Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 508

Penerima Bansos, 91 Ribu Lebih Warga Miskin di Lobar Belum Masuk

0
Warga miskin di Lobar yang diintervensi bansos oleh pemerintah. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 29 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga miskin di Lombok Barat (Lobar) sedang diusulkan masuk sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Menyusul adanya surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penambahan kuota PKH Lobar.

Puluhan ribu warga ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan penerima. Sementara jumlah DTKS sebanyak 187 ribu, sehingga sekitar 91 ribu warga miskin DTKS belum masuk sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Martajaya mengatakan ada tambahan untuk penerima PKH tahun ini. “Kuota tambahan untuk PKH 29 ribu KPM,” sebut Lalu Martajaya, akhir pekan kemarin.

Pihaknya telah menerima surat dari Kemensos bahwa ada kuota tambahan PKH sebanyak 29 ribu, berdasarkan data BPNT. Tugasnya saat ini melakukan verifikasi dan validasi kelayakan dari calon penerima PKH ini. “Sebab di sana ada kelayakan- kelayakan yang harus dipenuhi, apakah mereka tidak mampu, tidak ditemukan atau meninggal, kalau layak itu nanti kita masukkan,” jelasnya.

Proses verivali ini pun sudah dilakukan, karena waktu verivali cukup singkat dari Kemensos, sehingga pihaknya meminta tambahan waktu dengan bersurat ke Kemensos. “kami sudah bersurat ke Kemensos untuk minta perpanjangan waktu, sehingga dari kuota yang diberikan ini bisa semua diverifikasi,” imbuhnya.

Sisanya yang belum diverifikasi akan diselesaikan secepatnya, sehingga bisa masuk tahun depan. Ia menambahkan dari jumlah DTKS di Lobar mencapainya 187 ribu,dari jumlah itu terdapat 96.570 jiwa yang menerima bansos baik 43 ribu untuk PKH, sisanya BPNT, bantuan beras dan bansos.

Dari jumlah DTKS ini setengahnya sudah mendapatkan bansos sedangkan sisanya hampir setengahnya belum. Jumlah DTKS ini dua kali dibandingkan jumlah warga miskin sebanyak 93 ribu jiwa. Namun demikian sasaran DTKS ini terkait pemerlu program bantuan. Berbeda dengan data kemiskinan yang di BPS.

Soal perlunya pendataan verifikasi dan validasi data, sangat disambut baik olehnya, karena menurutnya verivali data tersebut penting untuk menghasilkan data valid. (her)

Petani Lotim Diajak Wujudkan Swasembada Pangan

0
Kegiatan dialog interaktif antara 100 perwakilan Ketua Kelompok Tani yang digelar SKT Lotim.  (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Petani di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diajak untuk mewujudkan swasembada pangan. Mewujudkan kedaulatan pangan merupakan urusan wajib untuk mewujudkan kemajuan bangsa.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, drh.H. Ahsan Nasirul Huda, mewakili Pj Bupati Lotim H. M. Juaini Taofik saat membuka kegiatan interaktif antara 100 perwakilan Ketua Kelompok Tani di Sekarteja yang digelar Serikat Kelompok Tani (SKT) Lotim, Rabu, 21 November 2024.

Achsan mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya berbicara pertanian saja tetapi perikanan, peternakan juga. Dibutuhkan kemandirian dengan memproduksi sendiri sehingga akan menjadi ciri khas bangsa.

Upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan salah satu program Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yakni mewujudkan Indonesia menjadi negara yang kuat dalam ketahanan pangan dan tidak tergantung dengan negara lain. “Kita harapkan nantinya Lombok Timur akan berswasembada pangan. Bila ini terwujud maka tidak akan terjadi ketergantungan dengan produk luar utamanya terkait pangan ini,” pungkasnya.

Diharapkan semua kelompok tani tergerak untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan menghasilkan produksi pertanian yang berkualitas.

Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara 100 perwakilan Ketua Kelompok Tani dengan narasumber dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Lotim.

Koordinator Pelaksana Kegiatan, Muh. Efendi menyampaikan program ini di hajatkan untuk memberikan pemahaman pada para petani untuk mendukung pemerintah dalam program swasembada pangan berkelanjutan.

Ia menambahkan, konsentrasi pelaksanaan kegiatan ini terfokus di tiga lokasi yakni di Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lotim. Dia mengharapkan para petani diharap membuat terobosan sehingga program Presiden RI terwujud. (rus)

Anggaran Bulanan Jadi Tanggung jawab Eksekutif

0
Ismul Hidayat(ekbisntb.com/dok)

PENGELOLAAN sampah menjadi isu utama yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait kebijakan pemerintah. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat menekankan pentingnya kebijakan yang menyeluruh agar masalah sampah dapat ditangani secara efektif. Selama ini pemberian bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah kepada lingkungan-lingkungan terkesan belum mencerminkan asas keadilan.

Dia mencontohkan Lingkungan Mambe dengan jumlah kepala keluarga hanya 200 KK, tidak sebanding dengan Lingkungan Monjok Culik dengan ribuan KK, justru sama-sama diberikan satu kendaraan roda tiga. ‘’Nah ini harus menjadi pertimbangan, kita sudah siap menyelesaikan sampah di hilir, tapi kebijakan di hulunya seperti apa?,’’ kata Ismul dalam sebuah rapat kerja dengan TAPD Kota Mataram, pekan kemarin.

Kebijakan di hulu, lanjut dia, sangat penting untuk mendukung penyelesaian sampah di hilir.

Ismul menyebutkan bahwa saat ini, program pengelolaan sampah dengan menggunakan alat transportasi seperti roda tiga melalui pokir (Pokok-pokok Pikiran) masyarakat perlu diperhatikan. Program ini berpotensi memberikan dukungan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai anggaran operasional dan pengadaan alat transportasi yang dibutuhkan.

“Jika kami dapat memberikan dukungan berupa alat transportasi, komitmen anggaran bulanan tentu menjadi tanggung jawab eksekutif,” tambah Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram ini. Ismul berharap, dalam perencanaan anggaran untuk tahun 2025, sudah ada kebijakan yang jelas mengenai bagaimana penyelesaian sampah di hulu agar bisa berjalan lebih efektif.

Dengan adanya kebijakan yang tepat, diharapkan masalah sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik dapat segera diatasi, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (fit)

Makin Menggeliat, Investor Kian Tertarik Berinvestasi di KEK Mandalika

0
Ilustrasi sirkuit mandalika(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Perkembangan kawasan The Mandalika sejak beberapa tahun terakhir menunjukkan trens positif. Terutama setelah sukses menggelar ajang MotoGP selama tiga tahun berturut. Hal itu semakin menambah ketertarikan para investor untuk berinvetasi di kawasan The Mandalika. Tidak hanya investor nasional, tetapi juga investor luar negeri. Bahkan beberapa di antaranya direncanakan masuk mulai tahun depan.

“Alhamdulillah, sejak sukses menjadi tuan rumah ajang MotoGP banyak investor yang mulai menyatakan minat untuk beriventasi di kawasan The Mandalika. Terlebih tahun depan event-event di kawasan The Mandalika bakal lebih banyak lagi,” ungkap Direktur Operasi Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) Wenda R. Nabeil, pekan kemarin.

Satu di antaranya yang akan segera dibangun yakni Hotel Jambuluwuk. Saat ini investor yang akan membangun hotel tersebut sedang dalam proses kajian teknis. Untuk kesiapan teknis pembangunan fasilitas pariwisata tersebut. Ada juga yang dalam proses desain.

Harapannya, proses pembangunan fasilitas penunjang pariwisata tersebut bisa segara dimulai pada tahun depan, sehingga kawasan The Mandalika bisa semakin berkembang dan menggelar dengan masuknya investor-investor baru tersebut. “Soal dukungan fasilitas penunjang kawasan tidak perlu diragukan. Saat ini total panjang jalan yang sudah dibangun didalam kawasan The Mandalika misalnya sudah mencapai hingga 40 km,” tandas Wenda.

Disinggung perkiraan nilai investasi yang masuk, Wenda menegaskan sampai sejauh ini masih belum bisa diperkirakaan. Karena memang rata-rata investor baru yang sudah menyatakan minat untuk berinvetasi masih tahap analisa dan kajian, ada yang masih melakukan feasibility study hingga yang tengah memantapkan desain fasilitas pariwisata yang akan dibangun nantinya.

“Intinya buat kita semakin banyak progress semakin banyak minat tentunya semakin baik juga bagi kawasan The Mandalika,” tegasnya.

Melihat progres yang baik tersebut, dukungan dari semua elemen masyarakat masih tetap diharapkan, agar proses pengembangan kawasan The Mandalika bisa berjalan sesuai harapan dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyakarat di sekitar kawasan The Mandalika khususnya serta masyarakat NTB secara lebih luas lagi. (kir)

Keluarga PMI Korban Lakalantas di Malaysia Menunggu Pemulangan

0
Tim desa dan Disnaker Lobar turun bersama Tim BP3MI Mataram melakukan kunjungan atau penelusuran ke rumah duka PMI asal Mareje Timur yang meninggal dunia akibat lakalantas di Serawak Malaysia Timur. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Di antara tujuh WNI yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Sarikei, Sarawak, Malaysia pada Kamis, 21 November 2024, salah satunya berasal dari Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar Lombok Barat. Pihak keluarga pun berharap agar jenazah korban segera dipulangkan.

Diketahui, tujuh orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak memiliki paspor asal NTB korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, Kamis 21 November 2024 di Sarikei, Sarawak, Malaysia. Di antaranya, Masirah asal Montong Bacek, Lombok Timur, Sarapudin asal Lendang Kekah, Kabupaten Lombok Tengah. Agus Muliadi asal Lendang Kekah, Kabupaten Lombok Tengah.

Suandi Putra Kedaro asal Kendaro, Kabupaten Lombok Tengah. Jumahir asal Kemalik Jaran Kabupaten Lombok Timur. Rumintang asal Kabupaten Lombok Timur, dan terakhir atas nama Ridoan asal Lendang Garuda, Kabupaten Lombok Barat.

Camat Lembar Agus Sutrisman mengatakan, pihak desa telah turun mendampingi tim Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, Tim BP3MI Mataram melakukan kunjungan atau penelusuran ke rumah duka PMI yang meninggal dunia akibat lakalantas di Serawak Malaysia Timur.

“Korban atas nama Ridoan asal Dusun Lendang Garuda Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar,” kata Agus Sutrisman, Minggu 24 November 2024.

Pihak desa telah memberikan informasi terkait korban tersebut. Dan sejauh ini pihak desa bersama keluarga korban pun sedang menunggu proses pemulangan. “Kami sedang menunggu arahan imigrasi,” imbuhnya. Pihak keluarga telah menandatangani surat untuk meminta kepulangan korban.

PMI Korban kecelakaan tersebut jelas Agus, awalnya berangkat legal. Namun akibat kontraknya tidak diperpanjang, sehingga yang bersangkutan pun menjadi ilegal. (her)

Banyak Areal Belum Dibangun, PT. AP Undang Investor Berinvestasi di Kawasan BIZAM

0
Arif Haryanto (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok Tengah (Loteng) memiliki luas lahan mencaai 500 hektar. Dari 500 hektar luas lahan ini, masih banyak lahan yang belum dibangun, khususnya di bagian luar bandara atau berbatasan langsung dengan jalan raya.

Manajer Humas PT. Angkasa Pura (AP) Indonesia Cabang Bandara Lombok Arif Haryanto, menjelaskan, jika pengembangan BIZAM yang oleh PT. AP lebih fokus pada pengembangan fasilitas bandara dan keselamatan penerbangan serta lebih banyak di bagian dalam. Sementara bagian luar bandara belum dilakukan pembangunan, karena ditujukan bagi pihak yang ingin berinvestasi di bandara, seperti membangun hotel atau pusat perbelanjaan (mal).

Pihaknya berharap partisipasi dari perusahaan swasta, BUMN maupun pemerintah ikut berpartisipasi mengembangkan kawasan ini, sehingga kawasan bandara bisa lebih hidup dan memberikan dampak bagi pengembangan daerah, khususnya Lombok Tengah. ‘’Lombok Tengah memerlukan pemicu (trigger) untuk pertumbuhan ekonomi. Nanti bisa melalui pembangunan hotel atau mal yang dikerjasamakan dengan kami,” ujarnya saat ditemui usai penanaman pohon serangkaian HUT Korpri dan HUT NTB ke 66 di areal bandara, Sabtu, 23 November 2024.

Diakuinya, di sekitar bandara yang beroperasi sejak tahun 2011 baru 1 hotel yang berdiri. Hotel ini berada di luar areal bandara. Beda halnya dengan Bandara Internasional Yogyakarta yang berada di Kabupaten Kulonprogo dan luasnya sama dengan BIZAM sudah ada beberapa hotel yang dibangun oleh investor. Padahal operasional bandara ini baru dibuka 6 Mei 2019, namun jumlah investasi yang dibangun di bandara ini lebih banyak dibandingkan di BIZAM.

Menurutnya, lahan bandara dirancang lebih besar dari kebutuhan saat ini. Hal ini sebagai antisipasi peningkatan jumlah trafik penumpang di masa mendatang. Untuk itu, berbagai macam antisipasi harus dilakukan. Salah satunya keberadaan lahan yang bisa dimanfaat sebagai tempat pembangunan penginapan atau pusat perbelanjaan, khususnya bagi penumpang.

Dicontohkannya di Bandara Ngurah Rai, Bali, banyak diisi oleh brand-brand internasional di dalam kawasan bandara, sementara di BIZAM belum seperti Bandara Ngurah Rai. Terkait hal ini, pihaknya terus menggandeng berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah daerah mengembangkan kawasan bandara, karena pengembangan fasilitas komersial sudah menjadi tren di bandara-bandara lain di Indonesia.

Mengenai jumlah pergerakan penumpang, Arif menyebut hingga September 2024, tercatat 1,79 juta pergerakan penumpang, dengan tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebelum pandemi, yang mencapai 2 juta penumpang.

Diakuinya, kinerja paling signifikan terlihat pada sektor kargo. Tercatat sebanyak 10.193 ton kargo dilayani sepanjang Januari-September 2024, naik 144 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar 7.063 ton. Lonjakan ini dipengaruhi oleh berbagai katalis, termasuk logistik ajang World Superbike (WSBK) 2021-2023 dan MotoGP 2022-2024.

Sementara pergerakan pesawat, ada 18.946 penerbangan pada Januari-September 2024. Angka ini mencapai tingkat pemulihan 92 persen dibandingkan dengan 20.514 penerbangan pada periode yang sama di 2019. (ham)

Museum NTB Promosikan Keanekaragaman Budaya NTB di Pameran “Cross Musea” Surabaya

0
Stand Museum NTB pada Pameran Nasional Cross Musea 2024 di Surabaya, Jawa Timur yang dikunjungi banyak pengunjung. (ekbisntb.com/ist)

Surabaya (ekbisntb.com) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menarik perhatian masyarakat luas mengenai keunikan budaya yang ada di NTB melalui Pameran Nasional Cross Musea 2024 yang diselenggarakan Museum 10 November di Surabaya, Jawa Timur.

Pameran Nasional yang berlangsung pada tanggal 21-24 November di Surabaya, Jawa Timur menarik perhatian masyarakat Jawa mengenai keunikan daripada koleksi-koleksi yang ditampilkan oleh Museum NTB.

Koleksi Kain dan Naskah Kuno yang menceritakan persilangan budaya yang ada di NTB memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa budaya di NTB merupakan perpaduan dari budaya Jawa, Bali, dan Bugis.

“Saya juga baru tahu juga ternyata dari Museum NTB ini ada banyak perpaduan budaya, dari budaya Jawa, budaya Bali itu sendiri, kemudian baru tahu juga ternyata dari pengaruh Bugis juga,” ungkap Guru SDN 3 Margorojo, Aniy, salah satu pengunjung di Pameran Nasional Cross Musea 2024, Minggu, 24 November 2024.

Ia mengaku dirinya baru mengetahui, di NTB terdapat tiga suku besar yang mempunyai tradisi dan kebudayaan yang beragam yaitu, suku Sasak dipengaruhi oleh Jawa dan Bali, kemudian suku Samawa dan Mbojo merupakan pengaruh dari Bugis.

Stand Museum NTB pada Pameran Nasional Cross Musea 2024 di Surabaya, Jawa Timur yang dikunjungi banyak pengunjung. (ekbisntb.com/ist)

“Ternyata saya baru tahu juga di NTB itu ada 3 etnis suku. Yang pertama entis suku Sasak, yang ke dua suku Samawa, yang ke tiga suku Mbojo,” ujarnya.

Ia mengatakan pameran dari Museum NTB memberikan ilmu yang baru baginya. Menurutnya, budaya yang di NTB begitu luar biasa, sehingga membuat dirinya semakin gereget untuk mengunjungi Museum NTB.

“Luar biasa museum ini memberikan ilmu yang baru bagi saya, dan saya akan mengajak teman-teman saya semakin gereget ke Lombok untuk mengunjungi Museum NTB,” tambahnya.

Pameran Cross Musea 2024 yang dilaksanakan di lapangan Tugu Pahlawan Museum 10 November Surabaya dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-79.

Museum Negeri NTB yang berpartisipasi dalam pameran tersebut menyajikan koleksi kain dan naskah kuno sebagai koleksi unggulan yang mengangkat pengaruh budaya Jawa, Bali, dan Bugis di NTB.

Kurator Pameran Museum NTB, Bunyamin, M.Hum., mengatakan kedua jenis koleksi tersebut menarik perhatian pengunjung pameran. Akan tetapi, menurutnya koleksi yang paling menarik pengunjung adalah koleksi naskah.

Menurutnya, hal ini dikarenakan rasa ingin tahu pengunjung yang tinggi sehubungan dengan aksara dalam naskah kuno tersebut yang sama dengan aksara Jawa (ha, na, ca, ra, ka..).

“Kami memang sudah memprediksi hal tersebut akan terjadi. Sehingga kami membawa naskah Babad Lombok sebagai sumber sejarah yang berisi tentang sejarah hubungan Lombok dengan Jawa, salah satunya tentang masuknya agama Islam ke Lombok termasuk juga ke Sumbawa yang berasal dari Jawa,” tuturnya.

Sementara di tempat yang berbeda, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, S.H., M.H., mengatakan partisipasi Museum NTB dalam Pameran Cross Musea merupakan ajang bagi pihaknya untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata NTB kepada masyarakat luas.

Salah satu strategi untuk memperkenalkan warisan budaya dan destinasi wisata budaya kepada masyarakat masyarakat adalah melalui pameran. Menurutnya pameran merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi koleksi benda-benda berbudaya dan sejarah kepada masyarakat luas.

“Alhamdulillah partisipasi kita di pameran bersama berhasil mempromosikan keunikan budaya dan keindahan alam kita, dari pembukaan pameran sampai penutupan, pengunjung yang datang ke stand Museum NTB berjumlah 4.265 orang,” ungkapnya di Mataram.

Ia mengatakan bahwa apresiasi ini merupakan bagian dari eksistensi museum sebagai lembaga yang mempromosikan warisan budaya dan sejarah NTB. Dengan koleksi yang beragam, Museum NTB terus berkomitmen untuk mempromosikan kekayaan warisan budaya sampai kepada masyarakat Internasional.

“Jadi di awal tahun depan kita juga ikut pameran di Jeddah, Arab Saudi. Sehingga kita berharap Museum NTB dapat menjadi salah satu ikon kebudayaan di Nusa Tenggara yang menjadi pusat eduwisata yang menyenangkan,” harapnya. (ham)

Touring ASN Pemprov NTB, Pj Gubernur dan Forkopimda Tanam Pohon di BIZAM dan Periksa Kesehatan di Gili Mas

0
Kepala Dinas Perhubungan H. Lalu Moh. Faozal disaksikan Pj Gubernur NTB Hassanudin, Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi dan pimpinan OPD lainnya menanam bibit pohon di BIZAM, Sabtu 23 November 2024. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke 53 dan HUT NTB ke 66 tahun 2024, Pemprov NTB menggelar sejumlah kegiatan. Salah satu di antaranya Touring Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diisi dengan penanaman 500 pohon di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok Tengah dan pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Sabtu, 23 November 2024.

Acara yang dikoordinir Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB ini diikuti Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB, BUMN dan BUMD serta klub motor.

Sebelum berangkat ke BIZAM, peserta dilepas Pj Gubernur NTB Hassanudin di Pendopo Gubernur NTB. Setelah itu, Pj Gubernur NTB bersama 502 peserta menggunakan motor langsung menuju lokasi pertama di BIZAM. Setelah menanam pohon di BIZAM, Pj Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gili Mas, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Tanam Pohon di BIZAM(ekbisntb.com/ist)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, M.Si., memberikan apresiasi atas tingginya minat peserta mengikuti Touring ASN yang dibarengi dengan penanaman pohon di BIZAM dan pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan Gili Mas. Menurutnya, peserta berasal dari kalangan ASN, instansi vertikal, BUMN, BUMD, mitra perhubungan dan klub motor di NTB.

Faozal menegaskan jika kegiatan yang digelar ini lebih menekankan pada keselamatan berkendara serta mengurangi emisi karbon. Hal ini dibarengi dengan kebijakan panitia yang tidak mengizinkan keikutsertaan motor tua atau motor 2 tak.

Setelah dari BIZAM, pihaknya juga menggelar kegiatan di Pelabuhan Gili Mas. Terdapat pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Pelabuhan Lembar yang melayani 150 masyarakat sekitar pelabuhan. Sementara di Pelabuhan Gili Mas digelar bazar UMKM dengan 10 stand bazar UMKM.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi keselamatan serta konseling kesehatan jiwa yang didukung Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dilaksanakan di Halaman Plaza ASDP Pelabuhan Lembar juga digelar sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya dengan dilaksanakan kegiatan ini akan mampu menjalin silaturahmi, memperkuat solidaritas antara stakeholder dan ASN khususnya sekaligus mempromosikan pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Hal senada disampaikan Pj Gubernur Hassanudin. Pihaknya memberikan apresiasi positif atas kegiatan yang dilakukan di BIZAM dan Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar. Khusus untuk penanaman pohon, Pj Gubernur mengharapkan mampu memberikan manfaat dan membuat bandara semakin hijau.

“Penanaman pohon ini merupakan wujud penghijauan dan istilah Pak Sekda adalah bagaimana bandara ini menjadi ijo royo-royo,” ujarnya. (ham)

Waspadai Politik Uang dan Politisasi SARA

0
Hasan Basri (ekbisntb.com/ris)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB berupaya mencegah praktek politik uang dan politisasi SARA di Pilkada serentak 2024. Di masa tenang sampai dengan masa pungut hitung, Bawaslu NTB dan jajaran di bawah akan melakukan patroli pengawasan untuk mencegah munculnya pelanggaran dalam pesta demokrasi ini.

Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu NTB Hasan Basri mengatakan, sebagai bagian dari pencegahan politik uang dan politisasi SARA, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan takmir masjid dan pengurus gereja di NTB. Salah satu materi khutbah Jumat yaitu masalah pentingnya mencegah politik uang dan politisasi SARA tersebut.

“Salah satu materi khutbahnya soal itu. Kemudian pada hari Minggu, seluruh gereja dalam khutbahnya menyampaikan hal itu sebagai upaya melakukan pencegahan politik uang maupun politisasi SARA,” kata Hasan Basri kepada wartawan, Jumat 22 november 2024.

Bawaslu NTB sendiri telah memetakan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang memiliki riwayat praktik pemberian uang atau materi lainnya yang tak sesuai ketentuan pada masa kampanye di sekitar TPS. Jumlah TPSnya sebanyak 249 TPS yang tersebar di seluruh daerah di NTB.

Selanjutnya pada masa tenang tanggal 24, 25, dan 26 November 2024, Bawaslu NTB bersama stakeholder terkait seperti Pol PP, TNI dan Polri akan melakukan patroli di sejumlah titik untuk mencegah sejumlah potensi pelanggaran yang bisa muncul di hari tenang.

Bawaslu menginginkan para kandidat dan tim pendukung paslon agar tidak melakukan upaya-upaya yang melanggar aturan. Jangan ada pihak yang melakukan kampanye di momentum tersebut, sehingga pemilih memiliki kebebasan dan ketenangan dalam menentukan arah politiknya.

Di momentum masa tenang ini juga, media massa cetak, media elektronik, media sosial, dan media daring dilarang menyiarkan iklan, rekam jejak pasangan calon, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon selama masa tenang.(ris)

Peserta Seleksi CPNS Kemenkumham Diminta Siapkan Diri Tes Kesamaptaan dan Keterampilan

0
 Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan peserta seleksi CPNS Kemenkumham pada hari ketiga di RS Bhayangkara Mataram, Jumat 22 november 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com)- Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham diminta menyiapkan diri untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya. Untuk formasi SLTA/SMA/sederajat, peserta akan mengikuti tes kesamaptaan dan keterampilan.

Hal demikian dikemukakan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham NTB, Farida, yang juga menjabat Koordinator Seleksi Panitia Daerah, saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan peserta seleksi CPNS Kemenkumham pada hari ketiga di RS Bhayangkara Mataram, Jumat 22 november 2024.

“Terkait jadwal dan lokasi tes kesamaptaan akan diumumkan dalam waktu dekat. Saya pesan agar menjaga kesehatan. Mengingat untuk tes kesamaptaan dibutuhkan fisik yang prima,” pesan Farida.

Setelah tes kesamaptaan, selanjutnya peserta seleksi CPNS SLTA/SMA/sederajat akan menjalani ujian wawancara dan SKB substansi jabatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Sementara, lanjut Farida, untuk peserta seleksi CPNS formasi D III/D IV/Sarjana/Profesi/Magister akan menjalani tes substansi jabatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN, tes praktik kerja, dan wawancara.

“Saya minta untuk tahapan tes selanjutnya para peserta memperhatikan disiplin waktu. Sebab, masih ada satu atau dua peserta yang datang mepet waktu pelaksanaan tes. Datanglah ke lokasi ujian 60-90 menit sebelum jadwal, karena ada beberapa tahapan yang harus dijalani oleh peserta,” ujar Farida.

Terpisah, Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan menekankan agar seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan, adil, dan profesional. “Proses seleksi harus bebas dari segala bentuk kecurangan. Kami akan mengawasi pelaksanaan secara ketat untuk menjaga keadilan bagi seluruh peserta,” tegasnya. Dalam pelaksanaan seleksi CPNS, tim dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham turut serta memantau pelaksanaan tes di Kanwil Kemenkumham seluruh Indonesia. (r)