Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 488

Emas Antam 9 Desember Turun Rp5.000 ke Angka Rp1,503 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin 9 Desember 2024 mengalami penurunan Rp5.000 dari sebelumnya Rp1.508.000. Sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.503.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun menjadi Rp1.351.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp801.500

– Harga emas 1 gram: Rp1.503.000

– Harga emas 2 gram: Rp2.946.000

– Harga emas 3 gram: Rp4.394.000

– Harga emas 5 gram: Rp7.290.000

– Harga emas 10 gram: Rp14.525.000

– Harga emas 25 gram: Rp36.187.000

– Harga emas 50 gram: Rp72.295.000

– Harga emas 100 gram: Rp144.512.000

– Harga emas 250 gram: Rp361.015.000

– Harga emas 500 gram: Rp721.820.000

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.443.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

BI NTB : Uang Keluar pada Momentum Pilkada Serentak 2024 Dibawah Rp1 Triliun

0
Kepala BI NTB, Berry A Harahap bersama Deputy, Winda Putri Listya(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Berry A. Harahap, mengungkapkan bahwa aliran dana selama masa Pilkada Serentak 2024 di wilayah NTB terbilang stabil. Hal ini berbeda dengan kondisi pada saat Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya.

“Kayaknya uangnya (kontestan) bukan diperbankan. Tidak lebih terlihat dari system pembayaran terhadap outflow dan inflow,” ujar Berry didampingi Deputy, Winda Putri Listya dalam diskusi ekonomi dengan media di Mandalika, Senin, 9 Desember 2024.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya awalnya memperkirakan akan terjadi penarikan dana dalam jumlah besar dari perbankan menjelang dan selama masa Pilkada, namun kenyataannya tidak demikian.

“Padahal kita sudah siap -siap (mengantisipasi lonjakan permintaan uang),” tambahnya.

Berry menganalisis bahwa salah satu faktor yang menyebabkan aliran dana Pilkada NTB lebih terkendali adalah jumlah pasangan calon yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Pileg “Kalau Pileg calonnya banyak. Dan bersaingnya lebih jor-joran,” imbuhnya.

Selain itu, Berry juga mengamati bahwa sistem pembayaran yang semakin efisien telah membantu dalam mengelola aliran dana selama Pilkada. Kondisi stabilitas aliran dana di NTB juga sejalan dengan tren yang terjadi di tingkat nasional.

“Kayaknya kondisi ini juga sama seperti nasional, karane tidak ada gangguan,” tambah Berry.

Lebih lanjut, Berry mengungkapkan bahwa data transaksi perbankan di NTB menunjukkan penurunan sejak kuartal pertama tahun 2024 ini.

“Dari setelah triwulan I, uang keluar turun turun terus,” ujarnya.

Berry menyebut bahwa pada saat momentum Pileg triwulan I 2024, aliran dana yang keluar dari perbankan pada triwulan I 2024 (Januari-Maret) mencapai sekitar Rp3 triliun, jauh di atas rata-rata triwulan pertama pada tahun-tahun sebelumnya yang umumnya sebesar Rp1 triliunan.

“Kalau Pileg dan Pilpres itu besar , Rp3 triliun Februari triwulan I 2024. Kalau normal sebelumnya rata rata triwulan I lebih dari Rp1 triliun. Kalau triwulan IV biasanya Rp1,2 triliun. Sekarang (triwulan IV) data sampai 15 November 2024, uang keluar dari Bank Indonesia dibawah Rp1 triliun,” jelas Berry.

Diketahui, pada Pilkada serentak tanggal 27 November tahun 2024 ini, sebanyak 35 pasangan calon (paslon) ditetapkan sebagai kontestan calon kepala daerah di Provinsi NTB. Untuk Pilgub NTB sebanyak 3 pasang calon.

Kota Mataram 2 pasang calon. Lombok Barat 4 pasang calon. Lombok Utara 3 pasang calon. Lombok Timur 5 pasang calon. Sumbawa Barat 4 pasang calon. Sumbawa 4 pasang calon. Kabupaten Bima 2 pasang calon. Dan Kota Bima 3 pasang calon, dan Kabupaten Dompu 2 pasang calon.(bul)

Genjot Peningkatan Tenaga Kerja Forma, Disnakertrans NTB Ajak FKLPI Perluas Pasar Kerja

0
Evaluasi FKLPI yang diselenggarakan oleh BPVP Lombok Timur selaku Pembina FKLPID NTB di Hotel Lombok Plaza, Jumat 6 Desember 2024 (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menekankan pentingnya penguatan sektor formal, penyesuaian kompetensi tenaga kerja, dan perencanaan strategis dalam menghadapi pertumbuhan angkatan kerja baru.

Hal tersebut disampaikannya dalam Kegiatan Evaluasi Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Dunia Industri (FKLPI) yang diselenggarakan oleh BPVP Lombok Timur selaku Pembina FKLPID NTB di Hotel Lombok Plaza, Jumat 6 Desember 2024.

Kegiatan yang dihadiri oleh 20 perwakilan dari sektor industri ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pasar kerja agar lulusan pelatihan dapat ditempatkan serta mendapatkan referensi untuk Training Need Analaysis (TNA). Selain itu dari kegiatan ini akan menjadi masukkan dalam program kerja FKLPID NTB di Tahun 2025.

Dalam paparannya, Aryadi menjelaskan bahwa FKLPI memainkan peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan lapangan kerja, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“FKLPI saat ini tidak hanya fokus pada kebutuhan lokal, tetapi juga sudah meluas hingga pasar kerja luar negeri. Dengan demikian, peluang lebih luas bisa terbuka untuk tenaga kerja kita,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,19 juta orang, naik 216,34 ribu dibandingkan Agustus tahun lalu, dengan peningkatan lapangan kerja tertinggi terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Proporsi angkatan kerja di NTB yang didominasi oleh sektor informal, mencapai 70 persen, sementara sektor formal hanya menyerap 30 persen. Kondisi ini, menurut Aryadi, memerlukan perhatian khusus karena sektor informal cenderung lemah dalam hal perlindungan dan rentan terhadap guncangan ekonomi.

“Saat ini pekerja formal hanya mencapai 700 ribu, sementara sektor informal mencapai 1,8 juta. Kita perlu memperbesar sektor formal agar dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi tenaga kerja. Untuk itu, perlu upaya bersama dalam meningkatkan daya tahan sektor ini melalui pelatihan dan dukungan kebijakan yang terintegrasi,” ujarnya.

Aryadi menyebutkan memang saat ini sedang ada pembangunan industri pertambangan di Pulau Sumbawa. Menurutnya, sektor tambang memang menyumbang pertumbuhan ekonomi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja masih minim. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan harus berfokus pada sektor padat karya di luar industri tambang.

“Sektor tambang hanya menyerap 16 persen tenaga kerja, padahal kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sangat besar. Oleh karena itu, RPJMD kita fokus pada sektor padat karya seperti pengolahan hasil pertanian, pariwisata, transportasi, dan konstruksi,” tegasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa sektor pertanian dan perikanan juga perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah.

“Sebanyak 48 persen tenaga kerja kita berada di sektor pertanian, dan ini perlu terus didorong melalui inovasi, investasi dan modernisasi agar sektor ini semakin produktif,” imbuhnya.

Aryadi menekankan bahwa penguatan sektor industri pengolahan juga harus menjadi prioritas. Ia mencontohkan bagaimana pengolahan produk lokal, seperti jagung, kopi dan hasil laut, dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Industri pengolahan adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah pada komoditas lokal, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja kita,” tegasnya.

Dengan rata-rata penambahan angkatan kerja baru sebanyak 200 ribu orang per tahun, Aryadi menekankan perlunya penyesuaian antara kebutuhan pasar kerja dengan kompetensi tenaga kerja. Namun, ia mengakui adanya tantangan seperti mismatch antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan, serta minimnya sertifikasi tenaga kerja.

“Masalah mismatch dan kurangnya sertifikasi menjadi kendala utama. Selain itu, kita juga harus menghadapi tantangan seperti pekerja musiman dan peningkatan angka pengangguran akibat berakhirnya proyek infrastruktur di akhir tahun ini,” jelas Aryadi.(ris)

Kapal Pesiar Seven Seas Explorer Bawa Ratusan Wisatawan Singgah di Lobar

0
Kapal pesiar Seven Seas Explorer sandar di Pelabuhan Gilimas Lembar. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Kapal pesiar Seven Seas Explorer bersandar di Pelabuhan Gilimas, Lembar, Lombok Barat (Lobar) dengan membawa lebih dari 700 wisatawan yang mayoritas berasal dari Amerika dan Australia, Jumat 6 Desember 2024.

Sekitar 440 wisatawan dijadwalkan mengunjungi sejumlah tempat wisata yang ada di Lobar seperti Taman Lingsar, Pasar Seni Sesela, Senggigi hingga Sekotong. Dampak positif kedatangan wisatawan kapal pesiar ke destinasi wisata yang ada di Lobar ini sangat disambut baik dan disyukuri oleh Pemerintah Daerah Lobar.

Hal Tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Lobar Agus Gunawan. “Kedatangan kapal pesiar hari ini jelas membawa dampak bagi Kabupaten Lombok Barat, tidak hanya dari aspek promosi wisata tapi juga pemberdayaan masyarakat desa wisata, transportasi, akomodasi hingga UMKM kita,” kata Agus.

Selanjutnya ia berharap Pemkab Lobar terus bisa berkolaborasi dengan PT Pelindo selaku pemegang otoritas di Pelabuhan Gilimas untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan yang datang. “Selain itu kita juga harap Gilimas bisa tetap menjadi akses pintu masuk pariwisata Lombok Barat dalam setiap tahunnya,” ujar Agus.

Hingga saat ini, jumlah kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat (Lobar) sebanyak 23 kapal. Puluhan kapal ini membawa penumpang yang notebene wisatawan mancanegara mencapai 47.791 orang. Jumlah ini di luar dua kapal yang sudah singgah, salah satunya kapal pesiar terbesar di dunia dan Kapal Pesiar Seven Seas Explorer.

Disebutkan, total kunjungan wisatawan dari kapal pesiar tersebut, sementara ini hingga per 6 November sebanyak 42.791 orang. “Ini bertambah ,karena ada dua kali dijadwalkan singgah,’’ ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Irman Sumantri.(her)

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Dispar NTB Dorong Penambahan Penerbangan Langsung Menuju Lombok

0
Pesawat dari sejumlah maskapai penerbangan yang parkir di Bandara Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB mengupayakan adanya penambahan penerbangan langsung menuju dan dari Lombok. Penambahan penerbangan ini menjadi salah satu langkah Pemprov NTB untuk menggaet wisatawan untuk berwisata di daerah ini.

Apalagi, beberapa waktu lalu Lombok dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia oleh Travel Lemming, salah satu pemandu wisata asal Amerika Serikat.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Jamaludin Malady, S.Sos., M.T., merespon penobatan Lombok sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia ini merupakan langkah terbaik untuk NTB semakin meningkatkan destinasi pariwisata, termasuk mobilitas penerbangan agar wisatawan terus berdatangan.

Menurutnya, penerbangan menjadi salah satu faktor terpenting dalam peningkatkan jumlah kunjungan wisata. Pasalnya, wisatawan yang berkunjung ke NTB dari berbagai belahan dunia. Sehingga dengan kemudahan mobilitas, dikatakan sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berwisata di NTB.

“Kita akan targetkan lebih banyak kunjungan wisatawan untuk datang ke NTB, seperti wisatawan dari Timur Tengah atau Australia,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu, 8 Desember 2024. Jamal menyoroti, dua negara yang harus memiliki jalur langsung ke Lombok adalah Timur Tengah dan Australia.

Ia mengatakan, dorongan adanya penerbangan langsung dari maupun menuju Lombok-Timur Tengah akan mendongkrak kunjungan wisatawan mengingat tingginya minat masyarakat NTB yang umroh di Timur Tengah setiap harinya.

Sementara untuk Australia, adanya penerbangan langsung antar kedua daerah tersebut memang sudah direncanakan. Namun sampai saat ini, pihaknya masih menunggu bagaimana lanjutan pembukaan jalur udara tersebut.

“Australia, ada rencana penambahan direct flight Lombok-Australia dari Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan bisa cepat,” katanya.

Ia menyatakan, dengan adanya rencana pembukaan jalur langsung dari dan menuju Lombok-Australia maupun sebaliknya akan berdampak pada melonjaknya angka kunjungan wisatawan di NTB. Apalagi mengingat wisatawan Australia termasuk wisatawan terbanyak yang berwisata di NTB.

Sehingga, ia berharap rencana pembukaan rute ini akan cepat direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan.

“Mudah-mudahan cepat terealisasi direct flight dari luar menuju Lombok, karena percuma kita jadi destinasi terbaik kalau konektivitas kita nggak ada,” harapnya. (era)

Tingkatkan Kompetensi, IFBEC NTB Gelar Kompetisi Barista di Mataram

0
Salah satu peserta kompetisi barista saat menjelaskan tentang kopinya, Sabtu, 7 Desember 2024 di Mataram.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Indonesia Food and Beverage Executive Association (IFBEC) NTB gelar lomba barista se-Nusa Tenggara Barat selama dua hari di Mataram, yaitu pada hari Sabtu, 7 Desember dan Minggu, 8 Desember 2024.

Kompetisi ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kampung Melayu resto, Premium Syrup, dan Dineta sebagai sponsor utama.

Ketua IFBEC NTB, Sudirman, S.Tr.Par., M.Tr.Par., menyatakan tujuan digelar kompetisi barista ini ialah untuk meningkatkan kompetensi barista agar bisa bersanding dengan barista yang ada di kancah Internasional. Terbukti dengan penilaian lomba berdasarkan standar internasional.

“Tujuan utama acara ini untuk meningkatkan kualitas barista di NTB agar setara dengan internasional, karena penilaian kita lakukan dengan standar internasional,” ujarnya kepada Ekbis NTB, Sabtu, 7 Desember 2024.

Ia mengungkapkan, untuk menentukan juara, pihaknya beserta para juri akan menilai beberapa hal teknikal, seperti kualitas espresso, kualitas milk baverage, dan kualitas signature baverage. Selain itu, tampilan kopi dan bagaimana cara peserta menjelaskan kopinya juga tidak luput dari penilaian.

“Mereka coba untuk menjelaskan apa yang seharusnya dijelaskan. Secara tampilan juga, untum creamer harus ada kreamy untuk espresso,” katanya.

Sudirman menjelaskan, kompetisi di bidang makanan dan minuman sudah beberapa kali dilakukan oleh IFBEC NTB. Tahun ini saja, tercatat sudah ada empat event yang dilaksanakan termasuk dengan kompetisi barista.

“Tahun ini beberapa kali melaksanakan event, seperti latte art, double set up competition, setelah itu EDBI budgeting dan sekarang kita laksanakan event barista competiton,” jelansya.

Untuk tahun berikutnya, IFBEC akan menggelar beberapa kompetisi lain yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas para peserta. “Untuk event-event yang lainnya tentang knowledge dan food budgeting kita lakukan dengan latte art competition,” ucapnya.

Diketahui, kompetisi barista ini diikuti oleh 24 barista asal Pulau Lombok dan Sumbawa. Sudirman mengungkapkan, harusnya hanya ada 20 peserta, namun karena peminat kompetisi ini cukup banyak, sehingga dipilih 24 peserta. 12 peserta akan menunjukkan kompetensinya di hari pertama, 12 peserta lainnya di hari kedua.

Adapun untuk barista dengan kualitas dan  kompetensi terbaik akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah, bingkisan, dan voucher menginap dan makan dari semua pihak yang mendukung acara kompetisi ini. (era)

Perhatikan Sektor Pertanian

0
Agus Jasmani (ekbisntb.com/dok)

DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta agar sektor pertanian lebih diperhatikan oleh pemerintah. Pasalnya, sektor ini menyumbang distribusi produk regional bruto (PDRB) yang dominan dibandingkan 16 sektot lain pembentuk PDRB.

“Kami akan mendorong pemerintah supaya ke depan sektor pertanian ini lebih diperhatikan,” tegas Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, pekan kemarin.

Politisi PKB KLU ini menjelaskan, dari Rp 5,55 triliun nilai PDRB KLU tahun 2023, sektor pertanian menyumbang Rp 1,95 triliun. Distribusi sebesar 35,26 persen ini bukan angka yang sebatas bacaan saja, tetapi memiliki makna luas yang menggambarkan kondisi riil masyarakat khususnya petani, buruh, peternak, pekebun dan nelayan.

Menurut Agus, sektor ini menghidup sebagian besar sendi perekonomian tidak hanya Lombok Utara, tetapi juga provinsi hingga nasional. Sehingga diskresi kebijakan yang lebih pro kepada petani, peternak dan nelayan harus lebih optimal.

Agus tidak menginginkan, petani hanya dibiarkan berjuang sendiri menjaga ketahan pangan daerah, tetapi di sisi lain, kebutuhan mereka tidak didukung oleh APBD. Misalnya saja, keberadaan sumur bor di KLU sangat penting untuk menjaga eksistensi dan keberlangsungan sektor pertanian.

“Sumur bor yang banyak di KLU berusia puluhan tahun. Sudah saatnya direvitalisasi dengan mesin yang memadai, sehingga kebutuhan irigasi petani terpenuhi saat dibutuhkan,” sebutnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pangsa pasar menjadi salah masalah yang dihadapi petani. Sebab, petani kerap kebingungan ketika harus menjual ke mana hasil panennya.

”Habis panen jual bebas. Ini kan permainan yang dilakukan pengusaha. Alangkah lebih baik pemerintah menyiapkan pasar untuk menampung hasil bumi masyarakat,” terangnya.

Agus pun meminta agar Pemda menyiapkan strategi yang mendukung produksi dan pasar. Salah satunya melibatkan BUMD milik daerah yang sudah dibentuk oleh pemerintahan sebelumnya. Ia meyakini, dengan manajemen yang baik, dan penempatan personil di BUMD yang profesional, perusda ini akan menjadi lokomotif yang menggerakkan usaha ekonomi masyarakat khususnya sektor pertanian secara umum.

“Tak kalah penting peran pemerintah untuk menyiapkan intervensi pasar skala lokal. Hasil produksi bahan pangan masyarakat harus dikelola, tidak melulu diserahkan pada tengkulak. Pemda agar hadir menyediakan pasar bagi komoditas pertanian,” pungkas Agus. (ari)

Dipugar Senilai Miliaran Rupiah, Cagar Budaya Taman Narmada Ditata Jadi Lebih Nyaman

0
Pemugaran Cagar Budaya Taman Narmada sedang dalam proses pengerjaan. (ekbisntb.com/ist)

Cagar Budaya Taman Narmada atau Narmada Park Heritage Kecamatan Narmada, Lombok Barat akan lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung. Menyusul Cagar Budaya ini sedang dilakukan pemugaran sejak pertengahan Bulan Oktober oleh pihak Balai Pelestarian Kebudayaan XV, Wilayah Kerja Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Beberapa bangunan yang dipugar, di antaranya Bale Terang, Bale Gede dan Landscape Taman Narmada dengan nilai miliaran rupiah.

Ditemui di Taman Narmada, Direktur Utama (Dirut) PT Patut Patuh Patju Eko Esti Santoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV yang telah melakukan pemugaran Cagar Budaya Taman Budaya Narmada.

“Alhamdulillah tahun ini dipugar, kami dari manajemen PT Tripat sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV atas komitmen tetap melestarikan cagar budaya yang ada di Taman Narmada ini,” kata Eko, Minggu 8 Desember 2024.

Menurutnya pemugaran kali ini yang terbesar dilakukan oleh pihak Balai. Sebelumya, tidak pernah dipugar sebesar ini.

Sebelum pemugaran ini dilakukan, tahun lalu pihak Balai meminta informasi kepada pihak manajemen PT Tripat terkait kondisi bangunan.  Setelah memperoleh informasi tentang banyak bagian bangunan yang rusak, sehingga ditindaklanjuti oleh pihak balai dengan turun meninjau lokasi, menggambar desain bangunan yang akan dipugar.

Pemugaran di tiga titik yakni Bale Terang, Bale Gede, dan Landscape Taman Narmada dikerjakan sejak bulan Oktober. Dan pengerjaan Balai Terang, sudah hampir selesai, dengan progres 95 persen.

Semua bagian bangunan cagar budaya yang rusak diganti semua bagian yang rusak. Seperti atap, lantai, dan pilar bangunan ditambah landscape taman juga ditata. Eko menambahkan, adanya pemugaran Cagar Budaya ini, sangat membantu dari pihak manajemen dan pemerintah, sehingga Taman Narmada lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu memang kondisi bangunan banyak yang lapuk.

Seharusnya Pemkab Lobar juga bisa berkontribusi untuk penataan kawasan ini sebagai bentuk kolaborasi. Sebab beberapa bagian yang butuh penanganan seperti bangunan lapak kuliner sebanyak 12 lokal yang kondisinya rusak. Empat lokal Gazebo yang ada di kawasan Taman Narmada yang butuh penanganan dari pemerintah. “Pemkab perlu memperbaiki bangunan-bangunan ini,” imbuhnya.

Pemugaran ini sejalan dengan upaya pihaknya merebranding taman Narmada. Ia merebranding nama Taman Narmada menjadi Narmada Park Heritage atau Cagar Budaya Taman Narmada. Rebranding nama ini dimaksudkan agar masyarakat luar terutama dari luar NTB maupun mancanegara tahu bahwa di Lombok, yang berlokasi dekat dengan jalan utama dan Kota Mataram ada peninggalan bersejarah. “Yang mana sudah dibangun sejak tahun 1727 silam,” katanya.

Sebab selama ini yang sering disebut adalah Taman Narmada, sehingga anggapan dari kebanyakan orang hanya sekedar taman biasa saja. Padahal ada situs Cagar Budaya di Taman tersebut. “Karena itu kita tambahkan jadi Cagar Budaya Taman Narmada atau Narmada Park Heritage,” ujarnya.

Dengan rebranding ini, diharapkan bisa menambah daya tarik wisatawan datang ke Cagar Budaya Taman Narmada. Terutama sasarannya dari luar negeri, sehingga pengunjung pun kian banyak datang berkunjung ke destinasi wisata yang dikenal dengan air awet muda nya tersebut

Sementara itu, Pelaksana proyek Trisna Maulana mengatakan pengerjaan pembongkaran bangunan cagar budaya dimulai Minggu ketiga bulan Oktober 2024 dan ditargetkan selesai akhir bulan ini atau masa pengerjaan dua bulan lebih. “Yang dipugar bale Terang, Bale Gede, dan penataan Landscape Taman Narmada,” kata dia. Dalam Pemugaran Cagar Budaya ini, tetap mempertahankan nilai sejarah dari Cagar Budaya. Bangunan tidak ada yang diubah, kecuali bentuk depan dan atap bangunan diganti.(her)

Kalender Balapan 2024 di Sirkuit Mandalika Tuntas, Mandalika MFoS Jadi Penutup

0
Kejuaraan balap mobil nasional Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS) round ke 4 di Pertamina Sirkuit Mandalika, digelar awal Desember 2024. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Mandiri Mandalika Festival of Speed (MFoS) putaran keempat resmi berakhir, Minggu 8 Desember 2024 kemarin. Ajang balap multi kendaraan ini sekaligus menjadi ajang penutup kalender balapan di Pertamina Mandalika International Circuit untuk tahun 2024 ini. Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola sirkuit Mandalika pun kini mulai bersiap menyambut kalender balapan ditahun 2025 mendatang.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, kepada wartawan, Minggu sore kemarin mengatakan, bahwa seluruh agenda balapan di tahun 2024 secara umum berjalan lancer sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Termasuk gelaran Mandalika MFoS yang untuk pertama kalinya digelar mulai tahun ini. “Ini (Mandalika MFoS) menjadi agenda balapan penutup di tahun 2024,” terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus belajar dari setiap event balapan yang digelar. Untuk bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan disetiap ajangnya. Hasil review bisa menjadi bahan pembelajaran untuk bisa menggelar ajang balapan yang lebih seru dan menarik lagi. Supaya tidak hanya ajang balapannya saja yang sukses. Tetapi juga mampu menghadirkan penonton yang banyak.

Dengan begitu sirkuit Mandalika bisa selalu ramai disetiap balapan yang digelar. Itulah kenapa kemudian, sirkuit Mandalika tetap kita buka bagi masyarakat umum. Supaya masyarakat umum bisa menikmati sensasi dari berbagai ajang balapan yang digelar. “Dan, nyatanya disetiap ajang balapan yang digelar antusiasme masyarakat untuk datang dan menyaksikan balapan di sirkuit Mandalika dari waktu ke waktu terus meningkat,” tegasnya.

Disinggung agenda balapan di tahun 2025 mendatang, Priandhi mengatakan, selain ajang balapan yang digelar tahun ini mulai dari MFoS hingga MotoGP, ada juga balapan baru lainya yang siap digelar. Yakni GP Fanatec Asia. Sebuah kejuaraan balapan roda empat level Asia pertama di Indonesia.

Kendaraan yang digunakan untuk balapan di ajang GP Fanatec itu yakni mobil GT3. Ajang ini direncanakan digelar pada bulan Mei 2025 mendatang. “Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti. Agar ajang GP Fanatec bisa kita gelar di bulan Mei mendatang,” tegasnya.

Mandalika MFoS putaran final kali ini tetap menggelar tiga kategori balapan. Di kategori Porsche Sprint Challenge Indonesia Moreno Soerapto sukses menjadi yang tercepat. Ia menyelesaikan 16 laps balapan dengan catatan waktu 25 menit 47,361 detik. Moreno sukses mempertajam catatan waktu pada balapan di hari Sabtu 7 Desember 2024 kemarin yakni 26 menit 59,402 detik.

Kemudian di kategori tim attack Yasuo Seno Wirawan yang menggunakan mobil Radical SR10 menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 31,887 detik untuk satu putaran.  Sementara di BMW M2 Trophy Indonesia S. Takuma Soejatmo menjadi yang tercepat dengan menorehkan catatan waktu 17 menit 17,528 detik untuk 10 laps balapan yang digelar.

“Belajar dari gelaran balapan sepanjang tahun 2024 ini, semoga balapan ditahun depan bisa lebih seru dan menarik lagi,” pungkas Priandhi. (kir)

Purna PMI KSB Dapat Pelatihan dan Bantuan Alat Usaha

0
Slamet Riadi(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar program pelatihan kerja bagi masyarakat purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi mengatakan, ada 2 bidang keterampilan yang diberikan pada pelatihan kali ini. Yakni bidang tata boga dan keterampilan menjahit. “Kegiatannya kami laksanakan selama 3 hari mulai teori sampai praktik. Dan itu sudah kita mulai hari Jumat ini sampai hari Minggu,” katanya, Jumat pekan lalu.

Jumlah peserta pelatihan Purna PMI ini sebanyak 32 orang. Menurut Slamet, banyaknya para mantan PMI yang berminat mengikuti pelatihan itu membuat pihaknya harus melakukan seleksi. “Kuotanya terbatas. Ada 167 orang yang mendaftar tapi kami kemudian menyeleksinya menjadi 32 orang saja,” cetusnya.

Tidak saja mendapatkan pelatihan, para Purna PMI KSB ini nantinya akan juga diberikan bantuan peralatan usaha. Disnakertrans KSB sendiri pada tahun ini tidak saja menyediakan bantuan alat usaha tata boga dan usaha menjahit. Tetapi ada pula bantuan alat pertukangan kayu dan perbengkelan yang diperuntukkan bagi Purna PMI laki-laki.

Dikatakan Slamet, sasaran program pelatihan usaha ini ditujukan bagi warga Purna PMI yang sudah tidak dapat lagi kembali bekerja ke luar negeri. Baik itu karena alasan usia maupun alasan lainnya. “Ada karena faktor usia karena sudah misalnya berumur 40 tahun. Nah mereka ini yang kami prioritaskan,” urainya.

Slamet selanjutnya menyampaikan, program pelatihan usaha ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk Purna PMI tetap produktif. Disamping itu sebagai cara menciptakan lapangan kerja baru di sektor non formal sehingga bisa mengurangi pengangguran di masyarakat. “Lewat usaha mereka nanti harapan kita akan terbuka lapangan kerja baru,” tukasnya.(bug)