Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 561

NTB Bidik Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di Akhir Tahun

0
Iskandar Zulkarnain (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem tahun 2024 nol persen atau setidaknya mendekati nol persen, termasuk di Provinsi NTB. Saat ini kemiskinan esktrem NTB turun dari 2,64 persen menjadi 1,84 persen per Maret 2024.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain mengatakan, diharapkan hingga Desember mendatang, angka kemiskinan ekstrem bisa kembali turun sehingga menjadi nol persen atau mendekati nol persen.

“Terget kita zero atau mendekati zero (nol persen). Itu target yang diberikan oleh Presiden,” kata Iskandar Zulkarnain kepada Ekbis NTB, Senin 7 Oktober 2024.

Perhitungan kemiskinan ekstrem masih menggunakan konsep dari world bank. Seseorang disebut miskin ekstrem jika kemampuan ekonominya berada di bawah 1,9 Dolar AS PPP (Purchasing Power Parity) per hari. Itu artinya, pendapatan perkapitanya setara dengan Rp 351.957 per kapita per bulan untuk tahun 2023.

Ia mengatakan, sejumlah program pengentasan kemiskinan masih terus digencarkan tahun ini oleh Pemprov NTB, pemda kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Terlebih kebijakan tagging anggaran kemiskinan diberlakukan agar OPD benar-benar fokus.

“Kalau itu (program-red) tidak sesuai dengan yang kita harapkan untuk penurunan kemiskinan, itu biasanya kita coret kegiatannya, kita merahkan atau kita ganti dengan kegiatan lain,” ujarnya.

Iskandar mengatakan, untuk menurunkan kemiskinan ekstrem ada tiga cara yang ditempuh yaitu meningkatkan pendapatan, menurunkan pengeluaran serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan.

“Tiga cara itu kita sudah petakan semuanya dan syukurnya sekarang kegiatan penurunan kemiskinan ekstrem itu sudah tertagging di SIPD. Kalau dulu kan kita hanya klaim. Pokir misalnya jika ada kegiatan pemberdayaan, kita klaim sebagai kegiatan penurunan kemiskinan,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan mitra kerja seperti dari kalangan NGO yang melakukan kegiatan penurunan kemiskinan di NTB telah dihitung sebagai program. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan NGO yang melakukan kegiatan di lapangan agar objek yang dituju lebih tepat sasaran.

“Mintalah data ke kami, data P3KE itu ada di kami, minta sesuai mekanisme dan data inilah digunakan untuk fasilitasi kepada masyarakat miskin ekstrem. Nah turunnya angka kemiskinan ektrem sekarang, bagian dari upaya tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi, M.Si atas nama Pj Gubernur NTB H. Hassanudin saat menghadiri kegiatan rapat paripurna DPRD NTB 1 Juli 2024 mengatakan, seluruh Pemda di Provinsi NTB, baik Pemprov maupun 10 kabupaten/kota memiliki alokasi anggaran tersendiri untuk penanganan kemiskinan ekstrem. Sebab penanggulangan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu prioritas daerah dan menjadi instruksi pemerintah pusat.

Total alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan ekstrem di 11 Pemda di Provinsi NTB mencapai Rp2,1 Triliun di tahun 2023 kemarin. Jika dirinci, dana penanggulangan kemiskinan ekstrem di  Kota Mataram Rp50,32 miliar, Lombok Barat Rp149 miliar, Lombok Tengah Rp190 miliar, Lombok Timur Rp602 miliar, Kabupaten Sumbawa Rp247 miliar, Kabupaten Dompu Rp200 miliar, Kabupaten Bima Rp218 miliar, Kabupaten Sumbawa Barat Rp156 miliar, Kabupaten Lombok Utara Rp135 miliar, Kota Bima Rp95 miliar, dan Provinsi NTB Rp111,5 miliar.(ris)

Tertibkan Tambang Ilegal

0
H. Sahdan (ekbisntb.com/dok)

KEPALA Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan, ST., MT., mengatakan akan menertibkan tambang ilegal agar bisa menjadi legal. Upaya penertiban ini agar tambang ilegal yang berdampak pada pengerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat dapat berubah menjadi legal sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan daerah, serta keamanan lingkungan dapat terjamin

“Kalau ini terus kita biarkan, maka tidak akan ada manfaatnya bagi masyarakat. Oleh karena itu semua regulasi harus kita selesaikan. Kalau regulasi sudah selesai semua. Maka masyarakat dapat menambang dengan legal, lingkungan tidak rusak, daerah juga bisa mengambil IPR” ujarnya.

Menurutnya, dengan merubah tambang ilegal menjadi legal dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat NTB begitupun daerah.

Tambang ilegal yang ada di wilayah NTB tersebar di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), di Sekotong, Sumbawa, Bima, dan sebagainya. Untuk tambang ilegal di Sekotong, wilayahnya berada di bawah PT Indotan, namun masih ada WPR di sekitar tambang.

“Mereka juga nambang, tapi tidak besar-besaran. Jadi, tambang liar ini ada. Selama belum ada regulasi pasti ilegal. Ini yang sedang kita susun regulasi ini agar mereka punya pedoman,” jelasnya.

Sahdan mengungkap WPR ini sudah ditetapkan sejak tahun 2020. Namun belum ada regulasi terkait WPR ini sehingga menjadi ilegal.

“Sekarang sudah ada Kemen SDM nya, tinggal kita susun dokumen pengelolaan WPR. Yang menetapkan Menteri juga. Nanti setelah ditetapkan baru kita membuat rencana perbaikan lingkungan,” ungkapnya.

Rencana perbaikan lingkungan ini akan dibuat oleh Pemerintah Daerah. Menurut mantan Kadis PUPR ini, meski yang menambang adalah rakyat, namun tetap Pemda yang bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan.

Anggaran untuk pembuatan rencana perbaikan lingkungan ini akan didapat dari Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Menurutnya, untuk memudahkan dan transparansi pemungutan, IPR ini harus memiliki payung hukum yang kuat.

“Karena rakyat yang menambang, dan dia tidak mampu untuk itu (perbaikan lingkungan, red). Maka Pemda yang dibebankan sebagai dasar evaluasi lingkungan jangan sampai rusak,” katanya. (era)

Selama Lima Bulan, Museum Negeri NTB Ikuti Pameran International Islamic Arts Biennale di Arab Saudi

0
Kepala Dinas Dikbud NTB H. Aidy Furqan didampingi Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam meninjau koleksi yang akan dipamerkan pada pameran International Islamic Arts Biennale di Arab Saudi. Acara yang digelar di Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulazis Jeddah, Arab Saudi. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Satu kebanggaan bagi warga NTB, karena 8 koleksi benda-benda bersejarah di Museum Negeri NTB yang mencerminkan jejak Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Lombok dan Sumbawa akan dipamerkan pada pameran International Islamic Arts Biennale di Arab Saudi.

Acara yang digelar di Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulazis Jeddah, Arab Saudi dari tanggal 25 Januari sampai 25 Mei 2025 mendatang.

Delapan koleksi Museum Negeri NTB yang dipamerkan ini seperti Cipo Cila, Tajul Muluk, keris Togogan, Keris Gerantim, Kere Alang, Tembe Songke, dan Pekinangan yang merupakan karya seni peradaban Islam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIkbud) Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, MPd., didampingi Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., menjelaskan, dipilihnya koleksi benda bersejarah di Museum Negeri NTB ini merupakan sebuah kesempatan besar untuk memperkenalkan NTB di dunia internasional.

Menurutnya, Islamic Arts Biennale tahun 2025 yang bertemakan ‘The Art of Number’ merupakan biennale edisi kedua yang didedikasikan untuk seni peradaban Islam. Pada edisi pertama, Indonesia tidak diundang mengikuti pameran ini. Namun, saat edisi kedua Indonesia bersama 20 negara dan 30 Institusi dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

‘’Keikutsertaan Indonesia dalam partisipasi biennale ini diwakili oleh 3 institusi. Yaitu Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Museum Sonobudoyo (Yogyakarta) dan Perpustakaan Nasional (Jakarta). Pameran ini termasuk pameran terbesar dunia yang yang menampilkan kekayaan dan keberagaman budaya Islam melalui lembaga-lembaga dari berbagai negara,’’ terangnya pada wartawan di Museum Negeri NTB, Senin, 7 Oktober 2024.

Dijelaskannya, partisipasi Museum Negeri NTB dalam Islamic Arts Biennale ini tidak hanya akan menunjukan keindahan seni dan artefak Islam dari NTB, tetapi juga merupakan wujud diplomasi budaya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai posisi negara dengan populasi Islam terbesar yang memiliki kekayaan seni dan budaya Islam yang beragam. ‘’Sehingga partisipasi Museum NTB di Islamic Arts Biennale menjadi bukti nyata bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan sumber daya alam. Tapi juga memiliki kekayaan warisan budaya yang berharga di kancah internasional,’’ terangnya.

Selain itu dengan dipamerkannya koleksi benda-benda bersejarah dari NTB di Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulazis Jeddah dari tanggal 25 Januari sampai 25 Mei 2025 mendatang menjadi pelipur lara bagi warga asal NTB yang lama berada di luar negeri dan ingat dengan tanah air Indonesia. Aidy mencontohkannya saat dirinya berada di luar negeri, ketika mendengar lagu Indonesia Raya atau bertemu dengan koleksi atau barang yang bertemakan Indonesia ada rasa haru dan rindu dengan tanah air.

Hal senada disampaikan Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam. Menurutnya, pihaknya berusaha menyiapkan koleksi benda bersejarah yang dipamerkan di event ini. Koleksi yang akan dipamerkan ini merepresentasikan NTB secara keseluruhan, yakni dari Sasak, Samawa dan Mbojo. Apalagi setiap koleksi benda bersejarah yang dipamerkan ini memiliki sejarah tersendiri.

Selain itu, sebelum benda ini dipamerkan pihaknya sudah membuat rincian koleksi dan nilai dari masing-masing koleksi. Adapun nilai atau harga ini dilakukan oleh tim kurator, setelah itu dikirim ke pihak panitia penyelenggara di Arab Saudi. Begitu juga setiap benda yang didaftarkan in sudah mendapatkan asuransi sebagai bentuk perlindungan.

Sementara anggota Dewan Kebudayaan NTB Dr. Baiq Mulianah, menyambut baik keikutsertaan NTB di ajang pameran di Arab Saudi ini. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) ini, menilai, pameran ini sebagai wadah untuk mempublikasikan benda-benda peninggalan nenek moyang di NTB, sehingga akan mampu memperkenalkan NTB di mata dunia.

‘’Sebagai anggota Dewan Kebudayaan dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB sangat bangga, karena ini adalah momentum penting yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kita bisa mengabarkan kepada dunia bahwa kebudayaan NTB itu memang tersambung jejak peradaban Islamnya itu dari masa awal. Jadi sekaligus juga membantah teori-teori tentang masuknya Islam di Nusantara itu bahwa masuknya itu pada abad ke-7, padahal jauh sebelum itu,’’ ujarnya.

Menurutnya, koleksi yang akan ditampilkan itu sudah mewakili mayoritas suku yang ada di NTB, sehingga pihaknya mendukung pameran di Arab Saudi ini agar pihak luar mengetahui seperti apa perkembangan agama Islam di NTB sejak zaman dahulu. (ham)

Pergerakan Pesawat di Bandara Lombok Mencapai 18.946 Kali

0
Proses keberangkatan logistik MotoGP 2024 dari Bandara Lombok(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok mencatat sebanyak 1,79 juta pergerakan penumpang hingga triwulan III atau September 2024.

Sementara tingkat pemulihan atau recovery rate jumlah penumpang Bandara Lombok telah mencapai 86 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2019 lalu atau sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 2 juta penumpang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono, Senin, 7 Oktober 2024 menyatakan, kinerja paling positif terjadi pada pergerakan kargo. Tercatat, Bandara Lombok melayani sebanyak 10.193 ton kargo pada periode Januari-September 2024. Angka tersebut tumbuh 144 persen dibanding periode Januari-September 2019 yang ada di angka 7.063 ton.

Kinerja pergerakan kargo setelah pandemi banyak dipengaruhi oleh berbagai katalis, terutama kargo logistik ajang World Superbike (WSBK) 2021-2022 dan MotoGP World Championship (MotoGP) 2022, 2023, dan 2024.

Untuk pergerakan pesawat udara, Bandara Lombok melayani sebanyak 18.946 pergerakan pesawat sepanjang Januari-September 2024. Angka ini mencapai recovery rate sebesar 92 persen dibandingkan Januari-September 2019 yang sebanyak 20.514 pergerakan.

“Kami berharap pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat udara hingga akhir tahun 2024 ini akan semakin positif,” ujarnya.

Pada tahun 2024 ini, pergerakan penumpang tertinggi terjadi pada bulan Juli dan September dengan rata-rata 7.700 penumpang per hari. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas masyarakat selama periode liburan sekolah hingga pertengahan Juli, reaktivasi rute penerbangan, dibukanya beberapa rute penerbangan baru dari dan menuju Lombok, serta event MotoGP yang berlangsung pada tanggal 27-29 September 2024.

Saat ini Bandara Lombok akan melayani konektivitas langsung menuju sepuluh destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), Bali (DPS), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Semarang (SRG), dan Batam (BTH). Penerbangan-penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Lion Air (JT), Batik Air (ID), Super Air Jet (IU), Wings Air (IW), dan Pelita Air (IP).

Sedangkan untuk penerbangan internasional, saat ini ada dua destinasi yakni tujuan Kuala Lumpur (KUL) yang dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia (QZ), AirAsia Berhad (AK), dan Batik Air Malaysia (OD) serta tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot (TR).

Selama gelaran MotoGP Mandalika 2024, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Lombok pada 27 hingga 30 September 2024 tercatat mencapai 38.054 penumpang atau rata-rata 9.514 penumpang per hari. “Ada peningkatan sekitar 23,5 persen dibandingkan dengan rata-rata penumpang September 2024 di angka 7.706 penumpang per hari,” ungkap Barata.

Jika dibandingkan dengan MotoGP 2023 dimana pada periode yang sama jumlah penumpang tercatat 34.768 orang atau rata-rata 8.692 penumpang per hari, maka terjadi peningkatan sebesar 9,5 persen pada MotoGP tahun ini.

Dalam hal penanganan logistik event MotoGP 2024, Bandara Lombok berhasil melayani kedatangan kargo logistik MotoGP 2024 yang tiba di Lombok pada 24-25 September 2024. Lima penerbangan kargo yang berangkat dari Doha, Qatar menggunakan pesawat Qatar Airways jenis Boeing 777-300F ini membawa total muatan seberat 376.878 kilogram.

Selanjutnya pada 30 September-1 Oktober 2024, proses keberangkatan logistik MotoGP 2024 dari Bandara Lombok berjalan dengan lancar. Sebanyak 377.927 kilogram kargo diangkut dengan lima penerbangan Qatar Airways menuju Bandara Narita, Jepang.(bul)

Penerimaan Pajak Dari Usaha Ekonomi Digital Rp28,91 Triliun

0
Ilustrasi Pajak (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Hingga 30 September 2024, pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp28,91 triliun. Jumlah tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp23,04 triliun, pajak kripto sebesar Rp 914,2 miliar, pajak fintech (P2P lending) sebesar Rp2,57 triliun, dan pajak yang dipungut oleh pihak lain atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (pajak SIPP) sebesar Rp2,38 triliun.

Sementara itu, sampai dengan September 2024 pemerintah telah menunjuk 178 pelaku usaha PMSE menjadi pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jumlah tersebut termasuk dua penunjukan pemungut PPN PMSE. Penunjukan di bulan September 2024 yaitu Optimise Media (sea) Pte. Ltd. dan DFENG LIMITED.

Dwi AstutiDirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak dalam keterangan resmi, Senin, 7 Oktober 2024 menyampaikan, dari keseluruhan pemungut yang telah ditunjuk, 168 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE sebesar Rp23,04 triliun.

“Jumlah tersebut berasal dari Rp731,4 miliar setoran tahun 2020, Rp3,90 triliun setoran tahun 2021, Rp5,51 triliun setoran tahun 2022, Rp6,76 triliun setoran tahun 2023, dan Rp6,14 triliun setoran tahun 2024,” katanya.

Penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp914,2 miliar sampai dengan September 2024. Penerimaan tersebut berasal dari Rp246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp220,83 miliar penerimaan tahun 2023, dan Rp446,92 miliar penerimaan 2024. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari Rp428,4 miliar penerimaan PPh 22 atas transaksi penjualan kripto di exchanger dan Rp485,8 miliar penerimaan PPN DN atas transaksi pembelian kripto di exchanger.

Pajak fintech (P2P lending) juga telah menyumbang penerimaan pajak sebesar Rp2,57 triliun sampai dengan September 2024. Penerimaan dari pajak fintech berasal dari Rp446,39 miliar penerimaan tahun 2022, Rp1,11 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp1,02 triliun penerimaan tahun 2024. Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima WPDN dan BUT sebesar Rp776,55 miliar, PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima WPLN sebesar Rp428 miliar, dan PPN DN atas setoran masa sebesar Rp1,37
triliun.

Penerimaan pajak atas usaha ekonomi digital lainnya berasal dari penerimaan pajak SIPP. Hingga September 2024, penerimaan dari pajak SIPP sebesar Rp 2,38 triliun. Penerimaan dari pajak SIPP tersebut berasal dari Rp402,38 miliar penerimaan tahun 2022, sebesar Rp1,12 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp863,6 miliar penerimaan tahun 2024. Penerimaan pajak SIPP terdiri dari PPh sebesar Rp162,2 miliar dan PPN sebesar Rp2,22 triliun.

Dwi menambahkan, pemerintah akan menggali potensi penerimaan pajak usaha ekonomi digital lainnya seperti pajak kripto atas transaksi perdagangan aset kripto, pajak fintech atas bunga pinjaman yang dibayarkan oleh penerima pinjaman, dan pajak SIPP atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah.(bul)

Penjualan UMKM Pada MotoGP 2024 Naik 145 Persen

0
Tenda UMKM mitra binaan Pertamina Patra Niaga saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia, 27-29 September 2024 diserbu pengunjung(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga sudah berpartisipasi aktif untuk gelaran MotoGP Mandalika sejak tahun 2022, tahun awal penyelenggaraan event di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB. Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia ini memiliki dampak luar biasa terhadap berbagai aspek kehidupan sekitar, tak hanya meningkatkan reputasi Indonesia dimata dunia tetapi event ini memberikan harapan baru kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Pertamina sendiri sejak tahun 2022 hingga 2024 sudah melibatkan 160 mitra binaan Pertamina (50 UMKM di 2022 dan 2023 dan 60 UMKM di tahun 2024). Jumlah UMKM ini, kata Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, belum termasuk UMKM pendamping lainnya yang turut berpartisipasi selama penyelenggaraan event.

Selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia, 27-29 September 2024, UMKM sangat antusias menyediakan kebutuhan pengunjung mulai dari aneka makanan dan minuman hingga kriya yang tentunya paling banyak dicari di perhelatan akbar ini.

Terlebih pada tahun 2024 ini, dengan adanya gelaran kegiatan Pertamina Energizing You Festival di Pertamina Mandalika International Circuit yang makin memeriahkan event Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Menonton persaingan raider MotoGP disertai menikmati makanan dan minuman khas Lombok dan Mandalika bisa menjadi kepuasan tersendiri. Penonton juga dapat membeli aneka ragam kerajinan dan kain tenun berkualitas yang menonjolkan adat dan budaya setempat.

Keterlibatan UMKM binaan dalam ajang balap motor internasional di Pertamina Mandalika International Circuit ini, lanjut Ahad, menjadi salah satu bukti dukungan BUMN ini dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya di point 8 terkait dengan penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social and Governance) di seluruh wilayah operasional Pertamina.

Disampaikannya, selaras dengan penyelenggaraan event yang semakin meriah tiap tahunnya, penjualan UMKM mitra binaan Pertamina juga mengalami peningkatan sejak awal penyelenggaraan event. Pada tahun ini mengalami peningkatan hingga 41% dari tahun 2023 dengan total penjualan mencapai Rp884,4 juta. Sementara jika dibandingkan dengan tahun 2022 mengalami kenaikan hingga 145%.

“Pertamina berharap agar keberadaan Pertamina Mandalika Circuit berdampak luas bagi pertumbuhan perekonomian nasional khususnya bagi pelaku industri pariwisata dan UMKM lokal. Semoga keberadaannya menjadi peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk melakukan penetrasi ke pasar global yang lebih luas,” ujar Ahad.

Melalui program-program UMKM dan semangat Energizing Your Journey, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energy yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. Serta berupaya terus mendorong setiap Mitra Binaan menjadi UMKM naik kelas dan Go Global.(bul)

Tips Merawat Motor Matic yang Baik

0
Jajaran ikonik motor big bike Honda berkapasitas 500 cc – 1800 cc seperti Honda Goldwing, Africa Twin, Transalp 750, XADV 750, CB650R, CB500X, CMX500 pun diuji ketangguhannya pada touring Honda Big BOS Sulawesi Journey 2 (09/09/2024).(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Motor matic menjadi pilihan populer bagi banyak pengendara karena kemudahan penggunaannya dan kenyamanannya. Namun, agar motor matic tetap dalam kondisi prima dan tahan lama, perlu dilakukan perawatan rutin yang tepat. Berikut adalah beberapa tips merawat motor matic Anda agar selalu siap digunakan, dengan tambahan saran dari Safety Riding Instruktur Astra Motor NTB.

  1. Rutin Memeriksa dan Mengganti Oli Oli mesin adalah komponen penting dalam menjaga kinerja motor matic. Pastikan untuk mengganti oli secara rutin sesuai dengan rekomendasi pabrik, biasanya setiap 2.000 – 3.000 km. Menggunakan oli yang tepat dan berkualitas akan menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah terjadinya kerusakan pada komponen mesin.
  2. Periksa dan Ganti Oli Transmisi (Oli Gardan) Selain oli mesin, motor matic juga membutuhkan oli transmisi atau oli gardan. Oli ini berfungsi untuk melumasi sistem transmisi otomatis. Penggantian oli gardan sebaiknya dilakukan setiap 8.000 – 10.000 km atau sesuai dengan petunjuk pabrik. Perawatan ini penting untuk mencegah kerusakan pada sistem transmisi motor matic.
  3. Periksa Kondisi V-Belt dan Roller V-Belt dan roller merupakan komponen utama dalam sistem transmisi motor matic. Pastikan kondisi V-Belt dan roller selalu dalam keadaan baik dan tidak aus. Jika sudah terlihat retak atau aus, segera ganti dengan yang baru. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 8.000 – 10.000 km.
  4. Cek Sistem Pendingin (Radiator) Motor matic biasanya dilengkapi dengan sistem pendingin berupa radiator. Pastikan air radiator selalu dalam kondisi penuh dan bersih. Lakukan penggantian air radiator setiap 12.000 km untuk mencegah mesin overheat yang dapat merusak komponen internal mesin.
  5. Periksa Sistem Pengereman (Depan & Belakang) Sistem pengereman adalah aspek penting dalam keselamatan berkendara. Pastikan kampas rem tidak aus dan rem berfungsi dengan baik. Jika terasa rem mulai tidak pakem, segera lakukan pemeriksaan dan penggantian kampas rem jika diperlukan. Perhatikan juga kondisi minyak rem dan pastikan selalu berada pada level yang tepat.
  6. Cek Tekanan dan Kondisi Ban Ban yang kempes atau aus dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan berkendara. Periksa tekanan angin ban secara rutin dan pastikan sesuai dengan standar pabrik. Jika ban sudah mulai aus atau retak, segera ganti untuk menghindari risiko pecah ban di jalan.
  7. Panaskan Mesin Sebelum Berkendara Sebelum memulai perjalanan, sebaiknya panaskan mesin motor matic selama beberapa menit. Hal ini bertujuan agar oli dapat melumasi seluruh komponen mesin dengan baik sebelum motor digunakan, sehingga mengurangi gesekan berlebih saat berkendara.
  8. Lakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi/ AHASS Lakukan servis rutin di bengkel resmi Honda atau bengkel terpercaya lainnya. Servis berkala membantu mendeteksi masalah pada motor matic Anda sejak dini dan menjaga performa mesin tetap optimal. Biasanya, servis dilakukan setiap 3.000 – 4.000 km, atau sesuai rekomendasi pabrik.
  9. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas Menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi motor matic Anda sangat penting untuk menjaga performa mesin. Hindari menggunakan bahan bakar berkualitas rendah yang dapat menyebabkan penumpukan karbon dan merusak mesin.
  10. Perhatikan Kebersihan Motor Jaga kebersihan motor matic Anda dengan rutin mencucinya, terutama setelah terkena hujan atau melewati jalan berlumpur. Kotoran yang menumpuk dapat menyebabkan korosi dan merusak komponen motor. Bersihkan juga bagian bawah motor secara berkala untuk mencegah penumpukan kotoran.

Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instruktur dari Astra Motor NTB, menekankan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga performa motor matic dan keselamatan berkendara. “Motor matic memerlukan perhatian khusus dalam perawatannya. Dengan melakukan perawatan yang rutin, tidak hanya performa motor yang terjaga, tetapi juga keselamatan Anda di jalan raya,” ujarnya.

Chrystian David, Marketing Manajer Astra Motor NTB, menambahkan, “Kami selalu mendorong pengguna motor matic untuk melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Honda. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menikmati kenyamanan berkendara yang maksimal dan motor Anda akan lebih awet.” ujarnya.

    Dengan melakukan perawatan rutin dan benar, motor matic Anda akan selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu, perawatan yang baik juga akan memperpanjang usia motor matic dan menjaga nilai jualnya tetap tinggi.(bul)

    Airlangga Nilai Inflasi RI Masih Terkendali Sesuai Rentang Target

    0
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto(ekbisntb.com/ant)

    Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai inflasi Indonesia pada September 2024 masih terkendali di angka 1,84 persen secara tahunan (yoy), atau lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 sebesar 2,12 persen (yoy).

    Realisasi tersebut masih masuk dalam rentang target yang ditetapkan sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

    “Capaian ini mencerminkan berbagai langkah yang diambil pemerintah di antaranya melalui optimalisasi operasi pasar murah, fasilitasi distribusi pangan, penyaluran bantuan pangan, pengembangan kios pangan, dan kerja sama antar daerah telah berhasil dalam menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Secara bulanan, pada September 2024 terjadi deflasi kelima secara berturut-turut. Deflasi bulan ini tercatat 0,12 persen (mtm).

    Deflasi bulanan pada September 2024 terutama disebabkan oleh penurunan harga pada komponen harga bergejolak (volatile food/VF) yang mengalami deflasi sebesar 1,34 persen (mtm) dan penurunan pada komponen harga diatur pemerintah, terutama penurunan harga BBM.

    Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat didorong oleh masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi.

    Secara tahunan, komponen harga bergejolak masih mengalami inflasi sebesar 1,43 persen (yoy), berada dalam sasaran di bawah 5 persen sesuai hasil high level meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) 2024.

    Komponen inti yang mencerminkan daya beli masyarakat mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm) atau 2,09 persen (yoy).

    Airlangga mengatakan peningkatan tersebut utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga kopi bubuk seiring meningkatnya harga kopi dunia dan biaya akademi atau perguruan tinggi karena masih berlangsungnya tahun ajaran baru.

    Kenaikan inflasi inti juga sejalan dengan tren peningkatan belanja masyarakat sebagaimana laporan Perkembangan Belanja Masyarakat Terkini oleh Bank Mandiri pada September 2024.

    “Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap memiliki daya beli yang kuat yang mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

    Sementara itu, komponen harga diatur Pemerintah (administered prices/AP) mengalami deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) atau inflasi sebesar 1,40 persen (yoy), terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas bensin.

    Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidi pada September 2024 dan masih berlangsung hingga Oktober 2024. Namun demikian, inflasi AP masih tertahan karena komoditas Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan angkutan udara.

    Rating and Investment Information, Inc. (R&I) juga mengafirmasi peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB+ dengan outlook positif.

    “Hal ini menegaskan kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia, yang diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,0-5,2 persen di tahun 2024. Sinergi antara Pemerintah dan Bank Indonesia telah berhasil menjaga stabilitas harga dan memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Airlangga.

    Selain itu, tantangan pelambatan perekonomian global juga memengaruhi aktivitas perekonomian domestik. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia masih berada di level kontraksi sebesar 49,2 pada September 2024, namun telah meningkat dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 48,9.

    Keberhasilan tersebut menempatkan Indonesia lebih baik dibandingkan beberapa negara ASEAN lain yang mengalami penurunan aktivitas manufaktur, seperti Malaysia (dari 49,7 ke 49,5) dan Thailand (dari 52,0 ke 50,4).

    Airlangga mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan implementasi kebijakan peningkatan industri manufaktur seperti hilirisasi sumber daya alam (SDA), penggunaan produk dalam negeri, substitusi impor, termasuk pada peningkatan ekspor, kemudahan berusaha dan investasi, serta pengembangan SDM dan teknologi melalui program Making Indonesia 4.0.

    “Pemerintah terus memastikan pasokan pangan yang cukup, menjaga kestabilan harga, dan mendorong pemulihan sektor-sektor vital seperti industri manufaktur, konstruksi dan pertanian. Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia, diharapkan dapat mendukung stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga,” terangnya. (ant)

    BI Malut Musnahkan Uang Tidak Layak Edar Rp121 miliar

    0
    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara(ekbisntb.com/ant)

    Ternate (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) telah memusnahkan uang tidak layak edar sebesar Rp121 miliar yang diperoleh dari seluruh kabupaten/kota di wilayah itu pada periode triwulan I dan II tahun 2024.

    “Uang ini ditemukan di berbagai kabupaten/kota wilayah Malut dan memang paling banyak di Kota Ternate, karena kegiatan ekonominya sangat tinggi,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malut, Rivo M di Ternate, Senin.

    Kantor Perwakilan BI Malut dalam pemusnahan uang tidak layak edar itu menggunakan mesin racik kertas.

    Di samping itu, kata dia, BI Malut juga intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan uang dengan sebaik-baiknya, agar uang berbentuk kertas tidak lusuh seperti tidak dibasahi, tidak diremas, tidak distapler, tidak dilipat dan tidak dicoret.

    Apalagi, kesadaran masyarakat untuk menjaga uang rupiah juga masih rendah sehingga uang yang beredar baru dua bulan sudah lusuh.

    Oleh karena itu, BI pada tahun 2023 melakukan ekspedisi rupiah sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat cara memperlakukan agar uang tidak cepat lusuh.

    Sebelumnya, BI Malut juga melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) berhasil menarik uang lusuh senilai Rp9,8 miliar di kawasan pulau Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T) wilayah Malut.

    Dia menyebutkan tujuan ekspedisi agar masyarakat di pulau terluar bisa mendapatkan uang layak edar dan menarik uang lusuh, terutama masyarakat yang berada di kawasan 3T Provinsi Malut.

    Ia menambahkan penarikan uang lusuh paling banyak dilakukan di Mayau Batang Dua Kota Ternate yang dikenal merupakan daerah pulau berada terluar dan sulit dijangkau saat musim gelombang laut.

    Program ERB mulai dilakukan sejak 27 Januari-1 Februari 2023 di Pulau Taliabu, Sanana, Obi, Bacan dan Batan Dua menggunakan kapal milik TNI-AL.

    Pada saat ekspedisi menggunakan KRI Teluk Weda 526 itu, BI melakukan berbagai kegiatan seperti penarikan uang lusuh, penukaran uang, edukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, pemberian bantuan sosial dan turut membantu menekan angka stunting.

    Tim ekspedisi membawa uang sebanyak Rp10 miliar untuk ditukarkan ke masyarakat yang ada di lima pulau tujuan ERB. (ant)

    Akademisi : Deflasi Terus Menerus adalah Ancaman PHK dan Depresi Ekonomi

    0
    Pakar ekonomi, Dr. Iwan Harsono(ekbisntb.com/ist)

    Lombok (ekbisntb.com) – Fenomena deflasi berturut -turut di Provinsi NTB merupakan sinyal peringatan dini akan potensi terjadinya permasalahan ekonomi yang lebih serius. Pemerintah daerah dan pusat perlu mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk mengatasi masalah ini.

    Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Inflasi tahun kalender (perbandingan Desember 2023 dengan September 2024) baru mencapai 0,17%. Target inflasi NTB 2,5% +/- 1 persen, artinya inflasi paling rendah yang diharapkan minimal 1,5% agar ekonomi bergairah.

    Dengan sisa empat bulan di tahun 2024, perlu upaya agar minimal 1,5 persen. Inflasi diatas 3,5% tidak baik, demikian juga inflasi dibawah 1,5% juga tidak baik bagi kondisi ekonomi.

    Dr. Iwan Harsono, Akademisi dari Universitas Mataram, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa, deflasi sebagai gambaran penurunan harga kebutuhan secara terus-menerus ini mengindikasikan melemahnya daya beli masyarakat dan berpotensi memicu permasalahan ekonomi yang lebih luas.

    “Deflasi ini sebenarnya adalah cerminan dari penurunan konsumsi rumah tangga. Beberapa bulan terakhir deflasi berturut-turut. Saya merasa khawatir, kondisi ekonomi kita tidak baik-baik saja,” ujar Dr. Iwan, Senin, 7 Oktober 2024.

    Menurutnya, salah satu dampak paling signifikan dari deflasi adalah meningkatnya risiko pengangguran. Ketika daya beli masyarakat menurun, perusahaan-perusahaan atau produsen cenderung mengurangi produksi. Artinya, ancamanannya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk menekan biaya.

    “Operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menekan harga ternyata tidak efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Masyarakat tetap enggan berbelanja, kondisi ini justru berpotensi memperburuk kondisi ekonomi,” tegasnya.

    Dr. Iwan juga menyoroti adanya kemiripan antara situasi ekonomi saat ini dengan Depresi Besar tahun 1929. Depresi Besar, atau The Great Depression, adalah resesi ekonomi yang dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1929 dan berlangsung hingga 1939. Depresi ini merupakan kemerosotan ekonomi terburuk dalam sejarah dunia industri.

    “Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

    Dr. Iwan Harsono berpendapat bahwa upaya yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tidak tetap atau pengangguran.

    “Kunci utama adalah bagaimana kebijakan pemerintah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung. Bantuan langsung tunai dan program-program penciptaan lapangan kerja adalah langkah-langkah yang perlu segera diambil,” tegas Prof. Iwan.

    Untuk mengatasi deflasi dan mencegah terjadinya depresi ekonomi, Dr. Iwan Harsono memberikan beberapa saran strategis, antara lain pemerintah perlu fokus pada program-program yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, seperti bantuan langsung tunai, pelatihan vokasi, dan pengembangan UMKM.

    Pemerintah dapat memberikan insentif bagi masyarakat untuk berbelanja, misalnya melalui program diskon atau cashback. Pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik investor dan membuka lapangan kerja baru. Menjaga tingkat inflasi agar tidak terlalu rendah.

    “Dorong juga orang-orang kaya supaya terus berbelanja. Dalam situasi seperti ini, jangan juga orang kaya wait and see,” demikian Dr. Iwan Harsono.(bul)