Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 421

141 Koperasi di NTB Sudah di Survey, Pasca Pengalihan Pengawasan ke OJK

0
Rudi Sulistyo(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 141 koperasi di Provinsi NTB sudah di survey oleh Surveyer Indonesia. Hal ini terkait dengan peralihan pengawasan koperasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo di Mataram, Kamis, 23 Januari 2024 menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan OPD/dinas terkait yang membidangi koperasi. Berdasarkan hasil koordinasi itulah, diketahui ada 141 koperasi di NTB yang sudah disurvey.

“Dinas (koperasi) menyampaikan kepada kami, koperasi-koperasi ini nantinya koperasi close loop (system tertutup/pelayanan hanya kepada anggota),” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa pengawasan terhadap koperasi, khususnya yang bergerak di bidang simpan pinjam, dialihkan ke OJK. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan dana oleh koperasi yang tidak sehat.

Keputusan ini tertuang dalam revisi peraturan pemerintah yang akan menjadi landasan hukum baru bagi pengawasan koperasi simpan pinjam. Sebelumnya, koperasi berada di bawah pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai kasus koperasi yang mengalami gagal bayar hingga dugaan penipuan, sehingga memunculkan kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat.

OJK akan mengambil alih pengawasan koperasi yang fokus pada layanan simpan pinjam, karena aktivitas ini sangat mirip dengan layanan keuangan lain seperti perbankan.

Secara nasional, OJK telah menerima 21 daftar koperasi yang menjalankan kegiatan di sektor jasa keuangan dari Kementerian Koperasi sebagai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Menteri Koperasi RI melalui surat nomor B-3/M.KOP/PK.02.00/2025 tanggal 10 Januari 2025, telah menyampaikan daftar 21 nama koperasi open loop yang merupakan hasil penilaian Kemenkop sesuai kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44B ayat (2) dalam Pasal 202 UU P2SK.

Selanjutnya koperasi yang tercantum dalam daftar tersebut akan ditindaklanjuti oleh OJK sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

OJK akan melakukan sosialisasi dan komunikasi publik terkait proses tindak lanjut terhadap koperasi open loop tersebut dalam rangka pengembangan dan penguatan sesuai dengan UU P2SK.

Selain itu, OJK akan terus melakukan koordinasi dengan Kemenkop dan Dinas Koperasi di daerah untuk memastikan seluruh proses tindak lanjut, termasuk perizinan kepada OJK dapat berlangsung dengan baik.(bul)

Polisi Sidak Gudang Distributor Pupuk di Lotim

0
Akhyar Rosidi. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Polres Lombok Timur (Lotim) melakukan sidak gudang distributor pupuk dalam rangka mengetahui ketersediaan pupuk bagi para petani di daerah setempat. “Sidak yang dilakukan ini sebagai bentuk pengawasan dan kontrol terkait penyaluran dan penjualan  kepada petani, apakah penebusan dilakukan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah atau tidak,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra di Lombok Timur, Rabu 22 Januari 2025.

Hal ini pula dilakukan, menurut Kasat,  agar pendistribusian pupuk ke petani tepat sasaran, termasuk menekan tidak terjadi kelangkaan pupuk di tengah masyarakat, sehingga saat sidak semua diperiksa, baik itu data petani penerima dan lainnya.

“Hasil sidak penyampaian dari pihak distributor atau kepala gudang pupuk, ketersediaan pupuk di Lombok Timur terutama pupuk bersubsidi masih aman,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, ketika menemukan terjadinya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi untuk dilaporkan kepada petugas atau  aparat.

“Silakan masyarakat ketika menemukan ada terjadinya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini, untuk di laporkan, dan kami akan langsung  menindak lanjuti,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Taufieq Hidayat mengatakan harga pupuk bersubsidi yang melonjak di Kabupaten Lombok Timur akibat petani yang membeli pupuk tidak terdaftar sebagai penerima pupuk.

“Banyak petani tidak terdaftar ke dalam rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK), sehingga mereka harus membeli pupuk di tempat lain,” ujarnya di Mataram.

Taufieq menegaskan harga pupuk bersubsidi yang dijual oleh agen tetap stabil tanpa ada kenaikan harga. Menurutnya, situasi yang terjadi di lapangan akibat ada pemilik lahan yang terdaftar dalam RDKK dan menerima pupuk bersubsidi, namun lahan disewakan kepada orang lain.

Orang yang menggarap lahan itu tidak mendapatkan pupuk subsidi, sehingga mereka harus mencari pupuk sendiri.

“Karena tidak terdaftar langsung sebagai penerima pupuk (subsidi), maka otomatis membeli dengan orang lain yang harganya tinggi,” papar Taufieq.

Lebih lanjut dia menyampaikan untuk mendapatkan harga pupuk bersubsidi seusai harga pemerintah, maka petani harus terdaftar sebagai penerima pupuk. Setiap agen menjual pupuk sesuai harga dan yang membedakan hanya biaya distribusi. (ant)

Distan Minta Serap Produk Lokal, Program MBG Dikhawatirkan Picu Inflasi

0
Kadistan Lobar Damayanti Widyaningrum saat menyerahkan bantuan bibit kepada petani. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan tahun ini secara nasional. Selain bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan diserapnya bahan baku produk lokal untuk MBG ini. Namun kekhwatiran muncul, program ini akan memicu Inflasi di tingkat daerah.

Kepala Dinas Pertanian Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan bahwa pihaknya harus berupaya menyiapkan para petani, peternak menyiapkan bahan baku yang nantinya akan diserap untuk program MBG. “Di satu sisi kita juga antispasi inflasi, karena kekhawatiran kita jangan sampai produk lokal banyak diserap justru terjadi inflasi,”kata Damayanti, belum lama ini.

Pihaknya pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi Inflasi ketika program MBG berjalan nantinya. Diantaranya, melalui program pasar Tenten Tani yang diadakan distan. Dimana ketika terjadi kenaikan harga, pasar Tenten ini diadakan untuk menekan gejolak. Ada juga upaya lain, bersama OPD terkait seperti bazar pangan murah, pasar murah dan operasi pasar.

Pihaknya juga meningkatkan produksi petani agar pasokan bahan pokok seperti beras, cabe dan lainnya aman dipasaran. Pihaknya juga turun memastikan produksi ditingkat petani aman. Seperti yang dilakukan penanaman cabe serentak, juga bagian dari upaya memasok kebutuhan MBG. Selain itu, pihaknya memberikan bantuan budidaya ternak unggas, petelur serta tanaman sayur-sayuran.

“Kami juga berikan bantuan benih, bibit, dan ada juga pupuk, pestisida,”imbuhnya. Upaya lain untuk mendukung itu, pihaknya memperluas areal tanaman. Lebih lanjut dijelaskan, untuk pasokan program MBG ini pihaknya telah turun mensosialisasikan ke petani dan Poktan untuk melakukan penanaman agar nanti kalau diserap program MBG nantinya mereka sudah siap.

Sejauh ini ia belum mendapatkan data pihak ketiga yang nantinya menangani pemasokkan MBG. “Yang jelas kita ingin agar pihak ketiga bermitra dengan petani kita, misalnya peternak untuk ambil daging, telur, petani sayur dan beras,”harapnya. Nantinya pihak ketiga ini akan didorong untuk bekerjasama atau MOU dengan petani. “Sehingga MBG ini mengambil produk lokal dari petani kita, itu kita sampaikan saat rapat dengan pihak Kodim,’’ pungkasnya. (her)

Bahlil Tegaskan Diskon 50 Persen Tarif Listrik Tidak Diperpanjang

0
Warga isi token listrik(ekbisntb.com/tribunnews.com)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemberian diskon sebesar 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya sampai dengan 2.200 VA, tidak diperpanjang lebih dari dua bulan.

Pernyataan Bahlil tersebut berkaitan dengan pemberian diskon 50 persen kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025.

“Enggak diperpanjang, dua bulan aja,” kata Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 22 Januari 2025.

Dalam keterangan pers yang dihimpun, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulu menjelaskan diskon 50 persen biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya terpasang listrik sampai dengan daya 2.200 VA menyasar 81,42 juta pelanggan.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berlaku selama dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025.

Pemberian diskon biaya listrik dilaksanakan secara otomatis melalui sistem PLN. Pelanggan pascabayar mendapatkan diskon 50 persen dari rekening biaya listrik untuk pemakaian bulan Januari 2025 (yang akan dibayar pada bulan Februari 2025) dan untuk pemakaian bulan Februari 2025 (yang akan dibayar pada rekening bulan Maret 2025).

Sedangkan, pelanggan prabayar diberikan diskon secara langsung ketika pembelian token listrik pada bulan Januari dan Februari 2025, sehingga masyarakat cukup membayar harga token sebesar setengah dari pembelian bulan sebelumnya untuk mendapatkan kWh yang sama.

Adapun pemberian diskon listrik sebesar 50 persen selama dua bulan, yakni pada Januari–Februari 2025, merupakan upaya untuk melindungi daya beli masyarakat imbas kenaikan PPN atas barang mewah menjadi 12 persen pada 2025.

Akan tetapi, kepada pelanggan PLN dengan daya 3.500–6.600 VA, kata Sri Mulyani, akan tetap dikenakan PPN sebesar 12 persen. (ant)

DJPB NTB Ekspose Rincian Belanja dan Pendapatan di NTB, Cek Detailnya

0
Dari kanan ke kiri, Rudi Sulistyo, Ratih Hapsari, Berry A Harahap, dan Gusti Lanang(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kinerja APBN lingkup Provinsi NTB secara umum tercatat mencapai target dan tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi penerimaan maupun belanja.

Kepala Kanwil DJPB NTB, Ratih Hapsari dalam ekapose kinerja fiskal, ekonomi, dan moneter di kantornya, Kamis, 23 Januari 2025 menyampaikan, penerimaan negara lingkup Provinsi NTB tercatat telah berhasil dikumpulkan sebesar 9,39 triliun rupiah atau 107,4% dari target dan tumbuh 24,33% (y-o-y), Sedangkan belanja negara lingkup Provinsi NTB tercatat telah direalisasikan sebesar 26,83 triliun rupiah atau 98,9% dari pagu dan sedikit terkontraksi sebesar 1,55% (y-o-y).

Penerimaan perpajakan mencapai 8.457,12 miliar rupiah atau 102,53% dari target dan mampu tumbuh sebesar 27,18% dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika perekonomian regional dan kebijakan atas komoditas ekspor, terutama ditopang aktivitas ekonomi dari segala sektor yang tetap tumbuh kuat disertai efektivitas reformasi perpajakan. Penerimaan perpajakan ini terdiri atas dua, yaitu pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional.

Pajak dalam negeri mencapai 4.743,61 miliar rupiah atau 100,88% dari target dan mampu tumbuh sebesar 16,37% (y-o-y) didukung mayoritas sektor utama yang terus mencatatkan pertumbuhan positif. Pada Provinsi NTB, tiga sektor yang menjadi penyumbang utama dalam pajak yaitu administrasi pemerintah, pertambangan, serta perdagangan. Masing-masing kontribusi dari sektor tersebut yaitu 34,52%, 18,81%, dan 12,53%. Adapun sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sektor pengadaan listrik dengan growth (y-o-y) sebesar 85,76% yang disebabkan oleh adanya pembayaran PPh Pasal 21 di sektor Pengadaan Listrik.

Pajak perdagangan internasional mencapai 3.713,5 miliar rupiah atau 104,73% dari target dan mampu tumbuh sebesar 44,3% (y-o-y), di tengah dinamika harga dan kebijakan atas komoditas ekspor maupun impor. Kinerja ekspor pada tahun 2024 ditutup dengan kinerja bea keluar yang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu (46,45% y-o-y) didukung oleh kegiatan ekspor konsentrat tembaga PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan relaksasi ekspor konsentrat dengan terbitnya Surat Persetujuan (SPE) 2024 sejak bulan Juli 2024 dengan penetapan tarif 7,5%. Pada sisi bea masuk, sedikit terkontraksi sebesar 3,62% (y-o-y) dikarenakan kebijakan/fasilitasi pembebasan bea masuk terhadap beberapa komoditas yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal kepada PT AMMAN untuk mendukung pembangunan smelter.

Sisi penerimaan negara bukan pajak pun mencatatkan berita yang positif, yaitu tercapai 188,63% dibandingkan targetnya (mencapai 934,94 miliar rupiah) dan mampu tumbuh sebesar 3,37% dibandingkan tahun lalu. Kinerja ini mampu tercapai dengan memuaskannya kinerja pendapatan atas layanan pemerintah satker Non BLU (penerbitan STNK, izin keimigrasian, pengurusan BPKB, pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhan, dan layanan satker lainnya) yang menghasilkan pendapatan sebesar 529,91 miliar rupiah (304,66% dari target).

Ratih menambahkan, pendapatan negara bukan pajak yang didapatkan melalui pengelolaan kekayaan negara dan lelang mencapai 21,2 miliar rupiah (128,88% dari target) dengan rincian 14,4 miliar rupiah berasal dari pengelolaan aset negara, 6,7 miliar rupiah berasal dari lelang, dan 36,1 juta rupiah berasal dari pengelolaan piutang negara. PNBP yang berasal dari piutang negara juga cukup mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan-triwulan sebelumnya, salah satunya berkenaan  dengan pelaksanaan Crash Program Keringanan Utang.

Di sisi lain, lelang memberikan berbagai manfaat bagi perekonomian nasional, yaitu sebagai sarana pengelolaan keuangan negara, penegakan hukum, serta meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Layanan dari Badan Layanan Umum atau BLU yang ada di Provinsi NTB (Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, Politeknik Kesehatan Mataram, dan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram) menyumbang pendapatan negara sebesar 405,03 miliar rupiah (125,9% dari target). Pendapatan tersebut didominasi oleh pendapatan dari jasa pelayanan pendidikan sebesar 355,3 miliar rupiah (87,7% dari total pendapatan BLU) dan pendapatan dari jasa pelayanan rumah sakit sebesar 36,54 miliar rupiah (9,02% dari total pendapatan BLU.

Kinerja positif ini menunjukkan semakin meningkatnya kinerja layanan maupun inovasi BLU dalam memberikan layanan kepada masyarakat di Provinsi NTB.

Pada sisi belanja negara, secara agregat, pada tahun 2024 APBN telah dibelanjakan di lingkup Provinsi NTB sebesar 26,83 triliun rupiah yang merupakan 98,9% dari pagu belanja APBN lingkup Provinsi NTB tahun 2024.

Belanja ini terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 9,43 triliun rupiah dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 17,39 triliun rupiah. Pada tahun 2024, BPP sedikit mengalami kontraksi diakibatkan proyek-proyek strategis nasional yang telah rampung pada tahun 2023, terutama terkait pembangunan bendungan dan irigasi. Di sisi lain, TKD mengalami pertumbuhan dipengaruhi naiknya penyaluran Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Fisik, dan Insentif ke Daerah.

“Belanja negara terus diarahkan untuk mendukung operasional pemerintahan, melindungi rakyat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan,” ujarnya.

Belanja negara di bidang kesehatan melalui satuan kerja (satker) pemerintah pusat juga telah direalisasikan sebesar 324,16 miliar rupiah. Belanja ini digunakan untuk mendukung program kesehatan yang dimiliki pemerintah, antara lain untuk program pelayanan kesehatan dan JKN, program pencegahan dan pengendalian penyakit, program kesehatan masyarakat, program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana, serta program pengawasan obat dan makanan. Belanja di bidang kesehatan oleh pemerintah pusat ini diiringi juga dengan belanja di bidang kesehatan oleh pemerintah daerah dengan dana yang disalurkan pemerintah pusat melalui Transfer ke Daerah dengan nominal sebesar 1.320,7 miliar rupiah.

Penggunaannya antara lain mendukung operasional unit kesehatan, membangun sarana prasarana kesehatan, serta membiayai tenaga kerja di bidang kesehatan.

Belanja negara di bidang pendidikan melalui satker pemerintah pusat telah direalisasikan sebesar 1,72 triliun rupiah. Belanja ini digunakan untuk mendukung program pendidikan yang dimiliki pemerintah, antara lain untuk program pendidikan tinggi, program pendidikan dan pelatihan vokasi, program keolahragaan, program PAUD dan Wajib Belajar Tahun 12 Tahun, dan program kualitas pengajaran dan pembelajaran. Belanja di bidang pendidikan oleh pemerintah pusat ini diiringi juga dengan belanja di bidang pendidikan oleh pemerintah daerah dengan dana yang disalurkan pemerintah pusat melalui Transfer ke Daerah dengan nominal sebesar 3,8 triliun rupiah. Penggunaannya antara lain mendukung operasional sekolah, membangun sarana prasarana pendidikan serta membiayai tunjangan tenaga pendidik.

Belanja negara di bidang infrastruktur melalui satker pemerintah pusat telah direalisasikan sebesar 1,74 triliun rupiah. Belanja ini digunakan untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur yang dimiliki pemerintah, antara lain program infrastruktur konektivitas, program ketahanan sumber daya air, program perumahan dan kawasan permukiman, dan program pengelolaan dan pelayanan pertanahan. Belanja ini diiringi juga dengan belanja infrastruktur oleh pemerintah daerah dengan dana yang disalurkan pemerintah pusat melalui Transfer ke Daerah dengan nominal sebesar 542,68 miliar rupiah. Penggunaannya antara lain untuk membangun jalan, irigasi, sarana prasarana sanitasi, air minum, dll.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dasar, kebijakan fiskal tahun 2024 juga diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Cita-cita ini ditempuh melalui target-target jangka pendek-menengah, antara lain penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan dukungan peningkatan investasi.

Dalam rangka melakukan pengendalian inflasi, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar 1,8 triliun rupiah untuk program-program yang berkaitan dengan penanganan inflasi dan mendukung empat cara intervensi pengendalian inflasi, yaitu menjaga kelancaran distribusi (97,77 miliar rupiah), menjaga keterjangkauan harga (11,57 miliar rupiah), menjaga ketersediaan pasokan (472,61 miliar rupiah), dan memastikan komunikasi yang efektif dalam pengendalian inflasi (1,33 miliar rupiah).

Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat, pada tahun 2024 pemerintah memberikan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sebesar 1,22 triliun rupiah kepada 3,43 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain itu, melalui dana desa, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai sebesar 98,03 miliar rupiah kepada 27.230 KPM.

Sementara itu, untuk penghapusan kemiskinan ekstrim, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar 1,32 triliun rupiah melalui pemberian bansos tunai untuk masyarakat miskin, bantuan pendidikan, dan membangun sarana-prasarana yang layak bagi masyarakat. Pemerintah menggelontorkan 887 miliar rupiah untuk program keluarga harapan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,82 juta KPM dan 46,09 miliar rupiah untuk bansos anak yatim piatu dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 91,98 ribu PM.

Pemerintah juga memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi melalui Kartu Prakerja sebesar 71,5 miliar rupiah untuk 17,02 ribu KPM.

Selain itu, target ini dicapai melalui berbagai program yang beberapa di antaranya yaitu program perlinsos (10,66 miliar rupiah), pembangunan prasarana perumahan dan pemukiman (211,6 miliar rupiah), bantuan pendidikan tinggi (21,88 miliar rupiah), dan pelatihan bidang industri (17,9 miliar rupiah).

Selanjutnya, untuk penanganan stunting, pemerintah pusat telah membelanjakan sebesar 57,98 miliar rupiah yang ditujukan untuk mendukung tiga intervensi penanganan stunting, yaitu intervensi sensitif (mendukung penanganan melalui kegiatan yang berhubung dengan penyebab tidak langsung stunting) (50,5 miliar rupiah), intervensi spesifik (mendukung penanganan penyebab stunting secara langsung) (546,37 juta rupiah), dan intervensi dukungan (kegiatan-kegiatan pendukung seperti pencatatan sipil, penguatan posyandu, surveilans gizi, dan lain-lain) (6,93 miliar rupiah). Secara umum, belanja-belanja penanganan stunting tersebut digunakan untuk melaksanakan pelatihan bidang kesehatan bagi masyarakat, pembinaan, penyelenggaraan air minum yang layak, sampai peningkatan mutu tenaga kesehatan. Program pencegahan dan penurunan stunting juga dilakukan pada skala desa melalui Dana Desa sebesar 161,7 miliar rupiah.

Terakhir, dalam rangka mendukung peningkatan investasi, dukungan pemerintah pusat diberikan dalam wujud fasilitasi kebijakan maupun dukungan belanja. Fasilitasi yang diberikan pemerintah pusat untuk mendukung masuknya investasi ke KEK Mandalika yaitu pemberian insentif perpajakan/tax holiday 10-20 tahun bagi investor yang melakukan penanaman modal pada kegiatan utama di KEK dan tax allowance untuk kegiatan di luar kegiatan utama. Dukungan belanja diberikan pemerintah pusat melalui pengendalian program penanaman modal dengan realisasi belanja sebesar 486,72 juta rupiah oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) , disusul program nilai tambah dan daya saing industri untuk menumbuh dan mengembangkan IKM dan Aneka yang didanai sebesar 1,63 miliar rupiah oleh Kementerian Perindustrian, serta pembentukan regulasi dan penegakan hukum untuk menciptakan iklim regulasi yang ramah investasi oleh Kemenkumham dengan realisasi anggaran sebesar 56,6 miliar rupiah.

Pemerintah mendukung pendanaan modal usaha masyarakat melalui program subsidi KUR dan UMi. Pada tahun 2024, melalui lembaga keuangan bank maupun nonbank, penyaluran pembiayaan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 5,5 triliun rupiah kepada 112.719 debitur, sementara pembiayaan skema Ultra Mikro (UMi) terah disalurkan sebesar 170,45 miliar rupiah kepada 32.374 debitur. Penyaluran terbesar pada Skema Mikro (plafon 10 juta rupiah s.d 100 juta rupiah) yang didominasi oleh UMKM dengan total penyaluran 3.645,25 miliar rupiah kepada 92.852 debitur. Secara spasial, masyarakat Kabupaten Lombok Tengah menerima pinjaman KUR paling tinggi dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi NTB, dengan porsi penyaluran sebesar 19,49% (954,45 miliar rupiah) dari nominal yang disalukan pada tahun 2024.

Penyaluran tersebut diterima oleh 17.448 nasabah yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Sementara itu, penyaluran UMi paling besar disalurkan kepada Kabupaten Lombok Timur yang mengambil porsi 26,54% dari total, atau sebesar 45,23 miliar rupiah yang diterima 8.273 nasabah.

UMKM sektor Perdagangan besar dan eceran menerima penyaluran kredit KUR terbesar, yaitu 2.720,13 miliar rupiah dengan 76.263 debitur. Subsidi bunga kredit program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas dan daya saing, menciptakan lapangan pekerjaan, dan sebagai wujud pemberdayaan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan ini, Kepala BI NTB, Berry A Harahap, Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo dan Gusti Lanang Patra dari BPS NTB juga menyampaikan perkembangan ekonomi dan keuangan di NTB.(bul)

Penyaluran MBG, Senator Farabi Minta Pemerintah Prioritaskan Daerah Terpencil

0
Muhammad Rifki Farabi(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota DPD RI dari dapil NTB, Muhammad Rifki Farabi, menyarankan pemerintah agar dapur umum untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, tidak terlalu jauh dari area sekolah.

Wakil Ketua II PURT DPD RI ini menegaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, keberadaan dapur yang jauh dari sekolah dirasa menyulitkan, terutama di daerah terpencil.

“Di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, ada Pulau Moyo, dan di Pulau Lombok ada Pulau Maringkik di Kabupaten Lombok Timur. Jika dapur makan bergizinya jauh dari pulau atau terletak di daratan, tentu itu akan menyulitkan. Apalagi di daerah kepulauan ini, akses transportasi menggunakan kendaraan roda empat sangat terbatas,” tegas Farabi kepada wartawan pada Rabu 22 Januari 2025.

Farabi mengungkapkan, dalam rapat umum DPD RI bersama Badan Gizi Nasional di Jakarta, dirinya telah meminta agar pendistribusian Makanan Bergizi Gratis di daerah-daerah sulit di NTB menjadi prioritas.

Selain wilayah kepulauan, Farabi juga mengingatkan adanya wilayah terpencil di Pulau Sumbawa, yakni Baturotok dan Tepal, yang terletak di perbukitan dan membutuhkan ketepatan waktu dalam pendistribusian makanan bergizi gratis.

“Karena aksesnya yang sulit dan medan yang berat, pendistribusian yang tepat waktu menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Farabi.

Putra mantan Gubernur TGB Muhammad Zainul Majdi ini menilai, pemilihan lokasi dapur MBG harus menjadi perhatian semua pihak. Salah satu hal penting dalam keberhasilan program MBG adalah aksesibilitas dari dapur ke titik penerima.

“Mudah-mudahan program Makanan Bergizi Gratis ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan siswa-siswi Indonesia,” ungkap Farabi.

Sementara itu, Pemuda Desa Baturotok, Sumbawa, Ardian, mengapresiasi pernyataan anggota DPD RI Muhammad Rifki Farabi. Menurutnya, apa yang disampaikan Farabi terkait lokasi dapur umum benar-benar menjadi keluhan masyarakat setempat.

“Kami di Baturotok sangat mengapresiasi, karena penerima makanan bergizi di sini cukup banyak, namun tidak memungkinkan jika dapur umumnya berada di kota, mengingat akses ke kota yang sangat jauh,” kata Ardian.

Untuk itu, ia berharap daerah-daerah terpencil, seperti Baturotok, dapat memiliki dapur umum khusus untuk program Makanan Bergizi Gratis ini. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Ustadz Farabi, yang telah menyampaikan aspirasi kami di tingkat nasional,” pungkasnya. (ndi)

Jumlah Sapi ‘’Suspect’’ PMK Bertambah di Lotim

0
Tim Disnakeswan Lotim saat turun memeriksa kesehatan ternak belum lama ini.(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah ternak sapi yang diduga kembali terpapar atau suspect Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Lombok Timur (Lotim) bertambah. Sebelumnya dilaporkan hanya 34 kasus, namun kini bertambah menjadi 40 kasus.

“35 ekor sapi sudah sembuh setelah kita lakukan pengobatan, ” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, drh. Hultatang, Rabu 22 Januari 2025.

Hultatang menjelaskan, ciri ternak sapi terpapar PMK antara lain mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh ternak 39–41°C. Ada luka lepuh di lidah, bibir, gusi, langit-langit mulut, dan hidung, air liur berlebihan, hilang nafsu makan. Kaki pincang dan ternak mengalami penurunan berat badan. Bagi indukan, produksi air susu menurun. Terlihat di kaki dan kuku ternak yang membengkak.

PMK adalah penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi. Cara pencegahan PMK dengan membatasi kontak antar hewan. Karantina hewan ternak yang sudah tertular. Semprot kandang dengan cairan disinfektan dan tingkatkan imunitas hewan ternak.

Disnakeswan mencoba lebih sigap menghadapi musibah kembalinya wabah PMK. Selain mulai gencarkan vaksinasi dan penyemprotan cairan disinfektan, ternak yang mengalami suspect diberikan suntikan vitamin.

Soal vaksinasi, sambungnya ditarget jumlah ternak yang akan divaksin sebanyak 35 ribu ekor. Saat ini, Lotim sudah mendapatkan 5.000 vaksin yang sebagian sudah mulai disuntikkan ke ternak sapi.

“Vaksinasi sekarang sedang berjalan, malah jatah di salah satu kecamatan sudah habis terpakai,” sebutnya.

Lotim menunggu penambahan vaksin dari pusat. Rencananya, penambahan vaksin akan diberikan pada  bulan Februari 2025 mendatang.

Ia berharap pada peternak yang ternaknya baru kena PMK agar tidak buru-buru menjual hewan ternaknya tetapi segera melakukan tindakan perawatan dengan memberikan pertolongan pertama pada ternak dengan memberikan minuman yang bersifat asam seperti jeruk. Sifat asam ini melemahkan virus PMK hingga membunuh virus penyakit. (rus)

Tim Saber Pungli Fokus Tangani Dugaan Pungli di Parkir dan Pasar

0
Hj. Baiq Nelly Kusumawati. (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Mataram, telah melakukan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan asli daerah. Dugaan pungutan liar pada retribusi parkir dan retribusi pasar menjadi fokus penanganan.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Hj. Baiq Nelly Kusumawati dikonfirmasi pada, Selasa 21 Januari 2025 menerangkan, Tim Saber Pungli Kota Mataram telah melakukan pengawasan terhadap retribusi parkir dan retribusi pasar. Hasil pengawasan segera disampaikan ke kepala daerah untuk meminta arahan sekaligus masukan dalam pelaksanaan kerja tim saber pungli dengan melibatkan organisasi perangkat daerah. “Rencana kami mau audiens dengan Pak Wali meminta pengarahan dari hasil pengawasan tahun 2024,” terangnya.

Pihaknya memiliki formulasi mengoptimalkan pendapatan asli daerah dengan mengurangi kebocoran serta pungutan liar. Pasalnya, retribusi parkir dan retribusi pasar diduga marak terjadi kebocoran maupun pungutan liar.

Nelly menegaskan, organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai profit center akan dilibatkan untuk menyusun langkah kerja di tahun 2025, terutama pencegahan. “Kita telah menyiapkan akselarasi untuk menangani kebocoran PAD,” ujarnya.

Dikatakan, potensi kebocoran serta pungli benar-benar ditangani dengan maksimal dan intens melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, sehingga mereka (OPD,red) mengetahui kewenangan masing-masing serta tidak saling menyalahkan.

Tim Saber Pungli Kota Mataram akan menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dari hasil pengawasan, karena pihaknya mengetahui potensi kebocoran PAD, sehingga strategi penanganannya telah dipetakan agar target retribusi tercapai. “Kita sudah tahu bagaimana modusnya, sehingga ini yang akan kita tangani,” pungkasnya.

Nelly mengakui, pencegahan menjadi prioritas kerja tim saber pungli daripada penindakan. Pertimbangannya jangan sampai masyarakat mengkritisi kebijakan pemerintah padahal belum dilakukan pembenahan pelayanan publik kepada masyarakat. “Pencegahan pasti berdampak pada peningkatan,” demikian kata dia. (cem)

Ukur Komitmen dan Semangat Pelaku UMKM

0
Siti Fitriani Bakhreisyi(ekbisntb.com/dok)

PEMKOT Mataram akan melaksanakan kebijakan baru mengenai pemberlakuan tarif retribusi bagi pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang beroperasi di eks Pelabuhan Ampenan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sekaligus memacu semangat berusaha bagi para pelaku UMKM.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Siti Fitriani Bakhreisyi menilai penerapan retribusi adalah langkah positif untuk mengukur komitmen dan semangat para pelaku UMKM. Dengan adanya retribusi ini, diharapkan pedagang akan lebih serius dalam mengelola usaha mereka dan berkontribusi pada perekonomian daerah. “Dengan adanya kontribusi ini, diharapkan semangat berusaha para pedagang semakin tinggi,” ujarnya kepada Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram, baru-baru ini.

Pipit, sapaan politisi Partai Nasdem ini menyadari, kebijakan menarik retribusi kepada pedagang di eks Pelabuhan Ampenan pada Februari nanti, tentu ada pro dan kontra. Oleh karena itu, dia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan ini sebelum mengenakan retribusi. Sebagai langkah awal, lanjut dia, ada baiknya pemerintah melakukan ujicoba selama beberapa bulan.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang jelas kepada para pedagang tentang kebijakan baru ini. Pipit menyarankan, par pedagang diberikan informasi tertulis mengenai aturan dan syarat yang berlaku bagi pedagang yang ingin berjualan di lokasi yang baru selesai direvitalisasi tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak ada kebingungannya, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan adanya pungutan retribusi.

Pada bagian lain, Pipit mengingatkan agar pemerintah juga memperhatikan kondisi di lapangan. Kebijakan yang diterapkan harus disesuaikan dengan keadaan yang ada, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurut Pipit, kebijakan ini banyak mendapatkan tantangan. Pusat kuliner seperti di eks Pelabuhan Ampenan, menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung, terutama pada hari-hari libur. Hal ini memberi harapan bahwa dengan adanya retribusi, para pedagang akan lebih termotivasi untuk mengelola usaha mereka secara profesional, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas pelayanan dan produk yang ditawarkan.(fit)

Retribusi Parkir Diduga Masih Bocor

0
Seorang jukir di salah satu pusat pertokoan di Jalan Sriwijaya Kota Mataram menjaga kendaraan terparkir pada, Rabu 22 Januari 2025. Diduga masih ditemukan kebocoran parkir di Kota Mataram akibat maraknya jukir liar. (ekbisntb.com/cem)

Lombok(ekbisntb.com) – Retribusi parkir tepi jalan umum diduga masih bocor. Kebocoran ini disinyalir maraknya juru parkir liar di Kota Mataram. Penertiban akan intens dilakukan terutama menyisir titik parkir baru.

Kepala Dina Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin ditemui pada, Rabu 22 Januari 2025 menerangkan, pihaknya telah membentuk tim akselarasi melibatkan seluruh bidang di Dinas Perhubungan untuk membantu tugas dari koordinator lapangan untuk turun menyisir pelayanan parkir terutama memantau kedisiplinan juru parkir menggunakan QR code, penggunaan atribut, pemantauan titik baru serta menagih tunggakan pajak. “Semua bidang kita turunkan membantu bidang dalops untuk memaksimalkan retribusi parkir,” terangnya.

Dugaan kebocoran retribusi parkir tidak dipungkiri masih ditemukan. Pihaknya kata Zulkarwin, berkoordinasi dan konsultasi dengan Inspektorat Kota Mataram selaku bagian dari tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kota Mataram, untuk mengidentifikasi titik kebocoran retribusi parkir tersebut. Kebocoran ini akan diidentifikasi dan ditutup. Selain itu, Ombudsman Republik Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat, juga menyarankan agar peningkatan kualitas pelayanan parkir ditingkatkan sebelum penerapan kenaikan tarif baru. “Sebelum bulan Juni, kita berusaha meningkatkan pelayanan parkir,” jelasnya.

Mantan Camat Selaparang menambahkan, juru parkir liar sedang dipantau dan menjadi atensi. Pihaknya mengarahkan jukir untuk mendaftar, tetapi persoalannya titik parkir yang didaftarkan memenuhi persyaratan atau tidak.

Ia mencontohkan, banyak toko baru buka dan ramai. Puncak keramaian itu hanya bertahan selama dua sampai tiga minggu. Dikhawatirkan apabila didaftarkan sebagai potensi baru memiliki konsekuensi terhadap target. “Potensi titik baru tetap didata,” ujarnya.

Bagaimana dengan tunggakan retribusi parkir di tahun 2024? Ditegaskan, korlap tetap menagih jukir berdasarkan catatan dalam sistem Sijukir. Jukir memiliki tunggakan yang bervariasi tetapi telah diklasifikasikan menjadi jukir hijau, kuning, dan merah. Intervensinya pun berbeda-beda. Jukir kuning diberikan arahan untuk mencicil tunggakan retribusi mereka. Sedangkan, jukir merah diberikan surat peringatan satu sampai dua. Jika kooperatif maka diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, untuk dilakukan tindakan tegas berupa tindak pidana ringan (tipiring). “Kalau masih membandel langsung diserahkan ke Pol PP untuk dikenakan tipiring,” demikian kata dia. (cem)