Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 479

Kurangi Penggunaan Bahan Plastik dari Rumah Tangga

0
Pj Gubernur NTB Hassanudin didampingi Asisten I Setda NTB H. Fathurrahman, Kepala Dinas Dikbud NTB H. Aidy Furqan, Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan Izzudin Mahili, Kepala Museum Negeri NTB meninjau koleksi pameran di Museum Negeri NTB, Jumat 13 Desember 2024. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin membuka Pameran Temporer Alat Rumah Tangga di Museum Negeri NTB, Jumat 13 Desember 2024. Kegiatan yang bertema Eksistensi dan Nilai Budaya Alat Rumah Tangga Masyarakat NTB ini bertujuan menggali kekayaan budaya yang dimiliki oleh tiga suku asli di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., menyebut, masing-masing suku memiliki ciri khas yang memperkaya kebudayaan lokal di daerah ini. Hal ini terlihat dari alat-alat rumah tangga yang telah berevolusi sejak masa prasejarah. Menurutnya, alat rumah tangga tradisional bukan hanya sekadar benda, tetapi juga merupakan cerminan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat.

Pihaknya berharap melalui pameran ini mengajak pengunjung untuk memahami pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapnya, banyak peralatan rumah tangga modern terbuat dari plastik yang berkontribusi pada masalah limbah dan pencemaran lingkungan.

Plastik menjadi bahan yang sangat praktis untuk keperluan sehari-hari, namun penggunaan plastik juga dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia melalui mikroplastik. ‘’Menurut data terbaru, Indonesia merupakan salah satu negara yang menghadapi masalah seri terkait mikroplastik. Pada April 2024, laporan dari Environmental Science & Technology menunjukkan bahwa Indonesia menjadi penghirup mikroplastik terbesar di dunia, dengan rata-rata konsumsi mencapai 15 gram per bulan per orang,’’ ungkapnya.

Penggunaan plastik sekali pakai dalam peralatan rumah tangga dan kemasan, tambahnya, berkontribusi besar terhadap masalah ini. Untuk itu, pameran ini bertujuan memberikan gambaran pada pengunjung tentang pentingnya kesadaran akan lingkungan dan perlunya mengurangi penggunaan plastik serta dampak negatif dari sampah plastik.

Pj Gubernur NTB Hassanudin sepakat dengan apa yang disampaikan Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam. Menurutnya, kearifan lokal adalah aspek yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dan belajar pada hal-hal masa silam.

Diakuinya, kearifan lokal dari alat rumah tangga tradisional menjadi bagian otokritik pada kepedulian lingkungan yang saat ini banyak menggunakan bahan modern, seperti plastik sehingga penggunaannya harus mulai dikurangi. Dengan alternatif alat rumah tangga ramah lingkungan, maka harus disosialisasikan dan diberdayakan, karena adanya limbah mikroplastik yang merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., memberikan apresiasi pada tingkat kunjungan anak sekolah dari PAUD hingga wisatawan mancanegara ke Museum Negeri NTB.

Melalui berbagai macam kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan peserta didik dan guru serta orang tua, kunjungan ke Museum Negeri NTB meningkat. Dalam hal ini, pihaknya mengusulkan pada pemerintah daerah agar tiket masuk ke Museum Negeri NTB dinaikkan. Jika sekarang ini, masih menerapkan harga Rp2.000 per pengunjung lokal dan Rp20 ribu bagi wisatawan mancanegara, Museum Negeri NTB mampu memberikan pendapatan asli daerah. Namun, jika lebih dari itu, maka kontribusi Museum Negeri NTB bagi daerah juga akan besar. (ham)

PGI NTB Gelar Turnamen Golf Amatir Akhir Tahun 2024

0
H. Haerul Warisin(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Nusa Tenggara Barat menggelar Turnamen Golf Amatir pada 14 Desember 2024 di Lapangan Sire Golf Kosaido, Lombok Utara. Turnamen ini menjadi seri terakhir di tahun 2024 sekaligus persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaring atlet-atlet golf potensial dari NTB.

Ketua PGI NTB, H. Haerul Warisin menyampaikan, bahwa turnamen ini memiliki arti penting untuk pengembangan olahraga golf di NTB.

Haerul Warisin yang baru saja terpilih menjadi Bupati Lombok Timur pada Pilkada Serentak 27 November 2024 didampingi Ketua Panitia, Aris Murdono (Mack), menyebutkan, turnamen ini akan diikuti oleh 120 peserta dari tiga kelas berbeda. Peserta tidak hanya berasal dari Mataram dan Sumbawa, tetapi juga dari Jakarta, Bali, serta ekspatriat yang tinggal di Lombok.

Turnamen ini untuk pertama kalinya akan menggunakan sistem pertandingan Handicap Struck. Sistem ini dirancang untuk memberikan peluang yang lebih merata bagi setiap pemain, sekaligus sebagai bagian dari penjaringan calon atlet golf NTB di masa depan.

“Dengan sistem ini, kami berharap bisa menemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat membawa nama NTB ke kancah nasional maupun internasional,” ujar Warisin.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menggalakkan sport tourism sebagai salah satu andalan pariwisata NTB. Lapangan Sire Golf Kosaido memiliki daya tarik unik dengan 18 hole, di mana beberapa hole berada di bibir pantai.

“Keindahan dan keunikan lapangan ini sangat jarang ditemukan di Indonesia, bahkan di dunia. Oleh karena itu, turnamen ini bukan hanya untuk olahraga prestasi tetapi juga untuk mengenalkan wisata Lombok dan NTB secara umum,” tambah Ketua Panitia, Aris Murdono.

H. Haerul Warisin yang akrab disapa Haji Iron berharap agar event pamungkas PGI NTB ini dapat semakin memasyarakatkan cabang olahraga golf di NTB.

“Semoga turnamen ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga golf dan memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan kombinasi antara olahraga dan promosi wisata, turnamen ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan, baik bagi olahraga golf maupun bagi pariwisata NTB di masa mendatang.(bul)

Eksportir di NTB Didorong Manfaatkan Fasilitas dari Kemendag RI

0
Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti, yang bertemu dengan para pelaku ekspor di NTB di NTB Mall, Jumat, 13 Desember 2024. Dalam pertemuan, Dyah Roro Esti menegaskan bahwa Kemendag RI memiliki sejumlah fasilitas strategis yang dapat membantu eksportir mengatasi berbagai tantangan. Dalam kesempatan ini, Wamendag didampingi Pj. Gubernur NTB, Mayjen Hassanudin, Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq. Nelly Yuniarti, dan Anggota DPD RI, Evi Apita Maya.(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Para eksportir di Nusa Tenggara Barat terus didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI). Potensi ekspor NTB yang mencakup produk-produk seperti vanili, mutiara, kopi, manggis, dan kerajinan tangan dinilai sangat besar. Namun, masih terdapat sejumlah kendala yang dialami oleh eksportir, seperti terbatasnya akses terhadap fasilitas pendukung.

Hal ini menjadi perhatian dalam kunjungan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti, yang bertemu dengan para pelaku ekspor di NTB di NTB Mall, Jumat, 13 Desember 2024. Dalam pertemuan, Dyah Roro Esti menegaskan bahwa Kemendag RI memiliki sejumlah fasilitas strategis yang dapat membantu eksportir mengatasi berbagai tantangan.

“Kementerian Perdagangan memiliki banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan, termasuk Inatrade, jaringan dengan atase perdagangan lintas negara, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 40 kantor di berbagai negara. Mudah-mudahan fasilitas ini bisa dioptimalkan oleh para eksportir,” ujar Wamendag.

Dalam kesempatan ini, Wamendag didampingi Pj. Gubernur NTB, Mayjen Hassanudin, Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq. Nelly Yuniarti, dan Anggota DPD RI, Evi Apita Maya.

Wamendag menyampaikan kembali fasilitas untuk mendukung eksportir yaitu, Inatrade – Sebuah platform digital yang mempermudah pengurusan dokumen ekspor. Jaringan Atase Perdagangan – Hubungan dengan perwakilan perdagangan di berbagai negara yang dapat membantu membuka akses pasar internasional. Dan ITPC – Pusat promosi perdagangan Indonesia yang berfungsi sebagai sarana untuk mengenalkan produk-produk lokal ke pasar global.

Dyah Roro Esti berharap bahwa fasilitas ini dapat mendukung peningkatan volume ekspor NTB, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan signifikan.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi eksportir di NTB dan mendorong mereka untuk memperluas pasarnya,” tambahnya.
NTB memiliki potensi ekspor yang besar, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan. Produk-produk seperti kopi dan manggis dari NTB telah banyak diminati di pasar global karena kualitasnya yang tinggi. Selain itu, kerajinan lokal juga memiliki daya tarik tersendiri untuk pasar ekspor.

Namun, tantangan logistik, termasuk optimalisasi tol laut, masih menjadi isu yang perlu diselesaikan. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan juga membahas bagaimana meningkatkan efisiensi pelabuhan melalui pemanfaatan tol laut.

“Tadi juga ada pembahasan mengenai tol laut dan bagaimana mengoptimalkan pelabuhan. Ini kita tampung secara holistik dan akan kami renungkan juga di internal Kementerian Perdagangan,” ungkap Dyah Roro Esti.
Ia juga menegaskan bahwa masukan dari para eksportir akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan. Dengan pendekatan holistik, Kemendag RI berkomitmen untuk mencari solusi terbaik guna mendukung eksportir NTB. Harapannya, dengan optimalisasi fasilitas yang ada, eksportir di NTB dapat semakin meningkatkan daya saing produknya di pasar global.(bul)

OJK Minta Pemegang Saham Percepat Pengisian Dua Direksi Lowong Bank NTB Syariah

0
Rudi Sulistyo(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemegang saham untuk mempersiapkan pengisian dua direksi Bank NTB Syariah yang lowong.

Hal ini ditegaskan Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, Jumat, 13 Desember 2024 di Lombok Barat, menanggapi pengunduran diri Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo yang ditetapkan sebagai Direktur Bisnis Bank Muamalat Indonesia pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Jakarta, 11 Desember 2024.

Selain itu, saat ini Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah juga hingga saat ini belum ditetapkan oleh pemegang saham.

Menurut Rudi, pengunduran diri Dirut Bank NTB Syariah harus direspon dengan sesegera mungkin mempersiapkan penggantinya melalui mekanisme. Setidaknya untuk pengisian jabatan Plt. Direktur Utama.

Rudi menegaskan kembali, bahwa posisi direktur utama sangat krusial karena bertindak sebagai “komandan” dalam organisasi. Ia juga menyampaikan bahwa Plt harus segera ditunjuk untuk mengisi kekosongan sementara, dengan syarat berasal dari internal direksi.

“Kami berharap PSP segera mengambil langkah untuk mengisi kekosongan ini. Hal ini sangat menentukan nasib perusahaan ke depan. Jangan sampai dibiarkan terlalu lama karena akan berdampak pada stabilitas operasional,” katanya.

“Dan terkait Plt (Pelaksana Tugas) Dirut, itu sepenuhnya menjadi keputusan PSP. Yang namanya Plt harus berasal dari jajaran direksi, orang perbankannya, bukan dari luar. Ndak nggak boleh dari unsur PNS. Ini yang juga perlu dipehatikan,” jelasnya.

Rudi menjelaskan bahwa PSP Bank NTB Syariah saat ini terdiri dari Pemerintah Provinsi NTB dan Bank Jawa Timur karena adanya kerjasama untuk pemenuhan modal inti Bank NTB Syariah sesuai POJK. Karena itu, kedua PSP ini yang dapat memutuskannya.

Selain itu, OJK NTB juga menekankan pentingnya keseimbangan antara komisaris dan direksi dalam struktur organisasi. Jumlah komosaris, sesuai ketentuannya tidak lebih dari jumlah direksi. Saat ini, jumlah komsaris Bank NTB Syariah melebihi jumlah direksinya.

“Yang jelas, kalau lama lama akan ada pengaruhnya terhadap tingkat Kesehatan bank,” tandasnya.(bul)

Menteri PPMI Tinjau Makan Bergizi Gratis di Lotim

0
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding meninjau simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di empat lokasi di wilayah Desa Jenggik Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kamis 12 Desember 2024. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding ​​​meninjau simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di empat lokasi di wilayah Desa Jenggik Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kamis 12 Desember 2024.

Dalam peninjauan tersebut Menteri PPMI Abdul Kadir Karding didampingi Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin. Ada tiga sekolah yang ditinjau, yakni SDN 1 Jenggik Utara, SDN 2 Jenggik Utara, dan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Wathan.

Di sekolah-sekolah itu Menteri PPMI langsung menemui siswa-siswi. Tidak hanya menemani dan menyaksikan para siswa menghabiskan jatah makannya, Abdul Kadir Karding juga berbincang dengan beberapa siswa.

Dalam kesempatan itu Menteri Karding menyempatkan diri menghibur salah seorang siswa yang bersedih karena merindukan kedua orang tuanya yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sebagai desa dengan penduduk yang sebagian besar adalah PMI, siswa tersebut tidak sendiri merasakan kerinduan kepada orang tuanya, sejumlah siswa yang sempat diajak berbincang juga mengaku merasakan hal yang tidak jauh berbeda.

Menteri Karding juga meninjau pelaksanaan pengobatan gratis bagi lansia di Kantor Desa Jenggik Lombok Timur. Kunjungan kerja ini sebagai rangkaian peringatan International Migrans Day.

Pj Gubernur Hassanudin mengungkapkan menu yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut telah mencukupi standar asupan gizi. Menu yang diberikan di antaranya karbohidrat berupa nasi putih, protein ayam masak kecap, serat berupa sayur tumis wortel, kol, dan brokoli, serta buah semangka.

Hassanudin juga merasa bahagia melihat kegembiraan anak-anak yang mendapatkan makanan gratis. Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi anak.

“Kami senang dan bahagia melihat kegembiraan anak-anak yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis. Menunya tadi juga mencukupi kebutuhan asupan gizi. Ada nasi putih, sayur tumis wortel, kol, dan brokoli, ayam masak kecap, dan buah semangka,” katanya.(ant)

Jalankan Arahan Pj Gubernur, Pemprov Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Makan Bergizi Gratis

0
H. Fathul Gani (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menindaklanjuti arahan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin dan Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., saat rapat koordinasi beberapa waktu lalu, Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., sudah mengumpulkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam rumpun hijau.

OPD yang masuk dalam rumpun hijau ini, seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan bahan pangan makan bergizi gratis.

Ditemui usai mengikuti Peringatan Hari Ibu tahun 2024 di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Kamis 12 Desember 2024, Fathul Gani, menekankan kesiapan pihaknya dalam mensukseskan program nasional ini. Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan pimpinan OPD teknis, ketersediaan bahan untuk program makan bergizi gratis sudah tidak ada masalah.

‘’Kita sudah kumpulkan OPD rumpun hijau yang fokus pada penyediaan bahan pangan. Dalam hal ini, bagaimana kebutuhan itu harus dipastikan tersedia. Kebutuhan buah dan sayur, termasuk ikan, telur itu dipastikan tidak mengganggu pasararan,’’ ujarnya.

Diakuinya, program ini akan terus berkelanjutan, sehingga dibutuhkan ketersediaan yang berkelanjutan. Untuk itu, salah satu cara agar bahan kebutuhan pangan tetap tersedia adalah dengan meningkatkan produksi.

‘’Misalnya, Dinas Peternakan yang tadi misalnya dalam satu lingkup peternak, misalnya hasil produksi sekitar 1.000 ternak, mungkin nanti ditingkatkan kapasitasnya menjadi 1.500. Begitu juga untuk telur ayam, ditingkatkan produksinya lebih banyak daripada seperti hasil produksi sekarang ini. Begitu juga dengan kebutuhan lainnya,’’ tambahnya.

Pihaknya menyadari jika selama ini ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar daerah. Sementara dengan adanya program nasional ini, maka daerah yang selama ini memasok stok telur atau daging ke NTB juga akan menggunakannya di daerahnya masing-masing. Untuk itu, peningkatan kapasitas produksi di dalam daerah menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan, sehingga NTB tidak selalu bergantung pasokan kebutuhan dari daerah lain.

Dalam waktu dekat, ungkapnya, usai peringatan HUT NTB, dirinya bersama OPD rumpun  hijau akan melakukan peninjauan ke sentra-sentra produksi, seperti sentra pertanian, peternakan dan lainnya. Kunjungan ini untuk memastikan apakah produsen di dalam daerah siap dengan program makan bergizi gratis bagi anak sekolah dari TK/PAUD hingga SMA sederajat, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita di NTB. (ham)

Persentase Penurunan Kemiskinan Rendah, Pemda Diminta Fokus Program Pemberdayaan

0
Agus Jasmani (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Pimpinan DPRD Kabupaten Lombok Utara menyarankan kepada eksekutif untuk lebih fokus pada program pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Utara. Saran tersebut mengacu pada tingkat penurunan kemiskinan di Lombok Utara dari tahun 2022 ke tahun 2023 sangat rendah, yakni hanya 0,13 persen.

“Angka penurunan kemiskinan tidak sampai setengah (0,5) persen, melainkan hanya 0,13 persen. Rilis angka kemiskinan Lombok Utara oleh BPS pada bulan Nopember 2024 menjadi gambaran bahwa program untuk masyarakat harus lebih difokuskan kembali,” tegas Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, Kamis 12 Desember 2024.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Lombok Utara pada tahun 2023 tercatat sebesar 25,80 persen, sedangkan di tahun 2022 jumlahnya sebesar 25,93 persen. Penurunan kemiskinan yang tidak optimal ini tentunya menjadi bahan evaluasi bagi eksekutif – khususnya Bupati, dalam menilai kinerja sekaligus mengevaluasi OPD teknis yang mengurus persoalan sosial dan kemiskinan.

“Bupati juga perlu mengevaluasi program-program pada semua OPD, agar jangan sampai gelontoran anggaran justru tidak memiliki dampak bagi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Politisi PKB Lombok Utara ini tidak melihat ada kejadian insidentil atau bahkan peristiwa ekstrim yang menghambat laju penurunan kemiskinan di Lombok Utara. Seperti Gempa 2018 dan Covid 2019, dimana ketika itu, peristiwa gempa menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin dari 28,83 persen (2018) menjadi 29,03 persen (2019).

Sebaliknya, tambah dia, Pemda Lombok Utara dalam 3 tahun terakhir justru terlihat mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur fisik perkantoran. Ia menilai program ini tidak keliru, hanya saja, dalam penerapan pembangunannya agar lebih banyak melibatkan tenaga kerja (buruh) lokal dari Lombok Utara.

“Kita mengharapkan konsentrasi anggaran pada fisik bangunan bisa linier untuk mendongkrak perekonomian di masyarakat. Buruh bangunan, buruh transportasi lokal KLU supaya lebih dilibatkan,” tambahnya.

Agus melanjutkan, DPRD meminta Pemda KLU bekerja keras menurunkan angka kemiskinan ini, sebab angka ini paling tinggi dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lainnya di NTB. Ia melihat, sejumlah faktor penyebab kemiskinan masih tinggi antara lain, masih terbatasnya lapangan kerja akibat kurangnya industrialisasi dan ketergantungan pada sektor pariwisata. Kemudian, sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian, tingkat upah yang rendah dan cenderung hanya cukup untuk konsumsi jangka pendek, serta sebaran penduduk yang tidak merata antar wilayah kecamatan.

Pada APBD tahun 2025 mendatang, Agus mengingatkan bahwa telah disepakatinya anggaran sebesar Rp 131,94 miliar untuk program intervensi pengentasan kemiskinan. Alokasi anggaran tersebut harus betul-betul optimal dalam bentuk program yang harus berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembukaan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat miskin, bantuan sosial, bantuan modal tanpa bunga dan belanja modal yang bersifat padat karya serta pembukaan lapangan kerja baru.

“Di samping itu pemda harus menggenjot investasi yang berorientasi pengurangan angka pengangguran sekaligus memberikan upah yang layak,” sambung dia.

Agus juga berharap, program pemberdayaan ekonomi lebih banyak dimunculkan pada tahun-tahun mendatang. Mengingat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor usaha perdagangan khususnya usaha mikro (pedagang kecil) banyak dilakoni oleh masyarakat. (ari)

Baru Kali Ini, Capaian PAD Distan Lobar Tembus di Atas 90 persen

0
Damayanti Widyaningrum (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Pertanian Lombok Barat menembus 90 persen lebih atau Rp400 juta lebih dari target Rp510 juta. Pencapaian PAD ini baru kali ini pada Dinas terkait, lantaran capaian tertinggi PAD Distan diangka 80 persen itupun 13 tahun silam. Bahkan capaian 90 persen ini dengan anggaran operasional yang terbilang minim.

Kadistan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan target PAD Distan yang dipatok pemkab sebesar Rp510 juta. “Itu Alhamdulillah kita bisa capai 90 persen. Ini (capaian) tumben, dinas Pertanian blum pernah tercapai PADnya kecuali dulu pernah sekali diatas 80 persen yaitu 13 tahun yang tahun lalu,”kata Damayanti, Kamis 12 Desember 2024. Meskipun dengan anggatan Operasional yang minim, Pihaknya bisa mencapai PAD 90 persen lebih.

Sumber PAD Distan berasal dari beberapa sumber, diantaranya BBU (Balai Benih Unggul). Distan memiliki lahan untuk pengembangan benih. Kemudian dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan sumber lain-lain PAD yang sah. Menurutnya PAD tidak bisa dicapai 100 Persen, karena pihaknya meminjam uang untuk biaya operasional membajak lahan pembibitan. “Begitu panen kita bayar,”imbuhnya. Dimana biaya pengolahan lahan itu Rp7-8 juta per hektar. Bahkan untuk perkebunan belum ada anggaran untuk pembenihan kelapa, coklat dan kakau.

Dibanding dulu, sumber PAD bisa menarik untuk pelayanan IB ternak. Karena itu untuk merambah sumber PAD dengan menarik pemasukan dari lalu lintas ternak. “Nanti kita buat perbup untuk pemasukan (PAD) dari lalu lintas ternak ini, karena banyak yang mengtim ternak baik di Lobar maupun luar Lobar,”imbuhnya. Hal ini kata dia bisa diberlakukan, karena daerah lain seperti Medan juga ada yang menerapkan. Perbup ini nantinya akan diupayakan tahun depan.

Potensi ini menurutnya besar, karena hampir tiap hari banyak yang meminta rekomendasi pengiriman atau pasokan ternak, seperti ayam, telur, sapi dan kambing yang keluar masuk ke daerah Lobar. Nantinya dihitung berapa retribusi per ekor untuk ditarik. (her)

KKN PMD Unram, Fokus pada Pengembangan Produk dan Digital Marketing Berbasis Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru

0
Suasana pembekalan bagi mahasiswa Unram yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) periode Desember 2024 hingga Februari 2025, pada akhir pekan kemarin secara daring. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menggelar pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Acara yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu 7 Desember 2024 dan Minggu 8 Desember 2024 secara virtual melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “Pengembangan Produk dan Digital Marketing Berorientasi pada Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru”, pembekalan yang diikuti oleh 2.120 mahasiswa yang akan ditempatkan di 213 desa ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam melaksanakan program-program berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Kepala Pusat KKN dan Kerjasama, Dr. Ir. Misbahuddin, ST., MT., IPU.  dalam laporannya menyampaikan, saat ini jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 443 mahasiswa tersebar di 43 desa, Kabupaten Lombok Utara 278 mahasiswa tersebar 28 desa, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 1051 mahasiswa tersebar di 107 desa. Kabupaten Lombok Tengah 329 mahasiswa tersebar di 33 desa, Kabupaten Dompu 10 mahasiswa di 1 desa, dan Kabupaten Bima sebanyak 10 mahasiswa di 1 desa.

Di samping itu sebaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk program KKN PMD Unram periode Desember 2024 hingga Februari 2025 mencakup enam wilayah di NTB. Kabupaten Lombok Timur menjadi wilayah dengan jumlah desa terbanyak, yakni 107 desa dengan 107 DPL, diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat dengan 43 DPL di 43 desa. Kabupaten Lombok Tengah dengan 33 DPL di 33 desa, dan Kabupaten Lombok Utara dengan 28 DPL di 28 desa. Sementara itu, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima masing-masing memiliki 1 DPL di 1 desa. Sebaran ini merupakan cerminan komitmen Unram dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara merata di berbagai daerah.

Dalam kesempatan yang sama Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. dalam sambutanya menyampaikan, pembekalan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi desa secara kreatif dan inovatif. “Dengan memanfaatkan pendekatan berbasis ekonomi hijau dan biru, mahasiswa diharapkan mampu mendorong transformasi desa menjadi kawasan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif,” jelasnya.

Lebih lanjut Guru Besar Fakultas Pertanian tersebut menegaskan, melalui pembekalan KKN ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berkontribusi pada pengembangan potensi lokal, tetapi juga mempromosikan praktik ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada pelestarian sumber daya alam. Hal ini sejalan dengan visi Unram untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global. (ron)

HNSI Gelar Simulasi Makan Siang Bergizi Gratis di Sumbawa

0
Ilustrasi makan gratis (ekbisntb.com/kumparan.com)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumbawa, menggelar simulasi makan siang bergizi gratis di SDN 1 Labuhan Sumbawa yang melibatkan sekitar 70 orang siswa yang terdiri dari kelas IV dan V di sekolah tersebut.

“Kegiatan yang kami laksanakan ini merupakan instruksi dari DPP HNSI dengan tujuan bahwa HNSI turut mendukung program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, ” kata Ketua DPC HNSI Sumbawa, Syarifuddin Sahidi, Kamis 12 Desember 2024.

Dikatakannya, selain instruksi makan siang bergizi gratis ini digelar dalam rangka menyambut hari Nusantara yang jatuh tepat pada Kamis, 12 Desember 2024. Kegiatan ini serentak dilaksanakan HNSI pusat di seluruh Indonesia sebagai upaya mendukung program Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Kami memilih SDN 1 Labuhan Sumbawa karena sebagian besar siswanya adalah anak nelayan dan dalam satu porsi ada nasi, sayur, telur, ikan tuna ekspor, dan air mineral,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan inisiasi tersebut, HNSI Sumbawa dapat memberikan konstribusi besar dalam pemberian gizi bagi anak-anak sekolah. Sehingga tidak hanya sehat badannya tapi juga menjadi anak yang cerdas.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sebagai pelecut, agar program makan siang bergizi gratis yang dicanangkan presiden terus berkesinambungan,” cetusnya.

Sementara itu Plh. Kepala SDN 1 Labuhan Sumbawa, Abdul Karim Hasan, mengucapkan terima kasih kepada HNSI yang telah menginisiasi program ini dan memilih sekolah sebagai locus kegiatan. Ia berharap kegiatan ini bukan hanya yang pertama sekaligus yang terakhir, melainkan terus berlanjut.

“Kami menilai makan siang bergizi gratis ini sangat bermanfaat bagi anak didik terutama dari sisi kesehatan sehingga berpengaruh terhadap semangat belajar dan insya Allah menjadi generasi emas di masa mendatang, ” tutupnya. (ils)