Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 456

Faktor Cuaca, Okupansi Hotel di Tiga Gili Turun 25 Persen

0
 Lalu Kusnawan (ekbisntb.com/dok)

Lombok(ekbisntb.com) – Okupansi perhotelan di kawasan wisata 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air) pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ini diproyeksi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Indikatornya, tingkat kunjungan pada Desember 2024 dibandingkan dengan Desember 2023 terdapat penurunan permintaan kamar hotel.

Over all (secara umum) lebih ramai tahun kemarin. Terdapat penurunan tidak signifikan, sekitar 25 persen,” ungkap Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, Senin 23 Desember 2024.

Menurutnya, di antara sejumlah penyebab turunnya okupansi adalah faktor cuaca. Bagi wisatawan mancanegara dan domestik, cuaca penyeberangan dari Bali ke 3 Gili sangat mempengaruhi.

Sedangkan penyebab lainnya, adalah kebijakan pemerintah yang menaikkan PPN menjadi 12 persen dinilai mendorong konsumsi jasa wisata dan hiburan. Kusnawan menilai, tidak sedikit masyarakat yang menunda libur ke luar daerah karena munculnya persepsi untuk saving atau berjaga-jaga agar kebutuhan pada awal tahun tidak tergerus oleh tingginya harga berbagai kebutuhan akibat kenaikan PPN.

“Ada beberapa isu yang membuat berita kenaikan PPN begitu cepat menyebar, sehingga banyak yang berpikir untuk lebih baik diam di rumah,” sambungnya.

Kusnawan melanjutkan, perbandingan over all kunjungan pada Desember tahun lalu dibandingkan Desember tahun ini, masih lebih bagus kunjungan tahun lalu. Oleh karenanya, Ia berharap Pemda Lombok Utara dapat melibatkan pelaku usaha pariwisata untuk mempelajari bersama pendekatan untuk meningkatkan jumlah kunjungan sepanjang 2025.

“Khususnya KLU, harus dipahami bagaimana pentingnya data base supaya kita tahu secara benar apa kendala, sebab masalah dan solusi yang harus diambil.  Kita tidak bisa hanya dengan mengira, tapi harus by data. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan pendekatan tepat, baik promosi maupun perencanaan oleh stakeholder,” terangnya.

Potret pariwisata pada 2025 mendatang disarankan Kusnawan, agar disikapi bersama. Jelang penerapan PPN 12 persen pada Januari mendatang, dampak kepada aspek ekonomi, sosial dan pariwisata sangat penting untuk dibahas.

Begitu pun dengan data base pariwisata, Ketua PHRI KLU ini memandang sangat penting bagi Pemda menggunakan momentum ini untuk memperlihatkan transparansi. Pemda hanya harus berani. Instansi teknis seperti Dishub dan KUPP Syahbandar Pemenang diminta untuk terbuka.

“Ini penting, bukan berarti kita mau mengusik ranah orang lain, tidak! Tetapi data base penting untuk menentukan strategi apa yang harus jalankan oleh Pemda untuk semua pihak.  Tidak bisa dipungkiri, kedatangan wisatawan paling tinggi ada di 3 Gili. Data base ini juga diperlukan oleh Polisi dalam hal renstra pengamanan, dari imigrasi untuk mengecek izin tinggal, maupun dari aspek pendapatan (PAD) pemerintah daerah,” tandasnya. (ari)

Dikes Catat 3.848 Kasus DBD di NTB

0
H.Hamzi Fikri (ekbisntb.com/dok)

KASUS Demam Berdarah Dangue (DBD) di Provinsi NTB hingga November 2024 tercatat sebanyak 3.848 kasus dengan kasus tertinggi terjadi di Lombok Barat sebanyak 913, diikuti Lombok Utara dengan 583 kasus, Sumbawa Barat dengan 544 kasus dan Mataram 530 kasus.

Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak tujuh kasus kematian yakni tiga di Kota Mataram, dua di Lombok Barat serta di Sumbawa barat dan Kota Bima masing-masing terjadi satu kematian akibat DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan DBD dengan memberikan imbauan kepada seluruh Kabupaten/kota melalui surat edaran Kepala Dinas tentang antisipasi peningkatan kasus dan potensi KLB DBD.

“Selain itu, Puskesmas melakukan larvasidasi di seluruh rumah yang disurvei dan di lingkungan sekitarnya. Puskesmas juga melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui kegiatan-kegiatan seperti posyandu, pertemuan di kantor desa dan sekolah-sekolah terkait dengan pencagahan DBD agar meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” ujar Lalu Hamzi Fikri kepada Ekbis NTB, Senin 23 Desember 2024.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Puskesmas gerak cepat dalam merespons setiap ancaman yang muncul di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) melalui tindakan penyelidikan epidemiologi kurang dari 1×24 jam.

Rekomendasi yang diberikan Dinkes NTB dalam penanganan kasus DBD yakni dengan meningkatkan deteksi dini kasus di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas, Klinik, RS) dengan memanfaatkan RDT NS1 yang sudah didistribusikan ke seluruh Kabupaten/Kota, melaksanakan surveilans ketat sampai peningkatan kasus berakhir. Salah satunya dengan melakukan surveilans vektor hingga mendapatkan nilai ABJ 100 persen selama minimal 3 minggu berturut-turut setwlah ditemukan kasus.

Selain itu, upaya pengendalian vektor dengan PSN 3M plus harus lebih digiatkan bersama dengan   melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan PSN tersebut dengan indikator Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95 persen.

Selain itu, meningkatkan dan memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) secara masif, melakukan survei vektor satu bulan sekali sesuai dengan Permenkes No.2 Tahun 2023 (100 rumah sesuai juknis) di wilayah lainnya, koordinasi lintas sektor (Pemda, Dinas Pendidikan, TNI/POLRI, LSM) dalam pelaksanaan PSN dan evaluasinya, peningkatan sensitivitas surveilans DBD baik terhadap kasus maupun vektornya.

Menurutnya, pencegahan dan pengendalian DBD dapat terus dilakukan melalui upaya promotif dan preventif, baik dengan edukasi secara langsung maupun tidak langsung melalui informasi di media sosial atau media informasi lainnya.

“Waspadai DBD dengan kenali fase awalnya yang mirip dengan flu, ditandai dengan rasa nyeri sendi, demam, sakit kepala hebat, hingga mual. Selain itu, timbulnya demam berat yang berlangsung dua sampai tujuh hari juga menjadi gejala DBD. Apabila merasakan gejala-gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pesannya.(ris)

Makanan Siap Saji Didistribusikan ke Korban Banjir Dompu

0
Dinas Sosial mendistribusikan logistik ke korban bencana banjir di Dompu (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bantuan logistik berupa makanan siap saji dan kebutuhan lainnya langsung didistribusikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten/Kota saat bencana terjadi. Seperti banjir yang melanda Dompu akhir pekan kemarin, sejumlah kebutuhan mendasar masyarakat didistribuskan oleh Dinsos Kabupaten Dompu.

Dari data yang diterima Ekbis NTB, bantuan logistik yang diterima bersumber dari dua yaitu APBN dan APBD. Logistik yang bersumber dari APBN, korban banjir di Kabupaten Dompu menerima  foodware, kasur, paket sandang, family kit, peralatan dapur keluarga, tenda gulung/terpal, dan selimut.

Sementara logistik yang bersumber dari APBD digunakan untuk pembelian air kemasan, nasi bungkus, beras, mukena, dan telur sarung yang kemudian diberikan kepada korban banjir di Dompu. Total anggaran yang sudah terdistribusi dari tanggal 19-20 Desember kemarin sebesar Rp74.444.050.

Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos NTB Iwan Gunawan mengatakan, selain logistik untuk Kabupaten Dompu, Dinsos Kabupaten/Kota lainnya juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana dengan jumlah yang berbeda-beda.

“Seperti Dinsos Sumbawa mendirikan dapur lapangan satu hari saja dengan distribusi sebanyak 1500 bungkus untuk tiga kecamatan Alas, Alas Barat dan Buer,” kata Iwan, Senin 23 Desember 2024.

Untuk diketahui, banjir yang menerjang Kabupaten Dompu menyebabkan 3.766 kepala keluarga dari tiga kecamatan terdampak. Sejak Kamis pekan lalu 19 Desember 2024, mereka menjadi korban banjir. Bencana itu terjadi pasca naiknya intensitas hujan dan meluapnya air sungai di wilayah Kabupaten Dompu.

Selain di Dompu, banjir juga terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), namun demikian banjir di daerah tersebut dianggap tidak terlalu parah, sehingga Dinsos dan relawan Tagana bersifat pemantauan atau tidak ada asesmen khusus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Dr. H Ahsanul Khalik mengatakan, jauh sebelum banjir melanda beberapa wilayah di NTB akibat cuaca ekstrem ini, pihaknya sudah mengisi gudang-gudang di Dinsos Kabupaten/Kota sebagai bagian dari antisipasi.

“Gudang logistik Dinas Sosial Kabupaten/Kota kita isi sebelum terjadi bencana, sebagai langkah antisipasi kemungkinan yang tidak kita inginkan, sehingga mempercepat penanganan atau pemberian bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak,” kata Ahsanul Khalik.

Ia mengatakan, sejumlah logistik yang ada di gudang Dinsos Kabupaten/Kota seperti makanan siap saji, kasur, tenda gulung, kids ware, selimut, family kit, tenda keluarga portabel, peralatan dapur keluarga dan makanan anak. Jika pun di Kabupaten/Kota kekurangan logistik, maka mereka akan segera melapor ke Dinsos Provinsi NTB untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Kalau kurang atau habis, Dinas Sosial Kabupaten/Kota lapor dan kita tangani dengan langsung distribusi bantuan juga, serta mengisi kembali gudang Dinsos Kabupaten/Kota sesuai persediaan yang kita miliki,” ujarnya.

Terkait dengan bahan pokok seperti beras, Dinas Sosial juga sudah siap dan akan distribusikan jika Dinsos Kabupaten/Kota mengajukan. “Dan kita pelajari urgensi kebutuhan akan beras tersbut, misal area pemukiman terendam sampai dua hari atau lebih sehingga aktivitas masyarakat terganggu, maka langsung kita keluarkan beras dan tinggal ambil di gudang Bulog setempat,” imbuh Dr Aka.(ris)

Kunjungi Lotara Jelang Nataru, Kapolda NTB Salurkan Bantuan Sosial

0
Kapolda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., Sabtu 21 Desember 2024 melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan kepada lansia (lanjut usia) dan masyarakat penerima manfaat di wilayah hukum Polres Lotara. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kapolda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., Sabtu 21 Desember 2024 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Utara (Lotara). Dalam kunjungannya itu, Kapolda melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan kepada lansia (lanjut usia) dan masyarakat penerima manfaat di wilayah hukum Polres Lotara.

Bertempat di Polres Lombok Utara, Jalan Selelos, Genggelang, acara yang berlangsung mulai pukul 09.30 Wita itu bertujuan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat kurang mampu, terutama yang membutuhkan perhatian di akhir tahun.

Irjen. Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K. yang dilantik  pada 20 September 2024 mengemban amanat sebagai Kapolda NTB itu, dalam sambutannya menyampaikan jika kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen Polri, dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.

‘’Ini adalah bagian dari misi Polri untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami harap bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi motivasi untuk terus bangkit,’’ ungkapnya.

Pria kelahiran Selong, 8 Desember 1967 itu juga menyampaikan imbauan agar masyarakat selalu menjaga solidaritas dan keamanan di lingkungan masing-masing, terlebih menjelang akhir tahun. ‘’Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung program pemerintah, khususnya dalam menciptakan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat,’’ katanya.

Acara itu mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian Polri. “Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang,” ujar seorang ibu yang namanya tidak ingin dimediakan.

Kegiatan itu diharapkan menjadi inspirasi untuk terus membangun sinergi antara Polri dan masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai. (r)

Eznet by Telkomsel Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat akan Internet Terjangkau

0
Telkomsel meluncurkan EZnet sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan layanan internet kabel berbasis fiber optik dengan kecepatan tinggi(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Telkomsel meluncurkan EZnet sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan layanan internet kabel berbasis fiber optik dengan kecepatan tinggi. Produk terbaru dari Telkomsel ini menawarkan harga yang terjangkau untuk semua kalangan. Kemudahan pemasangan EZnet, yang hanya membutuhkan modem atau perangkat yang mendukung jaringan Telkomsel, menjadikannya pilihan tepat untuk layanan internet rumah yang mudah dan hemat biaya.

EZnet by Telkomsel hadir dengan harga Rp 150.000 per bulan (belum termasuk PPN) untuk wilayah Jawa, Bali, dan Mataram. Sementara itu, untuk wilayah Sumbawa Barat, Sumbawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur, pelanggan dapat menikmati internet rumah dengan kecepatan 10 Mbps (Fixed Broadband) seharga Rp 170.000 per bulan, sudah termasuk biaya sewa modem. Dalam rangka mempercepat pemerataan akses internet, Telkomsel juga menawarkan promo harga khusus untuk biaya pemasangan baru (PSB) sebesar Rp 100.000 bagi pelanggan baru hingga 31 Januari 2025.

General Manager Consumer Business Region Bali Nusra, Mulyadi Indra, mengatakan, “Layanan internet berbasis mobile broadband ini dirancang untuk memberikan pengalaman internet yang cepat, stabil, dan mudah diakses, bahkan di wilayah dengan tantangan geografis sekalipun. Dengan harga yang kompetitif mulai dari Rp 150.000 per bulan, kami berharap EZnet dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Mudahnya pemasangan yang hanya membutuhkan perangkat modem juga menjadikan EZnet pilihan praktis bagi pelanggan.”

Pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan EZnet di GraPARI terdekat dengan memberikan nomor telepon rumah atau ID internet, atau menggunakan berbagai saluran pembayaran, seperti aplikasi LinkAja, kantor pos, Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA, Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Alfamart, Indomaret, Gopay, Ovo, dan bank-bank lainnya.

“Kecepatan internet sangat baik dan stabil, serta harganya terjangkau, terutama bagi kami yang tinggal di desa. Pelayanan sangat responsif, keluhan atau masalah langsung direspon, dan dalam waktu 24 jam sudah ada tanggapan. Kami berharap layanan ini dapat terus ditingkatkan,” ujar Wayan Widiarsa, salah satu pelanggan dari Desa Sembiran yang menggunakan EZnet.

“Saya sangat puas menggunakan EZnet, koneksinya selalu lancar tanpa gangguan. Semoga Telkomsel terus mempertahankan kualitas jaringan dan pelayanan EZnet ke depannya,” ujar Nurul Hidayati, seorang ibu rumah tangga di Lombok Barat.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dan antusiasme masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Bapak Wayan Widiarsa dari Desa Sembiran, yang merasa puas dengan kualitas layanan EZnet. Ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas akses ke wilayah-wilayah baru. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mencoba EZnet dan merasakan pengalaman internet rumah yang andal, mudah, dan terjangkau. Kami juga siap mendukung pelanggan melalui berbagai kanal pembayaran dan layanan pengaduan yang telah kami sediakan,” pungkas Mulyadi. (bul)

Target Musim Tanam Pertama di Lombok Tengah 52 Ribu Hektare 

0
M Kamrin(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, menyatakan luas tanam pada musim tanam pertama 2025 ditargetkan bisa mencapai 52 ribu hektare.

“Target luas tanam pertama pada musim hujan ini mencapai 52 ribu hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah M Kamrin di Lombok Tengah, Senin.

Ia mengatakan meskipun saat ini puncak musim hujan telah mulai, namun belum semua are lahan pertanian telah ditanami padi, karena saat ini para petani sedang mulai melakukan persiapan musim tanam atau persemaian dan ada beberapa petani yang telah mulai melakukan penanaman padi.

“Hujan ini belum merata, sehingga belum semua area persawahan ditanami padi. Petani sedang melakukan persiapan musim tanam,” katanya.

Ia mengatakan untuk target luas tanam 2025 per tahun itu mencapai 96 ribu hektare dan realisasi luas tanam 2024 itu telah melampaui target yakni mencapai 97 ribu hektare per tahun baik itu musim tanam pertama, kedua dan musim tanam ketiga.

Kemudian untuk target perluasan area tanam melalui program pompanisasi itu mencapai 13 ribu hektare, namun yang telah direalisasikan saat ini mencapai 6 ribu hektare.

“Program perluasan area tanam ini untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi sebanyak 4.493 ton menjelang musim tanam 2024-2025.

“Menjelang musim tanam pada akhir 2024 ini, Lombok Tengah dapat tambahan pupuk bersubsidi jenis urea yang sebelumnya 23.573 ton sekarang menjadi 26.067 ton dan NPK menjadi 22.909 ton,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan di Dinas Pertanian Lombok Tengah Zaenal Arifin.

Ia mengatakan total kuota pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 13.758 ton dan pupuk bersubsidi jenis NPK sebanyak 9.731 ton, sehingga total pupuk bersubsidi sebanyak 23.489 ton di 2024.

Saat Menteri Pertanian datang ke Lombok kami mendapatkan lagi alokasi tambahan untuk urea yang awalnya hanya 13.758 menjadi 23.573 ton dan NPK dari 9.731 ton menjadi 20.910 ton.

“Kami kembali mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi untuk jenis urea sebanyak 2.495 ton dan jenis NPK sebanyak 1.999 ton, sehingga total tambahan kedua ini sebanyak 4.493 ton,” katanya.

Ia mengatakan sehingga jika melihat adanya tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada para petani ini, maka tidak ada kata tidak ada untuk masyarakat di lapangan, karena sampai 96 persen alokasi pupuk yang diterima sudah sesuai dengan kebutuhan E-RDKK.

“Karena di E-RDKK ada 26.975 ton kebutuhan kalau urea ini dan saat ini serapan di lapangan antara 50 sampai 60 persen. Artinya masih aman untuk musim tanam pertama 2025,” katanya. (ant)

Indosat Pastikan Keseruan Liburan Natal dan Tahun Baru 20024/2025 di Lombok

0
Pengecekan agar jaringan stabil selama momen liburan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang momen liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) hadir untuk memastikan liburan tetap seru, serta tetap nyaman berselancar di media sosial. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indosat telah mengoptimalkan jaringan di lebih dari 15.731 lokasi prioritas dan meningkatkan kapasitas di 415 titik strategis mencakup tempat ibadah, bandara, stasiun kereta api, dan tempat wisata untuk memastikan pelanggan dapat menikmati jaringan yang stabil. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan trafik data yang diproyeksikan meningkat sekitar 16,58% dibandingkan dengan trafik rata-rata harian.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan, fokus Indosat adalah memastikan pelanggan tetap dapat menikmati layanan terbaik kapan saja dan dimana saja, terutama saat merayakan momen spesial bersama keluarga.

“Untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital terbaik dengan berbagai persiapan konektivitas agar pelanggan dapat berkomunikasi dan menikmati hiburan yang nyaman. Seluruh upaya ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Guna memastikan jaringan stabil selama momen liburan, Indosat telah mengoptimalkan layanannya melalui dukungan Digital Intelligence Operations Center (DIOC). DIOC berfungsi untuk memonitor dan menjaga performa jaringan secara real-time, memastikan pengalaman digital yang mengesankan bagi pelanggan setiap hari selama 24 jam penuh.

Indosat telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga 33% dibandingkan rata-rata harian untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama Nataru 2024/2025. Berkaca dari tahun lalu, trafik diproyeksikan meningkat seiring tingginya penggunaan aplikasi populer seperti WhatsApp, TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube, serta game online seperti Mobile Legends, Roblox, dan PUBG. Kenaikan trafik data terbesar diprediksi terjadi di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jabotabek, Jawa non-Jabotabek, dan Bali Nusra, yang menjadi destinasi favorit masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.Optimalkan Kapasitas Jaringan pada 21 BTS untuk Dukung Destinasi Wisata Prioritas di NTB.

Di wilayah Nusa Tenggara Barat proyeksi lonjakan trafik data akan meningkat sekitar 5,1%, yang diperkirakan paling tinggi terjadi di daerah Gili Trawangan, Senggigi, dan Mandalika. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Indosat telah mengoptimalkan 6 Point of Interest (POI) yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat di masa libur perayaan Natal dan Tahun Baru, seperti diantaranya Gili Trawangan, Pelabuhan Lembar, Pantai Senggigi, Terminal Mandalika, Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, hingga Islamic Centre.

Optimalisasi ini mencakup penguatan kapasitas dan performa jaringan di 21 BTS. Upaya ini dilakukan untuk menjamin pelanggan dapat menikmati pengalaman digital tanpa gangguan, baik untuk bersilaturahmi secara virtual, berbagi momen kebahagiaan, maupun mengakses layanan digital lainnya.

Selain penguatan jaringan, Indosat juga mengaktifkan Command Center selama 24 jam yang terletak di Kantor Indosat Gatot Subroto Denpasar dan akan beroperasi mulai 24 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, didukung oleh Network Operation Center berbasis AI/ML (Artificial Intelligence/Machine Learning) dan otomasi. Teknologi ini digunakan untuk memantau ketersediaan dan kualitas jaringan secara berkala di masa liburan Nataru.

Menutup Tahun dengan Berbagai Promo Untuk Pelanggan dan Program Berbagi Kebaikan.

Selain memastikan kualitas layanan dan jaringan terbaik, Indosat juga berbagi kebahagiaan dan menebar kehangatan untuk masyarakat termasuk kepada 1.000 anak yatim di seluruh Indonesia. Momentum penuh kasih untuk berbagi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Indosat di bawah pilar Filantropi. Dengan mengusung tema ‘Indosat Berbagi Kasih’ inisiatif ini menjadi penutup dari rangkaian bulan berbagi Indosat sepanjang Desember 2024.

Tidak hanya itu, Indosat juga turut memberikan berbagai kebahagiaan untuk pelanggan setia IM3, Tri dan HiFi di seluruh Indonesia dengan berbagai promo menarik. Pelanggan IM3 dapat menikmati Freedom Internet Baru dengan kuota yang makin besar di jaringan yang luas dan stabil. Sementara untuk pelanggan Tri, penawaran program khusus akhir tahun Wondercember dapat dinikmati di aplikasi bima+, dengan berbagai hadiah spesial mulai dari kuota, e-wallet, gadget, hingga motor listrik. Informasi terkait promo dapat diakses melalui http://bimaplus.tri.co.id/Wondercember. Untuk pelanggan internet, nikmati promo Akhir Tahun Indosat HiFi yang menawarkan speed booster up to 150Mbps dan hemat sampai 30% selama 3 bulan.

“Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan merupakan bentuk nyata kami untuk mendukung kebutuhan digital pelanggan, terutama pada momen perayaan yang semakin bergantung pada konektivitas. Kami ingin agar pelanggan dapat merasakan pengalaman digital yang seamless, baik saat berbagi momen indah di media sosial, terhubung dengan keluarga dan kerabat, atau bermain game online favorit mereka,” tutup Vikram.

Layanan pelanggan tersedia melalui saluran official WhatsApp untuk IM3 (08551000185) dan Tri (08999800123), aplikasi myIM3 dan bima+, Twitter (@IndosatCare dan @3CareIndonesia), serta email (cs@im3.id dan 3Care@three.co.id.).(r/bul)

PMI Asal Lombok Barat Meninggal Dunia di Malaysia, Keluarga Memohon Bantuan Pemulangan Jenazah

0
PMI Asal Lombok Barat Meninggal Dunia di Malaysia(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabar duka datang dari Pekerja Migrant Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, Ramli Ahmad, warga asal Desa Batu Putih, Dusun Mekarsari, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, meninggal dunia di bedeng tempatnya bekerja di wilayah Tranganu, Malaysia.

Jenazah almarhum saat ini telah dibawa oleh pihak kepolisian Malaysia ke rumah sakit di wilayah Tranganu untuk penanganan lebih lanjut. Almarhum bekerja di PT. Perimadaya, Ladang RISDA.

Keluarga almarhum memohon bantuan kepada pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah daerah Lombok Barat, untuk membantu proses pemulangan jenazah ke tanah air agar dapat dimakamkan di kampung halamannya di Desa Batu Putih.

Untuk informasi dan koordinasi lebih lanjut, keluarga dapat dihubungi melalui kontak berikut: Keluarga di Malaysia: +60138571066 atau Keluarga di Indonesia: 087784253809.

“Kami berharap besar agar pemerintah atau pihak yang berwenang dapat membantu memulangkan jenazah almarhum. Atas perhatiannya, kami haturkan terima kasih,” ujar salah satu anggota keluarga.(bul)

Berlakunya Opsen PKB di NTB Relatif Tak Mempengaruhi Jumlah Pajak yang Harus Dibayar

0
Hj. Eva Dewiyani (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Isu publik terkait naiknya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tengah banyak diperbincangkan belakangan ini. Isu ini mencuat lantaran akan diterapkannya opsen PKB mulai tanggal 5 Januari 2025.

Lalu benarkah isu ini? Dan bagaimana penerapannya di Provinsi Nusa Tenggara Barat?

Kepala Bappenda Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, menjelaskan bahwa Opsen PKB dan Opsen BBNKB memang akan diberlakukan. Namun hal ini tidak serta merta menjadikan nilai PKB dari kendaraan menjadi naik.

Menurut penjelasannya, opsen merupakan tambahan atas pokok pajak. Dalam hal PKB, opsen yang diberlakukan sebesar 66 persen dari pokok pajak terhutang. Akan tetapi sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, mengamanatkan agar tambahan opsen ini agar tidak menjadi beban masyarakat.

“Untuk itu, kita Provinsi NTB telah menurunkan tarif pajak kendaraan, yang awalnya 1,7 persen kini menjadi 1,025 persen dari nilai jual kendaraan bermotor. Dengan adanya penurunan ini maka tambahan atas opsen PKB tidak akan mempengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak,” terang Hj. Eva.

Lanjutnya, Opsen ini sebenarnya adalah untuk memperkuat keuangan pemerintah kabupaten/kota. Dari yang awalnya dengan pola dana bagi hasil dari Pemprov NTB ke kabupaten/kota setiap triwulan, kini langsung di split ke RKUD masing-masing pemerintah daerah berdasarkan potensi kendaraan yang ada di wilayah masing-masing.

“Jadi tidak ada kenaikan pajak kendaraan sama sekali. Jumlah pembayarannya relatif sama menyesuaikan dengan NJKB,” tegas Kepala Bappenda Provinsi NTB.

Sementara untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan baru tarifnya juga turun menjadi 9 persen dari semula 15 persen. Sedangkan untuk kendaraan yang berpindah tangan kedua karena jual beli, hibah dan yang semisalnya dibebaskan dari BBNKB.

“Semoga dengan adanya penghapusan BBNKB kepemilikan kedua dan seterusnya bisa meringankan masyarakat untuk dapat melakukan balik nama kendaraan”, tutup Hj. Eva.(bul)

Okupansi Hotel di NTB Menurun Meski Momentum Natal dan Tahun Baru

0
Salah satu kegiatan di hotel di Mataram(ekbisntb.com/ganesa.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat penurunan signifikan tingkat okupansi hotel di wilayah tersebut. Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi saat ini hanya mencapai 70 persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Sekarang baru 70 persen (okupansi), mungkin ini karena faktor cuaca ekstrem dan daya beli masyarakat yang menurun. Bisa jadi juga ada efek dari Pilpres dan Pilkada yang membuat daya beli menurun seperti ini,” kata Wolini di Mataram, Senin, 23 Desember 2024.

Wolini menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang belakangan terjadi turut memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke NTB pada momentum natal tahun 2024 dan tahun baru 2025. “Cuaca yang ekstrem berpengaruh ke kunjungan, dan membuat beberapa hotel tidak menaikkan harga kamar. Ini berpengaruh pada pendapatan,” ujarnya.

Menurut data PHRI, hotel-hotel yang memiliki lokasi strategis di tepi pantai seperti di Senggigi dan Kuta mencatat tingkat okupansi lebih baik. Namun, untuk hotel-hotel di kawasan perkotaan, tingkat okupansi hanya mencapai 40-50 persen.

“Jika dibandingkan dengan momen Natal dan Tahun Baru tahun lalu, tahun ini jauh menurun. Pada tahun sebelumnya, pesanan kamar pada periode yang sama saat ini sudah mencapai 100 persen,” tambahnya.

Selain faktor cuaca dan daya beli, kebijakan pemerintah untuk mengurangi kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) disebut Wolini turut mempengaruhi menurunnya okupansi hotel.

“Ketika MICE dikurangi, itu sangat berpengaruh. Banyak kegiatan yang tadinya dijadwalkan di hotel dibatalkan begitu pengumuman pemerintah keluar,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, pengelola hotel mencoba strategi untuk menarik wisatawan dengan memberikan diskon dan promosi.

“Kami harus menurunkan harga kamar, memberikan diskon, dan banyak melakukan promosi. Destinasi wisata juga perlu dibenahi untuk meningkatkan daya tariknya,” imbuh Wolini.

Namun, langkah tersebut tidak tanpa tantangan. Wolini menyoroti kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024 yang mengalami kenaikan juga turut memberikan tekanan pada operasional hotel. “UMP sekarang naik, jelas akan mengurangi tenaga kerja. Biasanya hotel mempekerjakan 20 karyawan, tapi sekarang dikurangi menjadi 10 karyawan. Ini dilema yang mau tidak mau harus dihadapi,” paparnya.

Ke depan, PHRI bersama para pengelola hotel akan terus mengevaluasi strategi operasional dan pemasaran.

“Kami harus menyepakati program-program baru yang lebih efektif. Kalau kita naikkan harga sementara wisatawan sedikit, itu malah akan kontraproduktif. Lebih baik kita menetapkan harga yang terjangkau agar tetap ada wisatawan,” tutup Wolini.

Penurunan okupansi hotel ini menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata NTB yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Perlu sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengembalikan daya tarik wisata NTB, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi.(bul)