Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 492

Kenaikan UMP NTB 2025 Diumumkan 11 Desember

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi NTB akan diumumkan pada 11 Desember 2024 mendatang. Seperti yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, kenaikan UMP di Provinsi NTB tahun 2025 naik sekitar 6,5 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertran) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi mengungkapkan pasca terbitnya pedoman perhitungan UMP untuk tahun 2025, pihaknya akan segera melakukan sidang perhitungan UMP pada Jum’at, 6 Desember 2024.

“Besok siang sidang pengupahan, karena tanggal 11 Desember nanti harus sudah ditetapkan pak gubernur,” ujarnya saat dihubungi Suara NTB, Kamis, 5 Desember 2024.

Pedoman perhitungan UMP untuk tahun 2025 berdasarkan aturan Permenaker Nomor 16 Tahun 2024 tentang Upah Minimum 2025. Yang mana formula perhitungannya yaitu UMP 2024 + Nilai Kenaikan UMP 2025 (6,5 persen).

“UMP dan UMK sudah ditetapkan secara nasional, kenaikannya rata-rata 6,5 persen, dengan menggunakan parameter pertumbuhan ekonomi nasional, inflasi dan lain sebagainya. Daerah tinggal menetapkan UMP berdasarkan kenaikan 6,5 persen itu dengan menyesuaikan UMP 2024,” jelasnya.

Ia menuturkan, jika UMP NTB 2024 sebesar Rp 2.444.067 ditambah 6,5 persen sesuai pedoman kenaikan UMP, maka diperkirakan UMP NTB akan naik sekitar Rp150 ribu menjadi Rp2.602.931.

Diketahui, besaran jumlah kenaikan UMP 2025 di tiap provinsi dan kabupaten/kota akan berbeda. Hal ini karena UMP 2024 di tiap daerah berbeda-beda. Yang pasti, kenaikan minimal 6,5 persen.

Gede menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB harus patuh mengikuti pedoman yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. Meski beberapa asosiasi menilai kenaikan ini terlalu tinggi, ia menyatakan pihaknya tidak akan mengambil pusing hal tersebut karena kenaikan ini ditetapkan langsung oleh pusat.

“Kita harus patuh dengan pedoman yang ada. Terkait adanya pengusaha yang keberatan, silahkan, nggak perlu saya tanggapi, itu kan kebijakan nasional,” imbuh Gede.

Di samping itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB, Lalu Wira Sakti menyambut baik kenaikan UMP sebesar 6,5 persen. Ia meminta Dewan Pengupahan menggunakan acuan nasional dalam menetapkan upah 2025.

“Kami dari SPN akan terus mengawal (kenaikan upah minimum nasional 6,5 persen) di tiap kabupaten/kota, jangan sampai ada Dewan Pengupahan yang melakulan negosiasi dengan pengusaha,” katanya.

Menurutnya, seluruh asosiasi, baik itu pengusaha maupun pekerja harus mengikuti perintah pusat untuk kenaikan UMP ini. Pengusaha tidak boleh melakukan tawar-menawar karena menganggap kenaikan ini terlalu tinggi  mengingat beberapa tahun kebelakang pekerja merasakan dampak kurang enak karena jumlah kenaikan UMP sangat rendah. (era)

Bank Dunia dan BNPB Kucurkan 160 Juta Dolar AS untuk Bangun Sirene-Pusdalops

0
Muhammad Halik Rizki(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Dunia bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) anggarkan 160 juta dolar Amerika untuk membangun sirene Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan Sirene Pusdalops ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman bencana, khususnya ancaman megathrust.

Tim Leader World Bank, Muhammad Halik Rizki menyatakan anggaran sejumlah tersebut akan dilakukan oleh BNPB dan BMKG dalam meningkatkan kesiapsiagaan ketika terjadi bencana, baik pusat maupun daerah.

“160 juta USD dimulai sejak 2020 dan akan berakhir di 2025. Jadi 160 juta dolar itu akan dilakukan oleh BNPB dan BMKG secara bersamaan terkait peningkatan kesiapsiagaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Kamis, 5 Desember 2024.

Anggaran sejumlah tersebut dikatakan untuk membiayai segala proses pembangunan Pusdalops, mulai dari bangunan hingga fasilitas dalam Pusat Pengendalian tersebut seperti peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), komputer, layar, dan sensor gempa. Termasuk juga untuk membiayai pelatihan, Bimtek, dan SDM pada proses pembangunan.

Ia mengungkapkan, NTB menjadi salah satu provinsi prioritas yang akan memiliki pusdalops, karena wilayah ini dilewati ring of fire yang memiliki risiko tinggi bencana, seperti gempa bumi, tsunami hingga ancaman megathrust.

“NTB salah satu lokasi prioritas, berdasarkan informasi dari BMKG apabila terjadi megathrust, NTB bisa terdampak. Sehingga NTB dijadikan lokasi prioritas untuk peningkatan kesiapsiagaan itu,” katanya.

Ia menuturkan, sampai dengan tahun 2023, sudah terpasang sebanyak 83 sensor seismograf atau sensor yang mendeteksi gerakan tanah untuk mencatat gempa bumi. Di tahun ini, akan ada 40 tambahan sensor untuk mendeteksi Tsunami yang ada di 100 titik di Indonesia. (era)

Daerah Rawan Bencana, BNPB Bangun Pusdalops di NTB

0
Peletakan batu pertama Pusdalops NTB di kantor BPBD, Kamis, 5 Desember 2024 di Mataram.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bangun  Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di NTB. BNPB beserta dengan BPBD NTB dan jajaran terkait melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pusdalops di kantor BPBD NTB pada Kamis, 5 Desember 2024.

Tujuan pembangunan ini kare NTB merupakan daerah ring of fire, atau daerah rawan bencana sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan antisipasi bencana, koordinasi, dan pengendalian ancaman bencana yang ada di daerah.

Kepala Pusdalops BNPB, Bambang Surya Putra, M.Kom., menyatakan pembangunan Pusat Pelayanan Operasi di NTB akan dibangun di empat titik. Tiga kabupaten/kota, dan satu Provinsi.

“Akan dibangun di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, dan satu di Provinsi,” ujarnya dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan Pudalops di BPBD NTB, Kamis, 5 Desember 2024.

Nantinya, akan dibangun Command Center atau pusat pemantauan bencana yang akan difasilitasi dengan teknologi penerimaan informasi bencana dari BMKG dan stakeholder terkait, sarana-prasarana keposkoan sebagai antisipasi ketika terjadi bencana.

“Ketika terjadi bencana pada detik pertama informasi itu diterima oleh Kepala Daerah maka detik itu juga bisa diaktivasi menjadi Posko tanpa menunggu adanya posko daerah sehingga pelayanan menjadi lebih cepat,” terangnya.

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto menyatakan pembangunan Pusdalops ini merupakan salah satu upaya Pemerintah RI dalam menanggulangi bencana. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan resiko bencana tertinggi di dunia menempati posisi kelima.

Termasuk dengan Provinsi NTB yang cukup rawan dan kerap kali dilanda bencana. Di tahun 2018 lalu, NTB dilanda gempa bumi yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. Meski tidak menyebabkan Tsunami, namun Suharyanto menegaskan pasti akan terjadi bencana serupa dalam 100 atau 200 tahun kedepan.

“Indonesia salah satu negara yang resiko bencana tertinggi. Terutama untuk NTB kita masih ingat 2018 terjadi gempa bumi dan Tsunami kecil. Tapi di sebelahnya (NTT), tahun 1992 terjadi Tsunami besar. 2004, 200 ribu rakyat Indonesia menjadi korban Tsunami Aceh,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, pembangunan Pusdalops di beberapa daerah di indonesia, termasuk NTB menjadi sangat penting mengingat tingginya resiko bencana di daerah ini. Ia menyatakan, pembangunan ini akan dilakukan selama 150 hari, atau terhitung lima bulan dengan menggunakan anggaran BNPB yang dipinjam dari Bank Dunia.

“Kalau hanya mengandalkan APBN tentu saja membutuhkan waktu yang lama untuk kita meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Tsunami. Sehingga tahun 2020 World Bank bekerja sama dengan BNPB dan BMKG untuk meningkatkan ketangguhan Indonesia menghadapi bencana Tsunami,” jelasnya.

Ia menegaskan, karena anggaran pembangunan ini berasal dari pinjaman. Sehingga ia meminta kepada BPBD NTB beserta BPBD tiga kabupaten/kota untuk melakukan pembangunan sesuai dengan target, yaitu 150 hari.

“Saya mohon dari mulai nanti diletakkan batu pertama penuhi waktunya. Tidak boleh mundur daripada 150 hari. Kalau maju lebih bagus, kualitas juga sesuai dengan standar yang diharapkan,” harapnya. (era)

Bulog Jamin Stok Pangan Aman Jelang Akhir Tahun

0
Bulog bersama dengan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa saat melakukan pengecekan ketersediaan beras di sejumlah gudang.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sumbawa, memastikan ketersediaan pangan khususnya beras di Sumbawa dan Sumbawa Barat aman hingga satu tahun kedepan.

“Satu tahun tidak akan habis-habis untuk ketersediaan pangan khususnya beras baik untuk Sumbawa dan KSB, karena stok kita sangat surplus,” Kata pimpinan cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kenapa Ekbis NTB, Kamis 5 Desember 2024.

Zuhri melanjutkan, posisi saat ini stok pangan yang tersedia di gedung mencapai 11.000 ton setara beras. Kondisi saat ini sangat surplus jika hanya untuk memenuhi ketersediaan pangan di Sumbawa dan KSB tentu jumlah tersebut sangat banyak.

“Karena kita sangat surplus, kita juga berencana untuk melakukan mobilisasi beras ke sejumlah daerah untuk menyiapkan gudang jelang penyerapan gabah di tahun 2025,” ujarnya.

Bahkan di bulan ini (Desember) lanjut Zuhri, pihaknya mulai menyalurkan Bapang untuk tahap terakhir. Hal itu dilakukan untuk menekan dampak inflasi yang berpotensi terjadi di daerah dengan penyediaan beras.

‘Sudah mulai kita salurkan untuk Bapang tahap terakhir untuk menekan terjadinya inflasi. Termasuk juga mulai menyalurkan SPHP melalui RPK ke sejumlah wilayah,” jelasnya.

Penyaluran Bapang tersebut dikhususkan bagi masyarakat miskin dan yang mengalami rawan pangan dan gizi yang tersebar di seluruh kecamatan. Penyaluran Bapang itu meliputi 24 Kecamatan dan 165 Desa/ Kelurahan.

“Total ada 49.581 penerima bantuan pangan (PBP) di Sumbawa yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI,” tukasnya. (ils)

Perjelas Konsep Pengembangan Pariwisata

0
Irawan Aprianto(ekbisntb.com/dok)

KETUA Komisi II DPRD kota Mataram, Irawan Apriato, ST., mendorong Pemerintah Kota Mataram segera memperjelas konsep besar dalam pengembangan sektor pariwisata. Meskipun dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 telah tercantum visi Kota Mataram sebagai kota pariwisata yang maju dan berkelanjutan, hingga kini masih terdapat kebingungan terkait arah dan tema pengembangan sektor ini.

‘’Sampai saat ini, belum ada tema besar yang dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pariwisata Kota Mataram,’’ ungkapnya kepada Ekbis NTB di ruang kerjanya, baru-baru ini. Beberapa elemen penting dalam pengembangan pariwisata Kota Mataram, lanjut Irawan, seperti program-program yang dicanangkan oleh Dinas Pariwisata, belum memiliki tema yang jelas. Meskipun ada penekanan pada pariwisata tematik di beberapa daerah. Seperti pariwisata industri di Babakan dan pariwisata pantai di Ampenan. Sayangnya konsep besar yang menyatukan semua daerah belum terdefinisi dengan baik.

Salah satu masalah utama yang diidentifikasi adalah ketidakjelasan dalam arah pariwisata Kota Mataram. Menurut politisi PKS ini, setiap kota memiliki ciri khas yang jelas dalam sektor pariwisatanya. Seperti Yogyakarta yang dikenal dengan sejarah dan budayanya, atau Batu yang terkenal dengan wisata alam dan wahana permainan. Namun, untuk Mataram, belum ada identitas yang jelas yang mencerminkan sektor pariwisatanya.

Bahkan, dalam rapat dengan Komisi II sebelumnya, Kadis Pariwisata menyebutkan bahwa Mataram bukanlah kota pariwisata, tetapi sekadar “wisata kota”. Hal ini, tegas Irawan, bertentangan dengan visi dalam RPJPD Kota Mataram 2025-2045 yang menyebutkan bahwa kota ini akan menjadi kota pariwisata yang maju dan sejahtera.

Oleh karena itu, Irawan mendesak agar program-program pariwisata yang diajukan setiap tahunnya dapat mengikuti konsep yang jelas, agar pembangunan sektor ini berjalan sesuai dengan visi dan misi jangka panjang. Dia menekankan bahwa tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur pendukung, tetapi juga harus ada gagasan besar yang mendasari setiap langkah pengembangan.

Hal itu penting bagi semua pihak terkait. Termasuk eksekutif dan legislatif, untuk segera merumuskan konsep besar ini, agar Mataram dapat memaksimalkan potensi pariwisatanya ke depan dan menjadikannya sebagai destinasi wisata unggulan. (fit)

Harga Daging Ayam Mahal, Disinyalir Ada Permainan di Tingkat Pengepul

0
AYAM -  Pedagang daging ayam segar di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga daging ayam di pasar tradisional masih mahal sejak dua bulan terakhir. Belum stabilnya harga ini disinyalir ada permainan di tingkat pengepul. Satuan Tugas Pangan Kota Mataram akan diturunkan untuk menelusuri permasalahan tersebut.

Perwakilan PT. Baling-Baling Bambu, Riskan Halalan menjelaskan, harga ayam di perusahaan atau kemitraan beberapa bulan sebelumnya sebenarnya anjlok atau di bawah harga pokok penjual (HPP). Hal ini disebabkan produksi meningkat tetapi daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Justru, pihaknya merasakan kenaikan harga di bulan November karena ketersediaan ayam mulai limit serta perusahaan menaikan harga. “Saat maulid justru harga ayam anjlok. Kita sebagai distributor mengikuti harga dari pabrikan. Contohnya, MSG sebagai perusahaan atau kemitraan yang menentukan harga,” jelasnya ditemui usai menghadiri rapat di Dinas Perdagangan Kota Mataram pada, Kamis (5/12).

Harga ayam di kendang Rp22 ribu-Rp23 ribu perkilogram. Pedagang biasanya menjual dengan mengambil selisih Rp13 ribu dari harga kandang. Artinya, di tingkat distributor harga ayam normal sehingga disinyalir kenaikan harga ayam di pasar tradisional disinyalir ada permainan dari pengepul atau bakulan. “Kami ini sebagai tangan pertama. Ayam yang keluar diambil oleh pengepul sebelum dijual ke pedagang,” jelasnya.

Rahmat Hidayat, Bidang Produksi PT. Baling-Baling Bambu menyebutkan, sejumlah 150 ribu ekor ayam dikeluarkan atau didistribusikan selama sepekan. Saat ini, ketersediaan ayam di kandang sedang limit  dan daya serap konsumen tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan harga. “Ketersediaan ayam hampir limit,” sebutnya.

Pihaknya tidak mungkin menahan atau menunda pendistribusian ayam ke konsumen, karena akan berpengaruh terhadap biaya produksi. Rahmat mencontohkan, 150 ribu ekor dipelihara di kandang selama 35 hari sebelum dijual. Pihaknya akan rugi dari biaya pakan dan produksi, sehingga harus segera didistribusikan agar tidak terjadi penumpukan. “Belum lagi ayamnya hilang dan lain sebagainya. Jadi, tidak mungkin kita menunda pendistribusian karena akan membengkak biaya operasional,” jelasnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengakui, barang pokok mengalami kenaikan menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sehingga ia ingin memastikan ketersediaan stok barang serta kondisi harga di tingkat distributor. “Sebelum memanggil distributor kita turun dulu mengecek harga di pasar,” jelasnya.

Ia mengaku heran harga daging ayam terus mengalami pergerakan signifikan dari sebelumnya Rp32 ribu perkilogram menjadi Rp40 ribu-Rp42 ribu perkilogram. Informasinya, kenaikan harga ini dipicu limitnya DOC (bibit ayam,red) di pabrik serta harga DOC juga naik dari Rp4 ribu per ekor menjadi Rp9 ribu-Rp10 ribu per ekor. “Hal ini yang menyebabkan pasokan berkurang di distributor,” jelasnya.

Indikasi permainan harga di tingkat bakulan atau pengepul akan ditelusuri berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kota Mataram. Pihaknya ingin mencari benang merah atas permasalahan tersebut. (cem)

Distributor Siapkan 1,2 Juta Kilogram Ayam Jelang Nataru

0
Pedagang ayam di Pasar Karang Jasi, Kelurahan Cilinaya pada, Kamis 5 Desember 2024 sore kemarin melayani pembeli. Distributor menyiapkan 1,2 juta kilogram daging ayam untuk kebutuhan Nataru. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb) – Kebutuhan daging ayam dipastikan mengalami peningkatan menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Distributor menyiapkan 1,2 juta kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bagian Produksi PT. Baling-Baling Bambu, Rahmat Hidayat menjelaskan, secara grafik terjadi kenaikan kebutuhan daging ayam mencapai 20 persen menjelang Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Tingginya permintaan konsumen disikapi dengan menyiapkan 1,2 juta kilogram daging ayam diprediksi akan habis sampai akhir Desember 2024. “Kami mengantisipasi perayaan natal,sehingga telah menyediakan 1,2 juta kilogram daging ayam,” kata dia  Kamis 5 Desember 2024.

Dirincikan kebutuhan daging ayam selama sepekan mencapai 600 ribu kilogram. Rahmat memastikan akan terjadi kenaikan harga karena daya serap konsumen meningkat serta stok ayam mulai limit. “Iya, pasti terjadi kenaikan harga,” ucapnya.

Marketing CV. 88, Dedi Suhendra menambahkan, stok daging sapi, kerbau maupun ayam mencapai 1.700 kilogram karena tergantung dari kapasitas simpan di cold storage. Kebutuhan daging ayam maupun daging sapi beku memiliki segmentasi berbeda. Artinya, pengusaha rumah makan dan catering yang membeli. Sementara, konsumen di pasar tradisional tidak tertarik dengan daging ayam beku. “Konsumen kita di pasar tradisional lebih senang ayam segar bukan ayam beku,” jawabnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, sejumlah 1,2 juta kilogram daging ayam akan dipersiapkan oleh distributor untuk mengantisipasi tingginya permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025. Selain daging ayam segar, juga akan ditambah dengan daging ayam beku untuk memenuhi kebutuhan rumah makan dan catering. “Kalau daging ayam segar hanya untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Sejumlah 1,2 juta kilogram daging ayam segar dipastikan akan habis sampai akhir bulan Desember. Pasalnya, kebutuhan warga meningkat dengan berbagai kegiatan atau acara saat Nataru. Pihaknya terus akan memantau ketersedian stok termasuk harga. Sebab, harga daging ayam pasti akan mengalami lonjakan karena tingginya daya serap konsumen.(cem)

Jelang Akhir Tahun, Distribusi Bantuan Pangan di NTB Lancar

0
Distribusi Bantuan Pangan di NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog Wilayah NTB memastikan pendistribusian Bantuan Pangan (Bapang) di Provinsi NTB berjalan lancar.

Dalam rangka memastikan itu, Perum Bulog NTB melakukan monev pendistribusian Bapang di Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, 5 November 2024.

Di Desa Kramat Jati , Bapang disalurkan kepada 1.079 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sementara di Desa Truwai, terdapat sebanyak 4.844 PBP.

Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Bulog NTB Musazdin Said menyebutkan, Bapang ini merupakan bagian dari program bantuan sosial yang dicanangkan pemerintah dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana alam dan situasi ekonomi yang sulit.

“Kita lihat saat monev di dua desa ini, penyaluran bantuan ini berlangsung secara bertahap, dengan distribusi yang membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 hari untuk mencapai setiap penerima, mengingat banyak warga yang tengah sibuk dengan musim tanam padi dan kegiatan pertanian lainnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, upaya untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga tetap berjalan lancar. “Untuk desa-desa ini, meskipun ada keterlambatan karena kesibukan warga di sawah dan ladang, distribusi tetap berjalan. Kami optimalkan agar bantuan segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Musazdin menambahkan, sejumlah daerah di Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara telah mulai menerima distribusi bantuan, yang sudah berjalan sejak awal pekan. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar wilayah di NTB sudah mulai mendapatkan alokasi bantuan, meskipun ada beberapa wilayah yang membutuhkan waktu lebih lama karena faktor geografis dan keterbatasan akses.

Sementara itu,penyaluran bantuan pangan di Kota Mataram sempat tertunda. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala administrasi terkait dengan Pilkada yang baru saja berlangsung. Akan tetapi dipastikan untuk pendistribusiannya sudah dijadwalkan dan diupayakan akan selesai terdistribusi sebelum tanggal 18 Desember ini.

Selain di Lombok, distribusi bantuan juga dimulai di Pulau Sumbawa. Pendistribusian di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat sudah mulai berlangsung sejak Rabu, 4 Desember 2024, dan diperkirakan akan merata dalam beberapa hari ke depan.

Sedangkan untuk Kota Bima dan Kabupaten Dompu, distribusi bantuan pangan akan dimulai hari ini, dan Kabupaten Bima diperkirakan akan menyelesaikan proses distribusinya pada esok harnya.

Pemerintah melalui pihak terkait menargetkan bahwa seluruh bantuan pangan yang disalurkan akan selesai diterima oleh penerima manfaat pada 18 Desember 2024. Dan batas waktu penyerahan atau penyelesaian administrasinya diharapak tuntas pada 31 Desember 2024.Total alokasi mencapai 643.000 PBP atau sekitar 6.430 ton beras untuk alokasi satu bulan terakhir di tahun 2024.

Ini merupakan tahap ketiga dari program bantuan pangan yang sudah dilaksanakan sebelumnya, dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana serta memenuhi kebutuhan pangan mereka menjelang akhir tahun.(bul)

Bulog NTB Pastikan Pasokan Beras Cukup Bila Cuaca Ekstrem

0
Musazdin Said(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog wilayah NTB memastikan ketersediaan stok beras mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. Bila terjadi potensi cuaca ekstrem dan potensi ancaman bencana alam di Nusa Tenggara Barat.

Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Bulog NTB, Musazdin Said, menyatakan bahwa kondisi stok beras di NTB saat ini berada dalam posisi aman. Dengan kapasitas stok sekitar 33 ribu ton yang tersebar di 14 gudang, Bulog NTB optimistis dapat mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat dalam situasi darurat.

“Alhamdulillah, seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, kita masih bertahan untuk empat bulan ke depan. Dengan jumlah kisaran sekitar 33 ribu ton, kita bisa cover kebutuhan masyarakat dengan baik,” ungkap Musazdin, Kamis, 5 Desember 2024.

Untuk menjaga efisiensi distribusi, Bulog NTB mengoperasikan 16 gudang, tersebar 9 gudang di Pulau Lombok dan 7 gudang di Pulau Sumbawa.Seluruh gudang tersebut saat ini terisi penuh dengan stok beras. Seluruh gudang tersebut saat ini terisi penuh dengan stok beras.

“Kami memiliki jaringan gudang yang tersebar strategis, enam di Pulau Lombok dan delapan di Pulau Sumbawa. Dengan ketersediaan ini, masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan pangan,” tambah Musazdin.

Musazdin Said menjelaskan bahwa panen terakhir pada bulan November 2024 memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan beras di gudang Bulog. Dengan hasil panen tersebut, NTB memiliki cadangan pangan yang mencukupi hingga Februari atau Maret 2025.

“Dengan panen terakhir pada bulan November, kami memiliki suplai yang cukup untuk kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Ini membuktikan bahwa potensi pertanian lokal sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Musazdin.

Cuaca ekstrem, termasuk intensitas hujan tinggi, banjir, dan potensi bencana alam lainnya, menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas pangan di NTB. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah NTB diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan dalam beberapa bulan mendatang, terutama di wilayah dataran rendah dan pesisir yang rentan banjir.(bul)

Indonesia Kaya Kembali Suguhkan #Musikaldirumahaja Dengan Kisah Barong Landung Dan Sri Dewi

0
Musikal dirumah aja Dengan Kisah Barong Landung Dan Sri Dewi (ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Program #MusikalDiRumahAja yang senantiasa menghadirkan cerita rakyat maupun legenda urban dari berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan beragam sutradara teater, sutradara film, sinematografer, penata musik, serta aktor, aktris dan penari Indonesia, kembali hadir dengan dua kisah terbarunya ke hadapan para penikmat seni di tahun 2024 ini.

Kali ini, www.indonesiakaya.com dan BOOW Live akan mengangkat cerita rakyat dari Bali yaitu Barong Landung yang terbagi dalam dua episode dan dapat disaksikan mulai 30 November dan 2 Desember 2024 pukul 19.00 WIB di kanal YouTube IndonesiaKaya.

Renitasari Adrian, Program Director www.indonesiakaya.com mengungkapkan, sejak 2020, www.indonesiakaya.com senantiasa menghadirkan beragam kisah rakyat dari berbagai wilayah di Indonesia dalam balutan musikal ke hadapan para penikmat seni di mana saja.

“Hingga saat ini total keseluruhan episode dari #MusikalDiRumahAja telah disaksikan lebih dari tujuh juta views yang disajikan melalui kanal YouTube kami. Berangkat dari antusiasme dan minta masyarakat dengan beragam kisah rakyat yang kami sajikan, kali ini kami mengangkat kisah rakyat dari salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki banyak warisan kebudayaan baik berupa karya seni dan tata cara kehidupan yaitu Bali melalui kisah Barong Landung yang memiliki banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya. Semoga pesan-pesan yang terkandung di dalam #MusikalDiRumahAja: Barong Landung ini dapat diterima dengan baik dan dikenal oleh masyarakat yang tak hanya berada di Bali, tapi juga masyarakat dari berbagai wilayah lainnya di Indonesia,” ujarnya.

#MusikalDiRumahAja: Barong Landung disutradarai oleh Bayu Pontiagust yang juga menulis kisah ini bersama Palka Kojansow. Dengan berlatarkan tempat di Bali pada abad ke 12, episode terbaru ini mengisahkan tentang Raja Sri Jayapangus jatuh cinta pada Kang Cing Wei, seorang putri pedagang Cina, dan menikahinya meski mendapat peringatan dari penasihatnya.

Namun, pernikahan ini diikuti bencana yang memaksa mereka membangun kerajaan baru bernama Balingkang. Meskipun hidup bahagia, sang raja merasa tidak lengkap tanpa keturunan dan pergi bertapa di Gunung Batur. Di sana, ia tergoda oleh Dewi Danuh, penjaga Danau Batur, dan menikahinya.

Bayu Pontiagust selaku produser BOOW Live, sutradara dan penulis mengatakan, “Kisah Barong Landung merujuk pada berbagai versi, dengan rujukan utama dari Purana Pura Dalem Balingkang (Disbud Provinsi Bali) dan Geguritan Barong Landung (I Nyoman Suprapta). #MusikalDiRumahAja: Barong Landung dibawakan dalam format mini seri musikal yang dibagi dalam dua episode dengan beberapa penyesuaian yang bersifat fiksi yang mengisahkan tentang cinta, pengorbanan, rintangan dan juga harapan.

Beberapa lagu dan tarian orisinal yang ditampilkan dan musikal ini juga menjadi benang merah cerita, bentuk ekspresi tokoh, dan sarana penyampaian adegan. Semoga serial musikal ini dapat menghibur dan diterima dengan baik oleh para penikmat seni.”

#MusikalDiRumahAja: Barong Landung diperankan oleh Putu Parama Kesawa Anada Putra sebagai Jayapangus, Pepita Salim sebagai Kang Cing Wei, Yunita Dian Priscilia Iki sebagai Sri Prameswari, dan Ni Kadek Thaly Titi Kasih sebagai Dewi Danu. Selain keempat pemeran utama, musikal ini juga dimerahkan oleh I Kadek Prawira Nugraha sebagai Mpu Lim, Yudi Laksana sebagai Mpu Siwagandu, Aditya Guna Eka Putra sebagai Pendekar Liong dan Erlangga sebagai Pendekar Li.

“Berpartisipasi dalam #MusikalDiRumahAja: Barong Landung menjadi sebuah pengalaman yang unik bagi saya, karena selain menyanyi dan menari saya juga dapat ikut mengenalkan kebudayaan dan cerita rakyat ke hadapan para penikmat seni. Ikut berpartisipasi dalam produksi ini juga menjadi media bagi saya untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Saya berharap musikal ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya kita sendiri,” ujar Pepita Salim selaku salah satu pemeran dalam #MusikalDiRumahAja: Barong Landung.

Selain menghadirkan #MusikalDiRumahAja: Barong Landung, www.indonesiakaya.com dan BOOW Live juga menghadirkan kisah terbaru #MusikalDiRumahAja: Sri Dewi, yang ditayangkan pada 27 dan 29 November 2024 pukul 19.00 WIB di kanal YouTube IndonesiaKaya.

Kisah ini, diambil dari Dewi Sri atau Sri Laksmi yang merupakan sosok Dewi Kesuburan yang dikenal dalam mitologi hindu yang kemudian diadopsi oleh budaya Jawa, Sunda, dan juga beberapa suku lainnya di Indonesia. Sosok Dewi Sri juga dikenal sebagai seorang Dewi pelindung tanaman padi berdasarkan berbagai kisahnya yang diadopsi dalam mitologi Jawa dan Sunda kuno. #MusikalDiRumahAja: Sri Dewi diperankan oleh Kathrine Permatasari, yang merupakan salah satu peserta lulusan program workshop Ruang Kreatif Seni Pertunjukan persembahan www.indonesiakaya.com sebagai Sri Dewi, Christoffer Nelwan sebagai Sadana, Reza Ardiyanto sebagai Kala, dan Tim Swargaloka sebagai ensembel.

“Ada yang unik dalam #MusikalDiRumahAja: Sri Dewi, selain menyangkannya di kanal YouTube IndonesiaKaya, penikmat seni juga dapat menyaksikan #MusikalDiRumahAja: Sri Dewi di akun TikTok @indonesia_kaya. Kami menyadari banyak generasi muda yang mengisi waktu luang mereka dengan menonton konten-konten yang ada di TikTok, untuk itu kami menghadirkannya dalam akun kami agar dapat diakses dengan lebih mudah oleh generasi muda. Semoga upaya kami dalam menghadirkan serial musikal ini ke dalam delapan part di akun TikTok kami dapat menjangkau lagi banyak generasi muda lainnya,” tutup Renitasari. (*)