Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 603

Investor Australia Tertarik Kelola Eks Aerotel

0
Sekda Loteng H. Lalu Firman Wijaya (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Salah satu investor asal Australia menaruh minat untuk mengelola dan mengembangkan eks Aerotel Praya yang sudah cukup lama ditelantarkan. Sebagai bentuk keseriusan, investor Australia telah mengajukan proposal ke Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terkait rencana pengelolaan asset milik daerah itu. Penandatanganan kesepakatan pengelolaan aset daerah tersebut bisa dituntaskan dalam tahun ini juga.

“Ya, ada satu pemodal asing asal Australia yang menaruh minat untuk mengelola aset daerah eks Aerotel. Bahkan, mereka sudah menyodorkan proposal rencana pengelolaan ke kita,” aku Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H.L. Firman Wijaya, S.T., M.T., di ruang kerjanya, Jumat 6 September 2024.

Hanya saja, rencana masuknya investor Australia tersebut masih tahap awal, karena masih akan ada pembahasan-pembahasan secara lebih teknis dan detail lagi soal pengelolaan eks Aerotel tersebut. Mengingat, banyak hal yang harus disepakati. Tidak hanya soal besaran nilai sewa, tetapi juga hal-hal teknis lainnya.

Sesuai mekanisme yang ada, Pemkab Loteng akan membuka lelang terbuka khusus untuk pengelolaan eks Aerotel, mengingat, ada beberapa pemodal lainnya yang juga menaruh minat untuk mengelola aset daerah itu. Tetapi yang sudah cukup maju dan intens pembicaraannya yakni dengan investor Australias tersebut.

“Kalau yang lain baru sebatas menyatakan minat saja. Saat kita minta mengajukan proposal, hilang kabar. Tapi kalau pemodal dari Australia ini, selain menyatakan minat secara lisan mereka juga sudah mengajukan proposal permohonan ke Pemkab Loteng. Artinya, mereka serius,” terangnya.

Disinggung besaran nilai investasi yang akan dikucurkan investor Australia tersebut, Firman mengaku belum sampai ke tahap itu. Pihak investor baru menyampaikan beberapa rencana pengembangan eks Aerotel tersebut jika ditunjuk sebagai pengelola, seperti penambahan fasilitas hotel berupa kolam renang serta penataan dan upgrading bangunan yang ada.

Pihaknya mengharapkan eks Aerotel itu bisa memenuhi standar setidaknya hotel bintang tiga. “Pada prinsipnya Pemkab Loteng siap melepas pengelolaan eks Aerotel ke pihak yang mau dan benar-benar serius mengelola aset tersebut. Karena memang sudah cukup lama tidak dikelola,” pungkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng ini. (kir)

Dukung Program Makan Siang Gratis, Disnakkeswan NTB akan Bangun Pabrik Sapi Perah

0
Muhammad Riadi (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhammad Riadi, SP, M.Ec.Dev mengatakan akan mendorong pengembangan industry peternakan sapi perah di NTB untuk mendukung program makan siang gratis bagi anak dan ibu hamil untuk mencegah stunting.

Selain sapi perah, direncanakan juga akan dikembangkan lahan peternakan sapi potong.
Kedua jenis sapi ini akan dijadikan sebagai sumber protein dan vitamin yang akan membantu tumbuh kembang anak dan bayi dalam kandungan.

“Penyiapan makan bergizi gratis untuk anak sekolah itu tahapannya sekarang lagi mengidentifikasi bahan-bahan mana yang potensial untuk pengembangan sapi potong, kemudian sapi perah, lahannya sudah kita input dan kita sudah turun verifikasi lahan untuk ditawarkan kepada investor Jum’at lalu” ujarnya.

Karena kebutuhan akan sapi ini akan meningkat pada saat program makan siang geratis dimulai, Riadi mengatakan pihaknya telah menemukan investor untuk berinvestasi terkait dengan pengembangan peternakan sapi potong dan sapi perah.

“Itu ditawarkan kepada investor untuk berinvestasi. Karena demandnya kan ada, pelihara sapi perah yang akan dikonsumsi oleh ribuan anak sekolah, sudah ada yang tertarik, investor asal China,” lanjutnya.

Karena program ini memprioritaskan penyerapan bahan makanan lokal, menurut Riadi tidak sulit untuk menemukan Investor yang mau berinvestasi pembuatan peternakan sapi ini.

“Kebijakannya nanti, diutamakan diserap dari produk lokal jadi susu diproduksi di NTB,” katanya.

Nantinya, industry peternakan sapi perah dan sapi potong ini diperkirakan akan dibangun daerah dingin dan banyak air, seperti di lereng Rinjani, Sembalun, Suela, Batukliang Utara, Timba Nuh, Kotaraja, Tetebatu. Hal ini karena sapi perah memerlukan cuaca yang sejut serta tidak boleh kekurangan air agar dapat menghasilkan susu yang berkualitas.

Rencananya, untuk kebutuhan sapi perah ini, NTB akan mengimpor sapi perah dari Brazil, karena berdasarkan iklim dan cuaca, negara ini hampir mirip dengan NTB.

“Kita ndak ada sapi perah, kalau yang ada di Indonesia in ikan yang cocok di daerah dingin, jadi makanya kita identifikasikan di Lereng Rinjani, cocok dia. Makanya kalau kita enggak mengimpor dari Brazil, kita ambil dari Jawa,” ungkapnya.

Selain sapi, Riadi juga mendorong para peternak ayam petelur untuk bisa menambah populasi unggas mereka. Karena, telur menjadi salah satu protein hewani yang sangat aktif membantu pertumbuhan anak dan mencegah stunting.

Saat ini, kebutuhan telur NTB belum bisa dipenuhi oleh peternak yang ada di Provinsi ini, sehingga, tak jarang NTB mendatangkan telur dari Jawa dan Bali.

Karena setiap daerah akan membutuhkan telur saat program makan siang geratis ini dimulai, Riadi mendorong adanya peningkatan jumlah unggas dan telus yang dihasilkan.

“Telur itu dipenuhi dari Jawa dan Bali. Nah, ini yang kita dorong untuk menambah populasi sehingga kebutuhan NTB bisa secara mandiri, karena kan nanti semua daerah akan butuh, Jawa butuh, Bali butuh, nanti kebingungan kita,” jelasnya. (era)

Sebelum MotoGP Berlangsung, Pembalap akan Ikuti Parade dan Penghijauan Sirkuit Mandalika

0
Penagarahan persiapan parade(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebelum melangsungkan balapan pada tanggal 27 – 29 September 2024, para pembalap MotoGP dijadwalkan akan mengikuti parade dan penghijauan di sekitar Mandalika. Penghijauan ini dilaksanakan di hari yang sama saat uji coba lintasan sirkuit Mandalika.

“Semua pembalap akan mengikuti parade di Kota Mataram dan kegiatan penanaman pohon,” ujar Vice President Operation the Mandalika, Pari Wijaya.
Dikatakan, seluruh pembalap akan mengikuti parade dan penanaman pohon ini. Mulai dari pembalap MotoGP, Moto2, Moto3, dan Adematsu Asia Talent Cup (IATC).

“Untuk MotoGP akan diikuti 27 pembalap, 11 tim, 20 seri balapan. Sedangkan Moto2 ada 35 pembalap dari 15 tim, dan Moto3 sebanyak 31 pembalap dari 13 tim,” lanjutnya.

Untuk kegiatan parade, pembalap akan dilaksanakan dari Taman Sangkareang sampai Teras Udayana Kota Mataram pada tanggal 25 September 2024 mendatang.

Sementara penghijauan dengan uji lintasan sirkuit akan dilaksanakan sehari sebelum MotoGP berlangsung, yaitu tanggal 26 Agustus 2024.

“Jadwal MotoGP mulai Kamis 26 September akan berlangsung track experience yang dilakukan oleh para pembalap dan diiringi cara penanaman pohon. Tanggal 25 September akan dilaksanakan parade pembalap di Kota Mataram,” jelasnya.

Untuk penonton MotoGP yang ingin bertemu langsung dengan para pembalap MotoGP, Kapolda NTB, Irjen Pol Umar Faroq menyarankan para penonton ini untuk datang langsung pada saat parade yang dilaksanakan pada tanggal 25 September tersebut.

“Di sana kesempatan warga masyarakat untuk bisa berkomunikasi langsung dengan racer, dengan pembalap-pembalap Internasional. Silahkan berkunjung pada saat tanggal 25 September, pelaksanaan racer paradenya, sehingga kalau mau ketemu, pada saat itulah bisa komunikasi langsung,” sarannya.

Umar mengatakan pada parade ini, Polda NTB sudah menyiapkan personel untuk mengawal dan mengamankan parade pembalap MotoGP. Sehingga, meski banyak masyarakat yang hadir pada parade tersebut, keamanan para pembalap tetap terjamin.

“Polda NTB sudah siap (mengamankan, red) penyelenggaraan ini. Sudah rapat beberapa kali, minggu kemarin dengan Pemda dan Pemprov merapatkan rakor untuk menyiapkan persiapan MotoGP Mandalika,” pungkasnya. (era)

Jual Harga Diatas HET, Pertamina Sanksi Tegas Sejumlah Agen dan Pangkalan LPG di NTB

0
Sidak Pertamina Patra Niaga (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbismtb.com) – Pertamina Patra Niaga melaui Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjatuhkan sanksi kepada pangkalan dan juga agen yang ketahuan menjual harga LPG 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan sikap tegas ini diambil karena kebijakan HET dikeluarkan untuk melindungi konsumen. Pada prinsipnya, agen ataupun pangkalan tidak boleh menjual LPG 3 Kg di atas HET.

“Pada hari ini kita sudah melakukan pengecekan di lapangan terkait sidak stok dan HET pangkalan LPG 3 Kg di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima. Sangat disayangkan sekali masih saja ditemukan pangkalan yang menjual LPG 3 Kg diatas HET, diantaranya di Kecamatan Unter dan Kecamatan Labuhan Badas yang berada di Kabupaten Sumbawa. Atas kejadian ini, kami akan kenakan sanksi tegas untuk agen yang pangkalannya menjual LPG 3 Kg diatas HET tersebut”, ucap Ahad.

Ahad kemudian menjelaskan agen harus menjual LPG 3 Kg sesuai HET yang ditetapkan Pemerintah Daerah. Di NTB sendiri, HET untuk satu tabung gas LPG 3 Kg adalah Rp 18.000,-. Ketetapan ini diatur lewat Peraturan Gubernur Provinsi NTB Nomor 750/444/2023 tentang HET LPG 3 Kg.

Ahad menuturkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan menjatuhkan sanksi kepada agen yang pangkalannya ini ketahuan menjual LPG 3 Kg di atas HET. Setelah melakukan pengecekan kronologis, Pertamina selanjutnya bisa menjatuhkan teguran bahkan pemutusan hubungan usaha (PHU) bagi pangkalan. “Kita cek kronologisnya, mulai teguran hingga PHU. Untuk tindaklanjut atas sidak pada hari ini dan beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima, kami sudah melayangkan surat sanksi kepada agennya dan kemudian akan dilakukan pemotongan supply selama sebulan untuk pembinaan”, imbuhnya.

Selanjutnya Ahad menyampaikan untuk Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa per hari ini, Jumat , 6 September 2024 sudah 6 surat sanksi yang dilayangkan kepada agen yang pangkalan LPG nya ketahuan menjual LPG 3 Kg diatas HET. “Atas sidak ini, selain sanksi terkait HET kami juga ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk stock LPG 3 Kg sendiri tergolong aman untuk 2 kabupaten ini, untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir. Namun, kami juga ingin mengimbau kepada pelaku usaha dan juga untuk rumah tangga yang mampu, agar menggunakan Bright Gas agar subsidi dari Pemerintah bisa dipergunakan untuk bidang kemasyarakatan yang lain seperti pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Harapan kami mari kita arif untuk penggunaan barang subsidi agar nanti dapat tepat sasaran untuk kesejahteraan bersama”, tutup Ahad.

Apabila ada konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut ataupun ingin mendapatkan layanan pesan antar LPG Non Subsidi Pertamina dapat menghubungi call center Pertamina di nomor 135.(bul)

Harga Emas Antam Jumat melonjak Rp5.000 jadi Rp1,414 juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi, naik kembali menjadi Rp5.000, yang sehari sebelumnya naik sebesar Rp3.000, sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.414.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat 6 September 2024, turut naik menjadi Rp1.262.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp757.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.414.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.768.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.127.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.845.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.635.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.962.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.845.000
  • Harga emas 100 gram: Rp135.612.000
  • Harga emas 250 gram: Rp338.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp677.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.354.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

BPPD NTB Pasarkan Destinasi Wisata Lombok-Sumbawa di Malaysia

0
Acara sales mission(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB) memasarkan destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa dalam acara sales mission di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram, Jumat, mengungkapkan banyak dari kalangan buyer atau pembeli yang berminat dengan beragam penawaran paket wisata Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Seperti paket wisata Hiu Paus dan Surfing di Bangko-Bangko, Kabupaten Lombok Barat, dan Pantai Lakey di Kabupaten Dompu. Ini menjadi primadona yang menarik minat para buyer. Kami juga mendapat berkah pemesanan paket MotoGP sebanyak 130 orang dan ini akan terus bertambah,” kata Sahlan.

Dalam acara yang dihadiri Menteri Penasehat Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia Hendra P. Iskandar, dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB Mulki, Sahlan mengatakan bahwa BPPD NTB berhasil memikat sedikitnya 70 buyer dalam sejumlah paket wisata. Peluang transaksi pada kegiatan tersebut mencapai Rp27,6 miliar.

Sahlan optimistis bahwa potensi transaksi yang tercatat akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya minat wisatawan Malaysia untuk menjelajahi keindahan NTB.

Kegiatan sales mission yang dimulai sejak 5 September 2024, jelas dia, telah mendapatkan dukungan penuh dari KBRI di Malaysia. Bahkan, pihak KBRI menyampaikan banyak pihak yang menunggu kegiatan-kegiatan bernuansa wisata di NTB.

Sahlan memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan KBRI untuk mendorong wisatawan Malaysia berkunjung ke NTB, khususnya Pulau Lombok yang masuk dalam Destinasi Super Prioritas (DSP).

“Jadi, KBRI akan mengundang khusus BPPD NTB untuk rapat dengan asosiasi pariwisata di Kuala Lumpur sebelum kembali ke Lombok untuk membahas pariwisata NTB yang lebih komprehensif,” ucap Sahlan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB Mulki turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan kegiatan sales mission tersebut. Ia mengaku sangat terkesan dengan tanggapan positif para buyer di Malaysia.

“Sangat luar biasa sekali, dan jauh dari ekspektasi saya dengan kegiatan sales mission BPPD NTB ke Malaysia ini, melampaui ada dalam benak saya,” ujar Mulki.

Oleh karena itu, ia optimistis kegiatan ini dapat menjadi pemicu dalam menarik lebih banyak wisatawan Malaysia datang ke NTB. (ant)

Kemenko Marves Sebut Perubahan Iklim Harus Diatasi dari Berbagai Sudut

0
Rachmat Kaimuddin(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin mengatakan bahwa banyak upaya yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim yang rumit.

“Kita sekarang memahami bahwa transisi energi, perubahan iklim, sangat rumit, dan tidak ada jalan pintas. Ini akan memakan waktu lama, akan membutuhkan banyak usaha dan kita harus mengatasinya dari berbagai sudut,” kata Rachmat pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan bahwa pada dasarnya kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi krisis iklim dan itu bukanlah sebuah opsi, sehingga perlu dilakukan kolaborasi.

Menurutnya, skala perubahan tidak dapat tercapai tanpa kolaborasi dan investasi, terutama dari orang-orang yang memiliki lebih banyak (balance sheet) neraca keuangan dari negara-negara yang lebih maju.

Sebelumnya Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan juga mengatakan tentang pentingnya mendatangkan para pembicara ke negara-negara berkembang karena untuk menciptakan kolaborasi diperlukan rasa saling memahami dan pemahaman isu yang lebih mendalam dari negara-negara maju yang biasanya memiliki lebih banyak akses ke teknologi.

Pada kesempatan itu, Rachmat juga mengatakan sejumlah isu menarik seperti konservasi Biodiversity, Blue Halo S, Quality Tourism, hingga konservasi Mangrove akan dibahas pada hari kedua ISF 2024

Sebelumnya, hari pertama ISF diisi dengan sejumlah agenda seperti pembukaan oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup dengan jamuan makan malam di Kawasan Monumen Nasional (Monas). Jamuan makan malam dihadiri Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal dengan permainan cahaya yang menyorot Monas.

Forum ISF 2024 merupakan ajang resmi Pemerintah Indonesia bagi para pemimpin dunia dari berbagai sektor dan negara untuk dapat bertukar pikiran dan pengetahuan sekaligus memberikan solusi dan praktek terbaik menghadapi perubahan iklim.

Perhelatan yang berlangsung selama dua hari itu meliputi sejumlah agenda mulai dari sesi utama yang menghadirkan pembicara kunci, Pleno, Tematik, High Level Dialogue, Memorandum of Understanding (MoU) Signing, Pameran, hingga Gala Dinner. (ant)

Kemenko Marves: Transisi Energi juga Untuk Amankan Energi Terjangkau

0
Acara diskusi penting International Sustainability Forum (ISF) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Deputi Koordinator Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menekankan bahwa transisi energi bukan sekadar peluang untuk mengurangi perubahan iklim, namun juga untuk mengamankan energi terjangkau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan salah satunya.

“Setiap orang dan segala hal harus beradaptasi dengan kebijakan, struktur pembiayaan, praktek industri, dan perilaku konsumen semuanya perlu berkembang,” kata Rachmat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Tantangan itu melampaui politik, di mana perlu bekerja dengan masyarakat untuk menyebarkan pemahaman dan mendorong tindakan kolektif. Meskipun masing-masing mungkin memiliki titik awal berbeda dan menghadapi tantangan yang unik, tambahnya.

Namun demikian, katanya, semua orang dapat berbagi kesempatan untuk berkontribusi pada gerakan keberlanjutan global.

“Berkali-kali saya merasakan semangat kolaborasi terbuka, dan saya tetap berharap, bahkan optimistis bahwa bersama-sama kita dapat membangun dunia yang berkelanjutan,” ucapnya.

Dia menjelaskan bahwa kerja sama serta kolaboratif antarnegara merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim yang terjadi di dunia dan diperlukan pendekatan kolaboratif antara negara maju dan negara berkembang tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan.

“Kolaborasi bukanlah pilihan, melainkan keharusan,” kata Rachmat.

Menurutnya, skala perubahan tidak dapat tercapai tanpa kolaborasi dan investasi, terutama dari orang-orang yang memiliki lebih banyak (balance sheet) neraca keuangan dari negara-negara yang lebih maju, serta tanpa riset dan teknologi yang dapat diakses dan juga tanpa pendanaan yang menguntungkan negara-negara berkembang sekalipun.

Sebelumnya Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan juga mengatakan tentang pentingnya mendatangkan para pembicara ke negara-negara berkembang karena untuk menciptakan kolaborasi diperlukan rasa saling memahami dan pemahaman isu yang lebih mendalam dari negara-negara maju yang biasanya memiliki lebih banyak akses ke teknologi.

Itulah sebabnya digelar diskusi penting International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) selama dua hari pada 5-6 September, katanya. (ant)

Indonesia Punya Pembangkit Listrik Nuklir 250 Megawatt Tahun 2032

0
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah Indonesia menyatakan segera membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) on-grid sebesar 250 megawatt pada tahun 2032 sesuai target yang sudah ditetapkan dalam draf revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang telah disepakati.

“Di dalam Kebijakan Energi Nasional yang tadi malam diketok, itu nuklir masuk ke tahun 2032, on-grid. Jadi dari sekarang kita harus mempersiapkan. Sudah tinggal sembilan tahun. Ini harus dipersiapkan 250 megawatt on-grid. Sudah on the track,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi ditemui dalam acara International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan untuk mewujudkan hal itu, perlu pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta memilih skema teknologi pembersihan (clearing technology) yang di antaranya reaktor modular kecil (SMR), reaktor berpendingin gas suhu tinggi (HTGR) atau thorium.

“Ini harus dipilih suatu teknologi yang tepat,” katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan untuk masalah keamanan, Kementerian ESDM akan membentuk organisasi nuklir nasional yang mengawasi dan mengawal pembangunan PLTN. Ia mengatakan organisasi tersebut akan berada di bawah koordinasi pihaknya.

“ini sedang kami bahas kemarin di focus group discussion, nah nanti kita minta arahan Pak Menteri, ini the next-nya akan seperti apa. Minggu depan kita juga akan hadir di International Atomic Energy di Wina,” katanya.

DI sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menyampaikan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir akan dimulai pada tahun 2030-an.

“Tapi mungkin awal tahun 2030-an itu harus mulai bisa,” kata dia. (ant)

Literasi Keuangan Menyasar Daerah 3T NTB

0
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat di 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Provinsi NTB (ekbisntb.com/bul)

Sumbawa (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat di 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Provinsi NTB.

Salah satunya, edukasi keuangan kepada masyarakat pesisir di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Road to BIK (Bulan Inklusi Keuangan) yang puncak kegiatannya akan dilangsungkan di Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur pada Oktober 2024.

Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo dan Camat Langgudu Abu Bakar hadir dalam kegiatan edukasi kepada Kepala Desa dan perangkat desa, pelaku usaha, petani, dan nelayan di wilayah Langgudu, Rabu, 4 September 2024.

Rudi mengatakan, Pemerintah dan OJK baru saja meluncurkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang mendorong peran aktif lembaga jasa keuangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat hingga ke perdesaan.

“OJK menjadikan Masyarakat 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan kelompok Petani/Nelayan sebagai sasaran prioritas literasi keuangan tahun 2024, termasuk masyarakat di wilayah Langgudu untuk membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Rudi.

Kecamatan Langgudu terletak di ujung tenggara pulau Sumbawa, dan berjarak sekitar 50 Km dari Kota Bima melalui area perbukitan dan hutan lindung. Keterbatasan layanan keuangan di wilayah Langgudu dengan jumlah penduduk tercatat sebesar 32.391 jiwa (BPS, 2021) yang tersebar di 15 desa.

Kegiatan edukasi dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh OJK terkait waspada penawaran investasi bodong dan pinjol ilegal, pengenalan produk dan layanan keuangan yang legal, serta tips pengelolaan keuangan. Dengan terselenggaranya edukasi dimaksud, diharapkan masyarakat dapat memiliki literasi keuangan yang baik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Rudi Sulistyo sebelumnya menyampaikan, hasil survey literasi dan inklusi keuangan didapatkan, indeks literasi keuangan secara nasional 65,43 persen. Sementara indeks inklusi sebesar 72,02 persen.

Literasi keuangan mencakup pengetahuan tentang lembaga – lembaga keuangan (bank dan non bank). Sementara inklusi keuangan terkait akses masyarakat kepada lembaga-lembaga keuangan (bank dan non bank).

Indeksi literasi keuangan dan inklusi keuangan menurut jenis Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Untuk keuangan konvensional mencapai 65,08 persen. Inklusi keuangan konvensional mencapai 73,55 persen. Sementara indek literasi dan inklusi keuangan syariah terbilang masih rendah. Inklusinya 12,88 persen dan literasinya 39,11 persen.

Sementara segmen masyarakat yang memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang lebih rendah dibandingkan tingkat nasional menurut SNLIK 2024 yaitu masyarakat pedesaan. Kelompok umur 15-17 tahun dan 51-79 tahun. tamatan SD sederjat ke bawah. Tidak/belum bekerja, pelajar/mahasiswa, petani/peternak/pekebun/nelayan, dan pekerja selain pegawai/profesional/pengusaha/wiraswasta/pensiunan/purnawirawan. Karena itu, literasi dan inklusi keuangan akan lebih dimassifkan ke desa-desa.(bul)