Saturday, April 11, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 431

“Nyale” Sudah Muncul di Kaliantan Lotim

0
Nyale berhasil ditangkap warga di Pantai Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Lotim. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Nyale, sejenis cacing laut sudah mulai muncul di Pantai Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Beberapa warga sudah mulai menangkap nyale dan membawanya pulang.

Camat Jerowaru, Kamarudin saat dikonfirmasi, Senin 20 Januari 2025 mengatakan waktu biasa warga menangkap nyale sebenarnya pada pertengahan bulan Februari. Meski demikian, melihat kondisi cuaca membuat warga coba-coba mencari nyale dan banyak yang dapat.

“Warga dari Wakan, Pansanwangi itu dia coba-coba karena belum waktunya memang bau nyale (tangkap nyale)” terang Kamarudin.

Waktu bau nyale di Kabupaten Lotim sebenarnya sama dengan bau nyale di Lombok Tengah, yakni pada kisaran tanggal 18-19 Februari 2025. Namun, aktivitas di Pantai Kaliantan sebagai lokasi biasa tempat bau nyale ini tidak terlihat seperti diacarakan setiap tahunnya.

Kegiatan seremoni bau nyale selama beberapa tahun terakhir di Pantai Kaliantan tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lotim. Pihak perusahaan yang mengklaim pemilik lahan beberapa kali melayangkan somasi kepada pemerintah daerah tidak mengizinkan ada aktivitas di kawasan dekat lokasi bau nyale biasa digelar.

Akan tetapi, yang beraktivitas saat ini adalah warga sehingga tidak bisa dilarang. “Acara masyarakat tak bisa dilarang, tapi kalau event skala pemerintah tidak diizinkan,” paparnya.

Awaludin, warga salah satu warga yang berhasil menangkap nyale mengaku sudah ada yang muncul Kaliantan. Warga sudah banyak yang datang ke Kaliantan memburu cacing laut yang yang dinilai cukup bergizi untuk dikonsumsi.

“Minggu kemarin itu ramai orang bau nyale,” ucapnya.

Menurutnya, nyale yang ditangkap  sekarang ini merupakan nyale awal atau disebut warga dengan istilah nyale tunggak.

Disebut, jumlah tangkapan nyale kali ini cukup banyak. Biasanya, ketika  nyale awal ini banyak didapat warga maka pada saat nyale akhir (nyale poto) tangkapan biasanya sedikit. Warga menangkap nyale sekitar  jam 3 hingga 4 Subuh. Waktu itu dipercaya menjadi tempat banyak nyale ini muncul.(rus)

NTB Fokus Entaskan Kemiskinan Penduduk Desa

0
Iskandar Zulkarnain (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan daerah itu fokus mengentaskan kemiskinan penduduk desa melalui transformasi ekonomi yang inklusif.

“Arah pembangunan kami fokuskan ke desa karena tingkat kemiskinan desa turun sedikit,” kata Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain di Mataram, Senin.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk miskin di desa lebih tinggi ketimbang penduduk miskin di perkotaan.

Pada September 2024 penduduk miskin perdesaan mencapai 12,21 persen, turun 0,74 persen ketimbang Maret 2024. Adapun persentase penduduk miskin perkotaan dalam periode yang sama berada pada angka 11,64 persen yang turun 1,22 persen dalam kurun waktu enam bulan.

“Sesuai dengan program kerja baik dari presiden maupun gubernur terpilih, kami sekarang membangun dari desa, itu termasuk juga tentang kemiskinan,” kata Iskandar.

Rencana pembangunan jangan panjang di Nusa Tenggara Barat menitikberatkan transformasi ekonomi guna mengentaskan kemiskinan.

Transformasi ekonomi itu bertujuan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan dengan memperkuat sektor unggulan daerah, seperti pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.

“Gubernur terpilih fokus kepada tiga hal, yaitu kemiskinan, pangan, dan pariwisata mendunia. Kami fokus (pengentasan kemiskinan) ke desa supaya penurunannya lebih besar atau mungkin sama dengan kota,” papar Iskandar.

Nusa Tenggara Barat menargetkan angka kemiskinan yang secara total sebanyak 11,91 persen pada September 2024 bisa segera turun hingga di bawah 10 persen.

Berbagai data kemiskinan yang kini tersedia, seperti data registrasi sosial ekonomi (Regsosek), data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE), maupun data terpadu kesejahteraan sosial (DKES) terus diperbaharui agar penyaluran bantuan bagi penduduk miskin bisa tepat sasaran.

“Koordinasi dengan kabupaten sangat penting karena mereka juga punya program pengentasan kemiskinan yang mungkin beda sasarannya dengan kami, tapi masih satu data, sehingga lebih memperluas program tersebut,” pungkas Iskandar. (ant)

Stok Beras di Lombok Timur Mencapai 57 300 Ton

0
Ilustrasi Beras. (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur, mengatakan berdasarkan hasil survei petugas enumerator dan info dari Bulog angka ketersediaan beras sebesar 57.300 ton.

“Stok beras saat ini bisa mencukupi untuk 15 minggu ke depan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur Achsan Nasirun Huda di Lombok Timur, Senin 20 Januari 2025.

Ia mengatakan angka kebutuhan konsumsi pangan beras yaitu 3.505 ton per minggu dengan tingkat konsumsi 131 kilogram/kapita/tahun untuk memenuhi kebutuhan penduduk Lombok Timur sebesar 1,4 juta jiwa.

“Kebutuhan beras perkapita di Lombok Timur mencapai 131 kilogram,” katanya.

Sebagai salah satu langkah membantu ketersediaan kebutuhan pangan beras bagi warga yang kurang mampu, pemerintah melalui Bapanas akan melanjutkan pemberian bantuan pangan berupa beras kepada 155.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahap pertama alokasi bulan Januari dan Februari 2025 di 254 Desa dan Kelurahan se Kabupaten Lombok Timur.

“Masing-masing KPM mendapatkan jatah 10 kg beras per bulan,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka stabilisasi harga komoditi cabai pihaknya  melakukan upaya pengendalian harga cabe bersama Champion Cabe Lombok Timur dengan menggelar pasar murah keliling dengan harga yang lebih murah dari harga pasar yaitu 60.000 per kilogram.

Adapun beberapa lokasi pasar keliling antara lain Kantor Bupati Lombok Timur, Lendang Nangka, Tete Batu, Taman Rinjani Selong, Kesik dan lokasi lainnya.

Setiap hari rata-rata mendistribusikan cabe sebanyak 250 kilogram cabai yang dikemas dalam kemasan 0,25 kilogram atau menjadi 1.000 bungkus yang diharapkan mampu menjaga stabilitas harga cabai dan membantu masyarakat membeli cabai dengan harga yang relatif terjangkau.

Hasil pemantauan tim enumerator DKP di 4 pasar yaitu Aikmel, Paok Motong, Pancor dan Sakra menunjukkan trend positif penurunan harga cabe, rata – rata harga pasaran menjadi di bawah Rp60.000 per kilogram tidak seperti beberapa waktu di angka Rp100.000 per kilogram.(ant)

Dispar Mataram Mulai Relokasi Pedagang Pantai Ampenan ke Lapak Baru

0
Jumlah Satgas Pariwisata Kota Mataram, membantu pedagang kaki lima (PKL) di Pantai Ampenan mengangkat barang-barang untuk menempati lapak baru yang sudah disiapkan pemerintah setempat, Senin 20 Januari 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, mulai melakukan penataan dengan merelokasi puluhan pedagang di bekas Pelabuhan Ampenan atau Pantai Ampenan, ke lapak baru yang sudah disiapkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, di Mataram, Senin, mengatakan kegiatan relokasi itu melibatkan satgas pariwisata dan kelompok sadar pariwisata (pokdarwis) setempat.

Proses relokasi berjalan lancar dan aman, karena sudah dilakukan sosialisasi, persiapan, dan kesepakatan jauh-jauh hari dengan para pedagang.

“Relokasi pedagang ini, bukan menggusur, tapi kami menata pedagang agar lebih rapi dan terlihat lebih bersih,” katanya pula.

Untuk relokasi pedagang, katanya lagi, pihaknya telah menyiapkan 50 lapak dengan konsep kearifan lokal. Sebanyak 50 lapak itu terinci 32 lapak berada di bagian utara diprioritaskan untuk pedagang minuman dan makanan ringan.

Sedangkan 18 unit lapak lagi ada di bagian selatan, untuk pedagang kuliner atau makanan berat, seperti aneka makanan laut (seafood), dan makanan lainnya.

“Hari ini juga, pedagang yang direlokasi sudah bisa langsung berjualan seperti biasa dengan menempati lapak yang lebih nyaman dan bersih,” katanya lagi.

Cahya berharap dengan menempati lapak baru, bisa memotivasi pedagang agar terus bisa menjaga keamanan, kenyamanan, serta kebersihan di lapak masing-masing.

“Hal itu menjadi modal penting bagi pengunjung agar senang dan betah selama berada di kawasan tersebut,” kata dia.

Apalagi, setelah dilakukan revitalisasi Pantai Ampenan terlihat semakin ramai pengunjung. Salah satu fasilitas utama yang dibangun di Pantai Ampenan berupa pembangunan mini amphitheater atau gelanggang pertunjukan seni dan budaya.

Mini amphitheater itu diharapkan menjadi tempat untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal, sekaligus menjadi ruang kreatif bagi masyarakat.

“Dengan demikian, kami harapkan revitalisasi Pantai Ampenan dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar dan masyarakat Kota Mataram secara umum,” katanya pula. (ant)

BBPOM di Mataram Gencar Kampanye Tertib Buang Sampah Obat

0
kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka rangkaian HUT ke 24 BPOM, BBPOM di Mataram menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) “ Cek Produkmu Bersama BPOM” yang dirangkai dengan Kampanye Ayo Buang Sampah Obat di Teras Udayana yang menjadi pusat Car Free Day di Kota Mataram.

Hadir ikut dalam kampanye ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, perwakilan BNN Provinsi NTB, Ketua GP Farmasi, Ketua PD IAI Provinsi NTB, Ketua PC IAI Kota Mataram dan masyarakat.

BBPOM di Mataram membuka layanan konsultasi perizinan, uji cepat makanan yang dideteksi mengandung bahan berbahaya (Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Metanyl Yellow), layanan informasi dan pengaduan masyarakat serta display produk Obat dan Makanan ilegal untuk edukasi masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari unjuk kinerja sekaligus untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih Obat dan Makanan yang Aman, sekaligus edukasi membuang sampah obat sisa obat agar tidak disalahgunakan dan mencemari lingkungan. ami menyediakan tempat untuk menampung sampah sisa obat dari masyarakat yang nantinya akan kami musnahkan menggunakan incenerator sehingga tidak mencemari lingkungan,” ujar Yosef.

Tertib dalam membuang sampah obat sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah dampak negatif terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya. Beberapa alasan mengapa tertib buang sampah obat sangat penting antara lain, Mencegah kontaminasi lingkungan. Karena Obat yang dibuang sembarangan, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya, dapat mencemari tanah, air, dan udara. Ini dapat merusak ekosistem dan berisiko bagi flora dan fauna.

Mencegah keracunan, sampah obat yang tidak dibuang dengan benar bisa menjadi ancaman bagi anak-anak atau hewan peliharaan yang mungkin menemukannya. Konsumsi obat yang tidak tepat bisa menyebabkan keracunan atau efek samping yang berbahaya.

Mencegah penyalahgunaan, karena beberapa obat memiliki potensi disalahgunakan, dan jika dibuang sembarangan, bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan buang obat secara tertib, potensi penyalahgunaan bisa dikurangi.

Mengurangi pencemaran air, beberapa zat aktif dalam obat dapat terlarut dalam air jika dibuang sembarangan, dan mencemari sumber air minum. Ini bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya yang bergantung pada air tersebut.

Oleh karena itu, menurut Yosef, penting untuk mengikuti prosedur yang benar dalam membuang sampah obat, seperti membawanya ke apotek atau fasilitas pembuangan sampah berbahaya yang telah disediakan oleh pihak berwenang.(bul)

Bank NTB Syariah: Pilihan Pengusaha Surabaya untuk Pembiayaan Proyek APBD dan APBN

0
Tim dari kantor pusat Bank NTB Syariah meninjau proyek RSUD dr. R Koesmo, salah satu proyek di Tuban, Jawa Timur yang dikerjakan oleh masabah besar Bank NTB Syariah di Surabaya(ekbisntb.com/bul)

Surabaya (ekbisntb.com) – Kadek, pemilik perusahaan PT. Detiga Inti Teknik Sinergi yang bergerak di bidang kontraktor, pengadaan, dan properti, mengungkapkan kepercayaannya kepada Bank NTB Syariah sebagai mitra pendanaan utama dalam berbagai proyek besar yang dilaksanakannya selama ini.

Menurut Kadek, alasan utamanya memilih Bank NTB Syariah adalah karena kualitas layanan yang lebih unggul dibandingkan bank lain.

Kadek menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Bank NTB Syariah adalah kebijakan cash collateral yang lebih ringan. “Jika di bank lain, terutama untuk proyek APBD, cash collateral bisa mencapai 50 persen, di Bank NTB Syariah hanya sekitar 20 persen. Ini sangat memudahkan bagi kami sebagai pengusaha,” ujarnya.

Selain itu, Bank NTB Syariah juga memiliki kantor layanan terpusat yang memungkinkan komunikasi lebih cepat dan efisien.

“Bank NTB Syariah memiliki kantor layanan terpusat satu-satunya di Surabaya, yang membuat komunikasi lebih cepat dan terfokus,” tambah Wakil Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Surabaya ini saat dikunjungi tim dari kantor pusat Bank NTB Syariah, Senin 20 Januari 2025 di kantornya di Surabaya.

Kadek juga menyoroti kualitas sumber daya manusia (SDM) Bank NTB Syariah yang sangat komunikatif dan memiliki pemahaman produk yang lebih mendalam dibandingkan bank lain.

“Produk knowledge mereka juga lebih intens dan skema fasilitas yang mereka tawarkan sangat cocok dengan kebutuhan kami,” tambah Kadek.

Berkat pengalaman positif ini, Kadek juga merekomendasikan Bank NTB Syariah kepada rekan-rekan pengusaha lainnya.

“Saya sudah mengajak teman-teman pengusaha, baik yang bergerak di usaha pakaian maupun kontraktor, untuk mengakses dana di Bank NTB Syariah. Mereka merasa puas dengan komunikasi yang terjalin,” katanya.

Pada awalnya, Kadek diperkenalkan dengan Bank NTB Syariah oleh seorang pengusaha di Surabaya pada tahun 2020 lalu dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 1,5 miliar.

Kini, pada tahun 2024, nilai pendanaan yang diterima sudah mencapai Rp 50 miliar.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk berbagai proyek besar, antara lain pembangunan rehabilitasi sosial Bina Laras di Pasuruan senilai Rp 26 miliar, pembangunan RSUD di Tuban senilai Rp 58 miliar yang saat ini tengah finising, dan pembangunan sirkuit BMX Cross Internasional di Banyuwangi yang akan diresmikan pada triwulan I tahun 2025 ini.

Meski banyak bank lain yang menawarkan pembiayaan lebih agresif, Kadek tetap memilih Bank NTB Syariah karena kenyamanan dan kepastian yang diberikan.

“Sebenarnya banyak bank lain yang lebih agresif menawarkan pembiayaan. Namun, saya tetap lebih memilih Bank NTB Syariah. Ibarat jodoh, mau dari manapun orangnya kalau sudah merasa nyaman, pasti kita pilih. Begitu juga dengan Bank NTB Syariah ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2024, Kadek mengerjakan proyek-proyek besar dengan total nilai mencapai Rp 100 miliar, lebih dari 50 persen pendanaannya dibantu Bank NTB Syariah. Kadek menambahkan bahwa Bank NTB Syariah juga unggul dalam hal kepastian.

“Jika mereka bilang pembiayaan bisa cair maksimal dalam dua minggu, itu pasti cair tepat waktu. Kami juga diberikan informasi setiap hari mengenai status pembiayaan,” jelasnya.

Menurut Kadek, kepastian ini sangat penting bagi pengusaha dalam merencanakan dan mengejar target proyek.

“Kami membutuhkan kepastian agar proyek bisa berjalan sesuai target. Di bank lain, kadang-kadang terasa tidak pasti, seolah-olah kalau tidak setuju, ya sudah. Itu kurang menarik bagi kami sebagai pengusaha,” tambahnya.

Berdasarkan pengalamannya yang positif, Kadek terus merekomendasikan Bank NTB Syariah kepada pengusaha lainnya.

“Selain itu, kami juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penempatan dana di Bank NTB Syariah,” tutup Kadek.

Dengan kepercayaan yang semakin kuat terhadap layanan dan dukungan dari Bank NTB Syariah, Kadek berharap dapat terus menjalin kerja sama yang baik dalam mengembangkan usahanya.(bul)

Rupiah Menguat Seiring Sikap Trump Tak Terlalu Keras terhadap China

0
Nilai tukar rupiah (kurs)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar rupiah (kurs) pada penutupan perdagangan pada Senin menguat 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.368 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.380 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat tipis level Rp16.372 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.373 per dolar AS.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai, sikap Presiden AS terpilih Donald Trump yang tak terlalu keras terhadap China menjadi faktor yang mempengaruhi pelemahan dolar AS dan mendorong penguatan rupiah.

“Harapan akan retorika yang tidak terlalu keras terhadap Tiongkok tumbuh setelah Trump tidak menyebutkan rencananya untuk tarif perdagangan selama rapat umum kemenangan (pemilihan umum AS) di Washington pada Minggu 19 Januari 2025. Namun, Presiden terpilih itu menegaskan kembali rencana untuk menindak tegas imigrasi dan mengurangi pengawasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan domestik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Indeks dolar AS pada pagi ini mencapai 109,33, lebih tinggi dibanding Jumat 17 Januari 2025 yang bergerak di bawah 109.

Di sisi lain, Trump juga berjanji hendak mengenakan bea masuk hingga 60 persen terhadap semua barang impor dari China, seiring menargetkan Meksiko dan Kanada dengan tarif yang lebih tinggi.

Menurut Ibrahim, langkah seperti itu berpotensi mengganggu perdagangan global dan menjadi pertanda buruk bagi ekonomi yang didorong oleh ekspor.

“Tiongkok diperkirakan akan mengeluarkan langkah-langkah stimulus yang lebih agresif untuk mengimbangi hambatan ekonomi dari potensi kenaikan tarif. Trump diperkirakan akan memberikan tekanan lebih besar pada ekonomi Tiongkok, karena bergulat dengan disinflasi yang terus-menerus dan kejatuhan pasar properti yang berkepanjangan. Namun, data produk domestik bruto yang dirilis minggu lalu sesuai ekspektasi pemerintah di 5 persen, menunjukkan beberapa perbaikan dalam ekonomi Tiongkok,” ungkap dia. (ant)

APERSI NTB Minta Pemerintah Finalkan RTRW, Dukung Kementerian PKP Lindungi Lahan Sawah

0
Salah satu proyek rumah subsidi di Lombok(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sekretaris Umum DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Provinsi NTB, Ilman Cipta menegaskan, pengusaha property menyambut baik perhatian Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah terhadap upaya perlindungan lahan sawah sebagai bagian dari menjaga ketahanan pangan nasional.

Kebijakan pelestarian lahan sawah penting, terutama di NTB yang masih memiliki banyak lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan perumahan.

Oleh karena itu, kebijakan untuk menghentikan pembangunan di lahan sawah harus didasarkan pada kajian yang lebih mendalam, termasuk finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW), agar tidak mengganggu lahan pertanian produktif, serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak.

Selain itu, pengembang perumahan mendukung program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah mengancam akan melaporkan pengembang ke polisi jika tetap membangun perumahan di atas lahan sawah produktif.

Fahri Hamzah juga meminta masyarakat yang tinggal di kota untuk mulai berpikir tentang tinggal di rumah susun, mengingat lahan di area kota sudah habis.

Karena itu, kata Ilman, APERSI NTB meminta pemerintah untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait kebijakan perlindungan lahan sawah, termasuk kemungkinan pemberian insentif bagi pengembangan hunian vertikal.

Ia berharap kebijakan yang diambil dapat seimbang, melindungi lahan sawah, namun tetap mendukung penyediaan hunian yang dibutuhkan oleh masyarakat.

APERSI NTB memastikan akan terus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan siap menjadi mitra strategis dalam mendukung program perumahan nasional.

Namun diharapkan adanya dialog konstruktif antara pemerintah dan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak, khususnya masyarakat NTB yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau.

Ditambahkannya, terkait arahan untuk mengembangkan rumah susun atau apartemen, Ilman mengingatkan bahwa kebiasaan masyarakat Lombok untuk tinggal di hunian vertikal masih sangat rendah. Edukasi dan sosialisasi yang memadai sangat diperlukan agar pasar untuk hunian vertikal dapat terbentuk.

“Tanpa dukungan insentif yang memadai, pengembang lokal akan menghadapi tantangan besar dalam menerapkan kebijakan ini,” ujarnya.

Ilman menegaskan bahwa pengembang perumahan yang tergabung dalam APERSI NTB telah berkontribusi besar dalam penyediaan rumah bersubsidi yang sesuai dengan standar pemerintah. APERSI NTB juga berkomitmen untuk mendukung program perumahan nasional, yang menurutnya memiliki dampak positif dalam perekonomian baik secara mikro maupun makro.

Selain itu, menururnya kebijakan pembangunan perumahan tidak boleh menghambat pengembang lokal.

Meskipun investasi asing di sektor perumahan diperbolehkan, ia berharap pemerintah memastikan pengembang lokal tetap memiliki ruang untuk berperan lebih dari sekadar kontraktor pelaksana. Kebijakan yang terlalu ketat dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.(bul)

IHSG Awal Pekan Berpotensi Fluktuatif Jelang Pelantikan Donald Trump

0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin berpotensi bergerak fluktuatif menjelang pelantikan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

IHSG dibuka menguat 35,58 poin atau 0,11 persen ke posisi 7.778,66. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,37 poin atau 0,53 persen ke posisi 836,65.

“IHSG berpeluang bergerak fluktuatif pada awal pekan ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, investor mengantisipasi pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS untuk periode kedua pada hari ini, Senin 20 Januari 2025. Kebijakan Trump yang proderegulasi dan pemangkasan pajak menjadi sentimen positif yang mengangkat pasar saham.

Di sisi lain, laporan ekonomi yang dirilis pekan lalu menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda. Indeks Harga Konsumen Inti (Core CPI) naik lebih rendah dari perkiraan secara tahunan, sementara Indeks Harga Produsen (PPI) juga mencatat kenaikan lebih kecil dari ekspektasi pada Desember 2024.

Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar menunggu dampak kebijakan Trump terhadap perdagangan global, khususnya Asia.

Di sisi lain, tantangan lain muncul dengan bergabungnya Indonesia ke dalam aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan).

Trump telah mengancam akan menerapkan tarif 100 persen pada negara-negara BRICS jika mereka menciptakan mata uang baru yang menyaingi dolar AS.

Sementara itu, pasar saham AS mencatat reli signifikan pada perdagangan Jumat (17/1). Tiga indeks utama Wall Street berhasil mengakhiri pekan pertama tahun ini dengan kenaikan tajam, didorong oleh data ekonomi positif dan optimisme investor terhadap kebijakan monetrer yang lebih longgar.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 334,70 poin atau 0,78%, ditutup pada 43.487,83. Sementara itu, S&P 500 menguat 1 persen ke level 5.996,66, dan Nasdaq Composite melesat 1,51 persen menjadi 19.630,20.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 557,69 poin atau 1,45 persen ke 39.009,15, indeks Shanghai menguat 21,37 poin atau 0,66 persen ke 3.263,19, indeks Kuala Lumpur menguat 3,83 poin atau 0,24 persen ke 1.570,55, dan indeks Strait Times melemah 11,04 poin atau 0,29 persen ke 3.799,74. (ant)

Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp1,585 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, turun sebesar Rp2.000 per gram, dari Rp1.587.000 per gram menjadi Rp1.585.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun, yakni Rp1.431.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp842.500.
– Harga emas 1 gram: Rp1.585.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.110.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.640.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.700.000.
– Harga emas 10 gram: Rp15.345.000.
– Harga emas 25 gram: Rp38.237.000.
– Harga emas 50 gram: Rp76.395.000.
– Harga emas 100 gram: Rp152.712.000.
– Harga emas 250 gram: Rp381.515.000.
– Harga emas 500 gram: Rp762.820.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.525.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)