Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 489

Gapensi KSB Tolak PPN 12 Persen

0
Syaifullah(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Penolakan penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen pada tahun 2025 mendatang terus bergulir. Tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa Barat, oleh banyak kalangan hal itu dianggap akan sangat memberatkan masyarakat.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) KSB, Syaifullah mengatakan, di kalangan pengusaha, kenaikan PPN menjadi 12 persen itu sangat memberatkan. “Yang 11 persen saja sekarang kami megap-megap. Apalagi kalau 12 persen, apa yang kami bisa dapat dari usaha kami,” cetusnya.

Menurut Syaifullah, pajak secara otomatis berpengaruh pada harga barang. Dan di dunia usaha konstruksi kata dia, biaya material dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan secara signifikan. “Belum lagi operasional kami naik juga harganya pastinya,” sebutnya.

Syaifullah berharap agar pemerintah pusat benar-benar mempertimbangkan dengan matang sebelum memberlakukan PPN 12 persen tersebut. Sebab di tingkat masyarakat meski kegiatan usahanya sama, belum tentu pendapatnnta setara. “Kami misalnya yang pengusaha konstruksi lokal yang hanya menggarap proyek kecil-kecilan. Kan berapa sih keuntungan kami,” katanya seraya mengungkap kemungkinan dampak negatif dari kebijakan PPN 12 persen tersebut.

“Secara sosial ekonomi dampaknya berbahaya. Contoh kalau kami tidak bisa berusaha, maka pegawai kami tidak bisa bekerja. Itu artinya kan menambah jumlah penangguran,” paparnya.

Syaifullah selanjutnya berharap, agar perwakilan masyarakat di tingkat pusat terus menyuarakan penolakan terhadap kenaikan PPN tersebut. “DPR RI, kalangan pengusaha dan semua yang punya akses di pusat untuk tidak hentinya menyuarkan harapan masyarakat luas itu,” imbuhnya.(bug)

Bulog Optimis Target 28.000 ton Gabah Tercapai di Akhir Tahun

0
Zuhri Hanafi(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pimpinan Cabang (Pinca) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbawa, Zuhri Hanafi memastikan target serapan gabah di angka 28.000 ton tercapai meski jelang akhir tahun 2024.

“Kami tetap optimis target yang ditetapkan pemerintah tercapai, apalagi serapan kita saat ini sudah berada di angka 27.000 ton dan masih a da waktu untuk melakukan penyerapan, ” kata Zuhri kepada Ekbis NTB, Minggu 8 Desember 2024.

Zuhri melanjutkan, penyerapan gabah dari masyarakat juga terus dilakukan setiap harinya. Bahkan per hari ditargetkan angka serapannya di angka minimal 40 ton sehingga dengan sisa waktu yang ada dipastikan target tersebut bisa tercapai.

“Kita masih punya waktu untuk melakukan penyerapan gabah sampai akhir tahun dan kami juga memberikan target harian supaya target yang ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.

Meski saat ini sudah memasuki musim hujan, Zuhri memastikan hal tersebut bukan sebagai kendala untuk melakukan penyerapan gabah dari masyarakat. Sebab saat ini pihaknya sudah memiliki Sentra Produksi Padi (SPP) di Kecamatan Lape yang bisa digunakan untuk pengeringan gabah.

“SPP kita Kapasitasnya hampir 100 ton sehingga tidak ada kendala meski kita lakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) kalau untuk kering giling kita serahkan ke mitra,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk harga beras yang diterima digudang Bulog senilai Rp11.000 perkilo gramnya. Sementara untuk gabah dihargai sebesar Rp7.500 perkilo gramnya dengan kadar air 17 persen supaya rusak saat disimpan di gudang nantinya.

“Harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah termasuk kualitasnya, karena diperuntukkan untuk beras cadangan pemerintah,” sebutnya.

Dia pun menyakinkan target serapan tersebut pasti bisa tercapai karena capaian 27.000 ton itu merupakan realisasi dalam beberapa minggu kemarin. Nanti di akhir tahun baru akan dilakukan penyerapan secara full, bahkan tim juga akan intens turun ke petani.

“Panen kan baru akan mulai di akhir tahun dan kami optimis target tersebut bisa tercapai. Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk penyerapan juga masih sangat panjang, sehingga target tersebut pasti bisa tercapai,” tandasnya. (ils)

Musim Hujan, Peternak Diminta Waspada Serangan Penyakit pada Ternak

0
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Lotim, Drh. Hultatang(ekbisntb.com/jejaklombok.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Memasuki musim hujan, para peternak di Lombok Timur (Lotim) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan menyerang ternak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Lotim, Drh. Hultatang, menjelaskan perubahan cuaca ekstrem dari panas ke hujan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ternak.

“Musim hujan sering kali membuat ternak mengalami perubahan pakan, dari yang tua menjadi muda. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti mencret dan kembung,” ungkap Hultatang.

Selain itu, perubahan suhu yang drastis juga menjadi tantangan. Peternak disarankan memberikan penghangat pada kandang, misalnya dengan membakar sampah di sekitar area ternak untuk menjaga suhu tetap stabil. “Imunitas ternak harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya dengan memberikan multivitamin agar kesehatan ternak tetap terjaga,” tambahnya.

Menurut Hultatang, pakan yang banyak mengandung air selama musim hujan juga perlu diwaspadai, karena dapat memengaruhi metabolisme ternak. “Sebaiknya hindari memberikan pakan yang terlalu muda atau terlalu banyak air. Namun, jika ternak memiliki stamina dan kesehatan yang baik, mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemberian obat cacing dan obat lainnya untuk memastikan ternak tetap sehat. Dengan langkah pencegahan ini, ternak tidak hanya bertahan dalam kondisi cuaca buruk tetapi juga tetap memiliki kualitas yang baik sehingga peternak dapat meraih keuntungan saat menjualnya.

Peternak diharapkan aktif melakukan antisipasi dan perawatan ekstra terhadap ternak mereka agar tidak merugi akibat dampak buruk musim hujan.(rus)

Cagar Budaya Taman Narmada Dipromosikan Lewat Event Lomba Kecial Kuning

0
Event lomba Kecial Kuning diadakan di Cagar Budaya Taman Narmada untuk mempromosikan lokasi wisata ini ke dunia luar. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Pihak Manajemen PT Patut Patuh Patju (Tripat) terus berupaya mempromosikan wisata Cagar Budaya Taman Narmada ke dunia luar. Salah satunya melalui event-event, seperti event Lomba Burung Kecial Kuning diadakan di Telaga Kembar berkolaborasi dengan komoditas pencinta burung kecial. Event lomba itu diikuti 600 peserta se- Pulau Lombok.

Direktur Utama (Dirut) PT Patut Patuh Patju Eko Esti Santoso mengatakan lomba Kecial Kuning diadakan oleh pecinta atau penghobi burung kecial berkolaborasi dengan PT Tripat. “Kami siapkan tempat dan disewa oleh pihak panitia, ini juga upaya kita  mempromosikan Cagar Budaya Taman Narmada,”kata Eko, Minggu 8 Desember 2024.

Bagi manajemen, event ini bisa lebih memperkenalkan Cagar Budaya Taman Narmada kepada masyarakat luas. Selain sebagai lokasi rekreasi, literasi, edukasi, namun juga sebagai lokasi hiburan bagi para kalangan komunitas atau penghobi yang ada di Lombok dan NTB.

Di samping itu, pihak Perusda mendapatkan feedback dari sewa tempat. Sekaligus juga lomba ini sekaligus melestarikan kearifan lokal dan burung lokal yang dimiliki pulau Lombok.

Ke depan, lomba unik semacam ini akan perlu diagendakan secara rutin tiap tahun. “Kalau kita berharap diadakan tiap tahun, event ini juga mungkin perlu diadakan oleh pemkab untuk meramaikan,” imbuhnya.

Ke depan kegiatan ini menjadi pilot project untuk event selanjutnya yang bisa diadakan tahunan. Selain lomba Kecial Kuning, Taman Narmada juga dijadikan lokasi untuk kegiatan kampus Bagu Loteng dan event-event lokal seperti pemancingan. Dan rencananya, manajemen hotel di wilayah Senggigi akan mengadakan  kegiatan di taman Narmada diikuti ratusan peserta.

Sementara itu, Herianto selaku pihak panitia penyelenggara menyampaikan lomba ini diadakan atas kerjasama dengan pihak pengelola Cagar Budaya Taman Narmada. Kenapa diadakan di sini?, karena atas permintaan dari para peserta sendiri. Sebab lokasinya strategis, bagi peserta yang ada berasal dari daerah se Pulau Lombok. Sebab berada di tengah- tengah antara Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram dan daerah lainnya. “Lokasinya strategis, sehingga insyallah kedepan kalau ada event lomba ini akan diadakan di sini,”ujarnya.(her)

Cuaca Ekstrem Melanda, Waspadai Potensi Bencana Alam

0
Ilustrasi hujan yang disertai dengan petir(ekbisntb.com/pexels.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) H. Ridwan Makruf meminta masyarakat waspada akan potensi bencana alam yang  bisa saja terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menyusul kondisi cuaca ekstrem yang saat ini tengah melanda wilayah Loteng berupa angin lebat disertai angin kencang dan petir. Kondisi tersebut diperkirakan bakal berlangsung hingga sepekan ke depan.

“Diperkirakan hingga tanggal 11 Desember 2024 mendatang, hujan lebat disertai angin kencang dan petir bakal melanda wilayah Loteng. Untuk itu kami imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaannya akan potensi bencana alam yang bisa terjadi selama periode cuaca ekstrem,” ujar H. Ridwan Makruf, kepada Ekbis NTB, Sabtu 7 Desember 2024.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat diminta agar mengurangi kegiatan berpergian saat hujan turun jika memang tidak ada keperluan yang terlalu mendesak. Apalagi dalam kondisi hujan lebat. Khawatir ada angin puting beliung serta pohon tumbang yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Tidak kalah penting, masyarakat juga penting tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya dengan tidak membuang sampah sembarangan di saluran drainase, kali maupun sungai, karena berpotensi memicu banjir. Mengingat hujan lebat yang turun bisa membuat air di saluran hingga air sungai meluap.

Lebih lanjut Ridwan menambahkan, dampak cuaca ekstrem sudah mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Loteng. Di mana pada Jumat 6 Desember 2024,  hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Loteng. Mengakibatkan banjir dan longsor. Seperti di Desa Sukarara, sebanyak 10 rumah diterjang banjir di Dusum Burhane.

Kemudian ada longsor yang menyebabkan jembatan ambruk dan TPQ rusak di Desa Rembitan, Pujut serta dua rumah rusak di Desa Barabali, Batukliang. Di Desa Sukadane, Pujut angin puting beliung merusak satu rumah warga akibat pohon tumbang serta di Desa Mertak Tombok, Praya.

“Untuk korban jiwa sejauh ini tidak. Sementara kerugian  materi masih dihitung,” sebutnya. BPBD Loteng sudah turun melakukan tindakan darurat. Dengan menyalurkan bantuan kedaruratan serta penanganan kerusakan tahap awal.

Dalam hal ini BPBD Loteng dibantu pula oleh personel TNI dan Polri, TRC PB dan aparat desa setempat. “Kondisi terakhir di daerah-daerah yang terkena bencana sudah berangsur normal. Air juga sudah surut,” tutup mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Loteng ini.(kir)

BUMDes Harus Ambil Peran

0
Salmun Rahman (ekbisntb.com/dok)

DINAS Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) segera memiliki badan hukum sebagai persiapan menyongsong program makan gratis bergizi untuk siswa yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia (RI).

Kepala Dinas PMD Lotim, Salmun Rahman, menyatakan program ini merupakan peluang besar bagi BUMDes untuk berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa. “Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, peluang ini akan hilang begitu saja,” ujarnya kepada Ekbis NTB, pekan kemarin.

Menurut Salmun, dari total 239 desa dan kelurahan di Lotim, masih kurang dari 50 persen BUMDes yang memiliki badan hukum. Hal ini menjadi kendala besar jika program makan bergizi gratis berjalan dan melibatkan BUMDes. “BUMDes yang belum memiliki badan hukum tidak akan bisa ikut serta dalam program ini,” jelasnya

Salmun menambahkan program makan bergizi gratis tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian desa. Jika BUMDes dilibatkan, program ini akan membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa.

“BUMDes tidak mungkin bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan makanan setiap hari. Ini kesempatan besar untuk melibatkan UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain persiapan badan hukum, BUMDes juga diharapkan memperkuat modal usaha agar mampu menjalankan perannya dalam program berskala besar ini. Mengingat program ini direncanakan untuk jangka panjang, diperlukan kesiapan matang dari segi manajemen dan sumber daya.

DPMD berharap semua BUMDes segera melakukan langkah konkret dalam mempersiapkan badan hukum dan memperkuat struktur kelembagaan mereka. “Jika tidak dipersiapkan dengan matang, BUMDes hanya akan menjadi penonton dalam program ini,” tegas Salmun.

Dengan terlibatnya BUMDes dalam program makan gratis, diharapkan terjadi sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat lokal untuk menciptakan kesejahteraan bersama. (rus)

Peringati HUT Ke-47, BPJS Ketenagakerjaan Tandai Satu Dekade Transformasi Lewat Berbagai Capaian Positif

0
BPJS Ketenagakerjaan menandai satu dekade transformasi melalui berbagai capaian positif. (ekbisntb.com/ist)

MEMPERINGATI hari jadinya yang ke 47 sekaligus menginjak satu dekade pasca transformasi pada tahun 2014, BPJS Ketenagakerjaan terus mempertegas komitmennya dalam memberikan kontribusi terbaik guna mewujudkan kesejahteraan pekerja Indonesia.

Perjalanan panjang dimulai sejak tahun 1977, saat pemerintah kala itu melahirkan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK) melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977. Perum Astek yang merupakan cikal bakal dari badan penyelenggara jaminan sosial, mendapatkan amanah konstitusi untuk menyelenggarakan program strategis negara tersebut.

15 tahun berselang, PT. Jamsostek (Persero) hadir melanjutkan cita-cita Perum Astek memberikan perlindungan dasar dengan memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarga saat mereka kehilangan penghasilan akibat mengalami risiko sosial ekonomi. Perlindungan yang diberikan mencakup 4 program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).

Seiring dengan perkembangan zaman dan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertumbuh, dunia ketenagakerjaan turut mengalami pergeseran. Pekerja sektor informal justru lebih mendominasi dan setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Mereka justru lebih rentan mengalami risiko sosial ekonomi sehingga membutuhkan jaring pengaman agar tak jatuh dalam jurang kemiskinan.

Hal ini menjadi tonggak awal lahirnya era baru Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diikuti dengan transformasi PT. Jamsostek (Persero) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014.

Sejak saat itu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tak hanya wajib dimiliki oleh pekerja sektor formal atau Penerima Upah (PU), namun juga bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). BPJS Ketenagakerjaan pun mengemban amanah besar untuk mewujudkan Universal Coverage Jamsostek lewat 3 program eksisting yaitu JKK, JKM, JHT serta 2 program baru yakni Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Kita meneladani perjalanan 47 tahun BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi dan menyejahterakan pekerja Indonesia. Segenap manajemen menyampaikan terima kasih kepada para Penggagas, Pendiri, Pimpinan sebelumnya, serta Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan yang telah membawa lembaga ini hingga mencapai kemajuan luar biasa hingga saat ini,”ungkap Anggoro.

Berbagai capaian positif berhasil diukir BPJS Ketenagakerjaan di usianya saat ini. Jumlah peserta aktif mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas dari tahun lalu menjadi 43,5 juta. Terdiri dari 27,7 Juta pekerja Penerima Upah (PU), 9,5 juta pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), serta 6 Juta pekerja Jasa Konstruksi dan PMI. Secara keseluruhan angka tersebut jauh melambung jika dibandingkan dengan awal transformasi yakni sejumlah 16,8 juta peserta aktif.

Anggoro menyebut  peningkatan jumlah peserta wajib diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kemudahan akses layanan. Aplikasi resmi Jamsostek Mobile (JMO) menjadi salah satu kanal andalan yang kian mendekatkan BPJS Ketenagakerjaan dengan para peserta. Terbukti jumlah penggunanya telah mencapai 24,5 juta, dengan pengguna aktif mencapai lebih dari 60 persen.

Selain itu tingkat kepuasan layanan Call Center 175 turut naik menjadi 92,5 persen, dan  mendapatkan 6 kategori penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2024 dari Indonesian Contact Center Association (ICCA).

“Kita juga telah meluncurkan New e-PLKK untuk mempermudah operasional dan layanan JKK bagi peserta, yang saat ini sudah diterapkan di lebih dari 74 persen  PLKK. Tahun ini kami juga memfasilitasi para pekerja disabilitas mengakses lapangan pekerjaan dengan mengembangkan portal Inclusive Job Center,”imbuh Anggoro.

Alhasil hingga November 2024 BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan 3,8 juta klaim dengan total nominal manfaat menyentuh Rp51,9 triliun. Di dalamnya termasuk manfaat beasiswa yang diberikan kepada 92 ribu anak pekerja senilai 387,6 miliar. Selama satu dekade jumlah tersebut melonjak hampir 4 kali lipat, yang berarti semakin banyak pekerja dan keluarganya yang telah merasakan manfaat nyata dari BPJS Ketenagakerjaan dan terhindar dari kemiskinan.

Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian global dan domestik yang penuh ketidakpastian. Terbukti dana pekerja yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan tetap tumbuh 13,85 persen (YoY) menjadi Rp 782 Triliun. Keberhasilan BPJS Ketenagakerjaan dalam mencetak return tinggi selama lima tahun terakhir, membuatnya dianugerahi penghargaan sebagai “Largest Investment Return in Five Years for Social Insurances” oleh InvestorTrust.

Tak hanya itu, pengakuan juga datang dari tingkat internasional. BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya lembaga social security yang memiliki jumlah pengakuan ISSA Recognition terbanyak di Dunia, berupa 8 ISSA Recognition serta 10 ISSA Good Practice.

“Ini menunjukkan bahwa yang kita lakukan selama ini sudah sesuai standar internasional dan diakui kualitas dan kapabilitasnya,”tegas Anggoro.

Sadar akan tantangan kedepan akan lebih besar, BPJS Ketenagakerjaan turut berkomitmen untuk mendorong produktivitas pekerja dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan awareness dan penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan. Salah satu langkah strategis yang diambil ialah melalui gelaran The First Social Security Summit 2024 juga telah sukses diselenggarakan di November lalu.

Kegiatan ini diyakini mampu menjadi ajang diskusi dan sinergi bagi seluruh stakeholders guna menghasilkan solusi inovatif dan strategi kolaboratif untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, diantaranya Middle Income Trap dan optimalisasi perlindungan bagi pekerja kelas menengah dan kelompok rentan.

Dibalik berbagai pencapaian yang berhasil diukir, Anggoro berharap seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk terus fokus menggapai cita-cita universal coverage demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 dengan tetap mengedepankan integritas. Sehingga para pekerja Indonesia bisa Kerja Keras Bebas Cemas.

“Tahun ini, meski penuh tantangan, kita tetap bergerak maju memperluas coverage jaminan sosial dengan tetap memastikan perlindungannya tepat sasaran. Dengan semangat budaya Iman ETHIKA, mari kita jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah untuk memberi dampak nyata pada pekerja dan keluarganya,”pungkas Anggoro.

Boby Foriawan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB mengatakan bahwa kedepannya BPJS Ketenagakerjaan akan terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik demi mewujudkan kesejahteraan untuk pekerja dan keluarganya. Boby berharap dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi dengan stakeholder, universal coverage kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan akan terwujud.(bul)

Jelang Nataru, Dishub akan Cek Kondisi Kendaraan Angkutan Penumpang

0
Sejumlah kendaraan angkutan penumpang menaikan penumpang di luar Terminal Mandalika pada, Sabtu 7 Desember 2024 pekan kemarin. Dinas Perhubungan Kota Mataram berkoordinasi dengan Dishub NTB dan BPTD akan melakukan pengecekan kelaikan jalan angkutan penumpang menjelang libur Nataru. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan Kota Mataram akan mengecek kondisi kendaraan angkutan penumpang menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Seluruh kendaraan dipastikan laik jalan guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menerangkan, pengecekan kondisi kendaraan angkutan penumpang pasti dilakukan sebelum libur Hari Raya Natal dan Tahu Baru. Pengecekan kelaikan angkutan kendaraan dalam provinsi dan angkutan kendaraan antar provinsi menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan Balai Pengelolaan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. “Kami hanya memback up saja untuk pengecekan ram cek kendaraan angkutan penumpang,” terangnya dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Pengecekan kendaraan difokuskan pada lampu, rem, dan lain sebagainya. Selain itu, kesehatan sopir juga diharapkan dalam kondisi baik untuk meminimalisir potensi kecelakaan.

Terlepas dari pengecekan kendaraan pengangkut penumpang ditegaskan Zulkarwin, bidang lalu lintas harus memastikan seluruh penerangan jalan dalam kondisi prima saat perayaan Nataru. Pengecekan penerangan jalan umum dimulai tanggal 23 Desember sampai malam pergantian tahun baru. “Supaya warga merasa nyaman dan aman saat merayakan natal dan tahun baru,” ujarnya.

Selain itu, bidang pengendalian dan operasional juga memastikan sejumlah titik yang berpotensi dan mengalami pelambatan atau kemacetan akan ditambah personil. Pengawasan di Kelurahan Karang Pule serta lokasi isidentil guna mengurai kemacetan akibat penumpukan kendaraan.

Pengaturan kendaraan juga berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Mataram. Mantan Camat Selaparang menambahkan, pos pantau juga akan dibangun oleh Polresta Mataram. Pihaknya bersama TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram akan memback up seluruh kebutuhan pengamanan yang dibutuhkan aparat berseragam coklat tersebut. “Pos pantau akan dilakukan saat tahun baru bersama TNI-Polri,” demikian kata dia. (cem)

Disdag Usulkan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kilogram

0
Dua orang karyawan pangkalan menurunkan tabung gas elpiji 3 kilogram dari truk belum lama ini. Dinas Perdagangan Kota Mataram mengusulkan tambahan tabung gas melon tersebut di tahun 2025. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram mengusulkan kouta elpiji 3 kilogram kepada PT. Pertamina di tahun 2025. Tambahan kuota ini mengantisipasi adanya kegiatan skala nasional maupun internasional.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida ditemui pekan kemarin mengatakan, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kilogram ke PT. Pertamina untuk di tahun 2025. Penambahan ini sebagai langkah antisipasi apabila banyak penyelenggaraan kegiatan baik skala nasional maupun internasional di Kota Mataram, sehingga stok tabung gas melon terpenuhi. “Kita mengantisipasi saja, karena kita tidak tahu tahun depan ada banyak event,” terangnya.

Ia menyebutkan, penambahan kuota elpiji 3 kilogram dari sebelumnya 18 ribu meter kubik ton di tahhun 2023 naik menjadi 20 ribu meter kubik ton di tahun 2024. Selanjutnya, di tahun 2025 mengalami peningkatan sekitar 3 ribu meter kubik ton menjadi 23 ribu meter kubik ton.

Nida menegaskan, kuota elpiji 3 kilogram untuk Kota Mataram selalu surplus. Artinya, jatah yang diberikan oleh PT. Pertamina tidak sepenuhnya digunakan. Kendati demikian, pihaknya tetap mengajukan tambahan sebagai langkah antisipasi. “Kita selalu punya silap, walaupun begitu harus tetap diusulkan penambahan,” ujarnya.

Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilgoram di tingkat pangkalan Rp17 ribu. Artinya, harga tabung gas melon itu tidak mengalami kenaikan di tingkat pangkalan.

Nida memastikan pendistribusian salah satu bakar bahan bakar subsidi tepat sasaran. Pihaknya bersama Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan membahas kebutuhan masyarakat sebelum pendistribusian. Pendistribusian juga diperketat dengan meminta kartu identitas dari masyarakat. Pembelian tabung gas elpiji 3 kilogram ini prioritaskan bagi warga tidak mampu. “NIK dimasukan sehingga dipastikan pendistribusian bahan bakar bersubsidi ini bisa tepat sasaran,” demikian kata dia. (cem)

Versi Travel Lemming, Lombok Tempat Wisata Terbaik di Dunia Tahun 2025

0
 Jamaludian (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Tahun 2025 tinggal 23 hari lagi. Namun, salah satu pemandu wisata daring di Amerika Serikat, Travel Lemming menempatkan Lombok sebagai pilihan tempat wisata terbaik di dunia. Hal ini tentu merupakan sebuah kabar baik bagi dunia pariwisata NTB agar tahun 2025 mendatang mampu memberikan pelayanan terbaik pada wisatawan, baik dari sisi sarana dan prasarana hingga hospitality.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., mengaku tidak menyangka jika Lombok akan mengalahkan destinasi wisata yang ada di seluruh dunia, termasuk Bali sebagai lokasi wisata terbaik untuk dikunjungi di dunia tahun 2025.

Dihubungi di sela-sela mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.SI., begibung dulang pada acara Ite Begawe Fest di Islamic Center, Sabtu, 7 Desember 2024, Jamaluddin menyebut, penilaian yang dilakukan Travel Lemming sangatlah profesional. Sebab, penilaian-penilaiannya tidak berlebihan dan sesuai dengan fakta yag ada di lapangan.

Diakuinya, Lombok memiliki destinasi wisata yang lengkap, mulai dari wisata gunung, budaya, pantai, kuliner dan lainnya. Objek wisata ini cukup cepat dijangkau wisatawan, karena jalur jalan yang ada di daerah ini tidak semacet yang ada di daerah lain, termasuk Bali. ‘’Kalau Bali memang bagus, tetapi sayangnya macet. Kalau di Lombok tidak ada macet, destinasi wisata gunung atau pantai semua ada, lengkap pokoknya ditambah lagi dengan budayanya. Nggak kalah penting, kuliner di Lombok murah-murah, terlebih lagi kita ramah muslim,” ujarnya.

Ppihaknya berharap tingkat kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara, menuju NTB bisa meningkat 2 hingga 3 kali lipat setelah dinobatkan sebagai tempat wisata terbaik di dunia 2025. Apalagi, Travel Lemming memiliki pangsa pasar wisatawan asing yang menjadikan panduan untuk berwisata.

Meski demikian, ungkapnya, jika minat wisatawan mancanegara dan domestik tinggi ke Lombok belum ditopang masalah transportasi penerbangan, maka tidak ada gunanya. Pihaknya mengharapkan, maskapai yang menuju Lombok semakin banyak, khususnya direct flight luar negeri dari dan menuju Lombok. Saat ini baru dua negara yang memiliki penerbangan langsung menuju Lombok, yakni Malaysia dan Singapura.

Sebagai informasi, Travel Lemming, salah satu pemandu wisata daring berbasis di AS yang dibaca lebih dari 10 juta wisatawan, mengumumkan daftar 50 besar destinasi wisata terbaik di dunia untuk 2025. Lombok, NTB, sukses menduduki posisi nomor satu.

Lombok mengalahkan sejumlah negara, seperti El Calafate (Argentina), County Kerry (Irlandia), Yoho National Park (Kanada), Lalibela (Ethiopia), El Nido (Filipina), Kazbegi (Georgia), Exmouth (Australia), Hà Giang (Vietnam) hingga Vega Baja (Puerto Rico).

50 destinasi terbaik menurut Travel Lemming terbagi dalam tujuh wilayah. Di antaranya, 15 destinasi dari Eropa, 9 destinasi dari Asia, 2 destinasi dari Amerika Selatan, 4 destinasi dari Oseania, 3 destinasi dari Afrika, 4 destinasi dari Amerika Utara, dan 13 destinasi dari Amerika Serikat. (ham)