Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 404

Komisi II DPRD NTB dan Distanbun Pantau Lahan Pertanian Terdampak Banjir

0
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Megawati Lestari, didampingi Dinas Pertanian turun langsung mengecek kondisi lahan pertanian warga yang terdampak banjir.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Megawati Lestari, mengajak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB untuk turun langsung mengecek kondisi lahan pertanian milik masyarakat yang terdampak banjir di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

“Melihat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, banyak kawasan yang tergenang banjir, termasuk lahan-lahan pertanian. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan,” ujar Megawati saat dikonfirmasi pada Kamis 13 Februari 2025.

Dalam kunjungan lapangannya, politisi dari Partai Golkar tersebut menemukan dua pasangan suami istri yang tengah memanen padi di tengah kondisi tanaman yang rusak akibat angin kencang dan hujan deras. Megawati menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut.

“Apa yang kita lihat di sini hanyalah salah satu contoh. Pasangan suami istri ini memiliki lahan seluas 10 are, tetapi padinya banyak yang tumbang akibat cuaca buruk,” ungkap Megawati dengan rasa prihatin.

Ia meyakini bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di Desa Pelambik, tetapi juga di desa-desa lainnya di Lombok Tengah. Oleh karena itu, ia mengajak Distanbun NTB untuk mencari solusi guna membantu para petani yang terdampak.

“Hari ini saya sengaja mengajak Dinas Pertanian untuk bisa segera mencari solusi. Setidaknya kami berharap ada bantuan stimulan bagi para petani,” tutur Megawati.

Megawati juga meminta Distanbun NTB agar lebih sigap dalam mendata petani yang terdampak dan segera memberikan bantuan, minimal berupa benih padi baru. “Petani adalah penopang ketahanan pangan kita, mereka harus mendapat perhatian. Kita tidak ingin ketika mereka mengalami musibah, kita hanya diam saja,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Distanbun NTB, Ni Nyoman Darmilaswati, yang juga ikut turun ke lapangan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat berupa benih padi baru agar dapat segera ditanam kembali oleh petani yang terdampak.

“Kami telah berkoordinasi dengan Balai Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) agar petani bisa mendapatkan bantuan benih padi. Kami juga sudah melaporkan kondisi ini ke pusat dan diarahkan untuk mengajukan surat resmi yang dilampiri data petani terdampak banjir,” jelas Ni Nyoman.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya sedang menunggu data lengkap dari Kabupaten Lombok Tengah terkait jumlah lahan yang terdampak banjir. “Data ini akan menjadi dasar untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat,” kata Ni Nyoman.

Distanbun NTB juga berharap adanya dukungan dari DPRD NTB melalui alokasi anggaran dalam pokok pikiran (pokir) dewan untuk pengadaan jaringan irigasi dan bantuan benih bagi petani. “Kami meminta dukungan dari DPRD NTB agar dalam pokirnya bisa mengusulkan perbaikan jaringan irigasi dan bantuan benih bagi petani,” pungkasnya. (ndi)

Keberadaan 30 Desa Wisata di Sumbawa Butuh Penataan Lanjutan

0
Muhammad Irfan(ekbisntb.com/dok)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa, telah menetapkan sebanyak 30 desa wisata berdasarkan surat keputusan (SK), hanya saja keberadaan desa tersebut butuh intervensi lebih lanjut untuk memaksimalkan keberadaannya.

“Memang ketika kaitannya dengan infrastruktur di desa wisata belum sempurna selayaknya desa-desa wisata yang ada, sehingga kita akan berupaya melakukan intervensi lebih lanjut,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sumbawa, Muhammad Irfan, kepada Ekbis NTB, kemarin.

Meski masih banyak kekurangan lanjut Irfan, tidak menjadi kendala karena pada prinsipnya 30 desa wisata tersebut layak dikunjungi dengan segala keunikannya. Pihaknya juga tengah mencoba untuk berkoordinasi dengan leading sektor lainnya untuk bisa memenuhi sarana tersebut.

“Infrastruktur jalan yang paling utama menjadi persoalan saat ini dan kami tetap melakukan kordinasi lebih lanjut dengan leading sektor terkait agar bisa dipenuhi,” ucapnya.

Salah satu lanjutnya dengan Dinas PUPRPP agar memperbaiki akses jalan ke sejumlah destinasi wisata dan pemenuhan air bersih. Dinas LH membantu mengurangi masalah sampah dan mendorong desa untuk menggunakan anggaran desa mengintervensi masalah pariwisata.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mengintervensi masalah tersebut karena anggaran kita sangat terbatas sehingga butuh kerjasama dengan leading sektor lainnya untuk bisa mengintervensi persoalan ini,” tukasnya. (ils)

Agen LPG 3 Kg Diminta Terapkan Sanksi Tegas Terhadap Pangkalan

0
LPG 3 KG(ekbisntb.com/ant)

Taliwang (ekbisntb.com) – Para agen penyalur gas 3 kilogram (kg) di Kabupaten Sumbawa Barat diminta agar menerapkan sanksi tegas terhadap pangkalan yang mempermainkan harga penjualan di tingkat lapangan.

Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim mengatakan, pihaknya telah meminta komitmen para agen tersebut saat gelaran RDP (rapat dengar pendapat) baru-baru ini. “Kemarin (Rabu) kami RDP dengan mereka (agen gas 3 kg) dan mereka janji akan melaksanakannya,” kata Iwan kepada media ini, Kamis 13 Februari 2025.

Menurut Iwan, salah satu hal bermasalah dalam proses distribusi gas subsidi 3 kg selama ini adalah terkait harga. Ia mengatakan, meski pemerintah telah menetapkan standar harga jual (HET), namun di tingkat lapangan masih ada ditemukan pangkalan yang berani menaikkan harga penjualannya. “Kami sampaikan ke mereka (agen) kalau menemukan, berikan sanksi dan jangan didiamkan,” tegasnya.

Senada dengan Iwan, kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman juga meminta para agen untuk tegas terhadap pangkalan. Ia mengungkapkan, banyak tindak penyimpangan dapat dengan mudah dilalukan oleh pangkalan. Dan berdasarkan hasil pantauannya, terdapat pangkalan yang selama ini melanggar. Tidak saja menjual gas 3 kg melampaui HET tetapi juga ditemukan penjualan yang tidak tepat sasaran.

“Tapi temuan kami itu tidak bisa kami tindaklanjuti dalam bentuk pemberian sanksi, karena kami tidak berewenang,” papar Suryaman.

Pemberian sanksi sebut dia berada di tangan para agen. Karenanya Suryaman berharap agar agen-agen penyalur gas 3 kg memaksimalkan fungsinya dalam mengontrol seluruh pangkalan yang berada di bawah naungannya. “Selama ini kami lihat fungsi pengawasan agen belum maksimal terhadap pangkalan,” tandasnya.

Selanjutnya Suryaman mengatakan, ada masalah lain terkait penyaluran gas 3 kg yang harus diseriusi, dan hal itu kuncinya adalah kesadaran masyarakat. Masalah tersebut yakni masih banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi gas 3 kg tetapi tidak memenuhi syarat sebagai konsumen.

“Gas 3 kg itu kan jelas siapa sasarannya. Masyarakat miskin. Tapi faktanya sampai hari ini ada orang kaya sampai ASN masih pakai gas subsidi,” bebernya. (bug)

Entaskan 7.420 Jiwa Penduduk Miskin Ekstrem, Loteng Siapkan Penanganan Khusus

0
H. M. Nursiah (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah penduduk dengan kategori miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tercatat 0,7 persen atau sekitar 7.420 jiwa. Pemkab Loteng pun kini tengah menyiapkan penanganan khusus untuk bisa mengentaskan penduduk miskin ekstrem tersebut. Dimulai dengan melakukan verifikasi dan validasi data penduduk miskin ekstrem di daerah.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 12 Februari 2025, Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., mengatakan selain untuk memastikan data penduduk miskin ekstrem, verifikasi dan validasi dilakukan untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan riil penduduk miskin ekstrem tersebut. Karena memang kondisi serta kebutuhannya berbeda-beda. Sehingga pola pendekatannya pun berbeda.

“Kondisi dan kebutuhan penduduk miskin ekstrem itu nantinya menentukan pola penangannyan. Ada yang butuh sumber penghasilan tetap, ada juga yang butuh rumah layak huni dan lain sebagainya,” terang Nursiah.

Belum lagi bicara aspek usia. Ada yang memang masih dalam kategori usia produktif. Ada juga yang sudah pada usia tidak produktif lagi. Jadi penanganan satu penduduk miskin ekstrem dengan lain berbeda. Tergantung kondisi dan kebutuhannya.

Dengan demikian, program yang disalurkan bagi penduduk miskin ekstrem tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga bisa memberikan dampak bagi peningkatan status dan kondisi kesejahteraan penduduk miskin ekstrem itu sendiri.

“Memang mengentaskan penduduk miskin, apalagi miskin ekstrem itu bukan perkerjaan mudah. Tapi kita tetap harus berupaya. Caranya, dengan menyiapkan program yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan,” sebutnya.

Saat ini proses verifikasi dan validasi penduduk miskin ekstrem sudah berjalan. Pihaknya juga sudah beberapa kali turun lapangan untuk mengecek langsung kondisi penduduk miskin ekstrem di Loteng. Dan, memang persoalan yang dihadapinya berbeda-beda antara satu penduduk miskin ekstrem dengan lainnya.

Setelah proses verifikasi dan validasi penduduk miskin ekstrem tersebut selesai dilakukan, barulah akan disinkronkan dengan program yang ada di daerah. Misalnya, berapa yang butuh rumah layak huni, berapa yang butuh program pemberdayaan serta program lainnya. Sehingga untuk penanganan penduduk miskin ekstrem tersebut juga bisa berbeda waktunya. Bisa tahun ini atau tahun depan. Disesuaikan dengan kondisi kesiapan program yang ada.

“Prinsipnya, pengentasan penduduk miskin terutama miskin ekstrim adalah prioritas kita. Maka program-program daerah yang dilakansakan diupayakan diarahkan untuk mendukung pengentasan penduduk miskin ekstrem di daerah ini,” pungkas Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng ini. (kir)

Pemkot Mataram Targetkan 1.000 Wirausaha Baru di 2025

0
Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, membeli kopi keliling pada Selasa (11/2). Dalam periode kedua kepemimpinan pasangan HARUM (H. Mohan Roliskana-TGH. Mujiburrahman), mereka berkomitmen untuk menciptakan 1.000 wirausaha baru setiap tahunnya(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram menargetkan terciptanya 1.000 wirausaha baru pada tahun 2025. Target ini dianggap realistis dan akan diintegrasikan ke dalam program masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, dalam keterangan yang diterima pada Kamis 13 Februari 2025, menjelaskan bahwa rapat koordinasi yang melibatkan OPD di lingkungan Pemkot Mataram membahas visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Mataram. Salah satu fokus utama adalah menciptakan 1.000 wirausaha baru. OPD teknis diminta untuk mengidentifikasi program sasaran pada 2025, termasuk mengkategorikan serta merumuskan struktur program.

“Kami akan menyusun petunjuk mengenai definisi, kriteria, persyaratan, dan hal-hal yang perlu dipenuhi dalam mencetak wirausaha baru,” jelasnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, berbagai OPD akan terlibat, di antaranya Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial Kota Mataram. Setiap OPD memiliki program yang berkontribusi terhadap penciptaan wirausaha baru.

Miftahurrahman menambahkan, seluruh program OPD akan diintegrasikan. Walikota Mataram mengarahkan agar data yang terkait dengan kegiatan, sasaran, dan program dipadukan secara keseluruhan. “Masing-masing OPD memiliki tugas yang berbeda. Misalnya, Dinas Koperasi dan UMKM fokus pada pemberdayaan usaha kreatif melalui UMKM, Dinas Tenaga Kerja fokus pada pengurangan pengangguran, dan Dinas Pariwisata mengembangkan usaha kreatif untuk mendukung sektor pariwisata,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram ini juga menambahkan, target 1.000 wirausaha baru ini diharapkan dapat tercapai dalam lima tahun, dengan total 5.000 wirausaha baru sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Walikota dan Wakil Walikota. “Target ini realistis, dan untuk mencapainya, kami perlu mengkategorikan program dengan lebih jelas dan terukur,” jelasnya.

Sebelum pelatihan dilaksanakan, lanjut Miftah, dilakukan terlebih dahulu proses asesmen. Program ini akan memprioritaskan sasaran pada masyarakat miskin, pemuda, dan kelompok lainnya yang memiliki potensi untuk menjadi wirausaha. Menurutnya, meskipun beberapa wirausaha saat ini masih stagnan dengan omzet yang terbatas, fokus utama adalah memberikan solusi terhadap masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran.(cem)

Stok Minyakita di Mataram Masih Aman

0
Sejumlah warga membeli minyak goreng subsidi (MinyaKita,red) (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Stok minyakita di Mataram masih aman. Meski di beberapa daerah lain mengalami kelangkaan. Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting, Sri Wahyunida, menyatakan bahwa stok Minyakita di Kota Mataram masih mencukupi. Hal ini terlihat saat pelaksanaan kegiatan pasar rakyat, di mana distributor masih menjual minyak subsidi dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

“Minyakita di Kota Mataram masih tersedia, dengan harga yang berkisar antara Rp15.300 hingga Rp15.700 di pasar rakyat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis 13 Februari 2025.

Meski demikian, ia mengakui bahwa beberapa wilayah di Pulau Jawa mengalami gejolak karena stok terbatas, bahkan harga minyak goreng mencapai Rp18.000 per liter. Ia bersyukur bahwa harga minyak di Mataram masih stabil. Distributor juga telah memesan dua kontainer minyak untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Di Mataram, Alhamdulillah, stok masih aman,” tambahnya.

Namun, pihaknya tetap perlu mengantisipasi kemungkinan kelangkaan. Nida mengkhawatirkan, jika jatah Minyakita yang seharusnya dikirim ke Pulau Lombok, khususnya Kota Mataram, justru dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Jawa, hal ini bisa berdampak pada pasokan dan harga minyak di Pulau Lombok. “Kami akan berkoordinasi dengan OPD teknis untuk memastikan stok tetap aman,” ujarnya. (cem)

NTB Targetkan Luas Tanam Padi 430 Ribu ha pada 2025

0
Muhammad Taufieq Hidayat(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan luas tanam padi sebesar 430 ribu hektare sepanjang 2025 dengan target produksi mencapai 1,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat mengatakan luas tanam tahun lalu sebanyak 292 ribu hektare, namun ada 12 ribu hektare lahan yang gagal tanam dan gagal panen.

“Kami mengoptimalkan lahan yang dulu tidak tertanami sekarang agar ditanami untuk mengejar target itu,” ujarnya di Mataram, NTB, Kamis.

Taufieq menjelaskan pihaknya juga memaksimalkan penanaman padi dari hanya satu kali tanam menjadi dua kali tanam setahun, lalu dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

Tanaman padi gogo yang tumbuh pada lahan perkebunan di bawah tegakan (pohon) juga dihitung sebagai potensi lahan padi.

“Tahun lalu ada lahan yang tidak ditanami karena alasan irigasi teknis, sekarang ada optimalisasi lahan. Kami beri bantuan berupa perbaikan jaringan irigasi, renovasi, rehabilitasi embung dan bendung untuk mengejar luas tanam tersebut,” kata Taufieq.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa fenomena La Nina yang sekarang terjadi menyebabkan peningkatan curah hujan menjadi faktor pengungkit untuk meningkatkan masa tanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

Bila saat El Nino pada 2024 ada banyak lahan persawahan gagal tanam dan gagal panen akibat kekurangan air, maka La Nina tahun ini memberikan suplai air yang cukup untuk pertumbuhan padi dari benih hingga panen.

“La Nina yang terjadi tahun ini bisa capai target sekitar 70 persen, tapi kalau normal target 430 ribu hektare itu bisa terlampaui kalau dengan kondisi cuaca normal,” sebut Taufieq. (ant)

Peringatan Bulan K3, PLN Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan kepada Mahasiswa Universitas Mataram

0
Sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan dalam rangka Peringatan Bulan K3 di Universitas Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlangsung dari 12 Januari hingga 12 Februari, PLN UP2B NTB menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di Fakultas MIPA Universitas Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan generasi muda tentang pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pada acara tersebut, peserta memperoleh berbagai materi, antara lain pengenalan potensi bahaya listrik, prosedur keselamatan saat bekerja dengan peralatan listrik, serta langkah-langkah pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kelistrikan. Dosen dan mahasiswa yang hadir mengikuti kegiatan ini dengan antusias, karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.

Manager PLN UP2B NTB, Yuana Putra Adianto, menekankan bahwa keselamatan listrik harus menjadi perhatian utama semua pihak. “Keselamatan dalam bekerja dan beraktivitas dengan listrik bukanlah hal sepele. Setiap individu, terutama mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, perlu memahami risiko kelistrikan dan langkah-langkah pencegahannya untuk meminimalisir kecelakaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, juga menyampaikan bahwa PLN sangat peduli terhadap generasi muda agar mereka memahami pentingnya keselamatan kerja sejak dini. “Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab pekerja di sektor listrik, tetapi juga setiap pengguna listrik. Dengan memahami risiko dan tindakan pencegahannya, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua,” kata Sudjarwo.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak untuk mengenal berbagai alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam pekerjaan yang berhubungan dengan listrik, cara menangani kondisi darurat, serta teknik mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini diharapkan dapat menanamkan budaya keselamatan di berbagai sektor kehidupan.

Antusiasme peserta sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mahasiswa Universitas Mataram menunjukkan minat besar dalam memahami prinsip keselamatan ketenagalistrikan, terutama terkait penggunaan listrik di rumah maupun di lingkungan kerja. Hal ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran akan keselamatan listrik semakin meningkat di kalangan generasi muda.

Melalui sosialisasi ini, PLN berharap pemahaman tentang keselamatan ketenagalistrikan dapat terus meluas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan dapat membawa wawasan ini ke dunia kerja maupun komunitas mereka, sehingga budaya keselamatan listrik dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat secara lebih luas. (bul)

PT. DLU Siapkan Potongan Harga Tiket Penyeberangan Lembar-Jawa Timur

0
Salah satu kapal yang dioperasikan PT. DLU dari dan ke Lombok(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Operator kapal penyeberangan PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan program diskon tarif angkutan penyeberangan dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Lebaran 1446 H/2025. Diskon ini diberikan untuk kemudahan penumpang melakukan perjalanan lebih awal saat pulang ke kampung halamannya melakukan ziarah makam, maupun liburan.

Kepala Cabang Lembar PT DLU, Firman Dandy di kantornya, Kamis, 13 Februari 2025 mengatakan, program ini sudah disusun dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Angkutan Lebaran, Nyepi, dan Liburan Sekolah yang diadakan di Bali pada 14-15 Januari 2025. Seluruh armada DLU akan dioperasikan penuh tanpa ada yang menjalani perawatan atau docking, guna mendukung kelancaran transportasi selama musim mudik dan libur.

DLU menawarkan potongan harga secara bertahap, harga tiket H-40 hingga H-30 Lebaran didiskon 10% dari tarif normal. H-30 hingga H-20 Lebaran tarif kembali normal. H-20 hingga H-10 Lebaran kenaikan tarif sebesar 10%. H-10 hingga Hari H Lebaran kenaikan tarif sebesar 20-25%.

Firman Dandy menjelaskan bahwa diskon ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya sebelum puasa, maupun sebelum lebaran.

“Di Jawa itu ada tradisi nyekar ke makam keluarga sebelum puasa, begitu juga saat lebaran. DLU memberikan kemudahan kepada penumpang dengan fasilitas harga tiket penyeberengan dari dan ke Jawa dengan potongan tarif,” jelas Firman.

“Selain itu, Kami ingin mengurangi lonjakan arus mudik di H-7 dengan memberikan potongan harga bagi mereka yang berangkat lebih awal,” ujarnya.
Saat ini kapal penyeberangan PT. DLU dari Pelabuhan Lembar ke Surabaya dilayani tiga kapal. Yaitu KM. Kirana VII, KM . Dharma Rucitra VIII dan KM. Dharma Kartika V. kemudian dua kapal dari Lembar ke Padang Bai, Bali yaitu, Dharma Fery VIII dan Dharma Fery IX.

Namun, Firman menegaskan bahwa untuk rute Lembar – Padang Bai, DLU tak menyediakan fasilitas diskon, karena tarif penyeberangan yang beralku sudah bersifat terpadu tanpa batas atas atau bawah. Tarifnya tetap seperti tarif biasa.

Firman menambahkan, tiket penyeberangan ke Pulau Jawa yang diberikan fasilitas diskon ini hanya berlaku untuk masa penyeberangan sesuai periodernya.

“Bukan untuk tiket penyeberangan lebaran yang dibeli sekarang. Berlaku untuk periode yang sudah ditentukan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, perjalanan lintas panjang Lombok- Jawa Timur (PP) kini semakin nyaman dan menyenangkan dengan layanan kapal dari PT. DLU. Kapal-kapal yang dioperasikan oleh perusahaan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman serasa berada di kapal wisata.

Firman Dandy menegaskan, kapal-kapal yang melayani rute Lembar – Surabaya dan Lembar – Padang Bai memiliki fasilitas premium yang membuat perjalanan lebih berkelas dan nyaman. Untuk memastikan bahwa penumpang tidak hanya sampai di tujuan dengan selamat, tetapi juga menikmati perjalanan dengan pengalaman seperti berada di kapal pesiar.

Fasilitas premium ala Kapal DLU tersedia ruang penumpang yang luas dan nyaman, kursi reclining seat untuk perjalanan yang lebih rileks. Kabin eksklusif untuk penumpang yang menginginkan privasi lebih. Area hiburan dengan TV dan music. Restoran dan kantin yang menyediakan berbagai pilihan makanan. Area bermain anak untuk keluarga yang bepergian bersama anak-anak. Dan spot foto Instagramable di beberapa sudut kapal.

“Fasilitas ini dirancang agar penumpang merasa nyaman sepanjang perjalanan, layaknya berada di kapal wisata,” tambah Firman.(bul)

Wujudkan Indonesia Emas 2045, DPR dan BGN Gelar Sosialisasi MBG di Wanasaba

0
Kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wanasaba(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – DPR RI bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wanasaba Minggu, 9 Februari 2025. Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas ditahun 2045.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti 300-an peserta itu dilaksanakan di Kantor Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, NTB. Program ini resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Acara sosialisasi MBG ini dihadiri oleh perwakilan Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, DPRD Kabupaten Lombok Timur Tirmidzi, dan Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Badan Gizi Nasional Imam Bachtiar.

Sebagai anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan ketenagakerjaan, Muazzim Akbar menyadari betul betapa pentingnya peran gizi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kuat.

“Gizi yang baik adalah modal besar untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan produktif, serta mampu bersaing di era global sekarang ini dan di masa depan,” buka Muazzim Akbar.

Namun demikian, ada banyak tantangan persoalan gizi yang harus diatasi bersama, seperti stunting, gizi buruk, dan maraknya obesitas. Kurangnya anggaran, akses yang terbatas juga masih menjadi persoalan bagi masa depan Indonesia.

“Kehadiran Badan Gizi Nasional merupakan langkah strategies untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah, tentu dengan melibatkan masyarakat sebagai kontrol agar program ini tetap berjalan baik, berkesinambungan, dan berhasil bagi masa depan bangsa,” sambungnya.

“Saya yang sering berkomunikasi di tingkat nasional dengan pemangku-pemangku jabatan, dengan pelaksana-pelaksana kebijakan, sangat memberikan apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan Program MBG.” ujarnya.

Dalam mewujudkan gizi nasional yang merata dan berkualitas membutuhkan peran semua pihak, baik formal, informal, maupun masyarakat secara langsung. Bahkan anggarannya juga sangat besar. Ini membutuhkan keseriusan dan kerja keras dari semua elemen bangsa.

Program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk memberikan akses yang merata kepada seluruh siswa di Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosial. Ini mencerminkan nilai keadilan sosial dari Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Selain itu, program ini juga berupaya untuk memperbaiki ekonomi masyarakat di tingkat desa hingga provinsi. Uang yang digunakan untuk program ini diharapkan dapat beredar di daerah-daerah, bukan hanya beredar di kalangan-kalangan orang kaya saja, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di daerah.

“Secara spesifik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan SDM yang unggul untuk menciptakan generasi emas yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan di era globalisasi dunia,” jelas Muazzim.

Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum, memahami peran dan fungsi Badan Gizi Nasional serta dapat berkontribusi aktif dalam mendukung program-programnya.

Di penghujung acara, Muazzim menyampaikan harapan terhadap program baru ini terutama dalam mewujudkan generasi emas bangsa Indonesia di masa depan.

“Saya berharap acara sosialisasi ini dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua dan menjadi langkah awal menuju Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.(r)