 2024 ini Harga Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan. Harga baru berlaku pada 1 September 2024.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menyatakan bahwa harga BBM Non-subsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM Non-subsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya. Bisa tetap, bisa naik dan bahkan bisa turun, tergantung trend harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. September ini, semua harga BBM Non Subsidi Pertamina mengalami penurunan barga” jelas Heppy.

Di Jatim Bali dan Nusa Tenggara, untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.475 , Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp. 13.650 dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp 12.950 Sedangkan untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.050 dan Pertamina Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 14.550 per liternya.

“Tidak hanya turun harga, Pertamina Patra Niaga juga memberikan banyak promo & loyalty program di aplikasi MyPertamina yang membuat pembelian BBM lebih murah lagi. Selain itu, kami juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif di seluruh wilayah Indonesia,” lanjut Heppy.

Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi kembali mengingatkan masyarakat bahwa disetiap penyesuaian harga BBM Non Subsidi, Pertamina selalu paling murah dibandingkan kompetitor.

“Kami selalu menghadirkan harga paling terjangkau dengan spesifikasi produk yang kompetitif dengan kompetitor. Mumpung ada penurunan harga silakan masyarakat bisa menambah volume pengisian lebih dari biasanya,” ujar Ahad.(bul)

Peringatan HUT ke-31 Kota Mataram, Tiga Ahli Waris Terima Rp1,1 Miliar Manfaat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

0
Peringatan HUT ke – 31 Kota Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Tiga ahli waris menerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp1,1 miliar lebih pada upacara peringatan HUT ke – 31 Kota Mataram.

Manfaat kepesertaan diserahkan secara simbolis oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang NTB, Boby Foriawan di Taman Sangkareang, Sabtu 31 Agustus 2024.

Masing-masing ahli waris yang menerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini diantaranya.

Ahli Waris Alm. Gusti Made Sukanda, Ni Luh Sadriani (istri) menerima manfaat Kecelakaan Kerja Dan Beasiswa sebesar Rp273.016.000.

⁠Ahli waris Alm. AL Hadiawan, Zahrah (istri) yang menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua dan Beasiswa sebesar Rp325.828.770.

Ahli waris Alm Afutara Ary Sabintang, Felicia (istri) menerima manfaat Kecelakaan Kerja dan Beasiswa Sebesar Rp508.000.000. Total manfaat kepesertaan yang diterima ahli waris sebesar Rp 1.106.844.770.

Boby Foriawan dalam kesempatan ini turut menyampaikan selamat HUT untuk Kota Mataram, sekaligus menyampaikan duka cita kepada ahli waris.

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang dirancang untuk memberikan perlindungan kepada pekerja saat mengalami risiko seperti kecelakaan kerja, kematian, hari tua, pensiun dan kehilangan pekerjaan. Dengan kata lain, BPJS Ketenagakerjaan adalah “payung” bagi pekerja saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Mengapa penting menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? diantaranya menjadi jaminan keuangan saat terjadi risiko seperti jika mengalami kecelakaan kerja, peserta akan mendapatkan santunan berupa biaya pengobatan sampai tak terhingga, hingga santunan cacat tetap.

Jika terjadi kematian karena kecelakaan kerja, ahli waris akan mendapatkan santunan kematian Rp42 juta yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dana JHT pun dapat digunakan sebagai modal usaha, biaya pendidikan anak, atau persiapan pensiun. Bagi yang mengalami cacat total tetap, akan mendapatkan santunan berkala setiap bulan.

Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, peserta dan keluarga akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki perlindungan finansial saat menghadapi risiko yang tidak terduga.

“Untuk dua program, iurannya kecil sekali, Rp16.800 perbulan. Tapi tanggungannya sangat besar jika terjadi risiko kecelakaan, bahkan kematian. Karena ini menjadi bentuk tanggung jawab negara hadir kepada rakyat,” demikian Boby.(bul)

Pertama di Indonesia, Telkomsel – UAA Hadirkan Teknologi Robot Bedah Jarak Jauh

0
Teknologi robot bedah(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di kawasan, Telkomsel terus memperkuat kehadiran konektivitas broadband 5G untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor, termasuk di bidang kesehatan.

Telkomsel melangsungkan kerja sama strategis dengan Urological Association of Asia (UAA) untuk menghadirkan evolusi prosedur bedah inovatif jarak jauh menggunakan teknologi robotik (Robotic Telesurgery) dan konektivitas broadband 5G Telkomsel.

Telkomsel dan UAA, dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah memanfaatkan konektivitas broadband 5G secara inovatif untuk melakukan tindakan bedah dari jarak sejauh 1.200 km dengan Robotic Telesurgery pertama di Indonesia dan Asia Tenggara kepada objek manusia, khususnya pasien urologi.

Momen prosedur bedah bersejarah yang dilakukan dengan posisi dokter di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah di Bali dan pasien di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta ini menunjukkan bahwa jarak dan tantangan geografis bukanlah hambatan dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2024, Indonesia memiliki sekitar 150 ribu dokter umum dan 50 ribu dokter spesialis. Namun, meskipun jumlah ini signifikan, Indonesia masih kekurangan sekitar 120 ribu dokter umum dan 30 ribu dokter spesialis untuk mencapai target rasio ideal 0,28 per 1.000 penduduk sesuai rekomendasi Bappenas.

Selain itu, persebaran dokter di Indonesia juga masih belum merata, dengan 59% dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan provinsi bagian timur lainnya, masih ada kekurangan tenaga medis. Tantangan ini menunjukkan perlunya langkah strategis untuk memperbaiki distribusi tenaga medis dan meningkatkan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana, yang mewakili Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan, dengan menghadirkan konektivitas, solusi, dan layanan terbaiknya, Telkomsel mengambil peran terdepan dalam transformasi digital industri kesehatan Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya sekadar menghadirkan teknologi terkini, tetapi juga memberdayakan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan teknologi broadband terdepan, termasuk 5G yang relevan di era digital, untuk mengatasi faktor jarak dan tantangan geografis,” ujarnya.

Sebagai pionir konektivitas broadband generasi ke-5 (5G) di Indonesia sejak 2021, Telkomsel telah dan terus mengakselerasi perluasan cakupan jaringan 5G terdepan dan terluasnya (Hyper 5G) secara lebih masif dengan tujuan mempercepat transformasi dan pertumbuhan ekosistem serta ekonomi digital Indonesia.

Perluasan jaringan 5G tersebut dilakukan secara terarah, bertahap, dan terukur, mencakup lebih dari 1.000 titik yang tersebar di 56 kota/kabupaten, termasuk di area strategis seperti kawasan industri, kawasan residensial, bandar udara internasional, destinasi wisata prioritas Indonesia, hingga di wilayah Ibu Kota Nusantara guna mengakselerasi pembangunan sekaligus merayakan HUT ke-79 RI.

Ekspansi tersebut secara masif juga telah dimulai di destinasi wisata global, Bali, dengan konektivitas 5G secara merata tanpa jeda di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, termasuk rute-rute ramai dan populer seperti Kuta-Canggu, Nusa Dua, dan Renon-Sanur.

Selanjutnya dalam upaya akselerasi 5G tersebut, Telkomsel mengimplementasikan konektivitas terdepannya itu secara inovatif melalui Robotic Telesurgery di Jakarta, Bali, dan Shenzhen dalam kerja sama bersama UAA. Telkomsel dan UAA menggandeng RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah di Bali, dan Animal Lab di Shenzhen, China, untuk melangsungkan sejumlah prosedur bedah jarak jauh menggunakan konektivitas broadband 5G.

Sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan prosedur ini, Telkomsel menyediakan layanan Infrastructure-as-a-Service (IaaS) untuk jaringan 5G dengan kecepatan tinggi lebih dari 100 Mbps, latensi rendah kurang dari 25 ms, dan jitter kurang dari 10 ms, serta jaringan optik khusus dengan sambungan point-to-point dan kapabilitas multicast, yang keseluruhannya memungkinkan Robotic Telesurgery dengan presisi visual tinggi, aksesibilitas instrumen jarak jauh yang ergonomis, dan mampu mengatasi faktor jarak dan tantangan geografis.(bul)