Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 601

Bersih dan Tertata, Warga Cemara Promosikan Wisata Lewat Event Lomba Perahu Layar

0
event lomba perahu layar diadakan warga Cemara untuk meramaikan kawasan wisata tersebut

Lombok (ekbisntb.com) –Warga Dusun Camara Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar Lombok Barat mengadakan eventt lomba perahu layar Minggu 8 september 2024 di lokasi wisata Sunset Piont Pantai Cemara. Lomba ini diadakan selain untuk menyambut Maulid Nabi, juga untuk mempromosikan kawasan wisata rakyat tersebut.

Kondisi kawasan wisata ini sendiri mulai tertata dan bersih karena peran Pokdarwis. Namun demikian akses jalan masih menjadi kendala yang harus ditangani pemerintah. Pj Kades Lembar Selatan H.Moh.Saleh mengatakan, lomba perahu layar diadakan oleh para  remaja masjid Cemara yang ada di sejumlah dusun setempat. “Ini dalam rangka Menyambut peringatan maulud nabi sekaligus untuk promosikan Kawasan wisata (terutama di Sunset Piont) agar lebih banyak pengunjung),”kata Saleh.

Ia menerangkan lomba ini diikuti 29 nelayan sekitar Cemara. Disaksikan cukup banyak pengunjung, baik dari desa setempat dan daerah luar. Karena kebetulan event ini digelar pada hari libur. Para peserta lomba perahu layar, menempuh rute lumayan jauh. Dimana rutenya dari Pantai Cemare sampai ke sebelah baratnya Gili Nanggu, memutar ke arah sebelah Utara Cemare kemudian muter menuju gawang finishnya di Cemara.

Tujuan diadakan event ini untuk meramaikan kawasan itu agar seimbang dengan pengunjung ke pantai Kupu-kupu Cemare. Pihaknya mencegah agar tidak terjadi persaingan yang kurang sehat antara pelaku wisata.

“Kita harapkan meningkatkan tarap perekonomian masyarakat cemara dan sekitarnya, terutama para pedagang kuliner di pantai cemara,”harapnya. Untuk kebersihan dan penataan kawasan Cemara sendiri, sudah berubah.

Pihaknya meminta Pokdarwis untuk menjaga kebersihan, dimana dari penjualan tiket masuk ke kawasan wisata itu diberikan Rp2000 untuk kebersihan. Sedang untuk penanganan jalan sudah ada program dari pemerintah, membangun sekitar 400 meter. “Sekitar 400 meter, tapi yang belum ada sekitar 700 meter dari tikungan, kemudian ke kanan itu ada lebih 1 kilometer yang perlu ditangani,”ujarnya. (her)

Lombok Sumbawa Nusantara Fair Hadirkan UMKM dari 38 Provinsi di Sirkuit Mandalika

0
Jamaludin Malady.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com)- Gelaran MotoGP Mandalika 2024 tanggal 27 – 29 September 2024 diramaikan dengan kegiatan Lombok Sumbawa Nusantara Fair (LSNF) berlangsung di dalam Sirkuit Mandalika. Kegiatan ini menghadirkan UMKM dari 38 Provinsi di NTB yang menyajikan aneka kuliner, ekonomi kreatif dan suvenir sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin Malady mengatakan, pemerintah menyediakan sekitar 80 – 100 booth UMKM yang lokasinya berada di belakang grandstand B. Kegiatan LSNF di Sirkuit Mandalika merupakan kelanjutan dari event Lombok Sumbawa Fair yang telah terlaksana selama dua kali MotoGP tahun 2022 dan 2023.

 “Karena kegiatan ini pertama kali digelar di Mandalika, harapan pak Menparekraf agar kegiatan LSF yang sudah digelar tahun-tahun sebelumnya agar ada peningkatan tahun ini dengan mengundang peserta dari provinsi lain di Indonesia,” ujar Jamaluddin Malady akhir pekan kemarin.

Booth yang disiapkan oleh pemerintah di ajang LSNF 2024 ini bersifat gratis. Sehingga diharapkan harga barang yang dijual selama kegiatan bisa lebih murah karena tak biaya sewa yang dibebankan kepada pelaku usaha. Berbeda halnya di UKM yang berada di belakang grandstand A yang dikelola oleh ITDC, booth yang tersedia bersifat bisnis karena disewa selama penyelenggaraan MotoGP.

Hal yang menarik di gelaran MotoGP kali ini kata Jamaluddin yaitu pada saat Opening Ceremony, sebanyak 250 talent akan tampil di hadapan Presiden Jokowi, Presiden terpilih Prabowo Subianto serta tamu VIP lainnya. Mereka akan membawakan tarian nusantara, tak hanya tarian Sasambo, namun tarian dari provinsi-provinsi lain di Indonesia.

 “Jumlah talent yang akan tampil di Opening Ceremony MotoGP 2024 lebih banyak daripada tahun lalu yang berjumlah 120 talent” katanya.

MotoGP Mandalika 2024 kata Jamaluddin akan ditonton juga oleh pejabat dan pegawai Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia. Sebab akan ada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemasaran Nusantara di Lombok tanggal 30 September. Sehingga sebelum mereka mengikuti Rakernas, terlebih dahulu seluruh peserta yang berjumlah sekitar 8000 peserta akan menyaksikan final MotoGP di Sirkuit Mandalika.

 “Mereka akan membawa travel agent dan melaksanakan sales mission atau akan menggelar kegiatan promosi masing-masing daerah, supaya tahun depan di 2025 maka teman-teman travel agent ini bisa menyampaikan ke mitra-mitanya yang lain” ujarnya.(ris)

Waspada Pencurian Data Pribadi,  Berikut Tips yang Bisa Dilakukan

0

KEMAJUAN teknologi ibarat dua sisi mata pedang. Pada satu sisi, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan akan tetapi pada sisi lainnya, kemajuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kejahatan.

Perkembangan teknologi digital telah merambah pada semua sisi kehidapan manusia. Akses informasi dari seluruh belahan dunia dengan begitu cepat mudah diterima.

Tingginya penggunaan teknologi berbasis internet ini telah memicu tindak kejahatan, salah satu di antaranya adalah pencurian data pribadi.

Dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id pada Minggu 8 September 2024, berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi data pribadi sebagai upaya antisipatif dampak negatif melakukan aktivitas cyber.

  1. Memastikan data terenkripsi

Setiap situs memiliki sistem keamanan enkripsi untuk memastikan data terkode dengan aman saat dikirimkan lewat situs website. Biasanya situs yang memiliki keamanan enkripsi data bisa diketahui dengan alamat situs yang diawali dengan https. Selain itu, keamanan juga bisa dilihat dengan adanya logo gembok di kiri atas sebelah tautan situs.

  1.  Berhati-hati saat menggunakan jaringan Wi-Fi dan sebaiknya menggunakan jaringan VPN (Virtual Private Network)

Ketika sedang berada di tempat umum dan menemukan Wi-Fi yang bisa diakses secara gratis harus tetap waspada. Jaringan Wi-Fi ini bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi. Biasanya menggunakan access point palsu yang jika seseorang login maka data pribadinya akan tercuri. Sebaiknya menghindari access point yang berpotensi meminta username, password, dan informasi pribadi lainnya.

  1.    Mewaspadai tautan phising

Saat ini banyak sekali tautan (link) yang mengatasnamakan instansi atau organisasi. Dalam beberapa kasus, link tersebut dapat mengarahkan ke halaman login palsu sebagai jebakan dan mencuri data pribadi. Caranya adalah jangan asal memberikan data pribadi di situs yang tidak tepercaya. Periksa kembali alamat (domain) situs. Untuk situs pemerintahan menggunakan domain.go.id.

Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Phising bisa dikatakan mencuri informasi penting dengan mengambil alih akun korban untuk maksud tertentu. Hal ini bisa saja dengan maksud mencari celah untuk beberapa akun yang terhubung dengan akun yang telah didapat. Phising biasanya sering digunakan pada email, di mana penyebaran dilakukan untuk memberikan informasi yang mengarah ke halaman palsu untuk maksud menjebak korban.

  1.  Menggunakan password yang sulit ditebak dan mengganti password secara berkala serta menggunakan ragam password

Password atau kata sandi adalah hal yang paling penting dalam akses login. Oleh karena itu, gunakanlah kata sandi yang sulit untuk ditebak. Hindari penggunaan kata sandi menggunakan tanggal lahir ataupun nama. Selain itu, ganti kata sandi secara berkala misalnya setiap tiga bulan sekali.

Jika kita memiliki beberapa platform yang meminta data pribadi, gunakan password yang berbeda-beda di masing-masing platform. Termasuk di dalamnya untuk e-commerce dan media sosial.

  1. Gunakan mode Incognito ketika berselancar

Saat berselancar di internet, sebaiknya menggunakan mode Incognito (penyamaran). Saat ini kebanyakan browser canggih sudah memiliki mode ini. Di dalam mode ini akan mematikan perekaman data ketika browsing. Browser tidak akan merekam alamat situs dan laman yang telah dikunjungi. Browser  juga tidak dapat merekam data pribadi, seperti nama pengguna untuk  login, password, juga cache dan cookies dari situs web yang dikunjungi.

  1.  Dompet Digital

 Di zaman dengan teknologi semakin canggih, penggunaan dompet digital menjadi pilihan sehari-hari untuk menghindari penggunaan kartu debit dan kredit secara langsung. Tidak ada salahnya untuk menggunakan dompet digital untuk lebih memperaman data informasi pribadi kita.

  1.  Verifikasi Dua Langkah

 Verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) yang ditawarkan pihak aplikasi maupun PSTE merupakan salah satu cara   melindungi   data pribadi.

  1. Update Antivirus

Pasang Antivirus terupdate dalam gawai untuk berjaga-jaga jika terdapat malware di dalamnya. Antivirus akan bekerja untuk melindungi data pribadi.

  1. Transaksi di Platform Terpercaya

 Saat ini, kita juga harus selektif dalam memberikan data pribadi dalam platform. Usahakan untuk mengecek lebih dulu jenis platform yang     meminta data pribadi, apakah terpercaya atau tidak untuk menghindari kebocoran data.

  1. Menjaga Kode OTP

Pada saat menginstal aplikasi baru, aplikasi akan memberikan kode OTP (One Time Password) sebagai langkah awal untuk bisa membuka aplikasi dimaksud. Jangan pernah memberitahukan kode OTP kepada siapapun. Biasanya kode OTP diberikan secara personal melalui sistem kepada pengguna platform. Sekalipun itu merupakan karyawan dari palatform yang bersangkutan, alangkah lebih baiknya apabila tidak memberitahukan kode OTP yang Anda dapatkan.

  1. Bijak posting di media sosial

Trend penggunaan media sosial yang sedang booming merupakan fenomena yang terjadi saat ini. Bahkan seringkali  ada orang yang sudah tidak mampu untuk membedakan batasan-batasan pribadinya dan aktivitas kesehariannya menjadi bahan postingan.

Untuk meminimalkan akses pencurian data pribadi, sebaiknya kita menghindari membuat postingan yang berkaitan dengan aktivitas keseharian kita, misalnya aktivitas pada saat berkumpul dengan teman, anggota keluarga atau kelompok tertentu.

  1. Tidak membagi informasi pribadi

Masih bertkaitan dengan langkah ke-13 di atas, sebaiknya kita berhati-hati dalam memberikan data-data pribadi kita. Adalah hal yang bijaksana, apabila pada saat memposting pada akun media sosial tidak meng-upload  segala hal yang terdapat identitas pribadi. Seperti kartu identitas, tiket pesawat dan semacamnya.

  1. Mewaspadai iklan yang muncul

Pada saat melakukan aktivitas cyber, seringkali muncul promosi dari produk-produk tertentu baik berupa barang maupun jasa. Sebaiknya kita tetap waspada apabila promo tersebut mengisyaratkan hal-hal yang tidak wajar, misalnya harga murah, tawaran cash back, atau hadiah fantastik lainnya.

  1. Tidak asal unduh

Banyaknya aktivitas yang dilakukan secara daring terlebih dalam masa pandemi Covid-19, baik bekerja ataupun belajar, mau tidak mau memaksa kita untuk menginstal aplikasi-aplikasi tertentu. Hal yang seharusnya menjadi perhatian dan kewaspadaan kita adalah terhadap aplikasi bajakan yang rentan terhadap pencurian data pribadi.(r)

Hati-hati Serahkan Foto KTP

0
Rudi Sulistyo (Ekbis NTB/dok)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) tetap mengingatkan kepada masyarakat agar tetap ekstra hati-hati untuk tidak memberikan secara mudah foto KTP, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada pihak lain, untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan.

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo di Mataram, pekan kemarin, menyampaikan kembali arahan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, agar masyarakat diminta untuk ekstra hati-hati dalam memberikan data diri pribadi.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk sangat ekstra hati-hati dalam memberikan data diri pribadi, terutama seperti NIK, KTP, foto wajah, apalagi kalau misalnya sudah diminta untuk merekam, memberikan foto wajah dan sebagainya,” ujar Rudi menambahkan.

Ia mengakui kasus penyalahgunaan data untuk pembukaan rekening atau pinjaman daring (pinjol) ilegal yang merugikan konsumen masih marak terjadi.

Banyak konsumen tidak mengetahui bahwa data mereka digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam hal ini, OJK telah mengatur keamanan dan kerahasiaan data konsumen dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 22 Tahun 2023. Peraturan ini disusun dengan mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

POJK tersebut melarang Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) memberikan data konsumen kepada pihak lain atau menggunakan data pribadi konsumen yang telah mengakhiri penggunaan pelayanan PUJK. Menurut, aturan ini secara tegas mengatur bagaimana PUJK harus bertindak beserta berbagai sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan tim perlindungan konsumen, seringkali data konsumen digunakan untuk pertukaran data dalam pemasaran dan tujuan komersial. Beberapa kasus telah ditelusuri oleh OJK dan disampaikan kepada pihak kepolisian karena terdapat unsur pidana di dalamnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati dalam membagikan informasi data diri pribadi,” tandasnya.(bul)

NIK Disalahgunakan, Pemilik KTP Jadi Korban

0
Ilustrasi pembajakan NIK. (Ekbis NTB/ist)

Pembajakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) adalah tindakan ilegal di mana seseorang secara tidak sah menggunakan NIK orang lain untuk melakukan berbagai aktivitas seperti untuk membuka rekening bank dan melakukan pencurian identitas. Data NIK yang dicuri ini bisa dipergunakan untuk mendaftar pada berbagai layanan online, seperti e-commerce, transportasi online, atau layanan keuangan lainnya, menggunakan data pribadi orang yang dipergunakan NIK-nya.

SEBUAH panggilan masuk di smartphone Bayu, salah satu warga kompleks perumahan di Mataram. Di layar smartphone tidak ada nama siapa yang memanggil. Namun, karena penasaran dari siapa yang menelepon, Bayu pun menerima panggilan tersebut.

Kepada Ekbis NTB belum lama ini, Bayu menuturkan, jika di ujung telepon tersebut ada suara wanita yang menanyakan, apakah yang menerima ini dirinya yang beralamat di seputaran Cakranegara atau bukan. Bayu yang menerima panggilan telepon itu pun membenarkan jika dia adalah yang dimaksud.

Tanpa  basa-basi, tuturnya, penelepon tersebut menyampaikan, jika dirinya memiliki pinjaman di salah satu lembaga pinjaman yang harus segera dilunasi. Jika tidak segera dilunasi, maka akan sanksi dan nama baiknya akan disebar ke beberapa nomor handphone yang tersimpan di smartphonenya.

Namun, Bayu dengan tenang melayani penelepon yang mengancam akan menjelek-jelekkan dirinya lewat nomor handphone yang tersimpan. Tak berapa lama kemudian, Bayu balik mengancam, jika dirinya sudah tahu identitas wanita yang menelepon dan di mana kantornya. Bahkan, Bayu sengaja menyampaikan jika dirinya sudah tahu lokasi kos-kosan wanita penelepon ini.

Bayu balik mengancam, jika sang wanita masih terus menerus menelepon dan mengancam menyebarkan keburukan tentang dirinya, maka ia bersama warga akan mendatangi kantor lembaga pinjaman online ini dan menggerebeknya.

‘’Setelah saya mengancam balik seperti itu, sang penelepon langsung menutup teleponnya dan tidak pernah lagi menghubungi saya hingga saat ini,’’ ujarnya.

Bayu mengakui, jika dirinya tahu lokasi kantor lembaga pemberi pinjaman, karena tidak jauh dari tempat tinggalnya di Cakranegara. Bahkan, lokasi kos-kosan pekerja yang bekerja di lembaga pemberi pinjaman itu berada satu kompleks atau jalur di wilayah Cakranegara.

Lain halnya dengan Haeriyah, seorang pedagang di bawah Pasar ACC Ampenan. Haeriyah didatangi rumahnya oleh dua pria yang menggunakan sepeda motor di salah satu kompleks perumahan di Mataram. Dua pria  tersebut menanyakan pada tetangga terkait lokasi rumah Haeriyah.

Belakangan diketahui, dua pria tersebut merupakan debt collector yang membawa surat tagihan dari satu lembaga peminjam keuangan pada Haeriyah.

Namun, Haeriyah menuturkan, jika dirinya tidak pernah meminjam dengan jumlah tertentu pada lembaga peminjam keuangan yang dimaksud. Ia juga heran, kenapa tagihan pinjaman itu dialamatkan pada dirinya, sementara dirinya tidak pernah meminjam.

Akhirnya dia menyadari, jika ia pernah memberikan foto copy KTP pada seorang temannya beberapa waktu lalu. Namun, ia tidak tahu jika foto copy yang diberikan tersebut disalahgunakan oleh temannya untuk meminjam uang.

Lain halnya dengan seorang Human Resource Development (HRD) di salah satu perusahaan yang ada di Kota Mataram, Luluq Intaniar yang mengaku datanya pernah tersebar dan diteror pinjol akibat salah mengklik link.

Ia menceritakan bahwa pada saat itu, dirinya sedang asyik menonton YouTube, namun karena salah ngeklik, terdownload aplikasi pinjol. Karena penasaran, dirinya mencoba untuk membuka aplikasi tersebut, tiba-tiba saldo Rp6 juta masuk ke dalam rekeningnya.

“Saya coba membuka aplikasi itu karena penasaran, namun sama sekali tidak melakukan pinjaman. Tapi, tiba-tiba masuk uang ke rekening saya sekitar Rp5 – 6 juta,” ujarnya saat dihubungi Ekbis NTB, Sabtu, 7 September 2024.

Karena merasa tidak meminjam, ia kemudian menghubungi kontak center aplikasi tersebut dan mengembalikan uang sejumlah yang ditransfer. Namun, setelah mengembalikan uang senilai Rp6 juta tersebut, Luluq mengaku banyak nomor yang menghubunginya dan mengancam akan menyebarluaskan data pribadinya.

“Bahkan mereka mengirim foto saya saat itu yang entah didapat darimana. Ancamannya banyak, jadi waktu itu saya ganti nomor. Mereka juga mengirim ancaman ke kontak saya yang entah didapat darimana,” jelasnya.

Dijelaskannya, syarat untuk membuka aplikasi pinjol tersebut adalah membubuhkan data pribadi berupa nama, NIK, dan nomor rekening.

“Pas waktu awal buka harus masukin itu (NIK, red), karena penasaran, saya buka aplikasi itu. Tapi tidak ada tindakan lebih lanjut seperti meminta, saya pikir selama tidak meminjam itu tidak masalah,” ungkapnya.

Takut karena mendapat ancaman yang begitu banyak, Luluq melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat, dan berdasarkan penuturan Luluq, OJK meminta agar dirinya tidak merasa takut, selagi uang yang ditransfer sudah dikembalikan.

“OJK bilang abaikan saja, karena sudah pasti itu memeras. Mereka juga mengirim ancaman ke kontak saya yang artinya mereka pasti meretas data saya,” pungkasnya. (ham/era)

Harus Dikuatkan Edukasi dan Proteksi Data Pribadi Masyarakat

0
Moh. Akri (Suara NTB/dok)

DPRD Provinsi NTB memberi atensi terhadap keamanan data pribadi masyarakat seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP-el dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Anggota DPRD NTB H. Moh Akri mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengupload atau memposting KTP serta adminduk lainnya di media sosial, karena hal tersebutlah dapat memancing oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan data diri pribadi untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

“Meng-upload atau memposting foto KTP-el atau data diri penting lainnya di media sosial sebaiknya jangan dilakukan, hal tersebut sangat beresiko terjadinya penyalahgunaan identitas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Akri kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Menurutnya, ada beberapa contoh penyalahgunaan identitas diri yang sering terjadi pada kehidupan sehari-hari seperti NIK pada KTP digunakan untuk pengajuan pinjaman online (pinjol) oleh orang lain.

NIK pada KTP juga bisa digunakan untuk registrasi SIM Card Handphone oleh orang lain. Elemen data KTP digunakan untuk registrasi aplikasi atau program ilegal oleh orang lain. Juga elemen data KTP digunakan untuk hal-hal iseng oleh orang lain.

“Karena itulah kami mendesak pemerintah untuk terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati menjaga privasi serta kerahasiaan NIK ataupun data diri pada KTP,” ujarnya.

Ketua Fraksi PPP ini mengatakan, sistem keamanan data di Indonesia masih perlu diperkuat. Sebab sejauh ini banyak kasus penyalahgunaan data diri mencuat ke permukaan. Hal tersebut jelas telah merugikan korban atau pemilik data diri tersebut.

“Kasus kebocoran data dan penyalahgunaan data pribadi mencerminkan perlunya peningkatan literasi digital kepada publik di semua sektor agar kasus tersebut tidak dapat terjadi lagi,” pungkasnya.(ris)

DPMPD Dukcapil akan Sanksi Tegas Pembajak NIK

0
Panca Kusuma Waldi (Ekbis NTB/ist)

PADA zaman digital ini, sangat mudah untuk mengakses data-data penting milik orang lain. Sehingga, banyak ditemukan kasus kejahatan yang bersumber dari dunia maya. Salah satunya yang marak ditemukan adalah pembajakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang mana banyak ditemukan kasus penggunaan NIK milik orang lain untuk melakukan pinjaman online (pinjol).

Menyikapi hal ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi pembajak NIK sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

“Sesuai dengan UU 94 Nomor 24 Tahun 2013 yang melakukan manipulasi penduduk akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp75 juta,” ujar Kepala Bidang Dukcapil, DPMPD Dukcapil NTB, Panca Kusuma Waldi, S.E., M.M., kepada Ekbis NTB, Jumat 6 sepetember 2024

Saat ini, belum ada pengaduan yang diterima oleh Dinas PMPD Dukcapil terkait dengan penyalahgunaan NIK. Namun, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat selalu menjaga setiap data yang sifatnya pribadi dan rawan untuk dicuri, salah satunya adalah NIK.

“Tidak ada laporan ke kami. Solusi untuk lembaga pengguna, kami sarankan menggunakan alat baca KTP (E-KTP Reader) dan bekerja sama untuk pemanfaatan data kependudukan,” ungkapnya.

“Secara prinsip NIK sifatnya tunggal dan melekat seumur hidup. Jadi untuk masyarakat diminta agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi,” sambungnya.

Terkait dengan maraknya kasus Pinjol menggunakan data orang lain, Panca meminta kepada masyarakat agar tidak sembarangan mengklik link atau tautan yang diterima, baik melalui SMS, Whatsapp, email, bahkan yang dikirim melalui sosial media.

“Penyalahgunaan data pribadi menjadi perhatian kami di daerah kabupaten/kota. Sebaiknya, jangan asal klik link atau tautan,” katanya.

Begitu juga untuk mengantisipasi adanya kasus demikian, DPMPD Dukcapil kerap melakukan sosialisasi terkait dengan pentingnya penjagaan dan pengawasan terhadap data-data pribadi. “Sosialisasi diberikan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui radio, media sosial, sampai pelayanan ke desa melalui Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-NTB,” jelasnya. (era)

Progres Ada yang Minus, Pengerjaan Proyek RSUD Tripat Lobar Didampingi Kejaksaan

0
Direktur RSUD Tripat dan jajaran turun cek pengerjaan proyek belum lama ini. (Ekbis NTB/ist)

Sejumlah fasilitas layanan sedang dibangun RSUD Tripat Lombok Barat (Lobar). Di antaranya, Ruang Rawat Inap, HD (Hemodialisa) atau cuci darah, Cath Lab atau kateterisasi jantung, CT-Scane 64 slice, Mamo grafi gedung untuk layanan Cyto toxic dan Ruang Rawat Inap (Ranap).  Pengerjaan beberapa paket proyek ini pun didampingi pihak Kejaksaan.

“Bukan hanya proyek strategis (didampingi) tapi semua, karena kami ada MoU dengan kejaksaan,” kata Direktur RSUD Tripat dr H Suriyadi, Sp.An., akhir pekan kemarin.

MoU dengan kejaksaan merupakan pertama dilakukan di Lobar, mencakup tidak saja pendampingan proyek, namun juga konsultasi atau pendampingan masalah hukum. Pihaknya bersama Kabag Hukum, Inspektorat dan Kejaksaan berkoordinasi dan konsultasi.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya kesalahan atau penyimpangan. “Karena itu butuh pendampingan dari internal dengan Bagian Hukum dan Inspektorat, yang eksternal dengan kejaksaan,” ujarnya.

Hal-hal yang dikonsultasikan ke kejaksaan, terkait draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) di RSUD. Di RSUD ada tim legal drafting, tim advokasi hukum RSUD, berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Bagian Hukum.

Disebutkan tahun ini pihaknya membangun gedung HD (Hemodialisa) atau cuci darah. Cath Lab atau kateterisasi jantung, dibangun ruangan dan disiapkan alat Cath Lab untuk pemasangan ring jantung, sehingga diharapkan bisa dibuka  layanan jantung tahun depan. Kemudian CT-Scan 64 slice yang disiapkan di UGD. Mamo grafi untuk layanan pemeriksaan kanker payudara tahun depan.

Selanjutnya, gedung untuk layanan Cyto toxic, yang disiapkan baru bangunan gedung untuk mempersiapkan terapi kanker. Karena pihaknya belum memiliki SDM, sehingga bertahap dilakukan dengan menyiapkan bangunan lebih dulu. Nantinya secara bertahap pemenuhannya akan dilakukan.  Untuk progres pekerjaan proyek ini berbeda-beda. “Yang jelas masih on the track dari target. “Yang masih kurang-kurang itu kita intervensi (percepatan ,”jelasnya.

Diakuinya, ada proyek yang progresnya minus. Karena ini kaitan dengan pengadaan di pusat, masih proses lelang seperti untuk CT Scan, sehingga perlu menunggu itu. “itu perlu menunggu dari pusat,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya bersama Kepala Dinas Kesehatan selaku PA (pengguna anggaran), melakukan evaluasi progres pengerjaan proyek tiap pekan dan secara berkala dilaporkan ke Kemenkes dari jadwal pelaksanaan proyek ini selesai Minggu kedua Desember. “Tapi saya tidak mau selesai akhir Desember, tapi di awal-awal Desember, di bawah Tanggal 20 Desember selesai agar ada waktu untuk evaluasi,” tutupnya. (her)

Lestarikan Lingkungan Wisata, Stakeholder Deklarasi Rinjani Zero Waste

0
Pelaku pelestarian lingkungan mendeklarasikan Rinjani Bebas Sampah. (Ekbis NTB/ist)

PARA stakeholder pariwisata dan lingkungan mendeklarasikan Rinjani Zero Waste Camp, di Senaru, Sabtu 7 september 2024 Sejumlah pihak terlibat, meliputi Dinas LHK Provinsi NTB, Dispar NTB, Balai TNGR, Trash Hero Bayan, Pemda diwakili Wabup Lombok Utara, GM Geopark Rinjani, IFG Life, eksedisi Senaru, Guide Rinjani Eco Tour, serta para guide setempat.

Ketua Pelaksana, Lalu Ramli, menyatakan Rinjani Zero Waste sebagai upaya pelestarian lingkungan Gunung Rinjani melalui pendakian bebas sampah. Pasalnya, Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi wisata alam terpopuler di Lombok, terus menarik perhatian pendaki dari berbagai belahan dunia. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, kawasan ini menghadapi tantangan besar terkait sampah pengunjung yang merusak keindahan Rinjani dan mengancam kelestarian lingkungan.

“Merespon permasalahan ini, Geopark Rinjani Lombok berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyelenggarakan Rinjani Zero Waste Mountain Camp, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi sampah di jalur pendakian sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah sampah masuk kedalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dengan melucuti semua sampah sebelum memulai pendakian,” ungkap Ramli.

Rinjani Zero Waste Mountain Camp kali ini mengusung tagline “Proud to be Rinjani Zero Waste Trekker”.  Kegiatan ini berorientasi menciptakan generasi pendaki yang lebih bertanggung jawab dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Gunung Rinjani.

Tujuan dan Kegiatan ini berfokus pada praktik pendakian bebas sampah di kawasan TNGR. Kampanye ini sendiri berlangsung 5 hari dari 3 hingga 7 September 2024.

Kegiatan ini mencakup kampanye “Zero Waste Trekking,”  penanaman pohon, bersih gunung, sarasehan, hingga kegiatan edukatif bagi pelajar setempat.

Kegiatan utama dalam program ini meliputi, Kampanye Zero Waste Trekking dengan implementasi semua barang bawaan harus bebas dari potensi sampah sebelum memulai pendakian. “Peserta dianjurkan membawa menu makanan siap saji untuk mengurangi aktivitas memasak dan potensi sampah,” imbuhnya.

Selain itu, peserta juga melakukan penanaman pohon yang dilakukan di Pos 2 Tengengean untuk membantu mengurangi emisi karbon, menyediakan peneduh, dan mengurangi erosi tanah di jalur pendakian; clean up jalur pendakian Sembalun hingga Torean, dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik; Sarasehan Zero Waste Trekking & Launching Buku Panduan, hingga diskusi mengenai konsep zero waste trekking.

“Kami juga mengadakan Geopark Goes to School, Edukasi dan kegiatan interaktif bagi siswa SMA 1 Sembalun tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” tandasnya.

Sementara, pendiri Trash Hero Bayan, Sutikno, menambahkan Deklarasi Rinjani Zero Waste memuat 6 poin komitmen untuk mewujudkan pendakian Gunung Rinjani yang bebas sampah. Diantaranya, semua pihak terkait agar menerapkan prinsip pendakian bebas sampah (zero waste trekking) dalam setiap aktivitas pendakian gunung Rinjani. Oleh karena itu, Deklarasi ini mendorong diselenggarakannya pelatihan intensif guna mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam manajemen pendakian yang bebas sampah.

Kedua, mendukung penerapan regulasi yang tegas untuk memastikan semua pendaki mematuhi prinsip pendakian bebas sampah. Ketiga, menyebarluaskan dan mengkampanyekan Gerakan Pendakian bebas sampah (zero waste trekking) melalui media massa dan berbagai saluran komunikasi publik. Keempat, mendukung Konsep Zero Waste yang sejati dengan menegaskan bahwa “Zero Waste” bukan berarti menghilangkan sampah dengan cara dibakar yang dapat merusak lingkungan. “Sebaliknya, kami berkomitmen untuk mencegah timbulnya sampah sejak awal dengan perencanaan perjalanan yang matang dan peduli lingkungan,” ungkap Sutikno.

Poin kelima deklarasi adalah mendorong peran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan perguruan tinggi untuk berkolaborasi dan terlibat secara aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Terakhir, melibatkan dunia usaha dalam pengembangan manajemen logistik pendakian yang bebas sampah, dengan memanfaatkan potensi lokal dan pelibatan pengusaha lokal. “Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat lingkar Rinjani melalui penyediaan logistik pendakian bebas sampah yang mendukung berkembangnya ekonomi lokal secara berkelanjutan,” tandas Sutikno. (ari)

RSUD Tripat Kembangkan Layanan Hospital Tourism di Daerah Wisata

0
Direktur RSUD Tripat H. Suriyadi bersama Kepala Dikes Lobar Arief Suryawirawan mengecek lokasi pengembangan layanan hospital tourism di Senggigi. (Ekbis NTB/ist)

RSUD Tripat Lombok Barat (Lobar) konsern mengembangkan rumah sakit dengan konsep Hospital Tourism. Salah satunya dengan membuka layanan pengembangan Hospital Tourism di kawasan wisata. Di samping, sebelumnya rumah sakit membuka Poliklinik Umrah Haji dan Travel Medicine. Pihak RSUD juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya perusahaan travel dan PT Pelindo serta pihak lainnya.

“Kenapa kita buka layanan Umrah ,Haji dan Travel Medicine, karena di mana-mana mengembangkan hospital tourism,” kata Direktur RSUD Tripat dr. H. Suriyadi, Sp.An, Sabtu 7 september 2024

Di Indonesia, Hospital Tourism tengah dikembangkan Kemenparekraf berkolaborasi dengan Kemenkes, kemudian diturunkan menjadi Health Tourism. Bicara hospital tourism, sangat potensial, karena Lombok menjadi The Best Halal Tourism In The World atau wisata halal terbaik di dunia.

Dari wisata halal ini, ada diturunkan lagi Lombok sebagai tempat bulan madu terbaik di dunia. Namun itu belum disentuh dari sisi kesehatannya, sehingga pihaknya pun mengambil bagian di pelayanan kesehatan atau health tourism diturunkan lagi ke medical halal tourism untuk menggabungkan antara health tourism dan halal tourism. “Rumah sakit ambil bagian di mana? Di medical halal tourism,” terangnya.

Salah satu kegiatan halal tourism itu dibuka Poliklinik Umrah Haji dan Travel Medicine. Ini potensinya besar untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit, karena hingga bulan Juni, warga yang umrah sebanyak 9.278 orang. “Itu pasar. Artinya kami akan mengembangkan tidak melulu pasien BPJS, jadi ada pasien umum, itu kita Kembangkan juga biar balance,”imbuhnya.

Kaitan dengan hospital tourism ini, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan asuransi nasional maupun internasional ke depan. Ke depan, pihaknya juga membuka layanan persalinan syar’i. Pelayanan akan dilayani semuanya oleh dokter maupun nakes perempuan.

Untuk mendukung pengembangan hospital tourism ini, lanjut dia, pihaknya juga membuat layanan satelit atau pengembangan hospital tourism, di utara dan selatan. “Kita membuat satelit, utara dan selatan. Di utara kami buat satelit di Senggigi,” ujarnya.

Di Senggigi ada bangunan di depan hotel yang berlokasi di Senggigi yang akan dijadikan pengembangan layanan hospital tourism. Dan pihaknya juga akan membuka layanan satelit di Sekotong. Selain itu, pihaknya juga kerja sama dengan pihak Pelindo untuk layanan kesehatan tamu kapal pesiar dengan menyiapkan pelayanan Poliklinik Travel Medicine dan Layanan Geriatri. “Kami jemput bola, Kita turun pelayanan ke Gilimas, tinggal telepon kami turun,” ujarnya. (her)