Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 463

Waspadai Cuaca Ekstrem, Destinasi Wisata di Lotim Terapkan Sistem Buka Tutup

0
Objek wisata Sunrise Land Lombok(ekbisntb.com/rus)

DINAS Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim) mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata untuk menerapkan sistem buka tutup guna mengantisipasi bencana akibat cuaca ekstrem. Kebijakan ini berlaku mulai 17 Desember hingga 7 Januari 2025, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai kondisi cuaca.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lotim, Widayat, Sabtu 21 Desember 2024 menegaskan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama di tengah musim liburan ini. “Kami sudah melayangkan surat imbauan kepada semua pengelola destinasi untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah risiko bencana,” ujarnya.

Saat ini, belum ada destinasi wisata yang ditutup total. Namun, sistem buka tutup diterapkan dengan memperhatikan kondisi cuaca di setiap lokasi. Langkah ini diambil menyusul tingginya tingkat kunjungan wisatawan selama libur sekolah dan perayaan Natal serta Tahun Baru.

Dispar Lotim juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, Damkar, dan pihak terkait lainnya untuk melakukan patroli di destinasi wisata, terutama di kawasan pantai.

Salah satu destinasi yang menjadi fokus adalah Sunrise Land Lombok (SLL) di Kecamatan Labuhan Haji, yang tetap ramai dikunjungi meski menghadapi abrasi pantai dan pohon tumbang akibat angin kencang serta gelombang tinggi.

Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, mengingatkan masyarakat untuk menghindari objek wisata yang berpotensi terjadi bencana, seperti di kawasan pantai, gunung, dan lokasi lain yang rawan longsor, banjir, atau pohon tumbang.

Di Sunrise Land Lombok, pengelola menerapkan sistem buka tutup dan memasang papan imbauan untuk menjaga keamanan wisatawan. “Sejak cuaca buruk melanda, tingkat kunjungan menurun drastis. Padahal, pada Desember tahun lalu, kunjungan mencapai lebih dari 15 ribu wisatawan,” kata Qori’ Bayyinaturosi, salah satu pengelola SLL.

Ia menambahkan, pohon-pohon tumbang yang menghalangi akses wisatawan dan perahu nelayan kini menjadi perhatian utama. Meski demikian, pihak pengelola terus berupaya membersihkan area dan memberikan rasa aman kepada pengunjung.

Dengan adanya langkah antisipasi ini, Dispar Lotim berharap masyarakat tetap dapat menikmati liburan dengan aman meski di tengah cuaca ekstrem. Wisatawan juga diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas dan mengikuti informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (rus)

Kasus Penipuan Online dan Perdagangan Orang di Asia Tenggara Meningkat Drastis

0
Judha Nugraha(ekbisntb.com/bul)

KASUS penipuan online yang melibatkan tindak kejahatan perdagangan orang terus meningkat tajam. Data terbaru mengungkap lonjakan signifikan dalam jumlah kasus.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan kasus pertama yang tercatat pada tahun 2020 hanya sebanyak 15 kasus. Namun, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 5.111 kasus pada tahun 2024. Negara-negara seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Filipina kini menjadi lokasi utama dari kejahatan ini, yang melibatkan berbagai skema seperti judi online dan penipuan online.

Fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena aktivitas-aktivitas tersebut mulai dianggap normal dan bahkan menjadi sumber mata pencarian bagi sebagian masyarakat.

“Saat ini kami melihat ada semacam normalisasi, judi online dan online scam menjadi bentuk mata pencaharian baru. Ada WNI yg secara sadar ingin bekerja di sektor itu, karena gaji tinggi. Jadi, tidak ada unsur TPPO-nya [Tindak Pidana Perdagangan Orang],” kata Judha.

Dari 5.111 kasus yang terdeteksi, hanya 1.290 kasus dinyatakan sebagai TPPO.

Sementara itu, Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Danang Tri Hartono, menyebutkan bahwa perputaran transaksi terkait judi online menunjukkan tren lonjakan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Data PPATK menyebutkan pada 2021, transaksi judi online mencapai Rp57,91 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp104,42 triliun pada 2022. Pada 2023, nilainya melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp327,05 triliun, dan hanya dalam semester pertama 2024, angkanya sudah mencapai Rp174,56 triliun.

Lonjakan ini memperlihatkan skala kejahatan yang semakin meluas, didukung oleh metode pencucian uang yang semakin kompleks. Dana-dana hasil transaksi ini sering kali dicuci melalui skema seperti money changer dan cryptocurrency, mempersulit deteksi oleh otoritas.

“Jadi memang sekarang crypto bukan hanya untuk trading, tetapi juga memfasilitasi transaksi termasuk perjudian online,” katanya.

Selain itu, PPATK juga mengidentifikasi jumlah pemain judi online di Indonesia juga meningkat tajam, dari 3,4 juta pada 2023 menjadi 8,8 juta pada 2024, dengan modus yang melibatkan penyalahgunaan rekening.

“Deposit menggunakan akses rekening, ketika diperiksa, ternyata rekening [atas nama seseorang] ternyata sudah dijual ke orang-orangnya bandar. Artinya, ada orang yang spesialisasi mencari nomor rekening untuk dipakai deposit. Yang mengoleksi [rekening] bisa dipidanakan, tetapi yang menjual ini bagaimana? Apalagi kebanyakan yang menjual masyarakat kelas ekonomi lemah,” kata Danang.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah memperburuk situasi ini, menciptakan peluang bagi sindikat untuk memperluas operasi mereka. Korban tidak lagi hanya berasal dari kelompok ekonomi lemah, tetapi juga mencakup kaum muda dan lulusan perguruan tinggi.

Wahyu melihat kawasan Asia Tenggara sebagai area yang paling banyak ditemukan tindak pidana kejahatan ini. Semisalnya Myanmar, dengan situasi konfliknya, justru menjadi lokasi strategis bagi sindikat untuk mendirikan kamp-kamp penipuan online yang dikelola secara sistematis.

Hanya dengan upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat sipil, media, dan sektor swasta, keamanan digital nasional dapat diperkuat, dan WNI terlindungi dari ancaman kejahatan yang terus berkembang.(bul)

Tarif Pajak 12 Persen Berlaku 1 Januari 2025

0
Dwi Astuti (ekbisntb.com/ist)

PEMERINTAH akan memberlakukan kenaikan tarif pajak sebesar 1 persen, atau dari 11 persen menjadi 12 persen akan diberlakukan efektif 1 Januari 2025.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Dwi Astuti menyampaikan, kenaikan tarif PPN dari 11 menjadi 12 persen merupakan amanat Undang-Undang  Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Sesuai kesepakatan Pemerintah dengan DPR, kenaikan tarif dilakukan secara bertahap, dari 10 menjadi 11 persen mulai 1 April 2022 dan kemudian dari 11 menjadi 12 persen pada 1  Januari 2025.

Barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, tetap diberikan fasilitas pembebasan PPN atau PPN dengan tarif 0 persen. Barang dan jasa tersebut seperti  beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Jasa-jasa di antaranya jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa keuangan, jasa asuransi, jasa pendidikan, jasa angkutan umum di darat dan di air, jasa tenaga kerja serta jasa persewaan rumah susun umum dan rumah umum.

Kenaikan tarif PPN dari 11 menjadi 12 persen berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenai tarif 11 persen, kecuali beberapa jenis barang yang merupakan kebutuhan masyarakat banyak, yaitu minyak goreng curah “Kita”, tepung terigu dan gula industri. Untuk ketiga jenis barang tersebut, tambahan PPN sebesar 1 persen akan ditanggung oleh pemerintah (DTP), sehingga penyesuaian tarif PPN ini tidak mempengaruhi harga ketiga barang tersebut.

Selain itu, PPN atas uang elektronik dan dompet digital (e-wallet), jasa atas transaksi uang elektronik dan dompet digital selama ini telah dikenakan PPN sesuai ketentuan PMK 69/PMK.03/2022  tentang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Namun, yang menjadi dasar pengenaan pajaknya bukan nilai pengisian uang (top up), saldo (balance), atau nilai transaksi jual beli melainkan atas jasa layanan penggunaan uang elektronik atau dompet digital tersebut. Artinya, jasa layanan uang elektronik dan dompet digital bukan merupakan objek pajak baru.

Dengan demikian, berapa pun nilai uang yang di-top up tidak akan mempengaruhi PPN terutang atas transaksi tersebut, karena PPN hanya dikenakan atas biaya jasa layanan untuk top up tersebut. Sehingga, sepanjang biaya jasa layanan tidak berubah, maka dasar pengenaan PPN juga tidak berubah.

Transaksi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan bagian dari Jasa Sistem Pembayaran. Atas penyerahan jasa sistem pembayaran oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) kepada para merchant terutang PPN sesuai ketentuan PMK 69/PMK.03/2022 tentang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Artinya, penyelenggaraan jasa sistem pembayaran bukan merupakan objek pajak baru.Yang menjadi dasar pengenaan PPN adalah Merchant Discount Rate (MDR) yang dipungut oleh penyelenggara jasa dari pemilik merchant.

Biaya berlangganan platform digital seperti Netflix, Spotify, Youtube Premium, dan sebagainya merupakan objek pajak PPN PMSE sebagaimana diatur dalam PMK 60/PMK.03/2022 tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Selama ini, platform digital tersebut telah ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE. Artinya, atas biaya berlangganan platform digital bukan merupakan objek pajak baru.

Atas transaksi penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucher, selama ini sudah dipungut PPN sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.03/2021 tentang Penghitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai serta Pajak Penghasilan atas Penyerahan/Penghasilan Sehubungan dengan Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucher. Artinya, atas penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucher bukan merupakan objek pajak baru.

Atas transaksi penjualan tiket konser musik dan sejenisnya, bukan merupakan objek PPN tetapi objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diadministrasikan oleh pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Atas transaksi penjualan tiket pesawat dalam negeri yang bukan merupakan bagian dari tiket pesawat luar negeri, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994, terutang PPN. Artinya, transaksi penjualan tiket pesawat dalam negeri yang bukan merupakan bagian dari tiket pesawat luar negeri bukan merupakan objek PPN baru.(bul)

Kemlu Siapkan “Hotline” untuk Melaporkan Kelurga Yang Masih di Suriah

0
WNI yang berhasil dipulangkan dari Suriah (ekbisntb.com/ist)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) sudah mengevakuasi sebanyak 91 WNI dari Suriah. Para WNI mayoritas adalah pekerja migran dan pelajar/mahasiswa yang berasal antara lain dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha dalam keterangan resmi, Sabtu 21 Desember 2024 menyampaikan, para WNI sebelumnya dievakuasi melalui jalur darat dari Kota Damaskus menuju Kota Beirut dengan pengawalan Diplomat KBRI.

“Dengan kepulangan gelombang terakhir tersebut, total WNI yang telah berhasil dievakuasi paska peralihan pemerintah di Suriah sebanyak 156 WNI yang terbagi dalam empat gelombang,” terangnya.

Saat ini, Kemlu dan KBRI Damaskus terus melakukan pelacakan dan pendataan para WNI yang kemungkinan masih berada di Suriah dan belum melakukan lapor diri.

Kementerian Luar Negeri terus mengimbau agar WNI utamanya yang masih berada di Suriah untuk terus memperhatikan perkembangan situasi dan keamanan, menghindari terlibat dalam kegiatan politik yang tidak perlu, serta menjalin komunikasi dengan Perwakilan RI di Damaskus.

Bagi masyarakat yang memiliki keluarga yang berada di Suriah, Kementerian Luar Negeri RI juga mengimbau untuk menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor kontak: +6281-290-070-027, dan Hotline KBRI Damaskus melalui nomor kontak: +963 954 444 810.(bul)

Libur Nataru, ITDC Gelar Pengamanan 24 Jam di Kawasan The Mandalika

0
Kawasan Mandalika atau Sirkuit Mandalika (ekbisntb.com/ant)

INJOURNEY Tourism Development Corporation (ITDC) bakal menggelar pengamanan 24 jam penuh selama masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini di Kawasan The Mandalika. Langkah itu untuk memastikan wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Mandalika bisa berwisata dengan aman dan tenang sepanjang waktu. Kebijakan yang sama juga diberlakukan di dua kawasan yang dikelola ITDC, The Nusa Dua Bali dan The Golo Mori, NTT.

“Khusus untuk kawasan The Mandalika kita siapkan lima pos pengamanan di lima lokasi strategis. Masing-masing di area Kuta Beach Park (KBP), Bazaar Mandalika, Green Gate Pertamina Mandalika International Circuit, area Baru Kotak dan area Bukit Merese,” sebut Direktur Operasional ITDC Wenda R. Nabiel, dalam keterangan yang diterima, Minggu 22 Desember 2024.

Penempatan pos pengamanan tersebut dipilih berdasarkan kepadatan pengunjung selama liburan.  Untuk mempermudah akses wisatawan yang membutuhkan bantuan pengamanan maupun informasi. Jadi selain berfungsi sebagai pos pengamanan, pos tersebut juga berfungsi sebagai pos informasi bagi wisatawan yang membutuhkan informasi.

“Di semua pos pengamanan tersebut, personil akan melakukan penjagaan dalam dua shift. Dengan shift pertama mulai pukul 08.00 Wita sampai 20.00 Wita. Sementara shift kedua dimulai pukul 20.00 Wita sampai 08.00 Wita,” tambah Wenda.

Dikatakanya, sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata terintegrasi di Indonesia, ITDC ingin memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama periode liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ini. Sehingga keberadaan pos-pos tersebut dinilai penting. Sebagai salah satu upaya antisipasi dan pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan selama masa liburan kali ini.

“Kami telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. Termasuk pendirian posko dan penguatan layanan keamanan. Itu semua untuk memastikan seluruh pengunjung dapat merayakan liburan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman di kawasan yang kami kelola,” tandasnya.

Tidak kalah penting kehadiran posko tersebut juga diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan meningkatkan pengalaman positif para wisatawan selama berkunjung di kawasan The Mandalika. Maupun kawasan The Nusa Dua, Bali dan The Golo Mori yang dikelola  ITDC. Di mana posko tersebut akan mulai aktif terhitung dari tanggal 24 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 mendatang.

“Ini semua merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung selama menikmati liburan natal dan tahun baru di kawasan ini,” pungkas Wenda seraya mengingatkan dan mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di setiap kawasan, serta mematuhi peraturan yang berlaku demi kenyamanan bersama. (kir)

Dermaga Dibangun Tahun Depan, Rp46 Miliar Diusulkan Bangun Spot Kuliner di Pasar Seni Senggigi

0
Dermaga Sengigigi Lobar akan dibangun tahun 2025. Dibangunnya dermaga ini akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang lewat Bali. (ekbisntb.com/ist)

KEPALA Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., menyampaikan Pasar Seni Senggigi akan dilengkapi spot kuliner kekinian yang cocok untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

“Revitalisasi ini diharapkan bikin wisatawan makin betah menikmati keindahan Senggigi sambil mendengar musik tradisional dan menyaksikan tarian khas NTB,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan semua ini, Pemprov NTB mengajukan anggaran Rp46 miliar ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Meski saat ini baru mendapat alokasi Rp2,2 miliar, proyek ini terus berjalan dengan optimisme tinggi,” ujarnya.

Bukan hanya amphitheater, Pelabuhan Senggigi juga bakal diperbaiki tahun depan dengan anggaran Rp13 miliar dari APBD Lombok Barat. Perbaikan ini penting supaya kapal cepat dari Bali bisa langsung bersandar di Senggigi tanpa terkendala pasang surut air laut. “Selama ini, kapal cepat kesulitan sandar karena dermaganya dangkal. Dengan perbaikan ini, Senggigi bakal jadi lebih mudah diakses dan makin ramai wisatawan,” katanya optimis.

Sementara itu, Sekdis Perhubungan Lobar Fathurrahman mengatakan bahwa proyek Dermaga Senggigi akan dilakukan proses lelang mulai Januari, awal tahun 2025. Dengan dibangunnya dermaga ini diproyeksikan mampu meningkatkan PAD dari jasa kepelabuhanan dan kunjungan wisatawan ke kawasan Senggigi.

“Persiapan tender Januari, awal tahun 2025 ini, kami tidak mau mundur, proses tender mulai Januari,” kata Sekdis Perhubungan ini.

Dalam proyek dermaga ini pihaknya sudah pengalaman dari sebelumnya sehingga ia tak ingin itu terulang (mangkrak, red).

Saat ini dokumen lingkungan tengah berproses diurus pihaknya. Begitu proses izin lingkungan selesai, paralel dengan proses tender. Proses lelang sendiri kemungkinan 40 hari dalam kondisi normal. Itupun bisa ditekan menjadi 22 hari, kalau tidak ada kendala. Pihaknya juga segera memproses probity audit terkait perencanaan di Inspektorat. “Semuanya sedang kami proses, termasuk izin keselamatan pelayarannya,” imbuhnya.

Pengurusan Izin ini diyakini cepat, paling tidak selama seminggu atau dua Minggu bisa selesai. “Jadi proses lelang nya jalan, dokumen-dokumen ini bisa selesai, paling tidak masuk ke sistem OSS,” imbuhnya.

Yang jelas dipastikan semua dokumen ini diproses dan disiapkan. Kalau melihat waktu proses lelang, kemungkinan pengerjaan proyek bisa dimulai bulan April, sehingga bulan September diharapkan sudah selesai. “Bulan Oktober nanti kan MotoGP,  jadi sudah tinggi kunjungannya,” imbuhnya.

Sambil nanti proses pembangunan proyek berjalan, pihaknya juga mengurus operasional dengan operator seperti aturannya, apakah diterbitkan izin operasi melayani rute Senggigi – Bali. Menurutnya kalau empat kapal saja yang masuk bulan Oktober – Desember, maka sama dengan satu bulan retribusi jasa kepelabuhanan yang bisa diperoleh. “Dan pada saat pengerjaan Dermaga nanti, pelayanan kapal cepat tetap jalan,” imbuhnya.

Dikatakan dengan dibangunnya dermaga Senggigi ini, ia menargetkan PAD dari jasa kepelabuhanan bisa naik signifikan, sehingga kemungkinan sumber PAD dari jasa kepelabuhanan ini bisa bersaing dengan sumber lainnya. Karena sejauh ini sumber PAD terbesar dari retribusi parkir. “Nanti kalau dermaga ini sudah selesai (beroperasi), bersaing besok itu (PAD) parkir dengan kepelabuhanan,” imbuhnya. (her)

UMK Lobar Lebih Rendah dari Usulan Pemda

0
Baiq Fuji Qadarni (ekbisntb.com/her)

UPAH Minimun Kabupaten (UMK) Lombok Barat (Lobar) mengikuti besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB sebesar Rp2.602.931. Jumlah ini berkurang atau lebih rendah dari usulan Pemkab Lobar mencapai Rp2.603.031. Perusahaan pun diminta mematuhi aturan pengupahan yang telah ditetapkan.

Plt Kadisnaker Lobar Baiq Fuji Qadarni menerangkan bahwa dari informasi yang diterimanya bahwa UMK Lobar sama dengan UMP. “Ini masih draft, tapi sudah  kami komunikasi dengan Disnaker Provinsi bahwa memang (UMK) sesuai dengan UMP,” jelasnya akhir pekan kemarin.

Diakui surat penetapan UMK secara resmi belum diterimanya. Informasinya, surat itu tinggal ditandatangani oleh Pj Gubenur. “Kami belum terima,”aku dia.

Menurut Fuji, kendati lebih rendah dari usulan Pemda  namun jumlah UMK ini naik sebesar 6,5 persen sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 16 tahun 2024. Terdapat kenaikan Rp158.864 dari UMK tahun 2024.

Sedangkan dari hasil sidang Dewan Pengupahan Lobar kenaikannya 158.964, namun usulan itu ternyata ditetapkan sama dengan dengan UMK. “Sebab provinsi yang tetapkan,” ujarnya.

Pihaknya pun tinggal menunggu penetapan dari provinsi terkait UMK tersebut. Setelah ini, pihaknya akan membentuk tim pemantau UMK.

Bahkan Disnaker Lobar siap membentuk posko pengaduan. Masyarakat atau pekerja bisa melaporkan perusahaan tempatnya bekerja jika tidak membayar upah sesuai UMK. “Kami segera bentuk tim untuk memastikan pelaksanaan UMK sudah berjalan sesuai aturan,” jelasnya.(her)

Berharap Penurunan Harga Tiket Pesawat Jadi Keputusan Permanen

0
H. Mori Hanafi dan H. Lalu Pelita Putra (ekbisntb.com/dok)

ANGGOTA Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkaji lebih dalam terkait kebijakan penurunan harga tiket pesawat. Hal itu setelah Kemenhub mengumumkan penurunan harga tiket sebesar 10 persen selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) atau periode 19 Desember 2024 sampai 3 Januari 2025.

Anggota DPR RI Dapil NTB 1 tersebut memberi apresiasi terkait kebijakan tersebut, meski di sisi lain, kebijakan itu harus dibahas lebih detail lagi agar penurunan harga tiket pesawat bisa permanen. Penurunan harga tiket menjadi keinginan banyak pihak, namun ada sejumlah persoalan yang mesti dipahami pemerintah.

“Saya apresiasi pemerintah menurunkan harga tiket, tapi pertanyaannya, setelah Nataru bagaimana? Mengingat instruksi Presiden yang meminta harga tiket turun secara permanen,” ungkap Mori dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan pihak lainnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta awal Desember ini.

Legislator dari Fraksi NasDem itu mengaku khawatir, jangan sampai didesak, maskapai justru menurunkan harga padahal mereka tidak sanggup. “Akhirnya, ada penurunan biaya fundamental seperti perawatan pesawat dan sebagainya, yang justru membahayakan kita semua,” ucapnya.

Mori juga meminta pemerintah lebih transparan dalam membuat kebijakan itu. Selain itu, mesti mendengarkan persoalan yang dialami maskapai. Karena itu, ia mengusulkan pembentukan panitia kerja (Panja) agar pembahasan harga tiket pesawat dalam rapat Panja bersama perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan.

“Ini harus dibuat transparan dan dibikin panja. Jadi kita bisa cari solusi dan mendengarkan apa yang terjadi di maskapai. Penurunan harga tiket keinginan kita semua, tapi ada persoalan-persoalan yang harus kita dalami sehingga bisa menjadi keputusan permanen buat kita semua,” jelasnya.

Sebelumnya Ketua Komisi II Bidang Pariwisata DPRD NTB H. Lalu Pelita Putra mengatakan, sebagai daerah destinasi pariwisata, NTB sangat menginginkan tiket penerbangan bisa lebih terjangkau untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

Menurut politisi PKB ini, salah satu alasan masyarakat berwisata yaitu biaya transportasi udara yang terjangkau. Namun jika aspek transportasi masih cukup tinggi, wisatawan domestik lebih cenderung akan berwisata di dalam daerahnya atau justru ke luar negeri yang harga tiket penerbangannya seringkali lebih murah.

Ia menyebut, dalam waktu tertentu, tiket penerbangan dari dan menuju Lombok seringkali terbatas dan mahal. Hal ini dipengaruhi juga oleh terbatasnya armada pesawat yang melayani rute domestik menuju Lombok. Karena itulah kebijakan penurunan harga tiket dan penambahan penerbangan menjadi hal yang ditunggu-tunggu.  ‘’Mahal dan limit, harapan kita tiket bisa diturunkan dan flight ditambah,” ujarnya.

Harga tiket yang lebih murah juga akan menguntungkan pemerintah daerah dari segi pembiayaan perjalanan dinas. Misalnya saat melakukan perjalanan keluar daerah, anggota legislatif atau ASN akan mengacu pada Perpres No 33 tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional. Ketentuan ini mengurangi beban APBD, terlebih jika tiket pesawat lebih murah. Sebab dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost atau sesuai pengeluaran.

“Setidaknya dengan harga tiket yang murah, artinya ada pengiritan karena kami dihitung real cost, sesuai harga tiket yang dibayarkan. Kalau lumpsum, jika ada sisa dari uang tiket itu tidak dikembalikan ke kas,” ujarnya.(ris)

Diskon Tiket Pesawat Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

0
Jamaluddin (ekbisntb.com/era)

PENURUNAN harga tiket pesawat hingga 10 persen di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) diharapkan mampu menumbuhkan kunjungan wisatawan ke NTB. Kebijakan pemerintah terhadap penurunan harga tiket pesawat selama 16 hari terhitung mulai 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin berlibur dan merayakan Natal dan Tahun Baru 2025 di kampung halaman masing-masing. Atau mengunjungi objek-objek wisata yang ada di dalam negeri.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, Jamaluddin, S.Sos., M.T., menyebut hingga pekan kemarin, okupansi hotel di Lombok dan Sumbawa sudah mencapai 85 persen. Pihaknya memperkirakan, okupansi hotel akan meningkat seiring dengan dimulainya penurunan harga tiket dari dan menuju Lombok.

Adanya penurunan harga tiket pesawat serta libur Nataru yang cukup panjang, okupansi hotel di NTB sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 90 persen.

“Mudah-mudahan ini berjalan lancar karena harga tiket pesawat mulai turun. Pemerintahan Prabowo – Gibran ada perubahan, ya pelan-pelan. Harapan kami sih di penghujung tahun bisa di angka 90 persen. Tapi 85 persen saja sudah bagus, karena sudah bisa meningkatkan perekonomian,” ujarnya pekan kemarin.

Meski hanya berlaku selama 16 hari, pihaknya percaya adanya penurunan harga tiket pesawat ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke NTB. Pasalnya, tingginya harga tiket pesawat menuju Lombok menjadi kendala utama pariwisata. Sehingga dengan adanya penurunan harga ini, dikatakan mampu menggerakkan pariwisata NTB dan berdampak pada perekonomian daerah.

Menurutnya, pemesanan kamar hotel jelang libur Nataru ini tersebar di sejumlah titik wilayah NTB, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Senggigi, Mataram, Mandalika, dan Sumbawa.

Pemesanan didominasi oleh wisatawan mancanegara, yaitu dari negara tetangga Malaysia. Tingginya jumlah wisatawan Malaysia berwisata ke NTB dikatakan karena adanya penerbangan langsung (direct flight) antar kedua daerah ini.

Selain wisatawan asal negeri Jiran, kunjungan wisatawan ke NTB di momen Nataru ini juga didorong oleh wisatawan asal Australia, sehingga mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan ini sangat mendorong adanya percepatan penerbangan langsung antara Australia-Lombok maupun sebaliknya.

“Malaysia (wisatawan terbanyak, red) karena ada direct flight langsung. Harapan kami ke pemerintah pusat mudah-mudahan ada direct flight ke Australia atau Timur Tengah. Timur Tengah paling menarik karena kita terkenal dengan wisata halal,” pungkasnya. (era)

Diskon Ideal Penerbangan Minimal 20 Persen

0
Lalu Moh. Faozal (ekbisntb.com/bul)

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., menyatakan penurunan harga tiket pesawat sebanyak 10 persen belum mampu mengatasi permasalahan tingginya harga tiket ke Provinsi NTB. Pasalnya, harga tiket penerbangan menuju Lombok sangat tinggi jika dibandingkan dengan Bali, padahal kedua daerah ini cukup berdekatan.

Ia menyatakan, jika tiket pesawat Lombok-Jakarta seharga Rp1,2 juta, dengan diskon 10 persen akan menjadi 1,08 juta. Menurutnya harga tersebut masih cukup mahal untuk sekedar satu kali perjalanan.

“10 persen itu kecil. Penurunan harga tiket di NTB (idealnya, red) 20 persen,” ujarnya saat dihubungi, Jumat, 20 Desember 2024.

Menurutnya, meski pemerintah pusat memiliki kebijakan menurunkan harga tiket penerbangan sebanyak 10 persen, itu tidak begitu berpengaruh ke NTB mengingat gilanya harga tiket menuju daerah ini.

Mantan Kadis Pariwisata ini menyatakan, sampai dengan saat ini, belum ada lonjakan permintaan penerbangan baik menuju dan dari Lombok. Khususnya di rute-rute tertentu seperti Jakarta-Lombok, Bali-Lombok, dan Lombok-Surabaya.

Pun dengan penurunan harga tiket pesawat hingga 10 persen ini baru dimulai tanggal 19 Desember 2024. Ia memprediksi peningkatan penerbangan akan dimulai pada tanggal 25 Desember 2024 nanti, yaitu tepat saat musim libur.

Di samping itu, NTB bukan termasuk daerah mudik ibadah Natal, sehingga, peningkatan penerbangan ke daerah ini dikatakan didominasi oleh wisatawan.

“Kita kan bukan tempat mudik ibadah. Kita ini adalah destinasi yang kita harapkan mereka yang datang ke sini adalah berwisata. Maka dimungkinkan peningkatan traffic pengguna jasa bandara dan laut di atas tanggal 25 Desember. Kita hitung bandara peningkatan sebanyak 2 persen,” jelasnya.

Meski demikian, Faozal tetap berharap ada lonjakan lebih penerbangan atau kunjungan ke NTB, bukan hanya dua persen, tetapi lebih dari itu. Ia juga berharap adanya stimulus lain dari Pemerintah Pusat supaya harga tiket pesawat lebih bersahabat dan bisa dijangkau oleh Masyarakat dan berdampak pada peningkatan kunjungan ke NTB.

Menurutnya, faktor utama wisatawan berwisata adalah karena harga tiket. Yang mana semakin murah harga tiket berdampak pada meningkatnya kunjungan ke daerah. “Kita hitung peningkatan 2 persen. Mudah-mudahan ada peningkatan kunjungan,” ucapnya.

Perlu diketahui, saat ini armada udara di NTB bisa membawa 3.500 penumpang tiap harinya. Dengan banyaknya kursi tersebut, dirasa sudah sangat cukup untuk membawa penumpang di momen nataru ini. Begitu juga dengan armada laut, dan darat. “Frekuensi jumlah penumpang untuk udara kapasitas kita 3.500 dengan berbagai rute yang ada masih sangat siap,” terangnya. (era)