Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 480

Dinkes KSB Pertimbangkan Akhiri Status KLB DBD

0
Kegiatan pengasapan yang dilaksanakan Dinkes KSB dalam rangka menekan kasus DBD.(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat saat ini tengah mempertimbangkan untuk menghentikan penerapan Status Kejadian Luar Biasa Demam Bedarah Dengue (KLB DBD). Sebagaimana diketahui sejak Agustus lalu KSB ditetapkan KLB DBD setelah ditemukannya satu kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

“Kita akan ajak semua Puskesmas untuk membicarakan hal ini (penghentian status KLB DBD) dalam waktu dekat,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinkes KSB, Indra Alamsyah, Kamis 12 Desember 2024.

Dikatakan Indra ada beberapa pertimbangan yang pihaknya jadikan acuan sebagai dasar untuk mengakhiri status KLB DBD saat ini. Diantaranya, tren kasusya yang menurun siginifikan dalam beberapa pekan terakhir, case fatality rate (CFR) yang turun dibuktikan dengan tidak adanya lagi pasien DBD dalam kondisi butuh penanganan medis berat.

“Pengecekan mingguan kami terhadap setiap elemennya semua bisa dikatakan normal sekarang,” klaim Indra.

Keberhasilan menekan jumlah kasus DBD sehingga akan diakhirinya status KLB penyakit berbasis lingkungan itu, dikatakan Indra tidak lepas dari kerja keras seluruh Puskesmas berikut jaringan di bawahnya. Selama ini, sejak status KLB diterapkan, Puskesmas di seluruh kecamatan dengan sigap melakukan penanganan dan upaya pencegahan di tingkat lapangan.

“Kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) masif dilakukan. Sosialisasi ke masyarakat juga hampir setiap hari,” sebut Indra.

Sleanjutnya Indra mengungkapkan tingginya kasus DBD tahun 2024 ini dipicu oleh kondisi cuaca. Musim kering berkepanjangan yang terjadi sepanjang tahun ini membuat masyarakat banyak menampung air di rumahnya. Penampungan air itulah yang kemudian menjadi pemicu tumbuh suburnya nyamuk pembawa DBD di lingkungan masyarakat.

“Air yang ditampung itu menjadi sarang nyamuk. Makanya waktu itu kami sulit juga menyarankan masyarakat untuk membuang air tampungannya karena dalam kondisi sulit air (kekeringan), ” cetus Indra.

Sementara saat ini lanjut Indra, dengan masuknya musim penghujan, secara otomatis akan menyulitkan nyamuk DBD berkembang biak. “Yang jadi sarang nyamuk itu kan air tergenang dan tenang dan umumnya jernih. Nah kalau hujan kan airnya terus berganti. Tapi walau begitu kita juga tetap harus terapkan upaya PSN agar tempat-tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk tidak ada,” tukasnya. (bug)

UMK 2025 Ditetapkan Naik Rp163 Ribu

0
H. Varian Bintoro(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa, resmi menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2025 sebesar Rp2,6 juta atau naik sebesar Rp163 ribu dibandingkan dengan tahun berjalan (2024, red) di angka Rp2, 4 juta.

“Kami bersama dengan dewan pengupahan sudah membahas dan menetapkan besaran UMK di angka Rp2, 6 juta atau naik 6,5 persen dari besaran UMK tahun berjalan, ” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) H. Varian Bintoro, kepada Ekbis NTB, Kamis 12 Desember 2024.

H. Varian menyebutkan, kenaikan ini berdasarkan arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja. Angka 6,5 persen tersebut pun selaras dengan keputusan dari Pemerintah pusat dan daerah tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan angka dibawah angka tersebut.

“Jadi, kenaikan di angka 6,5 persen bersifat berjenjang dari pusat, Provinsi dan juga Kabupaten sehingga pihaknya harus menetapkan dengan besaran yang sama,” ujarnya.

Ia pun meyakini, kenaikan tersebut tidak akan memberatkan pihak perusahaan karena kenaikannya sudah dibahas bersama dengan asosiasi penguasa dan buruh di tingkat pusat. Sehingga keputusan yang diambil tersebut, memang sudah mengakomodir seluruh pihak untuk dilaksanakan di tahun 2025.

“Jadi, kenaikannya sudah dibahas secara matang dengan tetap memperhatikan kondisi sektor usaha yang ada sehingga angka itu kami anggap sudah sangat relevan,” ujarnya.

Dirinya pun tidak menampik bahwa, penerapan UMK tahun 2024 sebesar Rp2, 4 juta belum sepenuhnya dilakukan oleh pihak perusahaan. Tentu terkait dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak bisa serta merta memberikan sanksi karena yang dikhawatirkan terjadi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) masal.

“Jujur saja, masih ada perusahaan yang tidak bisa menerapkan besaran UMK sesuai dengan angka yang kita tetapkan dan pekerja juga memahami kondisi tersebut,” ujarnya.

Pemerintah pun tetap membuka ruang bagi perusahaan untuk melakukan penangguhan terhadap besaran UMK tersebut dengan catatan harus disesuaikan dengan pendapatan perusahaan. Karena jika tidak ada ruang untuk melakukan penyesuaian terhadap besaran UMK ini dikhawatirkan akan banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya.

“Tetap kita memberikan ruang bagi perusahaan dalam penerapan UMK terbaru tersebut, minimal perusahaan bisa menyesuaikan demgan kondisi keuangannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tukasnya. (ils)

Jelang Nataru, Penumpang Diprediksi Melonjak, Pengajuan ‘’Extra Flight’’ Masih Nihil

0
Pesawat yang sedang parkir di BIZAM. Pada libur Nataru ini, jumlah penumpang di BIZAM diprediksi melonjak. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah penumpang pesawat udara pada periode perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) diprediksi bakal mengalami melonjak. Meski sejauh ini besaran lonjakan jumlah penumpang pesawat udara belum bisa diperkirakan. Hanya saja, PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok selaku pengelola BIZAM menegaskan sudah siap menghadapi lonjakan penumpang pesawat selama periode perayaan Nataru kali ini.

“Dari sisi kesiapan fasilitas bandara, kita sudah sangat siap menghadapi lonjakan penumpang pesawat udara pada perayaan Nataru kali ini,” terang Stakeholder Relation Dept. Head PT. AP Indonesia KC Bandara Lombok Arif Haryanto, Kamis 12 Desember 2024.

Ditegaskannya kalau pihaknya sudah sangat sering menghadapi lonjakan penumpang pesawat udara, terutama pada momen penting, seperti pada libur lebaran hingga saat event MotoGP. Begitu juga pada momen perayaan Nataru dan, sejauh ini layanan kebandarudaraan berjalan aman serta lancar. Begitu pula pada momen Nataru kali ini, pihaknya optimis bisa berjalan aman. Kendati terjadi lonjakan penumpang pesawat udara nantinya.

Seperti pada periode yang sama tahun lalu, pada Nataru kali ini pihaknya juga akan membentuk posko Nataru untuk memantau pergerakan penumpang maupun pesawat sekaligus memastikan seluruh layanana kebandarudaraan bisa terpenuhi dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Saat ini kita baru pada persiapan awal untuk posko Nataru. Rencananya posko akan dibuka pada tanggal 19 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025 mendatang,” imbuh Arif.

Disinggung terkait pengajuan extra flight dari pihak maskapai selama periode Nataru, Arif mengatakan sampai sejauh ini masih nihil. Pergerakan penumpang pesawat juga masih normal. Belum ada terlihat kenaikan yang signifikan, karena periode Nataru juga masih cukup lama, masih sekitar dua pekan ke depan, sehingga maskapai belum ada yang mengajukan extra flight.

“Kita menunggu dari pihak maskapai kalau terkait extra flight. Karena pihak maskapai yang memutuskan. Soal kesiapan bandara serta slot waktu sangat tersedia di BIZAM,” pungkasnya.

Sebelumnya Arif menjelaskan, pasca pandemi Covid-19 tren penumpang pesawat udara di BIZAM perlahan terus bergerak naik. Selama tahun 2024 ini, hingga Bulan November kemarin tercatat jumlah penumpang pesawt udara sudah menembus angka di atas 2,17 juta orang. Ada kenaikan sekitar 1,56 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun 2023 lalu yang mencapai 2,13 juta.

Kian ramainya jumlah penumpang tersebut secara tidak langsung juga mendorong peningkatan jumlah pergerakan pesawat udara di BIZAM. Dari 22.339 pergerakan pesawat pada periode sama tahun lalu, menjadi 22.956 pergerakan pesawat pada tahun ini.

Artinya, dari waktu ke waktu tren jumlah penumpang pesawat udara di BIZAM terus menunjukkan tanda-tanda ke arah yang lebih  baik. Bahkan saat ini sudah hampir mendekati jumlah penumpang pada tahun 2019 lalu atau setahun sebelum pandemi Covid-19 melanda yang menyentuh angka hingga 2,61 juta orang. (kir)

UMK Mataram Naik Rp174 Ribu

0
Disnaker Kota Mataram bersama dewan pengupahan, serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia saat rapat penetapan UMK Kota Mataram tahun 2025. Disepakati kenaikan UMK senilai Rp174 ribu dari sebelumnya Rp2.685.089 menjadi Rp2.859.620. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Serikat Pekerja telah menyepakati kenaikan upah minimum kota (UMK) tahun 2025. UMK Kota Mataram naik Rp174.530 sehingga menjadi Rp2.685.089.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan dikonfirmasi pada, Kamis 12 Desember 2024 menjelaskan, pihaknya baru selesai rapat membahas kenaikan upah minimum kota tahun 2025 bersama dewan pengupahan, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Serikat Pekerja, dan Badan Pusat Statistik Kota Mataram. Pengusaha dan pekerja menyepakati kenaikan upah sebesar 6,5 persen karena menjadi kebijakan pemerintah pusat. “Mereka sepakat kenaikan 6,5 persen karena sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” terangnya.

Rudi tak menampik pekerja menginginkan kenaikan upah sebesar 10 persen dengan pertimbangan kenaikan harga barang pokok di pasar. Secara rinci dijelaskan, UMK Kota Mataram tahun 2024 sebesar Rp2.685.089 dikalikan 6,5 persen. Setelah diakumulasi terjadi kenaikan Rp174.530, sehingga di tahun 2025 UMK Kota Mataram Rp2.859.619. “Tadi disepakati dibulatkan menjadi Rp2.859.620,” sebutnya.

Variabel kenaikan upah pekerja sesuai arahan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu. Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram menambahkan, pasca ditetapkan kenaikan UMK tahun 2025 selanjutnya akan dilaporkan ke Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri dan Walikota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana sebelum diserahkan ke Pemprov NTB. Penetapan UMK Kota Mataram paling lambat 18 Desember. “Target kita hari Senin sudah diteken oleh gubernur UMK tahu 2025,” harapnya.

Tugas selanjutnya kata Rudi, mensosialisasikan kepada Perusahaan di Kota Mataram. Pengusaha diingatkan agar mengikuti ketetapan upah yang disepakati antar pekerja dan pengusaha. Pengusaha yang membayar upah pekerja di bawah UMK terancam dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 juta-Rp400 juta atau sanksi pidana mencapai Rp400 juta. “Kita bersyukur pengusaha di Mataram cukup kooperatif mengikuti ketentuan upah bagi pekerja dan kondisinya aman,” demikian kata dia. (cem)

TPID NTB Pastikan Ketersediaan Stok Bahan Pokok di Momentum Nataru

0
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bersama TPID Kabupaten/Kota menggelar Rakor terkait dengan penyediaan stok pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.  (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bersama TPID Kabupaten/Kota menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dengan penyediaan stok pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Rakor tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur NTB Kamis 12 Desember 2024.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Wirajaya Kusuma mengatakan, Rakor ini mengambil tema sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk menjaga ketersediaan stok pangan jelang Nataru. Dari pemaparan Deputi Bank Indonesia (BI) NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Dinas Ketahanan Pangan NTB, dan Bulog NTB dapat ditarik Kesimpulan bahwa dari 12 komoditas pangan strategis, stoknya tersedia cukup sampai dengan Nataru.

“Insya Allah ketersediaan beras kita, bawang merah, cabai dan lain sebagainya cukup menjelang Nataru ini. Kalau beras kita surplus sampai 200 ribu ton, karena kan kemarin kalau GKG dikonversi ke beras menjadi sekitar 800 ribu ton, kemudian ada kebutuhan sekitar 600 ribu ton, sehingga ada surplus” kata Wirajaya Kusuma kepada wartawan usai menggelar Rakor.

Menurutnya, ketersediaan beras yang dimiliki NTB, baik yang ada di gudang-gudang Bulog, cadangan pangan pemerintah maupun yang ada di lumbung masyarakat terpantau masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di momentum Nataru.

Adapun komoditas pangan yang berasal dari luar daerah seperti minyak goreng dan beberapa komoditas lainnya akan terus diupayakan ketersediaannya di tengah ancaman cuaca ekstrem. Gelombang laut yang cenderung tinggi di momen Nataru seperti yang disampaikan BMKG menjadi atensi Pemda. Jangan sampai cuaca buruk bisa mempengaruhi lalu lintas komoditas yang didatangkan dari pulau Jawa.

“Tentu kita memperkuat koordinasi dengan teman-teman Dinas Perhubungan ya, Kementerian dan termasuk BMKG terkait dengan cuaca. Namun sejauh ini belum ada laporan kepada kami bahwa terjadi gangguan distribusi bahan pokok,” ujarnya.

Terkait dengan sejumlah komoditas yang sempat turun di pasaran, hal tersebut tetap menjadi atensi. Sebab harga komoditas pertanian yang anjlok akan menyumbang deflasi dan membuat petani merugi.

“Kehadiran pemerintah di sini seperti yang ditekankan oleh Pak Pj Gubernur tadi, bahwa pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat ketika terjadi over stok, seperti tomat dan bawang merah kemarin yang sempat turun. Namun itu akan normal kembali seiring dengan mekanisme pasar,” imbuhnya.

Pj Gubernur NTB Hassanudin dalam kesempatan tersebut meminta program penanaman serentak disiasati agar tak memberikan dampak buruk bagi petani. Misalnya penanaman cabai secara serentak dan panen dilakukan secara serentak sering berisiko terhadap harga komoditas yang anjlok.

“Minta bantuan agar disiasasi sehingga harganya bisa stabil di pasar. Ujung tombaknya ada kabupaten/kota. Kita hitung kebutuhan kita, sehingga stok dan harga terkendali,” ujar Pj Gubernur.

Ia menekankan agar semua komoditas yang cocok ditanam di NTB agar menjadi atensi pemda. Misalnya bawang putih yang cocok ditanam di wilayah Sembalun dan sekitarnya. Programnya agar disiapkan dengan baik, sebab penanaman komoditas lokal juga untuk mendukung makan bergizi gratis yang menjadi program pemerintah pusat.(ris)

Aset Saham di NTB mencapai Rp2,7 Triliun

0
Ilustrasi Pasar Modal (ekbisntb.com/riset.guru)

Lombok (ekbisntb.com) – Ditengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia tahun 2024 ini seperti perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik hingga kenaikan harga energi, terjadi penambahan investor di pasar modal.

Menurut penjelasan Kepala Bursa Efek Indonesia (BBEI) NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana di Mataram, Kamis, 12 Desember 2024, , SID (Single Investor Identification) Pasar Modal (investor Saham, Obligasi, Reksadana dan lain-lain) hingga November 2024 sebanyak 2.405.719 (YTD) menjadi 14.573.780. Sedangkan kenaikan SID Saham sendiri hingga November 2024 sebanyak 1.031.045 (YTD) menjadi 6.286.616 SID.

Penambahan jumlah investor pasar modal yang signifikan juga kontribusi dari penambahan investor saham dan investor pasar modal dari Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), selama Januari – September 2024 investor pasar modal di NTB naik 20 % atau 24.241 SID investor baru sehingga menjadi 148.293 SID. Sementara investor saham meningkat 17 % atau 8.020 investor baru sehingga menjadi 54.747 investor pasar saham di NTB.

Berdasarkan sebaran investor di NTB per September 2024. Di Kabupaten dan Kota Bima sebanyak 7.716 SID. Dompu sebanyak 4.343 SID. Lombok Barat sebanyak 18.794 SID. Lombok Tengah sebanyak 24.193 SID. Lombok Timur sebanyak 28.431 SID. Lombok Utara 6.107 SID. Kabupaten Sumbawa 13.667 SID. Sumbawa Barat 5.732 SID. Dan Kota Bima 6.718 SID. Sementara Kota Mataram sebanyak 32.592 SID.

Secara nasional jumlah SID Pasar Modal di Provinsi NTB di peringkat 17 sedangkan SID Saham di peringkat 20 dari 34 Provinsi di Indonesia. Di Bulan September 2024, transaksi di pasar modal untuk Provinsi NTB senilai Rp831.076.654.756.

Per September 2024, total asset Saham di Provinsi NTB mencapai Rp2.792.079.955.909 sedangkan asset selain Saham senilai Rp970.309.240.487. dengan usia, investor di NTB yaitu, usia 18-25 tahun sebanyak 21.569 SID saham. Usia 26-30 tahun sebanyak 13.503 SID saham. Usia 31-40 sebanyak 12.322 SID saham. Dan usia 41-100 tahun sebanyak 7.216 SID saham.

Secara demografi, jumlah investor saham laki-laki sebanyak 36.423 orang, sedangkan investor perempuan sebanyak 18.213 orang dengan rincian pekerjaan : pegawai swasta 15.120 SID saham. Pegawai negeri sebanyak 2.727 SID saham.

Ibu rumah tangga sebanyak 2.315 SID saham. Pengusaha sebanyak 9.364 SID saham. Pelajar sebanyak 16.373 SID saham. TNI / Polri sebanyak 449 SID saham. Pensiunan sebanyak 223 SID saham. Dan guru sebanyak 1.264 SID saham. Serta lainnya sebanyak 6.881 SID saham.(bul)

Dirut Bank NTB Syariah Melapor Resmi Mengunduran Diri ke Pj. Gubernur

0
H. Wirajaya Kusuma(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo secara resmi menyampaikan rencana pengunduran dirinya kepada Pj. Gubernur NTB, Mayjen. Hassanudin selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Kukuh Rahardjo menemui Pj. Gubernur di ruang kerja di Pendopo, Kamis siang, 12 Desember 2024. Pj. Gubernur NTB didampingi Asisten II Setda NTB, H. Fathul Gani, dan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma.

Sementara H. Kukuh Rahardjo menemui Pj. Gubernur NTB bersama Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Bank NTB Syariah.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma menyampaikan, kedatangan H. Kukuh Rahardjo untuk melaporkan secara resmi pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama Bank NTB Syariah, pasca ditetapkan sebagai Direktur Bisnis Bank Muamalat Indonesia pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2024. H. Kukuh Rahardjo juga akan menyampaikan surat resmi pengunduran dirinya pada Senin, pekan depan.

Selanjutnya, kata Wirajaya, PSP juga akan melaksanakan mekanisme untuk menunjuk Plt Dirut Bank NTB Syariah, agar tidak terjadi kekosongan, hingga adanya penetapan Direktur Utama Bank NTB Syariah definitive.

“Saya sudah komunikasi juga dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait hal ini. Setelah ini ditunjuk Plt. Dirut Bank NTB Syariah, dan selanjutnya ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk memutuskan siapa yang akan diusulkan jadi Dirut Bank NTB Syariah,” ujarnya.

PSP juga akan melakukan komunikasi dengan Bank Jawa Timur yang menjadi mitra kerjasama Bank NTB Syariah untuk pemenuhan modal inti bank sesuai POJK.

Pemegang saham, tambah Wirajaya, menyatakan ikut berbangga, pentolan Bank NTB Syariah dapat berkiprah ke pentas nasional di Bank Muamalat Indonesia. Itu menurutnya karir yang luar biasa.

Sementara itu, pengunduran diri Direktur Utama Bank NTB Syariah dipastikan tidak menggangu operasional bank.

“Karena bank ini tidak beroperasi oleh Dirut saja. Dan pak Kukuh sudah membangun system yang cukup kuat di Bank NTB Syariah. Kerja bank ini sudah by system. Jadi ndak ada yang terganggu, karena system bank yang sudah berjalan dengan baik,” jelas Wirajaya.

Selain kerja system, tim juga bekerja solid. Dari karyawan, direksi, komisaris dan pengawas. Karena itu, masyarakat, terutama nasabah, diminta untuk tak khawatir.(bul)

Menteri PPMI : Yang Mempermainkan PMI Akan Kami Cari dan Tegakkan Hukum

0
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Abdul Kadir menjelaskan strategi pemerintah untuk meningkatkan layanan bagi PMI, baik yang sedang bekerja di luar negeri maupun setelah purna tugas.

“NTB dipilih sebagai proyek percontohan, mengingat wilayah ini merupakan salah satu kantong utama PMI di Indonesia,” katanya, saat berkunjung ke pemilik rumah makan Sukma Rasa, mantan PMI sukses berwirausaha, di Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu malam, 11 Desember 2024.

Dalam kesempatan ini, Menteri Abdul Kadir Karding didampingi Pj. Gubernur, Mayjen TNI, Dr. Hassanudin, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB Gede Aryadi, Anggota DPR RI Muazzim, Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna.

NTB dikenal sebagai daerah dengan jumlah PMI yang signifikan. Banyak penduduk setempat yang menjadikan pekerjaan di luar negeri sebagai pilihan utama untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, tantangan bagi PMI purna tugas sering kali muncul setelah mereka kembali ke tanah air, terutama dalam hal keterampilan dan akses ke peluang ekonomi.

Menurut Abdul Kadir, pemerintah memprioritaskan pemberdayaan purna PMI dengan fokus pada tiga aspek utama.

“Tugas kami ini, kalau purna namanya pemberdayaan, berarti kami mensupervisi atau melatih mereka memiliki keterampilan khusus, pelatihan ini mencakup berbagai bidang seperti kewirausahaan, teknologi, dan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal maupun global,” ujar Abdul Kadir.

Pemerintah juga mengupayakan agar purna PMI memiliki akses keuangan yang mudah dan murah. Hal ini dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan, termasuk bank dan koperasi, untuk menyediakan pinjaman modal usaha dengan bunga rendah.

“Kami melatih cara pemasaran yang terus dibina untuk mencapai level yang kami harapkan, pendampingan ini bertujuan agar purna PMI dapat memanfaatkan keterampilan mereka untuk menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan,” tambah Abdul Kadir.

Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem pelayanan bagi PMI agar lebih efisien dan tidak membebani calon pekerja migran. Abdul Kadir menyoroti beberapa hal penting yang menjadi fokus perbaikan.

“Pelayanan harus cepat, murah, dan dekat dengan kantong PMI. Jangan lagi pelatihan harus ke Jakarta atau kesehatan harus ke Bima yang mahal dan memakan waktu panjang,” katanya.

Pemerintah menekankan pentingnya pelayanan yang ramah pengguna. Hal ini mencakup penyederhanaan prosedur administrasi serta penghapusan biaya-biaya yang tidak perlu. Dengan begitu, calon PMI dapat mengikuti proses secara prosedural tanpa merasa terbebani.

“Bagi yang main-main, kami akan cari datanya dan kami tegakkan hukum. Mereka yang mempermainkan calon PMI akan ditangkap,” tegas Abdul Kadir.

Abdul Kadir menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan perlindungan dan pemberdayaan PMI berjalan maksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah pembentukan tim khusus di setiap desa.

“Kami meminta desa untuk membuat tim yang bertugas memberikan informasi tentang lowongan kerja dan cara menjadi PMI yang prosedural. Tim ini bisa melibatkan kepala desa, posyandu, hingga PMI purna,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah di NTB juga diharapkan mengambil peran aktif dalam mendukung program ini. Sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek percontohan di NTB.

Selain mempersiapkan keberangkatan calon PMI, pemerintah juga gencar mengkampanyekan sisi positif dari pengalaman PMI purna. Abdul Kadir percaya bahwa PMI yang telah berhasil di luar negeri dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

“Kami mendorong agar PMI purna menjadi role model di daerahnya. Dengan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki, mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ungkapnya.

Kampanye ini diharapkan tidak hanya meningkatkan citra PMI, tetapi juga mengubah stigma negatif yang sering kali melekat pada pekerjaan migran.

Dengan dijadikannya NTB sebagai pilot project, pemerintah berharap program ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. Fokus utama tetap pada penyediaan pelayanan yang berkualitas, pemberdayaan purna PMI, dan perlindungan terhadap hak-hak mereka.

“Kami optimistis bahwa dengan langkah-langkah ini, PMI dari NTB akan menjadi lebih sejahtera dan terlindungi. Tidak hanya selama bekerja di luar negeri, tetapi juga setelah mereka kembali ke tanah air,” pungkas Abdul Kadir.(bul)

Ini Kata Pemprov NTB dan OJK Soal Dirut Bank NTB Syariah jadi Direksi Bank Muamalat Indonesia

0
Dr. Fathul Gani dan Rudi Sulistyo (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo secara resmi sudah ditetapkan sebagai Direktur Bisnis Bank Muamalat Indonesia pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2024.

H. Kukuh Rahardjo pun telah menkonfirmasi, setelah ditetapkan dalam RUPS-LB, otomatis ia sudah mengemban tanggungjawab perseroan.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi NTB sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank NTB Syariah belum mendapatkan laporan pengunduran resmi dari H. Kukuh Rahardjo di Bank NTB Syariah.

Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., Kamis siang, 12 Desember 2024 mengonfirmasi bahwa informasi masuknya nama H. Kukuh Rahardjo sebagai direski Bank Muamalat Indonesia diketahui melalui media massa.

“Kita tunggu resminya. Belum ada surat pengunduran resmi (di Bank NTB Syariah). Ini baru kita dengar pernyataan dari media,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengunduran diri seorang Direktur Utama bank harus melalui mekanisme yang jelas, termasuk melaporkan hal tersebut kepada Penjabat Gubernur NTB saat ini sebagai pemegang saham pengendali utama Bank NTB Syariah.

“Beliau (H. Kukuh) pasti sudah faham mekanismenya. Harus melapor secara remsi ke PSP, ke Pj. Gubernur NTB saat ini sebagai pemegang saham pengendali. Kita tunggu saja,” jelasnya.

Menurut Fathul Gani, setelah laporan resmi diterima, Pemprov NTB akan memastikan bahwa proses pengunduran diri tersebut berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Tentu nanti kita atur mekanismenya. Kita pastikan dulu, beliau melapor ke pimpinan dulu,” imbuhnya.

Bank NTB Syariah adalah salah satu lembaga keuangan syariah penting di NTB yang memegang peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pergantian pimpinan diharapkan dapat berlangsung secara tertib dan tanpa mengganggu operasional bank.

Pada waktu bersamaan, secara terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rudi Sulistyo juga menyampaikan, perubahan manajemen dalam bank adalah hal biasa. Dan dimungkinkan direksi aktif untuk dicalonkan di bank lain.

“Ya, intinya kami menunggu informasi jelasnya,” demikian Rudi singkat.(bul)

UMK Lombok Tengah Naik Menjadi Rp2,6 Juta

0
Ilustrasi Aktifitas pekerja di bandara(ekbisntb.com/homecare24.id)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2025 sebesar 6,5 persen menjadi Rp2.610.000.

“Penetapan kenaikan UMK Lombok Tengah 2025 ini sudah ada di meja bupati untuk ditandatangani,” kata Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah Lalu Sukran di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan kenaikan UMK Lombok Tengah ini telah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, sehingga UMK 2025 ini naik 6,5 persen bila dibandingkan dengan UMK 2024 yang mencapai Rp2.450.900.

Sedangkan sebelumnya jumlah UMK 2024 itu naik sebesar 3,36 persen jika dibandingkan UMK 2023 sebesar Rp2.367.676.

“Setiap tahun ada kenaikan sesuai dengan arahan dari pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan pembahasan kenaikan UMK Lombok Tengah ini tetap melalui OPD terkait termasuk dewan pengupahan, serikat pekerja dan akademisi.

“Pada 2024 ini secara pengaduan tidak ada yang melaporkan terkait perusahaan yang tidak menerapkan UMK, namun ada temuan di lapangan yang memberikan gaji di bawah UMK dan itu telah kami laporkan kepada dewan pengawas pengupahan di Provinsi NTB,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2025 sebesar Rp2.602.931.

“Hari ini UMP di tandatangani Pj Gubernur,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi.

Ia mengatakan UMP 2025 ini sesuai dengan usulan Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang menyepakati UMP tahun 2025 naik 6,5 persen dari sebelumnya di 2024 sebesar Rp2.444.067, kini menjadi sebesar Rp2.602.931 atau mengalami kenaikan sebesar Rp158.864.

“Penghitungan besaran UMP 2025 berpedoman pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 16 Tahun 2024 sebagai dasar bagi gubernur untuk menetapkan UMP 2025,” ujarnya.

Berdasarkan Permenaker tersebut, Gubernur NTB diwajibkan menetapkan UMP 2025 paling lambat 11 Desember 2024. Adapun UMK, penetapannya dilakukan paling lambat 18 Desember 2024. Formulasi kenaikan upah minimum telah ditetapkan sebesar 6,5 persen dari UMP tahun 2024.

“Perhitungannya sudah sangat jelas, yaitu UMP 2024 ditambah nilai kenaikan sebesar 6,5 persen. Formula ini menjadi acuan bagi gubernur,” terang Aryadi yang juga menjabat Ketua Dewan Pengupahan NTB.

Hasil sidang Dewan Pengupahan NTB menghasilkan rekomendasi resmi kepada Gubernur NTB terkait UMP 2025. Besaran UMP yang direkomendasikan sebesar Rp2.602.931, mengalami kenaikan sebesar Rp158.864 dari UMP tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2.444.067. (ant)