Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 403

Efisiensi Anggaran, PON XXII di NTB dan NTT Berpeluang Batal

0
H.Lalu Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII yang rencananya akan dilangsungkan di NTB dan NTT tahun 2028 mendatang berpeluang dibatalkan. Pembatalan berpeluang terjadi, menyusul adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.

Sekda NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengaku terbebani apabila pelaksanaan PON ini tanpa adanya dukungan dari pusat. Apalagi, anggaran untuk mensukseskan perhelatan ini tidak sedikit, butuh triliunan untuk membangun infrastruktur dan venue saja.

“Kalau kita jadi tuan rumah PON tidak didukung dari pusat ya berat juga. Apalagi 2028 kita sudah harus mulai bersiap dengan persiapan Pemilu, Pilpres, seperti itu,’’ ujarnya Jumat 14 Februari 2025.

Menurutnya, sebelum PON berlangsung, setahun sebelumnya seluruh persiapan yang berkaitan dengan infrastruktur harus sudah jadi. Dengan adanya pemangkasan anggaran ini, dikatakan cukup sulit untuk merealisasikan mimpi NTB menjadi tuan rumah PON.

“Kami kalaupun jadi tuan rumah PON inginnya infrastruktur harus sudah jadi tahun 2027. Kalau itu targetnya berarti harus bersiap dari awal,’’ tambahnya.

Dibutuhkan anggaran besar untuk menyukseskan ajang olahraga nasional ini. Perkiraan biaya mencapai triliunan rupiah. Dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat krusial.  Adapun jika diminta untuk membayar setengah dari anggaran PON, Pemprov NTB masih merasa terbebani. Apalagi dengan kondisi fiskal daerah akhir-akhir ini. “Fifty-fifty antara pusat dengan daerah nanggung dia nanti,” ucapnya.

Mantan Pj Gubernur NTB ini menegaskan, jika NTB benar-benar ditunjuk sebagai tuan rumah, maka roadmap pembangunan infrastruktur harus dikawal dengan baik. Hal ini untuk menghindari masalah seperti yang terjadi pada PON sebelumnya, di mana infrastruktur tidak siap dan manajemen kurang maksimal.

Selain kesiapan infrastruktur, NTB juga perlu menyiapkan atlet-atlet berprestasi sejak dini untuk mendukung kesuksesan PON 2028 dari sisi prestasi.

“Nanti 2028 harus jadi sekarang, supaya tidak ada masalah seperti PON XXI yang kemarin ada ketidakberesan infrastruktur, yang kedua nasi basi. Kan itu mengalahkan prestasi, nasi basi itu kan ada manajemen yang harus diatur, dibiasakan dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan adanya efisiensi di tengah NTB akan dijadikan sebagai tuan rumah PON 2028, Gita menilai bahwa Pemerintah Pusat sengaja untuk tidak membebani daerah dengan perhelatan nasional PON. Pun jika PON ini ditarik ke Jakarta yang mana infrastruktur sudah siap, Pemprov NTB sangat legowo.

“Jangan-jangan memang pusat menskenariokan untuk pusat tidak membebani daerah karena pusat mengetahui kemampuan fiskal daerah sehingga ditarik semua ke Jakarta yang infrastrukturnya sudah lengkap. Kalau dibawa ke Jakarta, mungkin itu yang terbaik silakan,” pungkasnya. (era)

Hery Atmaja Terpilih sebagai Ketua REI NTB, Siap Sukseskan Program Nasional 3 Juta Rumah

0
Hery Atmaja melanjutkan estafet kepemimpinan REI NTB 2025-2028, terpilih juga dua pengurus lainnya, Muhammad Ilyas sebagai Sekretaris REI NTB, dan Husaina Khartin sebagai Bendahara REI NTB. Paling kanan, Ketua REI NTB sebelumnya, H. Heri Susanto.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Hery Atmaja resmi terpilih sebagai Ketua Real Estat Indonesia (REI) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk periode 2025-2028 setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang berlangsung di Mataram pada Kamis, 13 Februari 2025.

Hery Atmaja akan melanjutkan estafet kepemimpinan REI NTB yang sebelumnya dipimpin oleh H. Heri Susanto. Pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-X REI NTB, dua pengurus lainnya yang terpilih adalah Muhammad Ilyas sebagai Sekretaris REI NTB dan Husaina Khartin sebagai Bendahara REI NTB.

Dalam pernyataannya, Hery Atmaja menegaskan bahwa langkah awal kepemimpinannya adalah melakukan konsolidasi internal. Ia menyadari adanya pihak yang merasa kurang puas dengan hasil pemilihan ini. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk merangkul semua pihak agar bersatu dalam visi dan misi besar bersama.

Hery juga menegaskan bahwa kepengurusannya akan melanjutkan kerja sama yang telah dijalin oleh ketua sebelumnya, H. Heri Susanto, baik dengan media, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai pihak lainnya, seperti kepolisian, kejaksaan, dan stakeholder lainnya. Sinergi ini dianggap penting untuk mendukung pembangunan sektor properti dan perumahan di NTB.

Salah satu program prioritas yang akan didukung oleh REI NTB di bawah kepemimpinan Hery adalah menyukseskan program strategis nasional di sektor perumahan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menargetkan pembangunan tiga juta rumah, yang terdiri dari satu juta rumah di pesisir, satu juta rumah di pedesaan, dan satu juta rumah di perkotaan.

Hery mengungkapkan bahwa NTB kemungkinan besar tidak akan masuk dalam kategori pembangunan perumahan di perkotaan karena program ini lebih berorientasi pada pembangunan apartemen, sementara karakteristik NTB belum siap untuk pengembangan apartemen. Oleh karena itu, REI NTB akan lebih fokus pada keterlibatan dalam program pembangunan satu juta rumah di pesisir dan satu juta rumah di pedesaan.

Lebih lanjut, Hery menyampaikan hasil diskusinya dengan Wakil Menteri Perumahan, Fahri Hamzah, yang menekankan pentingnya penataan kawasan pesisir dengan rumah-rumah subsidi agar tidak terkesan kumuh. Salah satu contoh yang diberikan adalah kawasan pesisir Ampenan, di mana pemerintah ingin menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi nelayan tanpa mengabaikan estetika pemandangan pesisir.

Hery juga menggarisbawahi bahwa pembangunan perumahan di pesisir memiliki tantangan tersendiri, seperti angin laut, ombak, dan potensi abrasi. Oleh karena itu, REI NTB akan merumuskan konsep yang tepat sebelum mengajukan proposal kepada pemerintah daerah dan pusat.

Selain itu, program bedah rumah di desa-desa juga menjadi agenda utama. REI NTB akan bekerja sama dengan Kelompok Kerja (Pokja) untuk mencari pola terbaik yang kemudian akan diajukan ke Kementerian Perumahan. Hery menegaskan bahwa para pengembang di NTB siap untuk berkontribusi dan mensukseskan program pembangunan tiga juta rumah demi kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan program, Hery Atmaja optimis bahwa REI NTB dapat memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor perumahan di wilayah ini. (bul)

ITDC: Festival Bau Nyale Jadi Perayaan Budaya di Mandalika

0
Nyale berhasil ditangkap warga di Pantai Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Lotim. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menyebutkan festival tradisi Bau Nyale (menangkap cacing laut) pada 18-19 Februari 2025 akan menjadi perayaan budaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB.

“Kami berperan dalam menyiapkan venue dan memastikan kelancaran, sehingga rangkaian festival dapat berlangsung dengan meriah dan memberikan pengalaman bagi peserta maupun pengunjung,” kata PGS General Manager The Mandalika Wahyu M Nugroho di Lombok Tengah, NTB, Jumat.

Festival Bau Nyale 2025 akan diawali dengan pertunjukan Peresean yang akan berlangsung pada 14–16 Februari 2025 di area Kuta Beach Park (KBP). Tradisi adu ketangkasan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya sasak yang selalu dinantikan oleh masyarakat dan wisatawan.

Pada 17 Februari 2025, festival akan semakin semarak dengan parade “Siu Puteri Mandalika”, dimana 1.000 siswi SD hingga SMA mengenakan busana khas Puteri Mandalika yang akan parade di Mandalika, menghadirkan kecantikan dan keanggunan budaya Sasak.

“Sebagai wujud komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, kami menggelar gotong royong di Pantai Seger, melibatkan seluruh pegawai The Mandalika,” katanya.

Ia mengatakan Festival Bau Nyale merupakan salah satu perayaan budaya terbesar di Lombok yang memiliki nilai historis mendalam bagi masyarakat Lombok. Lebih dari sekadar tradisi, festival ini juga menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di The Mandalika.

“Puncak Festival Bau Nyale akan berlangsung pada malam 18 Februari 2025 di Bukit Seger, The Mandalika, yang juga menjadi momen penobatan Puteri Mandalika 2025,” katanya.

Sebagai bagian dari dukungan penuh terhadap acara ini, ITDC menyediakan berbagai fasilitas, termasuk fasilitas pendukung seperti toilet, tenda untuk UMKM, serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Tengah dalam pembersihan jalan akses menuju lokasi festival.

Demi kenyamanan pengunjung, ITDC juga menyiapkan 20 tenaga kebersihan dan 30 orang petugas keamanan untuk memastikan kebersihan dan keamanan selama acara berlangsung.

“Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Mandalika, kami berkomitmen mendukung kelancaran Festival Bau Nyale dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kebersihan serta kelancaran acara,” katanya.

Pihaknya berharap festival ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta dan wisatawan yang hadir, sekaligus semakin memperkuat citra The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis budaya dan keberlanjutan.

“Bau Nyale ini merujuk momentum untuk ajang promosi pariwisata di Mandalika,” katanya. (ant)

Heboh Pernikahan ‘’Sultan Tanjung’’, Mahar Ditaksir Rp 3 Miliar Lebih

0
Pasangan H. Toni dan Hafizah saat prosesi penyerahan mahar, Jumat 14 Februari 2025. (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntbcom) – Usai bercerai dengan mantan istri, Hj. Aryani Rahmawati, H. Toni Himawan, resmi menyunting dr. Hafizah. Pernikahan dengan pemilik tempat praktik dokter di perempatan Tanjung ini, cukup menghebohkan publik Lombok Utara lantaran mahar yang ditaksir mencapai Rp 1,85 miliar lebih.

Pernikahan keduanya berlangsung pada tanggal 14 Februari 2025, di Masjid Baiturrahim, Tanjung. Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., sejumlah pejabat, keluarga serta masyarakat umum menyaksikan akad nikah pada Jumat sore tersebut.

Diketahui, H. Toni, menyunting sang istri dengan mahar fantastis. Jumlah mahar sepertinya menunjuk pada tanggal, bulan dan tahun pernikahan keduanya, yakni 14 – 2 – 2025. Dari angka itu, H. Toni menyiapkan mahar berupa 1 kilogram emas, 4.000 Dolar Amerika, Rp20.000 dan 25.000 Dinar (mata uang Kuwait).

Untuk harga emas saja, mengacu pada harga pada website logammulia.com, 1 gram senilai Rp 1,701 juta. Artinya, maskawin 1 kg emas setara dengan Rp 1,701 miliar lebih.

Sementara dari 4.000 Dolar Amerika, maskawin setara Rp 65,172 juta merujuk pada rata-rata kurs Dolar Amerika terhadap rupiah dalam 30 hari terakhir sebesar Rp 16.293/1dolar. Sedangkan dari 25.000 Dinar Kuwait, maskawin ditaksir mencapai Rp 1,32 miliar lebih merujuk pada rata-rata kurs rupiah terhadap KWD dalam 30 hari terakhir sebesar Rp 52.818. Sehingga total maskawin pernikahan H. Toni dan dr. Hafizah, mencapai Rp 3,086 miliar lebih.

Pernikahan antara H. Toni Himawan dan dr. Hafizah ini sendiri, menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Pernikahan ini tidak hanya mencuri perhatian masyarakat, tetapi juga mencatat sejarah sebagai pernikahan termewah di Kabupaten Lombok Utara. Terlebih lagi, pasangan ini juga akan melangsungkan resepsi di aula Kantor Bupati Lombok Utara, dalam waktu dekat.

Masyarakat lantas memberi kesan positif atas pernikahan kedua pasangan ini. Melalui medsos, masyarakat ikut berharap, pernikahan kedua konsultan Perminyakan di Timur Tengah ini bisa langgeng.

“Dari media sosial saja sudah viral, apalagi nanti saat resepsi. Katanya akan ada artis terkenal yang diundang, pasti akan sangat meriah,” ujarnya dengan penuh semangat.

Senada dengan itu, warga lainnya, ikut terkesan dengan kemewahan pernikahan tersebut. “Baru pertama kali saya melihat pernikahan semegah ini di Kabupaten Lombok Utara. Mulai dari lamaran, akad nikah, hingga resepsi, semuanya sangat luar biasa. Semoga mereka selalu bahagia dan langgeng hingga maut memisahkan,” tutupnya. (ari)

Lima Jurus OJK Mendukung Program Tiga Juta Rumah Bagi MBR

0
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan yang inklusif guna mendukung program prioritas pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025 yang digelar di Jakarta menjelaskan empat kebijakan prioritas OJK di 2025 untuk menjaga sektor jasa keuangan (SJK) agar tetap resilient sehingga mampu memberikan daya ungkit yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya, dukungan dalam Program pembangunan 3 juta hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dapat menciptakan multiplier effect dalam mendorong investasi untuk mencapai target pertumbuhan perekonomian nasional. Bentuk dukungan OJK yaitu, mempermudah dan memperluas akses kredit/pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR) bagi MBR berupa penilaian kualitas aset hanya berdasarkan 1 pilar serta pengenaan bobot risiko rendah dan granular untuk KPR. OJK juga telah menegaskan bahwa tidak terdapat larangan pemberian kredit bagi debitur non lancar.

Bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta para pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan kanal pengaduan khusus dan membentuk task force untuk mempercepat penanganan pengaduan proses KPR bagi MBR yang terkait dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Memberikan keleluasaan bagi pengembang perumahan memperoleh pembiayaan untuk pengadaan/pengolahan tanah.

Dukungan likuiditas pembiayaan perumahan akan dilakukan melalui fine tuning skema produk investasi terstruktur khususnya Efek Beragun Aset – Surat Partisipasi (EBA-SP).

Penguatan industri Asuransi dan Penjaminan untuk mendukung pengembang UMKM dalam memitigasi risiko pembangunan perumahan, antara lain melalui penjaminan Kredit Modal Kerja dan produk surety bond serta asuransi properti dan asuransi jiwa kredit bagi nasabah KPR MBR.(bul)

Calo Calon PMI Akan Diproses Hukum

0
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla (tengah), didampingi Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna memberikan sosialisasi Perlindungan PMI dan Migrasi Aman di Aula Kantor Balai Guru Penggerak NTB, Jumat pagi, 14 Februari 2025.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan penataan mendasar dalam tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini mencakup penguatan sistem penunjang serta digitalisasi dalam ekosistem perlindungan PMI.

Dalam upaya meningkatkan layanan bagi PMI, pemerintah telah mengembangkan Sisko P2MI, sebuah sistem komputerisasi yang menjadi dasar dalam seluruh proses penempatan. Selain itu, digitalisasi di sektor remitansi juga diterapkan untuk memudahkan PMI dalam mengirimkan uang ke keluarga di Indonesia.

“Kami berharap agar sistem ini lebih mudah dijangkau oleh pekerja migran kita di luar negeri,” ujar Dzulfikar usai memberikan sosialisasi Perlindungan PMI dan Migrasi Aman di Aula Kantor Balai Guru Penggerak NTB, Jumat pagi, 14 Februari 2025.

Dalam kesempatan ini, Dzulfikar juga didampingi Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Putu Gede Aryadi.

Dzulfikar juga menyampaikan perkembangan kasus penembakan calon PMI oleh Polisi Malaysia yang merenggut nyawa para calon PMI asal Indonesia ini.

menurutnya, kasus tersebut telah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Malaysia, serta pihak kepolisian. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Anwar Ibrahim, juga telah berkomunikasi dan berkomitmen untuk menjaga hubungan baik serta pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Proses pendampingan bagi korban sudah dilakukan hingga pemakaman. Kami juga terus berupaya agar kasus serupa tidak terulang di masa depan,” tambahnya.

Dalam menekan praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal, pemerintah menghimbau seluruh pihak untuk menghentikan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar tindakan tegas diambil terhadap pelaku yang memberikan iming-iming kepada calon PMI.

“Kami bekerja sama lintas sektoral dengan berbagai kementerian untuk menyiapkan SDM yang terampil dan siap kerja. Dengan kesiapan fisik, mental, dokumen, serta kompetensi yang memadai, kami optimis dapat menyelesaikan 90% dari tantangan perlindungan PMI di luar negeri,” kata Dzulfikar.

Dalam hal penindakan hukum, pemerintah juga telah membentuk desk bersama dengan Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam pengiriman CPMI ilegal. Jika pelanggaran dilakukan oleh pihak swasta, aparat penegak hukum akan segera mengambil langkah tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem penempatan PMI yang lebih aman dan transparan, serta memastikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.(bul)

Mudik Gratis Tetap Digelar di Tengah Efisiensi

0
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu 5 Februari 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi memastikan Program Mudik Gratis Lebaran 2025 tetap dilaksanakan di tengah efisiensi anggaran di kementerian itu.

“Insyaallah tetap ada (Mudik Gratis),” kata Menhub Dudy saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Kamis 13 Februari 2025.

Adapun Kementerian Perhubungan kini memiliki pagu anggaran efektif 2025 sebesar Rp17,7 triliun. Hal ini baru saja disahkan pada saat Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat (Raker/RDP) bersama Komisi V DPR RI.

Sebelumnya, pagu anggaran Kemenhub adalah sebesar Rp17,73 triliun atau 56,34 persen dari jumlah tahun lalu yang mencapai Rp31,45 triliun.

Mengenai pelaksanaan Mudik Gratis tahun ini, Dudy mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program tahunan tersebut.

“Ini sedang menghubungi, ‘roadshow’ untuk bertemu bersama para ‘stakeholder’ yang menyelenggarakan Mudik Gratis, supaya bisa berkoordinasi secara baik,” kata Dudy.

Ia juga menyoroti keikutsertaan yang lebih banyak lagi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia berharap hal tersebut bisa membuat Mudik Gratis berjalan dengan lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti program tersebut.

“Kami berharap demikian, sehingga pengaturan Mudik Gratis bisa lebih aman dan nyaman,“ ujar Dudy. (ant)

Rusak Akibat Banjir, Ratusan Hektar Lahan Tamanan Padi di Lobar Terancam Puso

0
Tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Gerung ini masih terendam air, sehingga dikhawatirkan menyebabkan puso. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Dampak bencana banjir di Lombok Barat (Lobar) mengancam tanaman padi milik petani. Tanaman padi terancam puso. Pasalnya hingga hari ke empat ini, tanaman padi milik petani di beberapa tempat masih terendam. Bahkan terlihat tanaman padi yang baru ditanam tersebut layu.

Seperi pantauan Ekbis NTB di Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Banyak lahan padi yang masih terendam. Beberapa petak tanaman padi tergenang air, terlihat kondisinya rusak dan layu. Bahkan, akibat terlalu lama tergenang air, menyebabkan tanaman membusuk. Hal serupa di Desa Suka Makmur, Kecamatan Geruung.

Hampir sebagian besar tanaman padi di desa ini masih terendam. Air terus mengalir dari irigasi ke sawah warga. Begitu pula di Desa Gapuk. Sejumlah areal tanaman pagi warga tampak masih terendam.

Menurut penuturan warga Suka Makmur, Nasrudin, desa itu telah terendam selama tiga hari. Air berasal dari kali yang meluap ke pemukiman warga dan lahan pertanian warga. “Tiga malam ini puncaknya,” katanya.

Desanya itu termasuk hilir, sehingga air pun sulit terurai. Ketika puncak banjir, ketinggiannya mencapai dada orang dewasa. Untuk penanganan sementara, sudah ada bantuan dari Pemkab Lobar dan pelayanan kesehatan. Namun yang membuat warga sangat khawatir, nasib tanaman padi yang baru beberapa pekan mereka tanam tiga hari terendam.

Luas areal tanaman padi yang terdampak mencapai 120 hekar lebih. Lahan ini digarap oleh tiga kelompok tani atau Poktan. Kondisi lahan padi warga terendam mampir merata. Merurut petani, kalau masih saja terendam hingga lima hari ke depan maka mereka khawatir padi tidak bisa diselamatkan. “Sudah pasti rusak, kalaupun bisa (ditangani), 50 persen akan rusak, bahkan lebih,”ujarnya.

Warga pun berharap ada bantuan penanganan dari Pemkab Lobar. Kondisi tanaman padi warga inipun sudah dicek oleh pihak Pemkab dalam hal ini Dinas Pertanian (Distan). Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan pihaknya telah turun mengecek tanaman padi di beberapa wilayah, termasuk di Gerung. “Sudah kami cek, airnya sudah mulai surut. Insya Allah aman,” jelasnya. Namun demikian pihaknya tetap memantau perkembangan tanaman ini sepekan ke depan. (her)

Dikelola Pemprov NTB, Pelabuhan Carik Diharapkan Tingkatkan Ekonomi KLU

0
Pelabuhan Carik di KLU yang pengelolaannya diserahkan ke Pemprov NTB. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Perpindahan kewenangan pengelolaan fasilitas perhubungan khususnya pelabuhan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diharapkan mampu mendorong mobilitas ekonomi dengan cepat.

Sejumlah fasilitas perhubungan seperti Pelabuhan Carik, Kecamatan Bayan, Pelabuhan Bangsal, dan tiga dermaga di Gili Air, Gili Meno dan Gili Air, Kecamatan Pemenang, yang dikelola Pemprov NTB, memberi dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat.

“Kalau ini dikelola dengan optimal, apalagi untuk bongkar muat barang, maka ekonomi masyarakat KLU akan lebih baik,” harap Kepala BKAD Lombok Utara, Sahabudin, M.Si., kemarin.

Kepada wartawan, Sahabudin menerangkan bahwa proses hibah aset lahan khususnya Pelabuhan Carik, sudah dilakukan.

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu telah menyerahkan sertifikat lahan kepada Pemprov NTB atas aset seluas 4 hektare di Desa Anyar, Kecamatan Bayan tersebut beberapa waktu lalu. Dokumen ini merupakan salah satu syarat bagi Pemprov NTB untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perhubungan dari pemerintah pusat.

“Dulu pengelolaan pelabuhan ini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, tetapi tanahnya belum dihibahkan. Dengan adanya aturan baru, kini kewenangan pengelolaan berada di tangan pemerintah provinsi. Karena ada rencana pengelolaan lebih lanjut, maka tanahnya diminta untuk dihibahkan,” paparnya.

Ia menyambung, Pelabuhan Carik diharapkan menjadi penggerak perekonomian khususnya di Lombok Utara. Terlebih lagi jika benar akan difungsikan sebagai pelabuhan bongkar muat barang. Dapat diperkirakan akan banyak logistik untuk kebutuhan jutaan masyarakat di NTB akan bongkar dan muat di area ini. Hal ini tentu akan mendorong massifnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha kepada masyarakat.

“Distribusi barang dan jasa perdagangan di Lombok Utara akan meningkat.  Akan seperti apa nantinya, itu kewenangan dari pemerintah provinsi, dan menurut informasi akan dipakai sebagai bongkar muat barang,” tandasnya. (ari)

Saifana Organic Farm Bungalows Edukasi Budidaya Madu Trigona ke Wisatawan

0
Keluarga wisatawan asing asal Inggris mendapat edukasi budidaya trigona dari manajemen Saifana Organicfarm Bungalows(ekbisntb.com/ist)

Menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda perlu dilakukan dalam berbagai usaha, tak terkecuali usaha pariwisata.

SAIFANA Organic Farm Bungalows dapat dikatakan sebagai salah satu inisiator yang melakukan pendekatan berbeda dalam usaha penginapannya. Yaitu, dengan memberikan edukasi budidaya Madu Trigona kepada wisatawan yang berkunjung ke Bungalows tersebut.

Owner Saifana Bungalows, Sutikno, Kamis 13 Februari 2025 mengakui, pihaknya melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas berwisata kepada para pengunjung. Ia menyediakan layanan edukasi budidaya madu trigona kepada wisataman mancanegara maupun domestik.

Seperti pada kunjungan keluarga pasangan dari Lucy dan Corrine asal Inggris (United Kingdom), Kamis 13 Februari 2025. Keluarga wisatawan ini disuguhkan tata cara memelihara lebah trigona, cara panen, hingga menikmati madu trigona itu sendiri.

Dalam edukasi tersebut, Sutikno menghadirkan praktisi budidaya Lebah Madu Trigona setempat bernama Sukri alias Slesh Apis. Dengan kemampuan dan pengalamannya, Sukri menejelaskan tata cara budidaya dari awal sampai madu trigona dipanen.

“Edukasi budidaya lebah madu trigona adalah terobosan kami untuk berkolaborasi, agar ekonomi berputar di masyarakat KLU,” kata Sutikno.

Ia menerangkan, edukasi ini baru pertama kali ini dilakukan. Namun dalam kunjungan selanjutnya, ia memastikan seluruh pengunjung akan mendapat layanan yang sama.

“Banyak sekali tamu lokal atau internasional yang belum paham berternak lebah maupun memanen madunya. Banyak juga dari mereka yang tidak mau mengkonsumsi madu trigona karena asam, itu disebabkan cara panen yang salah,” terangnya.

Ia optimis, jika semua properti pariwisata membangun mindset yang sama, kesan terhadap pariwisata Lombok Utara akan semakin baik. Bahkan, dalam aplikasi layanan ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di mana properti wisata bisa berperan membantu memasarkan hasil budidaya kelompok masyarakat kepada wisatawan asing. Di samping itu, masyarakat sebagai pelaku usaha akan memperoleh insentif tambahan sebagai narasumber.

Untuk diketahui, Saifana Organic Farm Bungalows yang beralamat di Desa Sambik Elen, kecamatan Bayan, membuka jasa penginapan kepada wisatawan lokal dan mancanegara. Usaha jasa pariwisata ini telah dimulai sejak 2013 dan eksis hingga saat ini.

Menurut tripadvisor, Bungalow yang menerapkan pendekatan eco-tourism dan agroekologi ini mendapat penilaian 4,7 dari 5 bintang atau nyaris sempurna. Penilaian positif diperoleh dari indikator penilaian 5 bintang untuk lokasi, nilai, kebersihan dan layanan, serta 4,5 bintang dari penilaian kamar dan kualitas tidur. (ari)