Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 450

Selama Nataru, Rata-rata 7.170 Penumpang Pesawat Bergerak di Bandara Lombok Sehari

0
Penumpang Pesawat di Bandara Lombok(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 sejak 18 Desember 2024 hingga 31 Desember 2024 mencapai 100.381 penumpang atau rata-rata 7.170 penumpang per hari.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang berjumlah 92.652 penumpang, terjadi peningkatan pergerakan penumpang sebesar 8 persen.

General Manager Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono mengatakan, pada Rabu, 1 Januari 2024, pesawat Citilink QG670 dari Surabaya menjadi yang pertama tiba di Bandara Lombok pukul 07.53 WITA mengawali tahun baru.

“Kami berharap di tahun 2025 ini penerbangan dari dan menuju Lombok semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, penumpang pesawat terakhir yang berangkat dari Bandara Lombok Selasa, 31 Desember 2024 malam AirAsia nomor penerbangan QZ643 tujuan Kuala Lumpur. Pesawat jenis Airbus A320 dengan kode registrasi PK-AZE yang membawa 170 penumpang ini lepas landas dari Bandara Lombok pada pukul 20.09 WITA.(bul)

PPN 12 Persen Batal, Pemprov NTB : Jangan Ada Pengusaha Naikkan Harga Barang

0
Baiq. Nelly Yuniarti(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah membatalkan rencana kenaikan pajak (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen, terkecuali untuk item-item tertentu.

Dengan pembatalan kenaikan PPN ini, Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi NTB akan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dan pengawasan di lapangan terhadap pelaku-pelaku usaha/perusahaan yang terindikasi menaikkan harga barang dengan alasan kenaikan tarif PPN.

“Karena hari ini sedang libur, pengawasan lapangan akan kita lakukan setelah libur ini. jangan sampai ada pelaku usaha yang mengambil langkah duluan (menaikkan harga). Karena aturan sudah dicabut,” ujar mantan Penjabat Bupati Dompu ini, Rabu, 1 Januari 2025.

Nelly menegaskan, akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pimtu (DPM-PTSP) selaku otoritas yang menerbitkan izin usaha.

“Sambil kita lihat, kalau ada yang menaikkan harga, kita akan lakukan teguran. Kalau sampai Februari nanti masih saja harga dinaikkan, akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, pada laman media sosial Menteri Keuangan, Sri Mulyani disampaikan, Presiden Prabowo Subianti menghadiri rapat Tutup Kas APBN 2024 dan launching Core Tax di Kementerian Keuangan.

Presiden mengumumkan mengenai kebijakan PPN sesuai amanat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan UU 7/2021.

(1) Seluruh barang dan jasa yang selama ini menikmati bebas PPN – tetap bebas PPN (atau PPN 0%) – sesuai PP 49/2022

(2) Seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenakan PPN 11% – tidak mengalami perubahan ppn yang dibayar (artinya tidak ada kenaikan PPN dan tetap membayar PPN 11%)

(3) Barang mewah yang dikenakan PPN 12% adalah barang yang saat ini dikenakan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang diatur dalam PMK 15/2023 dan PMK 42/2022 – seperti : Pesawat pribadi, Kapal Pesiar , Yacht, Rumah/apartemen/kondominiun mewah dengan harga diatas Rp30 miliar, kendaraan bermotor mewah.

(4) Seluruh paket stimulus untuk masyarakat dan insentif perpajakan yang diumumkan Menko Perekonomian tanggal 16 Desember 2024 tetap berlaku, yaitu : Bantuan beras 10 kg per bulan Januari-Februari 2025, bagi 16 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Pelanggan listrik dengan daya 2200 VA atau lebih rendah, diberikan diskon listrik sebesar 50% selama Januari-Februari 2025. PPh final 0,5% dari omzet dan UMKM dengan omset di bawah Rp500juta/tahun dibebaskan PPh. PPh pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan gaji sampai dengan Rp10juta/bulan.

Pembiayaan industri padat karya untuk revitalisasi mesin dengan subsidi bunga 5%. Bantuan sebesar 50% Jaminan kecelakaan kerja pada sektor padat karya selama 6 bulan. Kemudahan mengakses Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Insentif kendaraan mobil listrik dan pembelian rumah.(bul)

Celebrity X Cruise Jadi Kapal Pesiar Pertama yang Masuk Lombok di Tahun 2025

0
Ketua BPPD NTB, Sahlan menyambut kedatangan wisatawan yang dibawa oleh kapal pesiar.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 24 kapal pesiar dari berbagai negara dijadwalkan singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Mengawali tahun baru, Rabu, 1 Januari 2025, Lombok kedatangan wisatawan perdana kapal pesiar Celebrity X Cruise, dengan sekitar sekitar 2.300 wisatawan mancanegara yang turun dari jumlah 3.500 penumpang cruise.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan, secara langsung menyambut para wisatawan dengan tradisi khas Lombok, yaitu pengalungan selendang dan tarian Gendang Beleq “Welcome to Lombok and Sumbawa. Enjoy our destination,” ucap Sahlan kepada wisatawan.

Sahlan menyatakan bahwa kehadiran kapal pesiar ini adalah angin segar bagi Sektor pariwisata kita. Sekaligus langkah strategis dalam mempromosikan keindahan dan keunikan budaya Lombok ke kancah internasional.

Selain itu, kedatangan kapal-kapal pesiar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai destinasi cruise, Sahlan menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan keramahan masyarakat dalam menyambut wisatawan.

“Jika kualitas menurun, minat kapal pesiar untuk singgah di Lombok bisa berkurang. Untuk itu kita bersama-sama dengan pemerintah terus melakukan pembenahan dan penambahan destinasi agar ssupaya destinasi Lombok dan Sumbawa semaking unggul parameternya adalah tingginya kunjungan wisatawan,” tegas Sahlan.

Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah bersama pelaku pariwisata telah menyiapkan berbagai paket wisata. Wisatawan dapat menikmati tur budaya, kuliner khas Lombok, hingga petualangan alam ke destinasi unggulan seperti Desa Sade, Pantai Senggigi, dan Gili Trawangan.

Dengan kedatangan 24 kapal pesiar sepanjang 2025, Lombok diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal sehingga Lombok dan sumbawa menjadi Destinasi Mendunia.

Sementara itu, Heri, perwakilan dari Representative Tour Asia dan Lombok Paradise, mengapresiasi kesediaan Ketua BPPD untuk menyambut langsung para wisatawan.

“Kapal pesiar seperti ini memiliki potensi besar untuk mendatangkan perputaran ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata, transportasi, dan UMKM,” ungkap Heri.(bul)

Disparekraf KSB Dorong Desa Kembangkan Potensi Wisata

0
Nurdin Rahman(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Untuk menggeliatkan sektor pariwisata daerah semua pihak dapat mengambil bagian. Tak terkecuali pemerintah desa (Pemdes) yang dianggap dapat menjadi motor penggerak terciptanya destinasi-destinasi wisata baru.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman mengatakan, pihaknya mendorong agar seluruh desa mengeksplorasi potensi wisata yang ada di wilayahnya. “Kami meyakini bahwa setiap desa punya potensi. Karena itu kami mengajak desa-desa untuk bergerak bersama mengeksplor potensinya itu,” katanya, Senin 30 Desember 2024.

Jika selama ini masyarakat hanya mengenal wisata bahari karena umumnya di NTB dan khususnya KSB memiliki sejumlah pantai yang sudah dilirik wisatawan untuk kegiatan berselancar. Menurut Nurdin, destinasi wisata ada beragam jenisnya dan KSB memiliki beberapa diantaranya selain pantai.

Ia mengatakan, berdasarkan jenisnya potensi wisata di KSB ada yang berupa wisata budaya, wisata ziarah, wisata cagar alam hingga wisata perkebunan. “Yang saya sebut-sebut itu kita punya potensinya. Cuma memang ada yang sudah disentuh tapi belum maksimal dan ada yang belum sama sekali,” urainya.

Untuk wisata budaya, Nurdin mencontohkan, pemerintah selama ini telah mencanangkan desa Mantar di kecamatan Poto Tano. Sementara tujuan wisata ziarah dan cagar alam berada di desa Seran kecamatan Seteluk dengan keberadaan kompleks makam Datu Seran di wilayah tersebut.

“Kalau wisata perkebunan kita punya desa Rarak Ronges di Brang Rea dengan kebun kopi warganya. Dan ini sebenarnya sudah terkenal juga. Hanya perlu dikelola lebih maksimal lagi,” kata Nurdin.

Terhadap potensi-potensi wisata itu, desa harus dapat menjadi pionir untuk pengembangannya. Nurdin mengatakan, beberapa pihak sejauh ini sudah melirik potensi wisata tersebut untuk dikembangkan. Akan tetapi agar lebih efektif diperlukan keterlibatan desa secara pro aktif.

“Makanya kami mendorong desa untuk pro aktif menggali potensi wisatanya atau kalau sudah ada mulai dikelola dengan baik,” paparnya.

Menurut Nurdin, eksistensi desa mengelola potensi wisatanya diperlukan karena desa bisa menjadikannya sumber pendapatan. Di sejumlag daerah, sudah banyak desa yang telah berhasil memanfaatkan potensi wisatanya sebagai sumber pendapatan keuangan desa.

“Kita ingin desa mengelola wisatanya sendiri dengan melibatkan warganya,” tukas Nurdin seraya menambahkan pencanangan desa wisata di KSB harus juga diinisiatifi oleh pemerintah kabupaten.

“Kami (Disparpora) sedang mengusulkan ke DPRD lewat komisi teknis agar mendukung kami membuat program desa wisata sebagaimana yang dilakukan provinsi selama ini,” imbuh mantan Kepala BPKAD KSB ini. (bug)

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Moyo Hilir Berpotensi Gagal Tanam

0
Toni Hamdani(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Sedikitnya sekitar 900 hektar lahan pertanian di Kecamatan Moyo Hilir berpotensi mengalami gagal tanam di musim hujan tahun 2024 akibat saluran irigasi yang berada di wilayah tersebut mengalami kerusakan.

“Berdasarkan informasi beberapa minggu lalu ada 900 hektare yang berpotensi gagal tanam dan kami terus berupaya memperbaiki saluran tersebut agar bisa digunakan petani, ” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) kepada Suara NTB melalui Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha, Toni Hamdani, kepada Ekbis NTB, Senin 30 Desember 2024.

Toni pun meyakinkan, pihaknya tetap akan melakukan kordinasi lebih lanjut ke BPP Kecamatan Moyo Hilir untuk mempercepat proses perbaikan terhadap saluran tersebut. Berdasarkan informasi terkini saat ini perbaikan terus dilakukan dengan harapan saluran tersebut bisa segera digunakan.

“Kami tetap akan memberikan atensi terkait saluran tersebut dengan harapan petani tidak mengalami gagal tanam,” ucapnya.

Diakuinya, memang perbaikan terhadap saluran irigasi ini harus menjadi prioritas untuk diselesaikan. Jika tidak, maka akan berdampak pada gagal tanam apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Rata-rata saluran irigasi kita banyak yang sudah mengalami sedimentasi sehingga butuh penanganan lebih lanjut agar petani bisa melakukan penanaman,” ujarnya.

Disinggung terkait luas lahan yang mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi di wilayah setempat, Toni meyakinkan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan. Kendati demikian, pihaknya tetap meminta kepada petugas di lapangan untuk tetap melakukan pemantauan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami (lahan pertanian rusak akibat banjir), tetapi kami sudah menginstruksikan kepada petugas lapangan untuk tetap melakukan pemantauan,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada para petani untuk tetap mempedomani jadwal tanam yang telah ditetapkan. Hal tersebut dilakukan untuk menekan terjadinya gagal panen akibat pola tanam yang salah sehingga para petani yang paling dirugikan nantinya.

“Jadwal tanam yang telah ditentukan harus dipedomani dengan baik, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan nantinya bisa diminimalisir termasuk gagal panen,” tukasnya. (ils)

DPRD Minta Program Pembelian Beras Petani Dilanjutkan

0
H. Jumahir dan H. Khalid (ekbisntb.com/ist/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – DPRD Lombok Barat (Lobar) mendorong Pemkab Lobar melanjutkan program pembelian beras petani yang mandiri sejak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, program ini dinilai mampu memberikan kepastian atau jaminan akses pasar bagi petani. Yang perlu difikirkan Pemkab, terkait harga beras yang dibeli dari petani agar tidak merugikan petani ataupun memberatkan kalangan ASN.

Anggota DPRD Lobar H. Jumahir menyampaikan program pembelian beras oleh ASN ini perlu dilanjutkan lagi. Karena OPD teknis ini mendorong pelaku ekonomi entah itu petani selama ini hanya sampai pada bagaimana komoditas tersebut sampai pada peningkatan produksi saja.

“Tatkala sampai pada pemasaran belum ada solusi yang ditawarkan, khusus kepada petani inilah Jalan, solusinya (melalui pembelian beras oleh Pemkab),” kata politisi Golkar ini, kemarin.

Sebab beras yang ni kebutuhan dasar yang sehari-hari diperlakukan, dan bisa dibeli dimanapun, baik oleh pegawai maupun non pegawai yang butuh beras. Yang jadi pembanding, lanjut dia, sebelumnya ada program PNS terima beras, namun berhenti, karena faktor kualitas yang tidak bagus.

Kadang itu terkesan dipaksakan, ASN membeli beras tersebut lalu menjualnya untuk beli beras yang kualitas lebih baik. “Karena itu pemikiran kita, toh dia beli beras selama harga terjangkau dan kualitas memadai kenapa tidak kita berdayakan petani kita, di samping terjawab pemerintah bisa menciptakan pasar,”terangnya.

Karena itulah menurut program ini perlu dilanjutkan. Perihal harga, menurutnya bisa saja dipatok spek berkualitas dengan rate harga  Rp12,5 ribu.  Itupun kalau diambil 10 kilogram per ASN per bulan. Ketika dilaksanakan program ini menyasar ASN di luar guru, itu bisa mencapai 30 ton per bulannya. Kalau diakomodir ASN guru, maka bisa mencapai 70 ton per bulan yang bisa diambil beras petani.

Menurutnya, Pemkab perlu memikirkan untuk kesinambungan program ini kerja sama dengan petani atau poktan untuk menanam padi 1.000 hektar, bisa disasar beberapa daerah tertentu. “Itu pemikiran saya, sehingga itu bisa berkesinambungan dengan harga yang telah disepakati,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Lobar H. Khalid menerangkan, soal komitmen kelanjutan program ini, karena dianggap membantu petani dan berupaya agar program ini bisa berjalan.

Namun demikian mempertimbangkan juga untung rugi dari petani. Termasuk bagi konsumen atau ASN yang membeli tidak terlalu diberatkan soal harga.

Diakui, progam kebijakan Pemkab Lobar untuk pembelian beras dari petani bagi para ASN lingkup Pemkab setempat macet alias tidak jalan. Program yang diberlakukan sejak dua tahun terakhir (2022-2023) tersebut tak berlanjut lantaran kendala kesepakatan harga beras.

Program pembelian beras petani oleh ASN memang tidak jalan sejak tahun ini. “Tahun ini belum jalan,” kata mantan Sekdis Pariwisata ini.

Dikatakan, harga menjadi salah satu kendala pembelian beras petani. “Karena begitu mau sepakat harga berubah dengan cepat, misalnya Rp12 ribu per kilogram, naik jadi Rp13 ribu, sehingga itu belum berani kita sepakati,”kata Khalid.

Harga beras belum sepakat antara Pemkab Lobar atau pihak Koperasi Tripat dengan kelompok tani penyedia beras, karena perubahan harga yang terlalu cepat. Sebab jika disepakati dengan harga awal, kemudian berubah tentu tidak ada yang akan menalangi kekurangan dari harga ke petani tersebut. Akibat kekhawatiran perubahan harga inipun, piihak dinas belum berani memfasilitasi antara kelompok tani dengan koperasi terkait hal ini. Sebab saat ini  saja harga beras per kilogram berkisar Rp15-16 per kilogram.

“Lalu kalau kita tantangan kesepakatan dengan harga Rp13 ribu, lalu harga Rp15 ribu siapa yang mau talangi kekurangannya itu,” tanyanya.(her)

Realisasi PAD Lotim Mencapai Rp 479 Miliar

0
Muksin (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Tahun 2024, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencapai Rp 479 miliar. Capaian ini 79,12 persen dari target Rp 605,8 miliar.

Demikian dikemukakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Muksin menjawab Ekbis NTB di ruang kerjanya, Senin 30 Desember 2024.

Tergambar dalam Sistem Evaluasi dan Monitoring Pendapatan Asli Daerah (Sempad) Lotim, selama tiga tahun terakhir terlihat tahun ini paling tinggi capaian realisasi dari target yang telah ditetapkan.

Realisasi PAD tahun 2023 sampai dengan  Desember 2023 58,27 persen dari target 658,7 miliar atau terealisasi hanya Rp 383,8 miliar. Sedangkan tahun 2022, target PAD 421.37 miliar terealisasi sebesar Rp 320,077 miliar atau  75,96 persen.

Dikatakan Muksin, yang cukup banyak peningkatan adalah Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Dimana tahun 2024 ini mampu tembus Rp 19 miliar. Sedangkan tahun lalu hanya Rp 13 miliar.

Sedangkan yang masih lemah kata Muksin adalah capaian Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Terhadap wajib pajak MBLB ini diharapkan ke depan bisa lebih tegas lagi. Pasalnya kerusakan dan risiko yang ditimbulkan akibat tambang lebih dari nilai pajak yang telah ditarik.

Pada tahun 2025 mendatang, Muksin mengatakan target PAD akan jauh lebih realistis. Telah ditetapkan target sebesar Rp 521 miliar. Target ini turun dari tahun sebelumnya karena memang diinginkan bisa tercapai sebagai lebih ril.

Menurutnya, melihat capaian realisasi PAD tahun 2024 Rp 479 miliar, maka diyakini target Rp 521 miliar tahun 2025 ini bisa direalisasikan.

Guna memaksimalkan capaian, maka seluruh tim bergerak bersama untuk mewujudkan target. Jajaran pemerintah desa juga diminta lebih gesit lagi karena desa akan mendapatkan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) sebesar 10 persen dari capaian. Semakin tinggi capaian realisasi, maka desa juga akan makin besar pendapatan bagi hasilnya.

Sebelumnya Penjabat Bupati Lotim, HM. Juaini Taofik menyampaikan optimismenya realisasi PAD tahun ini bisa mencapai 80 persen. Capaian ini tertinggi selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Melihat kondisi fiskal daerah, Lotim terus berupaya untuk meningkatkan capaian PAD. Semua organisasi perangkat Daerah diminta lebih gencar lagi untuk melakukan pencarian sumber PAD untuk membangunkan Lotim. (rus)

Masyarakat Diingatkan Tidak Terlena Euforia Malam Pergantian Tahun

0
IGB Hari Sudana Putra(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang pergantian tahun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga awal tahun depan. Menyambut Tahun Baru 2025, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Tidak hanya di tempat wisata atau keramaian, namun di setiap waktu dan tempat, kewaspadaan harus menjadi prioritas utama.

“Penting bagi kita semua untuk menjaga kewaspadaan, karena tidak hanya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai, tetapi juga tindak kriminal yang bisa terjadi,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, IGB Hari Sudana Putra, SE., kepada Ekbis NTB melalui pesan WhatsApp, Senin 30 Desember 2024. Dia berharap masyarakat saling mengingatkan satu sama lain agar tetap waspada, terutama di tengah euforia perayaan tahun baru.

Mengenai pengamanan di objek wisata, politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa keberadaan petugas Satpol PP tetap diperlukan untuk mendukung pengamanan, serupa dengan peran TNI dan Polri. “Peran Satpol PP sangat penting untuk memastikan keamanan, begitu juga dengan kewaspadaan masyarakat yang harus terus digalakkan,” kata Gus Arik, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk menjaga komunikasi tetap lancar, terutama jika terjadi gangguan pada provider, organisasi seperti ORARI juga perlu dilibatkan dalam memastikan kelancaran komunikasi. Seperti diketahui, Dinas Pariwisata Kota Mataram, memperkuat peran dari kelompok sadar wisata di setiap objek wisata untuk melakukan pengawasan saat perayaan Tahun Baru 2025, guna mengantisipasi dampak potensi cuaca ekstrem.

Peran Pokdarwis dalam melakukan pengawasan objek wisata sangat penting, terutama di kawasan pesisir pantai. Kendati Pemerintah Kota Mataram tidak menggelar acara seremonial dan hiburan, objek wisata di Kota Mataram tetap dibuka dengan pengawasan ekstra dari petugas.

Terutama kegiatan masyarakat yang biasanya merayakan tahun baru di sepanjang pantai, seperti di Pantai Gading, Mapak, Loang Baloq, termasuk Pantai Ampenan yang sudah rampung di revitalisasi. (fit)

Johan Rosihan Minta Pemerintah Kajian Ulang Kenaikan PPN 12 Persen

0
Johan Rosihan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTB 1, Johan Rosihan, menyampaikan keprihatinannya terkait rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025. Kebijakan tersebut dinilai dapat semakin memberatkan beban hidup masyarakat.

Politisi PKS ini menyoroti dampak kebijakan ini terhadap sektor pertanian, yang akan mengalami dampak signifikan. Kenaikan PPN 12 persen akan diberlakukan pada produk pertanian tertentu, yang menurutnya akan membebani para petani.

“Kebijakan PPN 12 persen bisa berdampak negatif terhadap sektor pertanian. Khususnya bagi petani, kenaikan ini akan meningkatkan biaya produksi, seperti harga pupuk, benih, dan alat pertanian. Akhirnya, kebijakan ini berpotensi menghambat upaya swasembada pangan kita,” ujar Johan pada Senin 30 Desember 2024.

Johan menegaskan bahwa kenaikan PPN berpotensi mengurangi daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, karena harga produk pertanian yang semakin tinggi. Ini juga bisa membuat produk lokal kalah bersaing dengan produk impor yang lebih murah, bertentangan dengan upaya pemerintah untuk melindungi petani domestik.

“Jika petani kehilangan insentif untuk meningkatkan produktivitas, ketergantungan pada impor pangan bisa meningkat. Ini jelas mengancam ketahanan pangan kita,” tegas Johan.

Oleh karena itu, mantan anggota DPRD Provinsi NTB ini meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan PPN 12 persen dan mempertimbangkan untuk menundanya.

“Kenaikan PPN pada produk pertanian harus dikaji lebih mendalam karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga oleh masyarakat luas. Ketahanan pangan adalah prioritas, dan kami tidak ingin kebijakan ini justru menghambat pencapaian swasembada pangan,” ujar Johan.

Johan juga mengusulkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kebijakan ini. Di antaranya adalah pengecualian barang-barang strategis dari PPN, memperluas daftar produk pertanian yang dikecualikan dari PPN, seperti sayur, buah, dan produk pangan pokok lainnya. Selain itu, ia mengusulkan peningkatan subsidi untuk pupuk, benih, dan input produksi lainnya untuk mengimbangi kenaikan biaya yang mungkin terjadi. Insentif pajak atau dukungan finansial untuk petani kecil juga perlu diberikan untuk tetap mendorong produktivitas mereka.

Sebagai wakil rakyat dari Pulau Sumbawa, Johan berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang pro-petani dan pro-pangan. “Kami akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang bijak dan mendukung visi bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(ndi)

Muazzim Minta BBPOM Mataram Dukung Program Makan Bergizi

0
Anggota Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi NTB 2, Muazzim Akbar melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke BBPOM di Mataram, Senin 30 Desember 2024. Muazzim diterima langsung oleh Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan bersama jajarannya. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Barat 2, Muazzim Akbar meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menjamin keamanan pangan dan mencegah pencemaran kimia yang berbahaya bagi masyarakat dalam mendukung program makan bergizi yang akan dilaksanakan pemerintah mulai 2025.

Hal ini ditegaskan Muazzim Akbar saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke BBPOM di Mataram pada Senin. Muazzim diterima langsung oleh Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan bersama jajarannya.

Ia mengatakan bahan pangan yang digunakan untuk program ini berasal dari masyarakat atau penyedia yang tentu membutuhkan pengawasan dari BBPOM di Mataram. Lembaga ini harus melakukan pengawasan dengan optimal untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Karena kita sering mendengar anak-anak yang keracunan makanan di sekolah. Ini tentu tugas dari BBPOM di Mataram untuk mengawasi program ini, jangan sampai makanan yang tak higienis sehingga memicu kasus keracunan,” ujarnya.

Muazzim mengatakan, Badan Gizi Nasional sudah dibekali anggaran untuk membangun outlet dapur makanan bergizi ini sebanyak 35 ribu titik se Indonesia. Outlet ini menjadi tempat memasak makanan sebelum disajikan kepada anak-anak sekolah. Karena itu tim BBPOM atau pihak yang sudah dilatih oleh BBPOM agar selalu memantau keamanan pangan.

“BBPOM di sana harus hadir, apakah makanan yang disajikan untuk anak-anak kita sudah sesuai standar dan lain sebagainya,” ucap Muazzim.

Untuk sementara ini, program makan bergizi baru dianggarkan sebesar Rp173 triliun. Jumlah ini dinilai masih kurang jika melihat kebutuhan total penyajian makanan dalam satu tahun untuk seluruh anak sekolah se Indonesia.

Selain program makan bergizi, Muazzim juga menyoroti maraknya peredaran obat-obat herbal di masyarakat. Obat herbal memang sedang naik daun karena dinilai lebih aman dibandingkan dengan obat kimiawi, namun BBPOM harus memastikan bahwa obat herbal yang beredar di masyarakat harus benar-benar aman. Jika tak aman atau belum memenuhi syarat untuk beredar agar dilakukan tindakan.

“Kita berharap BBPOM lebih ‘sangar’ sedikit dalam melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan agar obat dan makanan yang beredar benar-benar sudah sesuai aturan,” ujarnya.

Secara umum kata Muazzim, kunker spesifik ini dilakukan untuk mengetahui program kerja mitra Komisi IX di daerah sebagai bahan rapat dengar pendapat (RDP) dengan BPOM Pusat nantinya. Bagaimana kinerja di lapangan selama 2024 ini ada apa saja kendala serta tantangan yang dihadapi oleh mitra kerja akan menjadi bahan pembahasan di pusat.

Sementara itu Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan, pihaknya akan mendukung program makan siang ini untuk memastikan keamanan pangan-nya. Jangan sampai ada satu tindakan yang tak sesuai dengan ketentuan, sehingga makanan menjadi terkontaminasi, baik kontaminasi fisik, kimia atau microbiology yang berisiko terhadap keracunan pangan.

“Tentu kita akan mengawal, mulai dari standarisasi dapur seperti apa untuk mencegah kontaminasi. Kemudian melakukan bimtek pelatihan pada penjamah pangan-nya, penanggung jawab dapur produksinya agar mereka paham bagaimana menangani pangan dari hulu ke hilir,” katanya.

Menurutnya, keamanan pangan harus betul-betul dilakukan dengan baik. Misalnya pangan yang mengandung daging, susu, dan telur harus dilakukan sesuai dengan standar yang ada.

“Sebab jika tak pas dalam penyiapan, penyimpanan dan tata kelola-nya, itu bisa tumbuh mikroba dan berdampak pada keracunan,” ucap Muazzim.

Karena SDM yang dimiliki oleh BBPOM di Mataram masih terbatas, maka kolaborasi sangat penting dilakukan untuk menjamin keamanan pangan. Tim Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota misalnya ikut melakukan sampling makanan di setiap dapur yang mendukung program ini agar makanan yang disajikan sesuai dengan standar yang ada. (ant)